BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Graha Mitra Furnitama berdiri sejak 2018 sebagai perusahaan yang menjual produk furniture, diawal masa bisnisnya pada tahun 2018-2019 PT Graha Mitra Funitama sebagai pemasok furniture untuk memenuhi kebutuhan di beberapa mitra, PT Graha Mitra Funitama juga telah bekerjasama dengan beberapa company yang mendapatkan tender, perusahaan juga turut serta dalam mensupport seperti Lembaga, Institusi dan Rumah Sakit.
Pada 12 maret 2020 perusahaan telah melakukan switching strategi menjadi penjualan online, dengan membuat toko online bernama Mobelio. Hal ini dilakukan berdasarkan pengalaman perusahaan pada Kuartal terakhir 2019 yang mengalami pelemahan dalam permintaan barang serta terdapat faktor lain yang membuat perusahaan harus melakukan switching strategi yaitu dengan adanya kebijakan dari Pemerintah dengan membuat program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) akibat wabah Covid-19 pada bulan maret 2020. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap PT Graha Mitra Furnitama karena perusahaan harus tetap beroperasi untuk dapat mempertahankan bisnisnya.
Awal mula PT Graha Mitra Furnitama melakukan penjualan Online hanya memiliki tim yang beranggotakan empat orang, dengan melakukan penjualan pada platform e-commerce yaitu Shopee dan Tokopedia, dan hanya menjual delapan jenis produk furniture, Diantaranya yaitu Rak buku, Rak Tv, Rak tingkatsatu, dua, dan tiga, Meja sudut.
Bisnis online PT Graha Mitra Furnitama terus berkembang dengan adanya inovasi dan development produk. Perusahaan melakukan inovasi dengan melihat peluang saat masa pandemi Covid-19 ini karena lebih banyak orang yang bekerja di Rumah atau WFH (Work From Home) sehingga perusahaan menjual jenis produk furniture yang dibutuhkan pada masa WFH seperti meja laptop dan meja belajar, perusahaan menjual produk tersebut dengan kualitas ekspor. Berdasarkan keoptimisan terhadap penjualan online serta dengan terus meningkatnya
permintaan maka perusahaan mulai melakukan perekrutan karyawan baru dan menambah jenis produk furniture yang berukuran besar seperti lemari, sofa,dan kursi.
PT Graha Mitra Furnitama saat ini memiliki tiga toko online yaitu Mobelio Shop, Mobelio Dream dan Mobelio Excellent dengan melakukan penjualan pada platform e-commerce Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada dan Bli Bli.
Perusahaan tidak hanya melakukan penjualan saja melainkan menawarkan jasa antar dan juga rakit untuk setiap aktivitas pembelian di toko online tersebut.
3.1.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi
Menjadi perusahaan furniture terpercaya, terkemuka dan terintegrasi.
Misi
1. Menyediakan produk-produk berkualitas.
2. Memberikan kemudahan akses kepada konsumen untuk mendapatkan produk.
3. Memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.
4. Menjalin kemitraan dengan toko furniture di berbagai daerah.
3.2 Struktur Organisasi PT Graha Mitra Funitama DIREKTUR
MANAGER
DIGITAL MARKETING SOSMED-WEBSITE
SUPERVISOR
GRAPHIC DESIGNER EKSPEDISI DRIVER &HELPER
MITRA MER
SALES
FINANCE &
ACCOUNTING ADM.
PENJUALAN
MOBELIO
SHOPEE BLIBLI, LAZADA &
BUKALAPAK
DREAM SHOPEE
IG, FB &
WEBSITE MOBELIO
TOKOPEDIA DREAM
TOKOPEDIA MOBELIO
EXCELLENT SHOPEE &
TOKOPEDIA
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi PT Graha Mitra Funitama Sumber: PT Graha Mitra Furnitama
3.3 Contoh Produk
Gambar 3. 2 Contoh produk PT Graha Mitra Furnitama Sumber: Toko Online PT Graha Mitra Furnitama
PT Graha Mitra Furnitama menjual atau memasarkan produknya secara online dan offline. Untuk proses penjualan online perusahaan telah bergabung dengan beberapa e-commerce yaitu: Shopee, Tokopedia, Blibli, Buka Lapak, dan Lazada.
Adapun toko online PT Graha Mitra Furnitama adalah:
1. Mobelio Shop
2. Mobelio Dream 3. Mobelio Excellent 3.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh penulis adalah analytic hierarchy process (AHP) dan TOPSIS, pada penelitian ini sumber data diperoleh dari hasil wawancara dan kueisoner yang diberikan kepada narasmber di perusahaan yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam memilih dan menentukan Thirdy- party Logistic Provider (3PL) yang terbaik.
3.5 Pengumpulan Data
Sumber untuk mengumpulkan data didapatkan menurut Sekaran & Bougie (2016) melalui:
1. Primary Data
Dapat diartikan bahwa primary data merupakan informasi yang diperoleh pertama kali oleh peneliti untuk keperluan tertentu terutama keperluan Pendidikan.
2. Secondary data
Secondary data dapat didefinisikan sebagai informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber peneliitian terdahulu.
3.5.1 Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini, penulis mendapatkan data dengan melakukan proses interview, memberikan kuesioner kepada narasumber dari perusahaan yang diteliti, dan studi pustaka.
1. Interview
Berdasarkan hasil interview maka penulis dapat mengetahui kriteria terkait dengan pemilihan Third-party Logistic Provider (3PL) yang ada di perusahaan. Menurut Sekaran & Bougie (2016) mengatakan bahwa interview dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Dapat didefinisakan bahwa interview dilakukan dengan tidak merencanakan sebelumnya pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan.
b. Dapat diartikan bahwa wawancara dilakukan dengan terstruktur yaitu sudah mengetahui pertanyaan apa saja yang akan diajukan.
2. Kuesioner
Membagikan kuesioner yang berisi penilaian terhadap beberapa kriteria dan subkriteria Third-party Logistic Provider (3PL).
3. Studi Pustaka
Penulis mengambil informasi dan referensi buku dan jurnal yang membahas tentang logistic service provider, analytic hierarchy process, TOPIS, dan teori yang berhubungan dengan objek peneltian.
3.6 Teknik Pengambilan Sampel 3.6.1 Population and Sample
“Population is refers to the entire group of people, events, or thing of interest that the researcher wishes to invenigate.” Yang artinya bahwa seluruh kelompok orang, peristiwa, atau hal menarik yang dapat peneliti investigasi.
Populasi yang diambil pada penelitian ini adalah karyawan PT Graha Mitra Furnitama.
"Sample is a subset of the population.”
Difenisikan bahwa sampel adalah bagian dari populasi. Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah dari Direktur, Manager, Asisten Manager dan Supervisor.
3.6.2 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sample meliputi:
1. Sample Probability
“Probability sampling is the elements in population have some known, nonzero chance or probability of being selected as sample subject”.
Menurut Sekaran & Bougie (2016), sampel probability adalah Teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota sampel memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel.
2. Nonprobability Sampling
“Nonprobability sampling is the elements do not have a known or predetermined chance of being selected as subjects”.
Menurut Sekaran & Bougie (2016), sampe nonprobability adalah Teknik pengambilan sampel dimana tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel.
Berdasarkan dari penjelasan kedua pemilihian sampel tersebut, maka penulis menggunakan nonprobability sampling sebagai Teknik pengambilan sampel. Karena berdasarkan kebutuhan dari penelitian yaitu untuk penilaian terhadap Third-party Logistic Provider (3PL), sehingga untuk terget pengambilan sampel tersebut harus yang berhubungan dengan Third-party Logistic Provider (3PL) tersebut.
Menurut Sekaran & Bougie (2016) di dalam nonprobability sampling terdapat dua kategori jenis sampel yaitu convenience sampling dan purposive sampling.
1. Convenience sampling is the refers to the collection of information from members of the population who are convenience available to provide it”.
Yang berarti convenience sampling adalah sampel yang mengacu pada pengumpulan informasi dari anggota populasi yang mudah diperoleh dan mampu menyediakan informasi tersebut.
2. "Purposive sampling is confined to specific types of people who can provide the desired information, either because they are only ones who have it, or they conform to some criteria set by the researcher. " yang berarti purposive sampling adalah sampel yang diambil terbatas pada jenis orang- yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, karena mereka adalah satu-satunya yang memilikinya, atau mereka memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan kedua jenis nonprobability sampling yang sudah dijabarkan, penulis menggunakan purposive sampling untuk penelitian ini.
Karena hanya beberapa orang tertentu yang menjadi responden penulis.
3.7 Teknik Analisis Data
Menurut Sekaran & Bougie (2016) terdapat dua Teknik analisis data untuk penelitian, yaitu:
1. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data dalam bentuk kata-kata yang dihasilkan dari jawaban dewan untuk pertanyaan dalam wawancara, atau bentuk tanggapan terhadap pertanyaan terbuka dalam kuesioner, atau melalui observasi, atau dari informasi yang tersedia yang dikumpulkan dari berbagai masalah seperti internet.
Setelah mengumpulkan data dan kemudian mereduksi data yaitu merangkum informasi yang penting dann berhubungan dengan penelitian ini. tujuan dari mereduksi data ini adalah untuk menyederhanakan data dan membuang informasi-informasi yang tidak berhubungan dengan penelitian ini sehingga hanya menyisakan informasi yang ada kaitannya dengan penelitian.
Data yang telah direduksi penulis sajikan dalam bentuk narasi.
penyajian data ini untuk melihat masalah secara keseluruhan atau hanya pada bagian-bagian tertentu. informasi yang disajikan mengarah pada penarikan kesimpulan.
2. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka yang umumnya dikumpulkan melalui pertanyaan terstruktur titik pada penelitian ini penulis menggunakan data ordinal yaitu data yang menunjuk pada tingkat keadaan oh. contoh dari penilaian pada data ordinal yaitu tingkatan dengan nilai seperti “ baik”, “ Cukup “, “Buruk”.
3.8 Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS 3.8.1 Metode Analytic Hierarchy Process (AHP)
Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan oleh penulis untuk menganalisis data yang telah diperoleh dalam proses pemecahan suatu masalah yang rumit.
Berikut ini adalah Langkah-langkah dalam mengimplementasikan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS menurut (Ramanathan, 2006).
1. Mendefinisikan permasalahan yang ada serta menentukan tujuan yang ingin dicapai.
2. Mengidentifikasi kriteria dan subkriteria serta merancang struktur.
Continous cost reduction
Berikut adalah model AHP yang di adaptasi dari jurnal “3PL Criteria In Integrated Circuit Manufacturing Industry In Taiwan”. (Hwang, Chen, &
Lin 2016) kriteria dan subkriteria disesuaikan berdasarkan hasil interview, sehingga dapat digambarkan model dimiliki oleh PT Graha Mitra Furnitama untuk pemilihan Third-party Logistic Provider (3PL) yang akan digunakan oleh peneliti.
Cost
Data Security
IT System stability
Provider 1
Perfomance
Documment accuary On-time Delivery
Responsivness Shipment errorate
Quality Assurance
Continous cost reduction ISO Compliance
Gambar 3. 3 Model Hirarki Pemilihan Third-party Logistic Provider (3PL) Service
Customer support service Problem solving capability Continous cost reduction
Price
Provider 3 Provider
2
THIRD-PARTY LOGISTIC PROVIDER (3PL)
Sumber: Diadaptasi dari jurnal “3PL Criteria In Integrated Circuit Manufacturing Industry In Taiwan”. (Hwang, Chen, & Lin 2016).
3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan atau kriteria.
perbandingan didasarkan pada zat semen dari pengambilan keputusan dengan melakukan penilaian tingkat kepentingan suatu elemen yang yang dibandingkan dengan elemen lainnya.
Tabel 3. 1 Skala Nilai Perbandingan Berpasangan Tingkat
Kepentingan
Definisi Keterangan
1 Kedua elemen sama penting
Kedua elemen memiliki pengaruh yang sama terhadap tujuan
3 Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen lainnya
Pengalaman dan penilaian sedikit lebih berpihak pada elemen yang satu daripada elemen lainnya 5 Elemen yang satu lebih
penting daripada elemen lainnya
Pengalaman dan penilaian sangat berpihak pada elemen yang satu daripada elemen lainnya
7 Elemen yang satu sangat penting daripada elemen lainnya
Elemen yang satu sangat penting daripada elemen lainnya dan memiliki dominasi yang nyata dalam praktek
9 Elemen yang satu mutlak sangat penting daripada elemen lainnya
Elemen yang satu sangat penting serta memiliki tingkat penegasan yang tinggi dan sangat jelas 2,4,6,8 Nilai tengah diantara dua
pertimbangan yang saling berdekatan
Nilai diberikan jika terdapat keraguan diantara dua penilaian yang saling berdekatan
Sumber: Saaty (1990)
4. Melakukan perbandingan berpasangan hingga kesekuruhan judgement sebanyak 𝑛 𝑥 [𝑛−1 ], dengan 𝑛 adalah jumlah yang dibandingkan.
2
Tabel 3. 2 Tabel Matriks Perbandinga
A B1 B2 … B𝑛
B1 1 B12 … B1𝑛
B2 1/b12 1 … …
… … … … …
B𝑛 1/ b1𝑛 … …
5. Menghitung Indeks Konsistensi Untuk memeriksa konsistensi dalam evaluasi perbandingan berpasangan. Matriks perbandingan berpasangan dan vector bobot relative harus diperiksa dengan nilai eigen tertinggi dari matriks (λ maks).
CI = λ max − 𝑛
(𝑛−1)
𝑛 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑟𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎
6. Menghitung Rasio Konsistensi
𝐶𝑅 = 𝐶𝐼 𝑅𝐼
𝑅𝐼 = 𝑅𝑎𝑛𝑑𝑜𝑚 𝐼𝑛𝑑𝑒𝑥
𝐶𝐼 = 𝐼𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖
𝐶𝑅 = 𝑅𝑎𝑠𝑖𝑜 𝐾𝑜𝑛𝑠𝑖𝑠𝑡𝑒𝑛𝑠𝑖
Tabel 3. 3 Random Index Number
N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
R 0,00 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49
Jika nilai CR kurang dari 0,1 (atau 10%), maka konsistensi dari matriks perandingan berpasangan dapat diterima. Jika hasilnya lebih dari 10% maka harus dilakukan perbaikan pada data judgement.
AHP memiliki kerangka kerja yang fleksibel dan efektif, yang dapat membantu pengambilan keputusan. Seluruh bagian hirarki memiliki keterkaitan dan saling berhubungan antara satu dan lainnya, oleh karena itu perubahan satu faktor akan mempengaruhi faktor lainnya.
3.8.2 Metode TOPSIS
Metode TOPSIS pertama kali diperkenalkan oleh Hwang dan Yoon.
TOPSIS merupakan metode multikriteria untuk mengidentifikasi dari himpunan alternatif terbatas berdasarkan meminimalkan jarak titik ideal terjauh dan memaksimalkan jarak titik ideal terendah (Olson 2004). Langkah-langkah metode TOPSIS sebagai berikut (Olson 2004):
1. Menentukan matriks keputusan yang ternormalisasi
Keterangan:
xij merupakan rating kinerja alternatif ke-i terhadap atribut ke-j rij adalah elemen dari matriks keputusan yang ternormalisasi.
2. Menentukan matriks keputusan yang terbobot
Keterangan:
wj adalah bobot dari kriteria ke-j
yij adalah elemen dari matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot.
3. Menentukan matriks solusi ideal positif (A+) dan matriks solusi ideal negatif (A-)
4. Menentukan jarak nilai alternatif dari matriks solusi ideal positif (di+) dan matriks solusi ideal negatif (di-), jarak solusi ideal positif (di+)
Keterangan:
𝑦𝑗+adalah elemen dari matriks solusi ideal positif
Keterangan:
𝑦𝑗−adalah elemen dari matriks solusi ideal negative
5. Menentukan nilai preferensi (ci) untuk setiap alternatif. Nilai preferensi merupakan kedekatan suatu alternatif terhadap solusi ideal
Keterangan:
nilai ci yang lebih besar menunjukkan prioritas alternatif.
3.9 Software Expert Choice
Untuk melakukan analisa metode ahp Peneliti menggunakan bantuan dan alat untuk menghitung atau mengolah data yaitu dengan software Expert Choice. Expert Choice merupakan alat pendukung keputusan multi atribusi yang didasarkan pada metodologi ahp. alat tersebut dapat membantu pembuat keputusan untuk memeriksa dan menyelesaikan masalah yang melibatkan adanya kriteria-kriteria evaluasi (Udo, 2000).
Dalam penelitian ini software Expert Choice yang digunakan adalah Expert Choice versi 11. Berikut ini merupakan langkah-langkah Apakah menggunakan atau mengoperasikan Expert Choice versi 11 dalam mendukung pengambilan keputusan:
1. Memulai Model Baru
• Klik icon Expert Choice pada desktop
• Pilih create new model dan klik OK beri nama file untuk model ini
• Tentukan goal atau tujuan titik dalam penelitiannya ini, tujuannya adalah pemilihan Third-party Logistic Provider (3PL).
2. Memasukan Kriteria dan Pilih Alternatif a. Memasukan Kriteria
• Klik kanan pada goal, lalu Insert Child Of Current Node dari menu, setelah itu ketik kriteria pertama dan tekan <Enter> untuk melanjutkan ke kriteria selanjutnya.
• Tekan <Esc> apabila telah selesai memasukan kriteria.
b. Memasukan Alternatif
• Pilih edit lalu alternative, insert atau dengan klik ikon “add alternative” di pojok kanan atas pada panel Alternatives.
3. Model Assessment (Penilaian)
• Klik Assessment pada menu, lalu pilih Questionare atau bisa juga pilih pairwise.
• Masukan angka-angka atau lakukan Pembobotan sesuai dengan kuesioner telah diisi oleh responden.
• Setelah selesai, maka klik kalkulator untuk melihat hasil prioritas dari kriteria.
4. Pembobotan Alternatif untuk Setiap Kriteria
Arahkan kursor Mouse ke kriteria dan lakukan pembobotan ke setiap alternatif yang ada berdasarkan kriteria tersebut dengan cara yang sama seperti Pada saat melakukan pembobotan kriteria.
3.6 Tabel Operasional Kriteria dan Subkriteria
Tabel 3. 4 Tabel Operasional Kriteria dan Subkriteria
No Kriteria Sub Kriteria Indikator Skala
Pengukuruan 1 Cost Continous cost reduction
1. Kedua elemen sama penting.
Skala Ordinal (1-9) Price
2 IT Data security 3. Elemen yang satu sedikit lebih System stability penting daripada elemen lainnya.
3 Perfomance Document accuary 5. Elemen yang satu lebih penting On-time Delivery daripada elemen lainnya.
Responsivness 7. Elemen yang satu sangat penting Shipment Errorate daripada elemen lainnya.
4 Quality Continous improvement 9. Elemen yang satu mutlak sangat ISO compliance penting daripada elemen lainnya.
5 Service Customer support service 2,4,6,8 Nilai tengah diantara dua Problem solving capability pertimbangan yang saling
berdekatan.
Sumber: Diolah Penulis (2021)