• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,c.presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,c.presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Prosiding SEMNAS BIO 2021 Universitas Negeri Padang Volume 01 2021, hal 441-449 e-ISSN: XXXX-XXXX DOI: https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol1/59

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,C.Presl) sebagai Bahan Kuliner

Tradisional Surabaya

Marmi dan Sunaryo

Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Bahasa Dan Sains, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jln Dukuh Kupang XXV/54 Surabaya

Email: [email protected]

ABSTRACT

"Semanggi Surabaya" is a food that applied the concept of pecel, which is a typical Javanese food which is a combination of vegetables and spiced peanut sauce. However, it has basic ingredients and a distinctive sauce that sets it apart from other types of pecel. The uniqueness of the ingredients and the taste makes “Semanggi Suroboyo” of being called the pecel of the people of Surabaya. As the name implies, this culinary raw material is water clover leafs. In consuming that foods, it is necessary to pay attention to the level of safety, especially if the planting location has been contaminated by industrial waste. Clover water cultivation in Surabaya is located in the village of Kendung, Benowo District, Surabaya which is known as Semanggi Village. The danger of consuming clover is if this plant grows in areas that have been polluted, especially heavy metals such as cadmium (Cd) and lead (Pb). Marsilea crenata, C Presl is able to absorb heavy metals, it is very dangerous if the person consume water clover that contains heavy metals because it will accumulate in the body. From the above background it is necessary to do research the metal content of Cadmium and Lead in Marsilea crenata, C Presl. , as the main ingredient of “Semanggi Surabaya”. This research is expected to provide information on food safety from heavy metal contaminants because the cultivation environment is increasing pollution. Heavy metals themselves accumulate in the environment, especially from areas that are densely population by industries that produce pollutants. This study aims to determine the content of heavy metals cadmium (Cd) and lead (Pb) in the leaves, stems and roots of Marsillea crenata, C Presl as the main ingredients of Semanggi Suroboyo and to determine the levels of heavy metals Cd and Pb in the leaves, stem and root water clover (Marselia crenata, C Presl.) from the village of Kedung, Sememi, Benowo, is it in comparision with the standards of Perka BPOM No. 12 of 2014. Based on the results of the study, it was concluded that the heavy metal content of lead (Pb) and Cadmium (Cd) contained in clover (Marsilea Crenata, C Presl) in Kendung village, Kel. Sememi Kec.Benowo Surabaya was

<0.030 mg/kg and <0.027 mg/kg in all tested samples. The heavy metal content of lead (Pb) and cadmium (Cd) in clover in Kendung Village, Kel. Sememi, Kec. Benowo Surabaya is still below the SNI standard.

Keywords : Marsilea crenata, C Presl, Pb metal, Cd metal, Semanggi Surabaya

PENDAHULUAN

(2)

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,C.Presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai jenis makanan tradisional. Setiap daerah memiliki makanan yang yang menjadi ciri khas daerahnya.

Semanggi Surabaya sudah sangat dikenal di Surabaya sejak jaman perang kemerdekaan.

Dahulu, semanggi merupakan makanan yang sangat populer hingga diabadikan menjadi lagu bergenre keroncong “Semanggi Surabaya” tahun 1950 yang diciptakan S Padimin dan dipopulerkan oleh Tatiek Wiyono. Semanggi Surabaya keberadaannya perlu dilestarikan karena merupakan salah satu kearifan lokal yang popularitasnya semakin tergeser dengan masakan kekinian yang semakin menjamur.

“Semanggi Surabaya” merupakan makanan yang menerapkan konsep pecel, yakni makanan khas orang Jawa yang merupakan paduan sayur-sayuran dan saus kacang berbumbu. Namun, memiliki bahan dasar dan saus khas yang membedakannya dengan jenis pecel lainnya. Kekhasan bahan dan rasanya menjadikan “Semanggi Surabaya”

layak disebut sebagai pecel orang Surabaya. Sesuai dengan namanya, bahan baku kuliner ini adalah daun semanggi air.Semanggi (Marsilea crenata,C Presl ) adalah tumbuhan paku air golongan hydrophyte yang dapat tumbuh di persawahan padi, kolam, danau, rawa dan sungai dengan menjulurkan sebagian tubuh tanaman dan menancapkan akarnya pada dasar perairan . Memiliki daun majemuk dengan 4 daun, tangkai daun bundar dan berbulu halus di permukaan. Organ penyimpan spora (disebut sporokarp) M.

drummondii juga dimanfaatkan oleh penduduk asli Australia (aborigin) sebagai bahan makanan. Semua anggotanya heterospor: memiliki dua tipe spora yang berbeda kelamin.

Semanggi M. crenata diketahui mengandung fitoestrogen (estrogen tumbuhan) yang berpotensi mencegah osteoporosis. Memiliki khasiat sebagai peluruh air seni.

Kandungan senyawa aktif yang terdapat di daun semanggi antara lain saponin dan polifenol (Agil, 2017).

Setiap negara yang menjadi habitat hidup semanggi air mempunyai cara tersendiri untuk memanfaatkan jenis tanaman paku ini. Misalnya di India daun semanggi dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengatasi demam, keracunan pada darah, dan penyakit kulit kusta. Di Thailand semanggi dikonsumsi dalam kondisi segar bersama sambal tradisional. Tanaman semanggi (Marsilea crenata, C Presl.) juga memiliki kandungan fitoestrogen. Fitoestrogen adalah kelompok yang sangat banyak dari tumbuh- tumbuhan yang mengandung struktur non steroid yang bersifat menyerupai estrogen.Aktifitas estrogenik dari fitoestrogen didukung karena terdapatnya gugus-OH pada struktur kimia penyusunnya seperti yang terdapat pada hormon estradiol sehingga dapat memiliki aktivitas estrogenik. Salah satu tanaman yang memiliki kandungan fitoestrogen adalah semanggi (Affiyati dkk, 2018).

Dalam mengkonsumsi makanan perlu diperhatikan tingkat keamanannya, terutama apabila lokasi penanaman sudah tercemar oleh limbah industri. Budidaya semanggi di Surabaya terletak di desa Kedung, Kecamatan Benowo, Surabaya yang

(3)

Marmi dan Sunaryo 443

dikenal sebagai “Kampung Semanggi”.Bahaya mengkonsumsi Semanggi adalah jika tanaman ini tumbuh di daerah yang sudah tercemar terutama logam berat seperti Cadmium(Cd) dan Timbal (Pb). Karena Marsilea crenata ,P Presl mampu menyerap logam berat.

Tanaman semanggi (Marsilea crenata, C Presl.) memiliki kemampuan fitoremediasi atau kemampuan menghilangkan, memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun anorganik(Purakayastha et al., 2010). Kemampuan yang bermanfaat untuk mengurangi polutan pada air tersebut berdampak pada penimbunan logam berat pada tanaman semanggi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga menurunkan kualitas tanaman semanggi (Marsilea crenata, C Presl.). Penggunaan tanaman semanggi(Marsilea crenata, CPresl.) yang memiliki kadar logam berat yang tinggi tidak direkomendasikan karena berbahaya untuk kesehatan tubuh (Agil, 2017).

Cadmium (Cd) memasuki lingkungan akuatik terutama dari deposisi atmosferik dan efluen pabrik yang menggunakan logam ini dalam proses kerjanya. Di perairan umumnya Cd hadir dalam bentuk ion-ionnya yang terhidrasi, garam-garam klorida, terkomplekskan dengan ligan anorganik atau membentuk kompleks dengan liganorganik (Weiner,2008).

Cd di sedimen perairan yang tak terkontaminasi berkisar antara 0,1 sampai 1,0µg/g bobot kering. Pada umumnya di air permukaan, baik Cd terlarut maupun partikulatnya secara rutin dapat terdeteksi.Senyawa timbal (Pb) yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan akan ikut dalam metabolisme tubuh. Penyerapan timbale melalui saluran pencernaaan berkisar antara 1-20% dari total timbal yang berasal dari makanan dan minuman. Sistem porta hepatis membawa timbale tersebut dan dideposisi dan sebagian lagi diangkut oleh darah dan didistribusikan ke dalam jaringan (Darmono, 1995).

Cadmium (Cd) merupakan logam berat yang paling banyak ditemukan pada lingkungan, khususnya lingkungan perairan, serta memiliki efek toksik yang tinggi, bahkan pada konsentrasi yang rendah (Almeida et al., 2009). Kadmium diketahui memiliki waktu paruh yang panjang dalam tubuh organisme hidup dan umumnya terakumulasi di dalam hepar dan ginjal (Flora, 2009). Pada manusia, kadmium dapat bersifat karsinogenik, merusak kelenjar endokrin, sistem kardiovaskular dan juga terdapat pada sistem saraf yang memicu kerusakan neurologis dan berasosiasi dengan kanker paru-paru, prostat, pankreas dan ginjal . Pada konsentrasi yang tinggi, kadmium merupakan logam berat yang bersifat karsinogen, mutagenik dan teratogenik pada beberapa jenis hewan. Hal ini menunjukan bahwa logam berat kadmium memberikan efek terhadap proses genomic dan postgenomic pada liver, ginjal, paru-paru, dan otak.

Sifat karsinogenik kadmium menyebabkan logam berat tersebut diurutkan sebagai peringkat pertama (Class 1) agen mutagenik bagi organisme hidup.

(4)

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,C.Presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya

Jonak et al. (2004) menjelaskan bahwa kadmium tidak diketahui memiliki fungsi biologis di dalam sel tetapi memiliki sifat reaktif yang sangat tinggi dan dapat menginaktifkan berbagai macam aktivitas enzim yang diperlukan oleh sel. Setelah diabsorbsi, logam berat kadmium akan terakumulasi di dalam organ target yang utamanya adalah ginjal kemudian menimbulkan toksisitas (Rico et al., 2002). Di dalam ginjal, akumulasi kadmium terjadi umumnya di dalam tubulus proximal serta segmen- segmen nefron lainnya yang hanya terjadi pada akhir tahap intoksifikasi (Riyadina W, 1997). Pemberian logam berat kadmium terhadap tikus putih jantan (Male Wistar Rats) dapat menyebabkan osteoporosis serta umumnya terdeposit di dalam organ liver dan ginjal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Logam Berat Cadmium ( Cd) dan Timbal (Pb) pada helaian daun, tangkai dan akar pada tanaman Marsillea crenata,C Presl sebagai bahan utama kuliner tradisional Surabaya , dan mengetahui apakah Semanggi yang dipanen di Desa Kedung , Sememi, Benowo layak dikonsumsi sesuai dengan standar Perka BPOM No 12 tahun 2014.

Timbal atau timah hitam atau Plumbum (Pb) adalah salah satu bahan pencemar utama saat ini di lingkungan. Hal ini bisa terjadi karena sumber utama pencemaran timbal adalah dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Selain itu timbal juga terdapat dalam limbah cair industri yang pada proses produksinya menggunakan timbal, seperti industri pembuatan baterai, industri cat, dan industri keramik. Timbal digunakan sebagai aditif pada bahan bakar, khususnya bensin di mana bahan ini dapat memperbaiki mutu bakar. Bahan ini sebagai anti knocking (anti letup), pencegah korosi, anti oksidan, diaktifator logam, anti pengembunan dan zat pewarna.

Adanya timbal pada komponen lingkungan yaitu air, tanah, dan udara memungkinkan berkembangnya transmisi pencemaran menjadi lebih luas kepada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia sehingga menimbulkan gangguan kesehatan, seperti terganggunya sintesa darah merah, anemia, dan penurunan intelegensia pada anak.

Dari latar belakang di atas perlu dilakukan penelitian tentang kandungan logam berat Cadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada tanaman Marsilea crenata, C Presl sebagai bahan utama semanggi surabaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi keamanan bahan pangan dari bahan pencemar logam berat karena lingkungan budidaya yang semakin tercemar. Logam berat sendiri terakumulasi di lingkungan terutama dari daerah yang padat akan industri yang menghasilkan polutan (Darmono, 1995).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara deskriptif kuantitatif,yakni dengan melakukan uji logam berat timbal (Pb), Cadmium (Cd), pada

(5)

Marmi dan Sunaryo 445

daun, batang dan akar semanggi (Marsillea crenata,C Presl ) sebagai bahan utama kuliner tradisional Surabaya , yang dipanen di Desa Kendung , Sememi, Benowo dengan instrument Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Pengujian dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai dengan bulan Desember 2020 bertempat di Laboratorium Balai Riset Standardisasi Industri Surabaya.

Penentuan Cemaran Logam Pb dengan metode AAS dengan membuat larutan baku timbal (Pb) dengan berbagai kadar berbeda : 0,2; 0,4; 0,6;0,8; 1 ppm dalam pelarut HNO3 1%. Kemudian dimasukkan sekitar 10 g sampel ke dalam krus, dan dipijarkan hati-hati pada suhu rendah hingga mengarang. Selama pemijaran krus tidak boleh ditutup rapat. Pada bagian yang telah mengarang ditambah 2 ml asam nitrat pekat,dipanaskan hati-hati hingga asap putih tidak terbentuk lagi. Dipijarkan pada suhu 500oC hingga 600oC sampai arang habis terbakar. Didinginkan dan dilarutkan dalam HNO3 1% dalam labu ukur 25 ml, disaring dengan kertas saring bebas abu. Diamati dengan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) lalu dihitung kadar timbal (Pb) terhadap sampel awal.

Penentuan Cemaran Logam Berat Cd metode AAS dengan membuat larutan baku Cadmium (Cd)dengan berbagai kadar berbeda : 0,05; 0,1;0,25; 0,5; 1ppm dalam pelarut HNO3 1 %. Kemudian dimasukkan sekitar 10 g sampel ke dalam krus, dan dipijarkan hati-hati pada suhu rendah hingga mengarang. Selama pemijaran krus tidak boleh ditutup rapat. Pada bagian yang telah mengarang ditambah 2 ml asam nitrat pekat,dipanaskan hati-hati hingga asap putih tidak terbentuk lagi. Dipijarkan pada suhu 500oC hingga 600oC sampai arang habis terbakar. Didinginkan dan dilarutkan dalam HNO3 1% dalam labu ukur 25 ml, disaring dengan kertas saring bebas abu. Diamati dengan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) lalu dihitung kadar Cadmium (Cd) terhadap sampel awal.

Dari hasil kandungan logam berat pada tanaman Semanggi dari organ akar, batang dan daun dilakukan deskripsi kuantitatif dan untuk keamanan konsumsi dibandingkan dengan Perka BPOM No. 12 tahun 2014 .

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

“Semanggi Surabaya” adalah salah satu kearifan lokal yang dikenal sebagai makanan tradisional khas kota Surabaya,berbahan utama daun semanggi dan tauge dengan bumbu pecel yang terbuat ubi dan petis serta lauk krupuk puli. Wilayah yang memproduksi semanggi Surabaya ada di Kampung Kendung, Kelurahan Sememi , Kecamatan Benowo Surabaya terkenal dengan sebutan “Desa Semanggi” karena banyak masyarakat yang membudidayakan semanggi dan sebagian berprofesi sebagai

(6)

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,C.Presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya

Semanggi (Marsilea crenata,C Presl) adalah jenis tanaman paku air dengan daun, batang, dan akar yang sudah bisa dibedakan dengan jelas. Akan tetapi struktur morfologi kelompok tumbuhan paku ini belum sekompleks tanaman pada umumnya.

Oleh karena berdasarkan bentuknya, bagian tubuh semanggi hanya dapat dibagi menjadi tiga bagian.Umumnya semanggi hidup merambat atau mengapung di daerah perairan termasuk genangan air. Sebagian batangnya berada dibawah permukaan air dan sebagian lagi mengambang diatas permukaan air. Kedalaman tumbuhnya sangat berpengaruh terhadap panjang batang tanaman, sebab semakin dangkal maka ukuran batang juga lebih pendek. Rata-rata tanaman semanggi memiliki empat helai daun dengan panjang sekitar 2,5 cm dan lebar sekitar 2,3 cm. Daun semanggi mempunyai tekstur tipis dan juga lembut saat diraba. Daunnya berbentuk seperti baji oval telur dengan warna antara hijau muda hingga hijau gelap.

Semanggi mempunyai tiga macam daun berdasarkan posisi tumbuhnya. Ketiga jenis daun tersebut adalah daun mengapung diatas air atau floating leaves, daun tenggelam didalam air atau submerged leaves, dan daun tipe aerial leaves.Floating leaves dan submerged leaves mempunyai kesamaan, yaitu keduanya hidup di wilayah perairan, sedangkan aerial leaves hidup di kawasan daratan. Akan tetapi ketiga jenis daun ini mempunyai struktur jaringan yang sama, yaitu jaringan epidermis, parenkim, palisade, bunga karang, dan berkas pengangkut. Tanaman semanggi mempunyai tangkai atau batang berbentuk tegak lurus serta tumbuh melingkar secara simetris. Batang semanggi hanya tumbuh lurus di dalam air, sedangkan jika diatas tanah tidak akan bisa kecuali untuk kelompok tumbuhan paku tiang. Batang semanggi strukturnya sangat lemah dengan warna agak kemerah-merahan dan mengkilat. Batang yang tumbuh dalam air dapat tumbuh memanjang hingga 20 cm, sedangkan batang yang muncul di permukaan air ukurannya tidak terlalu panjang hanya berkisar antara 3 sampai 4 cm.

Berdasarkan hasil penelitian tentang kandungan logam Cadmium dan Timbal (Pb) pada akar, batang, dan daun , semanggi(Marsilea Crenata, C Presl ) yang di panen pada Kampung Kendung ,Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya terdapat pada table dibawah ini:

Tabel 1. Kandungan Logam Timbal (Pb) dan Kadmium(Cd) Pada Akar, Batang dan Daun Semanggi

NO LOGAM BERAT

AKAR (mg/kg) BATANG (mg/kg)

DAUN (mg/kg)

1 Cadmium (Cd) 0.030 0.027 0.023

2 Timbal (Pb) 0.027 0.025 0.024

(7)

Marmi dan Sunaryo 447

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam Cadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada akar, daun dan batang Semanggi (Marsillea crenata, C Presl) masih di bawah batas ambang yang ditetapkan Perka BPOM No. 12 tahun 2014 yaitu: Maksimum kandungan Cd≤0,3 ppm. Maksimum kandungan Pb≤10 ppm.Kandungan logam berat tersebut merupakan batasan yang menjadi standar untuk produk obat yang mana diterapkan untuk mengantisipasi bioakumulasi logam berat yang berlebihan pada tubuh. Bioakumulasi dapat menyebabkan masalah kesehatan apabila memiliki kadar yang tinggi (BPOM RI, 2014).

Rendahnya kandungan logam Pb dan Cd pada Semanggi yang dipanen dari lokasi “Kampung Semanggi” Desa Sememi, Benowo, Surabaya mengindikasikan bahwa habitat hidupnya belum tercemar limbah industri yang terdapat di sekitar lokasi. Hal ini karena memang lokasi sentra semanggi merupakan kawasan pemukiman dan persawahan. Jumlah lahan yang semakin sempit karena semakin maraknya pembangunan pemukiman berdampak terhadap ketersediaan sumber utama bahan baku

“Semanggi Surabaya” yang semakin langka.

Rendahnya kandungan logam Pb dan Cd menjadikan makanan khas Surabaya aman dikonsumsi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kemampuan tanaman semanggi yang bersifat bioremediasi atau menyerap logam berat seperti Timbal (Pb) dan Kadmium (Cb).

Disamping mengandung Isoflavon dan Fitoestrogen tanaman semanggi juga mengandung mineral yang tinggi. Kandungan fosfor pada daun dan tangkai semanggi segar sebesar 142,8 mg/100 g lebih tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa sayuran lainnya, misalnya bayam, daun singkong, kangkung , kubis kol, dan seledri.

Kandungan natrium daun dan tangkai daun semanggi segar sebesar 69,6 mg/100 gr, lebih kecil dibandingkan beberapa sayuran misalnya bayam dan seledri, namun lebih besar daripada kubis, selada air, kol dan asparagus. Kandungan besi pada daun dan tangkai semanggi segar sebesar 108,3 mg/100 gr lebih besar dari pada tanaman bayam dan kangkung. Kandungan kalium pada daun dan tangkai daun semanggi segar sebesar 937,56 mg/100 gr, lebih besar apabila dibandingkan dengan beberapa sayuran lain misalnya bayam,selada air, kubis, kol, seledri dan asparagus. Kalium terdapat dalam jumlah besar pada jaringan daun dan buah. Salah satu fungsinya adalah mengaktifkan enzim dalam sel untuk membentuk tekanan turgor (Johnson dan urin,1990)

“Semanggi Surabaya” telah menjadi bagian dari budaya lokal kota Surabaya.

Budaya tidak selalu terbentuk berdasarkan keyakinan dan tindakan saja namun juga dari benda-benda yang kasat mata. Koentjaraningrat (dalam Prayogi dan Endang, 2016)

(8)

Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) Dan Kadmium (Cd) pada Semanggi (Marsilea crenata,C.Presl) sebagai Bahan Kuliner Tradisional Surabaya

manusia yang bersifat konkrit karena merupakan benda-benda dari segala bentuk karya, ciptaan, tindakan, aktivitas atau perbuatan di masyarakat. Begitu juga dengan hubungan antara masyarakat kota Surabaya dengan “Semanggi Surabaya”. Makanan tradisional ini telah menjadi salah satu wujud kebudayaan masyarakat Kota Surabaya karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan tersebar di kota Surabaya.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kandungan logam berat Kadmium(Cd) dan Timbal (Pb) yang terkandung dalam daun, batang dan akar semanggi (Marsilea Crenata, C Presl ) sebagai bahan kuliner tradisional Surabaya yang dipanen di kampung Kendung Kel.Sememi Kec.Benowo Surabaya adalah <0.030 mg/kg dan

<0.027 mg/kg dalam semua sampel yang diuji. Nilai tersebut masih dibawah standar yang ditetapkan Perka BPOM No 12 tahun 2014, sehingga aman dikonsumsi dan tidak perlu dikhawatirkan akan kemampuan semanggi sebagai fitoremediasi logam berat.

Sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Surabaya kuliner “Semanggi Surabaya”

perlu dilestarikan terutama bagi generasi muda melalui berbagai kegiatan dan media.

REFERENSI

Affiyati,A.N, Ciptono, Nurcahyo, H., 2018. Pengaruh Ekstrak Semanggi Air (Marsilea crenata) terhadap Jumlah kelenjar Endometrium dan Ketebalan lapisan Endometrium Tikus putih betina(Rattus norvegicus, L) Jurnal Prodi Biologi Vol .7 No.1

Agil ,M, Kusumawati ,I and Neny Puurwitasari,N, 2017. Phenotypic Variation Profile of Marsilea crenata, Presl. Cultivated in Water and in the soil Hindawi Journal of Botany . Volume 2017. Article ID 7232171.

Almeida, J. A., Barreto, R. E., Novelli, L. B., Castro, F. J., and Moron, S. E., 2009.

Oxidative Stress Biomarkers and Aggressive Behavior in Fish Exposed to Aquatic Cadmium Contamination. Neotropical Ichtyology, Vol 7, pp. 103-108.

2009.

BPOM RI, 2014. Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Indonesia Darmono, 1995, Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press) Flora, S. J. S., 2009. Metal Poisoning: Treatment and Management. Review Article. Al

Ameen. J. Med. Sci, Vol 2, pp. 4-26.

(9)

Marmi dan Sunaryo 449

Jonak, C., Nakagami, H., and Hirt, H. 2004. Heavy Metal Stress. Activation Mitogen- Activated Protein Kinase Pathways by Copper and Cadmium. Plant Physiology, October, 2004. Vol. 136, pp. 3276-3283.

Prayogi,R dan Endang D (2016). Pergeseran nilai-nilai Budaya pada Suku Bonai sebagai Civic Culture di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Humanika, 23 (91), 61-79.

Purakayastha, TJ and Chonkar PK, 2010. Phytoremediation of Heavy Metal Contaminated Soils. Berlin Heidelberg, Springer.

Rico, L.G., Felix, C.F., Burguenso, R.R., and Marini, M.J. 2002. Determination of Cadmium And Zinc and Its Relathionship to Metalloghionein Level in Swine Kidney. Rev. In. Contant Ambient, Vol 18, pp. 157-162.

Riyadina, W. 1997. Pengaruh Pencemaran Plumbum Terhadap Kesehatan. Media Litbangkes Balitbang Dep. Kes RIJakarta.

Weiner, 2008. Ground Water Polution: Phytoremediation, New York: McGraw-Hill

Gambar

Tabel  1.  Kandungan  Logam  Timbal  (Pb)  dan  Kadmium(Cd)  Pada  Akar,  Batang  dan  Daun Semanggi  NO  LOGAM  BERAT  AKAR (mg/kg)  BATANG (mg/kg)  DAUN  (mg/kg)  1  Cadmium (Cd)  0.030  0.027  0.023  2  Timbal (Pb)  0.027  0.025  0.024

Referensi

Dokumen terkait

Cara mudah untuk membedakannya adalah bila arsip tersebut bukan berkas perkara atau produk penelitian hukum, tidak tersimpan di dalam perpustakaan dan tidak berhubungan

Hasil penelitian menunjukkan rxy = -0,454 dengan p = 0,000 (p &lt; 0,01), hal ini menandakan bahwa adanya hubungan yang signifikan dan negatif antara kecerdasan

Risdawati Lubis : Uji Jarak Cerobong Udara Dan Lama Pengeringan Terhadap Mutu Kunyit Kering Alat Pengering...,2005.. un JAKAK CEROBONG UDAKA D4.N LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU

Hasil statistik diperoleh nilai p-value 0,00 &lt; (0,05) maka dapat disimpulkan ada perbedaan proporsi pencegahan anemia dengan status ekonomi ibu yang rendah

Efek Ekstrak Metanol Daun Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.) terhadap Glukosa Darah Pada Mencit Model Diabetes Melitus.. Jurnal Medika Planta

Kemudian ditemukannya kejanggalan dalam salah satu proses penyelesaian kasus Erisman, dimana Erisman dituntut melanggar kode etik anggota DPRD Padang karena terbukti

(Sumber: diadaptasi dari Dewan Kehormatan Kode Etik PRSSNI. Standar Profesional Radio Siaran ,. Jakarta: Pengurus Pusat PRSSNI).. Di setiap radio tentu mempunyai nama mata acara

Peningkatan prestasi belajar siswa kelas eksperimen dengan pemberian tugas membuat Peta Konsep disebabkan karena siswa dapat melihat gambaran materi secara ringkas dan