• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata budaya diyakini memiliki manfaat positif secara ekonomi dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata budaya diyakini memiliki manfaat positif secara ekonomi dan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pariwisata budaya diyakini memiliki manfaat positif secara ekonomi dan sosial budaya. Jenis pariwisata ini dapat memberikan keuntungan ekonomi kepada masyarakat lokal, dan di sisi lain dapat melestarikan warisan budaya yang sekaligus berfungsi sebagai jati diri masyarakat bersangkutan. Pariwisata budaya kini ditengarai sebagai salah satu segmen industri pariwisata yang perkembangannya paling cepat. Hal ini dilandasi oleh adanya kecenderungan atau trend baru di kalangan wisatawan untuk mencari sesuatu yang unik dan otentik dari suatu kebudayaan (https://iaaipusat.wordpress.com diakses 14 Mei pukul 18.00)

Museum merupakan sarana untuk mengembangkan budaya dan peradaban manusia. Dengan kata lain, museum tidak hanya bergerak di sektor budaya, melainkan dapat bergerak di sektor ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Di samping itu, museum merupakan wahana yang memiliki peranan strategis terhadap penguatan identitas masyarakat. Dalam kenyataannya, saat ini masih banyak masyarakat, termasuk kalangan pendidikan yang memandang museum hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dan memelihara benda-benda peninggalan sejarah serta tidak mau untuk meluangkan waktu berkunjung ke museum dengan alasan kuno, padahal jika semua kalangan masyarakat mau meluangkan waktu untuk datang menikmati dan mencoba memahami makna yang

(2)

terkandung dalam setiap benda yang dipamerkan museum, maka akan terjadi suatu transformasi nilai warisan budaya bangsa dari generasi terdahulu kepada generasi sekarang. (http://library.binus.ac.id/ diakses 12 April pukul 19.30)

Museum adalah lembaga yang mempunyai peranan strategis dalam melestarikan dan mengkomunikasikan sumber daya budaya kita yang sangat ragam, sebagai salah satu aset pariwisata Indonesia. Museum juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat, antara lain dalam membentuk pembelajaran, pelayanan informasi, dan penyediaan tempat rekreasi yang edukatif. Oleh karena itu, museum perlu ditumbuhkembangkan dengan baik dan terarah, agar dapat dinikmati masyarakat secara menarik dan mendidik.

Bentuk apresiasi yang nyata bagi suatu museum adalah banyaknya kunjungan masyarakat ke museum. Masih banyak persepsi masyarakat atas museum di Indonesia yang memandang bahwa museum sebagai bangunan tua yang merupakan tempat menyimpan berbagai benda-benda kuno dan sudah tidak lagi digunakan masyarakat secara umum.

Hal ini terjadi karena informasi yang berkaitan dengan museum jarang sekali diketahui masyarakat. Padahal banyak kegiatan yang ditujukan bagi masyarakat sebagai lembaga layanan publik. Untuk itu museum perlu memikirkan secara mendalam dan aksi nyata agar masyarakat pengunjung museum sebagai salah satu segmen khusus masyarakat yang secara sadar atau tidak sadar mau mendatangi museum.

(3)

Dalam fungsi museum ada beberapa hal yang sekiranya dapat membantu pengelola museum berperan di masyarakat secara aktif. Masyarakat pengunjung museum sebenarnya dapat disamakan dengan konsumen yang memanfaatkan suatu produk, karena museum menghasilkan produk sajian pameran yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Dalam hal ini pada dasarnya terjadi interaksi antara produk yang dihasilkan museum, masyarakat sebagai penikmatnya dan pihak pengelola museum yang dapat dipandang sebagai penghasil produk tersebut.

Ketiganya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dalam suatu sistem pengembangan museum.

Pengelola museum sudah jelas bertanggung jawab atas apa yang dihasilkan museumnya. Mereka adalah para konseptor, kurator, dan administrator yang harus mampu menghasilkan falsafah serta produk-produk bermutu, menarik dan mampu mengundang pengunjung. Sajian pameran adalah bentuk transformasi pemikiran dari para pengelola museum tersebut.

Adapaun pengunjung museum adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan oleh suatu museum, sebagaimana telah dikemukan bahwa museum tanpa pengunjung akan menjelma menjadi gudang barang yang antik dan unik saja.

