• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

PERWAKILAN BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PROVINSI SULAWESI BARAT

LAPORAN KEUANGAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018

Nomor : LAP- 25 /PW32/1/2019

Tanggal : 6 Februari 2019

(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel ... iv

Daftar Lampiran ... vi

Pernyataan Tanggung Jawab ... vii

Ringkasan Laporan Keuangan ... 1

I. Laporan Realisasi Anggaran ... 3

II. Neraca ... 4

III. Laporan Operasional ... 5

IV. Laporan Perubahan Ekuitas ... 6

V. Catatan atas Laporan Keuangan ... 7

A. Penjelasan Umum ... 7

A. 1. Profil dan Kebijakan Teknis ... 7

A. 2. Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan ... 8

A. 3. Basis Akuntansi ... 9

A. 4. Dasar Pengukuran ... 9

A. 5. Kebijakan Akuntansi ... 10

B. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Realisasi Anggaran ... 19

B. 1. Pendapatan Negara dan Hibah ... 19

B. 2. Belanja Negara ... 20

C. Penjelasan atas Pos-pos Neraca ... 25

C. 1. Aset Lancar ... 25

C. 2. Aset Tetap ... 27

C. 3. Aset Lainnya ... 32

C. 4. Kewajiban Jangka Pendek ... 33

C. 5. Ekuitas ... 34

D. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Operasional ... 35

(4)

E. Penjelasan atas Pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas ... 44

E. 1. Ekuitas Awal ... 44

E. 2. Surplus/(Defisit) LO ... 44

E. 3. Koreksi Yang Menambah/(Mengurangi) Nilai Ekuitas ... 44

E. 4. Transaksi Antar Entitas ... 45

E. 5. Ekuitas Akhir ... 46

F. Pengungkapan Penting Lainnya ... 47

F. 1. Informasi Dana Penugasan Beban Mitra Kerja ... 47

(5)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1 : Perbandingan Realisasi PNBP Tahun 2018 dan 2017 ... 20

Tabel 2 : Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Menurut Program ... 20

Tabel 3 : Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per Jenis Belanja ... 21

Tabel 4 : Perbandingan Realisasi Belanja Tahun 2018 dan 2017 ... 21

Tabel 5 : Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Pegawai ... 22

Tabel 6 : Perbandingan Realisasi Belanja Pegawai Tahun 2018 dan 2016 ... 22

Tabel 7 : Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Barang ... 23

Tabel 8 : Perbandingan Realisasi Belanja Barang Tahun 2018 dan 2016 ... 23

Tabel 9 : Perbandingan Realisasi Belanja Modal Tahun 2018 dan 2016 ... 24

Tabel 10 : Rincian Aset Lancar ... 25

Tabel 11 : Rincian Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) ... 26

Tabel 12 : Rincian Persediaan Tahun 2018 dan 2017 ... 26

Tabel 13 : Rincian Aset Tetap Tahun 2018 dan 2017 ... 27

Tabel 14 : Rincian Akumulasi Penyusutan Aset Tetap ... 31

Tabel 15 : Rincian Pendapatan Negara Bukan Pajak-LO Tahun26 2017 dan 2017 ... 35

Tabel 16 : Perbandingan Realisasi Pendapatan Operasional menurut LO dan LRA ... 36

Tabel 17 : Rincian Beban Operasional Tahun 2018 dan 2017 ... 36

Tabel 18 : Rincian Beban Pegawai Tahun 2018 dan 2017 ... 37

Tabel 19 : Rincian Realisasi/Beban Pegawai menurut LO dan LRA ... 37

Tabel 20 : Rincian Beban Persediaan Tahun 2018 dan 2017 ... 38

(6)

Tabel 23 : Rincian Beban Pemeliharaan Tahun 2018 dan 2017 ... 39 Tabel 24 : Rincian Beban Pemeliharaan menurut LO dan LRA ... 40 Tabel 25 : Rincian Beban Perjalanan Dinas Tahun 2018 dan 2017 ... 41 Tabel 26 : Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi Tahun 2018 dan

2017 ... 41 Tabel 27 : Rincian Pendapatan dari Kegiatan Non Operasonal Lainnya

Tahun 2018 dan 2017 ... 42 Tabel 28 : Rincian Realisasi Pendapatan Kegiatan Non Operasonal

Lainnya LO dan LRA ... 42

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

1. Laporan Keuangan Pokok A. Neraca Saldo Awal

B. Neraca Percobaan Basis Kas C. Neraca Percobaan Basis Akrual D. Laporan Realisasi Anggaran E. Neraca

F. Laporan Operasional

G. Laporan Perubahan Ekuitas

2. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah 3. Laporan Realisasi Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah 4. Laporan Realisasi Anggaran Belanja

5. Laporan Realisasi Pengembalian Belanja 6. Laporan Posisi BMN di Neraca

7. Laporan Barang Kuasa Pengguna 8. Daftar Rincian Tanah

9. LPJ Bendahara

10. Berita Acara Rekonsiliasi dengan KPPN

(8)
(9)

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam pemerintahan. Laporan Keuangan ini meliputi:

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan- LRA dan Belanja selama periode 1 Januari 2018 sampai dengan 31 Desember 2018.

Realisasi Pendapatan Negara Tahun Anggaran 2018 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2.933.191,00. Dalam Tahun Anggaran 2018 Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat tidak membuat estimasi pendapatan.

Realisasi Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 adalah sebesar Rp15.820.525.915,00 atau mencapai 99,57 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp15.888.238.000,00.

II. NERACA

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas Tahun 2018.

Nilai Aset Tahun 2018 dicatat dan disajikan sebesar Rp52.950.559.391,00 yang terdiri atas Aset Lancar sebesar Rp154.370.267,00, Aset Tetap (netto setelah akumulasi penyusutan) sebesar Rp52.758.483.624,00, dan Aset Lainnya (netto setelah akumulasi penyusutan/amortisasi aset lainnya) sebesar Rp37.705.500,00.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas Tahun 2018 masing-masing sebesar Rp28.134.204,00 dan Rp52.922.425.187,00.

III. LAPORAN OPERASIONAL

(10)

operasional, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.

Defisit Tahun 2018 sebesar Rp17.621.398.723,00. Jumlah tersebut terdiri atas:

 Defisit dari Kegiatan Operasional Tahun 2018 sebesar Rp17.624.110.134,00, merupakan selisih antara Pendapatan Operasional sebesar Rp162.000,00 dikurangi dengan Beban Operasional sebesar Rp17.624.272.134,00.

 Defisit dari Kegiatan Non Operasional sebesar Rp2.711.411,00, merupakan selisih antara Pendapatan Non Operasional Lainnya sebesar Rp4.199.001,00 dikurangi dengan Beban Non Operasional Lainnya sebesar Rp1.487.590,00.

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas pada tanggal 1 Januari 2018 adalah sebesar Rp53.424.474.653,00 dikurang, Defisit-LO sebesar Rp17.621.398.723,00 ditambah dengan Transaksi Antar Entitas sebesar Rp17.119.349.257,00 sehingga Ekuitas Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat pada Tahun 2018 adalah sebesar Rp52.922.425.187,00.

V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2018 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk periode sampai dengan 31 Desember 2018 disusun dan disajikan dengan basis akrual.

(11)

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI BARAT LAPORAN REALISASI ANGGARAN

UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2018 DAN 2017

(dalam rupiah)

A Pendapatan Negara dan Hibah B.1.

- Penerimaan Negara Bukan Pajak B.1.1 - 2.933.191,00 - 588.276,00 Jumlah Pendapatan - 2.933.191,00 - 588.276,00

B BELANJA B.2.

- Belanja Pegawai B.2.1. 10.376.277.000,00 10.312.544.990,00 99,39 9.140.329.741,00 - Belanja Barang B.2.2. 5.344.561.000,00 5.340.592.155,00 99,93 3.168.947.157,00 - Belanja Modal B.2.3. 167.400.000,00 167.388.770,00 99,99 -

15.888.238.000,00

15.820.525.915,00 99,57 12.309.276.898,00 REALISASI TAHUN

ANGGARAN 2017

ANGGARAN REALISASI %

Jumlah Belanja

URAIAN CTT

TAHUN ANGGARAN 2018

(12)

II. NERACA

PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI BARAT NERACA

PER 31 DESEMBER 2018 DAN 2017

(dalam rupiah)

2018 2017 JUMLAH %

ASET

C.1.

Belanja Dibayar Dimuka (prepaid ) C.1.1. 44.445.174,00 52.779.866,00 - 8.334.692,00 -15,79%

Persediaan C.1.2. 109.925.093,00 105.230.200,00 4.694.893,00 4,46%

JUMLAH ASET LANCAR 154.370.267,00 158.010.066,00 - 3.639.799,00 -2,30%

C.2.

Tanah C.2.1. 25.138.267.504,00 24.135.315.000,00 1.002.952.504,00 4,16%

Peralatan dan Mesin C.2.2. 6.746.420.179,00 6.232.014.285,00 514.405.894,00 8,25%

Gedung dan Bangunan C.2.3. 25.093.136.000,00 25.093.136.000,00 - 0,00%

Aset Tetap Lainnya C.2.4. 3.250.236.441,00 3.250.236.441,00 - 0,00%

Akumulasi Penyusutan C.2.5. - 7.469.576.500,00 - 5.418.645.395,00 - 2.050.931.105,00 37,85%

JUMLAH ASET TETAP 52.758.483.624,00 53.292.056.331,00 - 533.572.707,00 -1,00%

C.3.

Aset Tak Berwujud C.3.1. 43.092.000,00 - 43.092.000,00 0,00%

Akumulasi Penyusutan/Amortisasi Aset Lainnya C.3.2. - 5.386.500,00 - - 5.386.500,00 0,00%

JUMLAH ASET LAINNYA 37.705.500,00 - 37.705.500,00 0,00%

JUMLAH ASET 52.950.559.391,00 53.450.066.397,00 - 499.507.006,00 -0,93%

KEWAJIBAN

C.4.

Utang kepada Pihak Ketiga C.4.1. 28.134.204,00 25.591.744,00 2.542.460,00 9,93%

JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 28.134.204,00 25.591.744,00 2.542.460,00 9,93%

JUMLAH KEWAJIBAN 28.134.204,00 25.591.744,00 2.542.460,00 9,93%

EKUITAS

C.5.

Ekuitas C.5.1. 52.922.425.187,00 53.424.474.653,00 - 502.049.466,00 -0,94%

JUMLAH EKUITAS 52.922.425.187,00 53.424.474.653,00 - 502.049.466,00 -0,94%

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 52.950.559.391,00 53.450.066.397,00 - 499.507.006,00 -0,93%

JUMLAH KENAIKAN/(PENURUNAN)

ASET LANCAR

ASET TETAP

ASET LAINNYA

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

EKUITAS

NAMA PERKIRAAN CTT

(13)

III. LAPORAN OPERASIOAL

PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI BARAT LAPORAN OPERASIONAL

UNTUK PERIODE YANG BERAKIR 31 DESEMBER 2018 DAN 2017

(dalam rupiah)

CTT PER 31 DES 2018 PER 31 DES 2017 D.1

PENDAPATAN OPERASIONAL D.1.1

- Penerimaan Negara Bukan Pajak D.1.1.1 162.000,00 588.276,00 D.1.1 162.000,00 588.276,00

