• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bimbingan instrument penelitian Pelaksanaan penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Bimbingan instrument penelitian Pelaksanaan penelitian"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penlitian

Penelitian ini dilakukan di sekolah dasar yaitu Mi Salafiyah Kota Cirebon yang berlokasi di Jln. Kanggraksan Curug No 99 Kota Cirebon, Kec. Harjamukti Kab. Cirebon.

2. Waktu Penelitian

Waktu yang dilakukan oleh peneltiti dalam melakukan penelitian dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2018.

Tabel 3.1 Agenda Kegiatan Penelitian

Keterangan:

Bimbingan proposal Pengumpulan data Bimbingan skripsi Penyusunan data

Bimbingan instrument penelitian Pengesahan Pelaksanaan penelitian

B. Metode Penelitian

1. Pendekatan penelitian

Pendekatan peneltian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitaif. Penelitian kuantitatif menurut Zainal Arifin (2012: 29) yaitu penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan melalui teknik pengukuran yang cermat terhadap variabel-variabel tertentu, sehingga menghasilkan simpulan-simpulan yang dapat digeneralisasikan, lepas dari konteks waktu dan situasi serta jenis data yang dikumpulkan

Bulan ke-

Minggu ke-

April Mei Juni Juli Agustus

Minggu ke- 1 Minggu ke- 2 Minggu ke- 3 Minggu ke-4

Minggu ke- 5

(2)

terutama data kuantitatif. Suharsimi Arikunto (2013: 27) mengatakan bahwa penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka. Mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilanhasil akhir berupa angka.Menurut Kasiram (2008), (dalam Sujarweti, 2014 :39) mendefinisikan peneltian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan mengenai apa yang ingin diketahui.

2. Metode Penelitian

Metode yang diggunakan pada penelitian ini yaitu metode kolerasi.

Metode kolerasi dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari hubungan perilaku tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiono, 2016 : 107). penelitian kolerasi , penelitian ini bersaha menggambarkan kondisi sekarang dalam konteks kuantitatif yang direfleksiakan dalam variabel. penelitian korelasi tepat jika variabel dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol seperti dalam penelitian eksperimen ( Sukardi, 2015: 166). Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu One-Shot Case Study.

Bagan 3.2 Desain Penelitian

X= Kompetensi Kepribadian guru O= Minat Belajar Siswa

Dalam hal ini, tretment atau perlakuan yang diberikan adalah kompetensi kepribadian guru yang mengajardi kelas IV, sedangkan hasil yang diobservasikan adalah Minat Belajar Siswa di kelas IV MI Salafiyah Kota Cirebon.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Polusasi adalah keseluruhan dari objek yang ditelit, baik berupa orang, benda, kejadian, nilai maupun hal – hal yang terjadi (Arifin,2012 : 215).

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

x o

(3)

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.

2016 : 117).

Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Bahkan satu orangpun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicara, disiplin, pribadi, hobi, dan lain-lain.

Sehingga populasi dalam penelitian kuantitatif ini adalah satu orang guru walikelas dan 38 orang siswa di kelas VI MI Salafiyah Kota Cirebon.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah krakteristik yang dimilki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat menggnakan sampel yang diambil dari peneliti (Sugiono, 2016:).

Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik jenuh. Teknik sampel jenuh dimana populasi dijadikan sampel. Hal ini dikarenakan jumlah populasi sangat kecil kurang dari 100 orang. Istilah teknik sampel dikatakan oleh Arikunto (2006: 134) menyatakan apabila populasi kurang dari 100, alangkah lebih baiknya diambil semua sehingga penelitian adalah peniltian populasi. tetapi jika jumlah popolasi lebih dari 100, maka dapat diambil anatara 10-15% atau 20-24% atau lebih dari populasi. dikarenakan jumlah populasi penelitian kurang dari seratus maka sampel yang dijadikan penelitian yaitu 38 orang siswa di kelas IV MI Salafiyah Kota Cirebon.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data penelitian. Teknik pengeumpulan data yang digunakan dalam peneltian ini yaitu:

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencataan secara sistematik terhadap gelaja atau yang tampak pada obyek peneltian (Sujarweti, 2014

(4)

:74). Observasi merupakan pengamatan,meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.

Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui peglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap (Arikunto, 2014 : 199). Observasi ini digunakan ada dua yaitu untuk memperoleh informasi mengenai kompetensi kepribadian guru dan minat belajar siswa MI Salafiyah Kota Cirebon.

2. Kuersioner (Angket)

Kuersioner (Angket) adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (Sugiono, 2016:199). Angket yang dilakukan pada penelitian ini yaitu kompetensi kepribadian guru dan minat belajar siswa yang bertujuan untuk memperoleh data-data mengenai kompetensi kepribadian guru dan minat belajar siswa kelas IV MI Skalafiyah Kota Cirebon.

Kuersioner yang digunakan yaitu kuersioner tertutup. Kuersioner tertututup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. bentuk angket yang digunakan yaitu skala likert. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur akan dijabarkan menjadi indikator variabel. kemudian indikator akan dijabarkan sebagai tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. jawaban setiap item akan berupa tangkapan yaitu:

 Sangat Tidak Setuju (SS) skornya 1

 Tidak Setuju (S) skornya 2

 Setuju (TS) skornya 3

 Sangat Setuju (STS) skornya 4

Lembar angket akan diberikan kepada siswa. siswa harus memilih jawaban dengan memberi tanda ceklis (√) pada kolom yang sudah disediakan. Alasan memilih dengan cara tersebuat adalah untuk menghindari kesalahan dan keragu-raguan siswa untuk memlih jawaban.

(5)

3. Dokumentasi

Dokumentasi lebih mengarah pada bukti konkrit (Sujarweti, 2014:75).

Dokumentasi yang mendukung dalan peneltian ini adalah profil sekolah, data guru dan siswa kelas IV MI Skalafiyah Kota Cirebon.

E. Teknis Analisis Data

Dalam teknik analisis data, instrument penelitian yang digunakan peneliti harus valid dan reliabel. Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel.

Untuk itu, instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitan yang valid dan reliabel (Sugiyono, 2016: 173).

Oleh karena itu, penelitian ini memerlukan uji validitas dan uji reliabilitas instrument penelitian sebelum menentukan pengaruh antara kedua variabel.

1. Uji Validitas instrumen

Uji validitas insrumen yaitu pengujian data untuk menunjukkan tingkat keshahihan atau kevalidan suatu instrument. Instrument yang memiliki tingkat validitas tinggi berarti memiliki keshahihan yang tinggi pula. Untuk mengetahui validitas maka dapat digunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

rxy = ∑ – ∑ ∑

√ ∑

Keterangan:

rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y X = Nilai variabel X

Y = nilai variabel Y

X2 = nilai variabel X yang dikuadratkan Y2 = nilai variabel Y yang dikuadratkan

N = jumlah sampel yang menjadi obyek penelitia (Arikunto, 2014:

211-213).

Pengujian validitas intrument ini daat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS berikut langkah-langkahnya:

a. Aktifkan program SPSS

b. Klik variabls view dan definisikan tiap kolom

(6)

c. Klik data view dan masukan data yang sbelumnya disimpan pada Microsoft Exel

d. Simpan data dengan nama “ Data Validitas dan Reabilitas”

e. Klik Menu Analyze, Pilih Scale,Pilih Reabilitas

f. Setelah tampilan sudah berubah, pindahkan item-item ke kontak Intens, g. Klik Statistics dan pilih Scale If Item deleted pada descriptive for

h. Klik Continue Dan klik Ok sehingga akan muncul hasil output SPSS (Ridwan Dan Sunarto, 2015: 349)

2. Uji Reabilitas instrument

Uji reliabilitas digunakan agar data yang sebenarnya adalah data yang ajeg atau tetap sesuai dengan kenyataan. Rumus yang dapat digunakan dalam reliabilitas adalah rumus alpha :

(

) ( ∑ )

Keterangan

= reabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyak soal

∑ = jumlah varian butir

= varian total (Arikunto, 2014: 239).

Pengujian reabilitas instrumen dapat dilakukan dengan menggunakan program spss. Langkah-langkahnya sama dengan pengujian validitas, karena dengan lagkah-langkah validitas akan menghasilkan keduanya yaitu uji validits dan reabilita (ridwan dan sunarto,2015: 349).

3. Uji Normalitas

Uji normalitan ini dilakukan untuk mengatahui data yang digunakan berdidtribusi nirmal atau tudak. Hal ini dilakukan untuk menentukan langkah pengujian statistik selanjutnya. Pada pengujian ini akan digunakan uji one sample kolmogrov-smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05, dan dinyatakan distribusi normal apabila lebih dari 0,05.

Untuk menghitung uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS, berikut langkah-langkah penggunaannya:

(7)

a. Buka program SPSS

b. Masukan data variabel x dan variabel y pada data view c. Klik Analyze, pilih Descriptive statistics, dan klik explore

d. Pindahkan variabel data data dependent list dan variabel grup ke factor list

e. Pilih Plots dan beri tanda ceklis

f. Pilih Normality Plots with test kemudian klik None dan Power estimation g. Klik Continue dan klik Ok

4. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui kelinieran regresi, perlu dilakukan pengujian pengujian hipotesis yaitu dengan merumuskan regresi linier dibandingkan dengan regresi nonlinear. Ada beberapa perhitungan untuk pengujian linearitas.setiap sumber variansi memiliki derajat kebebasan (dk), n untuk total, 1 untuk regresi, 1 untuk (b/a), n – 2 untuk sisa, k – 2 untuk tuna cocok, dan n – k untuk galat.

Dengan adanya dk dapat ditentukan rata-rata jumlah kuadrat (RJK) yaitu membagi jumlah kuadrat dengan dk masing-masing, maka diperoleh:

RJK = , RJK = JK (a), dan RJK ( ) = JK ( ) RJS =

, RJK (G) =

, dan RJK(TC) =

Keterangan:

RJK(b/a) = s2reg (variansi regresi) RJK(S) = s2sisa (variansi sisa)

RJK(TC) = s2TC (variansi tuna cocok) RJK(G) = s2G (variansi galat)

Untuk menguji bentuk regresi linier digunakan statistic F yaitu:

F =

Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak (Susetyo, 2012: 154-155).

Untuk menggitung uji linearitas peneliti menggunakan aplikasi SPSS, berikut langkah-langkahnya:

a. Buka program aplikasi SPSS

b. Klik variavel view pada SPSS data editor

(8)

c. Pada baris pertama kolom Name ketik X dan pada baris kolom keduan ketik Y

d. Pada kolom Decimal diganti dengan angka 0 dan pada bagian Label baris pertama ketik Kompetensi Kepribadian Guru, dan pada baris ke dua ketik Minar Belajar Siswa

e. Klik data view, dan masukan data Kompetensi Kepribadian Guru dan Minat Belajar Siswa

f. Berikutnya pilih menu Analyze, klik Compare Means, dan pilih One Way Anavo

g. Muncul kotak dengan nama Means, masukan variabel Kompetensi Kepribadia Guru (X) ke kotak Independent List dan Minat Belajar Siswa (Y) ke kotak Dependent List

h. Klik Options pada Statistics for First Layer, pilih Test of Linearity, kemudian klik Continue

i. Klik Ok untuk mengakhirinya.

5. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah sampel yang satu memiliki persamaan atau tidak. Peneliti dalam hal uji homogenitas ini menggunakan bantuan aplikasi spss. Adapun langkah- langkahnya sama seperti uji normalitas. karena ketika kita mencari uji normalitas, nilai uji homogenitaspun akan muncul sendirinya pada saat perhitungan uji normalitas.

Berdasarkan nilai signifikan hasil outpu SPSS:

a. Jika nilai sig > 0,05 maka terdapat hubungan yang signifikan anatara variabel X dan variabel Y.

b. Jika nilai sig < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y.

6. Uji Korelasi

Uji hubungan atau korelasi dalam penelitian ini adalah Product moment yang dikemukakan oleh Pearson. Korelasi product moment adalah alat uji statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variabel bila ditanya berskala interval atau rasio (Martono,

(9)

2012: 187). Rumus dalam korelasi product moment ini yaitu (Sudijono, 2012: 206):

rxy = ∑ – ∑ ∑

√ ∑

Keterangan:

rxy = angka indeks korelasi “r” product moment

N = jumlah sampel atau objek yang di teliti (number of case)

∑ = jumah skor total variabel X

∑ = jumlah skor total variabel Y.

Untuk mengetahui nilai hubungan atau kolerasi product moment ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS berikut langkah- langkahnya :

a. pilih analyze b. pilih correlate c. piih bivariate

d. pilih variabel yang akan dikolerasikan kedalam kolom variabels

e. pilih salah satu jenis kolerasi correlation coefficients (pilih person) kemudian pilih Ok (Susetyo,2012: 281).

Untuk mengetahui besarnya koefisien korelasi dapa menggunakan kriteria sebagai berikut:

- 0,80 ≤ rhitung ≤ 1,00 : Sangat tinggi - 0,60 ≤ rhitung < 0,80 : Tinggi - 0,40 ≤ rhitung < 0,60 : Cukup - 0,20 ≤ rhitung < 0,40 : Rendah - 0,00 ≤ rhitung < 0,20 : Sangat rendah

- rhitung ≤ 0, 00 : Tidak koefisien (Arikunto, 2012:89).

Gambar

Tabel 3.1 Agenda Kegiatan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Scott (2009) alasan apapun yang dapat digunakan manajer dalam memilih suatu kebijakan akuntansi dari sekumpulan akuntansi agar dapat meraih tujuannya

2013, 'Stabilitas Resep Racikan Yang Berpotensi Mengalami Inkompatibilitas Farmasetika Yang Disimpan Pada Wadah Tertutup Baik', Skripsi, Sarjana Farmasi, Universitas

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi Kapilaritas jaringan

Hasil uji organoleptik terhadap emping jagung goreng (Tabel 3), menunjukkan bahwa penilaian warna emping jagung varietas Bisi-16 dengan proses cara I, warna

Reaktivitas : Tidak ada data tes khusus yang berhubungan dengan reaktivitas tersedia untuk produk ini atau bahan bakunya. Dalam kasus debu produk organis kemungkinan ledakan debu

• Norma hukum abstrak, melihat perbuatan seseorang yang tidak ada batasnya dalam arti tidak konkret, misalnya: mencuri,..

Variabel View Data View.. numerik dengan bilangan desimal, 3) Dot merupakan tipe data sebagai variabel dot, 4) Scientific notation digunakan untuk variabel data numerik

Adapun hotel melati adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dimana setiap orang dapat menginap, makan