I
FLYPAPER EFFECT PADA PENGELUARAN PEMERINTAH DI PROVINSI SUMATERA BAGIAN SELATAN
Skripsi Oleh:
MONIKA (01021181520045) EKONOMI PEMBANGUNAN
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi
KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI 2018
II
III
IV
SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH Disusun oleh:
Nama : Monika
NIM : 01021181520045
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : Ekonomi Pembangunan Bidang Kajian : Ekonomi Keuangan Daerah Fakultas : Ekonomi
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul “Flypaper Effect pada Pengeluaran Pemerintah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan”
Pembimbing :
Ketua : Prof. Dr. H. Didik Susetyo, M. Si Anggota : M. Subardin, S.E., M. Si
Tanggal diuji : 31 Desember 2018
Adalah benar hasil karya saya sendiri. Dalam skripsi ini tidak ada kutipan hasil karya orang lain yang tidak disebutkan sumbernya.
Demikialah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, dan apabila pernyataan saya ini tidak benar dikemudian hari, saya bersedia dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaan.
Palembang, Pembuat Pernyataan
Monika
V
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penelitian skripsi yang berjudul “Analisis Flypaper Effect pada Pengeluaran Pemerintah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan‟‟. Penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar sarjana ekonomi program strata satu (S-1) Fakultas Ekonomi UniversitasSriwijaya.
Skripsi ini membahas mengenai fenomena Flypaper Effect pada Pengeluaran Pemerintah di Provinsin Sumatera Bagian Selatan selama periode tahun 2008-2017. Di dalam penyusunan skripsi ini, penulis tidak luput dari berbagai kendala. Kendala tersebut dapat diatasi berkat doa, bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas semua saran dan kritik yang bersifat membangun kepada pembimbing dan penguji selama penelitian dalam penyusunan skripsi ini.
Palembang, 31 Desember 2018
Monika
VI
UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam penyelesaian skripsi ini penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Allah SWT , atas segala limpahan rahmat, berkat serta inayah-Nya yang telah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
2. Kedua orang tua tercinta, terimakasih yang tak terhingga atas ketulusan doa, semangat, kasih sayang, serta segala pengorbanan. Semoga Allah SWT selalu menjaga dan melindungi kalian dalam setiap menit kehidupan.
3. Bapak Prof. Dr. H. Didik Susetyo, M. Si dan Bapak Dr. M. Subardin, S.E., M.S.I selaku dosen pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan, dan memberikan solusi untuk penulis atas segala kendala dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibuk Imelda, S.E., M.S.E selaku Dosen Penguji Skripsi yang telah banyak membantu memberikan kritik dan saran didalam penyusunan skripsi ini.
5. Ibuk Dr. Rosmiyati Chodijah Saleh, M.Si selaku dosen pembimbing penganti yang telah menguji dan memberikan saran, kritik dan masukan untuk skripsi ini.
6. Bapak Dr. Suhel, S.E., M.Si Selaku Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan.
7. Seluruh Bapak/Ibu dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.
7. Seluruh teman-teman seperjuangan Ekonomi Pembangunan 2015.
Palembang, 31 Desember 2018
Monika
VII
ABSTRAK
FLYPAPER EFFECT PADA PENGELUARAN PEMERINTAH DI PROVINSI SUMATRA BAGIAN SELATAN
Oleh :
Monika; Didik Susetyo, M. Subardin
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Flypaper Effect pada Pengeluaran Pemerintah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan. Flypaper Effect adalah kondisi dimana pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan daerah cendrung bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat karena pada umumnya Penerimaan Daerah yang dihasilkan suatu Provinsi rendah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data periode tahun 2008 sampai 2017. Teknik analisis yang digunakkan dalam penelitian adalah teknik analisis kuantitatif dan kualitatif, dimana analisis kuantitatif menggunakan regresi data panel. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk Penerimaan Daerah tidak berpengauh signifikan terhadap Belanja Daerah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan dan untuk Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Belanja Daerah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan. Flypaper Effect terjadi di Provinsi Sumatera Bagian Selatan dengan pengaruh nilai Penerimaan Daerah sebesar 0.167435 lebih kecil dibandingkan dengan pengaeruh nilai variabel Dana Perimbangan sebesar 1.530418.
