vi
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur penulis panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, sebab berkat anugerah dan rahmat-Nyalah Skripsi yang berjudul “Gangguan Identitas Disosiatif Pada Tokoh Yaya Higuchi Dalam Manga Berjudul Othello Karya Satomi Ikezawa”
ini dapat diselesaikan. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat menerima gelar sarjana dalam Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.
Penulisan skripsi ini dapat selesai berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp. S (K) selaku Rektor Universitas Udayana atas kesempatan dan fasilitas yang disediakan sehingga penulis dapat menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Universitas Udayana. Ucapan terima kasih ditujukan pula kepada Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Berata, M. A., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum., selaku koordinator Program Studi Sastra Jepang. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Silvia Damayanti, S.S., M. Hum., selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu disela-sela kesibukannya dan dengan sabar memberikan arahan, motivasi dan saran kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kepada Ni Putu Luhur Wedayanti, S.S., M. Hum., selaku dosen pembimbing II dan pembimbing akademik yang juga telah meluangkan waktu disela-sela kesibukannya dan dengan sabar selalu memotivasi, memberikan saran dan pengarahan kepada penulis sehingga pada akhirnya skrpsi ini dapat selesai disusun. Penulis juga mengucapkan terima kasih pada segenap dosen
vii
Fakultas Ilmu Budaya, khususnya dosen dalam Program Studi Sastra Jepang yang telah memberikan banyak masukan, pengetahuan, pengalaman serta dukungan selama penulis menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua penulis, Timotius Santoso dan Paula Juliawati, atas segala dukungan, baik dalam bentuk moral, finansial, doa serta semangat yang selalu diberikan pada penulis hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga penulis berikan pada rekan-rekan seangkatan penulis (angkatan 2012), khususnya Indri Indrawati, Kevin Miyake Guciano Tanjung dan Ni Made Nova Antari yang telah membantu dan memberikan masukan serta dukungan moral dalam penulisan skripsi ini.
Penulis menyadari keterbatasan kemampuan yang dimiliki dan bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun agar skripsi ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi peneliti lain yang tertarik untuk menganalisis Gangguan Identitas Disosiatif. Akhir kata, penulis memohon maaf dan sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
Denpasar, Januari 2019
Penulis
viii
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Gangguan Identitas Disosiatif pada Tokoh Yaya Higuchi dalam Manga Berjudul Othello Karya Satomi Ikezawa”, bertujuan untuk memahami karakteristik, penyebab dan pemulihan Gangguan Identtias Disosiatif yang diderita oleh tokoh Yaya Higuchi. Metode deskriptif analisis digunakan dalam penelitian ini. Analisis menggunakan teori psikologi sastra Wellek dan Warren, teori psikoanalisis Sigmund Freud, teori Gangguan Identitas Disosiatif Elizabeth F.
Howell, serta teori semiotika Marcel Danesi.
Hasil analisis adalah adanya tiga karakteristik Gangguan Identitas Disosiatif tokoh Yaya Higuchi yaitu, 1) Memiliki dua kepribadian yang berbeda, host Yaya dan alter Nana; 2) Kedua kepribadian dapat saling bertukar ketika host Yaya terancam bahaya atau tertekan; 3) Ketidakmampuan host Yaya untuk mengingat kejadian yang dialami oleh alter Nana. Terdapat dua penyebab Yaya Higuchi menderita Gangguan Identitas Disosiatif: 1) Didominasinya Yaya Higuchi oleh superego sehingga Yaya Higuchi cenderung menyalahkan diri sendiri dan takut melawan. Akibatnya, stres menumpuk dan membuat Yaya Higuchi frustrasi. 2) Trauma pada kesepian yang dialami pada masa kecilnya menyebabkan ia harus menghadapi permasalahan dan stres sendirian tanpa bercerita pada siapa pun.
Akibatnya, Yaya Higuchi harus membuat tokoh alter Nana untuk dapat menghadapi permasalahan dan stres tersebut.
Host Yaya pulih dari trauma akan kesepian berkat Moriyama yang melindungi dan menerima host Yaya apa adanya. Host Yaya dapat menerima dirinya sendiri apa adanya ketika alter Nana berhasil meyakinkan host Yaya untuk menerima kelemahannya sebagai bagian dari dirinya. Hal ini menyebabkan kekuatan mental host Yaya meningkat dan membuat alter Nana kehilangan tujuan hidupnya sehingga alter Nana merelakan dirinya menghilang dan menyatu dengan host Yaya.
