i
RUJUKAN EXPANDING MATERNAL DAN NEWBORN SURVIVAL) DI KABUPATEN PINRANG
NasrulNasir
Nomor Stambuk : 10564 01569 12
PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017
iv NamaMahasiswa : NasrulNasir NomorStambuk : 10564 01569 12 Program Studi : IlmuPemerintahan
Menyatakanbahwabenarkaryailmiahiniadalahpenelitiansayasendiritanpabantuanda ripihak lain atautelah di tulis/dipublikasikan orang lain ataumelakukanplagiat.
Pernyataaninisayabuatdengansesungguhnyadanapabiladikemudianharipernyataani nitidakbenar, makasayabersediamenerimasanksiakademiksesuaiaturan yang berlaku, skalipunitupencabutangelarakademik.
Makassar, 1 Maret2017
Yang Menyatakan ,
NasrulNasir
Newborn Survival di Kabupaten Pinrang (dibimbing oleh Hj Muhajirah Hasanuddin dan Hj Ihyani Malik)
Permasalahan yang menjadi pembahahasan dalam Penelitian ini adalah bagaiamana inovasi Pemerintah Daerah serta untuk mengetahui manfaat yang diperoleh oleh masyarakat setelah Inovasi Si jari Emas diterapkan di Kabupaten Pinrang. Tipe Penelitian yang digunakan adalah dekskriktif kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan secara jelas tentang apa yang dihasilkan dari Inovasi yang dibuat baik dari gagasan baru, produk dan jasa dan upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Pinrang.
Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah pendekatan deskripsi kualitatif. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan kesehatan Sistem informasi jejarin rujukan expanding maternal dan newborn survival di Kabupaten Pinrang, dengan menggunakan indikator a) Gagasan baru yakni Inovasi Pemerintah Daerah dibentuknya Tim emegenci.yang bertujuan untuk mengatasi kemungkinan terjadinya hal hal yang tidak diinginkan serta untuk menghindari mencegah timbulnya kepanikan serta mencegah tindakan tindakan yang salah. b) Produk dan Jasa yakni, memunculkan sebuah hal yang baru berupa melakukan sebuah sosisalisasi di daerah bahwa akan adanya inovasi yang diterapkan serta kerjasama dengan pihak USAID dalam pengembangan tenaga medis. c) Upaya Perbaikan, yakni melakukan sebuah upaya dalam memperbaiki seluruh aspek yang dinilai masih kurang sebelumnya dalam mengembangkan sebuah inovasi misalnya pada perbaikan alat alat yang digunakan pada alat yang memenuhi kriteria SI JARI EMAS serta perbaikan kinerja tim medis agar lebih efektif. d) manfaat yang dimaksud dalam hal ini adalah apakah Inovasi Si JARI EMAS memiliki pengaruh yang positif, serta hasil yang dicapai dari upaya pemerintah dalam membuat sebuah Inovasi.
Kata Kunci : Inovasi, Pemerintah Daerah, pelayanan Kesehatan, SI JARI EMAS
vi
“Assalamu Alaikum warahmatullahi Wabarakatuh”
Dengan memanjatkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kehadirat Allah S.W.T, atas Rahmat dan Taufik-Nya jualah sehingga penulisan skripsi yang berjudul “Inovasi Pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan SI JARI EMAS (sisem informasi jejaring rujukan expanding maternal dan neonatal survival) dikabupaten Pinrang ” dapat diselsesaikan. Skripsi ini merupakan tugas akhir yang diajukan untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana Ilmu Pemerintahan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
Penulis menyatakan dari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga terkhusus Buat orang tuaku tercinta terutama Ibunda-kuP. Badaria danayahanda-kuIr. Nasir marzukitercinta atas segala bimbingan, kasih sayang yang tulus, jasa dan pengorbanannya sepanjang masa sehingga skripsi ini bisa saya kerjakan dengan baik, penghargaan, simpuh dan sujud serta doa semoga Allah SWT memberinya umur panjang, kesehatan dan selalu dalam lindungannya, dan kepada seluruh keluarga yang senantiasa memberikan motivasi serta arahan- arahan selama penulis menempuh pendidikan sampai pada penyelesaian skripsi ini.
vii
perbaikan yang amat berharga sejak dari awal sampai selesainya skripsi ini.
Gagasan-gagasan beliau merupakan kenikmatan intelktual yang tak ternilai harganya. Teriring Doa semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa menggolongkan upaya-upaya beliau sebagai amal kebaikan.
Selanjutnya pada kesempatan ini penulis tak lupa mengucapkan Penghargaan dan Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya terutama kepada :
1. Bapak Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE. MP
sebagaiRektorUniversitasMuhammadiyahMakassar, yang telahmembinaUniversitasinidengansebaik-baiknya.
2. Bapak Dr. H. Muhammad Idris M.Si,
selakuDekanFakultasIlmuSosialdanIlmuPolitik, yang telahmembinafakultasinidengansebaik-baiknya.
3. Bapak A. LuhurPrianto, S.IP.M.SI,
SelakuketuajurusanIlmuPemerintahanfakultasIlmuSosialdanIlmuPolitik, yang telahmembinajurusaninidengansebaik-baiknya, beliautelahberperansebagai orang tuaakademikbagisaya.
4. SegenapDosenfakultasIlmuSosialdanIlmuPolitikUniversitasMuhammadiyah
Makassar yang telah member
bekalilmukepadapenulisselamamenempuhpendidikandilembagaini.
viii
sosialdanilmuPolitikUniversitasMuhammadiyah Makassar khususnyaangkatanyang banyakmembantudalammelengkapi data penelitianpenulisditengahkesibukannyaDemi kesempurnaanskripsiini, saran
dankritik yang
sifatnyamembangunsangatpenulisharapkan.Semogaskripsiinibermanfaatdanat asbantuansertabimbingansemuapihaksenantiasamendapatkanpahala yang berlipatgandadari Allah Subhanahuwataala.Amin YaRabbalAlamin.
Makassar, 1Maret 2017
NasrulNasir
Halaman Pengesahan... ii
Halaman Penyataan Keaslian Proposal... iii
Kata Pengantar ... iv
Daftar Isi ... v
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 6
D. Kegunaan Penelitian... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Inovasi... 7
1. Pengertian Inovasi... 7
2. Sifat Perubahan dalam Inovsi ... 9
B. Konsep Tentang Pemerintah Daerah... 11
1. Pengertian Pemerintah ... 11
2. Pengertian Pemerintah Daerah... 18
C. Konsep Pelayanan Kesehatan ... 22
D. Konsep Inovasi Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newbron Survival (SI JARI EMAS) ... 26
E. Kerangka Pikir ... 31
F. Fokus Peneltian ... 31
G. Deskripsi Fokus Penelitian... 32
BAB III MEODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 33
B. Jenis Tipe Penelitian ... 32
C. Sumber Data... 34
D. Informan Penelitian... 34
E. Teknik Pengumpulan Data... 35
F. Teknik Analisis Data... 36
G. Keabsahan Data... 36
3. Kesehatan ... 40
B. Visi dan Misi lokasi penelitian... 41
C. Inovasi PEMDA dalam pelayanan kesehatan SI JARI EMAS ... 42
1. Gagasan Baru ... 43
2. Produk dan Jasa... 48
3. Upaya Perbaikan ... 52
D. Manfaat Inovasi SI JARI EMAS bagi Masyarakat... 59
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 66
B. Saran... 68 DAFTAR PUSTAKA
1 A. Latar Belakang
Upaya pemerintah dalam melaksanakan pembangunan bertujuan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, maka mutlak diadakan adanya pembangunan disegala bidang baik materil maupun sprituil.Dalam merencanakan pembangunan di suatu daerahjuga di perlukan adanya data yang valid dalam menyusun dan merencanakan yang dapat mengkoordinasikan dan mensinkronasikan serta mengintegrasikan segenap rencana pembangunan berdasarkan data yang ril dari suatu penelitian. Agar pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mempunyai wilayah yang sangat luas berjalan dengan baik, maka dalam penyelenggaraan pemerintahnya yang terbagi atas daerah yang besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahan.
Dibentuknya daerah otonom dengan penyelengaraan wewenang daerah otonom, berikut tugas dan kewajiban serta tanggung jawab diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah guna mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dalam penyelenggaraan pemerintah daerah pada diri sendiri sebagai kepala wilayah/daerah melekat dua fungsi, disatu sisi dia berfungsi sebagai kepala daerah sedangkan disisi lain dia berfugsi sebagai kepala wilayah (dalam hal ini merupakan wakil pemerintah pusat di daerah).Kepala wilayah adalah penguasa tunggal di bidang pemerintahan,mengkoordinasikan pembangunan dan membina masyarakat di segala bidang.
Pembangunan yang bereontasikan pada pembangunan di sektor kesehatan, dalam pelaksanaanya sangat mensyaratkan keterlibatan langsung pada masyarakat pada umumnya dan dinas kesehatan pada khususnya sebagai pelaku pembangunan maupun yang menjadi sasaran pembangunan (partisipasi pembangunan). Karena hanya dengan bantuan dinas kesehatan dan partisipasi masyarakat penerima program, maka hasil pembangunan ini akan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Maka dengan adanya kesesuaian ini maka hasil pembangunan akan memberikan manfaat yang optimal bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perencanaan dengan melibatkan masyarakat dianggap tidak efektif dan cenderung menghambat pencapaian tujuan pembangunan. Ada beberapa pertimbangan kemudian tidak melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yaitu waktu yag lama, serta kemungkinan besar akan banyak sekali pihak-pihak yang menentang pembangunan tersebut.Dalammeningkatkan kualitas hidup pada Kematian Ibu dan anak di suatu daerah, maka di buat suatu Inovasi menurut( Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2013) bagian kedua pasal 2 adalah sebagai berikut.
a. Terjadinya perubahan prilaku masyarakat, pemerintah kabupaten dan pemberi layanan kesehatan kedalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang kurang menguntungkan.
b. Tercapainya peningkatan akses Pelayanan sehingga percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita dapat terwujud.
c. Tercapainya peningkatan akses informasi tentang pelayanan.
d. Tercapainya kerjasama antar stackholder dalam menurungkan angka kesakitan, kematian ibu,bayi baru lahir, bayi dan anak balita, serta
e. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita.
Selain itu dalam melaksanakan proses pembangunan yang partisipatif adalah belum dipahaminya konsep partisipasi yang berlaku di kalangan lingkungan aparat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berdasarkan kemauan masyarakat untuk mendukung secara mutlak program-program pemerintah yang dirancang dan ditentukan tujuannya oleh pemerintah. Tujuan yang dimaksud dalam hal ini pembangunan pada bidang kesehatan tepatnya pengurangan kematian pada ibu dan anak. Sehingga pemerintah terdorong dalam melakukan sebuah inovasi.
Inovasi yang dimaksud adalah bentuk perbaikan dalam rangka peningkatan pelayanan ke masyarakat. Inovasi ini diawali lima tahun lalu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, menjadi daerah dengan rapor merah untuk pelayanan kesehatan.
Indikatornya adalah angka kematian ibu dan bayi yang sangat tinggi. Pada 2011 Kabupaten Pinrang menempati urutan keempat sebagai kabupaten dengan jumlah kasus kematian ibu tertinggi. Hal itu memaksa pemerintah daerah melakukan perbaikan di segala sektor. Pemerintah kabupaten lantas menghadirkan inovasi unggulan yang diberi nama Si Jari EMAS (Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival). Dengan inovasi yang dihadirkan oleh pemerintah daerah tersebut, rapor merah tersebut perlahan terlepas. Pada
tahun pertamanya, program itu berjalan sukses dan mampu menekan kematian ibu hingga 80 persen setahun.
Berdasar data dari dinas kesehatan, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) terus menurun setiap tahun. Pada 2011 AKI sebanyak 16 kasus dan AKB 43. Lalu pada 2012 AKI 4 kasus AKB 35. Pada 2013 AKI 3 kasus dan AKB 25 kasus. Kemudian, pada 2014 AKI tinggal 2 kasus dan AKB 25 kasus. Hingga Mei 2015, kasus AKI masih nihilsedangkan AKB tersisa 10 kasus.Inovasi Si Jari EMAS itu berupa penempatan bidan serta perawat di pelosok desa. Mereka siap membimbing ibu hamil hingga melahirkan di setiap desa.
Program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi. Terpenting masyarakat bisa terlibat untuk meningkatkan keselamatan ibu bersalin dan bayi baru lahir.
Menurut Pemerintah daerah, pada tahun-tahun awal menjalankan program itu pihaknya mengalami banyak kesulitan. Sebab ketersediaan tenaga andal yang siap membimbing ibu hamil sangat terbatas. Baru setelah 2012, dinas kesehatan dengan pendampingan dari EMAS USAID mampu membenahi kualitas layanan.
Hal-hal yang dilakukan dalam pelaksanaan peningkatan kualitas pelayanan adalah dengan melakukan banyak hal. Mulai pembentukan tim emergency dan SOP (standard operating procedure) hingga peningkatan kompetensi bidan. Pemkab juga memberikan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga medis atau skill assessment pada bidan. Hal lain yang juga dilakukan adaah dengan, menyediakan peralatan yang sesuai standar, melakukan pencegahan infeksi, mengadakan audit
near miss dan audit maternal perinatal, memperbaiki sistem rujukan dan sistem jejaring rujukan, serta menjalankan Si Jari EMAS.
Ada program lain untuk memperkuat jangkauan maupun mengukur indikator kinerja bidan dan perawat di setiap desa. Program itu adalah terobosan khusus yang memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Terutama saat menjalankan program Si Jari EMAS. Pada awal program itu dimulai, intervensi besar-besar dilakukan pada 15 puskesmas di Pinrang serta satu rumah sakit milik pemda dan satu rumah sakit swasta. Kurang lebih 90 bidan desa ditugasi untuk menyukseskan program ini,Khusus untuk penanganan bayi baru lahir dengan komplikasi, dibuat unit pelayanan perinatologi. Layanan itu menyiapkan ruang khusus untuk perawatan bayi baru lahir sampai umur 28 hari. Layanan perinatologi ini sendiri mulai ada sejak September 2012 di RSUD Lasinrang. Selain itu, sarana dan prasarana yang memadai disediakan untuk program Si Jari EMAS. Dalam rangka mengurangi angka kematian bayi yang baru lahir.
Untuk memonitor kemampuan perawat/bidan di ruang perinatologi, dilakukan penilaian kompetensi setiap tiga bulan. Selain mengevaluasi kinerja petugas, monitoring itu meningkatkan pengetahuan petugas dalam menangani kasus-kasus bayi baru lahir. Untuk membantu petugas kesehatan dalam proses manajemen ruang perinatologi, dibuatkan dasbor guna mengukur kinerja sekaligus sebagai alat bantu pelayanan. Unit Pelayanan Perinatologi RSUD Lasinrang telah menjadi tempat studi banding bagi beberapa rumah sakit di Provinsi Sulawesi Selatan. Di antaranya Rumah Sakit Bersalin Fatimah Makassar
dan RSIA Aisyiah St Khadijah Kabupaten Pinrang. Semua kasus neonatologi dalam lingkup Kabupaten Pinrang yang tidak membutuhkan pembedahan bisa ditangani di unit pelayanan perinatologi. Ketersediaan ruangan itu sudah diketahui berbagai pihak dalam lingkup Kabupaten Pinrang dan luar daerah. Kasus neonatal yang dulu dirujuk ke rumah sakit luar daerah kini bisa ditangani di RSUD Lasinrang Pinrang.Layanan itu juga terpilih sebagai salah satu di antara 33 inovasi terbaik pada 2014 dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Selain itu, menjadi nomine di ajang United Nation Public Service Award (UNPSA).
Begitu juga desentralisasi menjadi sebuah keputusan pemerintah yang artinya peluang potensi daerah membuat semakin besarnya kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan. Otonomi daerah harus di pandang sebagai peluang untuk keberdayaan masyarakat. Pemerintah daerah sebaiknya menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk dapat memperkuat jaringan dan mengintegrasikan seluruh jaringan kelompok yang ada dalam masyarakat kesebuah wujud kerja sama saling menguntungkan.
Kemudian untuk melaksanakan fungsinya sebagai koordinator di bidang pembangunan, Kepala wilayah/ daerah memerlukan bantuan dari dinas kesehatan dalam menangani kasus yang akan dijalankan, ia tidak dapat melaksanakan semua pekerjaan seorang diri, maka dalam hal ini kepala wilayah/daerah akan di bantu oleh dinas kesehatan dalam menangani kasus yang akan di jalankan yaitu pengurangan kematian ibu dan anak (Sistem Informasi Jejarin Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival) SI JARI EMAS.
Penyebab utama dibuat inovasi SIJARI EMAS karena dalam 4 tahun terakhir Kabupaten Pinrang selalu menempati urutan teratas dalam bidang kematian ibu dan anak sehingga pemerintah daerah sebagai pemegang pemerintahan yang sangat sentral berusaha menghapus rapor merah tersebut dengan membangun inovasi sistem informasi jejarin rujukan expanding maternal and newborn survival. Melalui inovasi tersebut permasalahan permasalan yang melibatkan langsung dinas kesehatan dapat tepecahkan. Kapasitas pemerintah daerah dalam mengembang tugas pokok melaksanakan serta membuat kebijakan daerah dibidang perencanaan pembangunan daerah sangat ditentukan kapasitasnya melalui menciptakan inovasi baru.
Bila ditelaah lebih jauh, terdapat beberapa akar permasalahan yang menjadi sumber penyebab lemahnya inovasi.Dalam hal ini permasalahan pada inovasi di analisis kedalam permasalahan koordinasi internal danpermasalahan koordinasi eksternal.Koordinasi internal meliputi koordinasi kerja antar bagian organisasi, baik secara horizontal maupun vertikel. Disisi lain mencakup semua kegiatan koordinasi dengan instansi lain.
Dalam lingkup internal biasanya inovasi yang dibuat biasanya disebabkan oleh tidak jelasnya pembagian tugas (job devision), kurang jelasnya prosedur operasi yang baku(standar operation procedure) yang mengatur mekanisme hubungan kerja internal antar yang menjalankan dan yang mengatur inovasi. tidak terditribusinya orang yang tepat di setiap posisi (the right man in the right place).
Lemahnya komitmen staf karena lemahnya kepemimpinan (leadership). Lebih jauh lagi tidak terdistribusinya orang yang tepat di setiap posisi di sebabkan oleh
terbatasnya sumber daya manusia yang kompoten dan tiadanya kebijakan pengembangan sumber daya manusia (human resource development) dan sistem jenjang karir sebagai penjabaran visi organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, untuk itulah pemerintah kabupaten Pinrang selaku institusi bertanggung jawab terhadap perencanaan pembangunan ini harus mengakomodir berbagai kepentingan yang ada pada masyarakatnya dengan melibatkan pihak-pihak yang ada pada dinas kesehatan. Keterlibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah khususnya pada dinas kesehatan akan sangat mendorong terciptanya suatu hasil perencanaan yang baik, karena masyarakat sebagai salah satu unsur dalam pembangunan. Tentunya dapat mengetahui sekaligus memahami apa yang ada pada wilayahnya.
Selain itu dalam penelitian ini inovasi dalam bidang pengurangan kematian ibu dan anak (SI JARI EMAS) Di Kabupaten Pinrang lebih difokuskan pada proses percepatan pencapaian sasaran penurunan angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB), sehingga mendapatkan hasil yang efisien dan efektif.
Bertitik tolak latar belakang diatas, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang Inovasi pemerintah daerah dalam bidang pengurangan kematian ibu dan anak yang setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan.berdasarkan hal tersebut maka judulnya penelitian dalam proposal ini yaitu “inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan (kasus si jari Emas di Kabupaten Pinrang)” sesuai dengan pendataan yang akurat dan teliti dalam arti dapat mengintegrasikan program pembangunan di pemerintah Kabupaten Pinrang.
Sehingga saling mengisi melengakapi dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan pembangunan yang lebih baik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya. Maka penulis merumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai beikut:
1. Bagaimana Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan kesehatan (kasus si jari Emas) di Kabupaten Pinrang?
2. Bagaimana nilai manfaat inovasi si jari Emas bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang?
C. Tujuan Penelitian
1. untuk mengetahui inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan (Kasus Si Jari Emas) di Kabupaten Pinrang?
2. untuk mengetahui manfaat inovasi SI JARI EMAS bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang?
D. Kegunaan Penelitian
1. Manfaat akademik dari hasil penelitian ini yaitu menjadi acuan atau refrensi bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin mengetahui dan mendalami bagaimana kinerja serta penerapan pemerintah daerah dalam menerapkan inovasi pelayanan kesehatan (kasus SI JARI EMAS) di Kabupaten Pinrang, serta dalam penyesuaian ilmu pemerintahan
2. Dari segi praktis kegunaan penelitian ini juga sebagai pedoman dan pembenahan proses pengembangan inovasi pemerintah daerah dalam pelayanan kesehatan ( Kasus SI JARI EMAS ) di kabupaten Pinrang.
10 A. KonsepInovasi
1. Pengertian Inovasi
Menurut Robbins (2007 :178) Inovasi adalah suatu gagasan baru yang di terapkan untuk meperkarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.Inovasi merupakan gagasan baru yang dihasilkan oleh siapa pun untuk memperoleh hal hal yang lebih produktif. Terkait dengan hal hal tersebut sebagai upaya untuk menyerasikan apa yang di inginkan serta penerapan untuk menwujudkan tujuan secara keseluruhan. dari pengertian tersebut lebih memfokuskan pada tiga hal utama yaitu:
1. Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi,termasuk dalam bidang Kesehatan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari gagasan ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal.
2. Produk dan jasa yaitu hasil langkahlanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih konkrik dalam bentuk produk dan jasayang siap dikembangkan dandiimplementasikan termasuk hasil inovasi.
3. Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga buah inovasi ini dapat dirasakan manfaatnya.
Menurut Robbins (2007: 180) Inovasi memiliki empat ciri yaitu:
a. Memiliki keakhasan khusus artinya suatu inovasi memilikiciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang diterapkan.
b. Memiliki ciri atau unsur pembaharuan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar orisonalitas dan kebaruan.
c. Inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana,dalam arti bahwa sebuah inovasi dilakukan melalui suatu proses yang tidak tergesa gesa, namun keinovasian di persiapkan secara matang dengan program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
d. Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan tujuan.
Inovasi yang di gulirkan memiliki tujuan program inovasi yang di lakukan harus memiliki arah yang akan dicapai,termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.Berdasarkan ciri diatas, menunjukkan bahwa perhatian sangat besar dari pembangunan suatu inovasi dalam sebuah daerah untuk membangun suatu daerah tersebut.Sebagaimana yang tertuang dalam ciri-ciri inovasi, dipandang sangat sangat penting dalam menwujudkan pembangunan daerahyang di dikembangkan dengan pembuatan inovasi terlebih dahulu atau dengan bahasa lain, keberadaan suatu inovasi tidak dapat dipisahkan dengan segala macam bidang dalam membangun suatu daerah.Guna menwujudkan tujuan secara keseluruhan.
Inovasi merupakan kegiatan penelitian,pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara menerapkanilmu pengetahuan dan tekhnologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
Menurut Schumper dalam dalam de jong dan den hartog (2003:34) bahwa inovasi adalah mengkreasikan dan mengimplementasikan sesuatu menjadi satu kombinasi, dengan inovasi maka seseorang dapat menambahkan nilai dan produk,pelayanan,proses kerja,pemasaran, sistem pengiriman dan kebijakan tidak hanya bagi perusahaan tapi juga stakeholder dan masyarakat.
Menurut Everett (muttaqin 2007:196) mendefinisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan praktek atau objek benda yang di sadari dan dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh sekelompok orang untuk diadopsi.