Selain itu terdapat tokoh masyarakat yang berkunjung ke museum dengan tujuan untuk mempopulerkan museum, dapat dilakukan kajian khusus terhadap pengunjung dengan memperhatikan motivasi atau latar belakang kedatangannya ke museum. (Cokorda Istri Suryawati : 2014)

Museum Nasional sebagai salah satu lembaga studi warisan budaya dan pusat informasi edukatif kultural dan rekreatif, mempunyai kewajiban

(4)

menyelamatkan dan melestarikan benda warisan budaya bangsa Indonesia.

Hingga saat ini koleksi yang dikelola berjumlah 141.899 benda, terdiri atas tujuh jenis koleksi yaitu prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik-heraldik, sejarah, etnografi, dan geografi. Penyelamatan dan pelestarian budaya ini pada hakikatnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat, diinformasikan melalui pameran dan penerbitan-penerbitan katalog, brosur, audio visual juga website. Tujuannya agar masyarakat tahu dan ikut berpartisipasi dalam pelestarian warisan budaya bangsa.

Museum Nasional sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya "Gedung Gajah" atau

"Museum Gajah" karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada 1871. Kadang kala disebut juga "Gedung Arca"

karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode sejarah. (http://museum-nasional.blogspot.co.id diakses 14 Mei pukul 19.30)

Dalam pengelolaan lingkungan di Museum Nasional Jakarta yang menjadi salah satu kendala adalah kurangnya Sumber Daya Manusia yang mengelola Museum Nasional Jakarta ini. Museum Nasional Jakarta menjadi salah satu museum yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dan asing. Namun muncul permasalahan karena jumlah pengunjung dan pegawai yang dibutuhkan tidaklah berimbang. Hal ini diakui oleh Pengelola Museum Nasional.

Pihak pengelola mengatakan padatnya agenda museum dianggap tak sesuai dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola museum.

(5)

Etos kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) mungkin menjadi penyebab mengapa kurator-kurator museum di Indonesia belum berkualitas internasional.

(http://news.metrotvnews.com diakses 15 Mei pukul 20.30)

Berbagai usaha sangat penting dilakukan dan ditingkatkan oleh pemerintah untuk terus memajukan dan mengembangkan Museum Nasional Jakarta dalam dunia pariwisata dengan tetap mempertahankan daya tarik wisata budaya yang dapat menarik wisatawan. Demikian dalam penelitian Tugas Akhir ini penulis mengambil judul STRATEGI PENGEMBANGAN MUSEUM NASIONAL JAKARTA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana latar belakang pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan?

2. Bagaimana strategi pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan?

3. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan?

(6)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan penelitian adalah :

1. Untuk mengetahui latar belakang pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.

2. Untuk mengetahui strategi pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.

3. Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Dari uraian tersebut dapat diambil manfaat teoritisnya antara lain sebagai sumber informasi dalam usaha untuk menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan serta wawasan tentang strategi pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Dan penelitian ini diharapkan dapat menambah koleksi di perpustakaan DIII Usaha Perjalanan Wisata, di Fakultas Ilmu Budaya serta di Universitas Sebelas Maret.

2. Manfaat Praktis

Diharapkan dengan adanya penulisan tugas ahkir ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan lebih banyak tentang strategi pengembangan Museum Nasional Jakarta dalam upaya meningkatkan

(7)

kunjungan wisatawan. Serta dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan acuan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan strategi pengembangan objek pariwisata khususnya Museum Nasional Jakarta.

E. Kajian Pustaka 1. Strategi

Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani berarti kepemimpinan, secara singkat dinyatakan bahwa strategi adalah keseluruhan tindakan yang ditempuh oleh sebuah organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya.

Menurut David Hunger dan Thomas L. Wheelen, strategi adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen strategi meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi (perencanaan strategis atau perencanaan jangka panjang). Implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian. Sedangkan strategi menurut Anwar Arifin adalah keseluruhan kepuasan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan guna mencapai tujuan.

Dengan melihat beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui menuju target yang diinginkan. Strategi yang baik akan memberikan gambaran tindakan utama dan pola keputusan yang akan dipilih untuk mewujudkan tujuan organisasi. Strategi juga sebagai perumusan visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan.

