JUNI 2020
P E R KEMBANGA N E KO NOM I T E R KINI, P RO S PEK , DA N B AU R AN K E BI JAKAN B A NK I N D ONES IA
D K E M • D K M P • D K S P
PEREKONOMIAN DOMESTIK DAN PROSPEK
BAURAN KEBIJAKAN BANK INDONESIA
PEREKONOMIAN GLOBAL
DAN PROSPEK
PEREKONOMIAN GLOBAL
DAN PROSPEK
INFLASI SSK SUPPLY
DEMAND
KEBIJAKAN STIMULUS
CAPITAL INFLOW
PROTOKOL KESEHATAN
SUPPLY
DEMAND WORLD GDP
GL OB AL
PDB
NILAI TUKAR
F I S K A L
SISTEM PEMBAYARAN M O N E T E R
MAKROPRUDENSIAL MIKROPRUDENSIAL
KETIDAKPASTIAN BERKURANG
DO MEST IK
STIMULUS &
CRISIS PREVENTION KEBIJAKAN
EKONOMI
REOPENING
PEMULIHAN EKONOMI: DAMPAK EKONOMI COVID-19 MENDEKATI TITIK BAWAH
5
No Negara Confirmed
Cases
Total Deaths
Fatality Rate
Total Recovered
1 USA 2,208,400 119,132 5.39 903,041
2 Brazil 928,834 45,456 4.89 464,774
3 Russia 545,458 7,284 1.34 294,306
4 India 354,161 11,921 3.37 187,552
5 UK 298,136 41,969 14.08 N/A
6 Spain 291,408 27,136 9.31 N/A
7 Italy 237,500 34,405 14.49 178,526
8 Peru 237,156 7,056 2.98 125,205
9 Iran 192,439 9,065 4.71 152,675
10 Germany 188,382 8,910 4.73 173,100
31 Indonesia 40,400 2,231 5.52 15,703
Rest of Affected Country 2,735,611 131,421 4.80 1,811,867 8,257,885 445,986 5.40 4,306,749 Total
JUMLAH KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, MESKI FATALITY RATE MELANDAI
Sumber: WHO, diolah
Sumber: WHO, diolah Sumber: Bloomberg, diolah
JUMLAH KASUS NAIK DIDORONG BRASIL & INDIA
FATALITY RATE SELURUH KAWASAN MULAI MENURUN RISIKO SECOND WAVE PERLU DICERMATI JUMLAH KASUS BRASIL & INDIA MENINGKAT DRASTIS
Sumber: www.worldometers.info/coronavirus; per 17 Juni 2020
KONTRAKSI PEREKONOMIAN GLOBAL BERLANJUT
Pembatasan aktivitas ekonomi sebagai langkah penanganan COVID-19 berisiko menurunkan pertumbuhan ekonomi global 2020 lebih besar dari prakiraan awal. Namun demikian, kontraksi volume perdagangan dunia dan penurunan harga komoditas tidak sedalam prakiraan sebelumnya
AS2017: 2,4 2018: 2,9 2019: 2,3 2020*: -3,7 2021*: 4,3
Kawasan Eropa 2017: 2,5
2018: 1,9 2019: 1,2 2020*: -6,1 2021*: 3,2
Jepang 2017: 2,2 2018: 0,3 2019: 0,7 2020*: -5,1 2021*: 2,7
Tiongkok 2017: 6,9 2018: 6,7 2019: 6,1 2020*: 1,8 2021*: 8,0
India 2017: 7,0 2018: 6,1 2019: 4,2 2020*: 1,5 2021*: 6,8 PDB Dunia
2017: 3,8 2018: 3,6 2019: 2,9 2020*: -2,2 2021*: 5,2
*Proyeksi Bank Indonesia
Sumber : IMF WEO April 2020 dan Bank Indonesia
VOLUME PERDAGANGAN DUNIA MENURUN
Sumber : CBP, IMF, diolah
KOMODITAS 2016 2017 2018 2019 2020 (YTD)*
Tembaga -10.5 27.1 6.7 -7.8 -8.7
Batu Bara 6.8 48.2 2.5 -8.6 -11.9
CPO 21.3 5.7 -19.2 -2.3 15.6
Karet -2.2 28.1 -16.8 12.4 -13.0
Nikel -15.4 8.9 27.8 7.0 -9.9
Timah 13.1 13.1 0.5 -7.5 -13.3
Aluminium -3.5 22.9 7.4 -14.1 -9.6
Kopi 4.3 -2.9 -15.4 -11.8 3.8
Lainnya 1.0 6.8 1.2 -0.7 -4.2
Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia (IHKEI)
5.4 21.7 -2.8 -3.0 -3.9
Minyak (Brent)** 44.1 54.4 71.2 64.0 40.0
IHKEI & HARGA MINYAK TURUN
Sumber: Bloomberg; *) IHKEI sampai dengan 11 Juni 2020;
Minyak sampai dengan 17 Juni 2020; **) Dalam USD/barel; komoditas lain (%,yoy)
7
NEGARA BESARAN STIMULUS
DALAM USD % OF GDP KETERANGAN
US USD8.3bn (phase 1) + USD50bn (phase 2) + USD2trn (phase 3) +
USD434bn (phase 4)
13% of GDP (Phase 1 – 4)
EURO AREA USD 322bn + 500bn 2.6% + 3.4% of GDP Periode implementasi belum ditentukan
UK USD 45bn 2% of GDP
Kebijakan fiskal diperluas dg $330 milyar SME loan guarantees, CP purchase program, SME loan guarantee fund, tax deferral & temporary nationalisation of railways
JAPAN USD4.1bn + 90bn 0.08% + 20% of GDPSebesar tambahan fiskal USD90 milyar sedang dipertimbangkan untuk diusulkan
AUSTRALIA
USD9.9bn (phase 1) + USD 46.3bn (phase 2) +
USD0.6bn (phase 3)
4.8% of GDP + health
package phase 3=health package NEW ZEALAND USD6.7bn 4% of GDP
CHINA USD146bn 1.0% of GDP
HONG KONG USD15.5bn in annual budget 4.2% of GDP Termasuk pengeluaran fiskal, penurunan pajak dan pengecualian corporate social security contribution MALAYSIA USD4.8bn (USD 0.7bn
sudah dianggarkan) + USD 5 bn (phase 2)
1.3% (0.2% sudah dianggarkan) + 1.5%
of GDP
PHILIPPINES USD 521mn (phase 1) 0.1% of GDP USD3.93 bn in the pipeline
SINGAPORE USD 38.4 bn 11% of GDP SGD17 bn (3.4% of GDP) didanai melalui past reserves
KOREA USD 9.9bn supplementary / USD 16.7bn (stimulus)
0.6% (supplementary)/
1.0% for stimulus
USD 9.9bn (Supplementary budget proposed)/
USD 16.7bn (stimulus package, from tax cut/existing reserves)
TAIWAN USD 2bn (Relief package
proposed/ phase 1) 0.33% of GDP USD1.32 bn in the pipeline THAILAND USD 12.6bn (USD 0.5bn
sudah dianggarkan)
2.4% (0.1% sudah dianggarkan) BANK
SENTRAL Current
(%) YTD2020 STIMULUS LIKUIDITAS NEXT MPC
Meeting (∆bps, freq.)
