UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA ARAB MELALUI STRATEGI PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW
(PQ4R) PADA SISWA KELAS XI MA MUALLIMIN MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Sulaini
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
Nur Fadilah Amin
Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
Abstract
This research is a classroom action research which aims to improve the learning outcomes of Arabic in class XI MA MualliminMuhammadiyah Makassar through the PQ4R strategy..
This research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of four components, namely:
action planning, action, observation and reflection. The data collection technique used was test, observation. The results obtained from the quantitative descriptive analysis are as follows: (1) The average score of the students' Arabic learning outcomes of class XI MAMuallimin obtained in the first cycle was 61.62 or 61.62% and a standard deviation of 13.54. In the second cycle, the average score obtained was 75.12 or 75.12% with a standard deviation of 11.04. Cycle I is in the medium category, and cycle II is both in the high category. (2) students' learning completeness increases after being given learning using PQ4R at each meeting. This can be seen in the magnitude of the percentage of student learning outcomes improvement based on learning completeness criteria, which is 46.87%, where students who experience an increase in learning outcomes from cycle I to cycle II are 15 students, namely 12 people who experience completeness in cycle I. to 27 people in cycle II of 32 students.
Keywords : Learning Outcomes, PQ4R
Abstrak
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar melalui strategi PQ4R. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, setia psiklus terdiri ata sempat komponen yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi. Hasil yang diperoleh dari analisis deskriptif kuantitatif adalah sebagai berikut: (1) Skor rata-rata hasil belajar Bahasa arab siswa kelas XI MA Muallimin yang diperoleh padasiklus I sebesar 61, 62atau 61,62%
dan standar deviasi 13,54. Pada siklus II skor rata-rata yang diperoleh sebesar 75,12 atau 75,12% dengan standar deviasi 11,04. Siklus I berada dikategori sedang, dan siklus II keduanya berada pada kategori tinggi . (2) ketuntasan belajar siswa meningkat siswa setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan PQ4R pada setiap pertemuan. Hal ini terlihat pada besarnya presntase peningkatan hasil belajar siswa berdasarkan kriteria ketuntasan belajarnya, yakni sebesar 46,87%, dimanasiswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus I kesiklus II sebanyak 15 orang siswa, yaitudari 12 orang yang mengalami ketuntasan di siklus I menjadi 27 orang di siklus II dari 32 siswa.
Kata Kunci : Hasil Belajar PQ4R
PENDAHULUAN
endidikan adalah suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Mulai dari lahir sampai beranjak dewasa kemudian manusia mengalami proses pendidikan yang pertama didapatkan dari orang tua, masyarakat maupun lingkungannya.
Pendidikan bagaikan cahaya penerang yang berusaha menuntun manusia dalam menentukan arah, tujuan dan makna kehidupan ini, manusia sangat membutuhkan pendidikan melalui proses penyadaran yang berusaha menggali dan mengembangkan potensi dirinya lewat strategi pengajaran atau dengan cara lain yang telah diakui oleh masyarakat.
Waktu untuk belajar harus diciptakan setiap hari, agar belajar merupakan suatu kebutuhan bagi siswa.
Maka dari itu dituntut untuk belajar baik di sekolah maupun di kalangan masyarakat. Sesuai dengan hasil observasi awal bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa kelas XI MA Mu’Allimin Muhammadiyah Makassar masih berada dibawah KKM (kriteria ketuntasan minimum) dengan KKM yang ditentukan oleh sekolah 65 secara individu dan 75 secara klasik.
Kenyataan bahwa pentingnya peranan belajar sebagaimana telah diuraikan selayaknya belajar juga mendapat perhatian yang besar dari para pelaksana pendidikan, terutama guru yang kurang baik dan saran mengajar yang kurang memadai. Ini berarti cara guru mengajar selama ini kurang dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar sehingga siswa tidak gemar belajar. Salah satu cara untuk peningkatan hasil belajar
siswa yaitu peneliti menggunakan strategi pembelajaran Preview Question Read Reflect Recite Review (PQ4R).
