KURIKULUM PELATIHAN
PENDAMPING AKREDITASI PUSKESMAS DAN FASILITAS
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Untuk meningkatkan pelayanan sarana kesehatan dasar khususnya Puskesmas kepada masyarakat, dilakukan berbagai upaya peningkatan mutu dan kinerja antara lain dengan pembakuan dan pengembangan sistem manajemen mutu dan upaya perbaikan kinerja yang berkesinambungan baik pelayanan klinis, upaya Puskesmas dan manajerial.
Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya merupakan salah satu mekanisme regulasi yang bertujuan untuk mendorong upaya peningkatan mutu dan kinerja pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh lembaga independen yang diberikan kewenangan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu untuk mememnuhi persyaratan Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya yang akan kerjasama dengan BPJS dipersyaratan lulus akreditasi sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional
pendamping akreditasi Puskesmas yang akan melaksanakan pendampingan akreditasi baik Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya.
Untuk dapat melaksanakan kegiatan pendampingan akreditasi diperlukan banyak pendamping yang tersebar di semua provinsi di Indonesia, oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan pelatih pendamping akreditasi yang akan menghasilkan tenaga pelatih calon pendamping yang mampu merencanakan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi pelatihan pendampingan akreditasi.
B. Filosofi Pelatihan
Dalam pelatihan pelatih pendamping akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya digunakan nilai-nilai dan keyakinan yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas pada sistem pelatihan sebagai berikut :
1. Pelatihan menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa, dengan
karakteristik :
a. Pembelajaran pada orang dewasa adalah belajar pada waktu, tempat, dan kecepatan yang sesuai untuk dirinya.
b. Setiap orang dewasa memiliki cara dan gaya belajar tersendiri dalam upaya belajar secara efektif.
c. Kebutuhan orang untuk belajar adalah karena adanya tuntutan untuk mengembangkan diri secara professional.
d. Proses pembelajaran melalui pelatihan diarahkan kepada upaya perubahan perilaku dalam diri manusia sebagai diri pribadi dan anggota masyarakat.
e. Proses pembelajaran orang dewasa melalui pelatihan perlu memperhatikan penggunaan metode dan teknik yang dapat menciptakan suasana partisipatif.
2. Proses pelatihan memanfaatkan pengalaman peserta dalam melakukan akreditasi dan digunakan pada setiap tahap proses pembelajaran.
3. Proses pembelajaran lebih banyak memberi pengalaman melakukan
II. PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI A. Peran:
Setelah mengikuti pelatihan linatih berperan sebagai tenaga pelatih pendamping akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan pelatihan pendamping akreditasi
B. Fungsi :
Dalam melaksanakan perannya linatih mempunyai fungsi sebagai melaksanakan pelatihan pendamping akreditasi
C. Kompetensi
Untuk menjalankan fungsinya linatih memiliki kompetensi dalam:
1. Menjelaskan standar dan instrumen akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya,
2. Menyusun dokumen akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
3. Melakukan self assesment
4. Memfasilitasi proses akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
5. Melakukan audit internal akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
6. Melaksanakan pelatihan pendamping akreditasi
III. TUJUAN PELATIHAN A. Tujuan Pelatihan Umum
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelatihan pendamping akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya sesuai dengan Standar Akreditasi.
B. Tujuan Pelatihan Khusus
1. Menjelaskan kebijakan Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
2. Menjelaskan Konsep mutu dan Kebijakan Akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
3. Menjelaskan Standar dan instrumen akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
4. Menyusun dokumen akreditasi
5. Melakukan self assesment akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
6. Memfasilitasi proses akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
7. Melakukan audit internal akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
8. Menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa melalui komunikasi efektif
9. Membuat rencana pembelajaran melalui penyusunan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
10. Mengembangkan keterampilan melalui berbagai metoda pembelajaran
11. Merencanakan pelatihan dengan memanfaatkan media dan alat bantu pembelajaran
12. Menerapkan teknik presentasi efektif
13. Menciptakan suasana menyenangkan dalam suatu pelatihan (iklim pembelajaran)
14. Melakukan evaluasi pembelajaran
Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, pelatihan calon pen damping akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya maka disusun materi yang akan diberikan secara rinci pada tabel berikut :
