• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (SITE INSPECTOR OF ROADS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (SITE INSPECTOR OF ROADS)"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN

(SITE INSPECTOR OF ROADS)

2007

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA

PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

(2)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-i-

KATA PENGANTAR

Pekerjaan Konstruksi adalah suatu pekerjaan yang mempunyai resiko tinggi.

Berbagai proyek dengan skala besar mempunyai potensi rawan kecelakaan terutama pada saat pelaksanaan. Untuk itu diperlukan ketentuan dan pedoman tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja agar kecelakaan kerja dapat dibuat seminimal mungkin.

Bentuk kecelakaan bidang konstruksi antara lain terpeleset jatuh dari lantai yang lebih tinggi, kena benda jatuh dari atas, terpukul, kena benda tajam, terbakar, kena aliran listrik, terbakar, kekurangan oksigen dan sebagainya. Yang semuanya mengakibatkan beberapa bagian tubuh pekerja kurang atau tidak berfungsi secara maksimal. Hal ini jelas akan mengakibatkan berkurangnya produktivitas pelaksana bidang kosntruksi.

Penyebab utama kecelakaan secara umum terdiri dari 2 kelompok yaitu pertama faktor manusia dan kedua adalah factor konstruksi, alat dan lingkungan. Sebagai contoh, beberapa sifat manusia seperti emosional, kejenuhan, kecerobohan, kelengahan adalah menjadi penyebab utama kecelakaan.

Modul keselamatan dan kesehatan Kerja ini memberikan pokok-pokok ketentuan hukum yang berkaitan dengan kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja bidang konstruksi dan ketentuan administrasi serta ketentuan teknik yang harus dipenuhi oleh setiap pelaksana yang bergerak bidang konstruksi

Secara umum disajikan pula pola pelaksanaan dan pengawasan kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk proses evaluasi melalui audit internal dalam bentuk yang praktis seperti lembaran daftar sim ak, sehingga memudahkan implementasinya bagi pelaksana konstruksi.

J a k a r t a ,

D

(3)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-ii-

e s e m b e r

2 0 0 5 P e n y u s u n

(4)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-iii-

LEMBAR TUJUAN

JUDUL PELATIHAN : Pelatihan Inspektor Lapangan Pekerjaan Jalan (Site Inspector of Roads)

MODEL PELATIHAN : Lokakarya terstruktur

TUJUAN UMUM PELATIHAN :

Setelah modul ini dipelajari, peserta mampu melaksanakan pengawasan dan pelaporan pekerjaan konstruksi jalan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana, metode kerja dan dokumen kontrak.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN :

Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu:

1. Melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2. Melaksanakan Manajemen

3. Mengenal Bahan Jalan 4. Membuat Gambar Teknik 5. Mengenal Alat Berat

6. Melaksanakan Pengukuran dan pematokan 7. Melaksanakan Pekerjaan Tanah

8. Melaksanakan Pekerjaan Drainase

9. Melaksanakan Pekerjaan Perkerasan Jalan 10. Melaksanakan Pekerjaan Beton

11. Melaksanakan Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan 12. Melaksanakan Pemeliharaan Jalan Darurat dan Pengaturan Lalu Lintas 13. Melaksanakan Metode Kerja

14. Menyusun Pelaporan

(5)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-iv- NOMOR DAN JUDUL MODUL : SIR - 01 KESELAMATAN DAN KESEHATAN

KERJA

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah modul ini dipelajari, peserta mampu mengimplementasikan materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta mampu melakukan kegiatan K3 mulai persiapan dan pelaksanaan serta pengawasan proyek.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)

Pada akhir pelatihan peserta mampu :

1. Menjelaskan landasan hukum kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja 2. Menjelaskan ketentuan administratif

3. Menjelaskan ketentuan teknis 4. Menjelaskan alat pelindung diri

5. Menjelaskan kecelakan kerja pada pekerjaan jalan 6. Menjelaskan pemadaman kebakaran

7. Melakukan pengawasan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja

(6)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-v-

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

LEMBAR TUJUAN ii

DAFTAR ISI iv

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (Site

Inspector of Road)

