28
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Diagram Alir Penelitian
Penelitian Tugas Akhir ini menggunakan 3 metode, yaitu metode AHP, metode TOPSIS, dan metode Single Index Model. Untuk menentukan besaran bobot dan kriteria yang paling signifikan digunakan pendekatan AHP. Sedangkan metode TOPSIS merupakan mekanisme yang digunakan untuk menentukan alternatif (saham) yang sesuai dengan kriteria berdasarkan bobot kriteria. Metode single index model digunakan untuk memilih saham-saham yang akan menjadi kandidat portofolio terbaik. Diagram alir berikut menggambarkan tahapan proses yang akan dilakukan untuk setiap metode.
Gambar 3. 1 Diagram Alir Penelitian
29
3.1.1. Diagram Alir Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Pada metode AHP ini bertujuan untuk menentukan bobot pada setiap kriteria yang digunakan, serta menguji apakah hasil penilaian yang digunakan pada metode ini konsisten atau tidak. Bobot yang diperoleh pada metode ini akan digunakan pada metode TOPSIS.
Gambar 3. 2 Diagram Alir Metode AHP
30
3.1.2. Diagram Alir Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)
Setelah mengolah data dengan metode AHP dan menentukan bobot untuk setiap kriteria penelitian, data selanjutnya diolah dengan metode TOPSIS, yang akan memperoleh alternatif (saham) yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Alternatif yang diperoleh selanjutnya akan dioleh dengan metode single ndex model.
Gambar 3. 3 Diagram Alir Metode TOPSIS
3.1.3. Diagram Alir Metode Single Index Model
Setelah alternatif (saham) telah diperoleh pada metode TOPSIS, selanjutnya akan diolah dengan menggunakan metode single index model untuk menyusun portofolio yang optimal dan menentukan besarnya return dan risiko portofolio.
31
Gambar 3. 4 Diagram Alir Metode Single Index Model
3.2. Jenis dan Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan secara induktif, dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari studi literatur dan penelitian sebelumnya. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan yang merupakan bagian dari indeks saham LQ45.
3.3. Tahap Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia.
32 3.3.1. Data Primer
Data primer adalah informasi yang dikumpulkan oleh peneliti untuk membantu penyelesaian proyek penelitian tertentu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, dan jenis data yang digunakan adalah jawaban atas kuesioner yang dikirimkan kepada investor muda yang telah lama berinvestasi dan dapat menggunakan laporan keuangan untuk menentukan saham mana yang akan diinvestasikan. Pengumpulan data kuesioner adalah jenis pengumpulan data yang meminta responden untuk menjawab serangkaian pertanyaan. Kuesioner dalam penelitian ini memiliki 6 pertanyaan yang digunakan untuk membuat matriks perbandingan berpasangan, dan setiap pertanyaan memiliki 9 alternatif jawaban berdasarkan penilaian perbandingan berpasangan skala numerik Prof. Thomas Lorie Saaty.
3.3.2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang telah disediakan dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Data yang digunakan adalah data laporan keuangan perusahaan pada indeks LQ45 pada periode 2014 hingga 2020 yang diperoleh dari https://idx.co.id dan harga penutupan harga saham LQ45 dan harga penutupan harga pasar IHSG periode Desember 2014 hingga Desember 2020 yang diperoleh dari https://finance.yahoo.com, serta data suku bunga BI rate atau BI-7 days repo rate pada periode Desember 2015 hingga Desember 2020 yang diperoleh dari https://bi.go.id.
3.4. Uji Data Kuesioner Penelitian
Terdapat dua jenis uji yang dilakukan untuk menguji data kuesioner dalam penelitian ini, yaitu uji validitas dan reliabilitas.
3.4.1. Uji Validitas
Uji validitas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk menentukan ketepatan dan keakuratan suatu alat ukur dalam menentukan apa yang sedang diukur. Uji validitas bertujuan untuk menentukan apakah instrumen yang digunakan untuk penelitian dapat digunakan atau tidak. Validitas kuesioner
33
ditentukan dengan menghitung korelasi antara nilai yang diperoleh dari setiap item pertanyaan dan skor keseluruhan yang dicapai. Korelasi Pearson digunakan dalam penelitian ini untuk menguji validitas data kuesioner, khususnya dengan menggunakan persamaan berikut (Yusuf, 2018).
𝑟𝑥𝑖𝑦𝑖 = 𝑝(∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖)−(∑ 𝑥𝑖)(∑ 𝑦𝑖)
𝑝 𝑖=1 𝑝
𝑖=1 𝑝
𝑖=1
√(𝑝(∑𝑝𝑖=1𝑥𝑖2)−(𝑥𝑖)2)(𝑝(∑𝑝𝑖=1𝑦𝑖2)−(𝑦𝑖)2)
(3.1)
dengan
𝑟𝑥𝑖𝑦𝑖 : koefisien korelasi pearson 𝑝 : banyaknya responden
𝑥𝑖 : skor setiap item pertanyaan pada responden i 𝑦𝑖 : total skor responden i untuk setiap item pertanyaan
Menentukan nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 akan menggunakan tabel uji r, dimana nilai taraf signifikansi yang digunakan sebesar α = 0,05.
𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = (𝛼, 𝑑𝑓) (3.2)
dengan persamaan derajat kebebasan (𝑑𝑓) sebagai berikut:
𝑑𝑓 = 𝑛 − 2 (3.3)
Pada uji validitas dengan menggunakan metode Korelasi Pearson hal yang dilihat adalah nilai 𝑟𝑥𝑦 dan 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan menggunakan nilai taraf signifikansi sebesar 0,05 dimana jika nilai 𝑟𝑥𝑦 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka item pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid. Sebaliknya, jika 𝑟𝑥𝑦 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka item pertanyaan tersebut dikatakan tidak valid.
3.4.2. Uji Reliabilitas
Tujuan dari uji reliabilitas adalah untuk melihat apakah alat ukur yang disusun dalam bentuk kuesioner sudah akurat. Suatu alat ukur dapat dipercaya jika secara umum memberikan hasil yang konsisten bila sering digunakan (tidak ada perbedaan yang signifikan). Ada banyak pendekatan untuk melakukan uji reliabilitas, dalam penelitian ini uji yang digunakan adalah uji reliabilitas dengan metode Alpha Cronbach. Teknik Alpha Cronbach digunakan untuk menguji
34
(3.4)
(3.5)
(3.6) instrumen dengan lebih dari satu jawaban benar. Instrumen tersebut dapat berupa esai, angket, atau kuesioner (Yusuf, 2018).
( ) ( )
2 2
2 2 2
2
2 2 2
2
( 1) 1
m tot
m m m
tot tot tot
m s
r m s
x x
s p p
x x
s p p
= −
−
= −
= −
dengan
𝑟 : koefisien reliabilitas Alpha Cronbach 𝑚 : banyaknya item pertanyaan
∑ 𝑠𝑚2 : jumlah varian skor tiap item pertanyaan 𝑥𝑚 : skor tiap item pertanyaan
𝑠𝑡𝑜𝑡2 : varians skor total 𝑥𝑡𝑜𝑡 : skor total
𝑚 : banyaknya responden
Pada uji reliabilitas Alfa Cronbach terdapat kriteria penilaian yaitu jika nilai koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (𝑟𝑖) > 0,60 maka instrumen atau kuesioner yang digunakan reliabel. Sebaliknya, jika koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (𝑟𝑖)
< 0,60 maka instrumen atau kuesioner yang digunakan tidak reliabel.
3.5. Tahap Pengolahan Data
Tahap ini melibatkan pengolahan data yang telah dikumpulkan, kemudian menganalisis hasilnya untuk sampai pada solusi yang diinginkan. Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini memanfaatkan kombinasi metode AHP, dilanjutkan dengan metode TOPSIS dan pembentukan portofolio optimal dengan menggunakan pendekatan Single Index Model. Pada metode AHP akan menggunakan kuesioner yang akan dibagikan kepada sejumlah investor muda, dimana kuesioner tersebut sebagai langkah awal dalam menghasilkan matriks perbandingan berpasangan untuk setiap kriteria penelitian dan dari metode AHP ini akan diperoleh nilai kriteria terbobot. Bobot yang diperoleh dengan menggunakan
35
pendekatan metode AHP kemudian digunakan dalam metode TOPSIS untuk pemrosesan data. Pada indeks LQ45, pendekatan TOPSIS digunakan untuk mencari alternatif atau jarak yang paling dekat dengan solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif, dengan nilai preferensi 0,5. Setelah proses pemeringkatan, data diolah dengan menggunakan pendekatan Model Indeks Tunggal untuk menghasilkan portofolio optimal dari alternatif yang dipilih. Menentukan Excess Return To Beta (ERB), Cut Off Rate (Ci), menghitung alokasi dana untuk setiap saham, dan menghitung return portofolio merupakan langkah-langkah dalam teknik Single Index Model untuk membentuk portofolio optimal.
3.6. Tahap Akhir
Tahap ini meupakan tahapan yang meliputi penyelesaian penelitian dan penyusunan portofolio optimal berdasarkan indeks saham LQ45 periode 2015- 2020.