Dalam strategi senantiasa terkandung proses keputusan dan berlangsung secara terus-menerus terdiri dari : (1) pembagian wewenang

(8)

kerja beserta tanggung jawabnya masing-masing, (2) lokasi kegiatan, (3) waktu, (4) pelaksanaan tindakan yang terperinci. (https://core.ac.uk.pdf diakses 12 Mei pukul 19.00)

2. Pengembangan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, atau menghasilkan teknologi baru.

Pengembangan secara umum berarti pola pertumbuhan, perubahan secara perlahan dan perubahan secara bertahap. Pengembangan secara khusus berarti proses menghasilkan bahan-bahan pembelajaran.

Sedangkan menurut Tessmer dan Richey pengembangan memusatkan perhatiannya tidak hanya pada analisis kebutuhan, tetapi juga isu-isu luas tentang analisis awal-akhir, sepertianalisi kontekstual.

Pengembangan bertujuan untuk menghasilkan produk berdasarkan temuan-temuan uji lapangan.

Dari pendapat para ahli diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar, terencana, terarah untuk membuat atau memperbaiki, sehingga menjadi produk yang semakin bermanfaat untuk meningkatkan kualitas

(9)

sebagai upaya untuk menciptakan mutu yang lebih baik.

(http://eprints.uny.ac.id/.pdf diakses 13 Mei pukul 19.00)

3. Museum

Menurut Internalional Council of Museum (ICOM) museum adalah suatu lembaga yang memelihara dan memamerkan kumpulan benda-benda koleksi yang bernilai budaya dan ilmiah untuk tujuan penelitian, pendidikan dan hiburan. Peranan museum yang utama adalah menyajikan koleksinya kepada masyarakat untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan rasa senangnya.

Sri Soejatmi berpendapat bahwa museum adalah “sebagai lembaga yang bertugas melestarikan dan mewariskan budaya dengan jalan mengumpulkan, merawat, memiliki, memamerkan, dan mengkomunikasikan kepada masyarakat”.

Museum adalah suatu lembaga yang permanen yang melayani kepentingan masyarakat dan kemajuannya, terbuka untuk umum, tidak mencari keuntungan, yang memelihara, meneliti, memamerkan, dan mengkomunikasikan benda-benda pembuktian material manusia dalam lingkungannya untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi (Moh. Amir Sutaarga, 1981: 23)

Dengan berkembangnya museum, muncul berbagai teori tentang pengertian museum. Beberapa pengertian museum, yaitu: museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan pengebangannya terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan, untuk tujuan pendidikan,

(10)

penelitian dan kesenangan, barang-barang pembuktian manusia dan lingkungannya. Museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa (www.bpkp.go.id.bpkp/peraturan-pemerintah/ diakses 13 Mei pukul 19.00).

Dari beberapa pengertian tentang museum diatas dapat disimpulkan bahwa museum adalah suatu lembaga yang berupa bangunan atau tempat yang berfungsi sebagai tempat mengmpulkan, menyimpan, merawat, mengkaji, mengkomunikasikan bukti material hasil budaya manusia, alam dan lingkungannya, yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari yang tujuannya melestarikan benda-benda bersejarah.

(https://wordpress.com diakses 20 Mei pukul 20.00)

4. Wisatawan

Definisi wisatawan adalah setiap orang yang datang dari suatu negara yang alasannya bukan untuk menetap atau bekerja di situ secara teratur, dan yang di negara dimana ia tinggal untuk sementara itu membalanjakan uang yang didapatkannya di lain tempat.

Sedangkan menurut Soekadijo, wisatawan adalah pengunjung di negara yang dikunjunginya setidak-tidaknya tinggal 24 jam dan yang datang berdasarkan motivasi: (1) Mengisi waktu senggang atau untuk bersenang-senang, berlibur, untuk alasan kesehatan, studi, keluarga, dan

(11)

sebagainya. (2) Melakukan perjalanan untuk keperluan bisnis. (3) Melakukan perjalanan untuk mengunjungi pertemuan-pertemuan atau sebagai utusan (ilmiah, administrative, diplomatik, keagamaan, olahraga dan sebagainya). (4) Dalam rangka pelayaran pesiar, jika kalau ia tinggal kurang dari 24 jam.