vi

DAFTAR MODUL vii

PANDUAN INSTRUKTUR vii

BAB I : LATAR BELAKANG DAN LANDASAN HUKUM K3 I-1

1.1. Latar Belakang I-1

1.2. Ketentuan Hukum yang berlaku di Indonesia I-1

BAB II : KETENTUAN ADMINISTRATIF II-1

2.1 Kewajiban Umum II-1

2.2 Organisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja II-2

2.3 Laporan Kecelakaan II-2

2.4 Keselamatan Kerja dan Pertolongan Pertama Pada

Kecelakaan II-3

2.5 Pembiayaan Keselamatan dan Kesehatan kerja II-4

BAB III : KETENTUAN TEKNIS III-1

3.1 Tempat Kerja dan Peralatan III-1

3.2 Pencegahan Terhadap Kebakaran dan alat pemadam

kebakaran III-2

3.3 Alat Pemanas (Heating Appliances) III-3 3.4 Bahan-bahan yang mudah terbakar III-3

3.5 Cairan yang mudah terbakar III-4

3.6 Inspeksi dan pengawasan III-4

3.7 Perlengkapan, Peringatan III-4

3.8 Perlindungan terhadap benda-benda jatuh dan bagian

bangunan yang roboh III-4

3.9 Perlindungan agar orang tidak jatuh/Terali Pengaman

dan pinggir Pengaman III-5

3.10 Lantai Terbuka, Lubang pada Lantai III-5

3.11 Lubang pada dinding III-6

3.12 Tempat-tempat Kerja Yang Tinggi III-6

3.13 Pencegahan terhadap Bahaya Jatuh Ke dalam Air III-6

3.14 Kebisingan dan Getaran (Vibrasi) III-7

3.15 Penghindaran Terhadap Orang yang Tidak Berwenang III-7

3.16 Struktur Bangunan dan Peralatan. Konstruksi Bangunan III-7

(7)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-vi- 3.17 Pemeriksaan, Pengujian pemeliharaan III-8

BAB IV : ALAT PELINDUNG DIRI (APD) IV-1

4.1 Jenis Alat Perlindungan Diri IV-1

4.2 Masalah Umum APD IV-1

4.3 Masalah Pemakaian APD Secara Umum IV-1

4.4 Masalah Khusus APD IV-2

BAB V : KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN JALAN V-1

5.1 Faktor Manusia V-1

5.2 Faktor peralatan dan lingkungan V-1

5.3 Kecelakaan yang umum terjadi dan upaya pencegahannya V-1

BAB VI : PEMADAMAN KEBAKARAN VI-1

6.1 Umum VI-1

6.2 Timbulnya Kebakaran VI-1

6.3 Klasifikasi Kebakaran VI-2

6.4. Menghadapi Bahaya Kebakaran VI-2

6.5 Peralatan Pemadam Kebakaran VI-4

BAB VII : PENGAWASAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN

KERJA VII-1

7.1. Umum

7.2. Aspek Penting Dalam Keselamatan Kerja Konstruksi VII-2 7.3. Keselamatan Kerja Konstruksi Dalam Manajemen Proyek VII-4 7.4. Pengawasan Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan

Kerja Konstruksi VII-4

RANGKUMAN

DAFTAR PUSTAKA

HAND OUT

(8)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-vii-

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL

PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN JALAN (Site Inspector of Road)

1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Inspektor Lapangan Pekerjaan Jalan (Site Inspector of Road) dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang didalamnya telah ditetapkan unit-unit kerja sehingga dalam Pelatihan Inspektor Lapangan Pekerjaan Jalan (Site Inspector of Road) unit-unit tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan.

2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut.

3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka

berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun

seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) yang

harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Inspektor Lapangan

Pekerjaan Jalan (Site Inspector of Road) .

(9)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-viii-

DAFTAR MODUL

Jabatan Kerja :

Site Inspector of Roads (SIR)

Nomor

Modul Kode Judul Modul

1 SIR – 01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

2 SIR – 02 Manajemen

3 SIR – 03 Bahan Jalan 4 SIR – 04 Gambar Teknik 5 SIR – 05 Alat Berat

6 SIR – 06 Pengukuran dan Pematokan 7 SIR – 07 Pekerjaan Tanah

8 SIR – 08 Pekerjaan Drainase

9 SIR – 09 Pekerjaan Perkerasan Jalan 10 SIR – 10 Pekerjaan Beton

11 SIR – 11 Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan 12 SIR – 12 Pemeliharaan Jalan Darurat dan Pengaturan Lalu Lintas 13 SIR – 13 Metode Kerja

14 SIR – 14 Teknik Pelaporan

(10)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-ix-

PANDUAN INSTRUKTUR

A. BATASAN

NAMA PELATIHAN : Pelatihan Inspektor Lapangan Pekerjaan Jalan (Site Inspector of Roads)

KODE MODUL : SIR-01

JUDUL MODUL : KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

DESKRIPSI : Modul ini membahas landasan hukum kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja; ketentuan administratif; ketentuan teknis; alat pelindung diri;

kecelakan kerja pada pekerjaan jalan; pemadaman kebakaran; pengawasan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja untuk pelatihan Inspektur Lapangan Pekerjaan Jalan.

