• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Moneter dalam Perspektif Ekonomi Syariah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebijakan Moneter dalam Perspektif Ekonomi Syariah"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

! " # " $! % & ' ( & & ( ! ! ) ) & & ! * & & + !" # + & ) # % ) & , "

(2)

### -! . ( / / ! ) 0 0 1 0 ) / + ! # + 2 ! " ! . ( & & * & 2 & & & 3 4 $ & & 3 0#4& & 3 4 + & 3 5 4 3 4 3! & 4 ! & 3 4 ! 3 " %& ' & ("4 0 ! 3 4 ! 3 " " & ("4 3 4 ! . ! 3 " ( ( ' & ("4 0 ! 6 3 " & ("4 37 & -4 ! . & 3 4 ! & )

(3)

) * ! ! + ,, - . -/,0 8 + 6 + 1 6 + ) + 9 + + ) ! " * 2 , (( % : * 2 / ) ( & - * 2 3 1 4 3 4 9 & * 2 5 & 5 6 & * 2 + ) 3 4 # & ) ) & 5 & & + & * 2 ) # 3 ;; + ;+ ;! < 4 # $% & # ' 6 2 3 " & (4 * 37 + & =4 > & 2 6 ; ) & 3" & ? 4 # ) 9 2 ; & & $ 2 ' @# 0 , :

(4)

):-### 34 5 " " 5 6 5 5 5 7 8 # 5 " " & & " &

& 7 1 & 8 " & 3

6 3 4 + " 2 9 3 " 1 ( & 4 2 ; & 5 ( , 5 + 3 ( ( ' ' ' "4 , + + 6 # & , 5 & 5 & ) 6 ) 6 ! 5 5 5 2 + 3 4 + 0 @# 0 0 ): 9 # ! " 5 ( 5 " & " & " & 3

$ & ( $ & ! " # % & " ) $ " % # * + ,

0 9 3)& )& 8 0 ) 3 ' ( "4 * ) + ) * + & + * + ) + & 6

(5)

) * ! ! + ,, - . -/,0 A 5 % 6 & ) # + , ) 6 ) # & + ! ) 4 * ) 0 ) & ) 9 ) 0 & + 6 + ) 4 6 ) 9 ) 6 & ) + ) 6 % ) B 3 ( * 8 , ) 6 + ) & # + ) ) C ) ) 5 ) 6 ) & 6 ) & 3 4 3 4 ) 6 ) & ) & # * 2 0 ) ) & ) 6 & ) > #

(6)

### = * 2 ) , 3* 7 4 ) + 6 + + & 6 & ) 2 # & & ! ) ) 9 ) % 7 + 3* ' * : * 4 + > + & ! 0 & ) ) + 6 & + 0 ) & + & ! D & + & ) 6 + ( + & 2 . 3 $ 4 6 & 37 & -4 ! ) ) & ) ) 6 )

(7)

) * ! ! + ,, - . -/,0 : ) ) 6 ) ) ) 1 ) ) 1 ) ) + , ) + ) 5 ) 2 & & 6 ) & ) & ) # ) ) 9 ) # & 5 3 4 # / 0 )@ E @# 0 0 E -9;;# & # ;3 . . ( D 30 @ . # . 0 4& 2 & + + F & & E 5 3 4 9 & ; 3# & == 4 0 / 5 " ) 9

(8)

### : ) 5 3 & & 4 2 , 5 2 & * ' * : ' ( ( ( ( " 6 2 & * # 2 2 6 & & # & 2 & 3. & 4 3 4 * ' * 0 & - G > & 77 - G& & 3 4 ! * ) + 6 & 3 4 * # 6 2 & 1 3 4& @ / 3 4 3 4 * ( * # 0 ! & & & ) 3 4 $ ! * 7 3 4 * & & 3 4 ( ! 0 & & > 3 4 < ' ' = ( & , * 2 . ! & , * 2 & & H2D H 5 2 D 3 4 * !" # 7 ' ' ' ' # 7 . (( % A ==-. 7 + & 5 5 #

(9)

) * ! ! + ,, - . -/,0 : 7 # 7 5 2 7 # 5 2 & & &

- $ & ! " # % & !" "& $% &

* " 2 & 3. & 4 . " 3 : 4 + > & ) + , & # & 3& " 4 3 4 $ " %( & 0 ) 6 E & 2 9.9 3 ) 4 + # & . " ! 7 4 , 0 ? 3 " 4 9 & " 5 3 ( ' 4 ) 3& ( " ' 4 # 3 4 ) & )

(10)

### :: ! . ! & ! 3 " %& ' & ("4 ! . ! 3 " ( ( ' & ("4 0

9 3)& )& 8& B

3 ( * 8& 7 + 3* ' * : * 4& 2 . 3 $ 4 * 2 , (( % : * 2 # & 2 & * ' * # ! * * ( * $ ! * ( ! < ' ' = ( * 6 0 & 5> ? " > 6 ! & 0 + 0 & > H 2

. & 0 & 4 !" $ &

1 $ & > !

. & . 0 & ==: $ &

C 6 * F

. & #

> #

& 7 & - $ & . . >

7 + & 0 & = ! #,02% !

# & 0 I F 6 % & == 0

> F & ) & >

# & # & :& $ & : >

7 +

(11)

) * ! ! + ,, - . -/,0 :

(( % : * 2

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil analisis VECM pada tabel 3.11 didapatkan data yakni dalam periode jangka panjang, SUN memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi dengan nilai

Dalam system perekonomian modern uang telah bergeser fungsinya dari alat tukar menjadi komoditas, sehingga menjadikan uang lebih banyak beredar di pasar sekunder dari pada

Dalam perkembangan selanjutnya, laju inflasi yang sangat rendah dan nilai tukar rupiah yang telah jauh menguat dibandingkan di masa puncak krisis telah memberikan

• Benda uang dengan barang(garam gading dll) • Tahap uang logam(perak tembaga, emas).. • Tahap uang

Teori kuantitas uang merupakan teori yang mengemukakan adanya hubungan langsung antara perubahan jumlah uang yang beredar dengan perubahan harga barang. Dari hubungan tersebut dapat

Masalah pokok ekonomi makro yang masih menjadi masalah inti Negara kita saat ini yaitu inflasi. Masih terdapat perbedaan arti inflasi jika melihat definisinya dari tokoh-tokoh

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa hampir semua ulama di Indonesia maupun dunia secara tidak langsung berpendapat bahwa praktek pembungaan uang yang dilakukan oleh bank –

Bunga Bank meliputi bunga pinjaman yaitu Jasa yang diberikan dari peminjam kepada pihak Bank dan bunga simpanan yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa