• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Kampanye Budaya Mengkonsumsi Pangan Lokal.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Kampanye Budaya Mengkonsumsi Pangan Lokal."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

vii Universitas Kristen Maranatha

Seiring dengan semakin besarnya perkembangan pangan impor yang masuk ke Indonesia, jelas bahwa dampak dari masuknya pangan impor tersebut menyebabkan kerentanan terhadap pangan lokal serta mengancam kesejahteraan petani lokal. Salah satu penyebab suksesnya peningkatan jumlah pangan impor tersebut adalah anggapan masyarakat bahwa pangan impor memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan pangan lokal.

Menurut Profesor Ahmad Sulaiman seorang pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor, memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran lokal sebenarnya dapat dijadikan upaya untuk mencegah penyakit-penyakit tidak menular dan penyakit kronis. Masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai pangan impor, termasuk buah dan sayuran. Membeli bahan pangan impor di supermarket bahkan sudah menjadi gaya hidup.

Untuk itu diperlukan sebuah kampanye yang mampu memberikan informasi secara tepat dan menarik mengenai keunggulan pangan lokal. Kampanye ini juga merancang sebuah mobile apps dimana melalui mobile apps ini masyarakat dapat mencari pangan lokal dan berinteraksi dengan petani atau produsen lokal secara langsung sehingga kedua belah pihak saling diuntungkan. Melalui kampanye ini diharapkan masyarakat mampu membudayakan konsumsi pangan lokal secara rutin.

(2)

viii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

CAMPAIGN DESIGN OF LOCAL FOOD CONSUMPTION HABIT

By Inke Wisely NRP 1064034

Along with great increasing of import food that imported to Indonesia, it is clear that the impact will affect sustainability of local food and livelihood of local farmers. One cause factor in increasing import food is the publicperception that import food have better quality than local food.

According to Profesor Ahmad Sulaiman, a nutritionist from Institut Pertanian Bogor, to increase consumption of local fruits and vegetables can actually be used to prevent chronic illness and non contagious disease. People nowadays tend to prefer import food, including import fruits and vegetables.Buying import food ingredients at supermarket even has become a lifestyle.

(3)

ix Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ... iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... iv

KATA PENGANTAR ... v

1.2 Permasalahan dan Ruang Lingkup ... 3

1.3 Tujuan Perancangan ... 3

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ... 4

1.5 Skema Perancangan ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

2.1 Teori Kampanye ... 6

2.2 Jenis Kampanye ... 7

2.3 Model Kampanye ... 8

2.4 Komunikasi Massa ... 9

2.5 Media... 10

2.6 Psikologi Dewasa Muda ... 10

2.7 Perilaku Kesehatan ... 11

(4)

x Universitas Kristen Maranatha

BAB III DATA DAN ANALISIS MASALAH ... 12

3.1 Data dan Fakta... 12

3.1.1 Sumber Data ... 12

3.1.2 Program-program ... 14

3.1.3 Data Hasil Wawancara ... 17

3.1.4 Studi Pustaka terhadap Buku dan Internet ... 20

3.1.5 Kuesioner ... 25

3.1.6 Analisa terhadap Kuesioner dan Fakta ... 28

3.2 Tinjauan Terhadap Proyek Sejenis... 31

BAB IV PEMECAHAN MASALAH ... 33

4.1 Konsep Komunikasi ... 33

4.2 Konsep Kreatif ... 34

4.3 Konsep Media ... 35

4.3.1 Timeline ... 35

4.3.2 Pemilihan Media ... 36

4.3.3 Budgeting ... 38

4.4 Hasil Karya... 39

4.4.1 Logo Kampanye ... 39

4.4.2 Poster ... 41

4.4.3 Website ... 48

4.4.4 Aplikasi Gadget ... 48

(5)

xi Universitas Kristen Maranatha

4.4.12 Gimmick ... 52

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 55

5.1 Kesimpulan ... 55

5.2 Saran ... 56 DAFTAR PUSTAKA

(6)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Logo Slow Food Jakarta / Kemang ... 12

Gambar 3.2 Poster Terra Madre Day ... 14

Gambar 3.3 Workshop pembuatan tempe ... 15

Gambar 3.4 Poster Libur Berkebun ... 15

Gambar 3.5 Poster Pengenalan Slow Food ... 16

Gambar 3.6 Spanduk Seribu Taman Pangan... 16

Gambar 3.7 Poster Food Revolution Day Java ... 31

Gambar 3.8 Lomba menghias nasi tumpeng ... 31

Gambar 3.9 Belajar membuat es krim jamu... 32

Gambar 4.1 Logo ... 39

Gambar 4.2 Color guide dan typography ... 40

Gambar 4.3 Poster tahap awareness ... 41

Gambar 4.4 Poster tahap informing 1 ... 42

Gambar 4.5 Poster tahap informing 2 ... 43

Gambar 4.6 Poster tahap informing 3 ... 44

Gambar 4.7 Poster event ... 45

Gambar 4.8 Poster tahap reminding 1 ... 46

Gambar 4.9 Poster tahap reminding 2 ... 47

Gambar 4.10 Website ... 48

Gamber 4.11 Aplikasi Gadget ... 48

Gambar 4.12 Iklan Majalah... 49

Gambar 4.13 Baliho ... 49

Gambar 4.14 Sosial Media ... 50

Gambar 4.15 Flyer ... 50

Gambar 4.16 Brosur ... 51

Gambar 4.17 X-Banner ... 51

(7)

xiii Universitas Kristen Maranatha

Gambar 4.19 Nametag ... 52

Gambar 4.20 Gimmick gelas... 52

Gambar 4.21 Gimmick lap tangan ... 53

Gambar 4.22 Gimmick celemek ... 53

(8)

xiv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Keanekaragaman hayati sumber pangan Indonesia ... 21

Tabel 3.2 Kandungan zat gizi berbagai bahan pangan ... 22

Tabel 4.1 Tabel Timeline... 35

(9)

Universitas Kristen Maranatha | 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Belakangan ini, pasar pangan di Indonesia semakin diminati oleh pemain global. Pangan impor terus menerus berkembang disebabkan karena peminat di Indonesia semakin banyak khususnya ibu rumah tangga. Salah satu yang menyebabkan suksesnya perkembangan pangan impor tersebut adalah dengan kualitas yang ditawarkan serta akses bagi konsumen agar semakin mudah mendapatkan berbagai macam pangan impor di pasaran khususnya di supermaket. Kualitas pangan impor yang dianggap lebih baik dibandingkan dengan produk pangan lokal membuat masyarakat khususnya kaum ibu rumah tangga tertarik. Padahal belum tentu kualitas pangan impor lebih baik daripada pangan lokal.

Disamping itu, serbuan pangan impor semakin lama semakin besar mulai dari beras impor, kedelai impor, tepung terigu dan lainnya yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut tidak hanya mengancam petani lokal saja namun juga pada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi karena makanan impor belum tentu sehat.

Kemunculan pangan impor tersebut tentu saja mulai mengancam keberadaan pangan lokal. Masyarakat perlahan-lahan akan mengalami ketergantungan terhadap pangan impor. Dalam keadaan tersebut, pangan lokal mulai ditinggalkan padahal pangan impor membutuhkan biaya yang lebih tinggi serta resiko kurang terjamin keamanannya.

Untuk mengatasi ketergantungan masyarakat akan makanan impor tersebut salah satu solusinya adalah memasyarakatkan kembali pangan lokal yang merupakan pangan yang berbahan alami. Selain itu kita juga dapat mengurangi masuknya pangan impor tersebut dengan tidak mengkonsumsinya.

(10)

Universitas Kristen Maranatha | 2

sebatas pangan yang mengandung karbohidrat saja melainkan sayur-sayuran, buah-buahan, rempah, herbal lokal bahkan hewan ternak dan perikanan. Di samping itu, Indonesia juga memiliki banyak kekayaan kuliner lokal yang unik dan menarik.

Banyak hal-hal positif yang kita dapatkan dalam mengkonsumsi pangan lokal, tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor dan membantu petani lokal tetapi kita juga dapat mengenal berbagai macam pangan lokal yang tidak biasa bahkan belum pernah mendengarnya.

Bertolak dari masuknya pangan impor yang masuk, munculah gerakan slow

food. Gerakan slow food bertujuan untuk kembali pada pangan alami dan lokal.

Pangan lokal yang merupakan hasil sendiri tentu lebih sehat dan alami dibandingkan yang dikonsumsi dari luar yang telah diangkut dari jarak jauh dan kurang terjamin keamanannya. Slow food didirikan untuk melawan pangan impor, budaya hidup modern yang mengakibatkan hilangnya tradisi pangan lokal, ketidakpedulian masyarakat terhadap apa yang mereka makan, dari mana asalnya, dan bagaimana pengaruh makanan yang kita makan terhadap lingkungan sekitar. Pembiasaan mengonsumsi pangan lokal harus dilakukan untuk menghindari terjadinya ketergantungan terhadap pangan impor yang semakin merajalela.

Berdasarkan hal tersebut, penulis ingin melakukan kampanye membudayakan mengkonsumsi pangan lokal agar masyarakat sadar akan manfaat serta pentingnya pangan lokal yang kemudian dapat menjadi kebiasaan sehingga masyarakat tidak tergantung dengan pangan impor.

(11)

Universitas Kristen Maranatha | 3 1.2Permasalahan dan Ruang Lingkup

Melihat latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, berikut ini akan dirumuskan pokok-pokok persoalan yang akan dibahas, diteliti dan dipecahkan yaitu sebagai berikut.

a. Bagaimana mengkampanyekan budaya mengkonsumsi pangan lokal di masyarakat?

b. Bagaimana cara merancang kampanye yang menarik dan efektif untuk memasyarakatkan budaya mengkonsumsi pangan lokal?

c. Bagaimana perancangan dan penentuan media-media promosi yang mendukung kampanye budaya mengkonsumsi pangan lokal?

Agar permasalahan lebih jelas dan terarah, berdasarkan permasalahan diatas penulis membatasi permasalahan penelitian sebagai berikut:

a. Masyarakat menengah hingga menengah keatas yang memiliki waktu luang dan suka berinteraksi sosial dengan lingkungan luar

b. Batasan usia 25-40 tahun

c. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Bandung

1.3Tujuan Perancangan

Berdasarkan pokok-pokok persoalan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah berikut ini akan dipaparkan secara garis besar hasil yang ingin diperoleh setelah masalah dibahas dan dipecahkan, yaitu sebagai berikut :

a. Mengkampanyekan budaya mengkonsumsi pangan lokal yang kurang populer pada masyarakat khususnya pada kaum ibu rumah tangga.

b. Melakukan perancangan kampanye yang menarik dan efektif untuk memasyarakatkan budaya mengkonsumsi pangan lokal pada masyarakat khususnya kaum ibu rumah tangga.

(12)

Universitas Kristen Maranatha | 4 1.4Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

a. Wawancara

Wawancara adalah cara penelitian yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada narasumber serta responden. Sebelum melakukan wawancara, penulis menyiapkan terlebih dahulu pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber atau responden. Namun pertanyaan yang telah dipersiapkan bukan merupakan patokan yang kaku, namun dapat dikembangkan selama proses wawancara sesuai keperluan.

b. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada orang lain yang berperan sebagai responden. Kuesioner yang diberikan bersifat semi terbuka dimana disetiap pertanyaan terdapat pilihan jawaban sehingga responden dapat lebih terarah dan dibatasi namun terdapat juga jawaban tambahan di luar jawaban yang disediakan.

c. Studi Pustaka

(13)
(14)

Universitas Kristen Maranatha | 55

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Mengkonsumsi pangan impor tidak hanya memiliki harga yang relatif lebih mahal, melainkan juga memiliki resiko terhadap kesehatan. Meningkatkan jumlah pangan impor yang masuk ke Indonesia menyebabkan masyarakat perlahan-lahan mulai mengalami ketergantungan terhadap pangan impor dan pangan lokal mulai semakin ditinggalkan.

Konsumsi pangan impor tersebut diakibatkan karena kurangnya informasi di masyarakat yang mendukung dan membantu mereka dalam memberikan kesadaran sehingga masyarakat khususnya ibu rumah tangga semakin menyukai pangan impor yang dianggap lebih berkualitas. Akibat dari keadaan tersebut, diperlukan sebuah wadah untuk memberikan informasi serta arahan kepada masyarakat untuk mencintai serta membudayakan mengkonsumsi pangan lokal yang memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan pangan impor. Dengan mengkonsumsi pangan lokal, tidak hanya ikut memperkaya preferensi keberagaman pangan lokal pada masyarakat, namun juga dapat meningkatkan kesejaterahan petani lokal serta perekonomian nasional.

Dari hasil wawancara, kuesioner, studi pustaka, analisis data dan masalah, serta finalisasi desain akhir, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Dibutuhkan cara penyampaian yang tepat dan menarik untuk membentuk kesadaran terhadap masyarakat untuk mulai mengkonsumsi pangan lokal.

2. Banyak ibu rumah tangga yang masih mengkonsumsi pangan impor dan mengganggap pangan impor lebih berkualitas.

3. Konsep kreatif melalui poster, website dan aplikasi gadget merupakan media yang dapat membantu ibu rumah tangga untuk tertarik dan mendapatkan informasi yang jelas untuk mencari dan mendapatkan pangan lokal dengan mudah.

(15)

Universitas Kristen Maranatha | 56 5.2 Saran Penulis

(16)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Djuardi,Anton.2009.Cassava Solusi Pemberagaman Kemandirian Pangan.Jakarta:Grasindo

Mappiare,Andi.1983.Psikologi Orang Dewasa.Surabaya:Usaha Nasional Surabaya

Rakhmad,Jalaluddin.1996.Psikologi Komunikasi.Remaja Rosdakarya

Venus, Antar. 2009. Manajemen Kampanye. Bandung: Simbiosa Rekatama Media BestaBesuki

Suhud,Yuanita.2009.Solusi Pangan Indonesia.Jakarta:Solusi Bangsa Center

Ir. Purwono MS dan Ir. Heni Purnamawati, M.Sc.2007.Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul.Jakarta:Penebar Swadaya

Pfau, Michael and Parrott, Roxanne. 1993. Persuasive Communication Campaigns. Canada: Pearson Education

Dalam www.Health.kompas.com Diakses pada 21 Februari 2014 pukul 14.45 WIB

Dalam www.tnol.co.id Diakses pada 23 Februari 2014 pukul 21.45 WIB

Dalam www.facebook.com/pages/Slow-Food-Jabodetabek-Jakarta-Indonesia Diakses pada 19 Februari 2014 pukul 20.05 WIB

Dalam www.facebook.com/pages/Slow-Food-Jakarta-Kemang Diakses pada 19 Februari 2014 pukul 21.30 WIB

Dalam www.facebook.com/SlowFoodYogyakarta Diakses pada 19 Februari 2014 pukul 22.45 WIB

Referensi

Dokumen terkait

“Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang dewasa agar mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang tepat, di waktu yang.. tepat, dan dengan

 Membantu mengatasi atau meminimalisir dampak negatif dari radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh setiap individu masyarakat..  Membangkitkan kesadaran masyarakat

Karena kurangnya kesadaran masyarakat khususnya kaum wanita akan hal tersebut maka perlu adanya sosialisasi agar menggugah untuk melakukan pemeriksaan dini untuk kanker

Tujuan dari kampanye ini adalah memberikan informasi lengkap kepada generasi muda khususnya di kota Bandung agar memiliki kesadaran akan bahaya dari mengkonsumsi makanan

Maka dari itu jelas jika dengan adanya pemahaman masyarakat mengenai manfaat yang didapat setelah makan ikan diharapkan konsumsi ikan kita dapat membantu dari program atau

Sejalan dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan peran pangan dan pola konsumsi dalam memelihara dan menjaga kesehatan, diharapkan setiap informasi yang

Populasi penduduk dan perbaikan taraf hidup masyarakat Semarang terus mengalami peningkatan. Hal ini juga akan mendorong peningkatan kebutuhan pangan, dan kesadaran konsumsi

Penulis berharap dengan adanya kampanye sosial Isi Ulang Energimu ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya para mahasiswa untuk selalu membawa