Kata Kunci : Flypaper Effect, Penerimaan Daerah (DP), Dana Perimbangan (DP), Belanja Daerah (BD)
Ketua Anggota
Prof. Dr. H. Didik Susetyo, M.Si Dr. M. Subardin, S.E., M. Si
NIP. 196007101987031003 NIP.197110302006041001
Mengetahui,
Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan
Dr. Suhel, M.Si NIP. 196610141992031003
ABSTRACT
VIII
FLYPAPER EFFECT ON GOVERNMENT EXPENDITURE IN SUMATERA PROVINCE SOUTH PART
By :
Monika ; Didik Susetyo, M. Subardin,
This study aims to look at Flypaper Effect on Government Expenditures in the Southern Sumatra Province. Flypaper Effect is a condition where the regional government in implementing regional development tends to depend on transfer funds from the central government because in general the Regional Revenues generated by a Province are low. The data used in this study are secondary data, namely data from 2008 to 2017. The analysis techniques used in the study are quantitative and qualitative analysis techniques, where quantitative analysis uses panel data regression. The results of this study indicate that the Regional Revenue has no significant effect on Regional Expenditures in the Southern Sumatra Province and for the Balancing Fund has a positive and significant effect on Regional Expenditure in the Southern Sumatra Province. Flypaper Effect occurs in the Southern Sumatra Province with the influence of the Regional Revenue value of 0.167435 smaller than the pengereruh variable Balancing Fund amounting to 1.530418.
Kata Kunci : Flypaper Effect, Penerimaan Daerah (DP), Dana Perimbangan (DP), Belanja Daerah (BD)
Chairman Member
Prof. Dr. H. Didik Susetyo, M.Si Dr. M. Subardin, S.E., M. Si
NIP. 196007101987031003 NIP.197110302006041001
Acknowledged by:
Head of Economic Development Department
Dr. Suhel, M.Si NIP. 196610141992031003
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
IX
Nama : Monika
Nim : 01021181520045
Tempat,
Tanggal Lahir : Palembang, 28 Februari 1996 Alamat
: Jl. Kenanggah KM12, Rt1 Rw1 Handphone
: 082147444562
AGAMA : Islam
JENIS KELAMIN : Perempuan
STATUS : Belum Menikah
KEWARGANEGARAAN : Indonesia
TINGGI : 167 cm
BERAT BADAN : 58 kg
KEGEMARAN : Berkumpul bersama keluarga dan teman
EMAIL : [email protected]
PENDIDIKAN 2004-2009 SD 1 Rantau Bayur
2009-2012 MTS Qordatullah Langkan
2012-2015 SMA Indo Global Mandiri (IGM) Palembang
2015-2018
Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Universitas Sriwijaya
X
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN KOMPREHENSIF ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI ... iii
SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH ... iv
KATA PENGANTAR ... v
UCAPAN TERIMA KASIH... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACK... ix
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakag ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 7
1.4 Manfaat Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1 Landasan Teori ... 9
2.1.1 Flypaper Effect ... 9
2.1.1.1 Definisi Flypaper Effect ... 9
2.1.1.2 Identikasi Flypaper Effect ... 9
2.1.1.3 Implikasi Flypaper Effect ... 9
2.1.2 Pengeluaran Pemerintah ... 11
2.1.3 Teori Makro Pengeluaran Pemerintah ... 12
2.1.4 Teori Mikro Pengeluaran Pemerintah ... 18
2.1.5 Keuangan Daerah ... 20
2.1.6 Belanja Daerah ... 22
XI
2.1.7 Dana Perimbangan ... 23
2.1.8 Penerimaan Daerah ... 24
2.2 Penelitian Terdahulu ... 26
2.3 Kerangka Pikir ... 30
2.4 Hipotesis ... 32
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
3.1 Ruang Lingkup Penelitian ... 33
3.2 Jenis Data dan Sumber Data ... 33
3.3 Metode Pengumpulan Data ... 33
3.4 Teknik Analisis Data ... 34
3.5 Analissis Regresi Data Panel ... 35
3.5.1 Model Regresi Data Panel ... 36
3.5.1.1 Fixed Effect (Model Efek Tetap)... 36
3.5.1.2 Random Effect (Random Efek Model) ... 36
3.5.1.3 Common Effect ( Pooled Least Square) ... 36
3.6 Pemilihan Teknik Estimasi ... 37
3.7 Pengujian Statistik ... 38
3.7.1 Uji Signifikan Simultan (Uji F)... 38
3.7.2 Uji Signifikan Individual (Uji T) ... 39
3.7.3 Koefisien Determinasi (R2) ... 39
3.8 Definisi Operasional Variabel ... 40
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASA ... 42
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 42
4.1.1 Kondisi Geografis Provinsi di Sumatera Bagian Selatan ... 42
4.1.2 Gambaran Umum Variabel Penelitian ... 44
4.1.2.1 Perkembangan Penerimaan Daerah... 44
4.1.2.2 Perkembangan Dana Perimbangan ... 47
4.1.2.3 Perkembangan Belanja Daerah ... 50
4.2 Hasil Estimasi Variabel Independen Terhadap Variabel Dependen ... 53
4.2.1 Pemilihan Model yang Baik ... 55
4.2.2 Analisis Individu ... 59
4.3 Uji Statistik... 60
4.3.1 Uji Signifikan Simultan (Uji F)... 61
4.3.2 Uji Signifikan Individual (Uji t) ... 61
4.3.3 Koefisien Determinasi (R2) ... 63
4.4 Interpretasi Hasil dan Pembahasan ... 63
4.4.1 Flypaper Effect di Provinsi Sumatera Bagian Selatan ... 63
4.4.2 Pengaruh Penerimaan Daerah (PD) terhadap Belanja Daerah (BD) ... 66
4.4.3 Pengaruh Dana Perimbangan (DP) terhadap Belanja Daerah (BD)... 67
XII
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 69
5.1 Kesimpulan ... 69
5.2 Saran ... 70
DAFTAR PUSTAKA ... 72
LAMPIRAN ... 78
XIII
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Penerimaan Daerah (PD), Dana Perimbangan (DP) dan Belanja
Daerah (BD) Provinsi Sumatera Bagian Selatan Tahun 2017 ... 2
Tabel 4.1 Luas Provinsi, Ibukota dan Jumlah Penduduk di Provinsi Sumatera Selata ... 44
Tabel 4.2 Perkembangan Penerimaan Daerah (PD) di Provinsi Sumatera bagian Selatan tahun 2008-2017 (Milyar Rupiah) ... 45
Tabel 4.3 Perkembangan Dana Perimbangan (DP) di Provinsi Sumatera bagian Selatan tahun 2008-2017 (Milyar Rupiah) ... 47
Tabel 4.4 Perkembangan Belanja Daerah (BD) di Provinsi Sumatera bagian Selatan tahun 2008-2017 (Milyar Rupiah) ... 50
Tabel 4.5 Rata-Rata Laju Pertumbuhan Pendapatan Daerah, Dana Perimbangan Provinsi di Sumatera Bagian Selatan Periode 2008-2017 ... 52
Tabel 4.6 Hasil Menggunakan Metode Common Effect ... 53
Tabel 4.7 Hasil Menggunakan Metode Fixed Effect ... 54
Tabel 4.8 Hasil Menggunakan Metode Random Effect ... 55
Tabel 4.9 Hasil Regresi Menggunakan Uji Chow ... 56
Tabel 4.10 Hasil Regresi Menggunakan Uji Hausman ... 56
Tabel 4.11 Perbandingan Koefisien Determinasi Model Common Effect, Model Fixed Effect, dan Model Random Effect ... 57
Tabel 4.12 Hasil Regresi Model Fixed Effect ... 58
Tabel 4.13 Nilai Intersep Setiap Individu ... 60
XIV
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Kurva Perbandingan Penerimaan Daerah (PD), Dana Perimbangan
(DP) dan Belanja Daerah (BD) Tahun 2017 ... 3
Gambar 2.1 Pertumbuhan Pengeluaran Pemerintah menurut Wagner... 15
Gambar 2.2 Kurva Menurut Teori Peacockdan Wiseman ... 17
Gambar 2.3 Kerangka Pikir... 31
Gambar 4.1 Rata-Rata Pertumbuhan Penerimaan Daerah di Provinsi Sumatera Bagian Selatan periode 2008-2017 ... 46
Gambar 4.2 Rata-Rata Pertumbuhan Dana Perimbangan (DP) di Provinsi Sumatera Bagian Selatan periode 2008-2107 ... 48
Gambar 4.3 Rata-Rata Pertumbuhan Belanja Daerah (BD) di Provinsi Sumatera Bagian Selatan periode 2008-2017 ... 51
XV
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Penerimaan Daerah (DP), Dana Perimbangan (DP) dan Belanja Daerah (BD) menurut Provinsi di Sumatera Bagian Selatan Tahun
2018 ... 79
Lampiran 2 Hasil Output Oleh Data Dengan Eviews ... 81
2.1 Common Effect Model ... 81
2.2 Fixed Effect Model ... 81
2.3 Random Effect Model ... 82
Lampiran 3 Pemilihan Teknik Estimasi ... 83
3.1 Uji Chow ... 83
3.2 Uji Hausman ... 84
1
BAB I PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Pengeluaran pemerintah merupakan alokasi anggaran yang disusun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dimana setiap tahunnya ke berbagai sektor atau bidang dengan tujuan untuk menejahtrakan rakyat/ masyarakat melalui bermacam-macam program yang telah dibuat. Pengeluaran pemerintah berperan untuk mempertemukan permintaan masyarakat dengan penyediaan sarana dan prasarana yang tidak dapat dipenuhi oleh swasta. (Suparmoko, 2002 : 79). Pengeluaran pemerintah mencerminkan kebijakan pemerintah. Apabila pemerintah telah menetapkan suatu kebijakan untuk membeli barang dan jasa, pengeluaran pemerintah mencerminkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tersebut (Mangkoesoebroto, 2001 : 168).
Biaya yang dikeluarkan pemerintahan pusat itulah yang akan digunakan oleh daerah atau penerimaan daerah untuk menunjang pembangunan daerah guna membiayai proyek-proyek dan kegiatan daerah. Penerimaan daerah adalah semua penerimaan daerah dalam bentuk peningkatan aktiva atau penurunan utang dalam berbagai sumber dalam periode tahun anggaran bersangkutan (Halim, 2002 : 64).
Pada praktiknya, transfer dari pemerintah pusat merupakan sumber dana utama pemerintah daerah untuk membiayai operasi utamanya sehari-hari, yang oleh pemerintah daerah dilaporkan dan diperhitungakan dalam APBD. Beberapa peneliti menemukan respon pemerintah daerah berbeda untuk transfer dan pendapatan sendiri (seperti pajak). Ketika penerimaan daerah berasal dari transfer,
2
maka stimulasi atas belanja yang ditimbulkan berbeda dengan stimulasi yang muncul dari pendapatan daerah (terutama pajak daerah). Ketika respon (belanja) daerah lebih besar terhadap transfer dari pada pendapatannya sendiri, maka disebut flypaper effect (Halim, 2002 : 29).
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pemerintah daerah terlalu menggantungkan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil yang bersumber dari Dana Perimbangan (DP) untuk membiayai belanja modal dan pembangunan tanpa mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh daerah. Bukti-bukti empiris secara internasional menunjukkan bahwa tingginya ketergantungan pada transfer ternyata berhubungan negatif dengan hasil governansinya. Hal ini berarti pemerintah daerah akan lebih berhati-hati dalam menggunakan dana yang digali dari masyarakat sendiri dibandingkan dengan dana transfer dari pemerintah pusat (Kuncoro, 2007 : 3). Kemampuan daerah yang sebenarnya tercermin dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi setelah dilihat bahwa PAD sangat kecil bahkan tidak mancapai setengah dari APBD yang ada.
Ini terjadi karena beberapa faktor seperti belum tergalihnya potensi daerah secara menyeluruh, kurangnya sumber daya manusia yang mengelolah dengan sungguh-sungguh dan masih banyak lagi faktor lainnya. maka dari itu kekurangan daerah harus dibantu oleh Pemerintah Pusat melalui mekanisme Dana Perimbangan yang terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) yang satu sama lain saling mengisi dan melengkapi (Usman, 2008 : 5).
Fenomena Flypaper Effect merupakan suatu kondisi yang terjadi saat pemerintah daerah merespon belanja lebih banyak dengan menggunakan Dana
3
Perimbangan yang diproksikan dengan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk kepentingan belanja daerah dari pada menggunakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau Penerimaan Daerah (PD). Fenomena Flypaper Effect ini terjadi dalam dua versi. Pertama merujuk pada peningkatan pajak daerah dan anggaran belanja pemerintah yang berlebihan, dan yang kedua mengarah pada elastisitas pengeluaran terhadap transfer yang tinggi daripada pengeluaran terhadap penerimaan pajak (Sembal, dkk, 2018 : 2).
Menurut Oktavia (2013 : 5) Flypaper Effect merupakan suatu fenomena penyimpangan dalam hubungan transfer keuangan pemerintah pusat dengan penerimaan, hal ini terjadi ketika pemerintah menerima grant, maka akan dipergunakan untuk meningkatkan pengeluarannya, dalam hal ini pengeluaran untuk Belanja Daerah ditingkatkan namun tanpa disertai dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Kondisi ini menunjukan rendahnya kontribusi PAD dalam komponen pembiayaan Belanja Daerah.
Dengan demikian, apabila Flypaper Effect terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, maka hal ini akan berdampak pada celah kepincangan fiskal, dan kurang efektifnya penggalian-penggalian potensi daerah yang dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang seharusnya dapat memberikan kontribusi dalam perkembangan perekonomian daerah melalui Penerimaan Daerah.
Selain itu, implikasi dari terjadinya Flypaper Effect pada Belanja Daerah di kabupaten/kota adalah dapat menyebabkan berbagai permasalahan yang lebih kompleks seperti ketidak maksimalan dalam pemanfaatan sumber-sumber penghasil pertumbuhan Penerimaan Daerah, celah kepincangan fiskal,
4
menimbulkan unsur ketergantungan yang tinggi pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat, dan adanya respon yang berlebihan dalam pemanfaatan dana transfer, yang pada akhirnya menyebabkan kurangnya kemampuan kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota yang bersangkutan (Walidi, 2009 : 35).
Tabel 1.1
Data Penerimaan Daerah (PD), Dana Perimbangan (DP) dan Belanja Daerah (BD) Provinsi Sumatera Bagian Selatan Tahun 2017
Sumber : DJPK Provinsi Sumatera Bagian Selatan
Dapat dilihat dari Tabel 1.1 bahwa data tahun 2017 mengalami kenaikan dari tahun sebelumanya, bisa dilihat dari perbandingan data Penerimaan (PD), Dana Perimbangan (DP), dan Belanja Daerah (BD) di atas. Penerimaan Daerah (DP) yang terbesar di provinsi sumatear selatan sedangkan di Provinsi Bangka Belitung yang terendah biasanya di karenakan beberapa faktor seperti daya beli masyarakat menurun, tingkat kesejahteraan petani menurun, dan adanya sumber pajak yang tidak dapat diinterfensi. Sedangkan Dana Perimbangan (DP) yang terus meningkat
No
Provinsi Penerimaan Daerah (PD)
Dana Perimbangan (DP)
Belanja Daerah (BD) 1 Sumatra Selatan 3,156,675,941,844.50 5,156,478,251,545 6,409,386,592,599 2 Lampung 3,014,939,958,035.00 2,643,744,659,461 7,030,414,965,234 3 Jambi 1,795,984,943,926.93 1,953,178,730,801 4,132,941,881,087 4 Bengkulu 988,425,633,864.66 1,997,884,640,743 2,868,942,682,472 5 Bangka Belitung 779,786,948,179.52 1,539,960,002,502 2,359,078,163,818
5
dari pada Penerimaan Daerah (PD), kondisi ini merupakan siklus yang terjadi secara tahunan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian daerah.
Sumber : Publikasi BPS dan DJPK Provinsi Sumatera Bagian Selatan (diolah 2018)
Gambar 1.1 : Kurva Perbandingan Penerimaan Daerah (PD), Dana Perimbangan (DP) dan Belanja Daerah (BD) Tahun 2017
Berdasarkan Grafik 1.1 di atas dapat dilihat selisih Penerimaan Daerah (PD) dan Belanja Daerah (BD) cukup besar di tahun 2017, Penerimaan Daerah yang tertinggi terdapat pada Provinsi Lampung, hal ini menunjukan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung bernilai positif. Sedangkan Penerimaan Daerah di Provinsi Bengkulu dan Bangka Belitung masih tergolong rendah. Begitupun dengan Belanja Daerah di setiap Provinsi Sumatera Bagian Selatan sedangkan Dana Perimbangan (DP) lebih besar dibandingkan Penerimaan Daerah (PD) kecuali di Provinsi Lampung yang Dana Perimbangan nya lebih
3,156,675,941,844.
50
3,014,939,958,035.
00 1,795,984,943,926.
93
988,425,633,864.66 779,786,948,179.52 5,156,478,251,545
2,643,744,659,461
1,953,178,730,801 1,997,884,640,743
1,539,960,002,502 6,409,386,592,599 7,030,414,965,234
4,132,941,881,087
2,868,942,682,472
2,359,078,163,818
0.00 1,000,000,000,000.00 2,000,000,000,000.00 3,000,000,000,000.00 4,000,000,000,000.00 5,000,000,000,000.00 6,000,000,000,000.00 7,000,000,000,000.00 8,000,000,000,000.00
Sumatra Selatan Lampung Jambi Bengkulu Bangka
Belitung
PD DP BD
6
kecil dibandingkan Penerimaan Daerah (PD) sedangkan Belanja Daerah nya cukup tinggi.
Kenaikan Belanja Daerah (BD) diiringi dengan peningkatan dana transfer pusat yang mengalokasikan dana untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kebutuhan fasilitas yang harus di penuhi setiap Provinsi dimana jika semakin besar Belanja Daerah (BD) maka Dana Perimbangan (DP) yang di anggarkan oleh Provinsi akan selalu meningkat pula. Dengan kata lain hubungan antara Dana Perimbangan (DP) dan Belanja Daerah (BD) memiliki pengaruh yang signifikan begitu pun sebaliknya karena hal ini dapat dikatakan pula tingkat Belanja Daerah (BD) dipengaruhi oleh Dana Perimbangan (DP) yang ditransfer.
Karena itulah peneliti ingin mengetahui bagaimana “Pengaruh sebenarnya Dana Perimbangan (DP) dan Penerimaan Daerah (PD) terhadap Belanja Daerah (BD) dan apakah terjadi flypaper effect terhadap Belanja Daerah (BD) pada Pemerintah Provinsi Sumatera Bagian Selatan“ dua hal yang dapat terjadi pada penelitian ini adalah terjadi atau tidaknya flypaper effect pada pengaruh Dana Perimbangan (DP) dan Penerimaan Daerah (PD) terhadap Belanja Daerah (BD).
Jika penelitian ini mengindikasikan telah terjadi flypaper effect pada Belanja Daerah (BD), maka pemerintah daerah diharapkan untuk meninjau ulang kebijakan yang telah diterapkan agar dapat mengeksplor secara maksimal pendapatan yang bersumber dari daerah sebagai bentuk kemandirian dari daerah tersebut.
7
1. 2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
Apakah Dana Perimbangan (DP) dan Penerimaan Daerah (PD) berpengaruh terhadap belanja daerah di Pemerintahan Provinsi Sumatera Bagian Selatan dan apakah terjadi flypaper effect pada Pengeluaran Pemerintah di tahun 2008-2017?
1. 3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan utama dilakukannya penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui pengaruh Dana Perimbangan (DP), Penerimaan Daerah (PD), terhadap Belanja Daerah dan untuk mengetahui apakah terjadinya flypaper effect pada tahun 2008-2017 di Pemerintahan Provinsi Sumatera Bagian Selatan.
1. 4. Manfaat Penelitian 1. 4. 1. Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang Keuangan Daerah terutama mengenai pengeluaran pemerintah dan mengenai bagai mana cara mengatasi pengeluaran yang berlebih atau Flypaper Effect pada Dana Perimbangan dan Penerimaan Daerah terhadap Belanja Daerah di Pemerintahan Provinsi Sumatera Bagian Selatan.
8
1. 4. 2. Manfaat Praktis
Penelitian ini merupakan suatu penerapan terhadap pemahaman yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan dan menambah wawasan khususnya mengenai Flypaper Effect pada pengeluaran pemerintah dan diharapkan dapat memberikan informasi serta masukan pemerintah akan pentingnya mengoptimalkan belanja daerah yang dimiliki daerah untuk peningkatan pelayanan publik demi kemajuan daerah. Selain itu juga dapat menjadi acuan dalam penyusunan anggaran pendapatan belanja daerah sehingga tingkat kemandirian dapat tercapai.
72
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Sukriy & Halim, Abdul. (2003). Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Studi Kasus Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali.).
Adiputra, I Made Pradana. 2014. “Flypaper Effect Pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah di Kabupaten Karangasem”. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika JINAH, Vol. 3 No. 2 Singaraja, Bali.
Adi, Priyo Hari. 2008. Relevansi Transfer Pemerintah Pusat dengan Upaya Pajak (Studi pada Pemerintah Kabupaten dan Kota Se Jawa). The 2nd National Conference Faculty of Economics.Widya Mandala Catholic University.
Afrizawati, 2012. Analisis Flypaper Effect Pada Belanja Daerah Kabupaten/ Kota Di Sumata Selatan. JENIUS, vol. 2 No.1.
Afrina dan Shidieqy Hasnan. 2013. “ Flypaper Effect Pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Daerah Pada Kota dan Kabupaten di Pulau Kalimantan’’.Stie NasionalBanjarmasin,Dinamika Ekonomi, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.6.No.2September 2013
Afrizawati. 2012.„‟Analisis Flypaper Effect Pada Belanja Daerah Kabupaten/Kota Di Sumatera Selatan‟‟. Jurnal Ekonomi dan Informasi Akuntansi Vol 2 No.1.2012
Amalia, Fitri. 2015. “Analisis Flypaper Effect pada Belanja Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten‟‟. Jurnal Organisasi dan Manajemen, Volume 11, Nomor 1, Maret 2015.
Armawaddina, Rumbiaa, dan Afiat, 2018.„‟Analisis Flypaper Effect Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Sulawesi Flypaper Effect Analysis of District and City Regionally Spending in Sulawesi‟‟ .Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, Vol. 18 No. 1 Juli 2017: 77–91
Auliasari, 2018. „‟Analisis Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (Dau) dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Serta Pengaruhnya Terhadap Belanja Daerah di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera-Selatan‟’. Palembang.
Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.
73
Azhar, 2017. „‟Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (Dau) dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah‟’.Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisni Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan. 2016. „‟ Provinsi Sumatera Bagian
Selatan Dalam Angka’’. BPS: Sumatera bagian Selatan.
Basir, Barthos. 2005. Manajemen Kearsipan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Basri, Hasan Muhamad. 2015. „‟Apakah Flypaper Effect Terjadi Di Aceh? Studi Mengukur Kemandirian Keuangan Daerah‟‟. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 3 No. 4.
Bratakusumah, S. Deddy, Solihin, Dadang. 2001. Otonomi penyelenggaraan pemerintah daerah. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Boediono. 1999.‟‟Teori Ekonomi Pembangunan’’. Fakultas Ekonomika & Bisnis.
Universitas Gaja Mada. Yogyakarta:LPFE
Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan. „‟Kementrian Keuangan Republik Indonesia’’. http://www.djpk.depkeu.go.id/ (diunduh pada tanggal 13 Agustus2018).
Dumairy.1999.‟‟PerekonomianIndonesia’’. Jakarta: ErlanggaIndonesia
Ekawarna, Unjaswati S. 2017. „‟Analisis Flypaper Effect pada Belanja Daerah (Studi Komparasi Daerah Induk dan Pemekaran Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi)‟‟. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan DaerahVol.4No.3.ISSN: 2338-4603.Maret 2017
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Cetakan Keempat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, Damodar N, (2004). Basic Econometrics, Fourth edition, Singapore.
McGraw- Hill Inc.
Halim, Abdul, 2002. Akuntansi Keuangan Daerah, Edisi 3 Akuntansi Sektor Publik, Salemba Empat, Jakarta
74
Hayu Listia Pratiwi. (2013), Analisis Flypaper Effect Pada Pengeluaran Pemerintah Daera Di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis.
Jatmiko, Rimadanti Eliza Poppy. 2016. „‟pengaruh Dana Perimbangan dan Pendapatan Asli Daera Terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Timur‟‟. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 14 No. 1.
Kuncoro, Haryo. 2007. Fenomena Flypaper Effect pada Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten di Indonesia. Makalah disampaikan dalam Simposium Nasional Akuntansi X. Makasar. 26–28 Juli 2007.
Listiorini. 2012. „’Flypaper Effect Pada Dana Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Daerah Pada Kabupaten/Kota di Sumatera Utara‟‟. Jurnal Keuangan dan Bisnis.Vo l4. No. 2 Juli 2012.
Maddah, M., & Frahati, M., (2014). The Asymmetric Effects of Tax Revenues on Government Expenditures in Iran. Iranian Journal of Economic Studies, 3(2), 43-62
Maimunah, Mutiara. 2006. Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota di Pulau Sumatera. SNA IX, Padang 23-26 Agustus 2006
Mangkoesoebroto, Guritno.2001. Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE
Mamesah, D, J. 1995. Sistem Administrasi Keuangan Daerah. Jakarta: Pustaka Utama.
Mardiasmo. 2004. „‟Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah Dalam MewujudkanGoodGovernance‟‟.Yogyakarta.PenerbitAndi.
Musgrave, Richard.A. dan Peggy.B.Musgrave. 1991. „‟Keuangan Negara Dalam Teoridan Praktek„‟(Edisi KelimaTerjemahan Dalam Bahasa Indonesia).
PenerbitErlangga: Jakarta
Ndadari, Laras Wulan, dan Priyo Hari Adi. 2008. Perilaku Asimetris Pemerintah Daerah terhadap Transfer Pemerintah Pusat. Makalah disampaikan dalam The 2nd National Conference UKWMS. Surabaya. 6 September 2008.
75
Novianingsih, Betty. 2009. Pengaruh Sumber Pendapatan terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Pulau Jawa. Skripsi. Sarjana Ekonomi Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. (Tidak dipublikasikan).
Oktavia, Deni. 2014. „‟Flypaper Effect Fenomena serial waktu dan lintas Kabupaten/Kota Di jawa Timur 2003 – 2013‟‟. Jurnal Organisasi dan Manajemen,Volume11,UniversitasJember.
Penthury, M.A. 2011. “ Flypaper Effects Anomaly Of West Papua Capital Public Expenditure “. Economic Journal Of Emerging Markets, 3(3), pp: 289297.
Pramuka, A. Bambang, 2010. „‟Flypaper Effect pada pengeluaran pemerintah daerah di Jawa‟‟.Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 11, Nomor 1, Juni2010.
Purbarini,Endah.2015. „‟Flypaper Effect on Operating Expenditure and Capital Expenditure of the City Goverment in Indonesia’’. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 16 (1) Juni 2015, 75-84. Simposium Nasional Akuntansi VI, Surabaya, 16-17 Oktober 2003. Vol. 4 No. 11.
Puspitasari, Puput, dan Kurnia, (2015). „‟Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum Terhadap Belanja Daerah‟‟. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntasi. Vol. 4 No. 11.
Ramdhan,Achmad Husnanda.2015.‟‟Pengaruh Dana Alokasi Umum, Pendapatan Asli Daerah, dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/kota Provinsi Sumatra-Selatan‟‟.Skripsi.Universitas Sriwijaya Salawali, dan Lapian . 2015. „‟Flypaper Effect Dana Alokasi Umum, Pendapatan
Asli Daerah dan Pengaruhnya Terhadap Belanja Daerah Kabupaten/Kota Di Sulawesi Tengah‟‟. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado
Sembal, A. Rumate, Ch. Rotinsulu. 2018. „‟Pengaruh Pad dan Dana Perimbangan Terhadap Belanja Daerah serta Analisis Flypaper Effect Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2005-2016 „‟. Jurnal Pembanguan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, Vol.19 No.5. 2018.
Simorangkir. 2018. „‟FlyPaper Effect pada Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan‟‟. Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Skripsi Universitas Sriwijaya
76
Sukirno, Sadono. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar , Edisi Ketiga. Jakarta:
Rajawali Pers.
Susanti, Hera. 2000. Indikator-indikator Makro Ekonomi. Jakarata : LPFE-UI.
Susetyo, Bashir, dkk. 2018. “Impact of Capital Expenditure and Public Utility Custumers to Economic Development of District-City in SumateraIndonesia’’. International Journal of Economics and Financial Issue. ISSN:2146-4138
Suparmoko. 2002. Ekonomi Publik untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah.
Andi. Yogyakarta
Tresch, R. 2002. „‟Finance Public Anormative Theory’’. Department of economic, Boston College Chestnut Hill, Massachusetts.
_______, Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 58 Tahun 2005, Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia
_______, Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 71 Tahun 2010, Standar Akuntansi Pemerintahan. 22 Oktober 2010. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2010 Nomor 123. Jakarta.
_______, RepublikIndonesia, Undang-UndangNomor32 Tahun2004, Tentang
Pemerintah Daerah. 15 Oktober 2004. Lembaran
NegaraRepublikIndonesiaTahun2004 Nomor 125.Jakarta.
_______, Republik Indonesia, Undang-UndangNomor 33 tahun 2004, PerimbangaKeuangan Antara Pemerintah PusatDan Pemerintahan Daerah.
15 Oktober 2004. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 165. Jakarta.
Usman, Husaini. (2008). Manajemen: Teori, Praktik dan Riset Pendidikan –Ed.2, Cet.1-. Jakarta: Bumi Aksara.
Walidi. 2009. „‟Pengaruh Dana Alokasi Umum Terhadap Pendapatan Perkapita, Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening, Tesis‟‟. Medan.
PascasarjanaUniversitasSumateraUtara.2009.
77
Widjajakoesoema, Sandera Ang. 2011. „‟Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Daerah Pemerintah Kota Kedirin. Vol. 01 No.
10.
Widodo, Tri Pambudi. 2007. Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota di Bali (Studi Pada Kabupaten/Kota di Bali).
Skripsi. FakultasEkonomi UII.Yogyakarta
Winarjono,Agus.2005.‟‟Ekonometrika Teori dan Aplikasi untuk Ekonomi dan Bisnis‟‟Ekonisia. KampusFakultasEkonomiUII, SlemanYogyakarta.
Wijaya, Sandhi. 2008. Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Besarnya Belanja Daerah (Studi pada Kabupaten se-Karesidenan Pekalongan). Skripsi. Sarjana Ekonomi Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. (Tidak dipublikasikan).