Hasil observasi yang di lapangan oleh peneliti bahwa hasil belajar siswa MA Mu’Allimin Muhammadiyah Makassar, juga berakar pada paradigma pendidikan konvesional yang selalu melakukan pengajaran pembelajaran klasikal dan ceramah, tanpa pernah diiringi atau diselingi berbagai metode yang menantang untuk berusaha, dan juga adanya penyekat ruang antara guru dan siswa yang begitu tinggi. Peristiwa yang menonjol adalah siswa kurang berpartisipasi, kurang terlibat, tidak punya inisiatif secara konstributif, baik secara intelektual maupun emosional. Pertanyaan dan ide-ide dari siswa yang muncul, jarang diikuti oleh gagasan lain sebagai respon. Berdasarkan Informasi awal bahwa di kelas XI MA Mu’Allimin Muhammadiyah Makassar khususnya di kelas XI diperoleh informasi bahwa pelajaran Bahasa Arab menjadi momok pada sebagian besar siswa dalam mempelajarinya. Hal ini dapat diduga dipengaruhi oleh faktor variasi pendekatan dan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengolah kegiatan pembelajaran.
Hasil survey awal pada 32 siswa kelas XI, nilai diperoleh untuk bidang studi Bahasa Arab pada semester ganjil, yaitu 70 nilai tertinggi dan 25 nilai terendah dengan nilai rata-rata 50,23.
Hasil ini menunjukan sampai saat ini strategi mengajar yang diterapkan oleh guru dalam setiap proses belajar mengajar masih kurang memberikn hasil yang maksimal, di samping itu juga dalam proses belajar mengajar peran guru sangat
P
dominan dan siswa kurang dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Akibat dari perlakuan seperti ini, siswa tidak memiliki semangat untuk belajar dan memilih diam sambil memperhatikan penjelasan guru walaupun sebenarnya siswa sangat bosan dengan keadaan itu, bahkan lebih parah lagi adalah siswa- siswa yang tidak berminat untuk memperhatikan pelajaran akan melakukan aktifitas-aktifitas lain yang akan mengarahkan perhatiannya terhadap penyampaian materi oleh guru, mengganggu konsentrasi siswa-siswa lain, bahkan konsentrasi guru pun akan terpecah, sehingga pada akhirnya nanti akan menyita waktu pelajaran.
Berbagai upaya dilakukan ke arah peningkatan hasil belajar bahasa Arab yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) yang bisa mengantarkan siswa pada proses pembelajaran yang menyenangkan. Di antaranya dengan cara membaca selintas dengan cepat, membuat pertanyaan, membaca untuk menjawab pertanyaan, mencoba untuk menghubungkan yang didapatkan dengan pengetahuannya, mengajukan pertanyaan dan meninjauh kembali jawaban dari pertanyaannya atau yang biasa dikenal strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peningkatan hasil belajar bahasa Arab melalui strategi Preview,
Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) pada Siswa kelas XI MA Mu’allimin Muhammadiyah Makassar?
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahap pelaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, refleksi secara langsung yang selanjutnya tahap-tahapan tersebut dirangkai dalam satu siklus kegiatan.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Mu’Allimin Muhammadiyah Makassaryang di ambil sampel kelas II dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang (satu kelas terdiri dari 18 laki-laki dan 14 perempuan. Selain itu dalam penelitian ini juga dilibatkan seorang guru mata pelajaran sebagai tenaga observer (pengamat) pada saat pelaksanaan proses belajar.
Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Penelitian pelaksanaan kelas ini direncanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 yang terbagi atas dua siklus, dimana antara siklus I dan siklus II merupakan rangkaian yang saling berkaitan. Dalam arti pelaksanaan tindakan siklus I. Adapun prosedur atau langkah-langkah penelitian Tindakan Kelas (PTK) seperti digambarkan dibawah ini Sumber (Arikunto 2011):
Secara rinci pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
Siklus I
Perencanaan tindakan I
a. Menelaahkan kurikulum materi pelajaran Bahasa Arab untuk kelas XI b. Membuat skenario pembelajaran di
kelas dalam hal ini pembuatan RPP.
c. Membuat perangkat pembelajaran, termasuk materi singkat LKS, dan media pembelajaran.
d. Membuat pedoman evaluasi konteks, input, proses dan produk.
Pelaksanaan tindakan I
a. Sebelum masuk kelas terlebih dahulu melakukan evaluasi konteks dengan mengamati lingkungan sekolah dan siswa kelas XI MA Mu’Allimin Muhammadiyah Makassar, merinci kebutuhan yang harus terpenuhi untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajarn.
b. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
c. Melakukan evaluasi input dengan pemberian tindakan terhadap siswa untuk menguji pemahaman mereka terkait materi yang akan diajarkan.
d. Melakukan pengajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya.
e. Observasi, Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan atau selama proses pembelajaran. Hasil observasi ini dimasukkan sebagai hasil evaluasi proses.
f. Tes, Memberikan tes pada pertemuan terakhir untuk menguji sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Hasil tes yang diperoleh dimasukkan sebagai evaluasi produk.
g. Refleksi I, Hasil yang didapatkan dalam evaluasi dikumpulkan serta dianalisa. Hasil analisa data yang didapatkan pada siklus I dipergunakan sebagai acuan untuk melakukan siklus berikutnya.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian tindakan ini adalah : a) Data mengenai evaluasi belajar siswa diambil dari tes setiap siklus yang mana tes setiap siklus ini dibuat oleh peneliti bekerja sama dengan guru Bahasa Arab yang mengajar dikelas tersebut. b) Perencanaan
Refleksi Pelaksanaan
Observasi SIKLUS II Perencanaan
Observasi
Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan
Data yang berkaitan dengan kondisi siswa diambil dengan menggunakan lembar atau pedoman observer.
Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif, untuk analisis data kuantitatif digunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan karakteristik siswa, untuk analisis data kualitatif digunakan teknik kategori skala.
Adapun pengkategorian berdasarkan data oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan skala 5 (depdikbud, 1993:6) kategorinyan sebagai berikut:
Teknik Kategori Standar Berdasarkan Pengkategorian Data oleh Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Indikator Kerja
Indikator keberhasilan penelitian adalah apabila hasil tes belajar siswa sudah menunjukan peningkatan siswa yang tuntas belajar. Siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor minimal 65 secara individu dan 80% yang tuntas secara klasikal, dari jumlah siswa yang telah tuntas belajar.
Indikator tambahan bila terjadi perubahan aktivitas siswa selama siklus I dan siklus II setelah dilaksanakannya
proses belajar mengajar dengan menggunakan strategi Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R).
PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan yang diperoleh dari dua siklus pelaksanaan penelitian ini, dapat diuraikan sebagai berikut:
HASIL PENELITIAN SIKLUS I a. Perencanaan
Guru Kelas XI (peneliti) di MA Muallimin Muhammadiyah Makassar dan pengamat (teman sejawat) mendiskusikan tentang materi, kegiatan pembelajaran dan alat evaluasi serta menyiapkan alat peraga/instrumen dan pedoman pengamatan.
b. Pelaksanaan tindakan
Dalam pelaksanaan ini peneliti (guru) melaksanakan sesuai rencana yang ada dalam rencana pembelajaran seperti berikut:
1) Kegiatan awal: Apersepsi, penjelasan tujuan pembelajaran dan pemberian materi.
2) Kegiatan inti :Pemberian materi, menginformasikan kepada siswa agar memperhatikan bahan bacaan yang telah diberikan dan membuat pertanyaan, serta menjawab kembali pertanyaan yang dibuatnya masing-masing
3) Kegiatan akhir: Menanyakan kembali materi yang pernah dipelajari sebelumnya, meminta siswa membuat intisari dari seluruh pelajaran yang dipelajari dan menyuruh baca intisari yang dibuatnya/penutup.
SKOR KATEGORI
0-35 Sangat rendah
35-54 Rendah
55-64 Sedang
65-84 Tinggi
85-100 Sangat Tinggi
c. Refleksi
Guru dan pengamat mendiskusikan tentang hasil pembelajaran, jalannya pembelajaran, peningkatan motivasi belajar dan mengkaji ulang tentang kekurangan dan kelebihan pada siklus ini.
Selanjutnya penyempurnaan dari kekurangan siklus ini dilaksanakan pada siklus berikutnya.
d. Pengamatan
Pengamatan dilakukan selama tindakan berlangsung. Pengamatan mencakup aktivitas siswa dan aktivitas guru dengan lembar pengamatan.
Guru dan pengamat mengamati dampak pelaksanaan. Apakah telah sesuai rencana dan hambatan atau kendala apa yang dihadapi siswa maupun guru.
Analisis Kuantitatif Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Pada Siklus I
Pada siklus ini dilaksanakan tes hasil belajar yang berbentuk ujian harian setelah selesai pemberian materi Istima’.
Dari analisis deskriptif skor hasil belajar
Bahasa Arab siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar setelah diajar melalui strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) dapat dilihat tabel berikut ini:
Keterangan Nilai Subjek Penelitian 32 Skor Maksimum Ideal 100 Skor Tertinggi 96
Skor Terendah 32
Rentang Skor 64
Rata-Rata Skor 61,62
Median 60
Modus 60
Standar Deviasi 13,54
Skor Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar pada tes
akhir siklus I
Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi yang ditunjukan pada tabel berikut ini.
Distribusi Frekuensi Dan Presentase Skor Hasil Belajar Bahasa Arab Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar Pada Tes Akhir Siklus I.
SKOR KATEGORI FREKUENSI PRESENTASE
0-34 Sangat Rendah 1 3,13%
35-54 Rendah 8 25,00%
55-64 Sedang 11 34,37%
65-84 Tinggi 10 31,25%
85-100 Sangat Tinggi 2 6,25%
Jumlah 32 100%
Diagram Batang Frekuensi dan Presentase Skor Hasil Belajar Bahasa Arab Siklus I
Berdasarkan tabel di atas dideskripsikan bahwa hasil belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar setelah dilakukan tindakan pada siklus I berada dalam kategori sedang dengan skor rata- rata 61,62% dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah 3,13% yang mungkin dicapai yaitu 0. Perolehan skor untuk siklus I adalah 96,00 untuk skor tertinggi dan 32,00 untuk skor terendah. Standar deviasi (simpangan baku) ialah 13,54%
sedangkan nilai rata-rata 61,62% yang diperoleh siswa pada siklus I.
Ketuntasan belajar siswa dapat dilihat berdasarkan daya serap siswa.
Apabila daya serap siswa terhadap materi Bahasa Arab dikelompokkan ke dalam kategori tuntas dan tidak tuntas, maka berdasarkan standar KKM mata pelajaran Bahasa Arab MA Muallimin Muhammadiyah Makassar yaitu 65 diperoleh distribusi frekuensi dan presentase ketuntasan belajar Bahasa Arab pada siklus I sebagai berikut :
Daya Serap Siswa
Kategori Ketuntasan Belajar Siswa
Frekuensi Presentase (%)
0%-64% Tidak Tuntas 20 62,50
65%-100% Tuntas 12 37,50
Distribusi Frekuensi dan Presentasi Ketuntasan Belajar Bahasa Arab Siswa Pada Siklus I
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa presentase ketuntasan kelas sebesar 37,50%, yaitu 12 dari 32 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 62,50% yaitu 20 siswa termasuk dalam kategori tidak tuntas berarti terdapat 20
orang siswa yang perlu perbaikan karena mereka belum mencapai ketuntasan individual.
0.00%
5.00%
10.00%
15.00%
20.00%
25.00%
30.00%
35.00%
40.00%
Sangat rendah
Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
Presentase
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
HASIL PENELITIAN SIKLUS II a. Perencanaan
Guru dan teman sejawat (kolaboratif) mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana pembelajaran mengacu dari hasil refleksi siklus pertama serta menyampaikan alat-alat pendukung beserta lembar pengamatan.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pada pelaksanaan ini guru dan pengamat melaksanakan tindakan yang mengacu pada refleksi yang telah diperbaiki/disempurnakan pada siklus sebelumnya.
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan selama tindakan berlangsung. Pengamatan mencakup aktivitas siswa dan aktivitas guru dengan lembar pengamatan. Guru dan pengamat mengamati dampak pelaksanaan. Apakah telah sesuai dengan rencana dan hambatan atau kendala apa yang dihadapi siswa maupun guru.
d. Refleksi
Diskusi bersama guru dan pengamat tentang pelaksanaan. Apakah pelaksanaan telah membawa hasil peningkatan hasil belajar siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar? dan apakah masih adakah kekurangan (kelemahan) dari siklus ini? Jika kekurangan (kelemahan) dirasa sudah tidak ada dan hasil telah memenuhi batas minimal ketuntasan
(indikator kerja) maka tindakan berakhir.
Analisis Kuantitatif Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Pada Siklus II
Analisis terhadap skor hasil belajar Bahasa Arab pada siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar setelah diajar melalui strategi pembelajaran PQ4R selama berlangsung siklus II. Dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Keterangan Nilai Subjek Penelitian 32 Skor Maksimum Ideal 100
Skor Tertinggi 96
SkorTerendah 56
Rentang Skor 40
Rata-rata Skor 75,12
Median 72
Modus 72
Standar Deviasi 11,04
Tabel Skor Hasil Belajar Siswa Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar Pada Tes
Akhir Siklus II
Skor hasil belajar Bahasa Arab siswa tersebut di atas, jika dikelompokan kedalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi yang ditunjukan pada tabel berikut ini.
Distribusi Frekuensi dan Presentase Skor Hasil Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar Pada Tes Akhir Siklus II
SKOR KATEGORI FREKUENSI PRESENTASE
0-34 Sangat Rendah 0 0
35-54 Rendah 0 0
55-64 Sedang 5 15,62%
65-84 Tinggi 19 59,38%
85-100 Sangat Tinggi 8 25,00%
Jumlah 32 100%
Diagram Batang Frekuensi dan Presentase Skor Hasil Belajar Bahasa Siklus II:
Berdasarkan data di atas bahwa hasil belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar setelah dilakukan tindakan pada siklus II berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 75,12 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah mungkin dicapai yaitu 0.
Perolehan skor untuk siklus II adalah 96,00 untuk skor tertinggi dan 56,00 untuk skor terendah. Standar deviasi (simpanan baku) ialah nilai penyimpangan titik-titik data secara umum dari nilai rata-ratanya sebesar 11,04. Sedangkan media berpusat pada skor 72,00 artinya 50% skor siswa
berada diatas atau sama dengan 72,00.
Modus berpusat pada skor 72 artinya frekuensi terbesar perolehan siswa adalah 72.
Ketuntasan belajar siswa dapat dilihat berdasarkan daya serap siswa.
Apabila daya serap siswa terhadap materi Bahasa Arab dikelompokan kedalam kategori tuntas dan tidak tuntas, maka berdasarkan standar KKM mata pelajaran Bahasa Arab MA Muallimin Muhammadiyah Makassar yaitu 65 diperoleh distribusi frekuensi dan presentase ketuntasan belajar Bahasa Arab pada siklus II sebagai berikut:
0.00% 0.00%
15.62%
59.38%
25.00%
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi
Distribusi Frekuensi dan Presentase Ketuntasan Belajar Bahasa Arab Pada Siklus II
Daya Serap Siswa
Kategori Ketuntasa Belajar
Siswa
Frekuensi Presentase (%)
0%-64% Tidak tuntas 5 15,62%
65%-100% Tuntas 27 84,38%
Berdasarkan data di atas menunjukan bahwa persentase ketuntasan kelas sebesar 84,38%, yaitu 27 dari 32 siswa termasuk dalam kategori tuntas dan 15,62% yaitu 5 siswa termasuk dalam
kategori tidak tuntas, dengan demikian pada siklus II sudah memperlihatkan ketuntasan secara klasikal.
Perbandingan Hasil Kuantitatif Siklus I dan Siklus II
Distribusi Frekuensi dan Persentase Ketuntasan Belajar Bahasa Arab Siswa Pada Siklus I dan Siklus II
Daya Serap Kategori Ketuntasan Belajar
Siswa
Persentase (%)
Siklus I Siklus II
0%-64% Tidak tuntas 62,50% 15%,62%
65%-100% Tuntas 37,50% 84%,38%
Diagram Batang Persentase Ketuntasan Belajar Bahasa Arab Siswa Siklus I dan Siklus II
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
80.00%
90.00%
Siklus I Siklus II
Tidak Tuntas Tuntas
Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I yaitu berada kategori tidak tuntas 62,50%, kategori tuntas 37,50% dan siklus II yaitu berada
kategori tidak tuntas 15,62%, kategori tuntas 84,38% dengan demikian dapat dilihat bahwa ada peningkatan hasil belajar.
Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab Kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar pada Siklus I dan II
SKOR KATEGORISASI FREKUENSI PRESENTASE SIKLUS
I
SIKLUS II SIKLUS I SIKLUS II
0-34 Sangat Rendah 1 0 3,13% 0%
35-54 Rendah 8 0 25,00% 0%
55-64 Sedang 11 5 34,37% 15,62%
65-84 Tinggi 10 19 31,25% 59,38%
85-100 Sangat Tinggi 2 8 6,25% 25,00%
Diagram Batang Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II
Hasil analisis di atas menunjukan bahwa skor rata-rata hasil belajar bahasa Arab siswa pada siklus I sebesar 61,62 dengan standar deviasi 13,54 setelah dikategorisasikan berada dalam kategori sedang pada siklus II terlihat bahwa skor rata-rata hasil belajar bahasa arab siswa sebesar 75,12 dengan standar deviasi
11,04 yang berada pada kategori tinggi.
Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan strategi PQ4R maka dapat meningkatkan hasil belajar bahasa arab pada siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar.
Adapun dari hasil analisis deskriptif yang dilakukan maka hasil
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
Sangat Rendah
Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
Siklus I Siklus II
penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa yang semula memiliki skor hasil belajar berada pada kategori sedang dapat ditingkatkan dengan strategi pembelajaran Preview, Queation, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) Skor rata-rata yang diperoleh siswa mengalami peningkatan yaitu (61,62) pada siklus I meningkat menjadi (75,12) pada siklus II.
Berdasarkan hasil tersebut pila bahwa hasil belajar siswa meningkat dimana siklus I berada pada kategori sedang, sedangkan pada siklus II berada pada kategori tinggi.
Perubahan tingkah laku siswa dapat diatasi melalui suatu proses pembelajaran dimana pada proses pembelajaran tersebut dibagi menjadi dua siklus, siklus I dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan ditambah dengan tes siklus, pada setiap pertemuan terlebih dahulu siswa diberikan waktu untuk membaca kembali materi yang dipelajari. Pada siklus II dilaksanakan selama 4 kali pertemuan ditambah dengan tes siklus. Pada dasarnya langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II telah memperoleh refleksi, selanjutnya dikembangkan dan dimodifikasi tahapan-tahapan yang ada pada siklus I dengan beberapa perbaikan dan penambahan sesuai dengan masalah yang ditemukan.
PENUTUP KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan bahwa hasil yang diperoleh dari analisis deskriptif kuantitatif adalah skor rata-rata hasil belajar bahasa Arab siswa kelas XI MA Muallimin muhammadiyah Makassar meningkat
dengan skor rata-rata yang diperoleh yaitu 61,62 pada siklus I dan 75,12 pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Arab siswa kelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar,
SARAN
Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan diatas, maka dalam upaya meningkatkan hasil belajar bahasa arab, maka diajukan sara-sara sebagai berikut:
1. Hendaknya guru menggunakan pengajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) sebagai salah satu upaya peningkatan hasil belajar dikelas XI MA Muallimin Muhammadiyah Makassar.
2. Sehubungan dengan hasil akhir penelitian ini, perlu diadakan penelitian lanjut dalam skala yang lebih luas dan spefisik agar lebih memperluas wawasan tentang strategi pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) .
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. dan Kawan-kawan.
2011. Penelitian Tindakan Kelas.
Cet X; Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian susatu pendekatan praktif. Cet. XIII;Jakarta:Rineka Cipta.
Annurrahman. 2010. Belajar dan
Pembelajaran, Cet.VI:
Bandung:Alfabeta.
Millah, Bubun Sihabu, Penerapan Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Dalam Pembelajaran Qur’an Hadits. 2010, htt//alsyibab, blogspot, COM/2010/10 (20 Oktober 2010) Burhani, DKK. 2002. Kamus Ilmiah
Popular. Jombang: lintas media.
Depdikbud. 1993. Pedoman penilaian secara kuantatif. Jakarta: Depdikbud Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan
Anak didik Dalam interaksi Endukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1998. Statistik. Jilid I:
Yokyakarta: Andi Yogyakta.
Riyanto, Yatim. 2010. Paradigm Baru Pembelajaran. Cet. II; Jakarta:
Prenada Media Group.
Selviana. D. Evi. 2006. Kamus Praktis Lengkap: Inggris-Indonesia dan Indonesia-inggris. Cet.VIII; Jakarta:
Pustaka Dwipar.
Slameto, 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Suprijono, Agus. 2011. Cooprative Learning. Cet. V; Jokjakarta:
Pustaka Pelajar.
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi
Konstruktivistik. Cet. I; Jakarta:
Prestasi Pustaka.