• Tidak ada hasil yang ditemukan

: KESIMPULAN DAFTAR ISI. Hal i. Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi. iii : PENDAHULUAN. BAB I : GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLORA BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ": KESIMPULAN DAFTAR ISI. Hal i. Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi. iii : PENDAHULUAN. BAB I : GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLORA BAB II"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii DAFTAR ISI

Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi

Hal i ii iii

BAB I

BAB II

BAB III

BAB IV BAB V BAB VI

: PENDAHULUAN ……….

: GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLORA

: SITUASI DERAJAT KESEHATAN ………...

: SITUASI UPAYA KESEHATAN

: SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN : KESIMPULAN

1 3 5 22 43

53

(3)
(4)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 1 -

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan Kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, merupakan bidang urusan wajib Pemerintah yang meliputi program-program dan kegiatan-kegiatan pembangunan pelayanan kesehatan yang mengikut sertakan peran serta masyarakat secara mandiri agar mampu mengatasi masalah kesehatan sendiri dan peningkatan pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana kesehatan di Puskesmas dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan peran serta dan pengetahuan masyarakat dibidang kesehatan.

Kepedulian masyarakat akan informasi kesehatan memberikan nilai positif bagi pembangunan kesehatan, untuk itu pengelola program harus bisa menyediakan dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat dengan dikemas secara baik, sederhana, informatif dan mudah dipahami.

Dalam rangka menyediakan data dan informasi program pembangunan kesehatan di Kabupaten Blora perlu adanya Buku Profil Kesehatan Kabupaten Blora. Kebutuhan data dan informasi kesehatan yang akurat , lengkap dan tepat waktu yang termuat dalam buku profil ini sangat dibutuhkan dalam manajemen kesehatan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat administrasi pelayanan kesehatan.

Profil Kesehatan Kabupaten Blora merupakan salah satu produk dari Sistem Informasi Kesehatan, yang memuat data tentang situasi kesehatan dan hasil pembangunan kesehatan selama satu tahun yang memuat derajat kesehatan, sumber daya kesehatan dan capaian indikator hasil pembangunan kesehatan dan sebagai salah satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan pemantauan dan evaluasi terhadap pencapaian hasil pembangunan kesehatan, termasuk kinerja dari penyelenggaraan pelayanan minimal di bidang kesehatan di kabupaten Blora.

Pada intinya dalam Buku Profil Kesehatan berisi berbagai data/informasi yang menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora. Page

B. SISTEMATIKA PENYAJIAN

Adapun sistematika penyajian Profil Kesehatan adalah sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan

Berisi penjelasan tentang maksud, tujuan dan sistematika penyajiannya.

Bab II : Gambaran Umum

Menyajikan tentang gambaran umum Kabupaten Blora meliputi letak geografis, kependudukan dan keadaan pendidikan.

Bab III : Situasi Derajat Kesehatan

Berisi tentang indikator mengenai angka kematian, angka kesakitan dan angka status gizi.

(5)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 2 - Bab IV : Situasi Upaya Kesehatan

Menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan bayi dan balita, pelayanan anak usia sekolah, pelayanan kesehatan usia lanjut, pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, pelayanan kesehatan dalam situasi bencana/KLB, upaya pelayanan rujukan dan penunjang kesehatan bagi keluarga miskin, PHBS dan pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar, serta upaya pelayanan kesehatan lain yang diselenggarakan oleh institusi kesehatan di Kabupaten Blora.

Bab V : Situasi Sumber Daya Kesehatan

Menguraikan tentang tentang tenaga kesehatan, sarana kesehatan, pembiayaan dan sumber daya kesehatan lainnya.

Bab VI : Kesimpulan

Berisi sajian garis besar hasil cakupan program dan kegiatan berdasarkan indikator-indikator bidang kesehatan, sebagai bahan perencanaan pembangunan kesehatan dan pengambilan keputusan di Kabupaten Blora.

Lampiran

Pada lampiran ini berisi resume/angka indikator pencapaian kinerja Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dan tabel data.

(6)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 3 - BAB II

GAMBARAN UMUM KABUPATEN BLORA

A. KEADAAN GEOGRAFI

Gambar 2.1

Kondisi Geografis Kabupaten Blora

Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang cukup strategis karena berada diperbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Posisi Kabupaten Blora berada diantara 1110 16’ sampai dengan 1110 338’ Bujur Timur dan di antara 60 528’ sampai dengan 70 248’ Lintang Selatan,pada ketinggian 25 meter hingga 500 meter di atas permukaan laut. Letak Kabupaten Blora pada posisi tersebut dapat diketahui bahwa jarak terjauh dari wilayah barat ke wilayah timur sepanjang 87 km dan dari wilayah utara ke wilayah selatan sejauh 58 km.

Adapun batas wilayah Kabupaten Blora adalah :

Sebelah utara : Kabupaten Rembang dan Pati ( Provinsi Jawa Tengah ) Sebelah selatan : Kabupaten Ngawi ( Provinsi Jawa Timur)

Sebelah timur : Kabupaten Bojonegoro ( Provinsi Jawa Timur) Sebelah barat : Kabupaten Grobogan ( Provinsi Jawa Tengah )

Luas wilayah Kabupaten Blora adalah 1.821 km2 atau sekitar 5,5 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah, terdiri dari 16 kecamatan dan terbagi dalam 271 desa dan 24 kelurahan.

Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Kecamatan Randublatung yaitu 211,13 km2 sedangkankecamatan paling sempit adalah Kecamatan Cepu yaitu luas wilayah 49,15 km2. Kabupaten Blora memiliki letak wilayah dengan ketinggian tertinggi 500 dari permukaan laut yaitu Kecamatan Japah dan terendah adalah Kecamatan Cepu yaitu 25 dari permukaan laut.

Kabupaten Blora juga diapit oleh jajaran pegunungan Kendeng Utara dan Selatan dengan susunan tanah 56 persen gromosol, 39 persen mediteran dan 5 persen aluvial. Sebagian besar di Kabupaten Blora adalah tanah sawah 25,37 % dan hutan 49,66 % sedangkan sisanya terbagi atas tegalan dan bangunan.

B. KEADAAN PENDUDUK

1. Pertumbuhan Dan Kepadatan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Blora tahun 2020 sebesar 938.813 jiwa. (Sumber: DISDUKCAPIL) , rata-rata kepadatan penduduk di Kabupaten Blora 516 jiwa/km2. Daerah yang terpadat

(7)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 4 - penduduknya adalah Kecamatan Cepu, dengan tingkat kepadatan sekitar 1.610 jiwa/km2 dan Kecamatan Jiken merupakan kecamatan yang tingkat kepadatannya rendah, yaitu 240,40 jiwa/km2.