No Materi Jam Pelajaran
T P PL JML
A. Materi/ Kompetensi Dasar 6 - - 6
1. Kebijakan Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
3 - - 3
2. Konsep mutu, Kebijakan Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya,
3 - - 3
B. Materi Inti/ Kompetensi Bidang 36 61 14 111
1. Standar dan Instrumen akreditasi 6 12 - 18
2. Penyusunan dokumen akreditasi 2 9 - 11
3. Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
6 10 7 23
a. Ketentuan penilaian akreditasi 2 3 - 5
b. Langkah persiapan akreditasi 1 2 - 3
c. Pelaksanaan akreditasi 1 1
d. Tata laksana survey/self assessment 2 5 7 14
4. Pertemuan Tinjauan Manajemen 2 1 3
5. Teknik Pendampingan dan Fasilitasi Pra dan Pasca Akreditasi
3 6 7 16
6. Tehnik audit internal 2 3 - 5
7. Tehnik melatih 15 20 35
C. Materi/ Kompetensi Penunjang 3 5 - 8
1. Anti korupsi 2 2
2. BLC (Membangun Komitmen Belajar) 3 - 3
3. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut 1 2 - 3
V. GARIS-GARIS BESAR UPAYA PUSKESMAS PEMBELAJARAN (GBPP)
A. Materi Dasar.
Waktu : 3 JPL (T = 3 JPL, P=0, PL = 0), Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
Setelah mengikuti pelatihan, peserta memahami tentang Kebijakan Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
Tujuan
Pembelajaran Khusus (TPK).
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu menjelaskan tentang:
1. Kebijakan Puskesmas ,
2. K
ebijakan Klinik
1. Kebijakan Puskesmas a. Konsep dasar
Puskesmas b. Tugas dan Fungsi
Puskesmas 2. Kebijakan Pemrintah
tentang Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
1.Ceramah, 2.Tanya
jawab
1. Slide 2. LCD 3. Laptop 4. Flipchart 5. Spidol
1. Kepmenkes 128/2004 2. Permenkes 09/2014 3. Permenkes
2052/2011
Materi Dasar 2 : Konsep mutu dan Kebijakan Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
Setelah pengikuti pelatihan, peserta memahami Konsep mutu dan Kebijakan akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK).
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu: menjelaskan tentang:
1. Konsep mutu pelayanan kesehatan. 2. Penerapan mutu
pelayanan di Fasyankes
3. Kebijakan Akreditasi Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
1. Konsep mutu Pelayanan kesehatan. 2. Penerapan mutu
pelayanan di Fasyankes 3. Akreditasi
Puskesmas, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
1. Total Quality Manajemen 3. Permenkes
71 tahun 2013 4. Standar dan
instrumen akreditasi Puskesmas , Klinik, dan Praktik Mandiri
B. Materi Inti
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu menggunakan standar dan instrumen akreditasi untuk kajian awal.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK).
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu:
1.
Menjelaskan standar akreditasi 2.
Menggunakan standar akreditasi 3.
Menjelaskan Instrumen Akreditasi
4.
Menggunakan Instrumen penilaian Akreditasi
1. Standar akreditasi a. Pengertian
b. Ruang Lingkup Standar Akreditasi 2. Cara Penggunaan
standar akreditasi 3. Instrumen penilaian
akreditasi 4. 4. Cara Penggunaan
Instrumen Penilaian Akreditasi Puskesmas, Kllinik, dan Praktik Mandiri
1.Ceramah 2.Tanya jawab 3.Penugasan 2. Instrumen
akreditasi Puskesmas, Klinik/Prak tik Mandiri
Setelah mengikuti pembahasan materi, peserta mampu menyusun dokumen - dokumen yang dipersyaratan
Tujuan Pembelajaran
Khusus (TPK).
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu :
1.
Menjelaskan tentang: Dokumen - dokumen akreditasi
Puskesmas/Klinik/Pra ktik Mandiri
2.
Menjelaskan langkah-langkah penyusunan dokumen
3.
menyusun dokumen akreditasi
Puskesmas/Klinik/Fas yankes Tingkat Pertama
A. Jenis-jenis dokumen akreditasi
Puskesmas/Klinik/Pr aktik Mandiri dan legalitas :
1. Kebijakan 2. Pedoman 3. Dokumen bukti
telusur yang lain.
B.Mekanisme penyusunan
dokumen akreditasi C.Penyusunan Dokumen
Materi Inti 3 : Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya
Setelah pembahasan materi, peserta latih mampu melakukan self assesment akreditasi Puskesmas/Klinik/Praktik Mandiri
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah proses belajar mengajar peserta latih mampu :
1. Menjelaskan ketentuan penilaian Akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri. 2. Menjelaskan langkah
langkah persiapan akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri.
