• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER PROGRAM MAGISTER (S-2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER PROGRAM MAGISTER (S-2)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

P

ROGRAM

P

ASCASARJANA

I

NSTITUT

P

ERTANIAN

B

OGOR

P

ROGRAM

S

TUDI

K

ESEHATAN

M

ASYARAKAT

V

ETERINER

P

ROGRAM

M

AGISTER

(S-2)

P ERNYATAAN K OMPETENSI

Setelah menyelesaikan pendidikan di program Studi ini, lulusan mampu menganalisa dan mengevaluasi permasalahan hygiene pangan dan zoonosis terkait dengan kesehatan masyarakat

Dijabarkan lebih lanjut menjadi berbagai learning outcomes berikut ini :

1. Mampu merancang kajian/penelitian di bidang higiene pangan, zoonosis dan epidemiologi melalui metode ilmiah sehingga menghasilkan karya tulis yang teruji dan diakui secara nasional atau internasional

2. Mampu menyusun solusi alternatif permasalah di bidang kesehatan masyarakat veteriner secara interdisiplin berdasarkan kajian teoritis dan empiric

3. Mampu memberikan kontribusi dalam perencanaan kebijakan dan peraturan di bidang kesehatan masyarakat, hewan, dan lingkungan 4. Menguasai teori dan metodologi penelitian di bidang kesehatan masyarakat, higiene pangan, zoonosis, epidemiologi dan ekonomi

veteriner, serta prinsip sanitary (non tariff) dalam perdagangan global, pendekatan one health, prinsip pengendalian dan pemberantasan penyakit menular untuk berperan sebagai peneliti, akademisi, konsultan, wirausaha dan birokrat di bidang kesmavet, kesehatan hewan dan masyarakat

5. Mampu mengelola program penelitian/kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

6. Mampu mengambil keputusan strategis yang berbasis ilmiah dan interdisiplin di bidang kesehatan masyarakat, hewan, dan lingkungan

7. Memiliki sikap jujur, kritis, kooperatif, dan komunikatif.

(2)

Mata Ajaran 1 Mata Ajaran 2 Mata Ajaran 3 Mata Ajaran 4 Mata Ajaran 5 Mata Ajaran 6

Learning Outcomes 1

Metode Penelitian Kuantitatif Bidang

Kesmavet Higiene Pangan Epidemiologi Zoonosis Analisis Statistik Mikrobiologi Pangan Asal Hewan

Investigasi dan

Surveilans Zoonosis Perencangan Kajian Epidemiologik

Pengelolaan dan Analisis Data Epidemiologik

Penelitian dan Tesis

Learning

Outcomes 2 Pengembangan Kebijakan Kesmavet

Analisis Risiko Impor Hewan dan Produk

Hewan

Investigasi dan

Surveilans Zoonosis Penelitian dan Tesis

Learning

Outcomes 3 Zoonosis Pengembangan Kebijakan Kesmavet

Pengelolaan dan Analisis Data

Epidemiologik Seminar Penelitian dan Tesis

Learning Outcomes 4

Ilmu Kesehatan

Masyarakat Higiene Pangan Kesehatan Lingkungan Epidemiologi Zoonosis

Analisis Risiko Impor Hewan dan Produk

Hewan Mikrobiologi Pangan

Asal Hewan Parasitologi Medik Biopreservasi Pangan Investigasi dan

Surveilans Zoonosis Teknik Diagnostik

Modern Produk Hewan Perancangan Kajian Epidemiologik Bahaya Kimia dalam

Pangan dan Pakan Penelitian dan Tesis Learning

Outcomes 5

Metode Penelitian Kuantitatif Bidang

Kesmavet Analisis Statistik Investigasi dan

Surveilans Zoonosis Penelitian dan Tesis

Learning

Outcomes 6 Pengembangan Kebijakan Kesmavet

Analisis Risiko Impor Hewan dan Produk

Hewan Kesehatan Lingkungan

Pengelolaan dan Analisis Data

Epidemiologik Penelitian dan Tesis Learning

Outcomes 7 Pengembangan

Kebijakan Kesmavet Kolokium Bahasa Inggris Seminar Penelitian dan Tesis

(3)