Dengan demikian dapat kita lihat bahwa persebaran penduduk di Kabupaten Blora sangatlah belum merata. Jumlah penduduk tertinggi adalah di Kecamatan Blora sebesar 98.155 jiwa dan terendah adalah Kecamatan Bogorejo sebesar 26.240 jiwa. Dan jumlah rumah tangga sebesar 315.673 maka rata-rata anggota rumah tangga di Kabupaten Blora adalah 2,97 jiwa untuk setiap rumah tangga.

2. Ratio Jenis Kelamin

Perkembangan penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat dari rasio jenis kelamin, yaitu perbandingan penduduk laki-laki dengan penduduk perempuan. Ratio Jenis kelamin di Kabupaten Blora adalah 100,14 jiwa.

3. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur

Data penduduk dari DISDUKCAPIL menunjukkan bahwa struktur/komposisi penduduk Blora menurut golongan umur dan jenis kelamin menunjukkan bahwa penduduk laki-laki maupun perempuan proporsi terbesar berada pada kelompok umur 40 - 44 tahun, yaitu 72.488 jiwa dengan perbandingan laki-laki 36.215 jiwa dan perempuan 36.273 jiwa.

4. Keadaan Pendidikan

Tingkat Pendidikan merupakan dasar ukuran kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Semakin tinggi pendidikan yang ditamatkan dapat mencerminkan taraf intelektualitas suatu masyarakat, karena mampu menyerap dan menerima informasi dalam pembangunan kesehatan.

Gambaran Pendidikan di Kabupaten Blora tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1

Tingkat Pendidikan Penduduk Kabupaten Blora

DAN IJAZAH TERTINGGI YANG DIPEROLEH MENURUT JENIS KELAMIN

TAHUN 2020

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+

PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+

PEREMPUAN

1 2 3 4 5 6 7 8

1 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS 376,112 380,982 757,094

2 PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF 0 0.00 0.00 0.00

3 PERSENTASE PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN:

a. TIDAK MEMILIKI IJAZAH SD 118,132 118,334 236,466 31.41 31.06 31.23

b. SD/MI 183,379 199,683 383,062 48.76 52.41 50.60

c. SMP/ MTs 64,750 62,043 126,793 17.22 16.29 16.75

d. SMA/ MA 119,002 17.61 13.85 15.72

e. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 0 0.00 0.00 0.00

f. DIPLOMA I/DIPLOMA II 398 603 1,001 0.11 0.16 0.13

g. AKADEMI/DIPLOMA III 3,153 4,208 7,361 0.84 1.10 0.97

h. UNIVERSITAS/DIPLOMA IV 10,336 10,202 20,538 2.75 2.68 2.71

i. S2/S3 (MASTER/DOKTOR) 700 349 1,049 0.19 0.09 0.14

Sumber: Disdukcapil Kabupaten Blora

JUMLAH PERSENTASE

PENDUDUK BERUMUR 15 TAHUN KE ATAS YANG MELEK HURUF

NO VARIABEL

66,226 52,776 KABUPATEN BLORA

(8)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 5 -

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Blora dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu pelayanan kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan juga karena pengaruh faktor ekonomi, pendidikan, lingkungan sosial dan faktor lainnya. Guna mencapai Kabupaten Blora sehat, telah ditetapkan indikator-indikator secara terperinci dengan mengacu pada indikator derajat kesehatan, yang meliputi angka kematian, angka kesakitan dan status gizi.

A. ANGKA KEMATIAN

Kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu dapat menggambarkan status kesehatan masyarakat secara kasar, kondisi atau tingkat permasalahan kesehatan, kondisi lingkungan fisik dan biologik secara tidak langsung disamping itu dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Angka kematian pada bab ini yaitu AKB, AKABA, dan AKI.

1. Angka Kematian Neonatal

Angka Kematian Neonatal (AKN) merupakan jumlah kematian bayi umur < 28 hari ( 0-28 hari) / 1000Kh dalam kurun waktu 1 ( satu) tahun. AKN menggambarkan tingkat pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk antenatal care, pertolongan persalinan dan post natal ibu hamil.

Gambar 3.1

Angka Kematian Neonatal (AKN) Tahun 2018 - 2020

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Blora tahun 2018 sejumlah 90 kasus dan tahun 2019 turun menjadi 89 kasus dan tahun 2020 turun lagi menjadi 49 kasus.

(9)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 6 - 2. Angka Kematian Bayi

Gambar 3.2

Kematian Bayi Tahun 2018 - 2020

Jumlah absolut kematian bayi pada tahun 2020 ini mengalami penurunan yaitu sebanyak 18 kasus dari tahun 2019 ( 129 kasus ). Penyebab tertinggi kematian bayi adalah BBLR. Hal ini disebabkan oleh masih perlunya peningkatan pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Untuk itu direncanakan kelas ibu bayi / balita guna meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita. Penyebab terbesar kedua adalah asfiksi, di ikuti penyebab terbesar selanjutnya kelainan kongenital (cacat bawaan)

Gambar 3.3

Angka Kematian Bayi Tahun 2018 - 2020

58

129

18

0 20 40 60 80 100 120 140

2018 2019 2020

KEMATIAN BAYI

(10)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 7 - Menurut Angka Kematian bayi jika dilihat per 1000 kelahiran hidup, tahun 2020 mengalami penurunan angka, yaitu 11,1 dari tahun 2019 dan tahun 2020 sebesar 1,6 / 1000 KH.

Hal ini sudah memenuhi target dari target Nasional sebesar 23 / 1000 KH.

3. Angka Kematian Balita (AKABA) per 1.000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan kematian balita 0 – 5 tahun / 1000kh dalam kurun waktu 1 tahun.

Gambar 3.4

Angka Kematian Balita Tahun 2018 - 2020

Pada tabel diatas menggambarkan AKABA di Kabupaten Blora kurun waktu 3 tahun mengalami penurunan , Tahun 2018 kasus AKABA 15 / 1000kh, tahun 2019 turun menjadi 2,1 / 1000kh, tahun 2020 turun menjadi 1,6 / 1000kh.

4. Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu dalam difinisi Operasional Angka Kematian Ibu adalah kematian yang terjadi saat hamil, bersalin, atau dalam 42 hari pasca persalinan dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsung terhadap kehamilan, kecuali kecelakaan.

Kematian ibu biasanya terjadi karena banyak faktor penyebab baik dari sasaran ibu, petugas & sistim pelayanannya. Penyebab dari faktor sasaran ibu hamil dimaksud adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil sehingga banyak kasus – kasus ibu dengan komplikasi obstetri yang terlambat ditangani akibat dari keterlambatan pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sehingga bagi kasus yang berat tidak bisa di selamatkan walaupun berbagai upaya sudah dilakukan.kejadian tersebut di latarbelakangi oleh status sosial ekonomi dan pendidikan sehingga berpengaruh pada pengambilan keputusan yang tidak mendukung kesehatan ibu.