3. Menjelaskan pelaksanaan akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri
4. Melakukan self assessment akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri
1. Ketentuan penilaian akreditasi Puskesmas, Klinik dan Praktik Mandiri
2. Langkah persiapan akreditasi Puskesmas, Klinik dan Praktik Mandiri:
a. Penyiapan akreditasi, b. Pembakuan
dokumen/ implementasi, c. Penilaian/ self
assessment, d. Tehnis bimbingan
dan monitoring 3. Pelaksanaan
akreditasi
Puskesmas, Klinik dan Praktik Mandiri:
a. Langkah-langkah Persiapan
akrakreditasi b. Persiapan dan kajian awal (self assessment) c. Penyusunan dokumen yang dipersyaratkan d. Implementasi e. Self assessment sesudah
implementasi 4. Tata laksana self
assessment akreditasi: a. Prosedur self
assessment b.Jadual self
assessment
c. Metoda self assessment : d. Instrument
akreditasi
Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri e. Software
penilaian 5. Penilaian,
rekomendasi, dan umpan balik pendampingan
Materi Inti 4 : Teknik Pendampingan dan Fasilitasi pra akreditasi dan paska akreditasi
Setelah mengikuti pembahasan materi, peserta mampu mendampingi persiapan akreditasi Puskesmas, Klinik, dan Praktik Mandiri
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media
dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu :
1. Menjelaskan konsep fasilitasi dan
pendampingan 2. Melakukan fasilitasi
dan pendampingan pra akreditasi
3. Melakukan fasilitasi dan pendampingan paska akreditasi
1. Konsep Fasilitasi dan Pendampingan 2. Teknik Fasilitasi dan
Pendampingan pra akreditasi a. Persiapan
b. Langkah-langkah pendampingan c. Monitoring dan
evaluasi
3. Teknik Fasilitasi dan Pendampingan paska akreditasi
a. Persiapan
b. Langkah-langkah pendampingan
Materi Inti 5 : Tehnik audit internal
Setelah pembahasan materi ini peserta mampu melakukan audit internal
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Peserta latih mampu: 1. Menjelaskan
pengertian dan langkah –langkah audit internal, 2. Menyusun rencana
audit internal, 3. Menyusun
instrument/daftar tilik audit internal,
4. Melakukan audit dan verifikasi audit,
1.Pengertian dan langkah-langkah audit internal,
2. Menyusun rencana audit internal 3. Menyusun
instrumen/daftar tilik audit internal,
4. Tehnik audit dan verifikasi audit.
1.Ceramah
Materi Inti 6 : Pertemuan Tinjauan Manajemen Waktu : 3 JPL (T= 2 JPL, P= 1 JPL) Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
Setelah pembahasan materi ini peserta mampu melaksanakan pertemuan tinjauan manajemen
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Peserta latih mampu: 1. Menjelaskan
pengertian dan tujuan tinjauan manajemen 2. Menjelaskan input
tinjauan manajemen 3. Menjelaskan proses tinjauan manajemen 4. Menjelaskan output tinjauan manajemen 5. Menyiapkan
pertemuan tinjauan manajemen
1. Pengertian dan tujuan tinjauan manajem 2. Input tinjauan
manajemen 3. Proses tinjauan
manajemen 4. Output tinjauan
manajemen 5. Pertemuan
Materi Inti 7 : Tehnik Melatih
Waktu : 35 JPL (T=15 JPL, P=20 JPL, PL=0 JPL) Tujuan Pembelajaran Umum:
Peserta Latih mampu: melatih pada Pelatihan Pendamping Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu:
1. Menerapkan prinsip Pembelajaran Orang Dewasa 2. Mengembangkan
keterampilan melalui berbagai metoda
pembelajaran
1. Prinsip Pembelajaran Orang Dewasa 2. Metoda
Pembelajaran: ceramah, Tanya jawab, curah pendapat, diskusi kelompok, latihan, studi kasus, simulasi,
1. Ceramah, 2. Tanya jawab 3. Diskusi
1. Kurikulum Pelatihan Tenaga Pelatih Program
3. Merencanakan pelatihan dengan memanfaatkan media dan alat bantu
pembelajaran 4. Melakukan
evaluasi pembelajar 5. Membuat rencana
pembelajaran melalui penyusunan Satuan Acara Pembelajaran (SAP)
6. Menciptakan suasaran menyenangkan dalam suatu pelatihan (iklim pembelajaran) 7. Menerapkan
tehnik presentasi interaktif
demonstrasi, role-play, praktik lapangan 3. Perencanaan
pelatihan dengan memanfaatkan media dan alat bantu
pembelajaran 4. Evaluasi
pembelajaran 5. Rencana Pelatihan di Bidang Kesehatan.
C. Materi Penunjang
Materi Penunjang 1 :
Bullding Learning Commitment (BLC).
Waktu : 2 JPL (P= 2 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
Peserta pelatihan memahami pentingnya komitmen semua peserta pelatihan agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan tujuan pelatihan dapat tercapai.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat
Bantu Setelah pembelajaran
selesai, peserta latih akan :
1. Mempunyai komitmen yang sama tentang jalannya proses pembelajaran
2. Menyepakati tentang aturan disiplin selama pelatihan,
3. Menyepakati sanksi yang diberlakukan selama pelatihan,
1. Ice breaking 2. Commitment
building game, 3. Menyusun
kesepakatan dan deklarasi kesepakatan,
1.
1.Ceramah, 2.Tanyajawab, 3.Penugasan, Game
Materi Penunjang 2 : Penyusunan Rencana Tindak Lanjut Waktu : 3 JPL (T = 1 JPL, P= 2 JPL)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU):
Setelah mengikuti pembahasan materi, peserta mampu menyusun Rencana Tindak Lanjut paska pelatihan.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan
Metode Media dan Alat Bantu
Referensi
Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu :
1. menjelaskan RTL pendampingan akreditasi Puskesmas dan Klinik 2. menyusun RTL pendampingan akreditasi Puskesmas
3. Menyajikan RTL
a. Format penyusunan RTL
b. Penyusunan RTL, c. Penyajian dan umpan
balik terhadap RTL yang disusun,
VI. DIAGRAM PROSES PEMBELAJARAN. A. Diagram Alir
Proses pelatihan calon pendamping akreditasi Puskesmas dan Klinik dapat digambarkan didalam diagran alir proses pelatihan seperti di bawah ini:
18 Pembukaan
E v a l u a s i
Mengetahui:
1. Kebijakan revitalisasi Puskesmas 2. Kebijakan mutu, Akreditasi
Puskesmas dan Klinik . Metoda:
1.Ceramah, 2.Tanya Jawab, 3. Penugasan.
Keterampilan :
1. Identifikasi dokumen - dokumen yang dipersyaratkan oleh standar akreditasi 2. Menyusun tata naskah penulisan dokumen
dan pengendalian dokumen
3. Pendampingan dan fasilitasi dalam implementasi akreditasi Puskesmas dan Klinik,
4. Penilaian/ self assessmen akreditasi Puskesmas dan Klinik,
5. Menyusun rencana tindak lanjut. 6. Tehnik Belajar Mengajar
7. Merencanakan dan Mengevaluasi Pelatihan
8. Tehnik Microteaching Metoda:
B. Proses dan Metode Pembelajaran
Proses pelatihan pendamping akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:
1. Pendinamisasian dan penggalian harapan peserta serta membangun komitmen belajar diantara peserta.
2. Penyiapan peserta sebagai pendamping akreditasi. 3. Pembahasan materi inti di kelas.
4. Dalam setiap pembahasan materi inti, peserta latih dilibatkan secara aktif sepenuhnya dalam proses pembelajaran, secara umum sebagai berikut :
a. Fasilitator mempersiapkan peserta latih untuk siap mengikuti proses pembelajaran. 1. Fasilitator menjelaskan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada setiap
materi
2. Fasilitator dapat mengawali proses pembelajaran dengan penggalian pengalaman peserta; penugasan dalam bentuk individual dan kelompok, penjelasan singkat mengenai seluruh materi,
Praktik Self Assessment dan Pendampingan
Rencana Tindak Lanjut
Ujian
3. Setelah semua materi disampaikan, fasilitator dan atau peserta latih dapat memberikan umpan balik terhadap isi keseluruhan materi.
4. Sebelum pemberian materi berakhir, fasilitator dan peserta latih dapat membuat rangkuman dan atau pembulatan.
5. Untuk mengaplikasikan teori didalam kelas perlu dilakukan praktek kerja lapangan pada Puskesmas/Klinik/Praktik Mandiri yang akan mempersiapkan akreditasi selama dua hari, dengan kegiatan hari pertama melakukan self assessment kepada Puskesmas/Klinik/Praktik Mandiri yang akan akreditasi, hari kedua melakukan praktik pendampingan berdasarkan hasil self assessment/penilaian kepada Puskesmas/Klinik/Praktik Mandiri yang telah mempersiapkan penilaian,
6. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
Pada akhir pelatihan setiap kelompok atau individu membuat rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan di tempat kerja dan dapat digunakan sebagai alat monitoring pasca pelatihan.
VII. PELATIHAN, PESERTA, PELATIH, A. Pelatihan
1. Kebijakan pelatihan
Pelatihan calon pendamping akreditasi dilaksanakan di Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi.
Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan akan memperoleh Sertifikat Pelatihan dan selanjutnya akan ditugaskan untuk melatih Pendamping Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang diselenggarakan di masing-masing kabupaten/ kota.
2. Strategi Pelatihan
Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
b. Peran serta aktif peserta (active learner participatory) sesuai dengan pendekatan pembelajaran (learning)
c. Pembinaan iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya komunikasi dari dan ke berbagai arah.
Oleh karena itu, metode yang dapat digunakan selama proses pembelajaran dalam pelatihan pendamping akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama antara lain adalah :
a. Ceramah singkat dan tanya jawab, terutama untuk hal-hal yang baru b. Curah pendapat
c. Penugasan berupa : diskusi kelompok, latihan dan studi kasus d. Bermain peran (Role playing),
B. Peserta
1. Kriteria Peserta
Peserta adalah Komisioner Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan/ Dinas Kesehatan Provinsi dengan kriteria:
a. Pendidikan minimal S-1, memiliki latar belakang pendidikan Kesehatan. b. Diutamakan mempunyai pengalaman sebagai pendidik / pelatih, minimal 2
tahun.
c. Mempunyai pengalaman bekerja di puskesmas minimal 2 tahun.
d. Bersedia menjadi pelatih pendamping akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama lainnya minimal 3 tahun
e. Memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kesehatan/Dinas Kesehatan Provinsi.
2. Jumlah Peserta
Jumlah peserta maksimal 30 orang dalam satu kelas,
C. Pelatih/fasilitator/Instruktur: Kriteria Pelatih/Fasilitator:
1. Pendidikan minimal S-2, memiliki latar belakang pendidikan bidang Kesehatan. 2. Menguasai materi yang akan dilatihkan
3. Diutamakan pernah menjadi mengikuti pelatihan akreditasi/sertifikasi mutu 4. Diutamakan yang pernah mengikuti proses penyusunan standard an instrument
akreditasi Puskesmas dan Klinik
A. Penyelenggara
Penyelenggara Pelatihan Pelatih Pendamping Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama adalah Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
B. Tempat Penyelenggaraan.
Pusdiklat Aparatur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Lembaga Diklat Kesehatan.
IX. MONITORING DAN EVALUASI PELATIHAN A. Monitoring
Tujuan Monitoring adalah untuk menjaga agar proses pelatihan berjalan sesuai dengan desain pelatihan.
B. Evaluasi
Tujuan evaluasi/ penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran dan penyelenggaraan. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui kemajuan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran dan penyelenggaraan. Hasil ini dapat digunakan untuk mempertimbangkan untuk memberikan sertifikat pelatihan sebagai bukti berhak melakukan bimbingan terhadap akreditasi Puskesmas/Klinik/Praktik Mandiri,
Evaluasi dilakukan terhadap: 1. Peserta:
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil pembelajaran dari peserta, dilakukan melalui:
a. Penjajagan awal melalui pre-test
b. Pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima melalui post test c. Pengamatan dan penilaian terhadap tugas yang diberikan
d. Penerapan RTL setelah bertugas.
2. Fasilitator/Pelatih:
3. Penyelenggaraan:
Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Objek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliputi:
a. Tujuan pelatihan
b. Relevansi program pelatihan dan tugas
c. Manfaat setiap pokok bahasan terhadap pelaksanaan tugas d. Manfaat pelatihan bagi peserta
e. Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan f. Pelayanan secretariat terhadap peserta
g. Pelayanan akomodasi
X. SERTIFIKASI
Sertifikat Pelatihan Pelatih pendamping akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dikeluarkan oleh Pusdiklat Aparatur, bagi peserta yang telah mengikuti pelatihan dan memenuhi ketentuan sebagai berikut:
A. Mengikuti seluruh proses pelatihan,
B. Dinyatakan berhasil sesuai evaluasi belajar,