P

ROGRAM

P

ASCASARJANA

I

NSTITUT

P

ERTANIAN

B

OGOR

P

ROGRAM

S

TUDI

M

IKROBIOLOGI

M

EDIK

P

ROGRAM

M

AGISTER

(S-2)

P ERNYATAAN K OMPETENSI

Menguasai konsep dan teori ilmu mikrobiologi untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan hewan, manusia dan lingkungan yang terkait dengan hal-hal yang disebabkan oleh mikroba patogen, serta memiliki kemampuan menganalisa dan mengembangkan IPTEKS dalam bidang mikrobiologi medik agar dapat berperan sebagai peneliti, konsultan, birokrat pengambil keputusan, akademisi, wirausaha, product, research and development bidang industri bahan biologik, penyakit hewan dan satwa akuatik dan kekarantinaan

Dijabarkan lebih lanjut menjadi berbagai learning outcomes berikut ini : 1. Menguasai ilmu pengetahuan lanjut di bidang mikrobiologi, bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi

2. Mampu menerapkan secara teori maupun praktek teknik laboratorium mikrobiologi , bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi

3. Mampu melaksanakan rekayasa mikroba untuk memecahkan masalah kesehatan hewan, manusia dan lingkungan yang terkait dengan hal-hal yang disebabkan oleh mikroba patogen

4. Mampu menganalisa secara ilmiah dalam bidang mikrobiologi, bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi 5. Mampu berperan dan bekerjasama dalam tim penelitian ilmiah

6. Mampu mengumpulkan, merangkum, mensintesa, mengkritisi dan mengevaluasi publikasi ilmiah dibidang mikrobiologi, bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologidari berbagai sumber

7. Memiliki empati terhadap perkembangan ilmu dibidang mikrobiologi , bakteriologi, virologi, mikologi dan imunologi

8. Mampu mempresentasikan dengan kemampuan komunikasi yang efektif dan profesional baik lisan maupun tulisan .

9. Memiliki kepedulian terhadap masalah etika dan problematika yang berkaitan dengan mikrobiologi medis

(4)

Learning outcomes Kode mata kuliah (Wajib Mayor)

PPS500 STK511 IPH521 IPH522 IPH620 IPH621 IPH622 IPH623 IPH624 IPH625 PPS601 PPS690 PPS699

Learning Outcome 1     

Learning Outcome 2     

Learning Outcome 3  

Learning Outcome 4         

Learning Outcome 5     

Learning Outcome 6           

Learning Outcome 7        

Learning Outcome 8       

Learning Outcome 9        

Learning outcomes Kode mata kuliah (Pilihan Mayor)

IPH523 IPH524 IPH525 IPH614 IPH627 IPH628 IPH629 IPH62A IPH525 IPH526 IPH527 IPH528

Learning Outcome 1           

Learning Outcome 2           

Learning Outcome 3

Learning Outcome 4 Learning Outcome 5 Learning Outcome 6 Learning Outcome 7 Learning Outcome 8 Learning Outcome 9

(5)

Kode Mata Kuliah SKS Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS)

PPS 500 Bahasa Inggris 3 (2-3)

STK 511 Analisis Statistik 3 (2-3)

Mata Kuliah Wajib Mayor (25 SKS)

IPH 620 Mikrobiologi Molekuler 2 (1-3)

IPH 621 Falsafah Biosekuriti 1 (1-0)

IPH 622 Imunologi Lanjut 2 (1-3)

IPH 625 Teknik Produksi Bahan Biologik 2 (1-3)

IPH 623 Mekanisme Infeksi 2 (2-0)

IPH 624 Kajian Kasus Mikrobiologi Medis 1 (0-3)

IPH 521 Administrasi dan Peraturan Perundangan Veteriner dan

Rekayasa Genetika 2 (2-0)

IPH 626 Keamanan dan Pengamanan Laboratorium Mikrobiologi 2 (1-3)

IPH 522 Etiozoologi dan Analisis Resiko 2 (1-3)

IPH 500 Metodologi Penelitian & Penulisan Ilmiah 2 (2-0)

PPS 601 Kolokium 1

PPS 690 Seminar 1

PPS 699 Penelitian dan Tesis 6

Mata Kuliah Pilihan Mayor (9 SKS) Pilihan Mayor (A) : Karantina dan Biosekuriti

IPH 523 Penyakit Hewan Karantina 1 (1-0)

IPH 627 Teknik Diagnostik Penyakit Hewan Karantina 2 (1-3)

IPH 524 Pengendalian Hama Pembawa Penyakit 2 (1-3)

IPH 614 Analisa Resiko Import Hewan dan Produk Hewan 3 (2-3)

IPH 525 Penyakit Hewan Eksotis 1 (1-0)

Pilihan Mayor (B) : Ilmu Penyakit Hewan

IPH 628 Penyakit Viral 3 (2-3)

IPH 629 Penyakit Bakterial 3 (2-3)

IPH 62A Penyakit Mikal dan Produk Metabolitnya 3 (2-3)

Pilihan Mayor (C) : Ilmu Penyakit Hewan Akuatik

IPH 525 Penyakit Ikan 3 (2-3)

IPH 526 Penyakit Crustacea & Kekerangan 2 (1-3)

IPH 527 Penyakit Mamalia Air 2 (2-0)

IPH 528 Manajemen Kesehatan Satwa Akuatik 2 (2-0)

(6)

P

ROGRAM

P

ASCASARJANA

I

NSTITUT

P

ERTANIAN

B

OGOR

P

ROGRAM

S

TUDI

P

ARASITOLOGI DAN

E

NTOMOLOGI

K

ESEHATAN

P

ROGRAM

M

AGISTER

(S-2)

P ERNYATAAN K OMPETENSI

Memiliki kemampuan mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi dan memecahkan permasalahan berkaitan dengan penyakit yang disebabkan oleh parasit (cacing/helmin, protozoa dan arthropoda) serta penyakit tular vektor guna mendukung terwujudnya kesehatan

hewan dan manusia serta lingkungan secara berkelanjutan

Dijabarkan lebih lanjut menjadi berbagai learning outcomes berikut ini :

1. Mampu merencanakan, merancang, dan mengevalusi program pengendalian penyakit parasitik dan vektor penyakit yang aman dan efektif.

2. Menghasilkan karya tulis yang teruji, diakui secara nasional dalam bentuk publikasi saintifik pada jurnal ilmiah.

3. Menguasai bioekologi parasit dan vektor penyakit pada hewan dan manusia dengan pendekatan disiplin ilmu yang dimilikinya 4. Menguasai metode pengendalian parasit dan vektor penyakit untuk dapat berperan sebagai peneliti, akademisi, dan birokrat 5. Mampu mengelola penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi bidang parasitologi dan pengendalian vektor untuk peningkatan

kesehatan hewan dan manusia

6. Komunikatif, estetis, etis, apresiatif, partisipatif, terbuka, kritis, menghargai pendapat orang lain

(7)

Learning

Outcomes Kode mata kuliah (Wajib Mayor)

PPS500 STK511 IPH500 IPH530 IPH531 IPH532 IPH630 IPH631 PPS601 PPS690 PPS699

LO 1

     

LO 2

     

LO 3

 

LO 4

    

LO 5

LO 6

  

Learning

Outcomes Kode mata kuliah (Pilihan Mayor)

IPH533 IPH632 IPH633 IPH634 IPH635 IPH636 IPH637

LO 1

  

LO 2

LO 3

   

LO 4 LO 5 LO 6

(8)

Kode Mata Kuliah SKS Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS)

PPS 500 Bahasa Inggris untuk Penelitian 3 (2-3)

STK 511 Analisis Statistik 3 (2-3)

Mata Kuliah Wajib Mayor (24 SKS)

IPH 532 Biologi dan Klasifikasi Parasit 4 (3-3)

IPH 500 Metodologi Penelitian & Penulisan Ilmiah 2 (2-0)

IPH 530 Ekologi Parasit 2 (2-0)

IPH 531 Teknik Parasitologi 2 (1-3)

IPH 630 Pengendalian Serangga Kesehatan 3 (2-3)

IPH 631 Pengendalian endoparasit 3 (2-3)

PPS 601 Kolokium 1

PPS 690 Seminar 1

PPS 699 Penelitian dan Tesis 6

Mata Kuliah Pilihan Mayor (9-11 SKS) Pilihan Mayor (A) : Entomologi Kesehatan

IPH 533 Struktur dan Fungsi Alat Tubuh Serangga 3 (2-3)

IPH 632 Arthropoda Pengganggu Kesehatan 3 (2-3)

IPH 633 Biosistematik Nyamuk 3 (2-3)

IPH 634 Penyakit Tular Vektor 2 (2-0)

Pilihan Mayor (B) : Parasitologi

IPH 635 Imunoparasitologi 3 (2-3)

IPH 636 Parasit Zoonotik 3 (2-3)

IPH 637 Kemoterapi Penyakit Parasitik 3 (2-3)

Mata Kuliah Minor Minor 1 : Bioekologi Parasit

IPH 532 Biologi dan Klasifikasi Parasit 4 (3-3)

IPH 530 Ekologi Parasit 2 (2-0)

IPH 531 Teknik Parasitologi 2 (1-3)

(9)

Learning

Outcomes Kode mata kuliah (Wajib Mayor)

PPS702 IPH730 IPH731 IPH732 IPH733 PPS701 PPS790 PPS799

LO 1    

LO 2    

LO 3

LO 4   

LO 5  

Learning

Outcomes Kode mata kuliah (Pilihan Mayor)

IPH602 IPH734 IPH735 IPH736 IPH635 IPH636 IPH637

LO 1

LO 2   

LO 3   

LO 4

LO 5

(10)

Kode Mata Kuliah SKS Mata Kuliah Wajib SPs (2 SKS)

PPS 702 Pengantar Falsafah Sains 2 (2-0)

Mata Kuliah Wajib Mayor (26 SKS)

IPH 730 Entomologi Kesehatan Lanjut 3 (2-3)

IPH 731 Helmintologi Lanjut 3 (2-3)

IPH 732 Protozoologi Lanjut 3 (2-3)

IPH 733 Kevektoran dan transmisi penyakit 3 (2-3)

PPS 701 Kolokium 1

PPS 790 Seminar 1

PPS 799 Disertasi 12

Mata Kuliah Pilihan Mayor 9 SKS Pilihan Mayor (A) : Entomologi Kesehatan

IPH 734 Akarologi Kesehatan Lanjut 3 (2-3)

IPH 735 Serangga Lingkungan Permukiman 3 (2-3)

IPH 736 Pestisida untuk Serangga Kesehatan 3 (2-3)

IPH 602 Arbovirologi 3 (2-3)

Pilihan Mayor (B) : Parasitologi

IPH 635 Imunoparasitologi 3 (2-3)

IPH 636 Parasit Zoonotik 3 (2-3)

IPH 637 Kemoterapi Penyakit Parasitik 3 (2-3)

Referensi

Dokumen terkait

Kharissa Kardiansah, penulis skripsi dengan judul “Profil Intuisi Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Matematika Di Tinjau Dari Kemampuan Matematika” ini dilahirkan

Passing bawah mempunyai manfaat bila menguasai teknik dasar passing bawah dengan baik yaitu pukulan atau servis sekeras apapun pemain tetap akan mampu

Pada sampul luar ditulis nama paket pekerjaan, nama dan alamat peserta, serta ditujukan kepada Tim Pengadaan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Direksi, Komisaris,

Keberadaan kawasan wisata Pantai Namalatu menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal yang ada di sekitar kawasan wisata, sehingga menimbulkan dampak ekonomi

Sejalan dengan kebijakan percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah, kegiatan investasi perlu ditingkatkan dengan mengembangkan potensi wilayah, meliputi sumber daya

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah lama penyimpanan telur itik setelah perendaman dalam larutan teh hitam (Camellia sinensis) selama

Jenis Heat Exchanger (HE ) yang akan digunakan dalam desain ini adalah Double pipe Heat Exchanger atau Shell and Tube Heat Exchanger bergantung pada flow area

Masalah sosial budaya terjadi karena adanya kesenjangan antara yang diharapkan dengan realita yang terjadi. Salah satu masalah sosial budaya adalah konflik