BAHAN DISKUSI 1
SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN
“PENDAHULUAN”
ANGGOTA KELOMPOK 9:
Nurul Setyaningsih 115040200111086 Nimas Ayu Kinasih 115040201111157 Nurlaili Hayati Masturo 115040201111175 Nur Izzatul Maulida 115040201111339
KELAS L
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2012
1. Peta skala besar dan skala kecil?
a. Beri contoh masing-masing!
Peta skala besar adalah peta yang digunakan untuk menggambarkan wilayah yang relative sempit. Peta dengan skala besar digunakan untuk mengambarkan wilayah administratif atau kegunaan lainnya yang memerlukan informasi lebih detail.
Rentang skalanya adalah 1:5000 sampai 1:250.000.
Contoh : peta kelurahan dan peta kecamatan
Peta skala kecil merupakan peta yang digunakan untuk menggambarkan daerah yang relatif luas. Rentang skalanya adalah 1:500.000 sampai 1:1.000.000 atau lebih. Cakupan wilayah dari peta skala kecil lebih banyak.
Contoh : peta negara
b. Apa saja yg berbeda?
Peta skala besar mencakup daerah yang terbatas namun jarak antar titik di peta lebih lebar. Informasi yang diberikan lebih detail. Angka pembanding pada skalanya kecil. Simbol pada peta skala besar juga lebih jelas dan beragam sesuai dengan ragam informasi yang disajikan. Sedangkan peta skala kecil mencakup daerah yang lebih luas namun jarak antar titik di peta pendek dan informasi yang diberikan hanya secara umum, tidak mendetail.
2. Survei tanah bertujuan UMUM dan KHUSUS?
a. Beri contoh masing-masing!
Survei tanah bertujuan umum
Ditujukan untuk memberikan data sebagai dasar interpretasi untuk berbagai penggunaan yang berbeda, bahkan beberapa dari penggunaan tersebut belum diketahui dengan satuan peta yang harus didasarkan pada morfologi tanah.
Satuan yang cocok adalah sekelompok tanah dengan horison yang sama, berkembang pada bahan induk serupa dan dibawah kondisi eksternal serupa.
Interpretasi dalam survei tanah meliputi evaluasi lahan, yang mencakup karakteristik satuan tanah, faktor-faktor fisik, ekonomi dan sosial yang saling berkaitan.
Contohnya adalah : pembuatan peta pedologi yang menyajikan sebaran satuan-satuan tanah yang ditentukan menurut morfologi serta data sifat fisik, kimia, dan biologi yang dikumpulakn di lapangan dan laboratorium.
Survei tanah bertujuan khusus
Dilakukan apabila tujuannya telah diketahui sebelumnya dan bersifat spesifik, misalnya untuk irigasi, reklamasi lahan atau penanaman jenis tanaman tertentu seperti tebu, teh atau tanaman lainnya. Survei tanah untuk tujuan khusus dapat dilakukan asalkan tujuan penggunaannya telah dikemukakan secara jelas, karakterisik tanah yang berkaitan dengan tujuan tersebut telah diketahui dan dapat dipetakan baik melalui pendugaan atau penarikan kesimpulan dari sifat-sifat yang dapat diamati atau jika sulit dilakukan, maka perlu dilakukan pengamatan secara grid dan disertai analisis contoh tanah.
Contoh: pengembangan irigasi, mengingat sifat-sifat tanah yang terkait telah diketahui serta nilai-nilai pembatas masing-masing faktor yang akan digunakan telah ditentukan, serta adanya investasi ekonomi dimungkinkan untuk melakukan survei tanah secara intensif.
b. Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing?
Survei tanah bertujuan umum
Kelebihan: sangat bermanfaat untuk diterapkan pada wilayah yang masih belum berkembang, faktor fisik lingkungannya (potensi penggunaan lahan) belum diketahui dan juga kisaran penggunaan lahan sangat luas, meliputi penggunaan untuk pertanian dan non pertanian.
Kelemahan: informasi dasar tentang tanah harus dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengambilan keputusan penggunaan lahan yang paling menguntungkan.
Survei tanah bertujuan khusus
Kelebihan: sangat bermanfaat apabila mencantumkan informasi tentang penggunaan lahan yang berpotensi untuk dikembangkan telah diketahui, sehingga penggunaan khusus dapat direncanakan. Keadaan seperti ini umumnya menjadi kasus diwilayah yang berkembang atau wilayah berpenduduk padat.
Kelemahan: ketidak mampuannya dalam memenuhi semua tujuan atau keperluan. Dalam survei khusus hanya dilakukan untuk tujuan tertentu saja misalnya survei yang dirancang untuk perkebunan teh, sehingga tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan tujuan lain, misalnya untuk perkebunan tebu atau sawah irigasi.
3. Siapa saja pengguna survei tanah? Jelaskan secara detil apa yg dimaksud! Misalnya mengapa petani bisa memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan atas tanahnya menggunakan hasil survei tanah dan seterusnya.
a. Pengelola Lahan, mencakup petani, peternak, pengelola kehutanan, dan pengelola perkebunan. Dengan adanaya survei tanah, kelompok tersebut dapat mengambil keputusan dalam pengelolaan lahannya sesuai dengan karakteristik tanah yang tersaji
melalui survei sehingga dapat mencapai produktivitas optimal. Misalnya petani tidak akan menanam komoditas yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah di wilayah tersebut.
b. Penyuluh Lapang, Kelompok ini harus memberikan penyuluhan pada pengelola lahan sesuai dengan hasil survei tanah yang dilakukan. Misalnya penyuluh lapang mengarahkan petani, bagaimana pengolahan lahan yang cocok dilakukan agar produktivitas tercapai optimal. dan hal tersebut akan membantu petani dalam mengambil keputusan akan lahannya.
c. Industri jasa yang berhubungan dengan penggunaan lahan, mencakup lembaga kreditur, bank, dan lembaga investor. lembaga tersebut memerlukan informasi survei tanah agar mereka yakin bahwa lahan yang akan mereka gunakan untuk investasi dapat mendatangkan nilai ekonomi tinggi.
d. Perencanaan penggunaan lahan pedesaan dan perkotaan, lembaga ini berfungsi memfasilitasi dan mengarahkan penggunaan lahan tertentu di duatu wilayah berdasarkan informasi survei tanah yang ada.
e. Lembaga pengendali penggunaan lahan, lembaga ini memiliki kewenangan khusus akan penggunaan lahan di suatu wilayah, tentunya kebijaksanaan yang diambil sesuai informasi survei tanah yang telah dilakukan agar lahan tersebut digunakan sesuai potensinya.
f. Badan otoritas pajak, badan ini memerlukan informasidari survei tanah untuk menentukan besarnya pajak yang akan digunakan pada pengguna lahan. semakain potensial lahannya maka pajaknya juga semakin besar.
g. Pakar dalam bidang rekayasa, bidang rekayasa dalam hal ini adalah ahli keteknikan yang memanfaatkan informasi survei tanah untuk menentukan keputusan dalam pembangunan seperti gedung, jalan, pipa gas dan sebagainya agar hasil bangunan tahan lama atau tidak terjadi korosi.
h. Pengelolaan lingkungan yang menggunakan tanah sebagai unsur ekologi landskap, informasi yang didapatkan dari hasil survei tanah digunakan kelompok ini untuk menentukan lahan mana yang aman dan lahan mana yang berbahaya untuk suatu kepentingan tertentu.
i. Peneliti, peneliti bertindak mengamati dan mengkaji pada suatu lahan percobaan yang diharapkan pada plot plot tersebut terdepat potensi yang berbeda dimana hasilnya akan berpengaruh dalam pengelolaan lahan tersebut.
4. Pertanyaan apa saja yang bisa dijawab dari hasil survei tanah? Diskusikan!
Beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dari hasil survei tanah menurut Rossiter (2000):
1. Menyimpulkan keseluruhan daerah kajian
a. Apa kelas (taksa) tanah yang dijumpai di daerah yang dikaji?
b. Bagaimana proporsi masing-masing kelas yang ada di daerah tersebut?
c. Berapa persen dari daerah tersebut yang diduduki oleh tanah dengan sifat-sifat tertentu? (misalnya tanah berbatu pada kedalaman kurang dari 50 cm).
Kelompok pertanyaan pertama ini hanya memerlukan prosedur pengambilan contoh secara statistik dan memerlukan peta. Pertanyaan ini hanya bermanfaat untuk memberikan informasi di tingkat nasional.