(11)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 8 - Sedangkan faktor petugas adalah masih adanya petugas kesehatan di tingkat dasar yang kurang terampil & kompeten dalam menangani persalinan dan komplikasinya sesuai kewenangan yang diberikan, untuk itu perlu adanya pelatihan – pelatihan yang berbasis peningkatan ilmu & ketrampilan klinik guna peningkatan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu &

Anak di Kabupaten Blora.

Sistim pelayanan juga berperan penting dalam kejadian kematian ibu , mengingat banyak pihak pelayanan kesehatan yang terkait seperti Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit dll. dimana kuantitas tenaga ahli di fasilitas rujukan juga masih belum maksimal terutama tenaga dokter umum & dokter specialis, sehingga berdampak pada kurangnya kualitas pelayanan kesehatan terutama kesehatan ibu & Anak (KIA) .

Gambar 3.5

Kematian Ibu Tahun 2018 - 2020

Gambar 3.6 Penyebab kematian ibu

Dari data diatas menunjukkan bahwa Jumlah Kematian Ibu di Kabupaten Blora pada tahun 2020 mengalami penurunan 1 kasus dari tahun sebelumnya yaitu 11 kasus di tahun 2019.

(12)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 9 - Penyebab Langsung Kematian ibu tahun 2020 cukup tinggi yaitu perdarahan 1 kasus, gangguan metabolik 1 kasus, hipertensi dalam kehamilan 1 kasus, dan lain-lain 7 Kasus.

Salah satu faktor kasus kematian ibu pada tahun ini adalah kepatuhan petugas terhadap protap masih kurang , masih banyak petugas ( bidan / dokter puskesmas) belum berani memberikan MgSO4 pada kasus – kasus Preeklamsia, sedangkan protap penanganan preeklamsia sudah tersosialisasi di semua wilayah Puskesmas di Kabupaten Blora. Belum terlaksananya sistem rujukan maternal secara optimal sangat berpengaruh terhadap kejadian suatu kasus kematian maternal, mengingat kesiapan Rumah Sakit dalam menerima suatu rujukan merupakan salah satu kunci dalam upaya penyelamatan ibu hamil , bersalin dan ibu nifas yang memerlukan pertolongan segera.

Banyaknya kasus penyerta pada kematian ibu menunjukkan bahwa screning ibu hamil yang telah dilakukan belum sepenuhnya berhasil, pelaksanaan ANC terpadu sangat di butuhkan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit disangat dibutuhkan agar penyakit penyerta bisa ditekan.

Faktor mobilitas penduduk dalam hal ini adalah sasaran ibu hamil yang semula sudah tinggal di wilayah suami namun ingin melahirkan dikampung halaman, sehingga karena riwayat kesehatan kehamilan tidak terdeteksi oleh petugas setempat maka penanganan dasar dan rujukan tidak bisa maksimal

B. ANGKA KESAKITAN

1. CNR seluruh kasus TB

Gambar 3.7

CNR kasus TB Tahun 2018 - 2020

Angka CNR untuk semua kasus TB di Kabupaten Blora mengalami penurunan. Tahun 2019 CNR untuk seluruh kasus TB 140,7 / 100.000 penduduk, tahun 2020 turun menjadi 104,28 / 100.000 penduduk.

(13)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 10 - 2. Proporsi Kasus TB Anak 0 – 14 Tahun

Gambar 3.8

Kasus TB Anak Tahun 2018 - 2020

Proporsi kasus TB anak diantara kasus baru Tuberkulosis Paru yang tercatat di Kabupaten Blora ada penurunan tahun 2019 : 74 kasus menjadi 35 kasus di tahun 2020.

3. Angka Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru BTA+

Gambar 3.9

Angka Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru BTA+ Tahun 2018 - 2020

Angka keberhasilan pengobatan penderita TB Paru BTA + mengalami peningkatan dari tahun 2019 ke tahun 2020, penyebabnya adalah sikap yang baik dari pasien selama menjalani pengobatan.

(14)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 11 - 4. Persentase Balita dengan Pnemonia Ditangani

Gambar 3.10

Persentase Balita dengan Pnemonia DitanganiTahun 2018 - 2020

Anak-anak sangat rentan terserang pneumonia terutama usia kurang dari 2 tahun, usia lanjut lebih dari 65 tahun, atau orang yang memiliki masalah kesehatan (malnutrisi, gangguan imunologi). Presentase balita dengan pnemonia ditangani di Kabupaten Blora tahun 2020 menurun, hal ini disebabkan hanya beberapa Puskesmas yang melaporkan Penderita Penemounia, karena masih kurang nya pengetahuan para petugas pemeriksa atau pelaporan yang kurang bagus. Untuk itu perlu ditingkatkan kerja sama dengan pukesmas maupun Rumah Sakit agar melaporkan penderita Pnenemounia tepat waktu agar penemuan penderita penemounia bisa terdeteksi secara dini

5. Jumlah Kasus Baru HIV

Gambar 3.11

Kasus Baru HIV Tahun 2018 - 2020

Jumlah kasus baru HIV-AIDS dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Kasus HIV-AIDS tidak terlihat jelas karena seperti gunung es, kasus yang tampak hanya sedikit sedang

(15)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 12 - yang tidak tampak sangat banyak. terlihat dari tabel diatas terjadi peningkatan kasus dari tahun 2018 sejumlah 158 kasus, tahun 2019 sejumlah 208 kasus dan tahun 2020 sebanyak 108 kasus.

6. Jumlah Kasus AIDS

Tabel 3.1

Kasus AIDS DitanganiTahun 2018 - 2020

Kasus AIDS (Aquiared Immuno Devisiency Syndrome) tahun 2020 di Kabupaten Blora yang dilaporkan berdasar kelompok umur yang terbanyak adalah umur 30-39 tahun. Dan jumlah kematian akibat AIDS sejumlah 13 (tiga belas) orang terbanyak di kelompok umur 30-39 tahun sebanyak 5 (lima) orang.

7. Jumlah Kasus Sifilis

Di Kabupaten Blora sejak tahun 2016 s/d tahun 2020 tidak ada kasus sifilis yang dilaporkan.