FED 0.25 150 2 Jun’20: serangkaian FedRes Lending Facilities, termasuk SMCCF/PMCCF = Secondary/Primary Corporate Credit Facility
= pembelian utang & kredit dari korporasi (direct dan indirect) 29 Jul’20 PBOC* 2.20 40 2 Injeksi likuiditas, Ekspansi re-lending & re-discounting facilities,
penurunan GWM targeted 50-100bps 20 Jun'20
ECB -0.50 0 0 Emergency Purchase Programme EUR1.1 trilyun dan mencakup
CP 16 Jul’20
BOJ -0.10 0 0 Jun’20: increase measure: supporting SMEs affected by the Covid-19 pandemic, ease corporate funding strains, including a
lending facility aimed at channeling funds to firms (reach $1 tri) 17 Sep’20 BOE 0.15 65 2 Asset purchase (treasury dan non financial corporation) GBP200
milyar dan direct finance melalui rek Gov’t di BoE 19 Jun’20 BOC 0.25 150 3 Pembelian 40% obligasi jk.pendek pemerintah propinsi 15 Jul’20 RBNZ 0.25 75 1 Pembelian obligasi pemerintah (pasar sekunder NZD30 bn),
pembelian local government bond NZD 3 bn 24 Jun’20 RBA 0.25 50 1 Cut 25bps pada Mei’20. Pembelian obligasi Pemerintah untuk
menjaga ACGB 3yr-yield pada ± 0.25% 7 Jul’20 BOK 0.50 75 2 Cut 25bps di Mei. Bond market stabilization fund (KRW100 tn
obligasi dan CP), stock support fund (KRW10.7 tn), outight
purchase SSB Pemerintah 10yr/20yr KRW 1.5tn 16 Jul’20 RBI 4.00 115 2 Cut 40bps di Mei. Pembelian obligasi Pemerintah INR430
milyar, Kebijakan LTRO INR1 trilyun 6 Agt’20 MAS Flattened $NEER slope
0%, re-center bawah bandMeningkatkan forex swaps 25% & menyediakan USD Facility
up to US$60 billion of funding TBA
BOT 0.50 75 3 Cut 25bps di Mei. Gov bond purchase (100 billion baht 13-20
Mar) dan Bond mutual funds program 24 Jun’20 BSP 2.75 125 3 GWM turun 200 bps. Beli Gov securities PHP 300 bn (1.6 %
GDP), Min. Liq. Ratio turun (Small bank) 25 Jun’20 BNM 2.00 100 2 Cut 50bps di Mei. Penurunan GWM 100 bp mjd 2% dan
melonggarkan persyaratan pemenuhan GWM 7 Jul'20 BCB 3.00 150 3 Cut 75bps di Mei. Penurunan GWM & capital conservation
buffers, dan pelonggaran sementara provisioning rules 17 Jun’20
STIMULUS FISKAL & MONETER TERUS BERLANJUT UNTUK MITIGASI COVID-19
Sumber: Bloomberg ECFC (economic forecast), Central bank news. FFR sesuai asumsi BI *) PBOC 7 Day RR rate Sumber: Berbagai sumber, diolah
PELONGGARAN SUKU BUNGA DAN LIKUIDITAS
KEBIJAKAN FISKAL AGRESIF
KETIDAKPASTIAN PASAR KEUANGAN GLOBAL TERUS MENURUN
Sumber: Bloomberg; data s.d. 16 Juni 2020, diolah
Sumber: IIF, diolah
RISIKO EM MULAI MENDEKATI LEVEL NORMAL KETIDAKPASTIAN PASAR KEUANGAN TERUS MENURUN
Sumber: Bloomberg
INFLOWS MULAI MASUK KE EM, WALAUPUN TERBATAS
...seiring penyebaran COVID-19 yang melandai. Perkembangan tersebut mendorong berlanjutnya aliran modal global ke negara berkembang serta mengurangi tekanan nilai tukar mata uang negara berkembang
Sumber: Bloomberg, diolah; data s.d. 16 Juni 2020
TEKANAN PADA NILAI TUKAR NEGARA BERKEMBANG BERKURANG
PEREKONOMIAN DOMESTIK
DAN PROSPEK
PANDEMI COVID-19 MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI DOMESTIK
• Pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan menurun pada triwulan II 2020 dipengaruhi kontraksi ekonomi global dan dampak
penanggulangan penyebaran COVID-19. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sedangkan konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengurangi akitivitas ekonomi
• Bank Indonesia memprakirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0%-6,0% pada 2021 didorong dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia
Sumber: BPS
PERTUMBUHAN EKONOMI SISI PENGELUARAN (%, YOY) KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA MASIH MENINGKAT
I II III IV I II III IV I
Konsumsi Rumah Tangga 4.96 5.17 5.00 5.08 5.05 5.02 5.18 5.01 4.97 5.04 2.84 Konsumsi Lembaga Nonprofit
Melayani Rumah Tangga 8.12 8.77 8.61 10.82 9.10 16.96 15.29 7.41 3.53 10.62 -4.91 Konsumsi Pemerintah 2.71 5.21 6.26 4.56 4.80 5.22 8.23 0.98 0.48 3.25 3.74 Investasi (PMTDB) 7.92 5.81 6.92 6.01 6.64 5.03 4.55 4.21 4.06 4.45 1.70 Investasi Bangunan 6.12 4.96 5.60 5.02 5.41 5.48 5.46 5.03 5.53 5.37 2.76 Investasi Nonbangunan 13.56 8.33 10.73 8.96 10.31 3.69 1.96 1.95 -0.13 1.80 -1.46 Ekspor 5.84 7.48 8.34 4.59 6.55 -1.58 -1.73 0.10 -0.39 -0.87 0.24 Impor 12.46 14.94 13.77 7.11 11.88 -7.47 -6.84 -8.30 -8.05 -7.69 -2.19 PDB 5.06 5.27 5.17 5.18 5.17 5.07 5.05 5.02 4.97 5.02 2.97
Komponen 2018
2018 2019
2019 2020
Data per 16 Juni 2020
Sumber: WHO, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, diolah
11
TEKANAN TERHADAP PEREKONOMIAN DOMESTIK MULAI BERKURANG
• Kontraksi ekspor terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya sejalan peningkatan permintaan dari Tiongkok
• Indikator dini permintaan domestik pada Mei 2020 mengindikasikan perekonomian telah berada di level terendah dan mulai memasuki tahap pemulihan, seperti
tercermin dari penjualan ritel, dan ekspektasi konsumen yang lebih baik dari capaian bulan sebelumnya
Sumber: Bank Indonesia. * Data s.d. Mei 2020
EKSPEKTASI KONSUMEN MULAI PULIH
* Data s.d. Mei 2020 Sumber: Bank Indonesia
PENJUALAN ECERAN TERINDIKASI MEMBAIK
KONTRAKSI EKSPOR NONMIGAS TIDAK SEDALAM PRAKIRAAN
Sumber: Bank Indonesia. * Data s.d. Mei 2020
KETAHANAN SEKTOR EKSTERNAL TETAP BAIK
...ditopang oleh defisit transaksi berjalan yang rendah dan peningkatan kinerja transaksi modal dan finansial seiring dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA TETAP TERJAGA
Sumber : Bank Indonesia
*Angka Sementara **Angka Sangat Sementara
13
DEFISIT TRANSAKSI BERJALAN DIPRAKIRAKAN RENDAH
Sumber : Bank Indonesia
NERACA TRANSAKSI BERJALAN MEMBAIK
*Angka Sementara **Angka Sangat Sementara
• Didukung prospek perbaikan neraca perdagangan akibat penurunan impor sejalan permintaan domestik yang lemah dan berkurangnya kebutuhan input produksi untuk kegiatan ekspor. Data Mei 2020 menunjukkan Neraca Perdagangan mencatat surplus 2,09 miliar dolar AS, membaik dari kondisi April yang mengalami defisit 372,1 juta dolar AS
• Ke depan, terdapat kecenderungan defisit transaksi berjalan akan lebih rendah, dan terdapat kemungkinan akan berada di sekitar 1,5% PDB pada 2020, jauh di bawah prakiraan semula 2,5%-3,0% PDB. Demikian pula defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan akan berada di bawah 2,5%-3,0% PDB
NERACA PERDAGANGAN SURPLUS
Sumber : BPS, diolah
TRANSAKSI MODAL DAN FINANSIAL DIPRAKIRAKAN MEMBAIK
• Aliran masuk modal asing kembali berlanjut dipengaruhi meredanya ketidakpastian pasar keuangan global serta tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia
• Aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan II 2020 hingga 15 Juni 2020 tercatat net inflows sebesar 7,3 miliar dolar AS
ALIRAN MASUK MODAL ASING BERLANJUT
Sumber : Bank Indonesia; *s.d. 15 Juni 2020
NERACA TRANSAKSI MODAL DAN FINANSIAL TERKENDALI
Sumber : Bank Indonesia
*Angka Sementara **Angka Sangat Sementara
15
CADANGAN DEVISA MENINGKAT
• Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2020 meningkat menjadi 130,5 miliar dolar AS, setara pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor
• Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik
CADANGAN DEVISA MENINGKAT
Sumber : Bank Indonesia
NILAI TUKAR RUPIAH TERUS MENGUAT
• Sampai dengan 17 Juni 2020, nilai tukar Rupiah mengalami apresiasi sebesar 3,75% (ptp) atau 5,69% secara rerata dibandingkan level Mei 2020, meskipun masih terdepresiasi sebesar 1,42% bila dibandingkan dengan level akhir 2019
• Berlanjutnya penguatan Rupiah ditopang oleh meredanya ketidakpastian pasar keuangan global, tingginya daya tarik aset keuangan domestik dan terjaganya kepercayaan investor asing terhadap prospek kondisi ekonomi Indonesia.
• Bank Indonesia memandang level nilai tukar Rupiah secara fundamental masih undervalued sehingga berpotensi terus menguat dan dapat mendukung pemulihan ekonomi domestik
APRESIASI/DEPRESIASI NILAI TUKAR PEERS
Sumber : Reuters, Bloomberg, diolah. Data s.d. 17 Juni 2020
NILAI TUKAR RUPIAH TERUS MENGUAT
Sumber : Reuters. Data s.d. 17 Juni 2020
17
INFLASI TETAP RENDAH DAN MENDUKUNG STABILITAS PEREKONOMIAN
INFLASI TETAP RENDAH
• Inflasi IHK Mei 2020 tercatat sebesar 0,07% (mtm) atau 2,19% (yoy), dipengaruhi penurunan inflasi inti dan deflasi kelompok volatile food. Sementara itu, kelompok administered prices mengalami inflasi
• Inflasi inti menurun dipengaruhi konsistensi Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai target dan melambatnya permintaan domestik
• Ke depan, Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, di tingkat pusat dan daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dalam sasarannya sebesar 3,0%±1%
pada 2020 dan 2021
Sumber : BPS, diolah Sumber : Consensus Forecast
EKSPEKTASI INFLASI TERJAGA
m tm yoy ytd
IH K 0.07 2.19 0.90 Inti 0.06 2.65 0.84 Adm .Prices 0.67 0.28 -0.05 Volatile Foods -0.50 2.52 2.23
...DITOPANG OLEH TERJAGANYA INFLASI DAERAH
Sumber: BPS, diolah
INFLASI RENDAH DI SELURUH WILAYAH
Inflasi yang rendah terjadi di seluruh wilayah dan beberapa provinsi mengalami deflasi, yakni Kalimantan Utara (-0,7%) dan Sulawesi Tenggara (-0,2%)
19
LIKUIDITAS PERBANKAN TETAP MEMADAI, MENDUKUNG PENURUNAN SUKU BUNGA
• Likuiditas perbankan yang memadai tercermin pada rerata harian volume PUAB Mei 2020 yang tetap tinggi yakni Rp9,9 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tetap besar yakni 25,14% pada April 2020
• Transmisi suku bunga ke pasar uang berjalan cukup baik, tercermin pada rata-rata suku bunga PUAB O/N dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu bergerak stabil di sekitar level BI7DRR yakni 4,33% dan 4,60%.Transmisi ke penurunan suku bunga perbankan berlanjut. Rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja menurun menjadi 5,84% dan 9,60%
• Di tengah kondisi suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada April 2020 masih lemah yakni tercatat 8,4% (yoy) dan 8,6% (yoy)
TRANSMISI SB. PUAB CUKUP BAIK
Sumber : Bank Indonesia Sumber : Bank Indonesia
TRANSMISI SB. KREDIT PERBANKAN BERLANJUT
Sumber : Bank Indonesia
PERTUMBUHAN UANG BEREDAR MELEMAH
• Yield SBN secara keseluruhan turun sebesar 39 bps ke level 7,03% pada Mei 2020 seiring dengan meredanya risiko di pasar keuangan
• Pada Mei 2020, IHSG kembali menguat meski masih terbatas sebesar 0,8% (mtm). Kinerja IHSG tersebut relatif lebih baik dibandingkan kinerja bursa saham di beberapa negara kawasan Asia
KINERJA IHSG CUKUP BAIK
Data s.d. Mei 2020 Sumber : Bank Indonesia
YIELDOBLIGASI PEMERINTAH (SBN) TENOR 10 TAHUN MENURUN
Data s.d. Mei 2020 Sumber : Bank Indonesia
KINERJA POSITIF PASAR KEUANGAN BERLANJUT
21
• Stabilitas sistem keuangan terjaga tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan April 2020 yang tinggi yakni 22,03%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah yakni 2,89%
(bruto) dan 1,13% (neto)
• Potensi risiko dari dampak meluasnya penyebaran COVID-19 terhadap stabilitas sistem keuangan perlu terus dicermati
Sumber : Bank Indonesia
RISIKO KREDIT TETAP RENDAH
Sumber : Bank Indonesia
STABILITAS SISTEM KEUANGAN TETAP TERJAGA
PERMODALAN INDUSTRI PERBANKAN TINGGI
Mar Apr Apr'19 Apr'20
Perdagangan 4,10 3,79 3,66 4,11 4,35 0,23 -1,01 4,53 29,04 Lain-lain (Konsumsi RT) 1,59 1,55 1,60 1,86 2,00 0,14 2,75 4,73 19,19 Industri Pengolahan 2,70 2,53 3,88 4,05 4,17 0,12 1,60 13,00 23,95 Pengangkutan 3,74 2,68 1,64 2,19 2,25 0,06 -1,55 0,49 3,44 Konstruksi 3,67 3,14 3,55 3,83 3,93 0,10 0,38 1,32 8,58 Pertanian 1,41 1,33 1,66 1,59 1,65 0,06 1,05 0,57 4,02 Jasa Dunia Usaha 1,63 1,52 1,43 1,64 1,72 0,08 0,34 1,57 5,61 Jasa Sosial 1,86 1,41 1,50 1,67 1,75 0,08 -0,72 0,17 1,70 Pertambangan 6,18 4,66 3,58 3,66 3,73 0,07 0,26 -0,80 3,28 Listrik, gas dan air 1,08 1,33 0,89 0,94 0,91 -0,03 -0,01 0,11 1,19 Total 2,59 2,37 2,53 2,77 2,89 0,12 3,10 25,71 100,00 Sektor
NPL Gross (%) Nominal NPL
2018 2019 2020
∆ NPL ∆ YTD (Rp T) Share 2017 (%)
• Fungsi intermediasi belum optimal sejalan melemahnya permintaan domestik dan makin berhati-hatinya perbankan dalam menyalurkan kredit akibat meluasnya dampak COVID-19
• Pertumbuhan kredit pada April 2020 tetap lemah, yaitu tercatat sebesar 5,73 (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat lebih tinggi meskipun juga belum kuat, yakni sebesar 8,08% (yoy)
KREDIT TETAP LEMAH DAN DPK TUMBUH LEBIH TINGGI
Sumber : Bank Indonesia
PERTUMBUHAN KREDIT DI DAERAH PADA APRIL 2020 MASIH LEMAH
Sumber : Bank Indonesia
FUNGSI INTERMEDIASI PERBANKAN BELUM OPTIMAL
23
KELANCARAN SISTEM PEMBAYARAN, BAIK TUNAI MAUPUN NONTUNAI, TETAP TERJAGA
• Posisi Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Mei 2020 mencapai Rp798,6 trilun, tumbuh negatif sebesar 6,06% (yoy), sejalan dengan dampak menurunnya permintaan uang baik akibat kegiatan ekonomi pada masa pandemi COVID-19 yang melemah maupun dampak penundaan cuti bersama Idulfitri
• Sistem pembayaran nontunai nilai besar melalui Sistem BI Real Time Gross Settlement (RTGS) dan nilai kecil melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) berjalan lancar
UANG KARTAL YANG DIEDARKAN (UYD) TRANSAKSI SKNBI (RERATA HARIAN) TRANSAKSI SISTEM BI-RTGS (RERATA HARIAN)
Sumber: Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia
Sumber: Bank Indonesia
-20%
-15%
-10%
-5%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
- 100 200 300 400 500 600 700 800 900
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5
2017 2018 2019 2020
Pertumbuhan (mtm, skala kanan)
Pertumbuhan (yoy,
skala kanan) UYD
% UYD Rp Triliun
- 100 200 300 400 500 600 700 800 900
0 5 10 15 20 25
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5
2017 2018 2019 2020
Ribu Transaksi
Thousands
Rp Triliun
RRH Nominal RRH Volume (skala kanan)
- 10 20 30 40 50 60
0 100 200 300 400 500 600 700
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5
2017 2018 2019 2020
Ribu Transaksi
Thousands
Rp Triliun
RRH Nominal RRH Volume (skala kanan)
TRANSAKSI PEMBAYARAN RITEL MENURUN KECUALI UANG ELEKTRONIK
• Sejalan dengan kegiatan ekonomi yang menurun, transaksi nontunai menggunakan ATM, Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) pada April 2020 juga menurun dari -4,72% pada Maret 2020 menjadi -18,96% (yoy)
• Tansaksi UE pada April 2020 tetap tumbuh tinggi mencapai 64,48% (yoy) dan volume transaksi digital banking pada April 2020 tumbuh 37,35% (yoy). Perkembangan ini mengindikasikan menguatnya kebutuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital (EKD), termasuk meningkatnya akseptasi masyarakat terhadap digital payment di tengah penurunan aktivitas ekonomi selama masa PSBB
TRANSAKSI KARTU KREDIT (RERATA HARIAN) TRANSAKSI ATM/D (RERATA HARIAN) TRANSAKSI UANG ELEKTRONIK (RERATA HARIAN)
Sumber: Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia
-50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30
0 200 400 600 800 1.000 1.200
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3
2017 2018 2019 2020
Rp Miliar
Cash Advance
Belanja Pertumbuhan
(skala kanan)
%, yoy
-25 -20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 25
0 5 10 15 20 25
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3
2017 2018 2019 2020
Rp Triliun
Belanja
Tunai Transfer Intra Bank Transfer Inter Bank
Pertumbuhan (skala kanan)
%, yoy
0 100 200 300 400 500
0 100 200 300 400 500 600 700
1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3 5 7 9 11 1 3
2017 2018 2019 2020
Rp Miliar
Transaksi UE Pertumbuhan (skala kanan)
%, yoy
BAURAN KEBIJAKAN
BANK INDONESIA
PENGUATAN BAURAN KEBIJAKAN BI UNTUK MITIGASI DAMPAK COVID-19
RDG 17-18 JUNI 2020 RDG 18-19 MEI 2020
RDG 13-14 APRIL 2020 RDG 19-20 FEB, 2 MARET,
DAN 18-19 MARET 2020
PENURUNAN SUKU BUNGA BI7DRR
SISTEM
PEMBAYARAN STABILISISASI NILAI TUKAR RUPIAH
PELONGGARAN LIKUIDITAS
PASAR UANG DAN VALUTA ASING
PELONGGARAN MAKROPRUDENS IAL
1. BI7DRR turun 25 bps di
Februari menjadi 4,75% dan 25 bps di Maret menjadi 4,50%
2. GWM Rupiah turun 50 bps untuk pembiayaan ekspor- impor, dan perluasan GWM untuk UMKM
3. GWM valas turun dari 8% ke 4% DPK
4. Rekening Rupiah (Vostro) investor asing sebagai underlying DNDF
5. Bank kustodi domestik untuk investor global
6. Triple intervention: spot, DNDF dan pembelian SBN
7. Lelang FX swap dan Repo SBN setiap hari
8. Injeksi melalui operasi moneter 9. Pelonggaran rasio intermediasi
makroprudensial (RIM) 10.Kampanye QRIS ke UMKM,
pasar tradisional, mahasiswa, rumah ibadah
11.Penurunan biaya SKNBI
1. BI7DRRtetap 4,50% untuk stabilitas eksternal
2. Meningkatkan lagi intensitastriple intervention
3. Ekspansi likuiditas melalui term-repo kepada bank dan korporasi
4. PenurunanGWM 200bps untuk BUK dan 50bps untuk BUS/UUS
5. Tidak memberlakukan kewajiban tambahan Giro terkait pemenuhan RIM 6. Menaikkan PLM 200bps
utk BUK dan 50bps utk BUS/UUS
7. Akselerasi elektronifikasi bansos, kampanye pembayaran nontunai, pelonggaran kebijakan kartu kredit
1. BI7DRR tetap 4,50% untuk stabilitas eksternal dan dmendorong pemulihan ekonomi
2. Penguaatan bauran kebijakan dan koordinasi dg Pemerintah
3. Menyediakan likuiditas bagi perbankan dalam restrukturisasi kredit UMKM dan usaha ultra mikro
4. Memperkuat operasi moneter dan pendalaman pasar keuangan syariah melalui instrumen FLisBI, PaSBI, dan SiPA
5. Mempercepat
implementasi ekonomi dan keuangan digital
1. BI7DRR turun 25 bps di menjadi 4,25%
2. Memberikan jasa giro sebesar 1.5%* per tahun kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM
3. Melanjutkan pembelian SUN/SBSN di pasar perdana untuk keperluan pembiayaan defisit APBN 2020
4. Mendorong elektronifikasi jalan tol dengan
mendukung penggunaan UE model nirsentuh 5. Meningkatkan
implementasi QRIS di berbagai sektor
*) dengan bagian yang
diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK bagi BUK, BUS, dan UUS, berlaku mulai 1 Agustus 2020
27
KEPUTUSAN RAPAT DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA 17-18 JUNI 2020
BI 7-Day Reverse Repo Rate
TURUN 25 bps 4,25%
Suku Bunga Deposit Facility (DF)
TURUN 25 bps 3,50%
Suku Bunga Lending Facility (LF)
TURUN 25 bps 5,00%
FOKUS KEBIJAKAN :
Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era COVID-19. Ke depan, Bank Indonesia tetap melihat ruang penurunan suku bunga seiring rendahnya tekanan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi
Di samping langkah-langkah yang telah dilakukan, Bank Indonesia menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melanjutkan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pelonggaran likuiditas (quantitative easing) melalui pembelian SBN dari pasar perdana maupun penyediaan dana likuiditas bagi perbankan untuk kelancaran program restrukturisasi kredit (pembiayaan) dalam
mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional
2. Memberikan jasa giro kepada bank yang memenuhi kewajiban GWM dalam Rupiah baik secara harian dan rata-rata sebesar 1,5%
per tahun dengan bagian yang diperhitungkan untuk mendapat jasa giro sebesar 3% dari DPK, efektif berlaku 1 Agustus 2020 3. Mendorong elektronifikasi jalan tol dengan mendukung penggunaan Uang Elektronik (UE) model nirsentuh, sebagai alternatif
pembayaran khususnya di era kenormalan baru
4. Mendorong aktivitas ekonomi digital melalui perluasan implementasi QRIS di berbagai sektor
Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi erat mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional
Berlaku efektif tanggal 18 Juni 2020 setelah keputusan diumumkan
TERIMA KASIH
Uraian lengkap dapat diperoleh pada publikasi Laporan/Tinjauan Kebijakan Moneter melalui tautan:
http://www.bi.go.id/id/publikasi/kebijakan-moneter/tinjauan/Default.aspx