2. Pada lokasi tertentu (pada suatu daerah yang dipilih)
a. Apa kelas ( taksa) tanah pada lokasi tersebut?
b. Bagaimana sifat tanah pada lokasi tersebut?
c. Bagaimana pola spasial dari kelas tanah pada dan di sekitar lokasi tersebut?
d. Bagaimana pola spasial dari sifat-sifat tanah pada atau disekitar lokasi tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus diajukan oleh pihak pengelola lahan yang sudah memiliki atau yang sedang mengelola daerah tertentu, serta pihak perencanaan yang telah mengidentifikasi daerah tertentu yang akan dirancang penggunaan lahannya.
3. Memilih lokasi daerah yang diinginkan
a. Dimana dapat dijumpai lokasi kelas (taksa) tanah tertentu?
b. Dimana dapat dijumpai lokasi tanah-tanah yang memiliki sifat-sifat tertentu (misal berdrainase baik, KTT tinggi PH netral, KB>50% dll)?
c. Dimana sifat-sifat tanah dengan pola spasial tertentu (misalnya yang berdrainase baik, KB > 50%, tidak berkerikil dan lain-lain, yang berdekatan dengan tanah yang memiliki drainase buruk, KB > 50%, dekat sumber air dan lain-lain) dapat dijumpai?
Kelompok pertanyaan di atas harus di jawab oleh pihak perencanaan atau pengguna lahan yang akan mencari dan menggunakan lahan sesuai dengan kebutuhan mereka. Lahan tersebut dapat berupa lahan yang sudah dimiliki atas telah di kelola atau bisa juga berupa lahan yang di cari untuk di kelola.
5. Ada berapa kategori dalam Soil Taxonomy? Apa kaitannya dengan Peta Tanah?
Ada 6 kategori. Yaitu: ordo (order) sub-ordo (sup-order), grup (great-group), Sub grup ( sub-group), famili (family), dan seri.
a. Ordo Tanah
Dibedakan berdasarkan ada tidaknya serta jenis horizon penciri atau sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukan tanah. Berdasarkan morfologi horizon-horizon penciri dan sifat-sifat penciri lainnya, tanah dipermukaan
bumi ini dapat dikelompokkan ke dalam 12 ordo.Sebagai contoh: suatu tanah yang memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa lebih besar dari 35% termasuk ordo Alfisol. Sedangkan tanah lain yang memiliki horison argilik tetapi berkejenuhan basa kurang dari 35% termasuk ordo Ultisol. Contoh tata nama tanah kategori Ordo:Ultisol.
(Keterangan: tanah memiliki horison argilik dan berkejenuhan basa kurang dari 35%
serta telah mengalami perkembangan tanah tingkat akhir = Ultus). Nama ordo tanah Ultisol pada tata nama untuk kategori sub ordo akan digunakan singkatan dari nama ordo tersebut, yaitu: Ult merupakan singkatan dari ordo Ultisol).
12 ordo tanah dalam taksonomi tanah yaitu:
a) Gelisol b) entisols c) vertisols d) inceptisols e) andisols f) aridisols
g) mollisols h) spodosols i) alfisols j) ultisols k) oxisols l) histosols
Sub-ordo tanah
Merupakan pembagian lebih lanjut dari ordo yang didasarkan pada keseragaman genetik tanah yang lebih besar. Misalnya: ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh: (1) air, (2) regim kelembaban, (3) bahan iduk utama, dan (4) vegetasi. Sedangkan pembeda sub-ordo untuk tanah ordo histosol (tanah organik) adalah tingkat pelapukan dari bahan organik pembentuknya: fibris, hemis, dan safris. Contoh tata nama tanah kategori Sub Ordo:Udult. (Keterangan: tanah berordo Ultisol yang memiliki regim kelembaban yang selalu lembab dan tidak pernah kering yang disebut: Udus, sehingga digunakan singkatan kata penciri kelembaban ini yaitu: Ud. Kata Ud ditambahkan pada nama Ordo tanahUltisol yang telah disingkat Ult, menjadi kata untuk tata nama kategori sub-ordo, yaitu: Udult).
b. Group tanah
Merupakan pembagian lebih lanjut dari sub-ordo. Great Group tanah dibedakan berdasarkan perbedaan: (1) jenis, (2) tingkat perkembangan, (3) susunan horison, (4) kejenuhan basa, (5) regi suhu, dan (6) kelembaban, serta (7) ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain, seperti: plinthite, fragipan, dan duripan. Contoh tata nama tanah kategori Great Group: Fragiudult. (Keterangan: tanah tersebut memiliki lapisan padas yang rapuh yang disebut Fragipan, sehingga ditambahkan singkatan kata dari Fragipan, yaitu: Fragi. Kata Fragi ditambahkan pada Sub Ordo: Udult, menjadi kata untuk tata nama kategori great group, yaitu: Fragiudult).
Subgroup Tanah
Merupakan pembagian lebih lanjut dari group. Sub Group tanah dibedakan berdasarkan: (1) sifat inti dari great group dan diberi nama Typic, (2) sifat-sifat tanah peralihan ke: (a) great group lain, (b) sub ordo lain, dan (c) ordo lain, serta (d) ke bukan tanah. Contoh tata nama tanah kategori Sub Group:Aquic Fragiudult.
(keterangan: tanah tersebut memiliki sifat peralihan ke sub ordo Aquult karena kadang-kadang adanya pengaruh air, sehingga termasuk sub group Aquic).
c. Famili tanah
Dibedakan berdasarkan sifat-sifat tanah yang penting untuk pertanian dan atau engineering, meliputi sifat tanah: (1) sebaran besar butir, (2) susunan mineral liat, (3) regim temperatur pada kedalaman 50 cm. Contoh tata nama tanah pada kategori Famili:Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik. (keterangan: Penciri Famili dari tanah ini adalah: (1) susunan besar butir adalah berliat halus, (2) susunan mineral liat adalah didominasi oleh mineral liat kaolinit, (3) regim temperatur adalah isohipertermik, yaitu suhu tanah lebih dari 22 derajat celsius dengan perbedaan suhu tanah musim panas dengan musim dingin kurang dari 5 derajat celsius).
d. Seri Tanah
Merupakan sekumpulan tanah yang berasal dari bahan induk yang sama dan mempunyai sifat-sifat dan susunan horizon yang sama, terutama di bagian bawah horizon olah. Seri tanah dibedakan berdasarkan: (1) jenis dan susunan horison, (2) warna, (3) tekstur, (4) struktur, (5) konsistensi, (6) reaksi tanah dari masing-masing horison, (7) sifat-sifat kimia tanah lainnya, dan (8) sifat-sifat mineral dari masing-
masing horison. Penetapan pertama kali kategori Seri tanah dapat digunakan nama lokasi tersebut sebagai penciri seri.
Contoh tata nama tanah pada kategori Seri: Aquic Fragiudult, berliat halus, kaolinitik, isohipertermik, Sitiung. (Keterangan: Sitiung merupakan lokasi pertama kali ditemukan tanah pada kategori Seri tersebut).
6. Cari contoh Peta Tanah dan Peta Evaluasi Lahan dari Internet! Apa yg berbeda?
Peta tanah lebih digunakan untuk menganalisis segala sesuatu yang berhubungan dengan profil tanah suatu daerah tertentu, sehingga peta tanah lebih mudah digunakan untuk dasar bahan kajian suatu masalah maupun penelitian yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan suatu daerah. Sedangkan Peta evaluasi lahan hanya menjelaskan evaluasi lahan, dan biasanya digunakan untuk memetakan pemukiman atau sensus mengenai daerah tersebut.
Sebelum pembuatan peta evaluasi lahan, seharusnya kita membuat atau mengetahui peta tanah tersebut. Dengan mengetahui peta tanah dalam penggunaan lahan, kita dapat meminimalisir kerusakan lahan akibat pemanfaatan maupun menghindari kesalahan pemnfaatan lahan suatu daerah tertentu. Selain itu, perbadaan lainnya terdapat perbedaan pemberian warna. Pada peta evaluasi lahan, warna yang digunakan cenderung terang dan kebanyakan warna-warna cerah yang mendeskripsikan mengenai keadaan suatu daerah tersebut. Sedangkan pada peta tanah, warna yang digunakan cenderung gelap, dan jika kita lihat sedikit sekali warna cerah yang ada. Pewarnaan pada peta tanah cenderung lebih jelas jika dibandingkan dengan peta evaluasi lahan.
Perbedaan peta tanah dan peta evaluasi lahan 1. Peta Tanah
Memperlihatkan distribusi taksa tanah
Berhubungan dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi 2. Peta evaluasi lahan
Memperlihatkan peta tata guna lahan
Berkaitan dengan peta batas wilayah dan peta tata guna lahan
Mana yg lebih bermanfaat bagi:
(a) petani,
Jenis peta yang paling bermanfaat ialah peta tanah. Karena dengan adanya peta tanah tersebut, petani dapat menentukan jenis komoditi apa yang cocok untuk ditanam sesuai dengan jenis tanah di daerah mereka.
(b) peneliti,
Untuk peneliti dibidang budidaya pertanian, maka peta tanahlah yang paling bermanfaat. Namun untuk peneliti dibidang kelestarian SDA dan pemanfaatan lahan maka peta evaluasi lahanlah yang paling penting. Karena peta tersebut dapat menginterpretasikan berapa luas lahan yang sudah beralih fungsi dan berapa besar tingkat alih fungsi tersebut.
(c) konsultan perkebunan,
Peta tanahlah yang paling penting. Karena dari peta tersebut, konsultan dapat mengetahui area mana yang subur dan dapat benefit bagi bisnis perkebunan kliennya.
(d) Mahasiswa
Peta evaluasi lahan yang paling penting. Karena peta evaluasi lahan sangat bermanfaat bagi mahasiswa, yaitu mahasiswa dapat mengetahui berapa persen lahan yang digunakan untuk pertanian, untuk perhutanan, untuk industri & developing, dan untuk pemukiman. Apabila jumlah lahan hijau < lahan pemukiman dan industry, maka sudah menjadi tugas mahasiswa untuk mencari solusi untuk menambah lahan hijau yang berkelanjutan tanpa mematikan kepentingan pembangunan.
7. Cari contoh deskripsi profil tanah (dari Internet) yang lengkap dengan data hasil analisis tanahnya (data laboratorium)! [Tiap kelompok beda Ordo Tanah : (Kel: 1. Inceptisol, 2, Vertisol, 3. Mollisol, 4. Alfisol, 5. Andisol, 6. Ultisol, 7. Oxisol, 8. Spososol, 9. Histosol, 10. Entisol.]
Kelompok kami mendapat bagian untuk mendeskripsikan profil tanah dan data hasil analisis tanah Histosol.
1. Pengertian :
Merupakan tanah yang mengandung bahan organik tinggi dan tidak mengalami permafrost, yang berkembang dimana tanah jenuh terus-menerus. Ciri histosol tergantung pada vegetasi alami yang ditimbun di dalam air dan tingkat perombakan.
2. Pembentukan:
Terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan, sampah hutan, atau lumut yang cepat membusuk yang terdekomposisi dan terendapkan dalam air. Kebanyakan selalu dalam keadaan tergenang sepanjang tahun, atau telah didrainase oleh manusia. Histosol sama halnya dengan tanah rawa, tanah organic dan gambut. Proses Pembentukan Tanah gambut terbentuk karena laju akumulasi bahan organik melebihi proses mineralisasi yang biasanya terjadi pada kondisi jenuh air yang hampir terus menerus sehingga sirkulasi oksigen dalam tanah terhambat. Hal tersebut akan memperlambat proses dekomposisi bahan organik dan akhirnya bahan organik itu akan menumpuk. Histosol mempunyai kadar bahan organic sangat tinggi sampai kedalaman 80 cm (32 inches) kebanyakan adalah gambut (peat) yang tersusun atas sisa tanaman yang sedikit banyak terdekomposisi dan menyimpan air. Tanah histosol biasa 11 terbentuk di daerah rawa atau di dataran rendah yang tergenang air, dan mengandung banyak bahan organik, dengan relief agak darat atau bukan di daerah yang curam, tanah histosol terbentuk pada iklim tropis hingga panas. Umur tanah histosol cenderung mudah hingga menengah.
3. Sifat dan karakteristik :
Jenis tanah Histosol merupakan tanah yang sangat kaya bahan organik keadaan kedalaman lebih dari 40 cm dari permukaan tanah. Umumnya tanah ini tergenang air dalam waktu lama sedangkan didaerah yang ada drainase atau dikeringkan ketebalan bahan organik akan mengalami penurunan (subsidence). Bahan organik didalam tanah dibagi 3 macam berdasarkan tingkat kematangan yaitu fibrik, hemik dan saprik. Fibrik merupakan bahan organik yang tingkat kematangannya rendah sampai paling rendah
(mentah) dimana bahan aslinya berupa sisa-sisa tumbuhan masih nampak jelas. Hemik mempunyai tingkat kematangan sedang sampai setengah matang, sedangkan sapri tingkat kematangan lanjut.Tanah gambut di Indonesia pada umunya mempunyai reaksi kemasaman tanah (pH) yang rendah, yaitu antara 3,0 –5,0.Tanah gambut memiliki berat isi yang rendah berkisar antara 0,05 –0,25 gcm3, semakin lemah tingkat dekomposisinya semakin rendah berat isi (BD), sehingga daya topang terhadap bebadan diatasnya seperpti tanmana, banguanan irigasi, jalan, dan mesin-mesin pertanian adalah rendah. Gambut yang sudah direklamasi akan lebih padat dengan berat isi antara 0,1 –0,4 gcm3. Porositas tanah tinggi, penyusutan volume tanah gambut (irreversible) sehingga mudah terbakar, dan apabila tergenang akan mengembang dan hanyut terbawa arus. Karena terbentuk dalam air tanah, histosol jarang dijumpai hewan, namun lebih banyak berupa serat-serat tanaman yang berasal dari tanaman yang sudah hancur.
4. Pengelolaan :
Di Amerika serikat bagian utara, tanah-tanah ini digunakan untuk memproduksi bawang, sledri, “mint”, kentang, kubis, “cranberris”, wortel dan tanaman ubi-ubian lainnya. Akhir musim semi adalah ancaman terbesar pada pertumbuhan tanaman di daerah sedang. Ancaman lain adalah kebakaran dan erosi angin, metode khusus dalam pengerjaan tanah bersama dengan pemberian pupuk dengan hati-hati diperlukan untuk menaikan produktivitas tertinggi tanah.
Tanah jenis ini mempunyai ciri dan sifat antara lain ketebalannya tidak lebih dari 0,5m, warnanya coklat kelam sampai hitam, tekstur debu – lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat - agak lekat, kandungan organik terlalu banyak yaitu lebih dari 30
% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat asam (pH 4,0), dan kandungan unsur hara rendah. Sebagai bahan koloid kuat yang mampu ikat air, mengandung mineral sesuai dengan kategori termuda, kadar C 58%, H 5,5%, O 34,5% dan N 2%, BJ dan BV rendah
Kebanyakan Histosol mempunyai bulk density kurang dari 1g/cc, bahkan ditemukan Histosol dengan bulk density 0,06 g/cc. Makin lanjut tingkat dekomposisi bahan organik, bulk density makin meningkat. Jumlah bagian mineral tanah dan jenis vegetasi juga menentukan bulk density.
Histosol mempunyai kadar air sangat tinggi, baik atas dasar volume maupun berat tanah. Kebanyakan air tertahan dalam pori – pori kasar (air gravitasi) atau dalam pori – pori yang sangat halus sehingga tidak tersedia air untuk tanaman. Karena Histosol
mengkerut bila kering, maka sifat kelembabannya lebih baik apabila didasarkan pada volume basah.
Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah Histosol disebabkan oleh gugusan karboksil dan phenolik, dan juga mungkin gugus fungsional yang lain. Gugusan – gugusan fungsional yang lain tersebut bertambah seiring dengan bertambahnya dekomposisi bahan organik sehingga kapasitas tukar kation meningkat hingga 200 cmol (+) /kg atau lebih tinggi. Muatan dalam bahan organik ini adalah muatan tergantung pH, sehingga kapasitas tukar kation tanah Histosol dapat berubah dari 10-20 cmol (+) /kg pada pH 3,7 menjadi lebih dari 100 cmol (+)/kg pada pH 7.
Adanya horison tak berstruktur karena mengandung bahan organik yang sangat banyak sehingga tak alami perkembangan profil. Tetapi berbentuk seperti pasta yang dapat menghambat drainase, sehingga air menggenang di musim hujan dan merusakkan pertumbuhan tanaman.