KABUPATEN BLORA TAHUN 2020 2020

L P L+P

PROPORSI KELOMPOK UMUR

L P L+P

PROPORSI KELOMPOK UMUR

L P L+P

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 < 1 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0 0

2 1 - 4 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0 0

3 5 - 14 TAHUN 1 0 1 1.47 0 0.00 0 0 0

4 15 - 19 TAHUN 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0 0

5 20 - 29 TAHUN 3 1 4 5.88 0 0.00 0 0 0

6 30 - 39 TAHUN 17 11 28 41.18 0 0.00 4 1 5

7 40 - 49 TAHUN 7 8 15 22.06 0 0.00 2 1 3

8 50 - 59 TAHUN 7 3 10 14.71 0 0.00 1 1 2

9 60 TAHUN 7 3 10 14.71 0 0.00 1 2 3

10 TIDAK DIKETAHUI 0 0 0 0.00 0 0.00 0 0 0

JUMLAH (KAB/KOTA) 42 26 68 0 0 0 8 5 13

PROPORSI JENIS KELAMIN 61.76 38.24 #DIV/0! #DIV/0! 61.54 38.46

JUMLAH KASUS DAN KEMATIAN AKIBAT AIDS MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR

NO KELOMPOK UMUR

KASUS BARU AIDS KASUS KUMULATIF AIDS JUMLAH KEMATIAN AKIBAT AIDS

(16)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 13 - 8. Kasus Diare Ditemukan dan Ditangani

Gambar 3.12

Diare ditemukan dan ditangani Tahun 2018 - 2020

Tahun 2020 persentase kasus diare ditemukan dan ditangani sebanyak 21,3% dari perkiraan jumlah penduduk yang terserang diare, turun dibanding tahun 2019 (33,4%) dan tahun 2018 (33,4%). Kasus penderita diare masih cukup tinggi, menandakan bahwa masyarakat masih belum malakukan CTPS ( cuci tangan pakai sabun secara benar ), maka perlu di tingkatkan pengetahuan masyarakat tentang kebersihan lingkungan.

9. Angka Penemuan Kasus Baru Kusta per 100.000 penduduk

Gambar 3.13

Angka kasus baru Kusta Tahun 2018 - 2020

Case Detection Rate adalah Angka Penemuan kasus baru kusta diantara 100.000 penduduk di Kabupaten Blora, angka penemuan kasus baru yang dilaporkan pada tahun 2020 sejumlah 3,2/100.000 penduduk (30 kasus), terjadi penurunan dibanding tahun 2019 (13,5/100.000 penduduk atau 100 kasus).

(17)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 14 - 10. Persentase kasus baru kusta anak usia 0 – 14 tahun

Di Kabupaten Blora pada tahun 2020 kasus baru kusta anak umur 0 – 14 tahun tidak ada .

11. Persentase cacat tingkat 2 penderita kusta

Gambar 3.14

Persentase cacat tingkat 2 penderita Kusta Tahun 2018 - 2020

Terjadi penurunan angka kecacatan tingkat 2 penderita kusta yaitu 11,2 % di tahun 2019 dan 0% di tahun 2020. Target Provinsi Jawa Tengah adalah kurang dari 5% jadi sudah sesuai target provinsi.

12. Angka cacat tingkat 2 penderita kusta per 100.000 penduduk

Gambar 3.15

Persentase cacat tingkat 2 penderita Kusta per 100.000 penduduk Tahun 2018 - 2020

Angka kecacatan kasus anak di Kabupaten Blora tahun 2020 tidak ada

(18)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 15 - 13. Angka prevalensi kusta per 10.000 penduduk

Gambar 3.16

Angka prevalensi Kusta per 10.000 penduduk Tahun 2018 - 2020

Prevalensi adalah jumlah seluruh kasus kusta baik baru maupun lama, hasilnya adalah jumlah prevalensi kusta tahun 2020 di Kabupaten Blora 0.8/10.000 penduduk, artinya ada 1 orang penderita kusta diantara 10.000 penduduk Blora, target nasional adalah kurang dari 1/ 10.000.

14. Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat

RFT (Release From Treatment) PB adalah Jumlah kasus baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan) Penderita kusta PB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya,

misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2019, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2018 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu

RFT MB adalah Jumlah kasus baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan)

Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya,

misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2019, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2018 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu

0.77

1

0.8

0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2

2018 2019 2020

Angka Prevalensi Kusta per 10.000 penduduk

(19)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 16 - Gambar 3.17

Persentase penderita kusta selesai berobat Tahun 2018 - 2020

15. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit AFP Rate per 100.000 penduduk < 15 tahun

Gambar 3.18

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit AFP rate per 100.000 penduduk < 15 Tahun 2018 - 2020

Penderita kelumpuhan AFP (Accute Flaccid Paralysis) diperkirakan 2 diantara 100.000 anak usia <15 tahun. Di Kabupaten Blora tahun 2020 cakupan AFP Rate sebesar 0. Angka ini sudah dibawah target .

16. Jumlah Kasus penyakit menular yang Dapat Dicegah Dengan Immunisasi (PD3I)

100

0

85

0 6 11

0 20 40 60 80 100 120

2018 2019 2020

Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat

RFT MB RFT PB

1.47

0 0

0 0.5 1 1.5 2

2018 2019 2020

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit AFP Rate per 100.000 penduduk < 15

tahun

(20)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 17 - Yang termasuk dalam kasus PD3I yaitu Difteri, Pertusis, Tetanus Non Neonatorum, Tetanus Neonatorum, Campak, Hepatitis B. Untuk kasus PD3I yang ditemukan di Kabupaten Blora selama kurun waktu 2018 s/d 2020 adalah sebagai berikut :

a. Difteri

Tahun 2018 sampai tahun 2020 tidak ada kasus pertusis yang dilaporkan.

b. Pertusis

Tahun 2018 sampai tahun 2020 tidak ada kasus pertusis yang dilaporkan.

c. Tetanus (Non Neonatorum)

Untuk kasus Tetanus (non Neonatorum) 3 tahun terakhir di Kabupaten Blora, kasus tertinggi pada tahun 2017 sebanyak 6 kasus, dengan kasus meninggal sebanyak 5 orang. Tingginya angka kematian kasus tetanus di Kabupaten Blora karena keterlambatan penanganan penderita, karena penderita tidak segera di bawa ke pelayanan kesehatan.Tahun 2020 tidak ada kasus.

d. Tetanus Neonatorum

Tidak ada Kasus Tetanus Neonatorum tiga tahun terakhir.

e. Campak

Gambar 3.19 Kasus Campak 2018 - 2020

Kasus campak klinis di Kabupaten Blora tahun 2018 sebanyak 144 penderita, tahun 2019 sebanyak 9 penderita. Sedangkan tahun 2020 kasus campak klinis sebanyak 11 penderita. Dari sekian penderita campak klinis di tahun 2018 s/d 2020 tidak ada yang meninggal. Tindakan penanggulangan yang dilakukan bila terjadi KLB adalah pengobatan penderita, penyelidikan epidemiologi, pemberian vitamin A sesuai dosis, pengambilan spesimen, penyuluhan kesehatan, dan peningkatan cakupan imunisasi campak. Faktor risiko terjadinya KLB campak adalah kondisi rantai dingin vaksin, ketersediaan tenaga, vaksin dan logistik imunisasi, lokasi desa yang

144

9 11

0 20 40 60 80 100 120 140 160

2018 2019 2020

Kasus Campak

(21)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 18 - mudah/sulit terjangkau pelayanan kesehatan, kepadatan dan mobilisasi penduduk yang tinggi, dan kondisi gizi masyarakat.

f. Hepatitis B

Tahun 2020 tidak ada kasus Hepatitis B .

17. Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000 penduduk

Gambar 3.20

Angka Kesakitan DBD per 100.000 penduduk 2018 - 2020

Incident rate atau angka kejadian penderita DBD di Kabupaten Blora menunjukan bahwa penderita DBD di Kabupaten Blora cukup tinggi, target nasional 2 per 100.000 penduduk, sedangkan data di atas menunjukan cukup tinggi pada tahun 2020 ada 12 per 100.000 penduduk. Perlu langkah-langkah untuk mencegah terjadinya KLB dengan PSN , PJB , Penyuluhan, serta Foging Pencegahan maupun Foging Focus.

18. Angka Kematian Demam Berdarah Dengue (DBD)

Gambar 3.21

Angka Kematian DBD 2018 - 2020

43.8

35.4

12

0 10 20 30 40 50

2018 2019 2020

Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000 penduduk

1.5

2.1 1.8

0 0.5 1 1.5 2 2.5

2018 2019 2020

Angka Kematian Demam Berdarah

Dengue (DBD)

(22)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 19 - CFR (Case Fatality Rate) DBD merupakan suatu angka yang dinyatakan ke dalam persentase yang berisikan data orang mengalami kematian akibat penyakit DBD. Pada dasarnya Case Fatality Rate digunakan pada pengkuran penyakit menular.CFR DBD Kabupaten Blora selama 3 (tiga) tahun Berturut-turut cukup tinggi. Data komulatif yang paling tinggi penderita DBD adalah tahun 2019 mencapai angka 2,1, untuk itu perlu langkah-langkah yang tepat untuk mencegah agar tidak terjadi KLB di kabupaten Blora. Target Nasional adalah <

2/100.000.

19. Angka Kesakitan Malaria per 1000 penduduk

Kasus malaria di Kabupaten Blora adalah malaria import , yaitu diperoleh dari luar wilayah Kabupaten Blora, penduduk yang baru bepergian dari luar pulau (Sumatra, Kalimantan, Irian Jaya dan lain-lain). Sampai saat ini belum ditemukan kasus malaria asli dari wilayah Kabupaten Blora atau Indigenous, Berdasarkan penyelidikan epidemiologi kasus yang ditemukan tidak ada penularan di sekitar penderita yang bermakna secara epidemiologi.

20. Angka Kematian Malaria

Di Kabupaten Blora tidak ada kasus kematian akibat menderita malaria sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2020.

21. Kasus Penyakit Filariasis ditangani

Jumlah kasus filariasis di Kabupaten Blora sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 dalam data tidak ada kasus baru, namun pada tahun 2015 ditemukan 1 (satu) kasus baru filariasis.

Kasus Filariasis sudah 100% ditangani.

(23)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 20 -

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI +

PEREMPUAN JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 JATI DOPLANG 5,192 5,403 10,595 505 9.7 1,161 21.5 1,666 15.7

2 0 RANDULAWANG 1,937 2,366 4,303 243 12.5 1,894 80.1 2,137 49.7

3 RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG 5,668 7,212 12,880 779 13.7 1,446 20.0 2,225 17.3

4 0 KUTUKAN 4,276 6,151 10,427 629 14.7 3,011 49.0 3,640 34.9

5 MENDEN MENDEN 5,510 6,734 12,244 617 11.2 3,260 48.4 3,877 31.7

6 KEDUNGTUBAN KEDUNGTUBAN 5,837 6,074 11,911 861 14.8 1,532 25.2 2,393 20.1

7 0 KETUWAN 2,588 2,918 5,506 342 13.2 1,639 56.2 1,981 36.0

8 CEPU CEPU 4,998 6,900 11,898 1,406 28.1 5,530 80.1 6,936 58.3

9 0 NGROTO 2,362 3,692 6,054 769 32.6 2,658 72.0 3,427 56.6

10 0 KAPUAN 1,592 2,489 4,081 978 61.4 1,435 57.7 2,413 59.1

11 SAMBONG SAMBONG 3,669 4,668 8,337 898 24.5 1,648 35.3 2,546 30.5

12 JIKEN JIKEN 5,699 5,931 11,630 1,996 35.0 2,077 35.0 4,073 35.0

13 BOGOREJO BOGOREJO 3,218 4,443 7,661 1,598 49.7 2,219 49.9 3,817 49.8

14 JEPON JEPON 5,339 7,077 12,416 1,344 25.2 1,319 18.6 2,663 21.4

15 0 PULEDAGEL 1,898 2,967 4,865 675 35.6 1,989 67.0 2,664 54.8

16 BLORA BLORA 8,722 11,560 20,282 1,900 21.8 2,630 22.8 4,530 22.3

17 0 MEDANG 3,504 3,646 7,150 1,380 39.4 1,057 29.0 2,437 34.1

18 BANJAREJO BANJAREJO 6,464 12,002 18,466 998 15.4 2,654 22.1 3,652 19.8

19 TUNJUNGAN TUNJUNGAN 6,128 8,123 14,251 1,526 24.9 5,319 65.5 6,845 48.0

20 JAPAH JAPAH 4,570 5,815 10,385 966 21.1 2,453 42.2 3,419 32.9

21 NGAWEN NGAWEN 4,573 4,759 9,332 670 14.7 1,481 31.1 2,151 23.0

22 0 ROWOBUNGKUL 3,232 3,362 6,594 734 22.7 1,952 58.1 2,686 40.7

23 KUNDURAN KUNDURAN 5,196 7,475 12,671 1,436 27.6 4,348 58.2 5,784 45.6

24 0 SONOKIDUL 2,832 4,428 7,260 402 14.2 1,477 33.4 1,879 25.9

25 TODANAN TODANAN 7,267 8,193 15,460 1,867 25.7 3,354 40.9 5,221 33.8

26 0 GONDORIYO 1,481 2,315 3,796 879 59.4 1,425 61.6 2,304 60.7

JUMLAH (KAB/KOTA) 113,752 146,703 260,455 26,398 23.2 60,968 41.6 87,366 33.5

PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA HIPERTENSI MENURUT JENIS KELAMIN, KECAMATAN, DAN PUSKESMAS KABUPATEN BLORA

TAHUN 2020

MENDAPAT PELAYANAN KESEHATAN

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN

NO KECAMATAN PUSKESMAS

JUMLAH ESTIMASI PENDERITA HIPERTENSI BERUSIA ≥ 15 TAHUN

JUMLAH %

1 2 3 4 5 6

1 JATI DOPLANG 479 477 99.6

2 0 RANDULAWANG 191 182 95.3

3 RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG 580 561 96.7

4 0 KUTUKAN 471 465 98.7

5 MENDEN MENDEN 552 512 92.8

6 KEDUNGTUBAN KEDUNGTUBAN 534 530 99.3

7 0 KETUWAN 247 241 97.6

8 CEPU CEPU 541 538 99.4

9 0 NGROTO 282 277 98.2

10 0 KAPUAN 186 176 94.6

11 SAMBONG SAMBONG 375 370 98.7

12 JIKEN JIKEN 513 506 98.6

13 BOGOREJO BOGOREJO 334 329 98.5

14 JEPON JEPON 618 591 95.6

15 0 PULEDAGEL 224 211 94.2

16 BLORA BLORA 921 918 99.7

17 0 MEDANG 324 299 92.3

18 BANJAREJO BANJAREJO 844 732 86.7

19 TUNJUNGAN TUNJUNGAN 646 642 99.4

20 JAPAH JAPAH 480 478 99.6

21 NGAWEN NGAWEN 530 527 99.4

22 0 ROWOBUNGKUL 301 293 97.3

23 KUNDURAN KUNDURAN 577 489 84.7

24 0 SONOKIDUL 329 324 98.5

25 TODANAN TODANAN 696 693 99.6

26 0 GONDORIYO 166 163 98.2

JUMLAH (KAB/KOTA) 11,941 11,524 96.5

NO KECAMATAN PUSKESMAS

PENDERITA DM YANG MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN SESUAI STANDAR JUMLAH PENDERITA

DM

PELAYANAN KESEHATAN PENDERITA DIABETES MELITUS (DM) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS KABUPATEN BLORA

TAHUN 2020

22. Penyakit Tidak Menular

Tabel 3.2

Penyakit Tidak Menular 2018 – 2020

Tabel 3.3

Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus

(24)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 21 - Penyakit PTM tahun 2020 yang menonjol di Kabupaten Blora yaitu penyakit Hipertensi , DM (Diabetes Mellitus) , Asma Bronkiale .Semakin tingginya penyakit tidak menular menunjukkan pola hidup sehat yang ada di masyarakat belum optimal , sehingga perlu peningkatan penyuluhan untuk pola hidup sehat ( Pola makan yang sehat; olah raga teratur ; bahaya merokok ; dan lain-lain ) untuk pencegahan dini dan penanggulangan penyakit-penyakit tidak menular.

23. Persentase IVA positif dan benjolan pada perempuan 30 – 50 tahun

Tabel 3.4

Cakupan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA dan kanker payudara dengan pemeriksaan klinis

Kanker payudara dan kanker leher rahim menjadi salah satu masalah utama pada kesehatan perempuan didunia, terutama pada Negara berkembang yang mempunyai sumber daya terbatas seperti di Indonesia.Pengendalian kanker payudara dan kanker leher rahim, dikembangkan melalui program deteksi dini ( skrining ).Untuk kanker payudara dilakukan dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan krioterapi untuk IVA positif untuk kanker leher rahim.sedangkan untuk kanker payudara dilakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) atau Clinical Breast Examination (CBE) dan periksa payudara sendiri (SADARI).

Di Kabupaten Blora pada tahun 2020, jumlah WUS usia 30 - 50 tahun sebanyak 41.170 jiwa, yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara sejumlah 1.791 jiwa (4,4 %), sedangkan IVA positif ada 76 jiwa (4,2 %).

24. Cakupan Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani <24 jam

Kejadian Luar Biasa tahun 2015 sampai dengan 2020 di Kabupaten Blora adalah sebagai berikut :

1. Tahun 2018 : Keracunan Makanan di SDN 6 Jepon

JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

1 JATI DOPLANG ya 1,604 75 4.7 0.0 0.0 0.0

2 0 RANDULAWANG ya 1,649 33 2.0 0.0 0.0 0.0

3 RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG ya 1,957 46 2.4 0.0 0.0 0.0

4 0 KUTUKAN ya 1,623 5 0.3 0.0 0.0 0.0

5 MENDEN MENDEN ya 1,867 105 5.6 1 1.0 0.0 0.0

6 KEDUNGTUBAN KEDUNGTUBAN ya 1,742 31 1.8 0.0 0.0 0.0

7 0 KETUWAN ya 808 25 3.1 5 20.0 0.0 0.0

8 CEPU CEPU ya 1,799 156 8.7 0.0 0.0 1 0.6

9 0 NGROTO ya 972 17 1.7 1 5.9 0.0 0.0

10 0 KAPUAN ya 624 24 3.8 5 20.8 0.0 1 4.2

11 SAMBONG SAMBONG ya 1,255 13 1.0 0.0 0.0 0.0

12 JIKEN JIKEN ya 1,723 43 2.5 7 16.3 0.0 1 2.3

13 BOGOREJO BOGOREJO ya 1,119 44 3.9 0.0 0.0 0.0

14 JEPON JEPON ya 2,103 94 4.5 7 7.4 0.0 0.0

15 0 PULEDAGEL ya 762 11 1.4 0.0 0.0 0.0

16 BLORA BLORA ya 3,075 62 2.0 0.0 0.0 0.0

17 0 MEDANG ya 1,081 27 2.5 2 7.4 0.0 0.0

18 BANJAREJO BANJAREJO ya 2,834 45 1.6 1 2.2 0.0 0.0

19 TUNJUNGAN TUNJUNGAN ya 2,149 130 6.0 0.0 0.0 0.0

20 JAPAH JAPAH ya 1,628 89 5.5 8 9.0 1 1.1 0.0

21 NGAWEN NGAWEN ya 1,710 73 4.3 3 4.1 0.0 1 1.4

22 0 ROWOBUNGKUL ya 998 142 14.2 36 25.4 0.0 0.0

23 KUNDURAN KUNDURAN ya 2,079 168 8.1 0.0 0.0 0.0

24 0 SONOKIDUL ya 1,113 210 18.9 0.0 0.0 0.0

25 TODANAN TODANAN ya 2,299 123 5.4 0.0 2 1.6 0.0

26 0 GONDORIYO tidak 597 0 0.0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!

JUMLAH (KAB/KOTA) 0 41,170 1,791 4.4 76 4.2 3 0.2 4 0.2

CAKUPAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DENGAN METODE IVA DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN KLINIS (SADANIS) MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS

KABUPATEN BLORA TAHUN 2020

TUMOR/BENJOLAN CURIGA KANKER

NO KECAMATAN PUSKESMAS

PUSKESMAS MELAKSANAKAN KEGIATAN DETEKSI DINI

IVA & SADANIS*

PEREMPUAN USIA 30-50

TAHUN

PEMERIKSAAN LEHER

RAHIM DAN PAYUDARA IVA POSITIF

(25)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 22 - 2. Tahun 2019 : Tidak ada

2. Tahun 2020 : Tidak ada

25. KASUS COVID-19 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS

Tabel 3.5

Kasus COVID-19 Menurut Kecamatan dan Puskesmas

Indonesia melaporkan kasus pertama pada tanggal 2 Maret 2020. Kasus meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh wilayah Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Blora. Pada tanggal 21 April 2020 Kabupaten Blora melaporkan kasus pertama positif Covid-19 dengan status pasien meninggal.

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa masih adanya penularan Covid-19 di sekitar kita, mulai bulan April sampai dengan bulan Desember terjadi peningkatan jumlah kasus

NO KECAMATAN PUSKESMAS KASUS

KONFIRMASI SEMBUH MENINGGAL

ANGKA KESEMBUH

AN (RR)

ANGKA KEMATIAN

(CFR)

1 2 3 4 5 7 8

1 JATI DOPLANG 69 55 4 79.71 5.80

2 0 RANDULAWANG 16 12 2 75.00 12.50

3 RANDUBLATUNG RANDUBLATUNG 65 62 95.38 0.00

4 0 KUTUKAN 54 38 4 70.37 7.41

5 MENDEN MENDEN 61 52 1 85.25 1.64

6 KEDUNGTUBAN KEDUNGTUBAN 57 49 2 85.96 3.51

7 0 KETUWAN 40 25 2 62.50 5.00

8 CEPU CEPU 361 252 7 69.81 1.94

9 0 NGROTO 140 94 5 67.14 3.57

10 0 KAPUAN 49 39 3 79.59 6.12

11 SAMBONG SAMBONG 67 55 1 82.09 1.49

12 JIKEN JIKEN 59 53 3 89.83 5.08

13 BOGOREJO BOGOREJO 59 55 3 93.22 5.08

14 JEPON JEPON 137 129 1 94.16 0.73

15 0 PULEDAGEL 24 24 100.00 0.00

16 BLORA BLORA 642 553 35 86.14 5.45

17 0 MEDANG 96 87 3 90.63 3.13

18 BANJAREJO BANJAREJO 149 120 10 80.54 6.71

19 TUNJUNGAN TUNJUNGAN 143 134 3 93.71 2.10

20 JAPAH JAPAH 57 42 5 73.68 8.77

21 NGAWEN NGAWEN 230 207 14 90.00 6.09

22 0 ROWOBUNGKUL 58 45 4 77.59 6.90

23 KUNDURAN KUNDURAN 126 88 6 69.84 4.76

24 0 SONOKIDUL 46 37 2 80.43 4.35

25 TODANAN TODANAN 127 110 9 86.61 7.09

26 0 GONDORIYO 11 11 100.00 0.00

2943 2428 129 82.50 4.38

KASUS COVID-19 MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS

JUMLAH (KAB/KOTA)

KABUPATEN BLORA TAHUN 2020

(26)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 23 - positif Covid-19 di Kabupaten Blora secara signifikan. Hal yang sama juga terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang sembuh, peningkatan terjadi dikarenakan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 revisi ke-5 oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bahwa pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tanpa gejala tidak memerlukan rawat inap di Rumah Sakit, tetapi pasien harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

Pada akhir tahun 2020, angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Blora adalah 82,5%.

Angka kesembuhan tertinggi pada Kecamatan Jepon yaitu 95 %. Beberapa hal yang mempengaruhi tingginya angka kesembuhan Covid-19 adalah :

1. Perawatan pasien yang bagus baik di rumah sakit maupun bagi pasien isolasi mandiri.

2. Tidak adanya penyakit penyerta (komorbid).

3. Sebagian besar pasien Covid-19 adalah pasien dengan kriteria Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi 5, pasien dengan kriteria OTG dapat dikatakan selesai isolasi setelah 10 hari sejak pengambilan spesimen tanpa dilakukan pemeriksaan follow up- RT PCR.

Angka kematian / Case Fatality Rate (CFR) di Kabupaten Blora pada tahun 2020 mencapai angka 4,4 %. Dari table di atas dapat kita lihat bahwa angka kematian tertinggi terjadi di Kecamatan Blora yaitu sebanyak 38 kasus. Namun jika kita melihat dari angka CFR, angka tertinggi adalah di Kecamatan Japah yaitu 8,8 %.

(27)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 24 - BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. PELAYANAN KESEHATAN

1. Cakupan Kunjungan ibu Hamil K1 dan K4 a. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1

Gambar 4.1 Kunjungan Ibu Hamil K1

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1 merupakan kontak pertama kali ibu hamil dengan petugas kesehatan dimana di harapkan pada usia kehamilan triwulan pertama semua ibu hamil sudah kontak / mendapat pelayanan kehamilannya oleh petugas kesehatan. Di tahun 2020 cakupan K1 sudah mencapai target yaitu 100 %, hal ini di sebabkan karena meningkatnya kesadaran ibu hamil tentang kesehatannya, disamping itu jumlah tenaga kesehatan dalam hal ini bidan desa sudah hampir merata di wilayah Kabupaten Blora.

b. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

Gambar 4.2 Kunjungan Ibu Hamil K4

(28)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 25 - Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4, adalah kunjungan ibu hamil dengan frekuensi minimal 4 kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada triwulan pertama, 1 kali pada triwulan kedua dan 2 kali pada triwulan ketiga. Cakupan K4 pada tahun 2020 mencapai 99 % dimana target yang harus di capai adalah 96 %, . Tidak semua (100%) ibu hamil mendapatkan pelayanan K-4 disebabkan karena masih adanya sasaran ibu hamil yang belum waktunya mendapat pelayanan K4, tingginya mobilitas penduduk ( ibu hamil ) juga berpengaruh terhadap rendahnya cakupan K4,dimana masih adanya ibu hamil yang telah tercatat di wilayah Kabupaten Blora kemudian pindah ke daerah asal dan melahirkan di daerah tersebut.

2. Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Gambar 4.3

Cakupan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan

Cakupan Pertolongan Persalinan Kesehatan mencapai 100 %, sedangkan target yang di tetapkan adalah 96 %, beberapa hal yang mendukung tercapainya cakupan pertolongan persalinan antara lain peningkatan pengetahuan masyarakat sehingga diikuti kesadaran yang baik terhadap kesehatan ibu, adanya dukungan program – program bagi ibu hamil antara lain program P4K ( program pertolongan persalinan dan pencegahan komplikasi ) , kelas ibu hamil, program – program jaminan kesehatan dari pemerintah , disamping itu peningkatan fasilitas kesehatan & infrastruktur sehingga akses mencapai fasilitas kesehatan lebih mudah.

3. Pelayanan Nifas

Cakupan Kunjungan Nifas ( KF 3 ) adalah 99,8 % sudah mencapai dari target yaitu 97 % , hal ini di sebabkan karena meningkatnya kerjasama antara ibu dan petugas dimana selama

(29)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 26 - hamil ibu mendapat pendampingan secara terus menerus dari petugas kesehatan sehingga sampai 42 hari ibu masa nifas kondisi masih terpantau dengan baik, disamping itu peningkatan ilmu pengetahuan & teknologi berperan penting dalam tingginya capaian kunjungan nifas ; seperti alat komunikasi Handphone dimana ibu bisa dengan cepat menghubungi petugas bila ibu membutuhkan pelayanan. Pelayanan Nifas ( KF 3 ) merupakan pelayanan kesehatan ibu nifas secara lengkap yaitu KF 1 pada 6 jam pertama s/d 3 hari, KF 2 pada 7 s/d 14 hari & KF 3 pada hari ke 36 s/d 42.

Gambar 4.4 Pelayanan Nifas

4. Cakupan Vitamin A pada Ibu Nifas

Gambar 4.5 Ibu Nifas mendapat vitamin A

(30)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 27 - Cakupan vitamin A merah untuk ibu nifas tahun 2018 sebesar 99,5 % dan tahun 2019 sebesar 99,9 %, dan pada tahun 2020 mencapai 99,7%.

5. Persentase cakupan immunisasi Td pada ibu hamil

Gambar 4.6

Persentase cakupan imunisasi td pada ibu hamil

Cakupan Imunisasi Td pada Ibu hamil adalah Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) dengan memperhatikan hasil skrining dan status T. Jumlah Ibu Hamil di Kabupaten Blora tahun 2020 sebanyak 12.177 , yg mendapat Td-1 = 2.8 %, Td-2 = 5.5 %, Td- 3 = 22,2 %, Td-4 = 27,1 %, Td-5 = 14,6 % dan Td2+ = 69,4.

6. Persentase ibu hamil yang mendapatkan Tablet Fe

Gambar 4.7

Persentase ibu hamil yang mendapatkan Tablet Fe

Cakupan ibu hamil yang mendapat Fe adalah Ibu hamil yang mendapat minimal 90 tablet tambah darah selama periode kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

tahun 2018 sebesar 98,74 % dan tahun 2019 sebesar 99,1 % dan pada tahun 2020 mencapai

(31)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 28 - 98,8 % Cakupan Fe ibu hamil dari tahun 2018 sampai 2020 sudah memenuhi standar pelayanan minimal ( SPM ) sebesar 90 % walaupun di tahun 2020 mengalami sedikit penurunan.

7. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani

Gambar 4.8

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani

Cakupan dimaksud adalah semua kasus komplikasi obstetri baik pada masa kehamilan, persalinan & nifas yang telah ditangani baik di tingkat dasar ( PKD, Pustu , RB / Puskesmas ).

Cakupan penanganan komplikasi obstetri mencapai 160,5 % dari target yaitu 85 % hal ini berarti sudah semua kasus komplikasi kebidanan ditangani oleh petugas dan telah terlaporkan dengan baik,banyak faktor yang mendukung yaitu adanya peningkatan sistem dan manajemen program kesehatan ibu antara lain penyediaan protap – protap terkait penanganan kasus – kasus emergency yang sering terjadi di pelayanan tingkat dasar, dan diikuti oleh program peningkatan ketrampilan melalui pelatihan petugas sehingga terjadi peningkatan capaian penanganan komplikasi obstetri.

8. Cakupan Neonatus dengan komplikasi ditangani

Gambar 4.9

Cakupan Neonatus dengan komplikasi ditangani

Dari tahun 2018 sampai dengan Tahun 2020 cakupan neonates dengan komplikasi ditangani sebesar 100%.

(32)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 29 - 9. Persentase peserta KB Aktif menurut jenis kontrasepsi

Gambar 4.10

Persentase peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi

Persentase peserta KB Aktif menurut jenis kontrasepsi di Kabupaten Blora Tahun 2020 yang terbanyak adalah menggunakan Pil sebanyak 60,8% dan yang terkecil menggunakan MOP sebanyak 0,2%.MOP adalah Vasektomi (Metode Operasi Pria/MOP) adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.

10. Persentase peserta KB Pasca Persalinan

Gambar 4.11

Persentase peserta KB pasca persalinan

Cakupan peserta KB Pasca Persalinan di Kabupaten Blora tahun 2020 terbesar menggunakan suntik 78,5% dan terkecil menggunakan kondom sebesar 0%.

(33)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 30 - 11. Persentase Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Gambar 4.12

Persentase berat bayi lahir rendah (BBLR)

Bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan salah satu faktor resiko kematian bayi.

Persentase BBLR di Kabupaten Blora tahun 2020 sebesar 4,89% turun dibanding tahun 2019 yaitu 5,2%.

12. Cakupan Kunjungan Neonatus

Gambar 4.13

Cakupan kunjungan neonatus lengkap

Cakupan Kunjungan Neonatus adalah pelayanan yang diberikan kepada neonatus (bayi baru lahir ) secara lengkap minimal 3 kali yaitu Kunjungan Neonatal 1 saat 6 – 48 jam, Kunjungan Neonatal 2 saat usia 3- 7 hari & Kunjungan Neonatal 3 usia 8 – 28 hari. Target Cakupan Kunjungan Neonatus adalah 92% dan pada tahun 2020 telah melampui target yaitu

(34)

Profil Kesehatan Kabupaten Blora Tahun 2020 - 31 - mencapai 99,48 % . Hal ini disebabkan peningkatan kinerja petugas yang diikuti oleh peningkatan peran serta keluarga tentang kesehatan bayi baru lahir terutama perawatan bayi dimana membutuhkan perhatian penuh dari seluruh anggota keluarga dan juga petugas kesehatan, disamping itu mudahnya akses untuk mencapai fasilitas kesehatan juga turut mendukung peningkatan capaian ini.

13. Persentase Bayi yang Mendapatkan ASI Eksklusif

Cakupan ASI Eksklusif tahun 2017 sebesar 46,1 % dan tahun 2018 sebesar 68,7 %, dan pada tahun 2020 mencapai 57,5 %. Dari tahun 2017 sampai tahun 2020 cakupan ASI Eksklusif belum mencapai standard pelayanan minimal ( SPM ) sebesar 80 %, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu melahirkan tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pelayanan dari tenaga kesehatan sendiri yang belum patuh, Penegakan hukum belum berjalan.

Gambar 4.14

Persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif

Cakupan Bayi yang Mendapatkan ASI Eksklusif di Kabupaten Blora 14. Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi

Gambar 4.15

Cakupan pelayanan kesehatan bayi

Referensi

Dokumen terkait

Jurusita Pajak menginventarisasi aset-aset Penanggung Pajakyang akan dilelang, meneliti dengan melihat data tunggakanbeserta pelunasan (SSP/STTS/SSB/bukti Pbk) atau

Pada multifragmentary complex fracture tidak terdapat kontak antara fragmen proksimal dan distal setelah dilakukan reposisi. Complex spiral fracture terdapat dua atau

Dari hadis diatas rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya , agar menuntut ilmu, terutama sekali adalah ilmu agama kepada orang yang menguasai ilmu tersebut,

Penerapan Buku Elektronik Merakit Personal Computer pada Instalasi Komponen PC dalam Model Pembelajaran Snowball Throwing.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Hal ini disebabakan karena unsur hara P pada tanaman tercukupi melalaui akar, sehingga pemupukan melalui daun terlihat pengaruhnya terhapadap tinggi tanaman namun

Menurut fuqaha dari kalangan mazhab hanafi, zina adalah hubungan seksual yang dilakukan seorang laki-laki secara sadar terhadap perempuan yang disertai nafsu

Lampiran

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal