V KARAKTERISTIK USAHA TERNAK DAN PETERNAK
5.1 Karakteristik Usaha Peternak Responden 5.1.1 Skala Usaha Ternak
Jumlah ternak yang diusahakan oleh peternak plasma sangat tergantung pada kemampuan peternak dalam menyediakan kandang beserta fasilitasnya.
Skala usaha peternak responden berada pada kisaran 1.500 ekor sampai dengan 9.000 ekor. Sebagian besar peternak merupakan peternak dengan skala menengah.
Sebaran responden berdasarkan skala usaha dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 5. Sebaran Peternak Berdasarkan Skala Usaha 5.1.2 Status Kepemilikan Kandang
Sebagian besar lahan dan kandang yang digunakan untuk kegiatan peternak adalah milik sendiri, yaitu sebesar 75 persen. Berdasarkan keterangan peternak responden, sebagian besar dari mereka menjaminkan bukti kepemilikan tanah kepada DUF sebagai syarat untuk menjalin mitra. Sisanya 25 persen dari peternak responden yang menyewa kandang untuk ternak ayamnya. Pihak inti mengizinkan peternak plasma yang bergabung menggunakan sewa kandang, dengan syarat peternak tersebut dapat memastikan bahwa usaha dapat berjalan baik dan berkesinambungan.
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00
< 3000
3000 - 6000
> 6000 18,75
62,50
18,75
Persentase
Ekor
40 Gambar 6. Status Kepemilikan Lahan Peternak
5.1.3 Pekerjaan di Luar Usaha Ternak Ayam
Sebagian besar peternak responden mengandalkan usaha ternak ayam sebagai pekerjaan utama. Berdasarkan survei yang dilakukan, peternak plasma yang tidak memiliki pekerjaan lain selain beternak adalah sebanyak 37,50 persen.
Sedangkan sisanya memiliki pekerjaan sebagai wiraswasta, petani, buruh tani, petani ikan dan guru.
Gambar 7. Pekerjaan diluar Usaha Ternak
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00
Milik Sendiri
Sewa 75,00
25,00
Persentase
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00
28,13
12,50
6,25 6,25 9,38
37,50
Persentase
41 5.1.4 Alasan Beternak Ayam
Sebanyak 46,88 persen peternak responden memilih usaha ternak ayam sebagai pekerjaan utama. Peternak mengaku bahwa usaha ternak yang mereka jalankan merupakan tumpuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Sebanyak 25 persen peternak memilih pekerjaan ini sebagai pekerjaan sampingan disamping pekerjaan utamanya seperti wiraswasta, petani, dan guru. Sebagian lagi beralasan bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang cepat memperoleh keuntungan yaitu hanya dalam waktu rata-rata 30 hari, mudah penanganannya, dan usaha turun temurun. Selain ketiga alasan tersebut, sebanyak 21,88 persen responden memilih beternak ayam karena menurut mereka beternak ayam adalah usaha yang cepat memperoleh keuntungan dan mudah penanganannya.
Gambar 8. Alasan Beternak Ayam Broiler 5.1.5 Lama Beternak Ayam
Diketahui bahwa peternak responden yang memiliki pengalaman beternak ayam broiler dibawah 10,59 tahun adalah sebanyak 68,75 persen. Sedangkan sisanya merupakan peternak yang sudah menjalankan usaha ternak ayam dalam waktu yang lebih lama. Peternak responden memiliki pengalaman beternak ayam
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00
A B
C D
46,88
25,00
6,25
21,88
Persentase
Alasan Beternak Ayam
Keterangan : A : Pekerjaan utama B : Pekerjaan sampingan C : Usaha turun temnurun D: Lainnya
42 rata-rata 10,59 tahun. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar peternak mitra DUF memliliki pengalaman yang cukup lama di bidang ternak ayam. Sebelum bergabung dengan DUF, beberapa peternak merupakan peternak mandiri dengan skala 1.000 – 3.000 ekor per periode. Menurut mereka, beternak mandiri saat ini sulit dilakukan mengingat tingginya biaya yang harus dikeluarkan dan risiko yang relatif besar di bidang usaha ini.
Gambar 9. Pengalaman Beternak Ayam Broiler 5.1.6 Alasan Bermitra
Hal yang menjadi pertimbangan utama peternak bergabung dalam kemitraan adalah untuk mendapatkan bantuan modal dan meningkatkan keuntungan. Dengan menjadi anggota kemitraan, peternak mendapatkan bantuan modal, sehingga peternak plasma tidak harus mengeluarkan biaya utama seperti sapronak dan obat-obatan. Peternak cukup memesan pada saat periode produksi, dan perhitungan akan dilakukan pada akhir periode. Sehingga peternak plasma hanya berkewajiban menyediakan kandang, dan mengeluarkan biaya operasional untuk pemeliharaan ternak ayam broiler yang menurut mereka jumlahnya berada pada kisaran Rp 900-1.200 per ekor.
Selain berperan dalam meningkatkan keuntungan dan mendapat bantuan modal untuk sapronak, beberapa peternak memilih bermitra dengan DUF dalam
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00
< 10.59
> 10.59 68,75
31,25
Persentase
Tahun
43 upaya manajemen risiko dan menambah pengetahuan beternak yang baik. Jika menggunakan modal sendiri, tentunya risiko yang dihadapi akan lebih besar.
Maka perusahaan inti diharapkan dapat membantu peternak dalam manajemen budidaya yang baik, sehingga mengurangi risiko kerugian yang dihadapi para peternak.
Selain risiko produksi, adanya pola kemitraan ini menurut peternak juga mengurangi risiko pemasaran produk ayam hidup mereka. Hal ini didukung oleh penetapan harga kontrak pada awal periode perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak. Sehingga pada saat harga pasar jatuh, peternak tidak harus menanggung semua risiko kerugian penjualan hasil produksi mereka.
Gambar 10. Alasan Peternak Bermitra 5.1.7 Sumber Informasi Mengenai DUF
Sumber informasi mengenai DUF paling banyak diperoleh dari teman- teman sesama peternak, dimana sebanyak 46,88 persen peternak responden menyatakan bahwa informasi mengenai DUF diperoleh dari teman yang sebelumnya sudah bergabung atau pernah bergabung dengan perusahaan.
Selebihnya diperoleh dari kerabat dan keluarga, serta langsung dari perusahaan.
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00
A B
C D
37,50
6,25
37,50
18,75
Persentase
Alasan Bermitra dengan DUF Keterangan :
A : Mendapat bantuan modal B : Menambah pengetahuan C : Meningkatkan keuntungan D : Risiko usaha ditanggung bersama
44 Hal ini menunjukkan bahwa peranan PPL perlu ditingkatkan dalam hal penyebarluasan informasi untuk meningkatkan jumlah mitra DUF.
Gambar 11. Sumber Informasi Mengenai DUF 5.2 Karakteristik Peternak Responden
Peternak plasma yang terdaftar sebagai mitra DUF tersebar di beberapa wilayah, yaitu Dramaga, Pamijahan, Tenjolaya, Gunung Bunder, dan Nanggung.
Jumlah peternak plasma DUF selalu berubah-ubah setiap periode produksi, bahkan satu semester terakhir jumlah peternak mitra DUF mengalami kecenderungan (trend) menurun. Oleh karena itu perusahaan sedang melakukan koreksi dan upaya perbaikan layanan untuk meningkatkan kembali jumlah peternak plasmanya.
Peternak responden yang mewakili populasi peternak mitra DUF adalah sebanyak 32 orang. Responden diambil dari lima wilayah berbeda. Adapun lokasi penyebaran peternak tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00
Teman
Keluarga
Langsung dari DUF 46,88
28,13
25,00
Persentase
45 Gambar 12. Sebaran Peternak berdasarkan Lokasi Usaha Ternak
Berdasarkan Gambar 5, sebagian besar peternak plasma DUF berada di Kecamatan Dramaga yaitu sebesar 59,38 persen atau sebanyak 19 orang. Lokasi lainnya yang menjadi wilayah kerja DUF juga tidak terlalu jauh dari Dramaga.
Hal ini karena wilayah Dramaga merupakan lokasi terdekat dengan perusahaan inti dan memungkinkan lebih mudah dijangkau dan dikontrol oleh perusahaan.
5.2.1 Usia
Berdasarkan hasil survei terhadap peternak responden, diperoleh bahwa umur peternak plasma berada pada kisaran 25 sampai dengan 70 tahun. Sebagian besar peternak plasma berada pada usia dewasa. Usia dapat menentukan prestasi kerja seseorang. Semakin berat pekerjaan fisik, maka semakin tua tenaga kerja dan akan semakin turun prestasinya. Namun dalam hal tanggung jawab, semakin tua umur kerja seseorang membuatnya semakin berpengalaman dalam berusaha sehingga dapat meningkatkan prestasi kerjanya (Suratiyah 2006). Sebaran responden berdasarkan kelompok usia dapat dilihat pada Gambar 6.
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00
Dramaga
Gn.Bunder Pamijahan Tenjolaya
Nanggung 59,38
18,75
6,25 6,25 9,38
Persentase
46 Gambar 13. Kelompok Usia Peternak Responden
5.2.2 Jenis Kelamin
Hampir seluruh peternak responden berjenis kelamin laki-laki. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kecenderungan laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga. Jumlah responden perempuan yang bermitra dengan DUF hanya satu orang saja. Alasan seorang responden perempuan tersebut bergabung dengan kemitraan adalah sebagai pekerjaan sampingan. Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 14. Sebaran Peternak Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00
< 25 25-35 36-50 51-65 > 65 0,00
31,25
46,88
18,75
3,13
Persentase
Tahun
0 20 40 60 80 100
Laki-laki
Perempuan 96.88
3.12
Persentase
47 5.2.3 Pendidikan
Seluruh responden tersebar dalam tingkat pendidikan yang berbeda-beda.
Sebagian besar peternak memiliki latar belakang pendidikan SD dan SMA, yaitu masing-masing sebesar 37,5 persen. Selebihnya berpendidikan SMP sebanyak enam orang dan hanya dua orang yang berpendidikan tinggi (diploma dan sarjana). Bagi dua responden yang berlatar belakang pendidikan tinggi tersebut, bermitra dengan DUF merupakan pekerjaan sampingan. Sebaran tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 15. Sebaran Tingkat Pendidikan Peternak Responden
0,00 10,00 20,00 30,00 40,00
SD SMP SMA Diploma Sarjana
37,50
18,75
37,50
3,13 3,13
Persentase