• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii

Inspektorat Kabupaten Serang

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

DAFTAR TABEL... iii

DAFTAR GAMBAR... iv

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1.2 Landasan Hukum... 1.3 Maksud dan Tujuan ... 1.4 Sistematika Penulisan... 1 6 9 9 BAB II GAMBARAN PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG 2.1 Tugas, Fungsi, dan Stru ktur Organisasi Organisasi Inspektorat Kabupaten Serang... 2.2 Sumber Daya Inspektorat Kabupaten Serang... 2.3 Kinerja Pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang... 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang... 12 20 24 28 BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang... 3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Daerah Terpilih... 3.3 Telaahan Renstra Provinsi Banten... 3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis... 32 34 37 38 39 BAB IV TUJUAN DAN SASARAN 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Inspektorat Kabupaten Serang... 40

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN... 43

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN... 45

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN... 56

BAB VIII PENUTUP... 57

(4)

iii

Inspektorat Kabupaten Serang

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Data Pegawai Inspektorat Kabupaten Serang Berdasarkan Golongan dan Eselonering Tahun 2021... 22 Tabel 2.2 Daftar Aset Inventaris Inspektorat Kabupaten Serang... 23 Tabel 2.3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang... 25 Tabel 2.4 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Inspektorat

Kabupaten Serang... 26 Tabel 2.5 Tabel SWOT... 30 Tabel 3.1 Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran

Pembangunan Daerah... 33 Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Inspektorat

Kabupaten Serang... 41 Tabel 4.2 Indikator Kinerja Utama Inspektorat Kabupaten Serang Tahun

2021-2021... 42 Tabel 5.1 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan Inspektorat Kabupaten

Serang... 44 Tabel 6.1 Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan Perangkat Daerah

Inspektorat Kabupaten Serang... 49 Tabel 7.1 Indikator Kinerja Inspektorat Kabupaten Serang yang Mengacu

pada Tujuan dan Sasaran RPJMD... 56

(5)

iv

Inspektorat Kabupaten Serang

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Serang... 20 Gambar 2.2 Jabatan Struktural dan Fungsional Inspektorat Kabupaten

Serang... 21 Gambar 2.3 Grafik Data Kepegawaian Inspektorat Kabupaten Serang

Berdasarkan Golongan Tahun 2021... 23

(6)

1

Inspektorat Kabupaten Serang

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Inspektorat Kabupaten Serang adalah institusi pengawasan internal yang berada di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Serang dan Peraturan Bupati Serang Nomor 105 Tahun 2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Serang.

Dalam rangka memelihara kesinambungan proses pembangunan dan melanjutkan berbagai pencapaian pembangunan yang telah dilaksanakan dan berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah maka Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021-2026 perlu disusun sebagai bentuk penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2021-2026.

(7)

2

Inspektorat Kabupaten Serang

Rencana Strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi perangkat daerah serta berpedoman kepada RPJMD yang bersifat indikatif.

Dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 272 Ayat (1) Perangkat Daerah menyusun rencana strategis dengan berpedoman pada RPJMD. Ayat (2) Rencana strategis Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah. Ayat (3) Pencapaian sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rencana strategis Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diselaraskan dengan pencapaian sasaran, program, dan kegiatan pembangunan yang ditetapkan dalam rencana strategis kementerian atau lembaga pemerintah nonkementerian untuk tercapainya sasaran pembangunan nasional.

Terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa, profesional dan bertanggungjawab yang diwujudkan dengan sosok dan perilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat merupakan sasaran dari penyelenggaraan Rencana Strategi tahun 2021-2026. Sementara itu dalam arah kebijakan bidang aparatur negara tahun 2021 hingga tahun 2026, salah satunya adalah menuntaskan penanggulangan penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk praktek-praktek KKN, melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) pada semua sanksi yang seberat-beratnya bagi pelaku KKN sesuai

(8)

3

Inspektorat Kabupaten Serang

dengan ketentuan yang berlaku dan peningkatan efektivitas pengawasan aparatur negara melalui koordinasi dan sinergi pengawasan serta percepatan pelaksanaan tindak lanjut dari hasil-hasil pengawasan.

Peningkatan pengawasan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan intensitas dan kualitas pelaksanaan pengawasan melalui audit internal dan audit eksternal serta pengawasan oleh masyarakat; menata dan menyempurnakan kebijakan sistem struktur kelembagaan dan prosedur pengawasan yang independen, efektif, efisien, transparan dan terukur; menindaklanjuti temuan pengawasan; meningkatkan koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif (aparat pengawasan instansi pemerintah, sistem pengendalian manajemen);

mengembangkan penerapan pengawasan berbasis kinerja, dan mengembangkan profesionalitas tenaga pengawas; mengembangkan dan meningkatkan sistem informasi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan perbaikan kualitas informasi hasil pengawasan menggunakan Sistem Informasi Manajemen Hasil Pengawasan (SIM HP), kode etik dan standar audit; melakukan evaluasi berkala atas kinerja dan temuan hasil pengawasan dan meningkatkan koordinasi antar aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan hasil pengawasan baik internal maupun eksternal. Selain itu dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/220/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya, diharapkan dapat menjadi motivator bagi para aparatur pengawasan untuk lebih meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan kualitas pengawasan.

Uraian di atas merupakan salah satu pelaksanaan dari fungsi manajemen yaitu pengawasan. Pengertian pengawasan tersebut perlu ditanamkan kepada

(9)

4

Inspektorat Kabupaten Serang

setiap pejabat pemerintah dan masyarakat untuk menjamin terlaksananya perencanaan suatu kegiatan yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Setiap pejabat pemerintah dan masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam mewujudkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Penyusunan Rencana Strategis Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021-2026 merupakan pemenuhan kebutuhan aspek perencanaan kebijakan pelaksanaan tugas dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan.