Semua ini terjadi karena wisatawan dan calon wisatawan mengalami perubahan persepsi dan pemaknaan yang cepat tentang kegiatan pariwisata. Kegiatan pariwisata bukan lagi dimaknai semata-mata mengisi waktu luang dan mencari kesenangan, tetapi juga mencari pengalaman yang beragam dan unik. Bahkan tren yang mulai terasa juga adalah kegiatan pariwisata yang dijadikan sebagai wahana untuk merealisasikan kebutuhan-kebutuhan. (Janianton Damanik : 2013)

F. Metode Penelitian

1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam menganalisis dibutuhkan data terlebih dahulu, untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian maka digunakan metode penelitian sebagai berikut :

a. Observasi

Dalam melakukan penelitian ini, penulis melakukan observasi secara langsung dengan mengamati aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung di Museum Nasional Jakarta yang berlokasi di

(12)

Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

b. Wawancara

Penulis mendapatkan data dengan cara melakukan wawancara kepada pihak pengelola di Museum Nasional Jakarta. Adapun wawancara ini dilakukan dengan beberapa narasumber sebagai berikut:

1) Drs. Oting Rudy Hidayat (Kepala Seksi Promosi Museum Nasional)

2) Daromi (Guide Museum Nasional)

3) Maltha (Wisatawan)

4) Okta (Wisatawan)

c. Studi Arsip / Dokumen

Studi arsip / dokumen adalah pengumpulan data dengan menggunakan arsip / dokumen yang sudah ada di Museum Nasional Jakarta.

d. Studi Pustaka

Study pustaka adalah pengumpulan data dengan mengunakan buku dari Perpustakaan Pusat UNS & Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Studi pustaka merupakan metode pengumpulan data dengan cara mempelajari literature yaitu membaca dan mempelajari buku-buku sumber penerbit lain yang hubungannya dengan permasalahan untuk

(13)

mencapai pandangan yang berkaitan dengan pokok permasalahan sehingga memudahkan untuk menarik kesimpulan.

2. Teknik Analisis

Analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan ulasan atau interpretasi terhadap data yang diperoleh sehingga menjadi lebih jelas dan bermakna dibandingkan dengan sekedar angka-angka. Langkah- langkahnya adalah reduksi data, penyajian data dengan bagan dan teks, kemudian penarikan kesimpulan.

G. Sistematika Penulisan

Dalam laporan tugas ahkir ini sistematika penulisan berisi tentang :

BAB I : Pendahuluan yang berisi tantang Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kajian Pustaka, Metode Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II : Berisi tentang sejarah Museum Nasional Jakarta, struktur birokrasi Museum Nasional Jakarta, latar belakang pengembangan Museum Nasional Jakarta..

BAB III : Berisi tentang strategi pengembangan Museum Nasional Jakarta,berbagai hambatan dalam pengembangan Museum Nasional Jakarta, pemecahan masalah dalam pengembangan Museum Nasional Jakarta.

BAB IV : Bagian dari penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Referensi

Dokumen terkait

Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana aparatur SKPD selama satu tahun anggaran agar berjalan dengan lancar. APBD Jan

Tarik menarik antara ketiga magnet akan terjadi, jika magnet disusun seperti. Hubungan antara dua makhluk hidup berikut yang menunjukkan simbiosis parasitisme Hubungan antara

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir

Apabila kebijakan pajak ekspor disertai ataupun tidak oleh peningkatan produktivitas sektor hulu dan hilir maka akan meningkatkan pendapatan pada rumah tangga non

Terwujudnya rancangan rancangan resort hotel di Pantai Jungwok Gunungkidul sebagai sarana hunian sementara bagi wisatawan yang mampu menghadirkan nuansa kearifan lokal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran STAD Berbasis Tri

Selain itu pada bagian ini akan membahas mengenai metodologi pengembangan sistem dan kakas pemodelan yang akan digunakan dalam membangun E-learning Dengan

Guru besar ”AJ” telah membina pembiasaan akhlak yang baik warga sekolah melalui proses pemberian pengalaman amalan akhlak dengan uswah hasanah sepertimana dapat