TEMPAT KEGIATAN : Ruangan Kelas lengkap dengan fasilitasnya.

WAKTU PEMBELAJARAN : 2 (Dua) Jam Pelajaran (JP) (1 JP = 45 Menit)

(11)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-x-

B. RENCANA PEMBELAJARAN

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

1. Ceramah : Pembukaan, Bab I Latar Belakang dan Landasan Hukum K3

• Tujuan instruksional umum(TIU) dan Tujuan instruksional khusus (TIK)

• Latar belakang

• Ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia

Waktu : 5 menit

Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif Mengajukan pertanyaan

apabila kurang jelas.

OHT

2. Ceramah : Bab II Ketentuan Administratif

Menjelaskan dan menguraikan tentang:

• Kewajiban umum

• Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja

• Laporan kecelakaan

• Keselamatan kerja dan pertolongan pertama pada kecelakaan

• Pembiayaan keselamatan dan kesehatan kerja

Waktu : 10 menit

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

3. Ceramah : Bab III Ketentuan Teknis

Menjelaskan dan menguraikan tentang :

• Tempat kerja dan peralatan

• Pencegahan terhadap kebakaran dan alat pemadam kebakaran

• Alat pemanas (heating appliances)

• Bahan-bahan yang mudah terbakar

• Cairan yang mudah terbakar

• Inspeksi dan pengawasan

• Perlengkapan peringatan

• Perlindungan terhadap benda- benda jatuh dan bagian bangunan yang roboh.

• Perlindungan agar orang tidak jatuh/terali pengaman dan pinggir pengaman.

• Lantai terbuka, lubang pada lantai

• Lubang pada dinding

• Tempat-tempat kerja yang tinggi

• Pencegahan terhadap bahaya jatuh ke dalam air.

• Kebisingan dan getaran (vibrasi).

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

(12)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR)

-xi-

KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

• Penghindaran terhadap orang yang tidak berwenang.

• Struktur bangunan dan peralatan konstruksi bangunan.

• Pemeriksaan dan pengujian pemeliharaan

Waktu : 15 menit

4. Ceramah : Bab IV Alat Pelindung Diri (APD)

Menjelaskan dan menguraikan tentang:

• Jenis APD

• Masalah Umum

• Masalah pemakaian APD secara umum

• Masalah khusus APD Waktu : 15 menit

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

5. Ceramah : Bab V Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Jalan Menjelaskan dan menguraikan tentang:

• Faktor manusia

• Faktor peralatan dan lingkungan

• Kecelakaan yang umum terjadi dan upaya pencegahannya Waktu : 15 menit

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

6. Ceramah : Bab VI Pemadam Kebakaran

Menjelaskan dan menguraikan tentang:

• Timbulnya kebakaran

• Klasifikasi kebakaran

• Menghadapi bahaya kebakaran

• Alat pemadam kebakaran Waktu : 15 menit

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

7. Ceramah : Bab VII Pengawasan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja

Menjelaskan dan menguraikan tentang:

• Umum

• Aspek penting dalam

keselamatan kerja konstruksi

• Keselamatan kerja konstruksi dalam manajemen proyek

• Pengawasan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi

Waktu : 15 menit

Mengikuti penjelasan instruktur dengan tekun dan aktif

Mencatat hal-hal yang perlu Mengajukan pertanyaan bila

perlu

OHT

(13)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) -xii-

(14)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) IV-1

BAB IV

ALAT PELINDUNG DIRI (APD)

4.1 JENIS ALAT PERLINDUNGAN DIRI

Safety hat, yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda keras selama mengoperasikan atau memelihara AMP.

Safety shoes, yang akan berguna untuk menghindarkan terpeleset karena licin atau melindungi kaki dari kejatuhan benda keras dan sebagainya.

Kaca mata keselamatan, terutama dibutuhkan untuk melindungi mata pada lokasi pekerjaan yang banyak serbuk metal atau serbuk material keras lainnya.

Masker, diperlukan pada medan yang berdebu meskipun ruang operator telah tertutup rapat, masker ini dianjurkan tetap dipakai.

Sarung tangan, dibutuhkan pada waktu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan yang keras, misalnya membuka atau mengencangkan baut dan sebagainya.

Alat pelindung telinga, digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan yang ditimbulkan dari pengoperasian peralatan kerja.

4.2 MASALAH UMUM APD

Adanya APD yang tidak melalui pengujian laboratorium, sehingga tidak diketahui derajat perlindungannya atau tidak memenuhi ketentuan keselamatan.

Pekerja merasa tidak nyaman dan kadang-kadang pemakai merasa terganggu.

Terdapat kemungkinan menimbulkan bahaya baru atas penggunaan APD

Pengawasan terhadap keharusan penggunaan APD sangat lemah.

Kewajiban untuk memelihara APD yang menjadi tanggung jawab perusahaan sering dialihkan kepada pekerja.

4.3 MASALAH PEMAKAIAN APD SECARA UMUM

Pekerja tidak mau memakai APD dengan alasan:

Yang bersangkutan tidak mengerti atas maksud keharusan pemakaian APD.

Pemakaian APD dirasakan pekerja tidak nyaman seperti panas, sesak dan tidak memenuhi nilai keindahan

Pekerja merasa terganggu dalam melaksanakan pekerjaan.

Gambar 4.1.

Alat Perlindungan Diri

(15)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) IV-2

Jenis APD yang dipakai tidak sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi.

Tidak dikenakan sanksi terhadap pekerja yang tidak memakai APD

Atasannya juga tidak memakai APD tanpa dikenakan sanksi.

Perusahaan tidak menyediakan APD dengan alasan:

Perusahaan tidak mengerti adanya ketentuan pemakaian APD.

Rendahnya kesadaran perusahaan atas pentingnya K3 dan secara sengaja melalaikan kewajibannya untuk menyediakan APD.

Perusahaan merasa sia-sia menyediakan APD, karena pada akhirnya APD tidak dipakai oleh pekerja.

Jenis APD yang disediakan oleh perusahaan tdak sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi pekerja

Perusahaan mengadakan APD hanya sekedar memenuhi persyaratan formal tanpa mempertimbangkan kesesuaiannya dengan maksud pemakaiannya.

4.4 MASALAH KHUSUS APD

Masker

Sering ditemukan adanya kerusakan atau sumbatan pada filter

Pemakaian alat ini dirasakan tidak nyaman oleh pekerja.

Pemakaian alat ini menimbulkan efek psikologis dan kecemasan terhadap pemakainya dan meningkatkan beban kerja pada jantung dan hati.

Pemakai alat ini harus menghirup udara yang dihembuskannya.

Pemakaian alat ini menimbulkan kesulitan berkomunikasi pada pemakainya.

Cara pemakaiannya kurang tepat seperti longgarnya/lepasnya tali pengikat sehingga pengamanan terhadap pemakainya kurang berdaya guna.

Alat Pelindung Telinga

Pemakaian alat ini dapat menimbulkan resiko infeksi telinga.

Pemakaian alat ini menimbulkan kesulitan berkomunikasi pada pemakainya

Pemakai merasa tidak nyaman dan terisolasi.

Jepitan yang terlalu kuat sering menimbulkan sakit kepala pada pemakainya.

Kemampuan menduga jarak dari pemakai menurun.

Sering menimbulkan iritasi kulit pemakinya.

Sarung Tangan

Pemakaian alat ini menimbulkan kepekaan tangan dan jari menurun

Menimbulkan keluarnya keringat berlebihan.

(16)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) IV-3

Sering menyebabkan adanya bahan kimia tertentu tanpa diketahui pemakainya yang mungkin membahayakan pemakainya.

Kaca Mata Keselamatan

Dapat membatasi pandangan pemakainya.

Adanya noda, kabut dan goresan kecil pada kaca yang mengakibatkan kaburnya pandangan pemakainya.

Alat ini menimbulkan kesulitan pada pemakainya untuk melihat kerusakan secara visual.

Kondisi kacamata yang tidak baik sering menimbulkan kemungkinan benda masuk dari samping

(17)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) R - 1

RANGKUMAN

Pengaturan terkait dengan aspek legal, administrative dan teknis operasional atas seluruh kegiatan kesehatan dan keselamatan kerja bidang konstruksi.

Masalah umum APD

• Adanya APD yang tidak melalui pengujian laboratorium, sehingga tidak diketahui derajat perlindungannya atau tidak memenuhi ketentuan keselamatan.

• Pekerja merasa tidak nyaman dan kadang-kadang pemakai merasa terganggu.

• Terdapat kemungkinan menimbulkan bahaya baru atas penggunaan APD

• Pengawasan terhadap keharusan penggunaan APD sangat lemah.

• Kewajiban untuk memelihara APD yang menjadi tanggung jawab perusahaan sering dialihkan kepada pekerja.

Masalah pemakaian APD secara umum

• Pekerja tidak mau memakai APD dengan alasan:

o

Yang bersangkutan tidak mengerti atas maksud keharusan pemakaian APD.

o

Pemakaian APD dirasakan pekerja tidak nyaman seperti panas, sesak dan tidak memenuhi nilai keindahan

o

Pekerja merasa terganggu dalam melaksanakan pekerjaan.

o

Jenis APD yang dipakai tidak sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi.

o

Tidak dikenakan sanksi terhadap pekerja yang tidak memakai APD

o

Atasannya juga tidak memakai APD tanpa dikenakan sanksi.

• Perusahaan tidak menyediakan APD dengan alasan:

o

Perusahaan tidak mengerti adanya ketentuan pemakaian APD.

o

Rendahnya kesadaran perusahaan atas pentingnya K3 dan secara sengaja melalaikan kewajibannya untuk menyediakan APD.

o

Perusahaan merasa sia-sia menyediakan APD, karena pada akhirnya APD tidak dipakai oleh pekerja.

Jenis APD yang disediakan oleh perusahaan tdak sesuai dengan jenis bahaya yang dihadapi pekerja

Perusahaan mengadakan APD hanya sekedar memenuhi persyaratan formal tanpa mempertimbangkan kesesuaiannya dengan maksud pemakaiannya.

Bahaya kecelakaan yang disebabkan manusia pada umumnya dipengaruhi oleh kurangnya pengertian tentang Kesehatan dan Keselam tan kerja, kurang disiplin dan sebab-sebab oleh kondisi mental, seperti sifat-sifat emosional dan kejenuhan.

Kecelakaan di tempat kerja salah satu penyebabnya adalah akibat terjadinya kebakaran di dalam lokasi pekerjaan.

(18)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) R - 2 Dalam kondisi apapun kebakaran ini harus diatasi sesuai dengan prosedur, baik dilakukan perorangan dengan alat pemadam kebakaran atau unit khusus pemadam kebakaran.

Untuk mengatasi keadaan tersebut, setiap operator perlu dibekali dengan pengetahuan penanggulangan bahaya kebakaran sehingga dapat menghadapi kebakaran dengan benar sesuai prosedur, dilakukan dengan tenaga (tidak panik) dan dapat melakukan pemberitahuan/pelaporan ke unit terkait secara tepat (dinas kebakaran, rumah sakit, poliklinik, dan lain-lain).

Di dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi, banyak pihak yang terlibat, namun yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan K -3 tersebut adalah pihak kontraktor, karena pihaknyalah yang secara langsung melaksanakan pekerjaan konstruksinya dan secara langsung melaksanakan manajemen keselamatan kerja.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja konstruksi antara lain:

• Pelaku-pelaku konstruksi;

• Material konstruksi;

• Peralatan konstruksi;

• Metode pelaksanaan;

• Desain struktur.

(19)

Pelatihan Site Inspector of Roads (SIR) DP-1

DAFTAR PUSTAKA

1. Asiyanto, Ir.,MBA, IPM, Manajemen Produksi Untuk Jasa Konstruksi, PT Pradnya Paramita, Jakarta, 2005

2. Santosa, Gempur, Dr.,Drs.,M.Kes., Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, September 2004.

3. Suardi, Rudi, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Penerbit PPM, Jakarta, 2005.

4. , Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: Kep.174/Men/86 dan 104/KPTS/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi.

5. , Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Referensi

Dokumen terkait

4). Program pengembangan bidang Kelembagaan dan Organisasi. Reorientasi dan hasil kerja yang mendalam serta diperkuat dengan profesionalisme, upaya yang sungguh-sungguh

Bila hanya berpegang pada gejala atau tanda klinis, akan lebih sulit untuk menegakkan diagnosis demam tifoid pada anak, terutama pada penderita yang lebih muda,

Sesuai dengan KPBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) untuk jabatan kerja Pelaksana Lapangan Perkerasan Jalan Beton, silabus pelatihan untuk Unit Kompetensi No.

Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Inspektor Lapangan Pekerjaan Jembatan (Site Inspector of Bridge) dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja

Pelangi atau rainbow adalah peristiwa optik dan meteorologi berupa cahaya warna-warni paralel satu sama lain di langit atau media lainnya. Di langit, pelangi nampak sebagai

Kode etik pengelolaan perikanan bertanggung jawab ini pada prinsipnya mengamanahkan beberapa hal penting kepada negara pengguna sumberdaya ikan, yakni: harus

Karakter morfologi juga dapat digunakan untuk mengetahui keragaman jenis kelelawar dan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antar spesies yang dijumpai di Gua Toto

KASUBBID PROVOS KAUR PRODOK KAUR STANDARISASI KANIT KANIT PANIT I KOSONG KOSONG PAUR. KANIT RIKSA I KANIT RIKSA II KANIT