Apabila dianalisa lebih lanjutdari pengertian dari inovasi sehingga dapat di tuliskan kemampuan inovasi menurut Moekijat (2012 :65) kemampuan sebuah inovasi suatu lembaga di tentukan oleh sejumlah faktor yang di sebut sebagai dimensi kemampuan inovasi. Dimensi kemampuan inovasi antara lain meliputi visi dan strategi perekatan dasar konpetensi penguatan informasi dan kecerdasan organisasi, orientasi pasar dan pelanggan, kreativitas dan manajemen gagasan, sistem dan struktur organisasi dan manajemen tekhnologi.
2. Sifat Perubahan Dalam Inovasi
Menurut Moekijat (2012 :69) Sifat perubahan dalam inovasi di kelompokkan kedalam 6 bagian yaitu:
1. penggantian (substation)
Inovasi yang dimaksud didalam hal ini yaitu,penggantian jenis sekolah,penggantian bentuk perabotan, alat-alat atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang baru.
2. perubahan (alternation)
Perubahan yang di maksud adalah semisal mengubah guru yang tadinya hanya bertugas sebagai pengajar dan kemudian di tambah menjadi guru pembimbing dan penyuluhan/ mengubah kurikulum sekolah yang semula bercorak teoritis akademis menjadi kurikulum dan mata pelajaran yang berorientasi bernuansa keterampilan hidup praktis.
3. Penambahan (addition)
Penambahan yaitu adanya pengenalan cara penyusunan dan analisa item tes objektif di kalangan guru sekolah dasar dengan tidak mengganti dan mengubah cara cara penelitian yang sudah sah.
4. Penyusunan Kembali (Restrtuctturing)
Adalah Upaya menyusun kembali susunan peralatan menyusun kembali komposisi serta ukuran dan daya tampung kelas, menyusung kembali urutan mata pelajaran keseluruhan system pelajaran,system kepangkatan, sistem pembinaan karir baik untuk tenaga edukatif maupun pada tenaga admistratif, tekhnis dalam upaya perkembangan keseluruhan sumber daya manusia dalam sistem.
5. Penghapusan (elimination)
yaitu upaya menghapus mata matapelajaran tertentu, menulis halus atau menghapus kebiasaan untuk senangtiasa berpakian seragam dan rapi.
6. Penguatan (Reinforcement)
adalah upaya peningkatan atau pemantapan kemampuan tenaga tenaga atau fasilitas sehingga berfungsi secara optimal dalam permudahan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Ruang lingkup inovasi dalam organisasi Axtell dalam Janssen (2003 :69) yaitu bergerak mulai dari dan implementasi ide baru yang mempunyai dampak pada teori, praktek,produk atau skala yang lebih rendah yaitu perbaikan proses kerja sehari hari dan desain kerja, oleh karenanya, penelitian inovasi dalam organisasi dapat dilakukan tiga level yaitu pada inovasi individu, kelompok dan organisasi.
Lebih lanjut De Jong & Den Hartog (2003: 36) menguraikan bahwa inovasi incremental terlihat dar dua sektor yaitu.
a. knowledge-intesentive Service yakni usahanya meliputi pengembangan ekonomi sebagai contoh konsultan akutansi administrasi, R&D service, teknik computer, dan manajemen. sumber utama inovasi dari kemampuan mereka untuk memberikan hasil desain yang sesuai untuk pengguna layanan mereka hadirkan setiap kali dan tidak terstruktur.
b. supplier dominated service meliputi perdagangan retail, pelayanan pribadi.
B. Konsep Tentang Pemerintah Daerah 1. Pengertian Pemerintah
Secara etimologi kata pemerintah berasal dari kata “perintah” yang kemudian mendapat imbuhan “pe” menjadi kata “pemerintah” yang berarti badan atau organ elit yang melakukan pekerjaan mengurus suatu Negara.
Secara ilmiah, pengertian pemerintah dapat dibedakan dalam dua pengertian yaitu pemerintah sebagai organ (alat) negara yang menjalankan tugas (fungsi) dan perintah sebagai fungsi dari pada pemerintah.Istilah pemerintah dalam organ dapat pula dibedakan antara pemerintah dalam arti luas dan pemerintah dalam arti sempit.Pemerintah dalam arti luas adalah semua organ negara dan pemerintah dalam arti sempit adalah kekuasaan yang dimiliki oleh lembaga eksekutif (Kansil, 1984:21).
Pemerintah adalah organ yang berwenang memproses pelayanan publik dan berkewajiban memproses pelayanan civil bagi setiap orang melalui hubungan pemerintahan sehingga setiap anggota masyarakat yang bersangkutan menerimanya pada saat diperlukan, sesuai dengan tuntutan dan harapan yang diperintah. Dalam hubungan itu, bahkan warga negara asing atau siapa saja yang pada suatu saat berada secara sah (legal) di wilayah Indonesia berhak menerima layanan civil (sipil) tertentu, dan pemerintah wajib melayaninya.
Pemerintah maupun yang diperintah berada pada berbagai posisi dan melakukan berbagai peran satu terhadap yang lain, baik timbal balik maupun searah, seimbang maupun tidak. Hal inilah yang membentuk hubungan pemerintahan.
Berbagai konsep tentang pemerintah antara lain:
1. Pemerintah dalam arti sempit yaitu lembaga negara yang memegang kekuasaan eksekutif saja.
2. Pemerintah dalam arti luas adalah semua lembaga negara yang oleh
konstitusi negara disebut sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan. Hal ini telah diatur dalam UUD 1945, di mana dinyatakan bahwa kekuasaan pemerintahan meliputi fungsi legislatif dan fungsi eksekutif. Bahkan kepada presiden dilimpahkan “concentration of power and responsibility”
(terpusat pada kekuasaan dan tanggung jawab).
3. Pemerintah dalam konsep pemerintah pusat, yaitu pengguna kekuasaan negara pada tingkat pusat (tertinggi), pada umumnya dihadapkan pada konsep pemerintah daerah.
4. Pemerintah dalam konsep pemerintah daerah. Berbeda dengan pemerintah pusat yang dianggap mewakili negara, pemerintah daerah dianggap mewakili masyarakat karena daerah adalah masyarakat hukum yang tertentu batas-batasnya.
Pembentukan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat Pasal 18 Undang- Undang Dasar 1945 menjadi dasar dari berbagai produk undangundang dan peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur mengenai pemerintah daerah.
Tujuan pembentukan daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat disamping sebagai sarana pendidikan politik ditingkat lokal.
Menurut Suhady dalam Riawan (2009:197) Pemerintah (government) ditinjau dari pengertiannya adalah sebagai pengarahan dan administrasi yang berwenang atas kegiatan masyarakat dalam sebuah Negara, kota dan sebagainya.
Pemerintahan dapat juga diartikan sebagai lembaga atau badan yang
menyelenggarakan pemerintahan Negara, Negara bagian, atau kota dan sebagainya. Pengertian pemerintah dilihat dari sifatnya yaitu pemerintah dalam arti luas meliputi seluruh kekuasaan yaitu kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.Sedangkan pemerintah dalam arti sempit hanya meliputi cabang kekuasaan eksekutif saja. (W. Riawan Tjandra 2009:197).
Pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu melalui otonomi seluas-luasnya daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.Pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah, perlu memperhatikan hubungan antar susunan pemerintah dan antarpemerintah daerah, potensi dan keanekaragaman daerah.
Sebagaimana telah disebut di atas Undang-undang Dasar 1945 merupakan landasan yang kuat untuk menyelenggarakan Otonomi Daerah.Pasal 18 Undang- Undang Dasar Tahun 1945 menyebutkan adanya pembagian pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. Pemberlakuan sistem otonomi daerah merupakan amanat yang diberikan oleh Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Amandemen Kedua Tahun 2000 untuk dilaksanakan berdasarkan undang-undang yang dibentuk khusus untuk mengatur pemerintahan daerah.
Undang-Undang Dasar 1945 pasca-amandemen itu mengatur mengenai pemerintahan daerah dalam Bab VI, yaitu Pasal 18, Pasal 18A, dan Pasal 18B.
Sistem otonomi daerah sendiri tertulis secara umum dalam Pasal 18 untuk diatur lebih lanjut oleh undang-undang.Pasal 18 ayat (2) menyebutkan, “Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.”Selanjutnya, pada pasal 18 ayat (5) tertulis, “Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.”Pasal 18 ayat (6) menyatakan, “Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.
Sesuai dengan dasar hukum yang melandasi otonomi daerah, pemerintah daerah boleh menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.Maksudnya pelaksanaan kepemerintahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah masih berpatokan pada undang-undang pemerintahan pusat. Siswanto Sunarno (2009:8) berpendapat bahwa konsep pemikiran tentang otonomi daerah mengandung pemaknaan terhadap eksistensi otonomi tersebut terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemikiranpemikiran tersebut antara lain :
Pemikiran pertama, bahwa prinsip otonomi daerah dengan menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya.Arti seluas-luasnya ini mengandung makna bahwa daerah diberikan kewenangan membuat kebijakan daerah, untuk memberi pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang
bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.Pemikiran kedua, bahwa prinsip otonomi daerah dengan menggunakan prinsip otonomi yang nyata dan bertanggung jawab.Prinsip otonomi nyata adalah suatu prinsip bahwa untuk menangani urusan pemerintahan dilaksanakan berdasarkan tugas, wewenang, dan kewajiban yang senyatanya telah ada, serta berpotensi untuk tumbuh, hidup dan berkembang sesuai dengan potensi dan kekhasan daerah. Dengan demikian, isi dan jenis otonomi bagi setiap daerah tidak selalu sama dengan daerah lainnya.
Adapun otonomi yang bertanggung jawab adalah otonomi yang dalam penyelenggaraannya harus benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi, yang pada dasarnya untuk memberdayakan daerah termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan bagian utama dari tujuan Nasional.
Sedangkandalam kajian pemerintah yang baik (good governance) yang di kutif oleh Mardiasmo (2002: 17) mendefinisikan good governance sebagai berikut:
a. Sebagai penyelenggara manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab dengan prinsip dasar efisiensi
b. Menghindari salah alokasi dana investasi dan mencegah korupsi, baik secara praktek maupun administrasi.
c. Menjalankan disiplin anggaran penciptaan legal dan political frame work bagi tambahnya aktifitas usaha.
Secara sedehana pengertian good governance adalah pemerintahanyang bersih dan beribawa.
Mardiasmo (2000 : 18) mengutip pendapat United Nation Developmen program (UNDP), bahwa karakteristik pelaksanaan good governance adalah sebagai berikut.
a. Partticipation, yaitu adanya keterlibatan masyarakat baik langsung maupun tidaklangsung melalui lembaga wakil rakyat menyampaikanapresiasi atas dasar kebebasan berasosiasi dan berbicara serta berpartisipasi secara konstruktif.
b. Tranparancy, yaitu transparansi di bangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik secara langsung yang dapat diperoleh oleh yang membutuhkan.
c. Responsivenes, yaitu lembaga lembaga publik harus cepat tanggap dalam melayani stakeholder.
d. census Orientasion yaitu berorientasi pada kepentingan masyarakat yang lebih luas.
e. Equity, yaitu setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama memperoleh kesejahtraan dan keadilan.
f. Efficiency and effectiveness, yaitu pengelolaan sumber daya publik yang di lakukan secara berdaya guna dan berhasil guna.
g. Accountability, yaitu bertanggung jawab kepada publik yang atas setiap aktivitas yang di lakukan.
h. strategi Visoin, yaitu berorientasi pada visi yang telah ada.
Dari kesembilan karateristik di atas terdapat tiga hal yang dapat diperankan oleh akntansi pemerintah yaitu:
a. penciptaan transparansi b. akuntabilitas public
c. value for Money ( ekonomi, efficiency and effectivieness)
Selanjutnya Governance Finance Associationdalam bukunya governmental accounting Auditing and financial Reforting dalam Sugiarto (1995 : 2) mengemukakan bahwa untuk dapat memehami model pemerintahan dengan dengan tepat diperlukan tiga hal sebagai berikut :
1. Struktur pemerintahan, struktur pemerintahan pada umumnya di butuhkan untuk melindungi dan melayani kebutuhan warga Negaranya.
2. Sifat dan sumber daya di sektor swasta terdapat hubungan langsung antara barang dan jasa yangt di berikan dengan harga yang harus di bayar, sedangkan di sector public kepuasana masyarakat dan ketaatan pada aturan mejadi perhatian.
3. Proses politik
2. Pengertian PEMDA ( Pemerintah Daerah)
Perubahan ke 4 UUD 1945 menyatakan jelas mengenai bentuk dan susunan pemerintahan daerah dalam kerangka Negara Republik Indonesia pasal 18 ayat 1 Berbunyi “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah daerah daerah provinsi, kabupaten, kota itu mempunyai pemerintahan yang diatur oleh pemerintahan daerah yang diatur oleh undang undang”.
Sedangkan menurut UUD Pasal 18 ayat (5) menyebutkan bahwa, Pemerintah daerah otonom yang dapat menjalankan urusan pemerintahan dengan
seluas luasnya serta mendapat untuk mengatur kewenanangan pemerintah kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang undang ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
Definisi Pemerintah daerah didalam UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah pasal 1 ayat 2, adalah sebagai penyelenggara urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Indonesia sebagaimana di maksud dalam Undang Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Melihat definisi pemerintah daerah seperti yang telah dikemukakan diatas, maka yang dimaksud pemerintah daerah dan DPRD dengan asas desentralisasi dimana unsur penyelenggara pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota.
Menurut Undang Undang No 32 Tahun 2004 pemerintah daerah mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.
b. Menjalankan otonomi seluas luasnya, kecuali urusan pemerintahan dengan tujuan meningkatkan kesajahtraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah.
c. Pemerintah daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan memiliki hubungan pemerintahan pusat dan pemerintah daerah.
Menurut Undang Undang No 32 urusan pemerintah daerah sangat bertalian erat dengan beberapa asas dalam pemerintah suatu Negara.yakni sebagai berikut:
a. Asas Sentralisasi
Asas sentralisasi adalah sistem pemerintah dimana sistem pemerintahan dimana sistem pemerintahan dimana segala kekuasaan dipusatkan di pemerintah daerah.
b. Asas Desentralisasi
Asas Desentarlisasi adalah penyerahan wewenang pemerintah oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan dalam sistem Negara Republik Indonesia.
c. Asas dekonsentrasi
Asas dekonsentrasi adalah pemerintah oleh pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah kepada instansi vertikal wilayah tertentu.
d. Asas Tugas pembantuan
Asas Tugas Pembantuan adalah penugasan pemerintah kepada daerah atau desa dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota dan atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk tugas tertentu.
Asas desentralisasi dalam pemerintahan daerah di Indonesia dapat ditanggapi sebagai hubungan hukum keperdataan, dimana terdapat penyerahan sebagian hak dari pemilik hak kepada sebagian penerima hak, dengan obyek tertentu.pemilik hak pemerintahan tersebut di berikan kepada pemerintah daerah, dengan objek hak berupa kewenangan pemerintahan dalam bentuk untuk
mengatur urusan pemerintahan, dengan tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan menurut (dianchoco.blogspot.co.id/2013) tujuan utama yang ingin dicapai melalui kebijaksanaan desentralisasi yaitu:
a. Tujuan politik akan memposisikan pemerintah daerah sebagai medium pendidikan politik bagi masyarakat ditingkat local dan secara agregat akan berkontribusi pada pendidikan politik secara Nasioanal. Untuk mencapai tujuan civil society.
b. Tujuan Administratif akan memposisikan pemerintah daerah sebagai unit pemerintah di tingkat local yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan masyarakat secara efektif,efisien dan ekonomi.
Sejalan dengan pendapat tersebut, ide desentralisasi yang terwujud dalam konsep otonomi daerah sangat terkait dengan konsep pemberdayaan masyarakat.Oleh karena itu dalam desentralisasi terdapat tiga dimensi utama yaitu:
1. Dimensi Ekonomi, Rakyat memperoleh kesempatan dan kebebasan untuk mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga mereka secara relative melepaskan ketergantungannya terhadap bentuk bentuk intervensi pemerintah, termasuk didalamnya mengembangkan paradigma pembangunan yang berorientasi.
2. Dimensi politik yakni berdaya masyarakat secara politik yaitu ketergantungan organisasi rakyat dari pemerintah.
3. Dimensi Psikologis yakni perasaan individu yang terakumulasi menjadi perasaan kolektif bersama bahwa kebebasan menentukan nasib sendiri menjadi sebuah keniscayaan demokrasi.
Seiring dengan prinsip di atas, dan tujuan serta cita-cita yang terkandung dalam undang-undang yang terkait penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat.Di samping itu, penyelenggaraan otonomi daerah juga harus menjamin keserasian hubungan antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Artinya, mampu membangun kerja sama antar daerah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan antar daerah. Hal yang tidak kalah pentingnya bahwa otonomi daerah juga harus mampu menjamin hubungan yang serasi antar daerah dengan pemerintah.Artinya, harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah negara dan tegaknya Negara Kesatua Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan negara.
C. Pengertian Pelayanan Kesehatan.
Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga menurut Notoadmojo (2012 : 11) mengemukakan bahwa pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat.
Menurut Lavely dan Lomba (1973 : 75) adalah upaya yang diselenggarakan sendiri maupun secara bersama sama dalam suatub organisasi
untuk memelihara,mencegah dan meningkatkan kesehatan serta menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatanperorangan,keluarga, kelompok dan masyarakat.
Menurut Departemen Kesehatan RI (2009) menyatakan bahwa pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang biasa diselenggarakan secara sendiri maupun bersama sama dalam satu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri, keluarga, kelompok maupun masyarakat sesuai dengan dengan batasan yang dimiliki.
Pelayanan yang berorientasi pada kesehatan manuasia dalam pelaksanaanya sangat mensyaratkan keterlibatan langsung masyarakat menerima program kesehatan (Partisipasi kesehatan).Karena dengan hanya dengan partisiapasi masyarakat sehingga pelayanan masyarakat. Maka dengan itu program kesehatan akan berjalan dengan baik.dengan adanya kesesuaian ini maka apa yang ingin di capai dapat memberikan fungsi yang optimal sehingga dapat menghasilkan kualitas yang maksimal.
Menurut aditya (2012 : 33) mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah.
a. menjaga dan memperhatikan bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dalam sistem operasional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
b. spontapitas dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaiakan masalah pelenggan.
c. penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan
pelenggan harus memiliki kemempuan untuki menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
d. perbaikan apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personil yang dapat menyiapkan usaha usaha khusus untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
Sedangkan hal hal yang mempengaruhi pelayanan kesehatan tersebut kualiatas pelayanan kesehatan menurut Parasuraman (1998 : 42) untuk mengevaluasi kualitas jasa pelanggan umumnya menggunakan menjadi 5 dimensi yaitu:
a. Tangibels/ Bukti langsung merupakan bukti nyata dari kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh penyedia jasa kepada konsumen.
b. Reliability/ keandalan merupakan kemampuan perusahaan untuk melaksanakan jasa sesuai dengan apa yang telah dijanjikan secara tepat waktu.
c. Rensponsivenes/ Ketanggapan yaitu merupakan kemampuan perusahaan yang dilakukan oleh langsung karyawan untuk memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap.
d. Assurance atau jaminan merupakan pengetahuan dan prilaku employed untuk membangun kepercayaan dan keyakinan pada diri konsumen dalam mengkomsumsi jasa yang ditawarkan.
Sedang menurut Hodgetts dan Casio (2004 : 54) jenis pelayanan kesehatan secara umum secara umum dibedakan menjadi atas dua bagian.
1. pelayanan kedokteran yaitu pelayanan kesehatan yang termasuk dalam kelompok pelayanan kiedokteran (Medical Service) ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat bersifat sendiri (Solo Practice) atau secara bersama sama dalam satu organisasi. Tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan, serta sasarannya terutama untuk perseorangan dan keluarga.
2. Pelayanan kesehatan Masyarakat yang termasuk dalam kelompok kesehatan Masyarakat ( Public healt service) di tandai dengan cara pengorganisasian yang umumnya secara bersama sama dalam satu organisasi. Tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit serta sasarannya untuk kelompok dan masyarakat.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pelayanan dapat disimpulkanbahwa pelayanan kesehatan adalah sub sistem pelayanan kesehatan yang tujuan utamanya adalah promotif (memelihara dan meningkatkan kesehatan), Preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan) dan rehabilitasi (pemulihan) kesehatan perorangan,keluarga, kelompok atau masyarakat, lingkungan maksud dari sub sistem disini dalam pelayanan kesehatan meliputi.
a. Input adalah sub elemen-sub elemen yang diperlukan sebagai masukan untuk berfungsi sistem.
b. Proses adalah suatu kegiatan yang berfungsi untuk mengubah masukan sehingga menghasilkan sesuatu (keluaran) yang direncanakan.
c. Output adalah hal hal yang dihasilkan oleh proses.
d. Dampak adalah akibat yang dihasilakan oleh keluaran setelah beberapa waktu lamanya.
e. Umpan balik adalah hasil dari proses yang sekaligus sebagai masukan untuk sistem tersebut.
f. Lingkungan adalah dunia luar sistem yang mempengaruhi sistem tersebut.
Berdasarkan pendapat diatas bahwa pelayanan kesehatan merupakan memberikan peleyanan dari pihak kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan sehingga bertolak ukur dari hal tersebut maka peleyanan kesehatan sehingga tujuan dan fungsi adalah untuk memberikan kepuasan yang maksimal oleh karena itu dealam rangka memberikan pelayanan harus dilakukan sesuai dengan fungsi pelayananMuninjaya(2004 : 37).
D. Konsep Inovasi Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival (SI JARI EMAS)
Desentralisasi sektor kesehatan di Indonesia berdampak baik maupun buruk pada pembangunan kesehatan, khususnya pada program kesehatan, khususnya pada program penurunan AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), desentralisasi kemungkinan pemerintah daerah membuat program pembangunan kesehatan spesifik yang sesuai yang sesuai dengan kebutuhan setempat. Namun desentralisasi juga memberikan peluang kepada pemerintah daerah melaksankan program pembangunan kesehatan yang tidak sesuai dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional sehingga berdampak pencapaian on come kesehatan Nasional yang tidak merata.bahkan menjadi lebih
buruk dibandingkan dengan system pemerintahan sentralistik. Sehingga memunculkan berbagai inovasi yang muncul pada bidan kesehatan,terutama pada pengurangan kematian ibu dan anak (SI JARI EMAS)
Menurut PERBUT(Peraturan Bupati) nomor 18 tahun 2013 SI JARI EMAS yaitu pelayanan rujukan gawatdaruratan meternal dan neonatal di kabupaten Pinrang secara efektif, efisienberkeadilan dan memenuhi tata kelola klinis pada wilayah pelayanan.
Berdasarkan pendapat diatas bahwa JARI EMAS adalah inovasi dalam penurunan kematian ibu dan anak, dalam hal ini pemerintahdaerah membuat inovasi tersebut dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:
a. Bahwa kematian ibu melahirkan (maternal) dan bayi baru lahir (Neonatal) masih berpengaruh signifikan terhadap pencapaianIndeks Pembangunan Manusia(IPM) Di kabupaten Pinrang.
b. Bahwa salah satu percepatan pencapaian sasaran penurunan kematian angka kematian ibu ( AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di kabupaten Pinrang adalah melalui kerjasama implementasi program expanding maternal and Neonatal survival (EMAS). USAID yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit dengan Pelayanan Obsertik Neonatal Emergensi Komprehensip (PONEK), Rumah sakit swasta, Klinik swasta,danPuskesmas dengan pelayanan obsertik neonatal emergensi dasar (PONED). Serta meningkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kegawatdaruratan
kesehatan ibu melahirkan (Maternal) dan bayi lahir (Neonatal). Mulai dari tingkat masyarakat, puskesmas hingga rumah sakit.
c. Bahwa perhitungan sejak tanggal 5 Agusstus 2013 fasilitas kesehatan yang didampingi oleh EMAS USAID untuk meningkatkan pelayanan emergency Maternal dan Neonatal serta memantapkan sistem rujukan emergensi layanan Maternal dan Neonatal serta pemantapan telah dinyatakan memenuhi persyaratan minimal sebagai vanguard program EMAS dan telah siap untuk melaksanakan fungsi pendampingan fasilitas kesehatan lainnya baik wilayah kerja pemerintah kabupaten Pinrang maupun Kabupaten lainnya yang akan melaksanakan program Emas.
d. Sehubungan dengan maksud pada huruf C diatas, maka fungsi pendampingan tersebutakan dilaksanakan dalam bentuk: (1) reflikasi yaitu implementasi program EMAS kepada fasilitas kesehatan lainnya (diluar vanguard) namun masih berada dalam batas administrasi pemerintah kabupaten Pinrang, (2) Perluasan yaitu implementasi program EMAS kepada fasilitas kesehatan lainnya di luar “Vanguard” namun berada diluar batas administrasi Pemerintahan.
e. Bahwa untuk efektifitas pelaksanaan pengembangan program penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir (Expanding Maternal and Neonatal Survival-Emas) baik dalam bentuk reflikasi di kabupaten Pinrang maupun perluasan program Emas diluar
wilayah kabupaten Pinrang, perlu dibentuk Tim pendamping Reflikasi dan perluasan programpenyelamat ibu melahirkan dan bayi Beberapa penjelasan diatas bahwa inovasi Si Jari Emas merupakan Inovasi yang dibuat langsung oleh pemerintah khususnya pada bidang Kesehatan untuk mengurangi Serta meningkatkan kwalitas hidup pada Kematian Ibu dan anak di suatu daerah, maka dari itu Tujuan di buat Inovasi terbut menurut( Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2013) bagian kedua pasal 2 adalah sebagai berikut.
a. Terjadinya perubahan prilaku masyarakat, pemerintah kabupaten dan pemberi layanan kesehatan kedalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang kurang menguntungkan.
b. Tercapainya peningkatan akses Pelayanan sehingga percepatan penurunan angka kesakitan dan kematian ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita dapat terwujud.
c. Tercapainya peningkatan akses informasi tentang pelayanan.
d. Tercapainya kerjasama antar stackholder dalam menurungkan angkan kesakitan, kematian ibu,bayi baru lahir,bayi dan anak balita. serta e. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi baru
lahir, bayi dan anak balita.
E. Kerangka Pikir
Si Jari Emas merupakan inovasi yang di buat oleh Pemerintah Daerahkhususnya di Kabupaten Pinrang untuk meningkatkan kualitas dan kehidupan masyarakat daerah yang dilakukan secara terus menerus khususnya
bagi masyarakat Kabupaten Pinrang, berlandaskan kemampuan daerah dan Kemampuan Nasional dengan Memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta memperhatikan perkembangan keadaan kesehatan pada tingkat Daerah, Nasional, dan Global.
Proses peranan setidaknya harus mengikuti tahapan Inovosai Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Kesahatan karena isi dari Inovasi tersebut merupakan hal yang penting dalam pelaksanaanSI JARI EMAS, maka dari itu menurutRobbins (2007 :178) menguraikan kepada 3 hak sebagai berikut:
1. Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang Kesehatan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari gagasan ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal.
2. Produk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang lebih konkrik dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan diimplementasikan termasuk hasil inovasi.
3. Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga buah inovasi ini dapat dirasakan manfaatnya.
Agar lebih jelas maka dapat di lihat di bagan kerangka pikir berikut ini:
Bagan Kerangka Pikir
F. Fokus Penelitian
Fokus dalam penelitian ini mengenai Pemerintah Daerah dan lebih mengacu kepada 3 hal yaitu.Gagasan baru, produk dan jasa, upaya perbaikan serta nilai manfaat dari inovasi Pemerintah Daerah bagi masyarakat Kabupaen Pinrang.
G. Deskripsi Fokus Penelitian
Inovasi Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival (SI
JARI EMAS)
Manfaat Inovasi Si Jari Emas bagi masyarakat di kabupaten Pinrang a. Kesejahtraan masyarakat b. Pelayanan yang baik c. Mengurangi kematian pada
ibu melahirkan dan bayi baru lahir
1. Gagasan Baru 2. Produk dan Jasa 3. Upaya perbaikan
a. Dampak b. kemitraan c. Keberlanjutan d.
1. Inovasi Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Kesehatan SI JARI EMAS ( Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Newborn Survival)
Inovasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Inovasi Pemerintah daerah yang dikenal dengan SI JARI EMAS. Inovasi pada Bidang pengurangan Kematian Ibu dan anak di Kabupaten Pinrang. Dalam pembuatan Inovasi tersebut pemerintah mengacu pada tiga hal yaitu a) gagasan baru, merupakan Sistem Informasi jejaring Rujukan expanding Maternal and Newborn Survival merupakan Inovasi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat khususnya pada ibu yang melahirkan serta pada bayi, dalam menyelaraskan agar inovasi yang dibuat dengan yang ada di lapangan maka Pemerintah Daerah membuat gagasan baru berupa di buatnya pendaping Emas USAID dalam meminimalisir kematian yang terjadi kedepannya serta pembentukan TIM Emergenci. b) Produk dan Jasa merupakan tindak lanjutdari gagasan baru diatas dengan pengembangan serta implementasian, hal ini berupa kegiatan langsung yang ada dilkukan di lapangan, contohnya peningkatan kapasitas tenaga atau medis. c)Upaya perbaikan yang dimaksud yaitu usaha yang tersistematis untuk melakukan penyempurnaan. Dalam kasus ini Pemerintah daerah membuat Inovasi ini untuk mengurangi kematian pada ibu dan bayi serta menghapus rapor merah yang selama 4 tahun yang lalu menyandang Kabupaten Pinrang. Dalam upaya perbaikan akan dihakimi oleh level yang terdiri dari dampak, kemitraan dan keberlanjutan.
2. Manfaat Inovasi Si JARI EMAS bagi masyarakat kabupaten Pinrang.
Manfaat yang dimaksud dalam hal ini merupakan apa yang telah dicapai oleh Inovasi tersebut apakah dalam hal ini mempunyai apa yang manfaat ataukah justru hal yang sebaliknya yang di dapat dalam sebuah Inovasi.
37 A. Waktu dan Lokasi Penelitian
Adapun waktu dalam penelitian ini adalahmulai januari sampai Februari 2017.Lokasi penelitian ini bertempat pada Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Pinrang.Dengan pertimbangan dari inovasi yang di buat oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kabupaten Pinrang. Dapat mengurangi angka kematian ibu dan angka anak di Kabupaten Pinrang yang bekerja sama langsung dengan Dinas Kesehatan.
B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu suatu jenis penelitian yang memberikan gambaran dengan jelas tentang inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus Si Jari Emas di Kabupaten Pinrang.
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini adalah Survey dengan didukung data kualitatif dimana peneliti berusaha untuk mengungkapkan suatu fakta atau realita mengenai inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus Si Jari Emas di Kabupaten Pinrang.
C. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini dijaring dari sumber data primer dan sekunder sesuai dengan tujuan penelitian ini.
1. Data Primer
Sumber data Primer adalah sumber data utama yang digunakan untuk menjaring berbagai data dan informasi yang terkait dangan fokus yang dikaji.Hal ini dilakukan melalui metode wawancara dan observasi.
2. Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber data pendukung yang diperlukan untuk melengkapi data primer yang di kumpulkan.Hal ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian dengan kebutuhan data lapangan yang terkait dengan Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus SI JARI EMAS di Kabupaten Pinrang.Data sekunder terutama diperoleh melalui dokumentasi.
D. Informan Penelitian
Adapun penentuan informan dalam penelitian ini berdasarkan purposive atau sengaja memilih orang-orang yang di anggap dapat memberikan informasi yang akurat sesuai maksud penelitian yaitu tentangInovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus SI JARI EMAS di Kabupaten Pinrang. Adapun tabel informan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.1 Tabel Informan
No Nama Inisial Jabatan/ starata Keterang
an
1. Mustaqim Basri S.sos. M,Si MB Sub bagian Kesra 1 Orang
2. Basri Laside S. Sos. MP BL Sub bagian Kesra 1 Orang
3. dr. H. Rusman Ahmad. M,kes HRA Kepala DinKes 1 Orang
4. dr. Zaenal Paturusi ZP Bagian Pengawas Tim Emas 1 Orang 5. dr. Hj. Fauziah Khallida. M,kes HFK Ketua tim Si JARI EMAS 1 Orang 6. A. Nuryanti Marni .M S.ip M,Si NMM Sub bagian Kesra 1 orang
7. Suciati SC Masyarakat/ Pasien 1 Orang
8 Asriati AS Masyarakat/ Pasien 1 Orang
9 Sukarwan SK Masyarakat/ keluarga pasien 1 Orang
JUMLAH 9 Orang
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini meliputi :
1. Observasi, yaitu penulis melakukan pengamatan dan pencatatan langsung yang secara sistematis terhadap Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus SI JARI EMAS di Kabupaten Pinrang.
2. Wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara bebas terstruktur, artinya peneliti mengadakan wawancara langsung dengan Unsur Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan, Kepala Bidang SI JARI EMAS, Masyarakat, dan wawancara bebas artinya peneliti bebas mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.
3. Dokumenasi yaitu pengambilan gambar dengan membaca keadaan penelitian yang relevan dengan Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus Si Jari Emas di Kabupaten Pinrang.
F. Teknik Analisis Data
Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2012:246) penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reducation, data display, dan conclusion drawing/verification, setelah peneliti melakukan pengumpulan data, maka peneliti melakukan anticipatory sebelum melakukan reduksi data, setelah data direduksi maka langkah selanjutnya adalah mendisplaikan data dengan penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Setelah itu adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti yang valid dan konsisten mengenai Inovasi Pemerintah Daerah dalam pelayanan Kesehatan Kasus SI JARI EMAS di Kabupaten Pinrang.
G. Keabsahan Data
Sugiyono (270:2012) Data penelitian yang dikumpulkan diharapkan dapat menghasilkan penelitian yang bermutu atau data yang kredibel, oleh karena itu peneliti melakukan pengabsahan data dengan berbagai hal sebagai berikut :
1. Perpanjangan Masa Penelitian
Peneliti akan melakukan perpanjangan masa pengamatan jika data yang dikumpulkan dianggap belum cukup, maka dari itu peneliti dengan melakukan pengumpulan data, pengamatan dan wawancara kepada informan baik dalam bentuk pengecekan data maupun mendapatkan data yang belum diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, peneliti menghubungi kembali para informan dan mengumpulkan data sekunder yang masih diperlukan.
2. Pencermatan Pengamatan
Data yang diperoleh peneliti dilokasi penelitian akan diamati secara cermat untuk memperoleh data yang bermakna. Oleh karena itu, peneliti akan memperhatikan dengan secara cermat apa yang terjadi dilapangan sehingga dapat memperoleh data yang sesungguhnya.
3. Triangulasi
Untuk keperluan triangulasi maka dilakukan tiga cara yaitu :
a. Triangulasi Sumber yaitu Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengecek pada sumber lain keabsahan data yang telah diperoleh sebelumnya.
b. Triangulasi Teknik yaitu Pengumpulan data yang diperoleh dari satu sumber dengan menggunakan bermacam-macam cara atau teknik tertentu untuk diuji keakuratan dan ketidak akuratannya.
c. Triagulasi Waktu yaitu Triagulasi waktu berkenan dengan waktu pengambilan data yang berbeda agar data yang diperoleh lebih akurat dan kredibel dari setiap hasil wawancara yang telah dilakukan pada informan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi objek penelitian
1. Karakteristik Objek Penelitian
Secara goegrafis Kabupaten Pinrang terletak di 3’- 4’ Lintang Selatan dan 119’ – 120’ Bujur Timur yang berbatasan langsung dengan kabuapaten Sidrap, Polman , Toraja, Mamasa, Engrekang serata Kota Pare – Pare dan Mempunyai 12 kecamatan dan memiliki beberapa Dinas diantaranya adalah Dinas Kesehatan.
Profil kesehatan Dinas kesehatan kabupaten Pinrang Tahun 2015 menyajikan gambaran status kesehatan di kabupaten Pinrang yang diterbitkan setahun sekali Profil ini memuat berbagai data tentang kesehatan dan data pendukung lainnya yang dianalisis sederhana dan ditampilkan dalam bentuk table dan grafik. Profil ini juga mer4upakan sarana yang sangat tepat untuk menggambarkan proses dan evaluasi (output). Kinerja yang telah ditentukan selama Tahun 2015 dan menjadi alat –pantau keberhasilan pencapaian dinas kesehatan yang pada akhirnya digunakan sebagai salah satu dasar penyususnan perencanaan tingkat puskesmas pada tahun 2015 di kabupaten Pinrang.
a. Keadaan Penduduk
Penduduk merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses keberlangsungan dalam menjalankan program
43
kesehatan, baik dari jumlah (Kuantitas), pertumbuhan,struktur umum, mobilitas dan mata pencaharian penduduk. Bidang Kependudukan diarahkan untuk pengendalian Kuantitas, Pengembangan kualitas dan pengarahan mobilitas.Menurut data BPS Kabupaten Pinrang pada tahun 2014 berdasarkan hasil.
Proyeksi berjumlah 364.087 jiwa, yakni dengan Jumlah laki laki 176.484 jiwa dan 187.603 jiwa, Rasio jenis kelamin memperlihatkan perkembangan penduduk berdasarkan jenis kelamin yaitu perbandingan laki laki dengan penduduk perempuan, rasio jenis kelamin pada tahun 2014 yaitu 96,39.
Penduduk di kabupaten Pinrang pada Tahun 2015 sebanyak 364.087 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, namun persebaran tersebut tidak merata. Persebaran yang tidak merata ini disebabkan oleh letak kecamatan yang merupakan jalur penghubung yang mudah diakses oleh sektor yang berpengaruh, sehingga perputaran rodea perekonomian di daerah daerah tersebut sangatlah mendorong terjadinya pergerakan yang cepat.
Kepadatan penduduk menunjukkan banyaknya penduduk perkilometer Persegi. Tingkat kepadatan di kabupaten Pinrang pada tahun 928 jiwa/km2 dimana tingkat kepadatan tertinggi terletak pda kecamatan watang sawitto 1059 Jiwa/km2 dan kepdatan terendah ada pada kecamatan Lembang dengan rata rata jumlah 53 Jiwa/km2.
b. Kesehatan
Jumlah sarana kesehatan yang ada di kabupaten Pinrang tahun 2016 terdiri dari 2 Rumah sakit, 16 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan, untuk tenaga medis tercatat 4 dokter dan 35 paramedik di setiap puskesmas.
c. Keluarga berencana
Jumlah akseptor KB di kabupaten Pinrang terbilang lumayan tinggi dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi.
Apabila kita melakukan penelitian atau pendataan perempuan yang menggunakan jenis suntikan terhitung lebih banyak daripada perempuan yang menggunakan Pil sedang penggunaan akseptor implant dan IUD bahkan terbilang sangat minim.
B. Visi dan Misi
Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang merupakan salah satu wadah yang ada di kabupaten Pinrang untuk meningkatkan bidang kesehatan yang terdapat di bumi lasinrang ini, dengan fasilitas yang baik d tunjang dengan dengan tenaga yang professional serta dinas kesehatan memunculkan inovasi terhadap kekurangan yang ada pada masyarakat dengan visi dan misi: