EDISI REVISI
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya penerbitan buku ajar ini. Berkat limpahan rahmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Pemurah, kami dapat kembali menerbitkan dan menghadirkan buku ajar ini di tengah para siswa dan guru. Partisipasi dan kontribusi para siswa dan guru telah mendorong kami masih tetap dapat menerbitkan buku ini.
Buku ajar ini diterbitkan untuk memenuhi kebutuhan para siswa dan guru akan buku-buku referensi, pen- damping, atau pelengkap untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Sebagaimana diketahui, kegiatan belajar-mengajar sering kali dianggap dan dirasa kurang cukup jika sepenuhnya hanya mengandalkan buku teks yang sudah distandardisasi. Dengan demikian, perlu pula diadakan buku-buku lain yang dapat berperan menjadi pendamping dan pelengkap. Buku ajar inilah salah satu alternatif yang dapat berfungsi menjadi pendamping dan pelengkap buku teks yang selama ini sudah ada.
Sebagai buku ajar, buku ini kami susun berdasarkan kurikulum yang berlaku dalam dunia pendidikan kita, yakni Kurikulum 2013. Berdasarkan kurikulum ini, proses belajar-mengajar difokuskan pada pembelajaran saintifik untuk membentuk kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang terdiri atas aktivitas mengamati, menanya, mencoba (mengeksplorasi), menalar (mengasosiasi), dan membentuk jejaring (mengomunikasikan).
Kami berharap, buku ajar ini dapat membantu siswa dalam menguasai kompetensi seperti yang disyaratkan Kurikulum 2013. Sungguh merupakan kegembiraan dan kepuasan bagi kami apabila hal itu dapat terwujud. Guna membuat harapan itu menjadi kenyataan, kami akan terus berupaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas buku ajar ini.
Redaksi
Bab 1 Sistem Reproduksi pada Manusia ... 2
A. Pembelahan Sel ... 3
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada Manusia ... 5
C. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya Pencegahannya ... 11
Penilaian Harian Bab 1 ... 12
Bab 2 Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan ... 15
A. Perkembangbiakan pada Tumbuhan ... 16
B. Perkembangbiakan pada Hewan ... 21
Penilaian Harian Bab 2 ... 23
Bab 3 Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup ... 26
A. Molekul yang Mendasari Pewarisan Sifat .. 27
B. Hukum Pewarisan Sifat ... 28
C. Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup dan Kelainan Sifat yang Diturunkan ... 31
D. Penerapan Pewarisan Sifat dalam Pemuliaan Makhluk Hidup ... 33
Penilaian Harian Bab 3 ... 34
Penilaian Tengah Semester ... 37
Bab 4 Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari .. 40
A. Konsep Listrik Statis ... 41
B. Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari 44 Penilaian Harian Bab 4 ... 47
Bab 5 Listrik Dinamis dalam Kehidupan Sehari-hari ... 50
A. Konsep Listrik Dinamis ... 51
B. Penggunaan Energi Listrik, Upaya Penghematan, dan Pencegahan Bahaya Penggunaannya ... 57
Penilaian Harian Bab 5 ... 59
Penilaian Akhir Semester ... 62
Daftar Pustaka ... 64
Tidak dibenarkan mengutip atau memperbanyak sebagian atau keseluruhan isi buku tanpa izin tertulis penerbit
Daftar Isi Kata Pengantar
Ilmu Pengetahuan Alam
untuk SMP/MTs Kelas IX
Semester Gasal
Pernahkah kalian mencukur kumis atau melihat ayah kalian mencukur kumisnya? Kumis menjadi salah satu ciri khas dari seorang laki-laki. Akan tetapi, kumis hanya dimiliki oleh laki-laki dewasa. Tahukah kalian bahwa anak laki-laki belum bisa menumbuhkan kumisnya? Ketika anak tersebut sudah memasuki usia pubertas, baru akan muncul rambut tipis di bagian bawah hidungnya. Faktor utama yang memengaruhi tumbuhnya kumis adalah adanya hormon reproduksi. Hormon reproduksi ini diproduksi atau dibentuk oleh tubuh bersamaan dengan berfungsinya organ-organ reproduksi. Masa pubertas atau masa remaja menjadi masa awal pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi. Jika tumbuhnya
kumis menjadi salah satu ciri seorang laki-laki telah memasuki usia dewasa, maka bagaimana dengan ciri- ciri dari perempuan? Apakah pada perempuan juga dapat tumbuh kumis? Guna mengetahuinya, marilah kita mempelajari materi pada bab ini dengan rasa ingin tahu yang tinggi!
Sistem Reproduksi pada Manusia
Pembelahan Sel Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada
Manusia
Bab
1 Sistem Reproduksi pada Manusia
Motivasi Belajar Kompetensi Inti
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kata Kunci
• Mitosis • Fertilisasi
• Meiosis • Siklus menstruasi
• Ovarium • Gestasi
• Testis • AIDS
Peta Konsep
Kompetensi Dasar
3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan gangguan pada sistem reproduksi dengan penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan reproduksi.
4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi.
Penyakit pada Sistem
Reproduksi Manusia dan Upaya Pencegahannya
Gambar tumbuhnya kumis.
Ringkasan Materi
A. Pembelahan Sel
Unit terkecil yang menyusun makhluk hidup adalah sel. Sekumpulan sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan bergabung membentuk jaringan, organ, sistem organ, hingga organisme.
Pembentukan organisme oleh sel hanya dapat terjadi jika sel melakukan pembelahan secara terus-menerus.
Pembelahan sel inilah yang menjadi awal dari proses terbentuknya suatu organisme. Sel melakukan pembelahan dengan dua cara yaitu sebagai berikut.
1. Pembelahan Mitosis
Jenis sel yang melakukan pembelahan secara mitosis adalah sel somatis atau sel tubuh. Pembelahan sel secara mitosis ditandai dengan dihasilkannya dua sel anak dari satu sel induk.
a. Ciri-ciri pembelahan mitosis
Proses pembelahan sel secara mitosis terdiri atas beberapa ciri berikut.
Ciri-Ciri Mitosis
Tempat terjadinya Sel somatis (sel tubuh).
Banyaknya pembelahan Satu kali.
Hasil 2 sel anak.
Jumlah kromosom sel anak Sama dengan kromosom sel induk.
Sifat sel anak Diploid (2n).
Tujuan Pertumbuhan dan mengganti sel yang rusak.
Pada tumbuhan juga untuk membentuk sel gamet.
b. Tahap pembelahan mitosis
Sebelum terjadi pembelahan sel secara mitosis, terjadi tahap interfase atau persiapan inti sel.
Di dalam inti sel akan terjadi proses penggandaan materi genetik berupa DNA. Pembelahan sel secara mitosis dilakukan melalui beberapa tahap atau fase sebagai berikut.
1) Profase
Profase merupakan fase permulaan, di dalam inti sel DNA mulai dikemas menjadi kromosom.
Kromosom tersebut mulai tampak lebih pendek dan mulai menebal kemudian terbentuk benang- benang spindel atau benang mikrotubul dari kedua kutub sel.
2) Metafase
Pada tahap metafase, kromosom bergerak ke bidang ekuator benang spindel yang terbentuk dari profase. Kromosom tersebut bergerak ke bidang ekuator benang spindel dengan tujuan agar pewarisan sifat dapat dilakukan dengan rata.
3) Anafase
Anafase merupakan fase di mana lengan-lengan kromosom membelah diri menjadi dua dan masing-masing bergerak menuju ke kutub-kutub pembelahan benang spindel.
4) Telofase
Setelah kromosom bergerak ke masing-masing kutub pembelahan benang spindel, maka pewarisan sifat yang diterima oleh kromosom sama rata. Pada telofase, sel mengalami pembelahan menjadi dua dengan masing-masing sel memiliki komponen yang sama. Akan tetapi, kedua sel masing terhubung oleh sekat sitoplasma.
Mengamati
Amatilah gambar berikut!
Tulislah informasi yang kalian dapatkan setelah mengamati gambar tersebut!
2. Pembelahan Meiosis
Jenis sel yang melakukan pembelahan secara meiosis, yaitu sel gamet atau sel reproduksi.
Pembelahan sel secara meiosis ditandai dengan terbentuknya empat sel anak dari satu sel induk.
a. Ciri-ciri pembelahan meiosis
Terdapat ciri-ciri dari pembelahan sel secara meiosis, yaitu sebagai berikut.
Ciri-Ciri Meiosis
Tempat terjadinya Sel gamet (sel reproduksi).
Banyaknya pembelahan Dua kali, yaitu meiosis 1 dan meiosis 2.
Hasil 4 sel anak.
Jumlah kromosom sel anak Setengah kromosom sel induk.
Sifat sel anak Haploid (n).
Tujuan Membentuk sel gamet dan mempertahankan jumlah kromosom di dalam keturunannya.
b. Tahap pembelahan meiosis
Pembelahan meiosis terdiri atas dua tahap yaitu meiosis I dan meiosis II. Tahap atau fase dalam pembelahan meiosis I, yaitu sebagai berikut.
Gambar pembelahan meiosis.
Tahap Penjelasan
Profase I Tahap profase I terdapat beberapa pembentukan bahan untuk pembelahan sel yaitu leptonema, zigonema, pakinema, diplonema, dan diakinesis.
Metafase I Pada metafase I memperlihatkan tetrad yang berkumpul di bidang ekuator.
Anafase I Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah dan bergerak ke arah kutub berlawanan. Setiap kutub memperoleh campuran acak kromosom dari ibu bapak.
Telofase I Pada telofase I, kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleolus muncul lagi, kemudian sitokinesis berlangsung.
Adapun tahap-tahap pada meiosis II, yaitu sebagai berikut.
1) Profase 2. Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong.
2) Metafase 2. Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua, dan belum terjadi pembelahan.
3) Anafase 2. Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendong, lalu ditarik oleh benang gelendong ke arah kutub yang berlawanan sehingga menyebabkan sentromer terbelah.
4) Telofase 2. Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan, lalu berubah menjadi kromatin kembali. Membran inti dan anak inti terbentuk kembali.
Menanya
Tanyakan kepada guru atau teman sebangku kalian mengenai perbedaan pembelahan sel secara mitosis dan meiosis yang belum kalian pahami!
B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi pada Manusia
Proses pembelahan sel secara meiosis yang dilakukan oleh sel gamet berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia. Sistem reproduksi berkaitan dengan proses untuk menghasilkan keturunan.
Organ yang menyusun sistem reproduksi pada perempuan berbeda dengan organ yang menyusun sistem reproduksi pada laki-laki. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi utama dari sistem reproduksi perempuan sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan calon keturunan.
1. Organ Reproduksi pada Laki-laki
Macam-macam organ reproduksi yang menyusun sistem reproduksi pada laki-laki, yaitu sebagai berikut.
Gambar sistem reproduksi pada laki-laki.
Organ Keterangan
Penis Organ reproduksi laki-laki yang berfungsi sebagai jalan keluarnya sperma dan urin ke luar tubuh. Penis terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, batang, dan pangkal. Pada bagian kepala, terdapat kulit yang menutupi kepala penis yang disebut preputium dan kulit tersebut yang biasanya diambil saat seorang laki-laki melakukan sirkumsisi atau sunat.
Skrotum Skrotum atau kanting zakar merupakan organ yang terdiri atas sepasang dan berfungsi sebagai tempat bergantungnya testis dan untuk melindungi testis. Skrotum memiliki struktur yang berlipat-lipat dan berwarna gelap.
Pada skrotum, terdapat otot kremaster yang dapat menyebabkan skrotum mengkerut atau mengendur. Otot kremaster terdapat pada skrotum untuk mempertahankan suhu testis tetap optimum untuk kehidupan sperma.
Apabila otot kremaster berkontraksi, maka akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Jika suhu testis akan diturunkan, maka otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh.
Testis Terdiri dari dua buah dan terletak di dalam skrotum sehingga disebut juga buah zakar. Testis berfungsi untuk membentuk dan menghasilkan sel spermatozoid. Di dalam testis juga dihasilkan hormon testosteron yang memengaruhi perkembangan kelamin sekunder pada laki-laki dan sikap mental seorang laki-laki.
Epididimis Epididimis merupakan saluran yang berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 7 meter yang menghubungkan testis dengan vas deferens. Epididmis berfungsi sebagai tempat untuk menampung sementara sel sperma dan sebagai tempat pematangan sperma.
Vas deferens Vas deferens merupakan saluran setelah epididimis yang akan mengangkut sperma menuju ke vesikula seminalis. Vas deferens akan menghasilkan sekret dan kelenjar. Kelenjar tersebut adalah kelenjar prostat, kelenjar cowper, dan vesika seminalis.
Uretra Uretra atau saluran ejakulasi merupakan saluran yang terletak di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai tempat keluarnya sperma dan sebagai tempat keluarnya urin. Pada laki-laki hanya terdapat satu saluran dan satu lubang untuk pengeluaran sperma dan urin.
Kelenjar
reproduksi Kelenjar reproduksi terdiri atas tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Vesikula seminalis terletak di belakang kandung kemih. Dinding dari vesika seminalis menghasilkan cairan kental berwarna kuning yang di dalamnya terdapat mukus, gula fruktosa, enzim koagulasi, asam askorbat, dan prostaglandin. Gula fruktosa yang dihasilkan oleh vesikula seminalis tersebut sebagai sumber energi bagi sperma.
b. Kelenjar prostat
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih. Kelenjar prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan basa atau cairan semen untuk melindungi sel sperma dari gangguan luar. Kelenjar prostat merupakan pertemuan antara saluran uretra dengan vas deferens.
c. Kelenjar cowper
Kelenjar cowper atau kelenjar bulbouretral terletak di bawah kelenjar prostat. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan lendir yang alkalis yang dibutuhkan untuk menetralkan urin yang tersisa dalam saluran kandung kemih sehingga dapat menjaga kerusakan sperma akibat lingkungan yang terlalu asam.
Mengeksplorasi
Carilah informasi dari berbagai sumber literatur mengenai struktur dan letak dari organ reproduksi pada laki-laki! Catatlah pada buku tugas kalian!
2. Spermatogenesis
Sistem reproduksi pada laki-laki memiliki fungsi utama untuk memproduksi sel gamet yaitu sel spermatozoa atau sel sperma. Proses pembentukan dan produksi sel spermatozoa dinamakan spermatogenesis.
a. Tahap spermatogenesis
Proses spermatogenesis terjadi di dalam testis tepatnya pada bagian tubulus seminiferus.
Tahap spermatogenesis, yaitu sebagai berikut.
1) Spermatositogenesis
Spermatositogenesis merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali sehingga menjadi spermatosit primer. Spermatogonia mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.
2) Tahapan meiosis
Spermatosit primer menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I menghasilkan spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n kromosom).
Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis II membentuk empat buah spermatid yang haploid.
3) Tahapan spermiogenesis
Tahapan ini merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase, yaitu fase golgi, fase tutup, fase akrosom, dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa (sperma) masak. Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri atas kepala dan ekor.
b. Faktor yang memengaruhi spermatogenesis
Proses spermatogenesis di dalam testis dipengaruhi oleh beberapa faktor. Terdapat berbagai jenis hormon yang berperan untuk memengaruhi proses spermatogenesis pada laki-laki. Faktor- faktor yang memengaruhi proses spermatogenesis, yaitu sebagai berikut.
1) Hormon pertumbuhan, memengaruhi peningkatan pembelahan awal spermatogonium.
2) Hormon LH, memengaruhi pertumbuhan kelamin sekunder pada laki-laki.
3) Hormon FSH, merangsang sel sertoli untuk menghasilkan androgen binding protein yang akan memacu spermatogonium untuk melakukan pembelahan.
4) Suhu, proses spermatogenesis sangat sensitif terhadap suhu sehingga membutuhkan suhu yang relatif hangat.
5) Adanya penyakit yang memengaruhi laju pembentukan sel sperma, kurangnya makanan yang bergizi, dan konsumsi obat tertentu dapat memengaruhi proses spermatogenesis.
3. Organ Reproduksi pada Perempuan
Sistem reproduksi pada perempuan selain memproduksi sel gamet juga berperan sebagai tempat untuk perkembangan calon keturunan. Macam-macam organ yang menyusun sistem reproduksi pada perempuan, yaitu sebagai berikut.
Organ Keterangan
Vulva Vulva terdiri atas mons pubis, labia, klitoris, daerah ujung luar vagina, dan saluran kemih. Mons pubis adalah gundukan jaringan lemak yang terdapat di bagian bawah perut. Labia adalah lipatan berbentuk seperti bibir yang terletak di dasar mons pubis.
Labia terbagi menjadi dua bagian yaitu labium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil). Klitoris terletak pada pertemuan antara ke dua labia minora dan dasar mons pubis. Litoris mangandung saraf sensorik dan pembuluh darah.
Ovarium Ovarium berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut bagian bawah.
Bentuk dari ovarium seperti telur dengan ukuran 4 × 3 × 2 cm. Ovarium berfungsi sebagai tempat untuk menghasilkan sel telur atau ovum. Di dalam ovarium terdapat kumpulan sel-sel yang disebut folikel. Di dalam folikel tersebut terjadi proses pembentukan sel ovum.
Tuba fallopi Tuba fallopi, oviduk, atau saluran telur adalah saluran reproduksi yang memanjang ke arah samping dari uterus. Tuba fallopi berfungsi sebagai tempat bertemunya sel sperma dan sel ovum yang disebut fertilisasi. Tuba fallopi juga berfungsi untuk menangkap sel telur yang dilepaskan oleh ovarium. Terdapat tiga bagian pada tuba fallopi yaitu pars ampularis, pars ismika, pars interstilialis, dan infundibulum.
Infundibulum berbentuk corong dan letaknya berdekatan dengan ovarium. Pada bagian infundibulum terdapat fimbriae yang berfungsi untuk menangkap ovum dari ovarium.
Rahim Rahim atau uterus adalah organ reproduksi yang terbesar. Rahim berbentuk seperti buah pir terbalik dan memiliki dinding yang sangat tebal. Pada wanita yang belum pernah melahirkan, ukuran panjang rahim sekitar 7 cm dan lebar 4 cm. Rahim berfungsi sebagai tempat perkembangan sel zigot menjadi embrio. Rahim dilindungi oleh tiga macam lapisan dinding, yaitu lapisan perimetrium, lapisan miometrium, dan lapisan endometrium. Perimetrium sebagai pelindung uterus, miometrium berperan untuk mendorong bayi keluar pada proses persalinan, dan endometrium sebagai tempat menempelnya sel ovum yang telah dibuahi.
Vagina Vagina merupakan organ reproduksi luar yang berfungsi sebagai kopulasi pada wanita. Vagina merupakan jalan keluarnya janin pada saat dilahirkan. Vagina tersusun atas otot elastis yang dilapisi selaput membran (selaput dara/himen). Sebelum proses kelahiran, vagina berukuran sekitar 8–10 cm, kemudian dapat melebar seukuran janin saat proses melahirkan.
4. Oogenesis
Sel gamet pada wanita disebut sel ovum atau sel telur. Proses produksi sel ovum terjadi di dalam organ ovarium tepatnya pada bagian folikel dan dinamakan oogenesis.
a. Tahap oogenesis
Proses oogenesis terjadi melalui beberapa tahap sebagai berikut.
1) Oogonium membelah secara mitosis menghasilkan 2 oogonium.
2) Satu oogonium akan membelah secara mitosis, satu oogonium lain akan beristirahat.
3) Oogonium berkembang menjadi oosit primer diploid (2n).
4) Oosit primer akan berkembang menjadi oosit sekunder yang bersifat haploid (1n) dan sel badan polar 1.
5) Oosit sekunder membelah secara meiosis menghasilkan ootid dan sel badan polar kedua, sedangkan sel badan polar 1 akan membelah menghasilkan dua sel badan polar.
6) Ootid akan berkembang menjadi ovum dan ketiga sel polar lain akan mengalami degradasi atau mati.
b. Faktor yang memengaruhi oogenesis
Proses oogenesis dipengaruhi oleh beberapa jenis hormon, yaitu sebagai berikut.
1) Hormon LH, berfungsi untuk merangsang terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel ovum dari ovarium ke tuba fallopi.
2) Hormon FSH, berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel.
3) Estrogen, berfungsi untuk menimbulkan sifat kelamin sekunder pada perempuan.
4) Progesteron, berfungsi untuk menebalkan dinding endometrium.
Mengasosiasi
Lakukan diskusi dengan teman sebangku kalian mengenai perbedaan antara spermatogenesis dengan oogenesis! Tulislah hasil diskusi kalian dalam bentuk artikel di buku tugas!
5. Siklus Menstruasi
Satu sel telur yang telah diproduksi di dalam ovarium akan mengalami pematangan dan dilepaskan menuju ke saluran tuba fallopi. Di saluran tuba fallopi ini sel ovum akan menunggu dalam waktu tertentu untuk datangnya sel sperma yang akan membuahinya. Jika tidak ada sel sperma yang datang dan telah mencapai masanya, sel ovum akan meluruh dan keluar dari tubuh perempuan. Proses meluruhnya sel ovum ini dinamakan siklus menstruasi. Peluruhan sel ovum diikuti dengan terlepasnya dinding rahim yang tersusun dari pembuluh darah. Tahap-tahap terjadinya siklus menstruasi dan faktor yang terlibat, yaitu sebagai berikut.
a. Fase menstruasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari.
Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50–150 mililiter.
b. Fase pra-ovulasi
Fase praovulasi atau proliferasi terjadi pembentukan folikel primer yang mengelilingi oosit primer di dalam ovarium. Fase praovulasi dipengaruhi oleh hormon FSH. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh menjadi folikel de graaf dan melepaskan hormon estrogen. Hormon estrogen akan menyebabkan pembentukan kembali sel-sel penyusun dinding rahim.
c. Fase ovulasi
Fase ovulasi merupakan fase di mana sel ovum melepaskan diri sehingga menuju ke saluran oviduk. Pelepasan ovum dari ovarium tersebut dipengaruhi oleh peningkatan hormon estrogen. Jika hormon estrogen meningkat maka FSH menurun, sehingga menyebabkan hormon LH meningkat.
Peningkatan hormon LH tersebut dapat merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de graaf.
Oosit sekunder dari folikel de graaf akan siap untuk dibuahi.
d. Fase pascaovulasi
Oosit sekunder yang terdapat di dalam folikel de graaf akan keluar dan folikel de graaf menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron.
Progesteron membantu kerja estrogen dengan menebalkan dinding uterus dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Proses pascaovulasi tersebut berlangsung dari hari ke-14 sampai hari ke-28, tetapi jika tidak terjadi pembuahan maka korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan tersebut akan membuat konsentrasi hormon estrogen dan progesteron menjadi rendah. Pada kondisi tersebut, hipofisis akan menjadi aktif untuk memproduksi FSH dan LH, sehingga fase pascaovulasi akan tersambung dengan fase menstruasi kembali.
Mengomunikasikan
Gambarlah mekanisme siklus menstruasi disertai dengan keterangan kondisi hormon pada masing-masing fase menstruasi! Presentasikan hasilnya di depan kelas!
6. Fertilisasi dan Kehamilan
Jika sel ovum yang terdapat di dalam saluran tuba fallopi bertemu dengan sel sperma maka akan terjadi pembuahan atau fertilisasi. Peristiwa fertilisasi ditandai dengan adanya penyatuan materi genetik yang terdapat pada masing-masing inti sel.
a. Fertilisasi
Fertilisasi dapat terjadi jika sel sperma dari vagina dapat menuju ke saluran tuba fallopi yang terdapat sel ovum. Sel sperma bergerak dengan cara berenang dari vagina menuju saluran fallopi.
Gerakan cepat yang dilakukan oleh ribuan sel sperma terjadi, karena adanya ekor sperma sebagai mobilisasi. Pada bagian kepala terdapat akrosom, yaitu sejenis enzim yang dapat menembus dinding sel ovum. Adapun materi genetik DNA terdapat di badan sperma. Selain sel sperma yang aktif bergerak, ternyata sel ovum juga mengeluarkan sejenis enzim yang dapat dikenali oleh sel sperma. Hal tersebut yang menyebabkan sel sperma dapat menuju ke saluran tuba fallopi yang
terdapat sel ovum. Dari ribuan sel sperma hanya ada satu sel yang dapat membuahi sel ovum.
Sel ovum akan menjerat satu sel sperma dan sel sperma mulai menembus dinding sel ovum. Jika ada satu sel sperma yang telah mencapai sel ovum, maka lapisan luar sel ovum akan mengeras sehingga sel sperma lainnya tidak dapat memasuki sel ovum. Saat terjadi proses fertilisasi hanya matergi genetik yang masuk ke dalam sel ovum sedangkan bagian ekor sperma akan melebur.
b. Gestasi
Setelah terjadi proses fertilisasi maka dihasilkan satu sel yang memiliki DNA dari sperma dan ovum. Sel tersebut dinamakan sel zigot. Sel zigot akan bergerak menuju uterus diikuti dengan membelah secara mitosis. Sel zigot akan menempel di dinding endometrium dan terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan di mana sel akan melakukan pembelahan secara aktif. Masa pertumbuhan dan perkembangan sel zigot menjadi embrio ini dinamakan gestasi atau kehamilan.
Pembelahan sel zigot akan menghasilkan sel yang bentuknya sama yang disebut morula. Morula akan melakukan pembelahan menjadi bentuk seperti bola cekung yang dinamakan blastula.
Blastula akan memiliki cekungan menjadi fase gastrula. Gastrula akan mengalami organogenesis, yaitu pembentukan organ-organ tubuh. Masa gestasi pada manusia sekitar 9 bulan 10 hari. Tahap perkembangan embrio dari usia 2 bulan hingga siap untuk dilahirkan yaitu sebagai berikut.
1) Embrio usia 2 bulan memiliki ukuran ±25 mm dengan adanya bagian berupa bakal mata, telinga, dan hidung.
2) Embrio 3 bulan berukuran ± 75 mm. Pada usia ini bentuk embrio sudah lengkap.
3) Embrio 4–5 bulan memiliki ukuran ± 250 mm. Rambut tumbuh pada daerah kepala dan seluruh tubuh.
4) Embrio 6–7 bulan berukuran ± 400 mm. Alis dan bulu mata tumbuh. Embrio mirip orang tua dengan kulit merah keriput.
5) Embrio 8 bulan memiliki ukuran ± 450 mm. Kulit terisi lemak, sehingga menghilangkan keriput.
6) Embrio 9 bulan berukuran ± 500 mm. Bayi siap untuk dilahirkan.
Saat masa gestasi terdapat berbagai selaput atau selubung dan organ yang mendukung kehidupan embrio. Macam-macam selaput yang melindungi embrio saat masa gestasi, yaitu sebagai berikut.
Gambar selaput yang melindungi embrio.
No. Nama Bagian Fungsinya
1. Korion Suatu selaput yang berada di sebelah luar amnion. Korion dan alantois akan tumbuh membentuk jonjot pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah induknya melalui plasenta.
2. Amnion Selaput yang membatasi ruangan tempat terdapatnya embrio. Dinding amnion mengeluarkan getah berupa air ketuban yang berguna untuk menjaga embrio agar tetap basah dan melindungi embrio dari benturan.
3. Alantois Berfungsi untuk respirasi, saluran makanan, dan ekskresi.
4. Tali pusar Jaringan pusat yang berfungsi untuk menghubungkan plasenta dan fetus (janin).
5. Sakus vitellinus Disebut juga kantong kuning telur yang terletak di antara amnion dan plasenta. Sakus vitelinus merupakan pemunculan sel-sel dan pembuluh darah yang pertama. Melindungi embrio dari kekeringan dan guncangan-guncangan dan membantu proses pernapasan, ekskresi, dan fungsi penting lainnya.
6. Plasenta ibu Berfungsi untuk menyalurkan produk metabolisme dan nutrisi dari ibu untuk janin.
7. Plasenta fetus Berfungsi sebagai tempat pertukaran produk metabolisme dari ibu dan pengeluaran zat sisa yang tidak dibutuhkan oleh janin.
C. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia dan Upaya Pencegahannya
Terdapat beberapa kelainan dan penyakit yang menyerang sistem reproduksi pada manusia. Penyakit tersebut disebabkan oleh berbagai faktor sepeti kecelakaan, infeksi mikroorganisme, pola hidup tidak sehat, dan sebagainya.
1. Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Beberapa contoh penyakit pada sistem reproduksi manusia, yaitu sebagai berikut.
a. AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immune Deficiency Virus). Penyakit AIDS menyebabkan menurunnya sistem imun tubuh. Termasuk penyakit sistem reproduksi, karena penularannya dapat terjadi melalui organ reproduksi dan dari ibu ke anak saat masa gestasi. Gejala dari penyakit AIDS yaitu muncul gejala flu berulang seperti lesu, demam, berkeringat di malam hari, dan otot sakit. Pada tahap selanjutnya akan muncul gejala awal seperti hilangnya selera makan, tubuh terasa lemas, dan badan berkeringat secara berlebihan pada malam hari. Kemudian akan timbul bercak-bercak di kulit, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, mengalami diare terus-menerus, serta flu yang tidak sembuh-sembuh.
Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah penderita AIDS, jarum suntik yang tercemar, dan ibu hamil kepada anaknya. Upaya pencegahan terserangnya penyakit AIDS, yaitu dengan menghindari faktor penularannya.
b. Gangguan menstruasi
Penyakit ini terdiri atas dua macam, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer ditandai dengan menstruasi tidak terjadi hingga usia 17 tahun dan ciri kelamin sekunder tidak berkembang. Amenore sekunder ditandai dengan tidak adanya proses menstruasi selama 3 hingga 6 bulan pada perempuan yang telah mengalami siklus menstruasi sebelumnya.
c. Epididimitis
Jenis penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan pada saluran epididimitis yang disebabkan oleh infeksi. Gejala dari penyakit epididimitis, yaitu rasa nyeri disertai pembengkakan pada salah satu testis.
d. Sifilis
Sifilis atau penyakit raja singa merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejala penyakit sifilis adalah terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir;
pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki. Gejala tersebut dapat hilang meskipun bakteri penginfeksi masih terdapat di dalam tubuh. Bakteri ini juga dapat menyerang otak hingga mengalami kebutaan dan gila. Sifilis termasuk penyakit menular seksual. Adapun pengobatan dilakukan dengan konsumsi antibiotik yang diresepkan dokter atau ahlinya.
e. Gonore
Gonore adalah penyakit kencing nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejala yang timbul dari penyakit ini yaitu keluarnya cairan seperti nanah pada saluran kelamin, muncul rasa panas, dan sering buang air kecil. Penyakit gonore dapat merambat ke bagian tubuh lainnya, sehingga menyebabkan nyeri pada persendian dan yang terburuk dapat menyebabkan kemandulan. Pengobatan untuk penyakit gonore dapat menggunakan antibiotik.
2. Upaya Pencegahan Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit pada sistem reproduksi, antara lain sebagai berikut.
a. Cuci bagian luar alat kelamin dengan air dan sabun setelah buang air kecil dan buang air besar.
Keringkan dengan tisu atau handuk yang bersih.
b. Mengganti pakaian dalam, minimal sebanyak dua kali sehari. Selain itu, pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap keringat.
c. Jika menggunakan toilet umum, siramlah sebelum menggunakannya. Hal ini untuk mencegah penularan jika ada pengguna lainnya yang mungkin menderita penyakit pada sistem reproduksi.
d. Menjaga kesehatan organ reproduksi dengan cara merawat diri, seperti rajin membersihkan organ luar reproduksi, menjaga kebersihan dengan sering mengganti pakaian dalam, dan menghindari penggunaan celana yang ketat.
e. Melindungi diri dari pergaulan bebas dan narkoba.
f. Memotong rambut yang ada di daerah organ reproduksi apabila sudah panjang, sebab jika terlalu panjang akan menjadi sarang penyakit.
g. Hindarilah menggunakan sabun daerah kewanitaan dan pantyliner dalam jangka panjang. Sabun pembersih daerah kewanitaan akan mengubah pH vagina dan membunuh flora normal atau bakteri baik. Penggunaan pantyliner secara terus-menerus dapat menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembap sehingga mudah terjadi infeksi.
h. Lakukanlah olahraga secara rutin dan perbanyak konsumsi buah dan sayur.
Penilaian Harian Bab 1
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Berikut salah satu organ yang menyusun sistem reproduksi perempuan adalah ….
a. nefron b. perikardium c. vas deferens d. uterus
2. Tahap pembelahan sel secara meiosis di mana terjadi tahap sel mempersiapkan diri dengan melakukan replikasi DNA adalah ....
a. profase I c. metafase I b. anafase I d. interfase 3. Perhatikan gambar berikut!
Bagian yang ditunjukkan oleh huruf A adalah ...
a. benang spindel b. kromatid c. kromosom d. sentromer
4. Bagian sel sperma yang berfungsi sebagai alat pergerakan atau mobilitas adalah ....
a. kepala b. ekor c. akrosom
d. plasma membran
5. Perhatikan pernyataan berikut.
(1) Berjumlah sepasang.
(2) Menghasilkan cairan kental berwarna kuning yang di dalamnya terdapat mukus.
(3) Memanfaatkan gula fruktosa sebagai sumber energi bagi sperma.
Organ reproduksi pada laki-laki yang memiliki ciri-ciri berdasarkan pernyataan tersebut adalah ....a. skrotum
b. vesikula seminalis c. uretra
d. vas deferens
6. Struktur berlipat-lipat dan berwarna gelap yang sebagai tempat melekatnya testis adalah ....
a. epididimis c. skrotum b. vas deferens d. penis
7. Dalam siklus menstruasi, terjadi peningkatan hormon estrogen yang merangsang produksi hormon LH. Hormon LH akan memengaruhi pelepasan oosit sekunder dari folikel de graaf.
Tahap dalam siklus menstruasi tersebut adalah
….a. mentruasi c. pascaovulasi b. praovulasi d. ovulasi 8. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Merangsang pertumbuhan sel-sel folikel.
(2) Menimbulkan sifat kelamin sekunder pada perempuan.
(3) Mengatur siklus menstruasi.
(4) Menebalkan dinding endometrium.
Fungsi dari hormon estrogen berdasarkan pernyataan tersebut ditunjukkan oleh nomor
….a. (1) dan (2) c. (2) dan (3) b. (1) dan (3) d. (2) dan (4)
9. Peristiwa meluruhnya sel ovum bersama dinding endometrium yang mengandung pembuluh darah ke luar tubuh disebut ....
a. fertilisasi c. kopulasi b. ovulasi d. menstruasi
10. Fase pada siklus menstruasi di mana sel ovum melepaskan diri sehingga menuju ke saluran oviduk disebut ....
a. praovulasi c. pascaovulasi b. ovulasi d. menstruasi 11. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Menghasilkan dua sel anak.
(2) Sifat sel anak haploid (n).
(3) Jumlah kromosom sel anak sama dengan kromosom sel induk.
(4) Membentuk sel gamet dan mempertahankan jumlah kromosom di dalam tubuh keturunannya.
Ciri pembelahan sel secara mitosis berdasarkan pernyataan tersebut ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1) dan (2) c. (2) dan (3) b. (1) dan (3) d. (2) dan (4)
12. Lapisan pada dinding rahim yang berfungsi untuk mendorong bayi keluar pada proses persalinan adalah ....
a. perimetrium c. endometrium b. miometrium d. eksometrium
13. Penyakit pada sistem reproduksi manusia yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri Treponema pallidum adalah ....
a. sifilis c. keputihan b. gonore d. prostatitis 14. Perhatikan gambar berikut!
Fungsi dari organ yang ditunjukkan oleh nomor 6 pada gambar tersebut adalah ....
a. menghasilkan sel ovum b. tempat terjadinya fertilisasi
c. menghubungkan rahim dengan vagina d. tempat perkembangan embrio
15. Perhatikan organ-organ berikut!
(1) Vesikula seminalis.
(2) Bulbouretral.
(3) Vas deferens.
(4) Prostat.
Kelenjar tambahan pada organ reproduksi laki- laki ditunjukkan oleh nomor ....
a. (1), (2), dan (4) b. (1) dan (3) c. (2) dan (4) d. (3)
16. Hormon reproduksi pada perempuan yang berfungsi untuk menimbulkan sifat kelamin sekunder adalah ....
a. LH b. FSH c. estrogen d. progesteron
17. Selaput tipis yang menutupi sebelah luar dari lubang vagina adalah ....
a. vulva b. serviks c. labium d. selaput dara
18. Perhatikan gambar organ reproduksi berikut!
Organ yang berfungsi untuk pembentukan sel sperma dan menghasilkan sekret encer dan berwarna putih seperti susu secara berturut-turut ditunjukkan oleh angka ….
a. 1 dan 3 c. 3 dan 4 b. 2 dan 4 d. 6 dan 3
19. Tahap pembelahan sel mitosis yang ditandai dengan adanya kromosom di dalam sel adalah ....a. interfase c. metafase
b. profase d. anafase
20. Perhatikan grafik siklus menstruasi berikut!
Pernyataan berikut yang tepat yang berkaitan dengan grafik di atas adalah ....
a. kelenjar hipofisis aktif menghasilkan LH pada fase ovulasi
b. FSH sangat berpengaruh pada fase menstruasi
c. FSH merangsang ovarium menghasilkan progesteron
d. kandungan LH menurun ketika terjadi ovulasi
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Apakah fungsi sel melakukan pembelahan?
Jawab: ...
2. Bagaimanakah mekanisme yang terjadi pada tahap metafase pada pembelahan sel mitosis?
Jawab: ...
3. Kerja dari testis membutuhkan suhu lingkungan yang relatif hangat. Bagaimanakah cara sistem reproduksi laki-laki menjaga suhu testis agar tetap hangat?
Jawab: ...
4. Tuliskan macam-macam faktor yang memengaruhi proses spermatogenesis!
Jawab: ...
5. Jelaskan hubungan antara penyakit gonore dengan nyeri pada persendian!
Jawab: ...
6. Penyakit AIDS menyebabkan menurunnya sistem imun manusia. Mengapa penyakit AIDS termasuk penyakit sistem reproduksi?
Jawab: ...
7. Bagaimanakah proses pembentukan sel ovum melalui oogenesis?
Jawab: ...
8. Mengapa sel sperma dapat bergerak menuju ovum dan menuju ke saluran tuba fallopi yang tepat terdapat sel ovum?
Jawab: ...
9. Jelaskan cara penularan penyakit AIDS!
Jawab: ...
10. Bagaimanakah struktur dan fungsi dari sakus vitellinus?
Jawab: ...
Tentunya kalian sering mengonsumsi telur. Telur menjadi salah satu sumber protein yang baik bagi kebutuhan energi tubuh kita.
Telur ayam menjadi salah satu masakan yang mudah untuk diolah.
Tahukah kalian asal dari telur? Sebenarnya telur ayam adalah bakal atau calon anak dari ayam. Cobalah kalian mengamati bagian- bagian telur! Ketika telur dibuka terdapat kuning telur dan putih telur.
Pada bagian kuning telur tersebut terdapat zigot yang nantinya akan menjadi anak telur. Jika telur yang kalian beli diletakkan di bawah cahaya lampu, maka telur tersebut dapat menetaskan anak ayam.
Di dalam cangkang telur, zigot akan mengalami pembelahan sel secara terus-menerus serta pembentukan organ. Selama kurun
waktu yang cukup maka akan terbentuk anak ayam dan cangkang telur akan retak atau pecah. Tahukah kalian bahwa proses perkembangbiakan yang demikian dinamakan ovipar? Apakah setiap hewan berkembang biak dengan cara bertelur? Guna mengetahuinya, marilah kita mempelajari materi pada bab ini dengan rasa ingin tahu yang tinggi!
Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan
Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Bab
2 Sistem Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan
Motivasi Belajar Kompetensi Inti
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kata Kunci
• Perkembangbiakan vegetatif
• Generatif
• Angiospermae
• Gymnospermae
• Penyerbukan
• Partenogenesis
• Fragmentasi
• Inseminasi buatan
• Kultur jaringan
Peta Konsep Kompetensi Dasar
3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.
4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada
tumbuhan. Perkembangbiakan
pada Hewan
Gambar telur.
Ringkasan Materi
A. Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Perkembangbiakan bertujuan untuk menghasilkan keturunan sehingga dapat mempertahankan kehidupan jenisnya. Proses perkembangbiakan pada tumbuhan dibagi menjadi beberapa kelompok tertentu.
1. Perkembangbiakan Tumbuhan Angiospermae
Perkembangbiakan pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup dilakukan dengan dua cara yaitu vegetatif dan generatif.
a. Perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif alami terjadi tanpa adanya campur tangan dari manusia. Cara perkembangbiakan vegetatif alami terdiri atas beberapa macam sebagai berikut.
Cara Penjelasan Contoh Tumbuhan
Rhizoma Bagian batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah yang menyerupai akar.
Rhizoma memiliki ruas-ruas yang diisi oleh sisik sebagai modifikasi dari daun.
Jahe, kencur, kunyit, lengkuas, alang-alang, dan temulawak.
Stolon Stolon atau geragih adalah batang tumbuhan yang menjalar di atas tanah. Tunas yang dihasilkan dari pertumbuhan stolon dapat terpisah dari induk dan mampu tumbuh menjadi individu baru.
Pegagan, arbei, dan rumput teki.
Umbi lapis Bagian dari pelepah daun yang berlapis- lapis sebagai cadangan makanan.
Pada bagian tengah terdapat tunas yang disebut siung.
Bawang merah, gladiol, bunga lili, bunga tulip, dan bunga bakung.
Umbi batang Batang yang tumbuh di dalam dan ujungnya menggelembung menjadi umbi. Pada bagian kulit umbi terdapat tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru.
Kentang dan ketela rambat.
Umbi akar Bagian akar yang membesar untuk menyimpan cadangan makanan. Tunas akan tumbuh dari bagian sisa batang.
Ketela pohon, wortel, dan lobak.
Tunas Tunas adalah kuncup yang tumbuh pada ujung batang atau ketiak daun.
Tunas membentuk tumbuhan baru dan akan membentuk rumpun.
Bambu, tebu, dan pisang.
Tunas adventif Tunas adventif adalah tunas yang
tumbuh pada akar dan daun. Sukun, cemara, dan kesemek.
Mengamati
Amatilah berbagai jenis tanaman yang berkembang biak dengan cara vegetatif alami! Tulislah pada buku tugas kalian!
b. Perkembangbiakan vegetatif buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan dilakukan dengan
Gambar perkembangbiakan vegetatif buatan.
campur tangan manusia. Biasanya perkembangbiakan jenis ini dilakukan untuk budi daya tanaman. Macam-macam cara perkembangbiakan vegetatif buatan, yaitu sebagai berikut.
1) Merunduk, adalah mengembangbiakkan tumbuhan dengan menyentuhkan bagian tanaman ke tanah. Batang tersebut ditimbun dengan tanah terutama pada bagian yang memiliki ruas. Pada ruas tersebut akan tumbuh akar dan tunas.
2) Menyetek, adalah cara memperoleh keturunan baru dengan cara memotong bagian tubuh induknya, kemudian ditumbuhkan pada medium/persemaian.
3) Okulasi, adalah menempelkan mata tunas di batang tanaman lain.
4) Menyambung, adalah menggabungkan dua sifat tanaman dengan cara penggabungan batang.
Menanya
Tanyakan kepada guru atau teman sebangku kalian mengenai cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan yang belum kalian pahami! Tulislah pada buku tugas kalian!
c. Perkembangbiakan generatif
Perkembangbiakan generatif dilakukan dengan adanya
Gambar jenis-jenis penyerbukan.
penyatuan sel gamet jantan dan betina dari tumbuhan. Tahap perkembangbiakan generatif pada tumbuhan Angiospemae, yaitu sebagai berikut.
1) Penyerbukan
Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari (betina), ke kepala putik (jantan). Berdasarkan jenis-jenis perantaranya macam-macam penyerbukan dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.
a) Anemogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan angin.
b) Hidrogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan c) Entomogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan air.
serangga.
d) Ornitogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan burung e) Kiropterogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan kelelawar.
f) Malakogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan siput.
g) Antropogami, yaitu penyerbukan dengan bantuan manusia.
Sementara berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi 4 macam sebagai berikut.
No. Jenis Penyerbukan Asal Serbuk Sari
1. Autogami Dari satu bunga yang sama.
2. Geitonogami Dari bunga lain dalam satu pohon.
3. Alogami Dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.
4. Bastar Dari bunga lain yang berasal dari varietas lain.
2) Fertilisasi
Fertilisasi atau pembuahan terjadi segera setelah adanya polinasi. Benang sari yang jatuh di kepala putih akan mengeluarkan serbuk sari. Serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah membentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari tersebut akan menuju ke bakal buah di dalam bunga dan inti buluh serbuk sari akan membelah menjadi dua sel inti generatif yang akan berkembang menjadi sel sperma. Satu sel sperma akan membuahi sel ovum, dan satu sel lainnya akan membuahi inti kandung lembaga membentuk endosperma. Pembuahan yang terjadi pada Angiospermae tersebut disebut pembuahan ganda.
3) Penyebaran biji
Proses fertilisasi akan menghasilkan sel zigot yang akan berkembang menjadi bakal biji. Bakal biji berkembang menjadi biji. Biji yang dihasilkan oleh tumbuhan Angiospermae ada yang dilindungi oleh bakal buah atau endosperm. Biji ini juga berfungsi sebagai alat generatif yang akan tumbuh jika jatuh pada media dan kondisi yang sesuai. Tumbuhan melakukan proses penyebaran biji agar kelangsungan hidup jenisnya tetap bertahan yaitu sebagai berikut.
Penyebaran
Biji Penjelasan
Anemokori Proses penyebaran biji yang dibantu oleh angin. Misalnya tumbuhan dandelion yang memiliki biji yang ringan dan kecil, serta pada bijinya memiliki sayap yang memudahkan biji untuk terbang.
Hidrokori Penyebaran biji yang dibantu oleh air. Misalnya pada tumbuhan kelapa yang hidup di tepi laut. Biji kelapa tersebut jatuh dan terbawa oleh air laut sehingga menyebar ke tempat yang jauh dari induknya.
Zookori Proses penyebaran biji yang dibantu oleh hewan. Terdiri atas beberapa macam sebagai berikut.
a. Entomokori, dibantu oleh serangga. Contohnya: wijen dan tembakau.
b. Kiropterokori, dibantu oleh kelelawar. Contoh: jambu biji dan pepaya.
c. Ornitokori dibantu oleh burung. Contoh: beringin dan benalu.
d. Mammokori, dibantu oleh hewan mamalia. Contoh: biji kopi.
Antropokori Proses penyebaran biji yang dibantu oleh manusia. Proses penyebaran tersebut dapat terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Penyebaran biji yang sengaja dilakukan oleh manusia misalnya tumbuhan pada bidang pertanian seperti jagung, padi, kacang, dan tanaman lainnya.
Mengeksplorasi
Carilah informasi dari berbagai sumber literatur mengenai mekanisme perkembangbiakan tumbuhan angiospermae dari tahap polinasi hingga menghasilkan tanaman baru! Tulislah dalam bentuk gambar!
2. Perkembangbiakan Tumbuhan Gymnospermae
Tumbuhan Gymnospermae berkembang biak secara generatif melalui organ reproduksi yang disebut konus atau strobilus. Tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga sehingga perkembangbiakannya berbeda dari tumbuhan Angiospermae. Contoh tanaman yang termasuk dalam kelompok Gymnospermae antara lain tumbuhan pinus, pakis haji, melinjo, dan Ginko biloba.
Tumbuhan pinus dan melinjo memiliki dua jenis strobilus yakni strobilus jantan dan betina. Pada strobilus jantan terdapat mikrosporangia yang menghasilkan mikrospora atau spora jantan. Mikrospora akan berkembang menjadi serbuk sari. Strobilus betina tersusun dari megasporofil yang menghasilkan megaspora. Setelah serbuk sari dilepas, butir serbuk sari berkembang menjadi sperma. Pada saat penyerbukan, serbuk sari melekat pada bakal biji. Selanjutnya, sperma bergerak menuju sel telur melalui buluh sebuk sari. Jika terjadi pembuahan, akan terbentuk zigot yang berkembang menjadi embrio dan biji. Jika biji tersebut jatuh pada tempat yang sesuai, biji akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.
3. Perkembangbiakan Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku memiliki alat perkembangbiakan yang disebut spora. Tumbuhan paku mengalami metagenesis atau daur hidupnya terbagi menjadi dua fase yakni fase sporofit yang menghasilkan spora dan fase gametofit yang menghasilkan sel-sel gamet jantan dan betina. Ketika mengalami pergiliran keturunan generasi sporofit adalah tumbuhan paku. Di dalam protalium akan menghasilkan arkegonium (penghasil ovum) dan anteridium (penghasil spermatozoid). Ketika ovum dan spermatozoid bertemu maka berkembang menjadi zigot dan selanjutnya akan menjadi tumbuhan paku.
Pada daun yang fertil terbentuk kotak spora yang disebut sporangium yang menghasilkan sel induk spora. Sel-sel induk spora tersebut akan mengalami pembelahan meiosis membentuk spora yang haploid. Jika sporangium pecah maka seluruh spora akan keluar dan beterbangan ke tempat yang sesuai dengan kondisinya untuk berkecambah dan membentuk sporangium, saat itu maka siklus reproduksi dari tumbuhan paku akan terulang lagi.
4. Perkembangbiakan Tumbuhan Lumut
Satu individu lumut memiliki anteredium yang menghasilkan ovum.
Fertilisasi terjadi jika sel sperma sampai pada ovum yang terdapat pada arkegonium dengan bantuan air. Zigot akan tumbuh dan menjadi tumbuhan lumut yang menghasilkan spora. Apabila spora dihasilkan
jatuh pada tempat yang sesuai untuk tumbuh dan berkembang maka akan tumbuhan menjadi protonema.
Selanjutnya protonema tumbuh menjadi tumbuhan lumut yang dapat menghasilkan sel kelamin.
Lumut dapat bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi aseksual (vegetatif) dilakukan dengan pembentukan tunas (gemma), penyebaran spora, dan fragmentasi. Reproduksi seksual (generatif) dilakukan dengan cara peleburan antara sel gamet jantan dan gamet betina.
Tumbuhan lumut juga mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis yang terdiri atas fase sporofit dan fase gametofit. Fase vegetatif dikenal sebagai generasi sporofit, yaitu fase yang menghasilkan spora (sporogonium – spora – protonema).
Mengasosiasi
Bandingkan perkembangbiakan pada tumbuhan paku dengan tumbuhan lumut! Sertakan perbedaan proses perkembangbiakannya!
5. Teknologi Perkembangbiakan pada Tumbuhan
Oleh karena tumbuhan diperlukan oleh manusia untuk sumber pangan, obat, dan lainnya maka manusia melakukan upaya untuk perbanyakan tumbuhan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan teknologi perkembangbiakan pada tumbuhan sebagai berikut.
a. Hidroponik
Hidroponik adalah teknologi perbanyakan tumbuhan dengan menggunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air. Teknologi ini dilakukan dengan air sebagai pengganti media tanam tanah.
Hidroponik biasanya dilakukan untuk kelompok tumbuhan sayur atau buah-buahan yang habitusnya berupa terna. Komponen penting yang harus ada untuk teknik hidroponik yaitu air, cahaya, oksigen, dan nutrisi. Keuntungan dari penerapan hidroponik, yaitu sebagai berikut.
1) Tidak memerlukan tanah.
2) Air yang berada dalam instalasi alat dapat digunakan kembali untuk menanam tumbuhan lainnya.
3) Nutrisi dapat dikendalikan sehingga menghemat penggunaan pupuk.
4) Tidak ada pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk.
5) Mudah dalam memanen hasil tanam dan mudah untuk menanggulangi hama dan penyakit.
Gambar metagenesis tumbuhan paku.
b. Vertikultur
Vertikultur adalah teknologi perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas karena keterbatasan lahan tanam. Teknik perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan membuat instalasi khusus secara bertingkat untuk menanam. Dapat dilakukan dengan cara menggantung tanaman atau meletakkannya secara bersusun. Kelebihan penanaman secara vertikultur, antara lain sebagai berikut.
1) Efisiensi pemanfaatan lahan karena vertikultur ditanam secara bersusun.
2) Mudah dipindahkan ke tempat lain sehingga bebas banjir atau rusak.
3) Mengurangi jumlah gulma yang muncul.
4) Menghemat pupuk karena ditanam pada wadah yang terbatas sehingga tidak mudah larut oleh air hujan.
5) Menghemat pestisida karena tanaman vertikultur menggunakan media steril.
6) Mempermudah perawatan dan menghemat penyiraman.
Adapun kekurangan dari vertikultur, yaitu sebagai berikut.
1) Membutuhkan pemberian pupuk dan penyiraman secara berkelanjutan.
2) Pemindahan rangkaian tanaman vertikultur yang tidak berhati-hati akan menyebabkan kerusakan.
3) Perawatan lebih intensif dan tingkat kesulitan yang lebih banyak karena kondisi tanaman bersusun,
4) Investasi awal cukup besar terutama untuk membuat bangunan seperti rumah kaca.
c. Kultur jaringan tumbuhan
Kultur jaringan adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan dengan cara mengambil sel atau jaringan sel pada suatu tumbuhan dan dikembangkan pada kultur in vitro. Kultur in vitro ini bertujuan untuk menyediakan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan tanaman. Kultur jaringan tumbuhan terdiri atas beberapa macam sebagai berikut.
1) Kultur embrio
Kultur embrio adalah jenis kultur yang menggunakan sebagian dari tanaman berupa embrio tanaman.
2) Kultur polen
Jenis kultur jaringan yang memanfaatkan serbuk sari sebagai jaringan untuk melakukan kultur atau eksplan.
3) Kelapa protoplas
Kelapa protoplas adalah jenis kultur yang memanfaatkan sel jaringan hidup tanpa adanya dinding sebagai eksplannya.
4) Kultur enter
Jenis kultur jaringan yang memanfaatkan kepala sari sebagai eksplans.
5) Kultur kloroplas.
Kultur jaringan yang memanfaatkan sel hijau atau kloroplas untuk membuat tanaman lain yang lengkap.
6) Kultur meristem
Jenis kultur jaringan yang memanfaatkan bagian tanaman berupa jaringan muda yang masih aktif membelah sebagai eksplan.
Keunggulan dari penerapan teknik kultur jaringan tumbuhan yaitu dapat melestarikan sifat tanaman induk, menghasilkan tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya, menghasilkan tanaman baru dengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat, menghasilkan tanaman yang bebas virus, dan pelaksanaannya tidak tergantung pada musim. Penerapan kultur jaringan juga memiliki kekurangan yaitu memerlukan biaya awal yang cukup tinggi, memerlukan keahlian khusus sehingga dapat dilakukan oleh orang yang terlatih, dan bibit hasil kultur jaringan memerlukan proses aklimatisasi karena terbiasa dengan kondisi lembap dan aseptik.
B. Perkembangbiakan pada Hewan
Hewan melakukan perkembangbiakan dengan tujuan untuk menghasilkan keturunan sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Perkembangbiakan pada hewan terjadi melalui dua cara yaitu secara aseksual dan seksual.
1. Perkembangbiakan Aseksual pada Hewan
Perkembangbiakan aseksual pada hewan terjadi tanpa adanya proses fertilisasi atau bertemunya dua sel gamet. Perkembangbiakan aseksual pada hewan terjadi melalui beberapa cara, yaitu sebagai berikut.
a. Tunas
Tunas atau budding adalah cara perkembangbiakan yang
Gambar perkembangbiakan aseksual pada hydra dan planaria.
dilakukan dengan terbentuknya tunas dari bagian tubuh kemudian tunas tersebut melepaskan diri dari tubuh induk.
Tunas tersebut akan dapat hidup menjadi individu baru.
Contoh hewan yang melakukan reproduksi aseksual dengan tunas yaitu anemon laut, hydra, ubur-ubur, dan hewan karang.
b. Fragmentasi
Fragmentasi terjadi melalui dua tahapan. Pertama, tahap fragmentasi yakni pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau lebih. Kedua, tahap regenerasi
yakni setiap potongan tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut.
Akhirnya, setiap potongan tubuh akan membentuk individu baru yang lengkap seperti induknya.
c. Partenogenesis
Partenogenesis adalah perkembangbiakan yang dilakukan dengan cara hewan betina memproduksi sel telur yang akan berkembang menjadi individu baru tanpa adanya proses pembuahan. Pada beberapa organisme, partenogenesis terjadi dalam kondisi tertentu. Salah satu contohnya adalah kutu daun, selain berkembang biak dengan reproduksi seksual mereka juga melakukan reproduksi aseksual. Ketika kutu daun mendapatkan cukup makanan di musim semi, mereka melakukan partenogenesis karena ini merupakan cara lebih cepat untuk menghasilkan keturunan. Contoh hewan lainnya yang juga melakukan perkembangbiakan aseksual dengan cara partenogenesis yaitu lebah madu, semut, dan rayap.
Mengomunikasikan
Diskusikan dengan kelompok kalian mengenai mekanisme perkembangbiakan lebah madu! Gambarkan mekanisme tersebut di kertas karton kemudian presentasikan di depan kelas!
2. Perkembangbiakan Seksual pada Hewan
Perkembangan seksual ini biasanya dilakukan oleh hewan tingkat tinggi. Cara perkembangbiakan seksual pada hewan dilakukan melaui proses pembuahan atau fertilisasi. Fertilisasi pada hewan terdiri atas fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal. Fertilisasi eksternal ditandai dengan adanya pembuahan di luar tubuh kedua induk. Adapun fertilisasi internal terjadi di dalam tubuh induk betina. Proses fertilisasi akan menghasilkan zigot yang berkembang menjadi embrio. Pertumbuhan dan kelahiran embrio dapat terjadi melalui tiga cara sebagai berikut.
a. Hewan vivipar
Vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan atau beranak. Embrio terdapat di dalam rahim dan mendapatkan makanan dari induknya melalui tali plasenta. Setelah dilahirkan, anak hewan mendapatkan makanan berupa air susu yang dihasilkan oleh induk hewan betina. Hewan vivipar merupakan hewan mamalia yang memiliki kelenjar susu yang akan menghasilkan susu sebagai makanan dan nutrisi untuk bayi hewan. Hewan vivipar biasanya adalah hewan dari kelompok mamalia.
b. Hewan ovipar
Ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Embrio terdapat di dalam telur dan dikeluarkan dari tubuh induk. Sebelum proses menetas dan melahirkan individu baru, embrio di dalam telur mendapatkan nutrisi di dalam telur. Bagian-bagian di dalam telur, yaitu sebagai berikut.
Gambar bagian-pabgian telur.
1) Cangkang telur, merupakan bagian terluar dari telur dan berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Cangkang telur berfungi sebagai pelindung utama telur. Bagian ini memiliki pori-pori untuk keluar-masuknya udara.
2) Membran cangkang merupakan selaput tipis di dalam cangkang telur. Pada salah satu ujung telur, selaput ini tidak menempel pada cangkang sehingga membentuk rongga udara.
3) Rongga udara berfungsi sumber oksigen bagi embrio.
4) Keping germinal (zigot/sel embrio) merupakan calon individu baru.
5) Kuning telur (yolk) adalah cadangan makanan bagi embrio.
6) Putih telur (albumin) berfungsi sebagai pelindung embrio dari guncangan dan sebagai cadangan makanan dan air.
7) Kalaza (tali kuning telur) berfungsi untuk menahan kuning telur agar tetap pada tempatnya dan menjaga embrio agar tetap berada di bagian atas kuning telur.
Contoh hewan yang berkembang biak dengan ovipar yaitu hewan Pisces, Amfibi, sebagian Reptil, dan Aves.
c. Ovovivipar
Ovovivipar adalah perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur dan melahirkan. Embrio tetap tumbuh di dalam telur. Telur akan menetas di dalam tubuh induk kemudian keluar dari tubuh induknya tampak seolah induknya melahirkan. Contoh hewan ovovivipar, yaitu kadal, hiu, dan sebagian jenis ular.
3. Perkembangan Hidup Hewan
Tahap perkembangan hidup hewan disebut juga sebagai siklus hidup hewan. Tahap perkambangan hidup hewan dimulai dari perkembangan embrio, proses kelahiran, perkembangan kedewasaan, melakukan perkembangbiakan, dan mengalami kematian.
a. Perkembangan hidup serangga
Pada serangga, tahap perkembangbiakan dinamakan metamorfosis. Metamorfosis pada serangga dibedakan menjadi dua, yaitu matamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Contoh serangga yang melakukan metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu. Kupu-kupu mengalami tahap perkembangan dari fase telur→ulat→kepompong →kemudian kupu-kupu. Adapun metamorfosis tidak sempurna dapat diamati pada perkembangan belalang. Belalang mengalami tahap perkembangan dari fase telur→nimfa (hewan muda)→hewan dewasa. Perbedaan dari metamorfosis sempurna dengan metamorfosis tidak sempurna yaitu pada fase kepompong. Disebut sebagai metamorfosis sempurna jika dalam perkembangannya mengalami fase kepompong atau pupa.
b. Perkembangan Ubur-ubur dan Obelia
Ubur-ubur dan Obelia adalah hewan dari kelompok Cnidaria yang berhabitat di laut. Tahap perkembangan hidup ubur-ubur dan Obelia dilakukan dengan perkembangbiakan secara seksual dan aseksual. Ubur-ubur dan Obelia dewasa disebut sebagai tahap medusa. Medusa jantan
dan medusa betina akan melakukan perkembangbiakan secara seksual sehingga menghasilkan zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva planula, menjadi polip, kemudian koloni polip. Dalam satu koloni polip, terdiri atas bagian polip yang berfungsi untuk mencari makan, dan melakukan reproduksi. Cara reproduksi yang dilakukan oleh polip dengan menggunakan tunas. Tunas tersebut kemudian akan berkembang menjadi medusa muda, selanjutnya medusa dewasa.
c. Perkembangan hidup katak
Katak termasuk kelompok hewan Vertebrata dari kelas Amfibi. Katak mengalami tahap perkembangan hidup yang juga disebut metamorfosis tidak sempurna. Adapun tahap perkembangan hidup katak yaitu telur→berudu→katak muda→katak dewasa.
4. Teknologi Perkembangbiakan pada Hewan
Beberapa jenis hewan dapat dimanfaatkan oleh manusia dengan diambil telur, daging, atau susu untuk kebutuhan pangan. Oleh karena itu, manusia mengembangkan berbagai teknologi perkembangbiakan pada hewan untuk mencukupi kebutuhan pangan manusia. Adapun beberapa jenis teknologi perkembangbiakan pada hewan yaitu sebagai berikut.
a. Inseminasi buatan
Inseminasi buatan atau yang biasa disebut kawin suntik adalah proses memasukkan sperma hewan jantan pada hewan betina dengan menggunakan alat tertentu. Hal ini bertujuan untuk dapat mengatasi kesulitan bertemunya hewan jantan dengan betina karena faktor geografis ataupun karena masa kawin yang tidak bersamaan.
b. Kloning
Kloning merupakan proses menciptakan individu baru dengan sel-sel tubuh yang ditumbuhkan menjadi embrio pada rahim. Anak yang dihasilkan nanti memiliki sifat sama persis dengan indukannya.
Penilaian Harian Bab 2
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Proses penyebaran biji tanaman yang dibantu oleh serangga disebut ....
a. kiropterokori c. entomokori b. ornitokori d. mammokori 2. Perhatikan gambar berikut!
Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan cara seperti gambar tersebut adalah
….a. alang-alang c. rumput teki b. gladiol d. ketela rambat
3. Proses reproduksi yang dilakukan dengan membuang sebagian kulit dan kambium pada cabang batang disebut ....
a. menempel c. okulasi b. menyambung d. mencangkok
4. Perhatikan gambar berikut!
Inti kandung lembaga dan 3 sel antipoda ditunjukkan oleh nomor ....
a. 4 dan 3 c. 4 dan 5 b. 3 dan 4 d. 3 dan 5
5. Alat reproduksi seksual pada Angiospermae adalah ....
a. spora c. bunga
b. biji d. protalium
6. Tanaman wortel dan lobak dapat melakukan perkembangbiakan secara vegetatif alami dengan cara ….
a. umbi batang c. umbi akar b. rhizoma d. tunas 7. Perhatikan bagan berikut!
Spora
Spora
Zigot 1
2
Sperma Ovum
3
Tumb. Lumut Gametofit
Sporofit Sporogonium
Sporangium
Bagan tersebut adalah proses reproduksi pada tumbuhan lumut. Tahapan yang hilang dari proses tersebut adalah ....
a. protalium, arkegonium, anteredium b. protonema, protalium, anteredium c. protonema, arkegonium, anteredium d. anteredium, protonema, arkegonium 8. Proses penyebaran biji yang terjadi pada
tumbuhan yang memiliki biji yang ringan dan kecil serta memiliki sayap pada bijinya adalah
….a. anemokori c. zookori b. hidrokori d. antropokori
9. Berdasarkan caranya, proses penyerbukan pada tanaman jagung dan padi disebut ....
a. antropogami c. soidiogami b. hidrogami d. anemogami
10. Jenis penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari jatuh pada kepala putik dari bunga lain yang berasal dari tanaman yang berbeda tetapi masih dalam satu tanaman adalah ….
a. alogami b. geitonogami c. autogami d. hibridogami
11. Hewan air yang melakukan reproduksi dengan cara vivipar adalah ....
a. paus b. hiu c. ikan pari d. belut
12. Cairan kental yang berwarna putih bening pada telur aves memiliki fungsi untuk ....
a. cadangan makanan dan melindungi embrio dari guncangan
b. menjaga posisi kuning telur
c. melindungi kuning telur dari gangguan d. mendukung pertumbuhan embrio luar
13. Siput air tawar dan bekicot memiliki alat yang disebut ovotestes. Ovotestes adalah ....
a. alat reproduksi jantan dan betina yang bergabung
b. alat reproduksi jantan yang menghasilkan sel sperma
c. organ reproduksi yang terpisah
d. organ reproduksi yang menghasilkan sperma dan ovum
14. Bagian dari telur burung yang yang berfungsi untuk menjaga posisi kuning telur adalah ....
a. cangkang c. amnion b. albumen d. kalaza
15. Perhatikan daur hidup kupu-kupu berikut!
Fase yang menunjukkan organisme tersebut melakukan dormansi sementara ialah ....
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
16. Kawin suntik pada sapi menerapkan teknik reproduksi hewan yang disebut ....
a. transfer embio c. in vitro fertilization b. sperma sexing d. inseminasi buatan 17. Kuning telur calon embrio dari bangsa Aves
terletak di bagian ....
a. amnion c. kalaza b. cangkang telur d. albumen 18. Perhatikan struktur telur burung berikut!