Inspektorat Kabupaten Serang sebagai salah satu Perangkat Daerah wajib membuat Rencana strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Serang 2021-2026 dalam rangka menuangkan program dan kegiatan dalam rangka menunjang implementasi kebijakan dengan menyelaraskan sasaran strategisnya khususnya aspek meningkatnya kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah sebagaimana dimaksud dalam Visi Kabupaten Serang terpilih yaitu Terwujudnya Kabupaten Serang Yang Semakin Maju, Sejahtera, Berkeadilan dan Agamis.

Paradigma baru Inspektorat saat ini adalah sebagai sebagai Catalyst dengan menjalankan fungsi Quality Assurance atau penjamin mutu, dan Consulting Partner atau sebagai konsultan dengan menjalankan fungsi Early Warning System atau sebagai peringatan dini sebelum dilakukan pemeriksaan oleh eksternal.

Dengan perubahan paradigma, yang tadinya sebagai pemeriksa (Watchdog) saat ini Inspektorat lebih ditekankan melakukan pembinaan kepada seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang. Hal tersebut sangat perlu dilakukan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.

Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kabupaten Serang

(10)

5

Inspektorat Kabupaten Serang

dituangkan melalui Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dengan berpedoman pada kebijakan pengawasan Kementerian Dalam Negeri. PKPT disusun berbasis prioritas dan resiko. Ruang lingkup dari Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) ini meliputi audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lainnya, antara lain berupa sosialisasi, pembinaan atau pendampingan, asistensi dan konsultansi.

Inspektorat Kabupaten Serang melaksanakan Pendampingan Tindak Lanjut atas temuan Pengawasan Perangkat Daerah, selain itu Inspektorat Kabupaten Serang melakukan reviu RPJMD, reviu RKPD, reviu RKA, reviu LAKIP, reviu Laporan Keuangan Perangkat Daerah, reviu laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang, melakukan evaluasi, monitoring serta melakukan audit.

Kegiatan evaluasi yang dilakukan, antara lain adalah Evaluasi Penyerapan Anggaran dan Evaluasi Renstra Perangkat Daerah. Inspektorat juga dapat melakukan pemeriksaan khusus yang dilakukan berdasarkan adanya pengaduan masyarakat, pegawai maupun yang berasal atas permintaan Bupati Serang.

Dalam melaksanakan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah Inspektorat Kabupaten Serang berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Inspektorat Provinsi Banten dan BPKP Perwakilan Provinsi Banten selaku Pembina APIP Kabupaten Serang serta berkoordinasi dengan BPK-RI dan Aparah Penegak Hukum (APH).

(11)

6

Inspektorat Kabupaten Serang

1.2 LANDASAN HUKUM

Peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum penyusunan Renstra Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021-2026 adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4723);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5233);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);

(12)

7

Inspektorat Kabupaten Serang

6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;

10. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2020 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

(13)

8

Inspektorat Kabupaten Serang

15. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Banten Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2010 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 26);

16. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten 2010-2030;

17. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2017-2022;

18. Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 26 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang Tahun 2006- 2026 (Lembaran Daerah Kabupaten Serang Tahun 2006 Nomor 747);

19. Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serang Tahun 2011-2031;

20. Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Serang.

21. Peraturan Daerah Kabupaten Serang tentang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021-2026.

22. Peraturan Bupati Serang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang;

23. Peraturan Bupati Serang Nomor 105 Tahun 2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Serang.

(14)

9

Inspektorat Kabupaten Serang

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Serang tahun 2021-2026 dimaksudkan untuk menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang tahun 2021-2026 serta sebagai arah, pedoman dan landasan dalam melaksanakan rencana kegiatan pengawasan pemerintahan daerah guna mewujudkan visi dan misi Bupati Serang terpilih dalam 5 (lima) tahun ke depan.

Sedangkan tujuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Serang adalah:

1. Memberi arah kebijakan, strategi serta sasaran-sasaran dan program yang ingin dicapai;

2. Memberi pedoman guna penyusunan Rencana Kerja Inspektorat Kabupaten Serang;

3. Memudahkan seluruh aparatur Inspektorat untuk menilai dan mengukur kinerja program dan kegiatan.

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat Kabupaten Serang disusun berdasarkan sistematika yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan

(15)

10

Inspektorat Kabupaten Serang

Rencana Kerja Pemerintah Daerah, yang terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan secara singkat mengenai pengertian Resntra Perangkat Daerah, fungsi Resntra Perangkat Daerah dalam menyelenggarakan pembangunan daerah, proses penyusunan Resntra Perangkat Daerah, keterkaitan Resntra Perangkat Daerah dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra Kabupaten dan dengan Renja Perangkat Daerah. landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Bagian ini memuat informasi tentang peran Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Perangkat Daerah periode sebelumnya, mengumukakan capaian program prioritas Perangkat Daerah yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra Perangkat Daerah ini.

(16)

11

Inspektorat Kabupaten Serang

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Bagian ini mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh perangkat daerah yang ditinjau dari kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah, kemampuan perangkat daerah dalam mendukung visi, misi dan program kepala daerah. Permasalahan-permasalahan digunakan sebagai bahan untuk merumuskan isu-isu strategis perangkat daerah.

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

Bab ini menjelaskan dan menguraikan tujuan dan sasaran jangka menengah perangkat daerah.

BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Bab ini menjelaskan dan menguraikan strategis dan arah kebiijakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah perangkat daerah.

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN Bab ini mengemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

Bab ini dikemukakan indikator kinerja perangkat daerah yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai perangkat daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VIII PENUTUP

(17)

12

Inspektorat Kabupaten Serang

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

2.1 TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

Inspektorat Kabupaten Serang sebagai salah satu Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Serang Nomor 105 Tahun 2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Serang. Inspektorat Kabupaten Serang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah dipimpin oleh seorang Inspektur berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dengan tugas pokok membantu Bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah. Dalam melaksanakan tugas tersebut Inspektorat Kabupaten Serang menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

b. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pematauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

c. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan dari Bupati;

d. Penyusunan laporan hasil pengawasan;

e. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pindana korupsi;

f. Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;

(18)

13

Inspektorat Kabupaten Serang

g. Pelaksanaan administrasi Inspektorat dan

h. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

Adapun susunan organisasi Inspektorat Kabupaten Serang adalah sebagai berikut:

1. Inspektur, sebagai kepala Inspektorat;

2. Sekretariat, membawahi:

a. Sub Bagian Perencanaan

b. Sub Bagian Analisis dan Evaluasi Pelaporan

c. Sub Bagian Administrasi Umum, Keuangan dan Kepegawaian 3. Inspektur Pembantu Wilayah I;

4. Inspektur Pembantu Wilayah II;

5. Inspektur Pembantu Wilayah III;

6. Inspektur Pembantu Wilayah IV;

7. Inspektur Pembantu Wilayah V; dan

8. Kelompok Jabatan Fungsional Tertentu adalah kelompok jabatan fungsional auditor, jabatan fungsional pengawas penyelenggaraan urusan pemerintah daerah dan Audiwan pada Inspektorat Kabupaten Serang.

(19)

14

Inspektorat Kabupaten Serang

Sedangkan tugas dan fungsi masing-masing struktur dalam susunan organisasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Inspektur mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pengawasan, Pembinaan dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah. Dalam melaksanakan tugas, Inspektur menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang pengawasan, pemeriksaan, evaluasi, pengujian, penilaian dan monitoring evaluasi tindaklanjut hasil pengawasan;

b. Pengaturan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah di bidang pengawasan, pemeriksaan, evaluasi, pengujian, penilaian dan monitoring evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan;

c. Pelaksanaan penyelengaraan urusan pemerintahan di bidang pengawasan, pemeriksaan, evaluasi, pengujian, penilaian dan monitoring evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan;

d. Pengawasan penyelenggaran urusan pemerintahan di bidang pengawasan, pemeriksaan, evaluasi, pengujian, penilaian dan monitoring evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan;

e. Pelaksanaan tugas tambahan.

2. Sekretaris mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur dan mengawasi serta melaporkan pelaksanaan sebagian tugas pokok inspektur dalam merumuskan bahan koordinasi pengawasan dan memberikan pelayanan administratif dan fungsional kepada unsur

(20)

15

Inspektorat Kabupaten Serang

dilingkungan inspektorat. Sekretaris menyelenggarakan fungsi:

a. Perencanaan penyelenggaraan urusan Pemerintahan daerah di bidang Pengawasan, Pembinaan dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah;

a. Pengaturan penyelenggaraan urusan Pemerintahan daearah di bidang Pengawasan, Pembinaan dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah;

b. Pelaksanaan penyelenggaraan urusan Pemerintahanan Daerah di bidang Pengawasan, Pembinaan dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah;

c. Pengawasan penyelenggaran urusan Pemerintahan Daerah di bidang Pengawasan, Pembinaan dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah; dan

d. Pelaksanaan tugas tambahan.

3. Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan penyelenggaraan urusan Perencanaan Inspektorat. Kepala Sub Bagian Perencanaan mempunyai fungsi:

a. Perencanaan penyelenggaraan urusan Perencanaan;

b. Pengaturan penyelenggaraan urusan Perencanaan;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan urusan Perencanaan;

d. Pengawasan penyelenggaraan urusan Perencanaan; dan e. Pelaksanaan tugas tambahan.

4. Kepala Sub Bagian Analisis dan Evaluasi Pelaporan mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi

(21)

16

Inspektorat Kabupaten Serang

serta melaporkan penyelenggaraan urusan Analisis dan Evaluasi Pelaporan Inspektorat. Kepala Sub Bagian Analisis dan Evaluasi Pelaporan menyelenggarakan fungsi:

a. Perencanaan penyelenggaraan urusan Analisis dan Evaluasi Pelaporan Inspektorat;

b. Pengaturan penyelenggaraan urusan Analisis dan Evaluasi Pelaporan Inspektorat;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan urusan Analisis dan Evaluasi Pelaporan Inspektorat;

d. Pengawasan penyelenggaraan urusan Analisis dan Evaluasi Pelaporan Inspektorat; dan

e. Pelaksanaan tugas tambahan.

5. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum, Keuangan dan Kepegawaian mempunyai tugas memimpin, memprogramkan, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Administrasi Umum, Keuangan Inspektorat.

Kepala Sub Bagian Administrasi Umum, Keuangan dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

a. Perencanaan penyelenggaraan urusan Administrasi dan Keuangan Inspektorat;

b. Pengaturan penyelenggaraan urusan Administrasi Umum, Keuangan Inspektorat;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan urusan Administrasi dan Keuangan Inspektorat;

(22)

17

Inspektorat Kabupaten Serang

d. Pengawasan penyelenggaraan urusan Administrasi dan Keuangan Inspektorat; dan

e. Pelaksanaan tugas tambahan.

6. Inspektur Pembantu Wilayah I mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan daerah di bidang pengawasan. Inspektur Pembantu Wilayah I menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

b. Pengaturan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

d. Pengawasan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

e. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat terkait Aparatur Sipil Negara (ASN); dan

f. Pelaksanaan tugas tambahan.

7. Inspektur Pembantu Wilayah II mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengawasan. Inspektur Pembantu Wilayah II menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

(23)

18

Inspektorat Kabupaten Serang

b. Pengaturan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

d. Pengawasan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

e. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat terkait pengadaan barang dan jasa; dan

f. Pelaksanaan tugas tambahan.

8. Inspektur Pembantu Wilayah III mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengawasan. Inspektur Pembantu Wilayah III menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

b. Pengaturan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

d. Pengawasan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

e. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat terkait dana desa;

dan

f. Pelaksanaan tugas tambahan.

(24)

19

Inspektorat Kabupaten Serang

9. Inspektur Pembantu Wilayah IV mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengawasan. Inspektur Pembantu Wilayah IV menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

b. Pengaturan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

d. Pengawasan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

e. Pelaksanaan penanganan pengaduan terkait hilangnya Barang Milik Daerah (BMD)/asset/TP-TGR; dan

f. Pelaksanaan tugas tambahan.

10. Inspektur Pembantu Wilayah V mempunyai tugas memimpin, merencanakan, mengatur, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengawasan. Inspektur Pembantu Wilayah V menyelenggarakan fungsi:

a. Perumusan rencana kebijakan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

b. Pengaturan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

c. Pelaksanaan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

(25)

20

Inspektorat Kabupaten Serang

d. Pengawasan penyelenggaraan tugas pengawasan di wilayah kerjanya;

e. Pelaksanaan penanganan pengaduan masyarakat dan audit investigatif/khusus/ dan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH); dan

f. Pelaksanaan tugas tambahan.

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Serang

2.2 SUMBER DAYA INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG a. Sumber Daya Manusia

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Inspektorat Kabupaten Serang didukung dengan sumber daya sebagai berikut:

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH I

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH II

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH III

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH IV

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

INSPEKTUR PEMBANTU WILAYAH V

INSPEKTUR

SEKRETARIS

KEPALA SUB BAGIAN ANALISIS

DAN EVALUASI PELAPORAN KEPALA SUB

BAGIAN PERENCANAAN

KEPALA SUB BAGIAN ADMINISTRASI UMUM ,

KEUANGAN DAN KEPEGAWAIAN

(26)

21

Inspektorat Kabupaten Serang

Sumber : Data Kepegawaian Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021 Gambar 2.2

Jabatan Struktural dan Fungsional Inspektorat Kabupaten Serang

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi tertinggi berada pada Jabatan Fungsional Auditor pada Inspektorat Kabupaten Serang yaitu sebanyak 44 orang. Hal tersebut sejalan dengan tugas dan fungsi pokok Inspektorat sebagai instansi pengawas internal pemerintah, namun kuantitas tersebut masih perlu penambahan kuantitas Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) seiring dengan bertambahnya jumlah auditee.

Selanjutnya, apabila ditinjau dari komposisi pangkat dan golongan pegawai, Inspektorat Kabupaten Serang memiliki pegawai dengan golongan dan pangkat meliputi Golongan IV, Golongan III dan Golongan II dengan rincian sebagai berikut pada Tabel 2.1:

Jabatan Jumlah

I n s p e k t u r 1

Sekretaris 1

Inspektur Pembantu

Wilayah 5

Kepala Sub Bagian 3

Jabatan Fungsional Auditor 44 Jabatan Fungsional PPUPD 11

Pelaksana 18

Jumlah 83

1% 1% 6%

4%

53%

13%

22%

Jabatan Struktur dan Fungsional

Inspektorat Kabupaten Serang

I n s p e k t u r Sekretaris Inspektur Pembantu Wilayah Kepala Sub Bagian Jabatan Fungsional Auditor Jabatan Fungsional PPUPD Pelaksana

(27)

22

Inspektorat Kabupaten Serang

Tabel 2.1

Data Pegawai Inspektorat Kabupaten Serang Berdasarkan Golongan dan Eselonering Tahun 2021

NO JENJANG

GOLONGAN GOLONGAN

JML

III IV

a b c d a b c d I PEJABAT STRUKTURAL

1. ESELON II 1 1

2. ESELON III 1 5 6

3. ESELON IV 1 2 3

II JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR (JFA)

1. AUDITOR MADYA 4 1 1 6

2. AUDITOR MUDA 8 8 16

3. AUDITOR PERTAMA 12 8 2 22

III JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KEPEGAWAIAN (AUDIWAN)

1. AUDIWAN PERTAMA 1 1

IV JABATAN FUNGSIONAL PPPUPD

1. PPUPD MADYA 2 4 6

2. PPUPD MUDA 2 3 5

V PELAKSANA 13 3 1 17

JUMLAH 25 12 14 13 7 10 2 83 Sumber : Data Kepegawaian Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021

Tabel diatas menunjukan data kepegawaian Inspektorat Kabupaten Serang berdasarkan kualifikasi golongan tahun 2021, berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa golongan III A memiliki data jumlah pegawai terbanyak dibandingkan golongan-golongan yang lainnya yaitu sebanyak 25 orang, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut ini :

(28)

23

Inspektorat Kabupaten Serang

Gambar 2.3

Grafik Data Kepegawaian Inspektorat Kabupaten Serang Berdasarkan Golongan Tahun 2021

b. Prasarana dan Sarana

Sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam rangka menunjang kelancaran tugas dan fungsi Inspektorat, akan tetapi kondisinya saat ini masih belum mencukupi, sarana dan prasarana penunjang kegiatan yang tersedia pada Inspektorat Kabupaten Serang antara lain:

Tabel 2.2

Daftar Aset Inventaris Inspektorat Kabupaten Serang

NO INVENTARIS TAHUN 2021

1 Gedung 1

2 Kendaraan Roda 4 11

3 Kendaraan Roda 2 17

4 Komputer 12

5 Laptop 91

6 Printer 45

7 Lemari 34

9 Proyektor 4

10 Filling Besi 40

11 AC 36

12 Meja Kerja 51

13 Kursi Kerja 88

Sumber : Data Inventaris Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2020

(29)

24

Inspektorat Kabupaten Serang

2.3 KINERJA PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

Dalam kaitan dengan pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pemerintahan desa, bahwa pengawasan merupakan suatu usaha untuk menjamin agar pemerintahan daerah dan pemerintahan desa berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 216 bahwa Inspektorat Daerah mempunyai tugas membantu kepala daerah membina dan mengawasi pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah. Inspektorat Kabupaten Serang mempunyai kompetensi pengawasan atas semua obyek pemeriksaan yang ada di wilayah Pemerintah Kabupaten Serang, kecuali hal tertentu yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengaturnya.

Berikut adalah pencapaian kinerja pelay anan Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2016-2021, sebagai berikut:

(30)

25

Inspektorat Kabupaten Serang

Tabel 2.3

Pencapaian Kinerja Pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang

2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 1 Tingkat Kapabillitas APIP (Level) 2.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 3.00 100% 150% 100% 100% 100%

2 Persentase Temuan Inspektorat

Kab.Serang yang ditindaklanjuti (%) 90 75 80 85 90 78.6 87.6 80.4 88.3 90.2 87% 117% 101% 104% 100%

3 Tingkat Maturitas SPIP (level) 2.80 3.11 3.50 3.80 4.00 3.11 3.11 3.51 3.80 4.00 111% 100% 100% 100% 100%

4 Persentase Temuan BPK RI yang

ditindaklanjuti (%) 100 68 70 75 80 100 69.5 83.6 82.5 84 100% 102% 119% 110% 105%

5

Persentase SKPD yang mendapat nilai akuntabilitas kinerja minimal katagori B (2016-2017) dan BB (2018-2020) – (%)

- 100 100 100 100 - 100 100 100 100 - 100% 100% 100% 100%

6 Persentase Pengaduan masyarakat

yang ditindaklanjuti (%) 80 85 100 100 100 100 100 100 100 100 125% 118% 100% 100% 100%

Realisasi Capaian Kinerja

Tahun Ke- Rasio Capaian pada Tahun Ke- Target Renstra Inspektorat

Tahun Ke- NO Indikator Kinerja Sesuai Tugas

dan Fungsi INSPEKTORAT

Target SPM

Target IKK

Target Indikator

Lainnya

(31)

26

Inspektorat Kabupaten Serang Tabel 2.4

Anggaran dan Realisasi Pendanaan PelayananInspektorat Kabupaten Serang

2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 Anggaran Realisasi

Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala 751.78 825.57 906.87 1,037.13 1,034.94 744.63 795.20 882.66 1,035.60 1,032.39 99.05% 96.32% 97.33% 99.85% 99.75% 8.45% 8.70%

Pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan

KDH 940.31 1,014.86 643.13 1,352.10 722.26 808.04 924.15 578.86 1,229.53 716.7 85.93% 91.06% 90.01% 90.93% 99.23% 8.74% 11.93%

Koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif 427.10 1,024.06 527.31 739.81 496.69 412.24 925.47 523.46 704.11 484.8 96.52% 90.37% 99.27% 95.17% 97.61% 24.67% 21.11%

Review dokumen perencanaan daerah dan

perangkat daerah 335.51 177.84 215.20 212.15 264.82 172.85 193.72 177.39 78.93% 97.19% 90.02% 83.62% -9.13% -10.36%

Penyusunan kebijakan sistem dan prosedur

pengawasan 45.93 45.73 93.70 182.00 237.40 44.73 34.69 80.17 175.19 222.08 75.86% 85.56% 96.26% 93.55% 57.28% 63.49%

Monitoring, evaluasi pengendalian dan

pengawasan berkala BPK RI 200 109 182 108.44 91.00% 99.49% -45.50% -40.42%

Inventarisasi temuan pengawasan 53.76 29.37 28.05 53.76 29.37 28.05 100.00% 100.00% 100.00% -49.95% -49.95%

Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan

aparatur pengawasan 373.3 586.11 318.85 462.1 221.8 373.3 557.47 303.62 462.1 221.8 100.00% 95.11% 95.22% 100.00% 100.00% 1.08% 1.00%

Pelatihan teknis pengawasan dan penilaian

akuntabilitas kinerja 814.1 1108.96 654.18 663.4 591.88 765.36 1038.89 628.7 627.19 591.83 94.01% 93.68% 96.11% 94.54% 99.99% -3.54% -2.41%

Pemenuhan infrastruktur dan implementasi terkait

kapabilitas APIP 174.65 59.05 70.15 40.85 130.96 54.15 47.48 34.38 74.98% 91.70% 67.68% 84.16% -29.72% -32.85%

Peningkatan mutu pengawasan berbasis ISO 89.5 68 87.9 67.14 98.21% 98.74% -24.02% -23.62%

Penanganan kasus pengaduan di lingkungan

pemerintah daerah 328.05 340.55 168.02 135.68 187.25 327.66 340.55 163.93 135.68 157.26 99.88% 100.00% 97.57% 100.00% 83.98% -7.02% -12.31%

Penanganan kasus pada wilayah pemerintahan

dibawahnya 64.77 37.22 61.67 88.91 39.31 64.33 35.68 43.18 37 39.31 99.32% 95.86% 70.02% 41.62% 100.00% 2.88% -7.90%

Tindak lanjut hasil temuan pengawasan 190.27 285.74 761.72 248.09 152.96 27.85 26.98 24.25 29.78 10.13 14.64% 9.44% 3.18% 12.00% 6.62% 27.74% -14.11%

Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan 29.35 27.15 29.75 36.75 10.2 27.85 26.98 24.25 29.78 10.13 94.89% 99.37% 81.51% 81.03% 99.31% -11.66% -14.11%

Pengawasan Bersama dan Penanganan Kasus 660 478.87 634.56 460.05 96.15% 96.07% -27.44% -27.50%

Program Peningkatan Tindak Lanjut hasil Temuan dan Pengaduan Masyarakat

Uraian Anggaran Realisasi Rasio antara Realisasi dan Anggaran Rata-Rata Pertumbuhan

(%)

(dalam jutaan rupiah)

Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal, Akuntabilitas Kinerja dan Pengedalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemerikasaan dan Aparatur Pengawasan

(32)

27

Inspektorat Kabupaten Serang

Berdasarkan Tabel 2.3 dapat dilihat bahwa pencapaian kinerja pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang pada tahun 2016-2020 menunjukan capaian yang sangat baik. Seluruh indikator kinerja telah memenuhi target diantaranya tingka kapabilitas APIP, tingkat maturitas SPIP, persentase temuan Inspektorat yang ditindaklanjuti, persentase temuan BPK RI yang ditindaklanjuti, persentase SKPD yang mendapat nilai akuntabilitas kinerja minimal kategori BB dan persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. Keberhasilan capaian kinerja tersebut karena adanya dukungan dari Pemeirntah Daerah Kabupaten Serang mengenai fungsi pengawasan internal serta adanya oleh komitmen APIP dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Selanjutnya, Tabel 2.4 mengenai Rasio Realisasi Anggaran Tahun 2016-2020 menunjukkan nilai yang sangat baik diantaranya, Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal Akunntabilitas Kinerja dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH yang terdiri dari 7 (tujuh) kegiatan mencapai realisasi yang sangat baik dari tahun ke tahun. Kedua, Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksaan dan Aparatur Pengawasan yang terdiri dari 4 (empat) kegiatan mneunjukkan nilai realisasi yang sangat baik pada periode sebelumnya. Terakhir, Program Peningkatan Tindak Lanjut Hasil Temuan dan Pengaduan Masyarakat yang terdiri dari 5 (lima) kegiatan menunjukkan nilai hasil realisasi yang sangat baik pada tahun 2016- 2020.

(33)

28

Inspektorat Kabupaten Serang

2.4 TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

Kondisi objektif yang dihadapi dalam kerangka penyiapan strategi untuk pencapaian visi dapat digambarkan dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi Inspektorat Kabupaten Serang, baik yang berasal dari lingkungan internal maupun eksternal.

Dinamika lingkungan eksternal baik peluang ataupun tantangan yang akan dihadapi perlu menjadi perhatian agar peningkatan kinerja pelayanan Inspektorat Kabupaten Serang dalam waktu 5 (lima) tahun kedepan dapat tercapai. Hal ini diperlukan guna mempertajam kebijakan pelayanan Inspektorat untuk mendukung pencapaian target dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Inspektorat Kabupaten Serang menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) dengan mengidentifikasi indikator untuk pencapaian tujuan.

A. Kondisi Lingkungan Internal

• Kekuatan (Strength)

a. Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Serang terhadap fungsi pengawasan

b. Sumber daya manusia fungsional pengawas dan auditor yang kompeten

• Kelemahan (Weakness)

a. Luasnya wilayah pengawasan dibanding dengan jumlah aparatur pengawas

(34)

29

Inspektorat Kabupaten Serang

b. Terbatasnya jumlah sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengawasan Pemerintahan Daerah

B. Kondisi Lingkungan Eksternal

• Peluang (Opportunity)

a. Komitmen Pemerintah Daerah terhadap tata Kelola pemerintahan yang baik

b. Adanya kebijaksanaan pemerintah mengenai peningkatan aparatur yang bersih dan bebas dari KKN

• Ancaman (Threats)

a. Adanya temuan pemeriksaan yang berulang

b. Tuntutan profesionalitas atau standar pelayanan minimal yang semakin tinggi

Selanjutnya, hubungan dari beberapa penjabaran mengenai Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunity), dan Ancaman (Threats) dapat dianalisis mengenai strategi yang dapat dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Serang.

A. Strategi SO (Strenghts-Opportunity)

a. Meningkatkan fungsi pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan b. Mengarahkan dukungan dan partisipasi tenaga fungsional serta koordinasi

antar pengawas untuk penyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien dan bebas KKN

B. Strategi WO (Weakness-Opportunity)

a. Meningkatkan kompetensi sumber daya aparatur intern pemerintah dan mengajukan usulan penambahan SDM APIP

(35)

30

Inspektorat Kabupaten Serang

b. Mengajukan usulan penambahan anggaran untuk kegiatan pelatihan atau bimtek SDM APIP yang lebih kompeten

C. Strategi ST (Strenghts-Threats)

a. Melakukan telaah terhadap temuan yang berulang pada tahun-tahun sebelumnya

b. Meningkatkan kualitas tugas dan fungsi pengawasan dengan mengadakan bimtek atau pelatihan sesuai dengan kebutuhan

D. Strategi WT (Weakness-Threats)

a. Meningkatkan kompetensi sumber daya aparatur intern pemerintah dan mengajukan usulan penambahan SDM APIP

b. Mengajukan usulan penambahan anggaran untuk kegiatan pelatihan atau bimtek SDM APIP yang lebih kompeten

Tabel 2.5 Analisis SWOT Internal

Eksternal

Kekuatan (Strengths) a. Adanya dukungan

Pemerintah

Kabupaten Serang terhadap fungsi pengawasan b. Sumber daya

manusia fungsional pengawas dan auditor yang kompeten

Kelemahan (Weakness) a. Luasnya wilayah

pengawasan

dibanding dengan jumlah aparatur pengawas

b. Terbatasnya

jumlah sarana dan prasarana

pendukung kegiatan pengawasan Pemerintahan Daerah

(36)

31

Inspektorat Kabupaten Serang

Peluang (Opportunity) a. Komitmen

Pemerintah Daerah terhadap tata Kelola pemerintahan yang baik

b. Adanya

kebijaksanaan pemerintah mengenai peningkatan

aparatur yang bersih dan bebas dari KKN

Strategi SO a. Meningkatkan

fungsi pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan b. Mengarahkan dukungan dan partisipasi tenaga fungsional serta koordinasi antar pengawas untuk penyelenggaraan pemerintah yang efektif dan efisien dan bebas KKN

Strategi WO a. Meningkatkan

kompetensi sumber daya aparatur intern pemerintah dan mengajukan usulan penambahan SDM APIP

b. Mengajukan usulan penambahan

anggaran untuk kegiatan pelatihan atau bimtek SDM APIP yang lebih kompeten Ancaman (Threats)

a. Adanya temuan pemeriksaan yang berulang

b. Tuntutan

profesionalitas atau standar pelayanan minimal yang semakin tinggi

Strategi ST

a. Melakukan telaah terhadap temuan yang berulang pada tahun-tahun

sebelumnya b. Meningkatkan

kualitas tugas dan fungsi pengawasan dengan mengadakan bimtek atau pelatihan sesuai dengan

kebutuhan

Strategi WT a.Melakukan

pembinaan secara intensif terhadap OPD baik Pemeritah Kabupaten ataupun Kecamatan

b. Mengajukan usulan penambahan

anggaran untuk memenuhi sarana prasarana

pendukung pengawasan

(37)

32

Inspektorat Kabupaten Serang

BAB III

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS

3.1 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI PELAYANAN INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

Berdasarkan Peraturan Bupati Serang Nomor 105 Tahun 2020 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Kabupaten Serang, Inspektorat Kabupaten Serang mempunyai tugas pokok dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah. Dalam kaitan tersebut Inspektorat Kabupaten Serang tentunya harus dapat melakukan pembinaan, supervisi termasuk tindakan korektif atas penyimpangan yang dilakukan terhadap pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah apabila tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta memberikan konsultasi kepada seluruh Perangkat Daerah, BUMD dan desa yang berada di dalam wilayah Pemerintahan Kabupaten Serang.

Inspektorat Kabupaten Serang sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dituntut untuk mampu berperan sebagai institusi yang mampu meningkatkan kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) maupun pemerintahan yang bersih (Clean Government) dengan tujuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi meningkatnya kemakmuran masyarakat Kabupaten Serang.

(38)

33

Inspektorat Kabupaten Serang

Inspektorat Kabupaten Serang diharapkan mampu mewujudkan penerapan tata kelola pemerintah yang professional, amanah, bersih, secara akuntabel dan transparan. Namun Inspektorat Kabupaten Serang menghadapi permasalahan yaitu sistem pengawasan kinerja pembangunan yang belum akuntabel yang disebabkan karena beberapa hal diantaranya yaitu; belum terlaksananya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di jajaran organisasi, tindak lanjut hasil pemeriksaan atas temuan masih rendah, belum optimalnya sistem pelayanan pengaduan masyarakat atas layanan publik, masih kurangnya kapasitas aparatur pengawasan dari sisi kualitas maupun kuantitas dan lemahnya pendampingan dan asistensi pada perangkat daerah.

Tabel 3.1

Pemetaan Permasalahan untuk Penentuan Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah

No Masalah

Pokok Masalah Akar Masalah

1 Penerapan tata kelola pemerintah yang

profesional, amanah, bersih,

akuntabel dan transparan belum optimal

Sistem pengawasan internal dan kinerja

pembangunan belum optimal

Belum terlaksananya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di jajaran organisasi perangkat daerah Ketepatan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas temuan belum optimal

Belum optimalnya sistem pelayanan pengaduan masyarakat

Masih kurangnya kapasitas aparatur pengawasan baik kualitas maupun kuantitas

Belum efektifnya pengendalian internal dalam meningkatkan kepatuhan

(39)

34

Inspektorat Kabupaten Serang

3.2 TELAAHAN VISI, MISI, DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH

Penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah sangat dipengaruhi oleh Rencana Pembagunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang merupakan penjabaran yang lebih detail dari perencanaan pembangunan jangka Panjang daerah Kabupaten Serang sehingga semua langkah-langkah yang disusun dalam Renstra Inspektorat Kabupaten Serang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang Tahun 2021-2026.

Visi menggambarkan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai, berikut adalah Visi yang hendak dicapai:

Selanjutnya penjabaran dari Visi Kabupaten Serang yaitu:

MAJU

Pembangunan dilakukan di segala sector untuk meningkatkan pelayanan dasar dan perekonomian masyarakat yang didukung dengan pembenahan insfrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Serang.

SEJAHTERA

Perwujudan terpenuhinya kebutuhan lahiriah (pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan) dan kebutuhan batiniah (agama dan budaya) masyarakat Kabupaten Serang. Kesejahteraan dalam artinya yang sejati adalah keseimbangan hidup yang merupakan buah dari kemampuan seseorang untuk

“Terwujudnya Kabupaten Serang Yang Semakin Maju, Sejahtera, Berkeadilan Dan Agamis”

(40)

35

Inspektorat Kabupaten Serang

memenuhi tuntutan dasar seluruh dimensi dirinya, meliputi ruhani, akal, dan jasad.

Kesejahteraan yang seperti inilah yang akan membentuk kepecayaan diri yang tinggi pada masyarakat Kabupaten Serang untuk mencapai kualitas kehidupan yang semakin baik.

BERKEADILAN

Pembangunan di Kabupaten Serang dilakukan secara merata dengan memperhatikan aspek kewilayahan dan mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

AGAMIS

Perwujudan implementasi norma agama dan nilai budaya sebagai landasan moral dan spiritual dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dalam rangka penyelenggaraan pembangunan yang dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Serang yang memiliki keutamaan untuk selalu melaksanakan kebaikan dan mencegah kemungkaran sehingga terbentuk karakter dan jati diri masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya.

Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Rumusan misi yang baik membantu lebih jelas penggambaran visi yang ingin dicapai dan menguraikan upaya-upaya apa yang harus dilakukan. Penjabaran misi pembangunan Kabupaten Serang adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan layanan pendidikan yang bermutu disetiap jalur dan jenjang pendidikan serta melestarikan dan mengembangkan tradisi

(41)

36

Inspektorat Kabupaten Serang

budaya sebagai kearifan lokal yang tumbuh dan hidup ditengah masyarakat

2. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau yang didukung oleh tenaga kesehatan yang profesional

3. Meningkatkan pembangunan sarana prasarana wilayah, Penataan Ruang Dan Permukiman yang memadai dan berkualitas.

4. Meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi masyarakat, untuk optimalisasi penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan.

5. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Serta Pelayanan Publik Yang Prima Didukung Kapasitas Birokrasi Yang Berintegritas, Kompeten Dan Profesional

6. Memantapkan Fungsi dan Peran Agama Sebagai Landasan Moral Dan Spiritual Dalam Kehidupan Individu, Bermasyarakat Dan Bernegara.

Dalam kerangka keterpaduan pembangunan nasional dan provinsi, misi pembangunan Kabupaten Serang Tahun 2021-2026 merupakan wujud komitmen seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk mendukung pencapaian misi pembangunan Provinsi Banten dan misi pembangunan nasional.

Dari keenam misi diatas rumusan misi ke 5 daerah Kabupaten Serang 2021- 2026 yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi serta perlu mendapat dukungan dan diimplementasikan oleh Inspektorat Kabupaten Serang yaitu :

“Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Serta Pelayanan Publik Yang Prima Didukung Kapasitas Birokrasi Yang Berintegritas,

Kompeten Dan Profesional.”

Inspektorat mempunyai tugas pokok membantu dalam membina dan

(42)

37

Inspektorat Kabupaten Serang

mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan oleh Perangkat Daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Inspektorat mempunyai fungsi:

1. Perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;

2. Pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pematauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan dari Bupati;

4. Penyusunan laporan hasil pengawasan;

5. Pelaksanaan koordinasi pencegahan tindak pindak korupsi;

6. Pengawasan pelaksanaan program reformasi birokrasi;

7. Pelaksanaan administrasi Inspektorat; dan

8. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

3.3 TELAAHAN RENSTRA PROVINSI BANTEN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Banten periode tahun 2017-2022 ditetapkan bahwa Visi Pembangunan Provinsi Banten adalah “Banten Yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah”

Berdasarkan misi, Provinsi Banten mengagendakan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) dan bersih bertujuan meningkatkan perilaku birokrasi yang efisien dan efektif dengan sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan yang profesional dan akuntabel yang pada gilirannya dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Sasaran dan Indikator Kinerja yang akan dicapai dalam Agenda Pemerintahan

(43)

38

Inspektorat Kabupaten Serang

tahun 2017-2022 secara makro adalah meningkatnya Indeks Keberdayaan Pemerintah Daerah (IKPD).

Dalam menjalankan misi tersebut terdapat permasalahan yang mempengaruhi pelayanan Inspektorat antara lain:

1. Luasnya wilayah pengawasan dibandingkan dengan jumlah aparatur pengawas 2. Terbatasnya jumlah sarana dan prasarana pendukung kegiatan pengawasan

Pemerintahan Daerah

Sedangkan faktor pendorong dalam melaksanakan misi tersebut adalah:

1. Komitmen Pemerintah Daerah terhadap tata Kelola pemerintahan yang baik;

2. Adanya kebijakan pemerintah mengenai peningkatan aparatur yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);

3. Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi jangka panjang tahun 2012-2025 dan jangka menengah tahun 2012-2024;

4. Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

3.4 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH DAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serang tahun 2009-2029 sangat dipengaruhi oleh pengembangan pusat-pusat pertumbuhan yang ada. Wilayah yang relatif luas dengan potensi serta karakteristik kawasan yang berbeda-beda mendorong diperlukannya pembagian wilayah perencanaan dalam satuan kawasan yang lebih kecil, sehingga arah pengembangan kawasan dapat

(44)

39

Inspektorat Kabupaten Serang

dioptimalkan sesuai potensinya masing-masing, dan dengan pengembangan sistem keterkaitan antar pusat kegiatan tersebut dapat dicapai tujuan dan sasaran pengembangan kabupaten secara keseluruhan.

Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam menjalankan tugas:

1. Jumlah Obyek Pengawasan (PD) relatif besar/banyak meliputi 58 SKPD (termasuk Kecamatan), 4 BUMD, 326 Desa dan UPT Disdukcapil dan Puskesmas yang tidak sebanding dengan jumlah personil;

2. Wilayah Kabupaten Serang (Obyek Pengawasan) yang relatif luas belum didukung oleh Sarana dan Prasarana mobilitas yang memadai sehingga menyebabkan pelaksanaan kegiatan kurang berjalan optimal.

3.5 PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS

Isu strategis didapatkan dari hasil analisis kondisi internal dan eksternal Inspektorat Kabupaten Serang saat ini, sebagaimana digambarkan dalam uraian kondisi, permasalahan dan tantangan pembinaan dan pengawasaan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Serang.

Adapun isu strategis yang dianggap patut diangkat dalam Renstra Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021-2026 dan perlu dipersiapkan baik Peraturan Perundangan serta Penguatan Kelembagaan sebagai landasan mewujudkannya, antara lain adalah:

1. Peningkatan kualitas kepatuhan OPD terhadap perundang-undangan;

2. Peningkatan level maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP);

3. Meningkatnya kepatuhan OPD terhadap pencegahan korupsi;

4. Peningkatan Lebel Kapabilitas APIP.

(45)

40

Inspektorat Kabupaten Serang

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN

4.1 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH INSPEKTORAT KABUPATEN SERANG

Tujuan merupakan implementasi dari pernyataan misi organisasi yang ingin dicapai pada periode Renstra dalam kurun waktu satu sampai dengan lima tahun.

Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kinerja Inspektorat selama lima tahun. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan, dan menangani isu strategis organisasi yang dihadapi.

Berdasarkan isu strategis yang diangkat dalam Renstra Inspektorat Kabupaten Serang Tahun 2021-2026, maka diharapkan untuk 5 (lima) tahun ke depan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Perumusan sasaran perlu memperhatikan indikator kinerja sesuai tugas dan fungsi Inspektorat atau kelompok sasaran yang dilayani, serta profil pelayanan yang terkait dengan indikator kinerja. Sesuai dengan tujuan maka sasaran yang ingin dicapai oleh Inspektorat Kabupaten Serang yaitu meningkatnya kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah.

Berikut adalah Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah pelayanan Inspektorat Tabel 4.1:

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Untuk diketahui komunikasi pemasaran yang dilakukan terhadap prouk Speedy Instan Card, maka peneliti melakukan penelitian di PT Telkom BSD yang merupakan kantor cabang di

Dalam  penelitian  ini,  pengumpulan  data menggunakan  metode  studi  literatur,  wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Studi literatur digunakan 

Dari analisis dan pembahan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan strategi pembelajaran Crosswoord Puzzle dalam meningkatkan keaktifan

Apabila susu formula terhidrolisat ekstensif tidak tersedia atau terdapat kendala biaya, maka sebagai alternatif bayi dapat diberikan susu formula yang mengandung isolat

Volume Cadangan Eskpirasi adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal besarnya ±

Senyawa antimalaria dapat ditemukan dari sumber alam bukan laut (terrestrial), seperti senyawa antimalaria dari berbagai golongan senyawa seperti alkaloid, terpena,

9 Selama jam istirahat tetap berada di dalam kelas atau ruang kerja masing-masing 10 Selama mengajar di kelas guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile (tidak.

Dua penelitian besar menemukan bahwa orang yang menerima akupunktur memiliki lebih sedikit hari dengan ketegangan sakit kepala dibandingkan mereka yang