Kata kunci: Psikologi Sastra, Gangguan Identitas Disosiatif, Othello
ix
要旨
本論では「池沢里美『オセロ』の漫画における樋口ややの解離性同 一性障害」を研究しました。研究の目的は樋口ややの解離性同一性障害の 特性、原因及び回復を理解することである。研究で使用された方法は記述 的な分析方法、その続き、結論の提示で使用された方法は非公式な方法で ある。使用された理論は Wellek と Warren の心理文学理論、Sigmund Freud の精神分析理論、Elizabeth F. Howell の解離性同一性障害理論、そして Marcel Dannesi の記号論理論である。
研究の結果、樋口ややの解離性同一性障害の特性が三つあります。
それは1)二つの違う人格を持てること、Host のややと Alter のナナであ る;2)両方の人格は Host のややが危ない時や非常に落ち込んでいると きに入れ替わることができること;そして3)Host のややは Alter のナナ が経験した事件を覚えていないことである。樋口ややの解離性同一性障害 の原因は二つあります。一つ目は、スーパーエゴに支配されるせいで樋口 ややは自分を責める傾向があり、戦うことを恐れるようになったことであ る。その結果、樋口ややのストレスが溜まって欲求不満になりました。二 つ目は、子供のころに経験した孤独のトラウマのせいで、樋口ややは誰に も話さずに問題やストレスを自分で対処しなければならないこと。そのせ いで、樋口ややは問題やストレスを対処できるように Alter のナナを作り しまった。
樋口ややが孤独のトラウマから回復できたのは男性の知り
合いのモリヤマが Host のややを守って、ありのままに受け入れ たのおかげである。そして、Alter のナナが Host のややを説得 したのおかげで、Host のややは自分の欠点や弱点を自分の一部 として受け入れることができる。その結果、Host のややの精神 力が上がり、Alter のナナの存在理由がなくなって、そして Alter のナナは消えることや Host のややと一つになるのが受け 入れることができたのである。
キーワード:心理文学、解離性同一性障害、オセロ。
x DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN i
SAMPUL DALAM ii
PERSYARATAN GELAR iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING iv
PENETAPAN PANITIA PENGUJI v
UCAPAN TERIMA KASIH vi
ABSTRAK viii
要旨 ix
DAFTAR ISI x
DAFTAR GAMBAR xiii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Penelitian 4
1.3.1 Tujuan Umum 4
1.3.2 Tujuan Khusus 4
1.4 Manfaat Penelitian 5
1.4.1 Manfaat Akademik 5
1.4.2 Manfaat Praktis 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI 6
2.1 Kajian Pustaka 6
2.2 Konsep 9
2.2.1 Trauma 9
2.2.2 Disosiasi 10
2.2.3 Alter 11
2.2.4 Switching 12
2.2.5 Disosiasi Sebagian 13
2.2.6 Co-Conciousness 13
2.3 Kerangka Teori 13
2.3.1 Psikologi Sastra 13
2.3.2 Teori Kepribadian Sigmund Freud 14
2.3.2.1 Id 15
2.3.2.2 Ego 15
2.3.2.3 Superego 15
2.3.3 Gangguan Identitas Disosiatif 16
2.3.3.1 Penyebab 17
2.3.3.2 Pemulihan 19
2.3.4 Teori Semiotika Marcel Danesi 21
BAB III METODE PENELITIAN 23
3.1 Rancangan Penelitian 23
3.2 Sumber Data 24
3.3 Prosedur Penelitian 24
3.4 Analisis Data 25
3.5 Penyajian Hasil Analisis Data 25
BAB IV PENGARANG DAN KARYA-KARYANYA 26
xi
4.1 Satomi Ikezawa 26
4.2 Karya-Karya Satomi Ikezawa 27
4.2.1 Guru Guru Pon-Chan 28
4.2.2 Othello 29
BAB V KARAKTERISTIK GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF PADA
YAYA HIGUCHI 33
5.1 Tokoh Yaya Higuchi Memiliki Dua Kepribadian Yang Berbeda 33
5.1.1 Dimensi Fisiologis Tokoh Host Yaya 34
5.1.1.1 Tokoh Host Yaya Higuchi Adalah Seorang Gadis Berpenampilan Feminin 35 5.1.1.2 Tokoh Host Yaya Higuchi Memiliki Raut Muka Yang Lugu 36 5.1.1.3 Tokoh Host Yaya Higuchi Memiliki Kemampuan Fisik Yang Rendah
37
5.1.2 Dimensi Sosiologis Tokoh Host Yaya 38
5.1.2.1 Tokoh host Yaya Higuchi Tunduk Pada Ayahnya 39 5.1.2.2 Tokoh Host Yaya Higuchi Sulit Untuk Menolak 40
5.1.3 Dimensi Psikologis Tokoh Host Yaya 43
