10
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi
Dalam melakukan praktik kerja magang di Onograph Design, tentunya dibutuhkan suatu lingkup kerja yang kondusif dan terstruktur dengan koordinasi yang baik agar suatu kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pada kesempatan ini, penulis akan menguraikan skema kedudukan dan alur koordinasi selama praktik kerja magang di Onograph Design.
1. Kedudukan
Penulis memiliki kedudukan sebagai intern designer di Onograph Design.
Sebagai intern designer, penulis berada dibawah koordinasi Aryani Kariono selaku creative director. Terkadang penulis bekerja bersama intern lain dalam melakukan perancangan sesuai dengan jobdesk yang diberikan oleh pembimbing. Dalam kesempatan ini, penulis terlibat dalam perancangan redesign logo identity dan icon, perancangan ilustrasi, perancangan folder desain, dan perancangan mockup. Selama praktik kerja magang berlangsung, penulis mendapat kesempatan untuk turut serta dalam mengerjakan berbagai proyek di Onograph Design. Penulis melakukan beberapa tahapan proses mulai dari briefing, brainstorming, moodboard, sketsa, digitalisasi, revisi, hingga menyusun presentasi yang nantinya akan disampaikan kepada creative director untuk mendapatkan feedback.
2. Koordinasi
Dalam dunia kerja, koordinasi dibutuhkan agar suatu pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan terstruktur tanpa adanya miskomunikasi. Berikut merupakan bagan alur koordinasi yang ada di Onograph Design.
11 Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi
Alur koordinasi pertama dimulai dari ketertarikan klien untuk menggunakan jasa Onograph Design, kemudian klien melakukan negosiasi dan konsultasi dengan creative director mengenai kebutuhan klien. Setelah mencapai kesepakatan, klien dapat melakukan pembayaran awal pada account executive sebagai tanda kerjasama. Selanjutnya, creative director akan memberikan brief dan draft yang akan ditaruh pada board Trello.
Intern/designer akan dipantau oleh creative director melalu board tersebut sesuai dengan keahlian dan jobtask yang diberikan dan hasil perancangan dapat diunggah pada board trello sesuai dengan deadline yang ditetapkan. Intern dapat memulai mencari referensi dan melakukan brainstorming sebelum masuk tahap sketsa. Jika sudah mendapatkan referensi dan ide, intern dapat memulai sketsa awal dari brief yang diberikan. Bila sketsa sudah disetujui oleh creative director, maka intern dapat memulai tahap digitalisasi berdasarkan beberapa sketsa yang disetujui dan creative director akan memberikan beberapa masukkan bila ada penambahan atau perubahan yang perlu diperbaiki.
Jika sudah disetujui, creative director akan mempresentasikannya kepada klien. Designer/intern dapat mengunggahnya pada workspace yang telah disediakan sesuai dengan deadline yang telah ditentukan dan akan di-review oleh creative director untuk revisi. Jika sudah sesuai dan tidak ada penambahan, creative director akan mengirimkannya pada klien untuk asistensi, bila sudah sesuai dengan keinginan klien, maka klien dapat melakukan pembayaran terakhir. Apabila terdapat feedback dari klien, creative director akan memberikan brief kepada intern untuk melakukan revisi terhadap hasil perancangan yang telah dibuat. Namun apabila sudah sesuai dengan keinginan klien, maka klien dapat menyelesaikan pembayaran pada account executive.
12 3.2. Tugas yang Dilakukan
Selama menjalankan praktik kerja magang, penulis memperoleh beragam proyek dari berbagai klien seperti desain branding, packaging, collateral design dan graphic design. Dalam 3 bulan magang, penulis diberi kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek di antaranya: redesign logo identity Happily, custum design family tree, branding folder design Amoretti, branding Nera Coffee, dan perancangan brand identity Benoa. Berikut merupakan penjabaran proyek yang penulis kerjakan selama praktik kerja magang.
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1. Minggu 1 8/2/2021
s/d 11/2/2021
Happily - Redesign logo Happily dengan melakukan sketsa beberapa
alternatif logo smile dan non-smile.
- Digitalisasi hasil sketsa logo yang sudah di asistensi ke dalam adobe illustrator.
- Perancangan design icon Happily.
2. Minggu 2 15/2/2021
s/d 20/2/2021
Happily - Pembuatan konsep reasoning logo
#1, #2, #3, #4 dan #5.
- Mockup logo pada Youtube, sosial media, dan Website.
- Perancangan design icon dog tail Happily.
Family Tree - Perancangan Family Tree dengan konsep dan moodboard yang sudah ditentukan.
13 3. Minggu 3
22/2/2021 s/d 26/2/2021
Family Tree - Perancangan Family Tree.
- Perancangan Family Tree dengan full names.
4. Minggu 4 01/03/2021
s/d 05/03/2021
Family Tree - Perancangan Family Tree.
Nera Coffee - Perancangan Nera – Bali Bluemoon.
- Penerapan label Bali Bluemoon pada packaging mockup.
5. Minggu 5 08/03/2021
s/d 12/03/2021
Family Tree - Perancangan final Family Tree.
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan folder design
Amoretti wedding planner dengan beberapa alternatif ilustrasi.
6. Minggu 6 15/03/2021
s/d 19/03/2021
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan folder design Amoretti wedding planner versi horizontal dengan beberapa alternatif.
- Perancangan ulang beberapa alternatif motif folder design Amoretti wedding planner.
7. Minggu 7 22/03/2021
s/d 26/03/2021
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan ulang beberapa alternatif motif folder design Amoretti wedding planner.
- Perancangan pon folder design Amoretti (horizontal 68 x 25cm).
14 Happily - Sketsa 6 icon brand Happily
dengan 2 konsep berbeda.
- Digitalisasi sketsa 6 icon Happily yang sudah di asistensi.
8. Minggu 8 29/03/2021
s/d 01/04/2021
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan folder design Amoretti.
Happily - Digitalisasi ulang sketsa 6 icon Happily dan dibuat lebih simple dengan style yang berbeda.
- Perancangan mockup icon Happily pada youtube.
- Pengumpulan deck icon dan mockup icon Happily dalam media youtube.
Nera Coffee - Perancangan mockup box hampers Nera Coffee kolaborasi dengan Dough.lab.
9. Minggu 9 05/04/2021
s/d 09/04/2021
Amoretti Wedding Consultant
- Revisi folder design Amoretti pada tulisan kolom Wedding
Consultant.
Nera Coffee - Revisi warna pada file Bali Bluemoon & Lintong.
- Perubahan pada logo Eco-friendly diganti dengan logo USDA
Organic (Nera Robusta packaging)
15 - Perancangan beberapa alternatif
Sleeve hamper lebaran Nera Coffee.
- Perancangan icon pada back label Nera Robusta packaging.
- Perancangan beberapa alternatif sleeve hamper lebaran Nera Coffee.
10. Minggu 10 12/04/2021
s/d 16/04/2021
Nera Coffee - Perancangan icon dan warna pada setiap varian back label Nera packaging.
- Perancangan beberapa alternatif sleeve hamper lebaran Nera Coffee x Dough Lab Cookies.
- Perancangan mockup box Nera Coffee x Dough Lab Cookies.
- Perancangan beberapa alternatif sleeve hamper lebaran Nera Coffee x Dough Lab Cookies dengan font sans-serif dan motif awal.
- Perancangan beberapa alternatif font dan warna pada sleeve hamper lebaran Nera Coffee x Dough Lab Cookies.
- Perancangan mockup box Nera Coffee x Dough Lab Cookies.
- Perancangan Nera Box Collab pada bagian serve card.
16 Amoretti Wedding
Consultant
- Revisi Amoretti pada tulisan belakang folder.
11. Minggu 11 19/04/2021
s/d 23/04/2021
Nera Coffee - Perancangan ulang ukuran sleeve hamper lebaran Nera Coffee x Dough Lab Cookies.
- Perancangan mockup Nera Coffee.
- Perancangan layout Instagram Nera Coffee.
12. Minggu 12 26/04/2021
s/d 30/04/2021
Nera Coffee - Perancangan layout dan mockup Nera Drip Bag Pricelist.
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan e-toll Amoretti dan mockup.
13. Minggu 13 03/05/2021
s/d 09/05/2021
Amoretti Wedding Consultant
- Perancangan e-toll Amoretti dan mockup.
- Perancangan mockup folder design Amoretti.
Nera Coffee - Perancangan voucher loyalty Nera Coffee 5 stamps dan 10 stamps.
- Perancangan banner stamps Nera Coffee.
- Perancangan voucher sign -up reward Nera Coffee.
Perancangan banner referral Nera Coffee.
Benoa - Perancangan icon IG Benoa.
17 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama melaksanakan praktik kerja magang di Onograph Design, penulis telah mengerjakan berbagai macam proyek untuk Happily, Family Tree, Amoretti, Nera Coffee, dan Benoa. Berikut uraian pelaksanaan kerja magang dari proyek-proyek yang telah penulis selesaikan selama bekerja di Onograph Design.
3.3.1. Proses Pelaksanaan
Uraian pelaksanaan kerja magang pada setiap proyek yang telah penulis kerjakan:
3.3.1.1. Happily
Happily merupakan sebuah platform yang menerbitkan berita-berita baik dengan berfokus pada cerita yang positif dan menggembirakan dari komunitas di seluruh Amerika dan sekitarnya. Happily telah bergabung dalam bagian dari keluarga publikasi digital T&T Creative Media. Happily memiliki tim jurnalis yang mendedikasikan diri mereka untuk menggali berita eksklusif. Setiap hari Happily menerbitkan konten aktual yang diharapkan dapat membuat masyarakat tersenyum bahkan mengeluarkan air mata bahagia. Dengan setiap cerita yang disuguhkan, Happily bertujuan memberikan sedikit kecerahan pada dunia, menyebarkan kegembiraan, dan menunjukkan bahwa ada terdapat berita baik yang sedang terjadi di luar sana. Sudah terlalu lama siklus berita menjadi lebih negatif dari yang seharusnya, itulah mengapa Happily memiliki misi mencerahkan dunia dengan menampilkan momen yang luar biasa, tindakan kebaikan, dan cerita (happilynews.com,2020).
Pada pelaksanaan proyek ini, Happily ingin melakukan rebranding agar brand mereka terlihat lebih segar dan baru. Untuk membangun sebuah brand yang baik serta meningkatkan ketertarikan masyarkat dalam melihat setiap berita, Happily ingin melakukan visual rebranding. Visual rebranding ini mencakup pembuatan logo dan icon untuk setiap kategori berita yang ada, seperti baby on board, happily ever after, kids are the funniest, you’re going to make us cry, animal tale, dan laugh out loud.
18 Gambar 3.2. Logo Happily
(Sumber: https://www.youtube.com/channel/UCvJSaiuvbAU5VPsCRvQMk8g)
Selain logo, Happily juga memiliki wordmark logo dengan tagline di bagian bawahnya. Font dan juga penulisan huruf besar dan kecil memiliki perbedaan antara logo dan wordmark, serta pada bagian huruf “H” yang ditambahkan bentuk hati membuat logo serta wordmark seakan-akan memiliki banyak perbedaan.
Gambar 3.3. Wordmark logo Happily (Sumber: https://happilynews.com/)
Pada awalnya penulis memperoleh brief dari Aryani Kariono selaku creative director melalui ZOOM untuk mengerjakan proyek ini bersama dengan Iffan Hidayatullah (Graphic Designer), namun pengerjaan dilakukan masing-masing sesuai dengan arahan yang sudah diberikan. Logo Happily memiliki kesan warna dingin yaitu biru dan putih, serta font yang kaku, terlihat terlalu cute, dan umum. Maka dari itu, Happily ingin redesign logo mereka agar terlihat lebih simple, dapat mencerminkan setiap berita- berita di video mereka, touching, happy, dan unik dengan tetap menyertakan warna biru kombinasi dan juga font yang lebih ringan. Mood yang ingin
19 dibuat adalah all ages, happy, emotional, simple, every day life, memorable.
Berikut merupakan referensi keseluruhan yang digunakan dalam perancangan karya.
Gambar 3.4. Moodboard Happily (Sumber: Onograph Design)
Keywords yang ingin disampaikan Happily melalui logo yang akan dibuat adalah seperti dibawah ini. Happily tetap menginginkan bentuk smile dalam logo mereka, karena smile merupakan sebuah simbol yang dapat memberikan kesan bahagia dan gembira ketika melihatnya. Selain itu, simbol smile juga berkaitan dengan wordmark mereka yaitu “Happily”
sendiri.
Gambar 3.5. Keywords Happily (Sumber: Onograph Design)
20 Gambar 3.6. Look dan Feel Happily
(Sumber: Onograph Design)
Happily ingin mengubah warna logo mereka sebelumnya dimana warna logo awal hanya berwarna biru dan putih. Happily ingin menambahkan warna lain yang sesuai dengan karakteristik Happily sendiri sesuai dengan keywords yang sudah tersedia. Dengan begitu logo Happily tidak terkesan dingin dan lebih memiliki makna lebih ketika melihat logo baru mereka.
Gambar 3.7. Referensi Happily (Sumber: Onograph Design)
Setelah penulis mendapatkan brief dari creative director, penulis diminta untuk melakukan sketsa logo. Terdapat beberapa arahan visual dalam melakukan sketsa yang digunakan dalam eksplorasi logo, yaitu
21 perancangan sketsa menggunakan smile dan sketsa tanpa adanya smile.
Setelah brief selesai dilakukan, selanjutnya penulis kembali mencari referensi logo smile dan non-smile dari berbagai sumber. Kemudian, penulis mulai menuangkan ide yang didapat melalui sketsa logo secara manual untuk asistensi pada creative director.
Gambar 3.8. Sketsa Logo Happily with smile dan non-smile
Setelah melakukan asistensi dan mendapatkan masukkan dari creative director, penulis mulai memindahkan sketsa tersebut dalam bentuk digital, dan tetap melakukan eksplorasi warna serta font yang digunakan.
Dalam digitalisasi, penulis selalu melakukan tahap asistensi serta melakukan perubahan-perubahan terhadap hasil digital yang sebelumnya sesuai arahan pembimbing. Dari sketsa yang sudah dibuat, pembimbing menandakan beberapa sketsa yang terpilih untuk selanjutnya diimplementasikan ke digital. Penulis mencoba beberapa style gambar dan tulisan yang berbeda agar pembimbing dapat memilih yang menurutnya sesuai dengan keinginan klien.
22 Gambar 3.9. Digitalisasi Logo Happily with smile dan non-smile
Berdasarkan hasil digitalisasi logo Happily yang sudah penulis buat dan sudah melalui tahap revisi serta asistensi oleh Aryani Kariono selaku creative director, kemudian dari berbagai alternatif logo tersebut terpilih beberapa logo untuk penulis kembangkan lebih lanjut. Logo yang sudah terpilih kemudian dimasukkan ke dalam deck presentasi untuk dipresentasikan pada Aryani Kariono dan Normanshah Wibianto selaku creative director. Tujuan dari presentasi tersebut yaitu untuk mendapatkan saran dan ide tambahan dari berbagai sudut pandang. Presentasi dilakukan bersama dengan Iffan Hidayatullah (Graphic Designer). Setiap designer akan memberikan penjelasan dari setiap desain logo yang telah dibuat seperti, penjelasan mengapa memilih warna tersebut, font yang digunakan, dan arti dari logo yang telah dibuat.
23 Gambar 3.10. Asistensi Digital Logo Happily
Logo pertama merupakan wordmark logo minimalis dengan hanya menambahkan elemen garis lengkung yang membentuk smile pada bagian bawah huruf “I” dan “L”. Font menggunakan san-serif dan setiap sudut memiliki bentuk rounded agar terkesan ringan dan lembut. Logo kedua menggunakan font yang berbeda namun tetap dengan style yang sama.
Menambahkan elemen lengkung pada huruf “P” yang mengartikan smile dan titik pada bagian bawah huruf “L” untuk memberikan kesan surprise.
Logo ketiga mengartikan kesan fun, happy, dan tidak kaku dengan penambahan bentuk smile pada bagian bawah huruf “H”. Logo keempat menggunakan font menyerupai wajah manusia yang sedang tersenyum dengan menambahkan elemen titik dan garis. Pada setiap logo menggunakan warna biru dan oranye karena biru merupakan warna identitas asli Happily yang ingin tetap dipertahankan, sedangkan warna oranye mengartikan kesan hangat, segar, dan unik. Setelah mendapatkan beberapa pilihan alternatif, selanjutnya penulis mencoba membuat logo square dan logo wordmark dengan menambahkan strapline “Every Smile Has A Story”.
24 Gambar 3.11. Logo square Happily
Logo square dan juga wordmark Happily memiliki satu kesatuan, dimana font yang digunakan serupa dan setiap logo yang dibuat berdasarkan wordmark huruf “H” dari Happily. Pada bagian bawah logo menambahkan elemen garis lengkung berbentuk smile yang diambil dari garis lengkung pada setiap logo wordmark Happily seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar 3.12. Logo wordmark Happily
Selanjutnya, penulis diminta untuk mengimplementasikan setiap logo dan logo wordmark ke dalam beberapa mockup sosial media seperti Youtube, Instagram, Facebook, Website sebagai bahan presentasi agar klien memiliki gambaran visual. Setiap desain mockup yang telah dibuat, penulis ambil dari sosial media Happily. Dari hasil perancangan yang telah dibuat dan setelah melakukan presentasi dengan creative director, selanjutnya
25 keputusan diambil oleh creative director untuk pemilihan logo yang akan dipilih dan diserahkan kepada klien.
Gambar 3.13. Mockup Logo Happily pada Instagram
Instagam memiliki pengguna akun yang sangat banyak dengan beragam tipe konsumen. Happily yang menyediakan video-video kebahagiaan ingin membagikan ceritanya pada masyarakat luas melalui akun Instagram. Maka dari itu, penting sebuah logo membuat minat masyarakat untuk membangun ketertarikan dalam melihat konten yang ada dalam suatu akun. Mockup logo Happily pada Instagram ditaruh pada bagian kiri atas dengan warna gradasi biru dan putih, serta pada bagian Instagram post.
Gambar 3.14. Mockup Logo Happily pada Facebook
26 Facebook merupakan aplikasi yang paling banyak digemari, Facebook biasa digunakan untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Maka dari itu, Happily juga membuat akun pada Facebook agar masyarakat semakin mengetahui brand Happily. Pada sosial media Facebook, logo hanya dimasukkan pada bagian kiri bagian logo dengan warna gradasi biru dan putih.
Gambar 3.15. Mockup Logo Happily pada Youtube
Pada Youtube dan juga Website memiliki logo wordmark yang sama, dimana di taruh pada bagian atas media dengan penambahan tagline yang bertuliskan “Every Smile Has A Story”. Pada Youtube memasukkan logo Happily, sedangkan logo Happily pada Website terdapat pada setiap gambar di pojok kiri bawah.
27 Gambar 3.16. Mockup Logo Happily pada Website
Setelah melakukan rebranding logo identity Happily, penulis ditugaskan untuk membuat icon pada setiap tema yang Happily miliki.
Terdapat 6 tema dari setiap video berita yang Happily berikan seperti: baby on board, happily ever after, kids are the funniest, you’re going to make us cry, animal tale, dan laugh out loud. Awalnya penulis diminta untuk memberikan 2 style sketsa icon yang berbeda. Hasil sketsa sabagai berikut.
Gambar 3.17. Sketsa icon Happily
28 Setelah membuat sketsa icon Happily dan mengunggahnya pada board Trello, pembimbing memilih icon kedua untuk dibuat digitalisasi.
Hasil digitalisasi sketsa sebagai berikut.
Gambar 3.18. Hasil digitalisasi icon Happily
Warna yang digunakan berasal dari color pallete logo Happily yang telah dipilih. Color pallete sudah disediakan sehingga penulis dapat langsung mengaplikasikannya pada icon yang sudah dibuat. Setelah melalui beberapa kali revisi, pembimbing meminta untuk membuat icon Happily lebih disederhanakan lagi sehingga hasil akhir icon Happily sebagai berikut.
29 Gambar 3.19. Hasil digitalisasi final icon Happily
Hasil perancangan icon Happily dimasukkan pada mockup untuk setiap tema video Happily sebagai berikut.
30 Gambar 3.20. Mockup icon Happily
Dalam melakukan perancangan logo dan icon Happily, tentunya terdapat kendala yang dihadapi seperti penyesuaian karakteristik dan style dengan pembimbing, desain yang diinginkan oleh klien, waktu, dan sistem koordinasi. Sistem koordinasi yang belum tentu sesuai dengan keinginan pembimbing membuat penulis harus berulang kali mengerjakan revisi logo yang telah dibuat. Namun hal tersebut bertujuan agar penulis menyadari bahwa hal tersebut dilakukan agar karya yang dihasilkan dapat optimal dan klien merasa puas. Dengan demikian, solusi atas masalah tersebut adalah penulis perlu memahami bahwa setiap desain tentunya memiliki style dan keunikan masing-masing sesuai dengan kebutuhan klien, sehingga tidak dapat terpaku dengan style pribadi. Setiap brief yang diberikan oleh pembimbing tentunya bertujuan agar penulis dapat memahami keinginan yang klien harapkan.
31 3.3.1.2. Amoretti Wedding Planner
Amoretti Wedding Planner merupakan sebuah marketplace yang membantu dalam menghubungkan profesional wedding dan vendor dengan calon pengantin. Tujuannya agar calon pengantin dapat mewujudkan pernikahan impian mereka (bridestory.com,2021). Pada pelaksanaan proyek ini, Amoretti ingin mendapatkan branding desain folder yang sesuai dengan mood Amoretti sendiri.
Gambar 3.21. Logo Amoretti Wedding Planner
Pada proyek kali ini penulis memperoleh brief dari Aryani Kariono selaku creative director melalui board Trello langsung. Dalam brief tersebut sudah diberikan keterangan mengenai ukuran, warna dan juga style desain yang diinginkan. Dengan begitu penulis dapat langsung melakukan perancangan digital sesuai dengan brief yang diberikan. Pertama-tama penulis membuat beberapa alternatif desain pada motif yang akan dimasukkan pada folder design Amoretti, setelah itu hasil perancangan karya akan di unggah pada board Trello yang sudah disediakan untuk diperiksa oleh Aryani Kariono (creative director). Berikut merupakan beberapa alternatif desain folder yang telah dibuat.
32 Gambar 3.22. Moodboard Amoretti Wedding Planner
Perancangan moodboard Amoretti telah disediakan oleh pembimbing. Bentuk folder sesuai dengan yang ada pada gambar diatas, memiliki ukuran 31cm x 23cm dengan warna salem dan beige yang telah dicontohkan diatas. Pada awalnya penulis membuat alternatif dengan menggunakan warna beige dahulu sesuai dengan konsep moodboard, namun pembimbing menginginkan warna salem juga pada setiap desain alternatif tersebut. Penulis membuat beberapa alternatif gambar bunga dikarenakan konsep wedding yang banyak menggunakan gambar bunga, tetapi nyatanya wedding tidak hanya identik dengan bunga saja, melainkan penulis harus lebih banyak mengeksplor bentuk-bentuk ataupun gambar yang sekiranya menyesuaikan dengan brand dan keinginan klien. Berikut beberapa alternatif awal yang telah penulis buat.
33 Gambar 3.23. Alternatif Amoretti Wedding Planner tahap 1
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pembimbing, terdapat beberapa masukkan pada hasil perancangan sehingga penulis perlu merevisi desain folder Amoretti. Awalnya pembimbing menyukai motif desain folder seperti pada gambar akhir. Pembimbing meminta untuk warna dibuat alternatif salem dan juga warna motif lebih tipis. Namun setelahnya, pembimbing meminta beberapa alternatif motif lain dan warna yang lebih simple minimalis, warna lebih cerah dengan mengambil warna turunannya.
Selain itu juga, bentuk folder diubah menjadi landscape dengan menggunakan warna salem.
34 Gambar 3.24. Alternatif Amoretti Wedding Planner tahap 2
Hasil perancangan diatas merupakan asistensi pembimbing sebelum diubah menjadi bentuk landscape dan warna yang lebih salem. Logo Amoretti ditaruh pada bagian tengah tutup folder dan tagline serta tulisan Amoretti ditaruh pada bagian pojok kanan bawah folder. Pada bagian belakang folder bertuliskan alamat serta kontak Amoretti.
35 Gambar 3.25. Alternatif Amoretti Wedding Planner tahap 3
Setelah melakukan beberapa kali revisi dan perancangan beberapa alternatif, klien melihat adanya salah satu desain dimana motif yang digunakan yaitu elemen yang berasal dari logo Amoretti. Akhirnya motif tersebut menjadi pilihan klien namun dengan beberapa masukkan yang harus diperbaiki. Klien menginginkan motif sesuai dengan elemen yang ada pada logo Amoretti namun style desain tetap ingin tersebar pada ujung kiri atas folder design. Maka dari itu, penulis mencoba memasukkan elemen desain logo Amoretti lalu merancangnya agar terlihat menyebar, tetapi karena elemen logo tersebut terlalu sedikit dan setiap elemen terpotong, maka penulis mencoba mengakalinya dengan mendesain motif tersebut agar terlihat seperti batik floral namun tetap memasukkan unsur yang ada dari logo Amoretti tersebut. Berikut hasil akhir yang telah disetujui oleh creative director dan juga klien.
36 Gambar 3.26. Folder Design Amoretti Wedding Planner Terbuka
Gambar 3.27. Folder Design Amoretti Wedding Planner Tertutup
37 Desain folder Amoretti yang telah disetujui memiliki warna salem sesuai dengan warna Amoretti sendiri, dan juga font yang sama yang digunakan oleh Amoretti. Pada bagian tutup berwarna putih dan pada bagian motif menyesuaikan dengan warna salem folder. Font berwarna copper foil dengan emboss pada setiap tulisan, dan emblem Amoretti juga dibuat blind emboss. Desain hasil akhir Amoretti Wedding Planner yang simple namun tetap elegan digunakan juga pada perancangan e-toll Amoretti. Setelah mendesain folder Amoretti, klien meminta untuk mendesain e-toll Amoretti dengan motif yang sama. Creative director meminta untuk mendesain beberapa alternatif layout pada desain e-toll. Hasil perancangan sebagai berikut.
Gambar 3.28. Design E-toll Amoretti Wedding Planner
Dari beberapa alternatif diatas, klien menyukai desain nomor 2 dimana memiliki perbedaan dengan nomor 1 pada bagian ukuran. Desain nomor 2 memiliki ukuran 30% lebih besar dibandingkan nomor 1, sehingga lebih jelas dan proporsional. Berikut merupakan desain mockup yang telah penulis rancang.
38 Gambar 3.29. Design mockup E-toll Amoretti Wedding Planner
Berdasarkan perancangan folder design dan e-toll Amoretti, tentunya terdapat kendala yang dihadapi seperti keinginan pembimbing yang ternyata meminta RAW file editable dan expanded. Karena kebiasaan penulis yang tidak pernah menyimpan file yang dimana tulisannya masih bisa di-edit, sehingga penulis harus menulis ulang dan mendesain ulang setiap desain tulisan agar file dapat dikirim ke pembimbing. Selain itu, penulis harus bisa mengatasi permasalahan jika klien menginginkan desain yang sesuai dengan logo perusahaan namun tidak memberikan asset desain logo perusahaan mereka. Dengan begitu penulis perlu mencari cara dan cepat tanggap dalam mengatasi maslaah tersebut. Maka dari itu, solusi atas masalah tersebut adalah penulis perlu lebih teliti dan teratur dalam menyimpan file. Penulis harus bisa memisahkan file yang masih bisa di edit dan file yang sudah di expand. Setiap masukan dan juga permintaan yang diberikan oleh pembimbing tentunya bertujuan agar penulis dapat lebih mengatur pola kerja yang lebih baik.
39 3.3.1.3. Nera Coffee
Nera Coffee merupakan speciality coffee roaster, untuk masyarakat yang menyukai kopi baik yang berada di rumah maupun kafe. Nera Coffee berasal dari kacang tanah asal Indonesia dan Amerika Selatan yang alami dan organik. Dalam kesempatan ini, penulis mendapat tugas untuk melengkapi desain ilustrasi Nera hamper, desain sleeve hamper lebaran, perancangan desain untuk instaram Nera Coffee, peracangan Nera Drip pricelist, Nera voucher loyalty.
Gambar 3.30. Logo Nera Coffee
Pada brief untuk perancangan Nera Coffee, penulis diminta untuk membuat label stiker untuk varian baru Nera Coffee. Pembimbing telah menaruh brief dan juga templete yang sudah ada pada board Trello sehingga penulis hanya tinggal mengganti nama produk, tasting note, warna dan juga tulisan yang berisi quotes dari label tersebut. Label berukuran 30cm x 6,5cm yang akan diaplikasikan pada packaging Nera Coffee. Selain perancangan label, penulis juga ditugaskan untuk membuat mockup stiker label tersebut pada packaging Nera Coffee yang sesuai dengan contoh, namun mockup tersebut tidak disediakan sehingga penulis perlu mencari yang sesuai lalu menambahkan bagian yang tidak ada pada mockup seperti yang dicontohkan. Berikut merupakan varian yang sudah ada dan varian baru yang penulis rancang.
40 Gambar 3.31. Contoh Mockup Stiker Label Nera Coffee Lintong
Gambar diatas merupakan contoh mockup yang diberikan oleh pembimbing. Penulis diminta untuk membuat stiker label varian baru dari Nera Coffee sesuai dengan template yang telah disediakan sebagai berikut.
Gambar 3.32. Stiker label Nera Coffee Bluemoon
Penulis diminta untuk membuat 2 alternatif warna untuk perancangan label Bali Bluemoon dan menentukan quotes yang cocok dengan Nera Coffee untuk di tempatkan di bagian depan bawah label. Isi dari quotes tersebut bertuliskan “My birthstone is a coffee bean”. Setelah
41 diperiksa dan disetujui oleh pembimbing, penulis diminta untuk membuat mockup label stiker pada packaging coffee.
Gambar 3.33. Mockup stiker label Nera Coffee Bluemoon
Selanjutnya penulis diminta untuk melengkapi desain ilustrasi Nera hamper collab. Dalam brief yang diberikan, penulis diminta untuk menambahkan mockup ilustrasi Nera sachet dan juga box Dough.Lab Cookies. Berikut merupakan perancangan sebelum penulis tambahkan.
Gambar 3.34. Contoh Mockup Nera Hamper Collab
42 Gambar 3.35. Mockup Nera Hamper Collab
Setelah menyelesaikan desain ilustrasi diatas, penulis diminta untuk merancang desain sleeve untuk hamper lebaran. Brief diberikan pada board Trello seperti rincian ukuran, isi konten, dan motif yang dipakai. Namun tentunya penulis tidak hanya membuat 1 desain sleeve saja. Penulis membuat beberapa 42 lternative pada motif sleeve untuk asistensi pada pembimbing. Isi konten sleeve tersebut yaitu logo Nera Coffee, motif, dan tulisan lebaran. Berikut merupakan beberapa 42lternative sleeve yang telah dibuat oleh penulis.
Gambar 3.36. Desain Sleeve Nera Hamper
43 Pembimbing merasa bahwa desain nomor 4 sudah baik dan layout sudah bagus, namun ternyata sleeve tersebut tersebut akan ditaruh pada box Nera yang memiliki full desain maka desain layout diubah menjadi polos dan minimalis. Berikut merupakan box dan sleeve yang akan digunakan oleh Nera Coffe yang berkolaborasi dengan Dough.lab Cookies.
Gambar 3.37. Desain Sleeve Nera Hamper Tahap 2
Dari hasil desain sleeve diatas, penulis mengimplemantasikannya ke dalam bentuk mockup box seperti dibawah ini.
44 Gambar 3.38. Mockup Sleeve Nera Hamper
45 Selanjutnya penulis mendapat tugas untuk membuat desain Instagram Nera Coffee. Berisi 2 post diamana setiap post memiliki 3 slide.
Tujuan perancangan ini adalah untuk memperkenalkan produk baru Nera Coffee yaitu varian baru Lintong dan juga Bali Bluemoon.
Gambar 3.39. Post Instagram Nera Coffee Bali Bluemoon
46 Gambar 3.40. Post Instagram Nera Coffee Lintong
Konten dan icon telah disediakan oleh pembimbing, sehingga penulis tinggal membuat layout untuk Instagram. Pada slide 1 menunjukkan produk baru Nera Coffe dengan menambahkan asset visual yaitu gambar tanaman kopi. Pada slide 2 menjelaskan tasting note dari setiap varian, dan slide 3 berisi cara penyajian Nera Coffe. Dalam setiap slide memiliki logo Nera Coffee agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
47 Selanjutnya penulis ditugaskan untuk membuat voucher loyalty yang akan diunggah pada aplikasi TADA. Setiap perancangan terdiri dari voucher 10 stamps, voucher 5 stamps, banner stamp, voucher sign-up reward, dan banner referral. Pada bagian voucher 10 stamps ingin memberitahu masyarakat bahwa konsumen dapat membeli produk Nera Coffee dan berhak mendapatkan gratis produk Nera lainnya jika dapat mengumpulkan stamps sebanyak 10 poin. Berikut hasil perancangan voucher 10 stamps Nera Coffee.
Gambar 3.41. Voucher 10 Stamps Nera Coffee
Pada bagian voucher 5 stamps ingin memberitahu masyarakat bahwa konsumen dapat membeli produk Nera Coffee dan berhak mendapatkan gratis produk Nera sachet jika dapat mengumpulkan stamps sebanyak 5 poin. Berikut hasil perancangan voucher 5 stamps Nera Coffee.
48 Gambar 3.42. Voucher 5 Stamps Nera Coffee
Pada bagian selanjutnya merupakan satu kesatuan dengan voucher diatas yaitu untuk mempromosikan produk Nera Coffe pada desain banner stamp, voucher sign-up reward, dan banner referral. Berikut implementasi dari setiap desain.
Gambar 3.43. Banner Stamp Nera Coffee
49 Gambar 3.44. Voucher Sign-up Reward Nera Coffee
50 Gambar 3.45. Banner Referral Nera Coffee
Foto yang diambil merupakan foto yang ada pada Instagram Nera Coffee dan juga hasil publikasi yang penulis dapatkan sendiri. Ada pula tugas yang perlu dibuat yaitu perancangan mockup sachet setiap varian Nera Coffee. Dalam perancangan ini, penulis bertugas membuat mockup sachet, mockup box, dan perubahan pada harga-harga. Perancangan pricelist ini terdapat beberapa versi harga, namun penulis hanya memasukkan salah satu desain saja. Terdiri dari 3 halaman dan setiap sachet bukan merupakan hasil karya penulis. Penulis hanya memasukkan setiap desain ke dalam mockup lalu ditempatkan pada desain layout pricelist Nera Coffee sebagai berikut.
51
52
53 Gambar 3.46. Pricelist Nera Coffee
54 3.3.2. Kendala yang Ditemukan
Dalam setiap pekerjaan tentunya tidak ada yang berjalan mulus. Semua pasti pernah mengalami kendala saat bekerja, maka dari itu penulis akan menjabarkan kendala- kendala apa saja yang sempat penulis hadapi selama melakukan praktik kerja magang di Onograph Design.
1. Pada awalnya, penulis mengalami kendala dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dikarenakan proyek-proyek yang diberikan memiliki style yang berbeda-beda sehingga penulis harus mampu menyesuaikan dengan keinginan setiap klien.
2. Penulis mengalami kendala ketika harus mengerjakan proyek dengan beberapa kali revisi dan pada akhir pengerjaan pembimbing meminta file berupa RAW file yang dapat di edit dan yang sudah di expand. Hal tersebut membuat penulis harus bekerja 2x untuk mengirim file pada pembimbing. Begitu pula ketika pembimbing memberikan referensi dan juga file yang sering kali berubah-ubah sehingga pengerjaan menjadi beberapa kali kerja.
3. Komunikasi dengan pembimbing yang terkadang tidak sejalan dikarenakan hanya berkomunikasi menggunakan via Whatsapp chat.
3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Berdasarkan kendala yang penulis hadapi seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, perlu adanya solusi agar kinerja tetap terjaga. Untuk itu penulis harus tetap mengikuti keinginan klien dan mencoba untuk mencari referensi sebanyak- banyaknya agar sesuai dengan harapan klien. Selain itu penulis harus dapat menyusun setiap file dengan rapi seperti file yang masih dapat di edit dan file akhir.
Komunikasi dengan pembimbing harus terus terjaga, jika ada yang tidak jelas dapat langsung ditanyakan agar tidak terjadi miskomunikasi.