• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 1 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

P U T U S A N No. 830 K/Pdt/2009

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara :

1. AYUB STEFANUS DETAQ, bertempat tinggal di Kelurahan

Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ;

2. PAULUS STEFANUS LUSI DETAQ, bertempat tinggal di

Kelurahan Fontein, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ;

3. SOLEMAN A. DETAQ, bertempat tinggal di Kelurahan Mokdale,

Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao ;

4. CHRISTIAN DETAQ, bertempat tinggal di Kelurahan Sikumana,

Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ;

5. YUSUF DETAQ, bertempat tinggal di Kelurahan Fontaein,

Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ;

6. Pdt. YAKOBA S.L. DETAQ, S.Th., bertempat tinggal di Desa

Oenoni, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, dalam hal ini semuanya memberi kuasa kepada Joram C. Pah, SH, Advokat, berkantor di Jl. Dalek Esa No. 11, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang,

Para Pemohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Pembanding ; m e l a w a n :

1. MATEOS ADU ; 2. BENYAT ADU ; 3. MARTEN ADU ;

4. ARNOLUS ADU, Keempatnya bertempat tinggal di Desa

Holoama, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

5. ARKILAUS BABA, bertempat tinggal di Kelurahan Mokdale,

Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

6. AGUSTINUS UKAT, bertempat tinggal di Kelurahan Metina,

Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

7. NIKODEMUS SINA, bertempat tinggal di Desa Holoama,

Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

8. YOHANIS DUNGGUN, bertempat tinggal di Desa Holoama,

Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 2 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

9. DONI ADU, bertempat tinggal di Desa Holoama, Kecamatan

Lobalain, Kabupaten Rote Ndao;

Termohon Kasasi I s/d IX dahulu Tergugat I s/d IX/Terbanding I s/d IX ;

10. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA, Cq. KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA di Jakarta Cq. KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL Propinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang Cq KEPALA KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN KUPANG;

11. PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA, Cq. KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA di Jakarta Cq. KEPALA KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL Propinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang, Cq. KEPALA KANTOR BADAN PERTANAHAN NASIONAL

Kabupaten Rote Ndao ;

Termohon Kasasi X dan XI dahulu Tergugat X dan XI/Terbanding X dan XI ;

Mahkamah Agung tersebut ;

Membaca surat-surat yang bersangkutan ;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang para Pemohon Kasasi dahulu sebagai para Penggugat telah menggugat sekarang Termohon Kasasi I s/d XI dahulu sebagai Tergugat I s/d XI, di muka persidangan Pengadilan Negeri Rote Ndao pada pokoknya atas dalil-dalil :

Bahwa para Penggugat memiliki tanah terletak di Desa Tuanatuk Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao seluas kurang lebih tiga (3) hektar yang diberi nama Mbausode dengan batas-batas sebagai berikut :

Utara : dengan tanah Benyamin Sina, Selatan : dengan jalan Desa menuju Tilonisi; Timur : dengan jalan raya Baa-Busalangga;

Barat : dengan tanah Daniel Lelik, dan di atas tanah Daniel Lelik terdapat rumah Frans Jehamat;

Bahwa tanah milik para Penggugat tersebut di atas merupakan tanah warisan dari ayah para Penggugat yaitu Simon Sefaca Lusi Detaq (almarhum) dan ayah dari para Penggugat memperoleh tanah tersebut dari ayahnya yaitu David Lusi Detaq (almarhum) dan David Lusi Detaq memperoleh tanah tersebut dari ayahnya yaitu Lusi Detaq (almarhum) ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 3 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Bahwa pada tahun 2005 para Penggugat melakukan kegiatan/ membersihkan tanah milik para Penggugat tersebut di atas dan pada saat kegiatan/pembersihan dilakukan oleh para Penggugat, Tergugat Djoni Adu melarang para Penggugat untuk melakukan kegiatan/pembersihan di atas tanah tersebut dengan mengatakan tanah tersebut merupakan kepunyaan orang lain jadi nanti Tergugat Djoni Adu sebagai Kepala Desa Holoama akan memanggil dan menyelesaikannya ;

Bahwa oleh karena Tergugat Djoni Adu tidak memanggil untuk menyelesaikannya maka pada tahun 2006 para Penggugat kembali melakukan kegiatan di atas tanah milik para Penggugat yang menjadi objek sengketa sekarang, namun Tergugat Djoni Adu tetap melarang para Penggugat dan bahkan melaporkan Penggugat III ke Polres Rote Ndao ;

Bahwa berdasarkan laporan Tergugat Djoni Adu tersebut maka para Penggugat dan Tergugat I sampai dengan IX bersama Polisi dari Polres Rote Ndao turun ke lokasi tanah sengketa maka pada saat itu baru para Penggugat mengetahui melalui keterangan Tergugat I sampai dengan Tergugat VIII bahwa tanah yang menjadi objek sengketa sekarang adalah milik mereka, dimana ayah dari Tergugat III yaitu Habel Adu (almarhum) waktu masih hidup telah menjual tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa kepada Tergugat IV Arnolus Adu dan setelah itu Tergugat IV Arnolus Adu menjualnya kepada Tergugat V Arkilaus Baba ;

Bahwa selanjutnya ayah dari Tergugat III yaitu Habel Adu (almarhum) waktu masih hidup selain menjual tanah kepada Tergugat Arnolus Adu, Habel Adu juga menjual tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa kepada Tergugat Agustinus Ukat ;

Bahwa selanjutnya Tergugat III Marten Adu telah membuat surat pelepasan hak atas tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa kepada Tergugat VI Agustinus Ukat ;

Bahwa selanjutnya Tergugat VIII Yohanis Dunggun telah membuat surat pelepasan hak atas tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa kepada Tergugat VI Agustinus Ukat ;

Bahwa tanah yang dibeli oleh Agustinus Ukat dari ayah Tergugat III yaitu Habel Adu dan tanah yang telah dilepaskan haknya oleh Tergugat III dan Tergugat VIII telah diukur dan diterbitkan sertifikatnya oleh Tergugat X dan XI seluas 8.740 m². dengan batas-batas :

Utara dengan tanah Nikodemus Sina, Selatan dengan Kantor BPP dan Heri Mesah, Timur dengan jalan raya Baa-Busalangga, Barat dengan tanah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 4 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Nikodemus Sina yaitu sertifikat hak milik Nomor 02 tahun 2000 atas nama Tergugat Agustinus Ukat ;

Bahwa perbuatan Tergugat I sampai dengan Tergugat VIII menguasai dan menjual, membeli tanah milik para Penggugat yang menjadi objek sengketa sekarang dan perbuatan Tergugat IX melarang para Penggugat untuk melakukan Kegiatan di atas tanah sengketa dan melaporkan Penggugat III ke Polres Rote Ndao seperti para Penggugat sebutkan pada point 3, 4, 5, 6, 7, 8 di atas merupakan perbuatan melawan hukum dan merugikan para Penggugat ;

Bahwa pengukuran dan penerbitan sertifikat hak milik atas tanah sengketa dengan sertifikat Nomor 02 tahun 2000 oleh Tergugat X dan XI untuk Tergugat VI Agustinus Ukat adalah mengandung cacat hukum yang harus dibatalkan ;

Bahwa para Penggugat mempunyai dugaan kuat terhadap para Tergugat dapat mengalihkan tanah sengketa dalam perkara ini kepada orang lain maka untuk menjamin pelaksanaan putusan dalam perkara ini, para Penggugat mohon kepada yang terhormat Bapak Ketua Pengadilan Negeri Rote Ndao untuk meletakkan sita jaminan atas tanah sengketa ;

Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Rote Ndao tersebut supaya memberikan putusan sebagai berikut :

PRIMAIR :

1. Mengabulkan gugatan para Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan hukum para Penggugat adalah ahli waris sah dari Simon Sefaca Lusi Detaq (almarhum) dan Simon Sefaca Lusi Detaq adalah ahli waris sah dari David Lusi Detaq (almarhum) serta David Lusi Detaq adalah ahli waris sah dari ayahnya Lusi Detaq (almarhum) ;

3. Menyatakan hukum bahwa tanah sengketa dalam perkara ini yaitu tanah yang terletak di Desa Tuanatuk, Kecamatan Lobalain Roten Ndao seluas kurang lebih tiga hektar yang diberi nama Mbausode dengan batas-batas utara dengan tanah Benyamin Sina, Selatan dengan jalan desa menuju Tilonisi, Timur dengan jalan raya Baa-Busalangga, Barat dengan tanah Daniel Lelik dan di atas tanah Daniel Lelik terdapat rumah Frans Jehamat adalah tanah milik para Penggugat.

4. Menyatakan hukum bahwa Tergugat I sampai dengan VIII menguasai tanah sengketa merupakan perbuatan melawan hukum dan merugikan para Penggugat.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 5 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

5. Menyatakan hukum jual beli tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa yang dilakukan oleh ayah Tergugat III kepada Tergugat Agustinus Ukat dan kepada Tergugat Arnolus Adu serta Tergugat Arnolus Adu menjual tanah sengketa kepada Tergugat Arkilaus Baba dan perbuatan Tergugat III dan Tergugat VIII membuat surat pernyataan pelepasan hak atas tanah sengketa kepada Tergugat Agustinus Ukat adalah tidak sah dan batal demi hukum.

6. Menyatakan hukum bahwa jual beli tanah yang masih termasuk dalam tanah sengketa yang dilakukan oleh ayah Tergugat III kepada Tergugat Agustinus Ukat dan kepada Tergugat Arnolus Adu serta Tergugat Arnolus Adu menjual tanah sengketa yang dibelinya dari ayah Tergugat III kepada Tergugat Arkilaus Baba dan perbuatan Tergugat III dan Tergugat VIII membuat surat pelepasan hak atas tanah sengketa kepada Tergugat Agustinus Ukat adalah merupakan perbuatan melawan hak, melawan hukum dan merugikan para Penggugat.

7. Menyatakan hukum bahwa perbuatan Tergugat IX melarang para Tergugat untuk melakukan kegiatan di atas tanah sengketa dan bahkan melaporkan Penggugat III kepada Kepolisian Rote Ndao merupakan perbuatan melawan hukum dan merugikan para Penggugat.

8. Menyatakan hukum bahwa pengukuran dan penerbitan sertifikat hak milik oleh Tergugat X dan XI kepada Tergugat Agustinus Ukat adalah tidak sah karena mengandung cacat hukum

9. Menyatakan hukum memerintahkan Tergugat X dan XI untuk membatalkan sertifikat hak milik Nomor 02 tahun 2000 atas nama Tergugat Agustinus Ukat.

10. Menyatakan hukum bahwa sita jaminan yang dilakukan oleh juru sita Pengadilan Negeri Rote Ndao atas tanah sengketa adalah sah dan berharga. 11. Menghukum para Tergugat dan siapa saja yang memperoleh hak di atas tanah sengketa agar menyerahkan kembali tanah sengketa kepada para Penggugat dalam keadaan kosong dan dengan sukarela atau dengan upaya paksa.

12. Menyatakan hukum putusan dalam perkara ini dapat dijalankan lebih dahulu walalupun para Tergugat mengajukan verset, banding atau kasasi.

13. Menghukum para Tergugat untuk menanggung semua biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

SUBSIDAIR :

Mohon putusan yang seadil-adilnya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 6 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Menimbang, bahwa terhadap gugatan tersebut para Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut : Eksepsi Tergugat I s/d IX:

1. Bahwa gugatan para Penggugat, tergolong sebagai gugatan yang kabur atau obscuur libel, sebab dasar gugatannya tidak jelas mengenai perbuatan melawan hukum atau penyerobotan tanah, karena dalam gugatan berisi pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan seperti :

a. pada posita gugatan angka 3 dan 4, para Penggugat menguraikan perbuatan Tergugat IX, sebagai kepala Desa Holoama, melarang para Penggugat ketika membersihkan tanah sengketa, dan kemudian menggeneralisasikan dalam petitum gugatan, sebagai perbuatan melawan hukum, tanpa menyebutkan hukum mana yang menjadi dasar penilaian subyektif tersebut.

b. Dalam posita gugatan, para Penggugat menyatakan bahwa perbuatan para Tergugat sebagai perbuatan melawan hukum yang merugikan para Penggugat, tanpa menjelaskan dimana letak kerugiannya dan berapa besar kerugian yang diderita para Penggugat.

c. Bahwa adanya pertentangan antara posita dan petitum dari gugatan para Penggugat yaitu dalam posita, menjelaskan tentang adanya perbuatan melawan hukum dari para Tergugat yang merugikan para Penggugat sedangkan dalam petitum angka 2, memohon agar para Penggugat ditetapkan sebagai ahli waris yang sah.

2. Bahwa gugatan para Penggugat tergolong sebagai gugatan yang kabur sebab para Penggugat telah menggugat Tergugat IX, sebagai Kepala Desa Holoama, sebagaimana posita gugatan angka 3, namun dalam subjek gugatan para Penggugat telah menggugat Djoni Adu, (Tergugat IX) sebagai pribadi.

3. Bahwa Djoni Adu, sebagai Kepala Desa Holoama digugat dalam kedudukan sebagai Aparat Pemerintah Pusat, maka menurut Yurisprudensi MARI No. 1004 K/Sip/1974, tanggal 27 Oktober 1977, seharusnya gugatan ditujukan kepada Pemerintah Republik Indonesia cq. Departemen Dalam Negeri cq. Gubernur NTT, cq. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, cq. Pemerintah Desa Holoama.

4. Bahwa gugatan para Penggugat tergolong sebagai gugatan yang kabur atau abscuur libel, sebab penempatan batas-batas tanah sengketa pada posita gugatan angka 1, yang dirumuskan para Penggugat adalah tidak benar sebab:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 7 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

- sebelah Barat bukan dengan tanah Daniel Lelik tapi dengan tanah NY. Sina dan tanah M. Adu.

- Sebelah Selatan dengan Kantor BPP Holoama.

5. Bahwa gugatan para Penggugat kabur atau Obscuur Libel, sebab menurut Yurisprudensi MARI No. 1072 K/Sip/1982, menegaskan bahwa gugatan menyangkut tanah cukup ditujukan kepada mereka yang secara nyata menguasai objek sengketa. Bahwa pada kenyataan objek sengketa hanya di kuasai Tergugat V, Tergugat VI dan Tergugat VII, maka penempatan Tergugat I, II, III, IV, VIII dan IX dalam perkara ini, tidak jelas kedudukannya atau tidak ada hubungan hukum dengan tanah sengketa, yang berakibat gugatan Penggugat menjadi tidak cermat.

6. Bahwa karena objek sengketa senyatanya hanya dikuasai Tergugat V, Tergugat VI dan Tergugat VII, maka penempatan Tergugat I, II, III, IV, VIII dan IX dalam perkara ini, tidak jelas kedudukannya atau tidak ada hubungan hukum dengan tanah sengketa, yang berakibat gugatan Penggugat menjadi tidak cermat.

7. Bahwa gugatan para Penggugat kabur atau Obscuur Libel, sebab para Penggugat tidak mencantumkan secara pasti luas dan batas-batas tanah yang disengketakan, padahal menurut Yurisprudensi MARI, menyatakan bahwa gugatan menyangkut tanah harus di cantumkan secara jelas luas, letak dan batas-batas tanah sengketa.

Eksepsi Tergugat X dan XI

1. Bahwa Tergugat X dan Tergugat XI menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil Penggugat kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas oleh Tergugat X dan Tergugat XI.

2. Bahwa proses penerbitan Sertifikat Hak Milik atas nama Tergugat VI Agustinus Ukat oleh Tergugat X dalam kedudukannya sebagai Pejabat Tata Usaha melaksanakan sebagian tugas Pemerintah, merupakan suatu Lembaga atau Instansi yang juga melaksanakan Administrasi Negara sehingga dengan wewenang yang melekat pada Tergugat X telah mengeluarkan keputusan pemberian Sertifikat Hak Milik nomor : 2 tahun 2000 atas nama pemegang hak Agustinus Ukat luas: 8.740 m² maka konsekuensi yuridis dalam obyek sengketa a quo merupakan kompetensi absolut Peradilan Tata Usaha Negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004, bukan Peradilan Umum sebagaimana dalam perkara ini, yang seharusnya Penggugat mengajukan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 8 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Dengan demikian maka Pengadilan Negeri Rote Ndao tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

3. Bahwa gugatan para Penggugat dalam perkara ini mengenai persengketaan dalam upaya membuktikan hak milik para Penggugat sebagai tanah warisan yang berasal dari almarhum “Simon Sefaca Detaq” yang mana telah dilekati dengan sertifikat hak milik No. 2 Tahun 2000 atas nama: Agustinus Ukat maka perkara ini terjadi akibat adanya surat Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) sehingga perkara ini termasuk dalam lingkup kewenangan peradilan Tata Usaha Negara, dengan demikian seyogianya diselesaikan melalui Badan Peradilan Tata Usaha Negara untuk memeriksa dan mengadili perkara ini bukan wewenang Peradilan Umum (Pengadilan Negeri).

4. Bahwa oleh karena gugatan para Penggugat pada hakekatnya difokuskan dengan uraian kejadian atau peristiwa yang mengandung aspek Tata Usaha Negara sehingga pokok sengketa demikian masuk lingkup kompetensi Absolut Badan Peradilan Tata Usaha Negara yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.

5. Bahwa berdasarkan Pasal 50 Undang-Undang No. 2 tahun 1986 tentang Peradilan Umum menyebutkan bahwa Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa menentukan dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingkat pertama.

6. Bahwa berdasarkan uraian di atas menjadi jelas dan terbukti dengan sangat meyakinkan bahwa objek perkara dalam perkara ini adalah merupakan kompetensi Absolut Pengadilan Tata Usaha Negara, sehingga Pengadilan Negeri Rote Ndao tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut. In Casu penerbitan Sertifikat Hak Milik atas tanah sehingga gugatan yang ditujukan kepada Tergugat X dan Tergugat XI oleh Penggugat adalah sangat keliru dan atau salah alamat. Maka sangat beralasan apabila Tergugat X dan Tergugat XI mohon kepada majelis Hakim agar menerima Eksepsi kompetensi Absolut dengan menyatakan bahwa Pengadilan Negeri Rote Ndao tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara a quo.

7. Bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut di atas maka Tergugat X dan Tergugat XI mohon agar pemeriksaan pokok perkara ini tidak dilanjutkan dan menyatakan gugatan para Penggugat tidak dapat diterima karena Pengadilan Negeri Rote Ndao tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 9 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Rote Ndao telah

mengambil putusan, yaitu putusan No. 04/Pdt.G/2006/PN.RND. tanggal 2 Agustus 2007 yang amarnya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI:

- Menolak eksepsi dari para Tergugat untuk seluruhnya ; DALAM POKOK PERKARA

a. Menolak gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya ;

b. Menghukum para Penggugat untuk membayar biaya perkara ini secara tanggung renteng sebesar Rp 6.250.000,- (enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan para Penggugat putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Kupang dengan putusan No. 03/PDT/2008/PTK tanggal 19 Februari 2008 ;

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada para Penggugat/para Pembanding pada tanggal 16 April 2008 kemudian terhadapnya oleh para Penggugat/para Pembanding dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 22 Mei 2006 diajukan permohonan kasasi secara lisan pada tanggal 25 April 2008 sebagaimana ternyata dari akte permohonan kasasi No. 04/PDT.G/2006/PN.RND yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Rote Ndao, permohonan tersebut diikuti oleh memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 7 Mei 2008 ;

bahwa setelah itu oleh Tergugat I s/d IX/para terbanding yang pada tanggal 26 Mei 2008 telah diberitahu tentang memori kasasi dari para Penggugat/para Pembanding diajukan jawaban memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Rote Ndao pada tanggal 3 Juni 2008 ;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan seksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, maka oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formal dapat diterima ;

Menimbang, bahwa alasan-alasan kasasi yang diajukan oleh para Pemohon Kasasi/para Penggugat dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya ialah :

1. Putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao dalam pertimbangannya halaman (32) alinea ke tiga bahwa kalaupun benar dalil para Penggugat mengatakan tanah sengketa adalah miliknya akan tetapi mengapa pada tahun 1983 dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 10 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

1988 pada saat tanah tersebut dialihkan kepada para Tergugat seperti tersebut di atas, para Penggugat tidak merasa keberatan dan setelah jual beli tersebut sudah berjalan hampir 20 tahun baru para Penggugat merasa keberatan ;

Bahwa pertimbangan tersebut di atas tidak benar dan tidak adil sebab dalam gugatan para Penggugat pada point (4) disebutkan bahwa berdasarkan laporan Tergugat Djoni Adu maka para Penggugat dan Tergugat I sampai dengan Tergugat IX bersama Polisi dan Polres Rote Ndao turun ke lokasi tanah sengketa maka pada saat itu baru para Penggugat mengetahui melalui keterangan Tergugat I sampai dengan Tergugat VIII bahwa yang menjadi objek sengketa sekarang adalah milik mereka. Jadi para Penggugat baru mengetahui jual beli tersebut dari keterangan Tergugat I sampai dengan Tergugat VIII pada tahun 2006 ;

2. Tentang letak tanah sengketa

- menurut para Penggugat tanah sengketa terletak di Desa Tuanatuk - menurut para Tergugat tanah sengketa terletak di Desa Holoama. Sedangkan dalam eksepsi dan jawaban para Tergugat tidak membantah letak tanah sengketa, Tergugat I sampai dengan Tergugat IX hanya membantah batas-batas tanah sengketa saja point (4) eksepsi Tergugat I sampai dengan Tergugat IX yang termuat dalam putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao halaman (9) oleh karena itu secara hukum para Tergugat mengakui letak tanah sengketa di Desa Tuanatuk, seperti yang dikemukakan oleh para Penggugat dalam gugatan butir (1).

3. Asal usul tanah sengketa

Para Penggugat sudah menguraikan asal usul tanah sengketa pada point (2) gugatan yang termuat dalam halaman (4) putusan Pengadilan Negeri Rote Ndao.

Bahwa para Tergugat tidak mengetahui dengan jelas asal usul tanah sengketa karena pada point (7) jawaban Tergugat I sampai dengan Tergugat IX hanya mengatakan tanah sengketa adalah sah milik keluarga Adu, yang diwariskan kepada ahli warisnya dalam hal ini Mateos Adu dan Habael Adu tanpa menyebut nama keluarga Adu nama Pewarisnya.

Bahwa dari uraian di atas sudah jelas secara hukum tanah sengketa bukan milik para Tergugat tetapi milik para Penggugat ;

Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan kasasi tersebut Mahkamah Agung berpendapat :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 11 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

Bahwa alasan-alasan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan, oleh karena Judex Facti sudah tepat dan tidak salah menerapkan hukum, dengan pertimbangan sebagai berikut:

- Bahwa para Penggugat tidak dapat membuktikan kebenaran dalil-dalil gugatan mereka;

- Bahwa dari bukti-bukti tertulis yang tidak ditunjukkan aslinya dan dari keterangan para saksi, tidak seorangpun yang menyatakan bahwa tanah objek perkara sebagai milik para Penggugat ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata bahwa putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh para Pemohon Kasasi: Ayub Stefanus Detaq dan kawan-kawan tersebut harus ditolak ;

Menimbang, bahwa oleh karena permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi ditolak, maka para Pemohon Kasasi dihukum membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ;

Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang No 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan ;

M E N G A D I L I :

Menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi: 1. AYUB

STEFANUS DETAQ, 2. PAULUS STEFANUS LUSI DETAQ, 3. SOLEMAN A. DETAQ, 4. CHRISTIAN DETAQ, 5. YUSUF DETAQ dan 6. Pdt. YAKOBA S.L. DETAQ, S.Th., tersebut ;

Menghukum para Pemohon Kasasi/para Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Jumat tanggal 3 Desember 2010 oleh H.M. Imron Anwari,

SH.,SpN.,MH. Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung

sebagai Ketua Majelis, Moegihardjo, SH. dan H.M. Zaharuddin Utama,

SH.,MM. Hakim Agung masing-masing sebagai Hakim Anggota, diucapkan

dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 12 dari 12 hal. Put. No. 830 K/Pdt/2009

dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut dibantu oleh Ferry Agustina BudiUtami, SH Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh para pihak ;

Hakim-Hakim Anggota : K e t u a : Ttd/ Moegihardjo, SH. Ttd./

Ttd./H.M. Zaharuddin Utama, SH.,MM. H.M. Imron Anwari, SH.,SpN.,MH.

Panitera Pengganti Biaya-biaya: Ttd./

1. Meterai ………Rp 6.000,- Ferry Agustina BudiUtami, SH 2. Redaksi ………Rp 5.000,- 3. Administrasi kasasi Rp 489.000,- Jumlah Rp 500.000,- Untuk salinan MAHKAMAH AGUNG RI an. Panitera Panitera Muda Perdata,

SOEROSO ONO, SH.MH NIP. 040.044.809

.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penyelesaian pembiayaan Non Performing Financing (NPF) menggunakan metode penjadualan kembali bank tidak diperbolehkan menambah jumlah tagihan pembiayaan yang

Institut Akuntan Publik Indonesia (2013) menyatakan dalam SA Seksi 700 bahwa auditor harus menyatakan opini tanpa modifikasian bila auditor menyimpulkan bahwa laporan

Lasti Atmi Mahayu, 2011, Penjadwalan Probabilistik dengan Simulasi Monte Carlo (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Parkir Kendaraan Roda Dua Universitas Muhammadiyah

Berdasarkan dari uraian hasil pembahasan penelitian yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, maka bagian akhir dari tulisan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa

sistem navigasi Omega akan diterima oleh satelit yang mengorbit di daerah magnetosfer 4,5). Gelombang whistler tidak lain merupakan komponen ekstraordiner dari

Setiap peneliti diperbolehkan mengusulkan 2 proposal untuk setiap tahun kegiatan pada skim yang berbeda

A Lorentz telah menurunkan persamaan transformasi dengan menganggap bahwa kecepatan cahaya tetap sama di semua kerangka acuan inersial dan koordinat waktu (t) juga

Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan Muchtadi (1997) dalam Martunis (2012) yang menyatakan bahwa nilai kadar air yang meningkat dan tidak merata merupakan akibat dari