5.1.3.1 Standar Moral Tokoh Host Yaya Higuchi: Tidak Baik Menyakiti Orang
Lain 43
5.1.3.2 Frustasi Tokoh Host Yaya Higuchi: Rasa Ingin Membebaskan Diri Dan
Rasa Takut Kesepian 46
5.1.3.3 Sikap Tokoh Host Yaya Higuchi Terhadap Kehidupan: Selalu Menyalahkan
Diri Sendiri 49
5.1.4 Dimensi Fisiologis Tokoh Alter Nana 51
5.1.4.1 Tokoh Alter Nana Memiliki Penampilan Tomboi Dan Liar 52 5.1.4.2 Tokoh Alter Nana Memiliki Raut Muka Yang Menunjukkan Ketegasan Dan
Kepercaya Diri 53
5.1.4.3 Tokoh Alter Nana Memiliki Kemampuan Fisik Yang Tinggi 56
5.1.5 Dimensi Sosiologis Tokoh Alter Nana 58
5.1.5.1 Tokoh Alter Nana Tidak Tunduk Pada Ayah Tokoh host Yaya 58 5.1.5.2 Tokoh Alter Nana Tidak Segan Untuk Menolak 61
5.1.6 Dimensi Psikologis Tokoh Alter Nana 63
5.1.6.1 Standar Moral Tokoh Alter Nana: Senang Menyakiti Orang Lain 63 5.1.6.2 Frustrasi Tokoh Alter Nana: Tidak Memiliki Saluran Pelepas Stres 65 5.1.6.3 Sikap Tokoh Alter Nana Terhadap Kehidupan: Tidak Mudah Menyerah
68
5.2 Tokoh host Yaya Higuchi Dan Tokoh Alter Nana Dapat Saling Bertukar 69
5.3 Tokoh Host Yaya Tidak Mampu Untuk Mengingat Informasi Penting Yang
Dialami Tokoh Alter Nana 73
BAB VI FAKTOR PENYEBAB DAN PEMULIHAN GANGGUAN IDENTITAS DISOSIATIF TOKOH YAYA HIGUCHI 76 6.1 Penyebab Gangguan Identitas Disosiatif Tokoh Yaya Higuchi 76 6.1.1 Tokoh Host Yaya Didominasi Oleh Superego 77 6.1.2 Tokoh Host Yaya Higuchi Memiliki Trauma Pada Kesepian 80 6.2 Pemulihan Gangguan Identitas Disosiatif Tokoh Yaya Higuchi 86
xii
6.2.1 Tokoh Moriyama Mendapatkan Kepercayaan Tokoh Host Yaya 87 6.2.2 Tokoh Moriyama Mendapatkan Kepercayaan Tokoh Alter Nana 91 6.2.3 Tokoh Moriyama Membantu Memulihkan Kepercayaan Diri Tokoh Host
Yaya 96
6.2.4 Tokoh Alter Nana Membantu Tokoh Host Yaya Menerima Kelemahannya
102
6.2.5 Tercapainya Co-Conciousness Antara Tokoh Host Yaya Higuchi Dan
Tokoh Alter Nana 116
6.2.6 Kerelaan Tokoh Alter Nana Untuk Melebur Ke Dalam Tokoh Host Yaya
123
BAB VII SIMPULAN DAN SARAN 127
7.1 Simpulan 127
7.2 Saran 129
DAFTAR UNDUHAN 130
DAFTAR PUSTAKA 132
LAMPIRAN 134
xiii
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
Gambar 1 Penampilan Tokoh Host Yaya 35
Gambar 2 Raut Muka Tokoh Host Yaya 36
Gambar 3 Tokoh Host Yaya (kanan) dan Tokoh Alter Nana (kiri) 37
Gambar 4 Kemampuan Fisik Tokoh Host Yaya 38
Gambar 5 Sulit Menolak 42
Gambar 6 Frustrasi Tokoh host Yaya Higuchi 47
Gambar 7 Menyalahkan Diri Sendiri 50
Gambar 8 Penampilan Tokoh Alter Nana 52
Gambar 9 Raut Muka Tokoh Alter Nana 54
Gambar 10 Kemampuan Fisik Tokoh Alter Nana (1) 56 Gambar 11 Kemampuan Fisik Tokoh Alter Nana (2) 57 Gambar 12 Interaksi Tokoh Alter Nana dengan Ayah tokoh host Yaya 60
Gambar 13 Terlalu Dekat 62
Gambar 14 Tindak Kekerasan Tokoh Alter Nana 64 Gambar 15 Tokoh Alter Nana Tidak Mudah Menyerah 69
Gambar 16 Tokoh host Yaya Tidak Berdaya 71
Gambar 17 Switching 72
Gambar 18 Kostum (1) 73
Gambar 19 Kostum (2) 73
Gambar 20 Rasa Bersalah 80
Gambar 21 Yaya dan Ibunya 81
Gambar 22 Perkataan Ayah Yaya 82
Gambar 23 Tidak Memiliki Teman 84
Gambar 24 Neraka 85
Gambar 25 Kepercayaan 89
Gambar 26 Melindungi Tokoh Alter Nana 95
Gambar 27 Kekhawatiran Yaya 99
Gambar 28 Prematur 103
Gambar 29 Shok 108
Gambar 30 Hidup Berdampingan 122
Gambar 31 Melebur 125
1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dewasa ini terjadi berbagai macam kasus penganiayaan, salah satu yang cukup tersorot adalah penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Khusus di Bali saja, hingga 2015 lalu, jumlah anak yang menjadi korban telah mencapai sekitar 340 anak, atau kurang lebih 34 persen dari total 1,2 juta anak di Bali (Arnold, 2016).
Di Jepang, pada tahun 2015 telah terjadi peningkatan 34 persen, yakni 28.923 kasus yang dicurigai penganiayaan terhadap anak, dengan 719 kasus diantaranya benar- benar merupakan kasus penganiayaan anak (Butler, 2015). Situasi ini sangat memperihatinkan mengingat penganiayaan terhadap anak di bawah umur dapat menimbulkan trauma membekas di hati anak tersebut, bahkan trauma tersebut dapat berkembang menjadi gangguan jiwa bila tidak ditangani sejak dini.
Pada dasarnya, anak yang teraniaya tidak akan mengidap gangguan jiwa bila mereka memiliki sosok yang peduli, perhatian dan menyayangi mereka, yang kepada sosok tersebut mereka dapat bercerita tentang apa yang terjadi dan dapat menerima bantuan dari padanya. Hal ini akan membuat anak tersebut merasa aman dan tidak terisolir dengan teror dari penganiayaan tersebut. Sebaliknya, bila anak tersebut menghadapi penganiayaan sendirian, tanpa ada yang membantu, terlebih bila orang tua anak tersebut menolak mereka, maka ada kemungkinan beban tersebut tidak dapat ditanggung oleh perasaan atau kejiwaan anak tersebut, sehingga munculah gangguan jiwa (Howell, 2011: 86). Ironisnya, sering kali orang-orang terdekat anak-anak yang menjadi korban, yang seharusnya menjadi sosok tersebut,
2
justru menjadi pelaku penganiayaan atau sama sekali tidak menyadari tanda-tanda yang muncul dari anak-anak yang menjadi korban tersebut. Ditambah lagi, anak- anak yang menjadi korban tersebut juga sering kali tidak berani bercerita pada orang lain, baik karena mereka diancam atau karena mereka takut bercerita pada orang lain.
Perlu diketahui, bahwa tidak hanya penganiayaan secara fisik yang dapat menimbulkan trauma terhadap anak-anak, penganiayaan secara emosional juga dapat menimbulkan trauma bahkan gangguan jiwa (Howell, 2011: 86). Menurut Dorota Iwaniec, ketidakhadiran orang tua secara psikologis bagi anak, perilaku orang tua yang bermusuhan, tidak hangat/ramah, menolak, dan penuh kritis terhadap anak juga dapat diidentifikasikan sebagai penganiayaan emosional (Iwaniec, 2006:3).
Salah satu gangguan jiwa yang dapat timbul dari penganiayaan terhadap anak, baik secara emosional maupun fisik adalah Gangguan Identitas Disiosiatif.
Gangguan Identitas Disosiatif, merupakan gangguan jiwa yang sebelumnya disebut Gangguan Kepribadian Ganda. Menurut Howell (2011:3), istilah Gangguan Kepribadian Ganda merupakan istilah yang memberikan ide yang salah, bahwa kepribadian-kepribadian yang muncul dalam diri penderita adalah benar-benar terpisah dan tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, sementara Gangguan Identitas Disosiatif bermakna adanya kepribadian yang terpisah (dissociated) namun masih merupakan bagian dari penderita dan memiliki hubungan antara satu dengan lainnya. Seluruh kepribadian yang muncul pada penderita adalah bagian dari satu orang yaitu penderita dan ada penyebabnya, oleh karena itu penderita
3
harus menerima diri mereka apa adanya, menerima segala trauma yang dialaminya, menerima kenyataan dan menghadapinya seberapapun pahitnya agar seluruh kepribadian dapat menjadi satu kembali.
Gangguan Identitas Disosiatif adalah gangguan jiwa yang sangat unik dan menarik, hal ini terbukti dari munculnya berbagai karya sastra yang mengangkat tema ini. Salah satu diantaranya adalah manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa. Manga ini bercerita tentang seorang siswi SMA bernama Yaya Higuchi.
Ia merupakan seorang gadis yang tertekan, dimulai dari kematian ibunya saat ia masih berusia tujuh tahun, kesepian yang dialaminya selama masa kecilnya, hingga penganiayaan emosional dan mobbing atau penganiyaan yang dilakukan berkelompok (Eliot, 2003:4) yang dilakukan teman-teman SMA sekelasnya terhadapnya. Puncaknya adalah manifestasi kepribadian keduanya yang berwatak sangat berbeda darinya. Manga ini menceritakan awal mula Yaya Higuchi menderita Gangguan Identitas Disosiatif hingga kembali bersatunya ia dengan kepribadian keduanya, oleh karena itu manga ini dipilih sebagai objek penelitian ini.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah karakteristik Gangguan Identitas Disosiatif yang diderita tokoh Yaya Higuchi dalam manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa?
4
2. Bagaimanakah faktor penyebab dan pemulihan Gangguan Identitas Disosiatif yang dialami tokoh Yaya Higuchi dalam manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa?
1.3 Tujuan Penelitian
Setiap hal yang dilakukan tentu memiliki maksud dan tujuan, begitu pula dengan penelitian ini. Tujuan penelitian ini dapat dipaparkan menjadi dua bagian, yaitu: tujuan umum dan tujuan khusus.
1.3.1 Tujuan Umum
Secara umum, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat tentang Gangguan Identitas Disosiatif. Selain itu, diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan ketertarikan, dan apresiasi pembaca terhadap karya sastra.
1.3.2 Tujuan Khusus
Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui dan memahami karakteristik Gangguan Identitas Disosiatif yang diderita tokoh Yaya Higuchi dalam manga berjudul Othello Karya Satomi Ikezawa.
2. Mengetahui faktor penyebab dan pemulihan Gangguan Identitas Disosiatif yang dialami tokoh Yaya Higuchi dalam manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa.
5
1.4 Manfaat Penelitian
Setiap penelitian pasti diharapkan dapat memberikan manfaat atau kontribusi, baik kepada masyarakat maupun peneliti-peneliti selanjutnya.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.4.1 Manfaat Akademik
Penelitian ini diharapkan dapat membantu peneliti-peneliti selanjutnya dalam meneliti karya sastra, khususnya penelitian yang berkaitan dengan psikologi sastra. Diharapkan juga agar penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap teori psikologi sastra, khususnya tentang Gangguan Identitas Disosiatif bagi peneliti-peneliti selanjutnya.
1.4.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk dapat lebih memahami isi cerita dalam manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa ini, khususnya yang berkaitan tentang Gangguan Identitas Disosiatif. Selain itu, diharapkan juga pembaca dapat terbantu untuk memahami penyelesaian Gangguan Identitas Disosiatif tokoh Yaya Higuchi dalam manga berjudul Othello karya Satomi Ikezawa ini.