PENGELOLAAN KEUANGAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM MENINGKATKAN KEKUATAN EKONOMI BAGI MASYARAKAT PAPUA DAN PAPUA BARAT DI INDONESIA
Seminar Nasional Riset Manajemen VII
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA PASCASARJANA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PORT NUMBAY PASCASARJANA SEKOLAH TINGGI
ILMU EKONOMI PORT NUMBAY
Seminar Nasional Riset Manajemen VII Denpasar
JOHN AGUSTINUS
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PORT NUMBAY JAYAPURA - PAPUA
PENJELASAN
POWER POIN INI ADALAH PRESENTASI KARYA ILMIAH SAYA, YG DIIKUTSERTAKAN PADA CALL FOR PAPER PADA ACARA SEMINAR NASIONAL RISET MANAJEMEN KE VIII DI FEB
UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR BALI PADA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR BALI PADA TANGGAL 11 OKTOBER 2014. SUMBER DARI ARTIKEL INI JUGA TELAH DI PUBLIKASIKAN SECARA RESMI PADA “JURNAL APLIKASI
Luas Wilayah Meliputi :
Daratan : 317.602 KM2
Daratan : 317.602 KM2
Laut : 11.851 Km2
Panjang Garis Pantai : 5.031 Km
Administrasi Terdiri Atas :
Kota : 1 KAB. : 28
Distrik/Kecamata : 357 Desa/Kampung : 3.464
Jumlah Penduduk :
Latar Belakang Masalah
Era Otonomi Khusus (2002 – 2013) Pengelolaan Keuangan:
Mengoptimalkan semua sumberdaya – Tujuan Tercapai (Halim, 2008)
Tercapai (Halim, 2008)
Penggunaan dana secara efektif & efesien dalam memaksimalkan nilai (Halim, 2008).
Otsus Papua: Mewujudkan percepatan
pembangunan ekonomi, peningkatan
kesejahteraan &kemajuan masyarakat.
LATAR BELAKANG MASALAH
Analisis Laporan Pertanggungjawaban
APBD + OTSUS
Capaian Pembangunan Yang dirasakan oleh
Masyarakat
Gejolak sosial Otsus Gagal
Korupsi
Apakah dengan Manajemen yg
Efektifitas &Efesiensi Mampu
Meningkatkan Kekuatan Ekonomi
GAP RISET/RUMUSAN MASALAH
Manajemen Dana Publik masih mengundang tanda tanya, dalam hal efektifitas dan efisiensi (Hasan, 2010., Raba, 2010., John, 2012).
12 tahun otsus Pembangunan masih tertinggal 12 tahun otsus Pembangunan masih tertinggal dibandingkan daerah-daerah lain.
RUMUSAN MASALAH:
Apakah dengan Manajemen yg Efektif & Efisien Mampu Meningkatkan Kekuatan Ekonomi ?
Metode Penelitian
Kualitatif
Fenomenologi
Max Weber (Gejolak Sosial)
Lokasi Penelitian Manokwari dan Jayapura (Ibu Lokasi Penelitian Manokwari dan Jayapura (Ibu Kota Provinsi)
Teknik pengumpulan Data: Wawancara, FGD, Pengamatan dan studi dokumen.
Tema-tema
Dana Otsus 2002 – 2013 selalu meningkat,
Alokasi dana Otonomi khusus untuk pemberdayaan
ekonomi,
Belum tersedianya perangkat aturan yang memproteksi Orang Asli Papua agar memiliki akses di pasar rakyat,
Koperasi di kampung belum optimal, Koperasi di kampung belum optimal,
Pengelolaan dana tdk seimbang dg harapan yang tinggi,
Bidang prioritas OTSUS tidak berdampak nyata (pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur)
Keraguan masyarakat bahwa Dana otsus tidak
meningkatkan kesejahteraan secara signifikan.
PREPOSISI
“Pengelolaan Dana Otonomi Khusus di
Provinsi Papua dan Papua Barat belum
memberikan dampak perkembangan
signifikan kepada kesejahteraan”. signifikan kepada kesejahteraan”.
Dari Tema2 tsb dibuat langkah selanjutnya “FGD”
REKOMENDASI FGD
Tema-tema yg diperoleh menjadi Topik FGD Rekomendasi FGD:
1. “Pengelolaan dana otonomi khusus secara efektif dan efesien diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada pengelola dana yaitu Aparatur Pemerintah kepada pengelola dana yaitu Aparatur Pemerintah untuk Mengelola Dana Otsus”.
2. “Pengelola Dana Otsus dalam hal ini adalah Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat untuk kembali menekankan dan memahami lebih dalam teori dan undang-undang Efektifitas dan Efisiensi keuangan”.
PREPOSISI
PEMBAHASAN
CATATAN BPK:
BPK menemukan total penyimpangan (Laporan 2006 – 2013)
Bentuk-bentuk penyimpangannya adalah Bentuk-bentuk penyimpangannya adalah
belanja tidak dipertanggung jawabkan (tidak disertai bukti-bukti kuitansi yang sah),
Pemborosan dalam pengadaan barang dan jasa.
Pembahasan
UU Otsus dan seperangkat peraturan perundang-undangan lainnya mengatur pengelolaan keuangan daerah di provinsi Papua, Mulyadi (2005), Sucipto (2007), Jumingan (2006), Sutrisno (2009).
Dengan tambahan penerimaan dana otonomi khusus maka pengelolaan keuangan harus mengacu dan patuh terhadap regulasi yang sudah ditetapkan, Mulyadi
(1997), Halim (2008).
Menjalankan manajemen keuangan sesuai dengan regulasi akan tercapai efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian program.
efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian program.
Dana Otsus memiliki makna afirmatif action (mendukung percepatan
ketertinggalan masyarakat asli Papua)
Sama dengan provinsi lainnya, Sumule (2002).
Pengetahuan makna afirmatif action harus dipahami oleh pengelola keuangan.
Pemahaman afirmatif action - pengelolaan dana otsus berbeda dengan
pengelolaan keuangan otonomi daerah.
Model Hasil Analisis
Belum Memahami Makna Sudah Memahami
18/10/2014 www.johnagustinus.com 15
PROPOSISI
Perubahan pengelolaan dana otsus – Afirmasi Perubahan Pembangunan (4 bidang utama) Kekuatan Ekonomi
PENELITIAN
Mendukung Penelitian terdahulu Supoyo (2006), Halim (2008), Raba (2008), Sumule (2002).
Perlu dilakukan pemahaman kembali makna Perlu dilakukan pemahaman kembali makna afirmasi dan regulasi otsus.
Perlu dilakukan pemahaman kembali tentang makna Efektifitas dan Efisiensi.
Keterbatasan Penelitian
Luasnya geografi Papua dan Papua Barat. Informasi Keuangan Papua Barat.
Penelitian yang akan datang: Fokus pada Satu Provinsi