BEBAN OPERASIONAL D.1.2

- Beban Pegawai D.1.2.1 10.307.715.280,00 9.145.159.451,00

- Beban Persediaan D.1.2.2 69.721.401,00 118.789.464,00

- Beban Barang dan Jasa D.1.2.3 1.878.208.671,00 1.686.793.868,00

- Beban Pemeliharaan D.1.2.4 460.078.545,00 256.786.189,00

- Beban Perjalanan Dinas D.1.2.5 2.943.535.727,00 1.170.176.974,00

- Beban Penyusutan dan Amortisasi D.1.2.6 1.965.012.510,00 2.065.817.563,00

D.1.2 17.624.272.134,00 14.443.523.509,00 D.1 - 17.624.110.134,00 - 14.442.935.233,00

` `

D.2

SURPLUS/(DEFISIT) DARI KEGIATAN NON OPERASIONAL LAINNYA D.2.1

- Pendapatan dari Kegiatan Non Operasional Lainnya D.2.1.1 4.199.001,00 22.910.000,00 - Beban dari Kegiatan Non Operasional Lainnya D.2.1.2 1.487.590,00 3.667.902,00 D.2.1 2.711.411,00 19.242.098,00 D.2 2.711.411,00 19.242.098,00

17.621.398.723,00

- - 14.423.693.135,00

Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non Operasional Lainnya (D.2.1.1-D.2.1.2) Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non Operasional

SURPLUS/(DEFISIT) - LO (D.1 + D.2) NAMA PERKIRAAN KEGIATAN OPERASIONAL

Jumlah Pendapatan Operasional

Jumlah Beban Operasional (D.1.2.1 s.d. D.1.2.6) Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Operasional (D.1.1.- D.1.2)

KEGIATAN NON OPERASIONAL

(14)

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

PERWAKILAN BPKP PROVINSI SULAWESI BARAT LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

UNTUK PERIODE YANG BERAKIR 31 DESEMBER 2018 DAN 2017

(dalam rupiah)

31 DES 2018 31 DES 2017

E.1. 53.424.474.653 41.439.803.973 E.2. - 17.621.398.723 - 14.423.693.135

E.3. - 14.099.675.193

Selisih Revaluasi Aset Tetap E.3.1. - 14.099.675.193 TRANSAKSI ANTAR ENTITAS E.4. 17.119.349.257 12.308.688.622 Ditagihkan Ke Entitas Lain E.4.1. 15.820.525.915 12.309.276.898 Diterima Dari Entitas Lain E.4.2. - 2.933.191 - 588.276 Transfer Masuk E.4.3. 298.804.029 - Pengesahan Hibah Langsung E.4.4. 1.002.952.504 - KENAIKAN/PENURUNAN EKUITAS - 502.049.466 11.984.670.680

EKUITAS AKHIR E.5. 52.922.425.187 53.424.474.653

URAIAN JUMLAH

EKUITAS AWAL SURPLUS/DEFISIT - LO

KOREKSI YANG MENAMBAH/ MENGURANG EKUITAS YANG ANTARA LAIN BERASAL DARI DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN

KEBIJAKAN AKUNTANSI/KESALAHAN

MENDASAR

CTT

(15)

V. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

A. PENJELASAN UMUM

A.1. PROFIL DAN KEBIJAKAN TEKNIS

Profil dan Kebijakan Teknis

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah lembaga pemerintah non kementerian, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 1983, kemudian diperbarui dengan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPKP merupakan aparat pengawasan intern pemerintah yang berada dan bertanggung jawab kepada Presiden. Tugas BPKP adalah menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan keuangan negara/daerah dan pembangunan nasional.

Sebagai aparat pengawasan internal pemerintah, BPKP berperan untuk membantu pemerintah dalam membangun pemerintahan yang baik dan bersih, membantu menghadapi permasalahan yang terjadi dan memberikan masukan/solusi.

Penegasan jati diri sebagai pengawas internal pemerintah adalah dalam arti BPKP lebih mengedepankan peran proaktif untuk dapat memberikan nilai tambah kepada stakeholder dan shareholder. Dalam hal ini, BPKP berperan untuk meningkatkan proses governance, manajemen risiko dan penerapan sistem pengendalian guna mencapai tujuan

(16)

dalam pelaksanaan pengelolaan Keuangan Negara melalui fungsi pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Susunan organisasi dan pejabat pimpinan unit kerja Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat adalah sebagai berikut:

 Kepala Perwakilan : Fauqi Achmad Kharir

 Kepala Bagian Tata Usaha : Agus Yulianto

 Kepala Sub Bagian Keuangan : Harri Mustari

 Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum : Aniska Utama

 Koordinator Pengawasan Kelompok JFA Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat

: Akbar Dewa

 Koordinator Pengawasan Kelompok JFA Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah

: Tri Dasa Warsanto

 Koordinator Pengawasan Kelompok JFA Bidang Akuntan Negara

: Putu Yudi Tenaya

 Koordinator Pengawasan Kelompok JFA Bidang Investigasi

: Charles Rante Batara

 Koordinator Pengawasan Kelompok JFA Bidang Program dan Pelaporan serta Pembinaan APIP

: Lepot Setyanto

A.2. PENDEKATAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Pendekatan Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 ini merupakan laporan yang mencakup seluruh aspek keuangan yang dikelola oleh Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat. Laporan Keuangan ini dihasilkan melalui Sistem Akuntansi Instansi (SAI) yaitu serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan dan pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat.

SAI terdiri dari Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). SAI dirancang untuk menghasilkan Laporan Keuangan Satuan Kerja yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas. Sedangkan

(17)

SIMAK-BMN adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap, persediaan, dan aset lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik negara serta laporan manajerial lainnya.

A.3. BASIS AKUNTANSI

Basis Akuntansi

Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat menerapkan basis akrual dalam penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas serta basis kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memerhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. Sedangkan basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi atau peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Hal ini sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang telah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

A.4 DASAR PENGUKURAN

Dasar Pengukuran

Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan setiap pos dalam laporan keuangan. Dasar pengukuran yang diterapkan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat dalam penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan adalah dengan menggunakan nilai perolehan historis.

Aset dicatat sebesar pengeluaran/penggunaan sumber daya ekonomi atau sebesar nilai wajar dari imbalan yang diberikan untuk memperoleh aset tersebut. Kewajiban dicatat sebesar nilai wajar sumber daya ekonomi yang digunakan pemerintah

(18)

dikonversi terlebih dahulu dan dinyatakan dalam mata uang rupiah.

A.5. KEBIJAKAN AKUNTANSI

Kebijakan Akuntansi

Penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kebijakan akuntansi merupakan prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi- konvensi, aturan-aturan, dan praktik-praktik spesifik yang dipilih oleh suatu entitas pelaporan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam laporan keuangan ini merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh BPKP. Di samping itu, dalam penyusunannya telah diterapkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan-LRA

Pendapatan-

LRA  Pendapatan-LRA adalah semua penerimaan yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah pusat dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah pusat.

 Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima pada Kas Umum Negara (KUN).

 Akuntansi pendapatan-LRA dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan-LRA disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

(19)

2. Pendapatan-LO

Pendapatan-

LO  Pendapatan-LO adalah hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah ekuitas dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan dan tidak perlu dibayar kembali.

 Pendapatan-LO diakui pada saat timbulnya hak atas pendapatan dan/atau pendapatan direalisasi, yaitu adanya aliran masuk sumber daya ekonomi. Secara khusus pengakuan pendapatan-LO pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat adalah sebagai berikut:

 Pendapatan Sewa Aset Tetap diakui secara proporsional antara nilai dan periode waktu sewa.

 Pendapatan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan diakui pada saat ditetapkan surat keputusan denda atau dokumen lain yang dipersamakan.

 Akuntansi pendapatan-LO dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah nettonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).

 Pendapatan disajikan menurut klasifikasi sumber pendapatan.

3. Belanja

Belanja  Belanja adalah semua pengeluaran yang mengurangi

ekuitas dana lancar dalam periode tahun yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah pusat.

 Belanja diakui pada saat terjadi pengeluaran kas dari KUN.

 Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,

(20)

disahkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

 Belanja disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi akan diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

4. Beban

Beban  Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau

potensi dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

 Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban;

terjadinya konsumsi aset; terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa.

 Beban disajikan menurut klasifikasi ekonomi/jenis belanja dan selanjutnya klasifikasi berdasarkan organisasi dan fungsi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.

5. Aset

Aset Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Aset Tetap, Piutang Jangka Panjang, dan Aset Lainnya.

a. Aset Lancar

Aset Lancar  Kas disajikan di neraca dengan menggunakan nilai

nominal. Kas dalam bentuk valuta asing disajikan di neraca dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca.

 Piutang diakui apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

 Piutang yang timbul dari Tuntutan Perbendaharaan/ Ganti Rugi diakui apabila telah timbul hak tagih yang didukung dengan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTM) dan/atau telah dikeluarkannya surat

(21)

keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

 Piutang yang timbul dari perikatan, diakui apabila telah ada peristiwa yang menimbulkan hak tagih dan didukung dengan naskah perjanjian yang menyatakan hak dan kewajiban secara jelas serta jumlahnya bisa diukur secara handal.

 Piutang disajikan dalam neraca pada nilai yang dapat direalisasikan (net realizable value). Hal ini diwujudkan dengan membentuk penyisihan piutang tak tertagih. Penyisihan tersebut didasarkan atas kualitas piutang yang ditentukan berdasarkan jatuh tempo dan upaya penagihan yang dilakukan pemerintah. Perhitungan penyisihannya adalah sebagai berikut:

Kualitas

Piutang Uraian Tarif

Penyisihan

Lancar Belum dilakukan pelunasan s.d. tanggal

jatuh tempo 0,5%

Kurang Lancar

Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Pertama tidak dilakukan pelunasan

10%

Diragukan Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat

Tagihan Kedua tidak dilakukan pelunasan 50%

Macet

1. Satu bulan terhitung sejak tanggal Surat Tagihan Ketiga tidak dilakukan pelunasan

2. Piutang telah diserahkan kepada Panitia Urusan Piutang Negara/DJKN

100%

 Piutang Tagihan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang akan jatuh tempo dua belas (12) bulan setelah tanggal pelaporan disajikan sebagai Bagian Lancar Tagihan TGR.

(22)

b. Aset Tetap

Aset Tetap  Nilai aset tetap disajikan berdasarkan harga

perolehan atau harga wajar.

 Pengakuan aset tetap didasarkan pada nilai satuan minimum kapitalisasi sebagai berikut:

 Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin dan peralatan olah raga yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah rupiah);

 Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang nilainya sama dengan atau lebih dari Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah);

 Pengeluaran yang tidak tercakup dalam batasan nilai minimum kapitalisasi tersebut di atas, diperlakukan sebagai biaya kecuali

pengeluaran untuk tanah,

jalan/irigasi/jaringan, dan aset tetap lainnya berupa koleksi perpustakaan dan barang bercorak kesenian.

 Aset Tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah yang disebabkan antara lain karena aus, ketinggalan jaman, tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi yang makin berkembang, rusak berat, tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR), atau masa kegunaannya telah berakhir, direklasifikasi ke Aset Lain-Lain pada pos Aset Lainnya.

 Aset tetap yang secara permanen dihentikan penggunaannya, dikeluarkan dari neraca pada saat ada penetapan dari entitas sesuai dengan

(23)

ketentuan perundang-undangan di bidang BMN/BMD.

 Pengembalian belanja modal tahun anggaran yang lalu dicatat sebagai koreksi terhadap nilai aset yang bersangkutan pada saat pengembalian tersebut telah disetorkan ke Kas Negara.

c. Penyusutan Aset Tetap

Penyusutan

Aset Tetap  Penyusutan aset tetap adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset tetap. Kebijakan penyusutan aset tetap didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.06/2017 tentang Penyusutan Barang Milik Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat.

 Penyusutan aset tetap tidak dilakukan terhadap Tanah, Konstruksi dalam Pengerjaan (KDP), dan Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber sah atau dalam kondisi rusak berat dan/atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang untuk dilakukan penghapusan.

 Penghitungan dan pencatatan Penyusutan Aset Tetap dilakukan setiap akhir semester tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

 Penyusutan Aset Tetap dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan mengalokasikan nilai yang dapat disusutkan dari Aset Tetap secara merata setiap semester selama Masa Manfaat.

 Masa Manfaat Aset Tetap ditentukan dengan

(24)

Negara berupa Aset Tetap pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Kelompok Aset Tetap Masa Manfaat

Peralatan dan Mesin 2 s.d. 20 tahun

Gedung dan Bangunan 10 s.d. 50 tahun

Jalan, Jaringan dan Irigasi 5 s.d 40 tahun Aset Tetap Lainnya (Alat Musik Modern) 4 tahun

d. Piutang Jangka Panjang

Piutang Jangka Panjang

 Piutang Jangka Panjang adalah piutang yang akan jatuh tempo atau akan direalisasikan lebih dari dua belas (12) bulan sejak tanggal pelaporan.

Termasuk dalam Piutang Jangka Panjang adalah Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/ Tuntutan Ganti Rugi (TP/TGR) yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

 TP adalah tagihan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan kepada bendahara yang karena lalai atau perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian negara/daerah.

 TGR adalah suatu proses yang dilakukan terhadap pegawai negeri atau bukan pegawai negeri bukan bendahara dengan tujuan untuk menuntut penggantian atas suatu kerugian yang diderita oleh negara sebagai akibat langsung ataupun tidak langsung dari suatu perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan oleh pegawai tersebut atau kelalaian dalam pelaksanaan tugasnya.

e. Aset Lainnya

Aset Lainnya  Aset Lainnya adalah aset pemerintah selain aset lancar, aset tetap, dan piutang jangka panjang.

Termasuk dalam Aset Lainnya adalah aset tak berwujud, tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo lebih dari 12 (dua belas) bulan, aset

(25)

kerjasama dengan pihak ketiga (kemitraan), dan kas yang dibatasi penggunaannya.

 Aset Tak Berwujud (ATB) disajikan sebesar nilai tercatat netto yaitu sebesar harga perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi.

 Amortisasi ATB dengan masa manfaat terbatas dilakukan dengan metode garis lurus dan nilai sisa nihil. Sedangkan atas ATB dengan masa manfaat tidak terbatas tidak dilakukan amortisasi.

 Masa Manfaat Aset Tak Berwujud ditentukan dengan berpedoman Keputusan Menteri Keuangan Nomor 620/KM.6/2015 tentang Masa Manfaat Dalam Rangka Amortisasi Barang Milik Negara berupa Aset Tak Berwujud pada Entitas Pemerintah Pusat. Secara umum tabel masa manfaat adalah sebagai berikut:

Kelompok Aset Tak Berwujud Masa Manfaat (tahun)

Software Komputer 4

Franchise 5

Lisensi, Hak Paten Sederhana, Merk, Desain Industri, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

10

Hak Ekonomi Lembaga Penyiaran, Paten Biasa,

Perlindungan Varietas Tanaman Semusim 20 Hak Cipta Karya Seni Terapan, Perlindungan

Varietas Tanaman Tahunan 25

Hak Cipta atas Ciptaan Gol. II, Hak Ekonomi Pelaku

Pertunjukan, Hak Ekonomi Produser Fonogram 50

Hak Cipta atas Ciptaan Gol. I 70

 Aset Lain-lain berupa aset tetap pemerintah dalam kondisi rusak berat dan tidak lagi digunakan dalam operasional pemerintahan, disajikan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

(26)

6. Kewajiban

Kewajiban  Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah.

 Kewajiban pemerintah diklasifikasikan ke dalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

a. Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban Jangka Pendek

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan.

Kewajiban jangka pendek meliputi Utang Kepada Pihak Ketiga, Belanja yang Masih Harus Dibayar, Pendapatan Diterima Dimuka, dan Utang Jangka Pendek Lainnya. Pembelian Persediaan yang belum dibayar dari Kas Negara (belum terbit SP2D) diakui sebagai Belanja yang Masih Harus Dibayar pada tanggal Neraca.

a. Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang jika diharapkan untuk dibayar atau jatuh tempo dalam waktu lebih dari dua belas (12) bulan setelah tanggal pelaporan.

 Kewajiban dicatat sebesar nilai nominal, yaitu sebesar nilai kewajiban pemerintah pada saat pertama kali transaksi berlangsung.

Ekuitas 7. Ekuitas

Ekuitas merupakan selisih antara aset dengan kewajiban dalam satu periode. Pengungkapan lebih lanjut dari ekuitas disajikan dalam Laporan Perubahan Ekuitas.

(27)

B. PENJELASAN ATAS POS-POS REALISASI ANGGARAN

Penjelasan atas Pos-Pos Realisasi Anggaran

Pagu yang tersedia dalam DIPA Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 sebesar Rp15.888.238.000,00, Nomor SP DIPA-089.2.689266/2017 tanggal 5 Desember 2017 dengan jenis belanja sebagai berikut:

Kode Jenis Belanja Awal Revisi

51 Belanja Pegawai 11.012.085.000,00 10.376.277.000,00 52 Belanja Barang 5.287.817.000,00 5.344.561.000,00 53 Belanja Modal 158.200.000,00 167.400.000,00

16.458.102.000,00

15.888.238.000,00

Uraian

Jumlah

Jumlah Pagu (Rp)

Sedangkan apabila dilihat dari program, maka perubahan belanja adalah sebagai berikut:

Kode Uraian Awal Revisi

01

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya BPKP

13.940.542.000,00

13.370.678.000,00

06

Program

Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan Penyelenggaraan SPIP

2.517.560.000,00

2.517.560.000,00

16.458.102.000,00

15.888.238.000,00

Program

Jumlah

Jumlah Pagu (Rp)

B.1 PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp2.933.191,00

Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Tahun 2018 adalah sebesar Rp2.933.191,00. Keseluruhan Pendapatan Negara dan Hibah Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat tidak membuat Estimasi Pendapatan Negara Bukan Pajak dan Hibah Tahun 2018.

(28)

Realisasi PNBP Lainnya Tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar sebesar Rp2.344.915,00 atau 398,61 persen dibandingkan realisasi PNBP TA 2017 sebesar Rp588.276,00 disebabkan meningkatnya pendapatan dari penerimaan kembali Belanja Pegawai Tahun Anggaran Yang Lalu.

Perbandingan realisasi PNBP Tahun 2018 dan 2017 disajikan pada Tabel 1 di bawah ini:

Tabel 1

Perbandingan Realisasi PNBP Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017 Nilai (Rp) % 1. Pendapatan dari

Pemanfaatan BMN 162.000,00 588.276,00 (426.276,00) (72,46) 2. Penerimaan Kembali Bel.

Pegawai TAYL 2.771.191,00 - 2.771.191,00 - Jumlah 2.933.191,00 588.276,00 2.344.915,00 398,61 Uraian Jenis PNBP Realisasi PNBP (Rp) Naik/(Turun) No

B.2. BELANJA NEGARA

Realisasi Belanja Negara

Rp15.820.525.915,00

Realisasi belanja Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 setelah dikurangi pengembalian belanja adalah sebesar Rp15.820.525.915,00 atau 99,57 persen dari anggaran sebesar Rp15.888.238.000,00.

Rincian anggaran dan realisasi belanja menurut program Tahun 2018 disajikan pada Tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Menurut Program Anggaran Realisasi Netto

Kode Uraian (Rp) (Rp)

01 Program Dukungan Manajemen dan

PelaksanaanTugas Teknis Lainnya BPKP 13.370.678.000,00 13.305.410.261,00 99,51

06

Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan Penyelenggaraan SPIP

2.517.560.000,00 2.515.115.654,00 99,90

15.888.238.000,00 15.820.525.915,00 99,57

%

Jumlah Program

Sedangkan menurut jenis belanja, anggaran dan realisasinya disajikan pada Tabel 3 di bawah ini:

(29)

Tabel 3

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja per Jenis Belanja Anggaran Realisasi Belanja %

Kode Jenis Belanja Rp Rp Realisasi

51 Belanja Pegawai 10.376.277.000,00 10.312.544.990,00 99,39 52 Belanja Barang 5.344.561.000,00 5.340.592.155,00 99,93 53 Belanja Modal 167.400.000,00 167.388.770,00 99,99

15.888.238.000,00

15.820.525.915,00 99,57 Jumlah

Uraian

Komposisi anggaran dan realisasi belanja disajikan dalam grafik berikut ini:

- 2.000.000.000,00 4.000.000.000,00 6.000.000.000,00 8.000.000.000,00 10.000.000.000,00 12.000.000.000,00

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Modal 10.376.277.000,00 5.344.561.000,00 167.400.000,0010.312.544.990,00 5.340.592.155,00 167.388.770,00

ANGGARAN REALISASI

Realisasi belanja Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp3.511.249.017,00 atau 28,53 persen dibandingkan realisasi belanja TA 2017 disebabkan kenaikan pagu belanja pegawai, belanja pengawasan, dan belanja modal di TA 2018.

Perbandingan realisasi belanja Tahun 2018 dan 2017 disajikan pada Tabel 4 berikut ini:

Tabel 4

Perbandingan Realisasi Belanja Tahun 2018 dan 2017

Kode Jenis Belanja TA 2018 TA 2017 Jumlah (Rp) %

51 Belanja Pegawai 10.312.544.990,00 9.140.329.741,00 1.172.215.249,00 12,82 52 Belanja Barang 5.340.592.155,00 3.168.947.157,00 2.171.644.998,00 68,53 53 Belanja Modal 167.388.770,00 - 167.388.770,00 -

15.820.525.915,00

12.309.276.898,00 3.511.249.017,00 28,53 Jumlah

Realisasi Netto (Rp) Naik / (Turun)

Uraian

(30)

B.2.1 BELANJA PEGAWAI

Belanja Pegawai

Rp10.312.544.990,00

Realisasi Belanja Pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 dan 2017 setelah dikurangi pengembalian belanja pegawai masing-masing sebesar Rp10.312.544.990,00 dan Rp9.140.329.741,00. Rincian anggaran dan realisasi Belanja Pegawai per 31 Desember 2018 disajikan pada Tabel 5 berikut ini:

Tabel 5

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Pegawai per Tahun 2018 Uraian Anggaran (Rp) Realisasi Netto (Rp) % Belanja Gaji dan Tunjangan

PNS 4.376.390.000,00 4.348.348.337,00 99,36 Belanja Lembur 70.587.000,00 70.585.000,00 100,00 Belanja Tunjangan Khusus dan

Belanja Pegawai Transito 5.929.300.000,00 5.893.611.653,00 99,40 Total 10.376.277.000,00 10.312.544.990,00 99,39

Realisasi belanja pegawai (netto) sebesar Rp10.312.544.990,00 berasal dari belanja pegawai (bruto) sebesar Rp10.315.085.488,00 setelah dikurangi dengan pengembalian belanja pegawai sebesar Rp2.540.498,00.

Dibandingkan dengan realisasi Tahun 2017, terdapat kenaikan realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp1.172.215.249,00 atau 12,82 persen disebabkan bertambahnya pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat.

Perbandingan realisasi Belanja Pegawai Tahun 2018 dan 2017 disajikan pada Tabel 6 berikut ini:

Tabel 6

Perbandingan Realisasi Belanja Pegawai Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017 (Rp) %

Belanja Gaji dan Tunjangan

PNS 4.348.348.337,00 4.007.010.758,00 341.337.579,00 8,52 Belanja Lembur 70.585.000,00 99.981.000,00 (29.396.000,00) (29,40) Belanja Tunjangan Khusus

dan Belanja Pegawai Transito 5.893.611.653,00 5.033.337.983,00 860.273.670,00 17,09 Total 10.312.544.990,00 9.140.329.741,00 1.172.215.249,00 12,82

Realisasi Netto (Rp) Naik / (Turun)

Uraian

(31)

B.2.2. BELANJA BARANG

Belanja Barang

Rp5.340.592.155,00

Realisasi Belanja Barang Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 dan 2017 setelah dikurangi pengembalian belanja barang masing-masing sebesar Rp5.340.592.155,00 dan Rp3.168.947.157,00. Rincian anggaran dan realisasi Belanja Barang Tahun 2018 disajikan pada Tabel 7 berikut ini:

Tabel 7

Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Barang

Uraian Anggaran (Rp) Realisasi Netto (Rp) % Belanja Barang Operasional 1.272.234.000,00 1.271.632.580,00 99,95 Belanja Barang Non Operasional 81.835.000,00 81.834.700,00 100,00 Belanja Persediaan 80.378.000,00 80.377.392,00 100,00 Belanja Jasa 509.036.000,00 509.034.529,00 100,00 Belanja Pemeliharaan 454.201.000,00 454.177.227,00 99,99 Belanja Perjalanan Dalam Negeri 2.946.877.000,00 2.943.535.727,00 99,89 Total 5.344.561.000,00 5.340.592.155,00 99,93

Realisasi belanja barang (netto) sebesar Rp5.340.592.155,00 berasal dari belanja barang (bruto) sebesar Rp5.344.526.155,00 dikurangi pengembalian belanja barang sebesar Rp3.934.000,00.

Dibandingkan dengan realisasi TA 2017, terdapat kenaikan realisasi Belanja Barang sebesar Rp2.171.644.998,00 atau 68,53 persen disebabkan kenaikan belanja perjalanan dinas kegiatan pengawasan.

Perbandingan realisasi Belanja Barang 31 Desember 2018 dan per 31 Desember 2017 disajikan pada Tabel 8 berikut ini:

Tabel 8

Perbandingan Realisasi Belanja Barang Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017 (Rp) %

5211 Belanja Barang Operasional 1.271.632.580,00 1.144.842.050,00 126.790.530,00 11,07 5212 Belanja Barang Non Operasional 81.834.700,00 20.904.000,00 60.930.700,00 291,48

5218 Belanja Persediaan 80.377.392,00 45.074.650,00 35.302.742,00 78,32

5221 Belanja Jasa 509.034.529,00 531.187.952,00 (22.153.423,00) (4,17)

5231 Belanja Pemeliharaan 454.177.227,00 256.761.531,00 197.415.696,00 76,89

Uraian Realisasi Netto (Rp) Naik / (Turun)

Akun

(32)

B.2.3. BELANJA MODAL

Belanja Modal

Rp167.388.770,00

Realisasi Belanja Modal Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp167.388.770,00 dan Rp0,00.

Dibandingkan dengan realisasi TA 2017, terdapat kenaikan realisasi Belanja Modal sebesar Rp167.388.770,00 disebabkan pada tahun 2017 tidak terdapat belanja modal.

Perbandingan realisasi Belanja Tahun 2018 dan 2017 disajikan pada Tabel 9 berikut ini:

Tabel 9

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017 (Rp) %

Belanja Modal Peralatan dan

Mesin 167.388.770,00 0,00 167.388.770,00 0,00

Total 167.388.770,00 0,00 167.388.770,00 0,00

Uraian Realisasi Netto (Rp) Naik / (Turun)

(33)

C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA C.1. ASET LANCAR

Aset Lancar Rp154.370.267,00

Nilai Aset Lancar Tahun 2018 dan 2017 adalah masing- masing sebesar Rp154.370.267,00 dan Rp158.010.066,00.

Aset lancar merupakan aset yang diharapkan segera dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

Aset Lancar pada Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 dan 2017 disajikan sebagai berikut:

Tabel 10

Rincian Aset Lancar Tahun 2018 dan 2017 Tahun 2018 Tahun 2017

(Rp) (Rp)

Belanja Dibayar

Dimuka (prepaid ) 44.445.174,00 52.779.866,00 Persediaan 109.925.093,00 105.230.200,00 Total 154.370.267,00 158.010.066,00 Jenis Persediaan

C.1.1. BELANJA DIBAYAR DIMUKA

Belanja dibayar dimuka

Rp44.445.174,00

Belanja Dibayar Dimuka Tahun 2018 dan 2017 masing- masing sebesar Rp44.445.174,00 dan Rp52.779.866,00.

Saldo belanja dibayar dimuka per 31 Desember 2018 merupakan sewa rumah dan mobil untuk keperluan dinas yang pembayarannya dilakukan pada tahun 2018. Rincian Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) per 31 Desember 2018 disajikan pada Tabel 11 berikut ini:

(34)

Tabel 11

Rincian Belanja Dibayar Dimuka (prepaid) per 31 Desember 2018

No Obyek Sewa Jangka Waktu (Periode) Nilai Sewa (Rp)

Beban Dimuka per 31 Desember

2018(Rp) 1 Rumah Dinas 01 Maret 2018 s.d. 28

Februari 2019 16.667.000,00 2.777.833,00 2 Rumah Dinas 01 April 2018 s.d. 31

Maret 2019 16.667.000,00 4.166.750,00 3 Rumah Dinas 13 Maret 2018 s.d. 12

Maret 2019 16.667.000,00 2.777.833,00 4 Rumah Dinas 16 Maret 2018 s.d. 15

Maret 2019 16.667.000,00 4.166.750,00 5 Rumah Dinas 08 Agustus 2018 s.d. 07

Agustus 2019 16.667.000,00 9.722.418,00 6 Rumah Dinas 25 Agustus 2018 s.d. 24

Agustus 2019 16.667.000,00 11.111.333,00 7 Rumah Dinas 1 Februari 2018 s.d. 31

Januari 2019 16.667.000,00 1.388.924,00 8Kendaraan

Operasional

20 Februari 2018 s.d. 19

Februari 2019 50.000.000,00 8.333.333,00 Jumlah 166.669.000,00 44.445.174,00

C.1.2. PERSEDIAAN

Persediaan

Rp109.925.093,00 Persediaan Tahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp109.925.093,00 dan Rp105.230.200,00. Persediaan merupakan jenis aset dalam bentuk barang atau perlengkapan (supplies) pada tanggal neraca yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional. Rincian Persediaan Tahun 2018 dan 2017 dapat dilihat pada Tabel 12 sebagai berikut:

Tabel 12

Rincian Persediaan Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017

(Rp) (Rp)

117111 Barang Konsumsi 98.540.803,00 105.230.200,00 117113 Barang untuk Pemeliharaan 3.807.292,00

117199 Persediaan Lainnya 7.576.998,00 109.925.093,00

105.230.200,00 Jumlah

Kode Jenis Persediaan

Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik.

(35)

C.2. ASET TETAP

Aset Tetap

Rp52.758.483.624,00 Nilai buku Aset Tetap Tahun 2018 dan 2017 masing-masing

sebesar Rp52.758.483.624,00 dan Rp53.292.056.331,00, yang merupakan aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas (12) bulan, dan digunakan dalam kegiatan operasional entitas. Rincian Aset Tetap Tahun 2018 dan 2017 disajikan pada Tabel 13 berikut ini:

Tabel 13

Rincian Aset Tetap Tahun 2018 dan 2017

Tahun 2018 Tahun 2017

(Rp) (Rp)

1 Tanah 25.138.267.504,00 24.135.315.000,00 2 Peralatan dan Mesin 6.746.420.179,00 6.232.014.285,00 3 Gedung dan bangunan 25.093.136.000,00 25.093.136.000,00 4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 3.250.236.441,00 3.250.236.441,00

60.228.060.124,00

58.710.701.726,00

(7.469.576.500,00)

(5.418.645.395,00) 52.758.483.624,00

53.292.056.331,00

Uraian No

Jumlah Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan

C.2.1. TANAH

Tanah

Rp25.138.267.504,00 Nilai Aset Tetap berupa Tanah yang dimiliki Perwakilan BPKP

Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp25.138.267.504,00 dan Rp24.135.315.000,00.

Mutasi nilai Tanah sebesar Rp1.002.952.504,00 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Uraian Jumlah (Rp)

Nilai per 1 Januari 2018 24.135.315.000,00

Hibah Tahun 2018 1.002.952.504,00

Nilai per 31 Desember 2018 25.138.267.504,00

Mutasi tambah nilai Tanah sebesar Rp1.002.952.504,00 berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah nomor 22 Tahun 2018 dan PRJ-12/K/SU/2018 tanggal 6 Agustus 2018, serta

(36)

Hibah tanah tersebut telah disahkan oleh Kementerian Keuangan RI sesuai surat Kepala Kanwil Dirjen

Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat nomor S-1274/WPB.26/BD.01/2018 tanggal 13 Desember 2018

dengan registrasi hibah nomor 2VB6Y13A.

Rincian Tanah per 31 Desember 2018 dapat dilihat pada Lampiran 8.

C.2.2. PERALATAN DAN MESIN

Peralatan dan Mesin

Rp6.746.420.179,00

Nilai perolehan Peralatan dan Mesin Tahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp6.746.420.179,00 dan Rp6.232.014.285,00. Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2018 sebesar Rp5.388.740.655,00 sehingga nilai buku per 31 Desember 2018 sebesar Rp1.357.679.524,00.

Mutasi nilai Peralatan dan Mesin dapat dijelaskan sebagai berikut:

Uraian Jumlah (Rp)

Nilai Perolehan per 1 Januari 2018 6.232.014.285,00 Pembelian Tahun 2018 167.388.770,00 Transfer Masuk Tahun 2018 347.017.124,00 Nilai Perolehan per 31 Desember 2018 6.746.420.179,00 Akumulasi Penyusutan per 31 Desember 2018 (5.388.740.655,00) Nilai Buku per 31 Desember 2018 1.357.679.524,00

Saldo Peralatan dan Mesin per 31 Desember 2018 tersebut di atas tidak termasuk Peralatan dan Mesin yang dicatat secara Ekstrakomptabel sebesar Rp220.000,00.

Mutasi tambah Peralatan dan Mesin sampai dengan 31 Desember 2018 yang berasal dari Pembelian dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

(37)

No Uraian Aset Kuantitas Nilai Total (Rp) 1 Baggage Trolly 2 3.080.000,00 2 Termometer Standar 1 1.320.000,00 3 Lemari Besi/Metal 6 23.760.000,00 4 Lemari Kayu 1 7.815.500,00

5 Brankas 1 6.930.000,00

6 Alat Penghancur Kertas 2 3.049.000,00 7 Mesin Absensi 2 10.258.800,00 8 Mesin Laminating 1 1.980.000,00

9 Meja Rapat 1 7.920.000,00

10 Mesin Penghisap

Debu/Vacuum Cleaner 2 6.930.000,00 11 Mesin Pemotong Rumput 2 6.930.000,00

12 Televisi 1 3.960.000,00

13 Audio Amplifier 1 3.126.200,00 14 Microphone/Wireless MIC 2 2.781.000,00 15 Uninterruptible Power

Supply (UPS) 2 4.745.125,00 16 Stetoscope (Alat

Kedokteran Umum 1 1.650.000,00 17 Kursi Dorong 1 1.347.225,00 18 Timbangan Badan (Alat

Kesehatan Umum Lain) 1 1.100.000,00

19 P.C Unit 4 48.992.020,00

20 Speaker Komputer 1 2.966.400,00 21 Printer (Peralatan Personal

Komputer) 4 16.747.500,00

Jumlah 39 167.388.770,00

Mutasi tambah Peralatan dan Mesin sampai dengan 31 Desember 2018 yang berasal dari Transfer Masuk dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Gambar

Tabel 23  :  Rincian Beban Pemeliharaan Tahun 2018 dan 2017  .............   39  Tabel 24  :  Rincian Beban Pemeliharaan menurut LO dan LRA  .............

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Laporan Keuangan Daerah (LKD) audited Tahun 2018 berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Menteri

Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi

Laporan Keuangan Kantor Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta Tahun 2019 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang

Laporan Keuangan Gabungan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun

Laporan Keuangan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2018 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN Laporan Keuangan Keuangan Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado Tahun 2016 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan

Kami telah mereviu Laporan Keuangan Badan Pusat Statistik Kota Palu untuk tahun anggaran 2015 berupa Neraca per tanggal 31 Desember 2015, Laporan Realisasi

Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat adalah salah satu entitas akuntansi di bawah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi