PERANGKAT LUNAK MONITORING PELANGGARAN SISWA BERBASIS MOBILE
MISDAH 12 142 080
Skripsi ini diajukan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Komputer
FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BINA DARMA
PALEMBANG 2016
i
PERANGKAT LUNAK MONITORING PELANGGARAN SISWA BERBASIS MOBILE
MISDAH 12 142 080
Skripsi ini diajukan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Komputer
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG
2016
ii
PERANGKAT LUNAK MONITORING PELANGGARAN SISWA BERBASIS MOBILE
OLEH : MISDAH 12 142 080
Telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Program Studi Teknik Informatika
Palembang, Februari 2016 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Bina Darma,
Pembimbing I Dekan,
Diana, S.Si ., M.Kom M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D Pembimbing II
Siti Sauda, M.Kom
iii
Pelanggaran siswa merupakan masalah yang ada disekolah. Seperti membolos, berkelahi, merokok, meninggalkan jam sekolah sebelum jam berakhir dan lain- lain. oleh karena itu untuk mempermudah guru, orang tua dan termasuk siswa bisa memonitoring pelanggaran tersebut. Sistem monitoring ini dirancang menggunkan php,html dan mysql. Melalui perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile, yang didesain untuk perangkat lunak java yang mudah diakses dimana saja dan kapanpun bisa diakses. Mobile adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan manusia melakukan mobilitas dengan menggunakan perlengkapan seperti PDA, telepon seluler (handphone). Metode pengembangan perangkat lunak menggunakan metode mobile-D merupakan metodologi pembangunan perangkat lunak yang khusus dirancang untuk pengembangan aplikasi mobile yang didasarkan pada praktek agile. Metode Mobile-D memiliki lima tahapan yakni explore, initialize, productionize, stabilize, system test and fix. Pemanfaatan perangkat lunak mobile ini dapat membantu dalam melaksanakan tugas pengawasan untuk menegakan kedisiplinan siswa dan untuk mempermudah pihak bimbingan konseling (BK) dalam menetukan sanksi pada siswa.
Kata Kunci : Sistem monitoring, mobile, mobile-d
1
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Kedisiplinan siswa merupakan cara utama membentuk siswa pada dunia pendidikan dalam upaya mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan minat, kepribadian dan hasil belajar, mewujudkan peserta didik untuk berperilaku baik dan mentaati tata tertib. Upaya ini secara esensial adalah penataan situasi dan kondisi yang baik dapat dijadikan dasar untuk berprilaku yang berdisiplin diri. Jika siswa dapat mendisiplinkan diri maka secara manusiawi ia memiliki kemampuan untuk berbuat kearah yang lebih baik. Disiplin sekolah kadang kalah diterapkan untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinan, sehingga sering mengalami kesalahan dalam bentuk perlakuan psikologis. Upaya menegakan disiplin sekolah ini memberlakukan sistem monitoring pelanggaran berdasarkan pelanggaran yang dilakukan siswa berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh sekolah.
Monitoring adalah sesuatu yang dilakukan untuk mengawasi siswa/i terhadap pelanggaran-pelanggaran yang ada disekolah SMK Negeri 1 Suak Tapeh.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan penulis jenis tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran adalah : Ketidakhadiran siswa, berkelahi atau bertengkar, merokok disekolah, meninggalkan jam pelajaran sebelum waktunya berakhir,
terlambat datang ke sekolah, tidak berseragam lengkap dan membawa handpone.
Monitoring selama ini dilakukan oleh Guru piket yang bertugas dilapangan yang akan mengawasi siswa dan dari hasilnya dilaporkan ke Guru Bimbingan Konseling (BK) selanjutnya dicatat secara manual hal ini membuat pihak sekolah susah menentukan sudah berapa kali siswa tersebut melakukan kesalahan karena setiap siswa yang melanggar hanya dicatat kedalam buku setelah itu diberikan peringatan atau sanksi berdasarkan pelanggaran. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa/i akan ditindak lanjuti dalam berbagai tingkatan, mulai dari pelanggaran berat dan pelanggaran kecil, misal siswa meninggalkan sekolah sebelum jam pelajaran berakhir tanpa pengetahuan pihak sekolah. Apabila siswa melakukan kesalahan maka akan diberlakukan sistem hitung poin jika siswa berulang kali siswa melakukan kesalahan maka poin tersebut akan bertambah setiap poin akan dibatasi 100 dan akan mendapatkan surat panggilan jika poin melebihi batas yang telah ditentukan oleh pihak sekolah maka siswa akan dikeluarkan dari sekolah.
Dalam memonitoring siswa digunakan perangkat lunak Mobile. Mobile adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan manusia melakukan mobilitas dengan menggunakan perlengkapan seperti Personal Digital Assistant (PDA), telepon seluler (handphone). Dengan menggunakan aplikasi mobile, manusia dapat dengan mudah melakukan berbagai macam aktifitas mulai dari hiburan, berjualan, belajar, mengerjakan pekerjaan kantor, browsing, chatting, email, dan lain sebagainya.
(Yonarisa, 2012). Penulis berharap dapat membantu pihak sekolah dalam mengawasi siswa/i yang melakukan pelanggaran. Sehingga aplikasi yang akan dibangun
dapat digunakan oleh guru Bimbingan Konseling (BK), siswa dan orang tua. Dari latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengangkatnya kedalam sebuah penelitian yang berjudul “PERANGKAT LUNAK MONITORING PELANGGARAN SISWA BERBASIS MOBILE”.
I.2. Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan diangkat oleh penulis berdasarkan dari permasalahan diatas yaitu “Bagaimana membangun perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa menggunakan model pengembangan mobile-D?”
I.3. Batasan Masalah
Batasan masalah yang akan dibahas meliputi :
1. Perangkat yang akan digunakan yaitu menggunakan handpone yaitu handpone yang memiliki web browser.
2. Informasi yang ditampilkan adalah berapa kali siswa tersebut melakukan kesalahan dan tindak lanjut.
3. Penggunanya yaitu Guru Bimbingan Konseling, Siswa dan Orang Tua.
I.4. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
I.4.1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini yaitu membangun perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile dengan menggunakan model pengembangan mobile-D.
I.4.2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penulisan penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Perangkat lunak yang akan dibangun diharapkan bisa membantu dalam melaksanakan tugas pengawasan untuk menegakkan kedisiplinan siswa.
2. Untuk mempermudah pihak bimbingan konseling (BK) dalam menentukan sanksi pada siswa.
3. Menjadikan sarana alternatif bagi pihak sekolah dan orang tua dalam memonitoring siswa.
1.5. Metode Penelitian
1.5.1. Tempat Penelitian
Kegiatan penelitian dilaksanakan SMK N 1 Suak Tapeh yang bertempat dijalan Lintas Palembang Betung Km 51 Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin III.
1.5.2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan selama 4 (empat) bulan, dari bulan Oktober 2015 sampai bulan Januari 2016, selama penelitian ini berlangsung.
1.5.3. Data Penelitian
Adapun data penelitian dalam pembuatan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile sebagai berikut :
a. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari objek yaitu,data siswa,data pelanggaran siswa dan buku pedoman pelanggaran siswa.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dalam penelitian yang menjadi sumber data sekunder adalah jurnal, artikel, serta situs di internet yang berkaitan dalam proses penelitianyang dilakukan.
1.5.4. Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Rekayasa (termasuk penelitian perangkat lunak) yaitu penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis unsur-unsur rancangan yang dipadukan dengan metode ilmiah menjadi suatu model yang memenuhi spesifikasi tertentu. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memeenuhi spesifikasi yang ditentukan, memeilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisiensi,efektif dan dengan biaya yang murah. Penelitian perangkat lunak tersebut dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa.
1.5.5. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah sebagai berikut:
1. Metode observasi yaitu teknik mengumpulkan data dengan cara mengamati secara langsung terhadap objek yang dibahas kemudian melakukan pencatatan.
2. Metode wawancara yaitu melakukan tanya jawab atau wawancara dengan bertatap muka dengan nara sumber misal Guru Bimbingan Konseling (BK).
3. Dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan cara mengamati dan mencatat dokumen-dokumen atau peristiwa yang sudah berlalu.
1.5.6. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan pada sistem pendukung perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa ini menggunakan Mobile-D. Mobile- D adalah metodologi Vertical Threshold Test (VTT) untuk mengembangkan perangkat lunak. Selain pengembangan perangkat lunak mobile, sangat cocok untuk berbagai konteks, misalnya keamanan, keuangan, logistik dan aplikasi simulasi produk.
Sumber: http://agile.vtt.fi/mobiled.html.VVT Electronics. (2006) Gambar 1.1 Mobile-d
Secara garis besar tahap pengembangan mobile-D dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Explore
Tujuan jelajahi fase perencanaan dan pembentukan baru jadi proyek. “sebuah terencana setengah matang” adalah pepatah untuk di ingat juga di konteks pengembangan perangkat lunak. Jelajahi fase dapat tepat waktu terikat untuk yang terakhir fase mobile-D dan juga tumpang tindih dengan 0 iterasi fase.
Adapun tahapan dalam explore yaitu sebagai berikut :
a. Stakeholder Establishment : tahap dimana semua yang relavan kelompok pemangku kepentingan termasuktim proyek itu sendiri, yang diperlukan dalam pembentukan serta dalam tugas yang berbeda dari proyek baru jadi adalah didefinisikan dengan peran dan sumber daya yang relavan. Selain pelanggan kelompok ( didefinisikan dalam pembentukan tugas pola pelanggan), yang pemangku kepentingan di Mobile-D dapat mencakup misalnya, kelompok pengarah, manajemen proyek, kelompok arsitektur, dan spesifikasi proses. Semua stakeholder ini memainkan peran penting dalam tugas-tugas kemudian jelajahi fase dan dalam pelaksanaan proyek.
b. Scope Definition : tahap dimana tujuan dan ruang lingkup baru jadi proyek pengembangan perangkat lunak didefinisikan dan disepakati oleh kelompok stakeholder. Ini termasuk isu-isu seperti persyaratan untuk produk dan timeline proyek.
c. Project Establisment : tahap setujuh isu lingkungan proyek ( fisik dan teknis ) serta personil yang diperlukan dalam pengembangan perangkat lunak.
2. Initialize
Tujuan dari pola fase initialize adalah untuk memungkinkan keberhasilan yang akan datang fase proyek dengan menyiapkan dan memverifikasi semua isu-isu pembangunan yang penting sehingga mereka semua berada dalam kesiapan penuh pada akhir fase untuk menerapkan persyaratan yang akan dipilih oleh pelanggan.
1.6. Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran diatas tujuan dari apa yang penulis uraikan diatas, maka dibuat sistematika penulisan :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini berisi mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini yang dibahas tentang tinjauan umum dari objek yang menjadi penelitian dan penjelasan teori-teori yang sesuai dengan penelitian yang sedang di lakukan.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
Pada bab ini membahas analisis dan perancangan dari sistem yang akan dibangun dan menjelaskan UML, use case, activity diagram, perancangan databases, user interface, perancangan menu-menu dan penjelasan sistem.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini membahas tentang hasil dari pengembangan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile pada SMK Negeri 1 Suak Tapeh dan penjelasan tentang setiap tampilan menu yang ada diperangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini membahas kesimpulan dari keseluruhan penelitian yang dilakukan dan saran-saran yang diharapkan dapat berguna bagi pembaca dan instansi.
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Umum
2.1.1 Sejarah SMK 1 Suak Tapeh
SMK NEGERI 1 Suak Tapeh adalah sekolah menengah kejuruan pertama yang berdiri dikabupaten Banyuasin pada tahun 2009. Sekolah ini terletak dijalan lintas timur palembang betung km.51 desa lubuk lancang kecamatan suak tapeh dengan kode pos 30758. Sekolah ini memiliki tiga (3) jurusan Mekanik Otomotif,Teknik Komputer Jaringan dan Akuntansi Perkantoran. Dengan kepala sekolah Drs.Muhammad Syafwan ,MM. Sekolah ini pertama kali diberi nama Smk N 1 Banyuasin yang berdiri pada tahun 2009 berdasarkan SK Bupati Banyuasin No SK.75 pada tanggal 09/02/2009. Kemudian pada tahun 2010 Smk N 1 Banyuasin ini dirubah menjadi Smk N 1 Betung dengan No SK.474 tahun 2010 tepatnya pada tanggal 12/08/2010. Kemudian pada tahun 2011 sekolah ini barulah diganti menjadi Smk N 1 Suak Tapeh menurut peraturan Bupati Banyuasi dengan No SK.481 tepatnya pada tanggal 14 juli 2011. Sekolah ini telah melakukan akreditasi dengan memperoleh peringkat B, berlaku sampai tahun 2017 .Sekolah ini juga telah meluluskan 4 Angkatan ± 500 orang.
2.1.2 Visi dan Misi
Visi SMK N 1 Suak Tapeh “Menjadikan SMK yang berkualitas, unggul
berlandas imtaq dan iptek serta menghasilakan tamatan yang mampu bersaing ditingkat Nasional dan Global”.
Misi SMK N 1 Suak Tapeh :
1. Meningkatkan kualitas organisai dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan keunggulan dan kompetitif.
2. Meningkatkan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) dalam mencapai komptensi siswa berstandar Nasional atau Internasional.
3. Meningkatkan kualitas Kompetensi guru dan pegawai dalam mewujudkan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
4. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan imtaq dan sikap kemandirian.
5. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung keputusan hak.
6. Meningkatkan Tenaga Kerja yang potensial untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan pada umumnya.
7. Meningkatkan unit kualitas pengelolaan produksi dalam menunjang kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
8. Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan wawasan wisata mandala.
2.1.3. Struktur Organisasi Sekolah
Sumber: TU SMK N1 Suak Tapeh
Gambar 2.1 Stuktur Organisasi Sekolah
2.2. Landasan Teori
2.2.1. Perangkat Lunak
Perangkat perangkat lunak menurut pressman (2001:6), yang dimaksud dengan perangkat lunak adalah :
Kumpulan intruksi (program komputer) yang jika dieksekusi akan
menyediakan fungsi dan daya guna yang diinginkan.
a. Kumpulan struktur data yang memungkinkan program untuk memanipulasi informasi secukupnya.
b. Kumpulan dokumen yang menggambarkan operasi dan penggunaan program
Definisi rekayasa perangkat lunak menurut pressman (2001:20), adalah pembuatan dan penggunaan prinsip-prinsip keahlian teknik untuk mendapatkan perangkat lunak yang ekonomis,handal dan bekerja secara efisien pada mesin yang sesungguhnya.
2.2.2. Monitoring
Monitoring (pemantauan) merupakan sebuah proses penaksiran atau penilaian kualitas kinerja sistem dari waktu ke waktu. Pemantauan ini dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan kegiatan usaha yang mencakup kegiatan sehari hari (Tampubolon, 2005). Pengawasan adalah pengendalian yang dilakukan dengan melaksanakan pemeriksaan, penilaian kemampuan, meningkatkan dan menyempurnakan, baik manajemen maupun bidang operasionalnya (Rusyani, 1997).
Penggunaan sistem monitoring bertujuan untuk dapat mengontrol, mengawasi serta mengecek sejumlah aktivitas yang telah dilakukan (Tan, 2010).
2.2.3. Mobile
Mobile adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan manusia melakukan mobilitas dengan menggunakan perlengkapan seperti PDA, telepon seluler (handphone). Dengan menggunakan aplikasi mobile, manusia dapat dengan mudah melakukan berbagai macam aktifitas mulai dari hiburan, berjualan, belajar,
mengerjakan pekerjaan kantor, browsing, chatting, email, dan lain sebagainya.
(Yonarisa, 2012).
2.2.4. Mobile-D
Mobile-D yang merupakan metode yang khusus dirancang untuk pengembangan aplikasi mobile yang didasarkan pada praktek agile. Karakteristik pada metode mobile-D yaitu skala kecil, perangkat lunak aplikasi yang dikembangkan dalam lingkungan yang sangat dinamis oleh tim kecil menegah, dengan menggunakan pendekatan berorientasi objek, dalam siklus pembangunan yang relatif singkat. Berikut ini adalah fase dari metode pengembagan mobile-D yaitu:
Gambar 2.2 fase Mobile- D dan tahap ; Sumber : ( VTT Electronics , 2006)
Mobile- D telah diterapkan dalam proyek-proyek pembangunan , dan beberapa keuntungan telah diamati , seperti peningkatan visibilitas kemajuan , penemuan sebelumnya dan perbaikan masalah teknis , kerapatan cacat rendah dalam produk akhir , dan kemajuan konstan dalam pembangunan ( Abrahamsson , et al . , 2004) . Aplikasi lain dari metode ini disajikan dalam ( Pikkarainen , Salo , & Still , 2005) dan ( Hulkko & Abrahamsson , 2005).
Kelemahan metode mobile-D ini adalah tidak layak untuk mikro - perusahaan,
atau perusahaan dengan pengalaman yang rendah dalam pengembangan aplikasi mobile, karena perusahaan-perusahaan ini mungkin tidak membentuk perpustakaan komponen dalam rangka untuk berhasil menerapkan software prinsip penggunaan kembali . Ulasan dan pembelajaran sesi dapat ditemukan dalam metodologi sebagai Lokakarya Post- iterasi dan Wrap - up , yang dirancang untuk meningkatkan proses pembangunan dengan mengidentifikasi nya ' kekuatan dan kelemahan , dan untuk berkomunikasi kemajuan dan masalah dalam tim .
2.2.5. Mysql
Beberapa definisi tentang pengertian dan proses cara kerja php MYSQL anatara lain:
Menurut kodir (2010:10), MYSQL tergolong sebagai DBMS (Database Management system). Perangkat lunak ini bermanfaat mengelola data dengan cara yang sangat fleksible dan cepat. Menurut anhar (2010 :21) MYSQL (Mystructure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS dari sekian banyak DBMS. Seperti Oracle, MSQL, Postagre dan lain-lain. MYSQL merupakan DBMS yang Multitread, Multi-User yang bersifat gratis dibwah lisensi GNU General Public Licence (GPL).
2.2.6. Java
Bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Gosling ini diberi nama Oak, namum kemudian diubah menjadi java, Sun pertama kali merilis java versi 1.0 pada 1995. Pada rilis pertama ini Sun menawarkan salah satu kelebihan dari java yaitu, Write Once, Run Anyware (WORA). Dengan merilis java untuk versi windows, Mac
untuk aplikasi console atau desktop saja, tetapi juga sudah menambah ke aplikasi web.
2.2.7. Database
Menurut Anhar (2010, p: 45) Database adalah sekumpulan tabel tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dari field atau kolom. Struktur file yang menyusun sebuah database adalah data record dan field.
2.2.8. UML
Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefiniskan requiment, membuat analisis dan desain, serta mengambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. Pemodelan (modeling) sesunggguhnya digunakan OS Classic, Solaris, dan Linux. Perkembangan java sudah begitu cepat, tidak hanya untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang sedemikian rupa rumit sehingga lebih mudah dipelajari dan dipahami. Sarana berkomunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis, menjabarkan sistem secara rinci untuk analisa dan mencari apa yang diperlukan sistem, mendokumentasikan sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya. (Shalahuddin. 2014:133).
1. Use case Diagram
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lbih aktor dengan sistem informasi yang kan dibuat.
Tabel 2.1.Use case diagram
Simbol Deskripsi
Use case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit- unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal di awal frase nama use case
Aktor / actor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama actor
Asosiasi / association Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case memiliki interaksi dengan actor
Ekstensi / extend Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu mirip dengan prinsip inheritance pada pemrograman berorientasi objek biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan.
1. Activity Diagram
Diagaram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak ang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram
nama use case
nama aktor
<<extend>>
aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Tabel 2.2. Aktivity diagram
Simbol Deskripsi
Status awal Status awal aktivitas sistem sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal.
Aktivitas Aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.
Percabangan Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu Penggabungan Asosiasi penggabungan dima lebih
dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu.
Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir.
Slimlane Memisahkan organisasi bisnis yang
bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi
1.2.9. Buku Pedoman Kedisiplinan Siswa
Tabel 2.3 Jenis Pelanggaran dan Poin Pelanggaran
NO Jenis Pelanggaran Poin
1. Terlambat datang ke sekolah lebih dari 10 menit 3
aktivitas
nama swimlane
2. keluar kelas pada waktu jam pelajaran tanpa izin guru yang mengajar (minggat)
5 3. Tidak memakai atribut sekolah dengan benar dan lengkap 2
4. ikat pinggang tidak hitam 5
5. Kaos kaki tidak putih 5
6. sepatu tidak hitam kecuali jumat dan sabtu 5 7. pakaian bawah (rok) putri diatas lutut/baju terlalu sempit/junkist 6 8. celana putra terlalu sempit/junkist/dipendekan 6 9. Berpakaian tidak rapi (baju dikeluarkan dari celana dan rok) 6 10. Memakai gelang,kalung,anting-anting (putra) 3
11. Memakai kaos oblong/baju luar 3
12. Memakai Sepatu sandal 3
13. Memakai tas dan pakaian sekolah dengan coretan 3
14. Memakai topi bukan topi sekolah 3
15. Membawa kaset vcd/id 5
16. Membawa radio/walkman 5
17. Membawa handphone 5
18. Membawa rokok 10
19. Membawa minuman beralkohol 10
20. Membawa obat-obatan terlarang 10
21. Membawa buku gambar porno dan kaset porno 10
22. Membawa senjata tajam 25
23. Membawa alat-alat lain yang tidak berkaitan dengan belajar mengajar/praktek
10 24. Rambut tidak boleh lebih dari 1,5 cm untuk putra dan ada jebet 13
25. Kuku panjang dan dicat 5
26. Anggota badan ditato dan mewarnai rambut 10
27. Berjudi dan main kartu 30
28. Membolos sekolah 3 hari berturut-turut 2
29. Membolos sekolah 6 hari berturut-turut 2
30. Membolos sekolah 9 hari berturut-turut 2
31. Membolos sekolah 12 hari berturut-turut 4
32. Berbuat keonaran atau melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan citra jelek pada sekolah (baik didalam maupun diluar sekolah)
35
33. Mencuri 35
34. Merusak barang/fasilitas sekolah 35
35. Berkelahi baik didalam maupun diluar sekolah 35 36. Melakukan pemerasan baik disekolah maupun diluar sekolah
(premanisme)
35
2.3. Penelitian Sebelumnya
Adapun penelitian sebelumnya dapat dilihat sebagai berikut :
a. Patmih (2012) Aplikasi Aplikasi penghitung point pelanggaran siswa sebagai sistem pendukung keputusan bagi badan konseling di smk dengan mengunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) yaitu mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut, telah berhasil dan diujicobakan pada SMK N 1 Tanah Grogot. Perangkingan kelas siswa bermasalah dilakukan berdasarkan kriteria pelanggaran perilaku, kebersihan, kerajinan, kedisiplinan dan kerapian. Berdasarkan analisa hasil, sistem pendukung keputusan ini bisa dimanfaatkan pada sekolah menengah kejuruan sebagai sistem bantu bagi
b. Badan Konseling Sekolah dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Sistem mampu mampu membantu Guru Badan Konseling untuk mencari siswa dan kelas yang paling bermasalah dan harus mendapatkan layanan konseling.
c. Dewi (2013) Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa student monitoring system ini dapat diimplementasikan dengan baik dalam bentuk aplikasi J2ME pada perangkat mobile yang menyediakan informasi bagi orang tua mengenai nilai, absensi, pelanggaran dan data keuangan siswa. Library NuSOAP digunakan untuk mengirim dan menerima pesan SOAP. NuSOAP menyediakan berbagai fungsi server maupun client yang diimplementasikan dalam PHP. Untuk akses J2ME ke web service digunakan
library JSR 172 yang mendefinisikan web service API yaitu fungsi-fungsi dasar yang digunakan dalam web service client.
22
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN
3.1. Explore
Penulis melakukan perencanaan mengenai pembangunan perangkat lunak yang akan dibuat dalam aplikasi monitoring siswa berbasis mobile pada SMK N 1 Suak Tapeh. Adapun tahapan pada explore sebagai berikut :
1. Stakeholder establishment, terdiri dari :
a. SMK N 1 Suak Tapeh adalah tempat untuk mengambil data-data untuk membangun perangkat lunak memonitoring siswa yang akan diperlukan.
b. Penulis akan melakukan semua kegiatan untuk membangun perangkat luanak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile pada SMK N 1 Suak Tapeh di Banyuasin III.
2. Scope definition. Berikut ini adalah tahapan yang dilakukan adalah :
a. Menentukan waktu dalam membangun perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile pada SMK N 1 Suak Tapeh di Banyuasin III.
b. Perangkat lunak Sistem monitoring pelanggaran siswa SMK di Suak Tapeh yang akan dibangun ini berbasis mobile dengan sistem pendukung yaitu sistem operasi android, blackberry, iOs, dan Windows Phone.
3. Project establishment. Selanjutnya penulis akan melakukan pada tahapan project establishment sebagai berikut :
a. Pada pembangunan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile ini menggunakan PHP, HTML5, CSS, dan javascript.
b. Penulis mempersiapkan data-data pelanggaran siswa SMK N 1 Suak Tapeh di Banyuasin III yang diambil dari SMK N 1 Suak Tapeh di Banyuasin, yang berkaitan dengan jenis informasi yang penulis butuhkan.
Gambar 3.1 : File Sekolah Tabel 3.1 : Tabel schedule
NO Rencana Kegiatan
Jadwal Kegiatan
Oktober 2015
November
2015 Desember 2015
Janua ri 2016
1. Explore 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
a. Merencanakan b. Mendefinisikan 2. Initialize
a. Mencari data-data b. Mempersiapkan
Pembangunan 3. Productionize
a. Menentukan hari perencanaan
b. Merencanakan Hari Kerja c. Merencanakan Hari Rilis
4. Stabilize
a. Hari Perencanaan b. Hari Kerja c. Dokumentasi 5. System test and fix
a. Melakukan sistem tes b. Melakukan Perencanaan c. Hari Kerja
d. Hari Rilis
Keterangan : Sudah dilakukan Keterangan : Belum dilakukan
3.2. Initialize
Penulis mempersiapkan semua sumber daya baik fisik dan teknis, yaitu mempersiapkan :
1. Mempersiapkan Software yang akan digunakan.
2. Mempersipakan data-data pelanggaran SMK N 1 Suak Tapeh yang diambil dari SMK Negeri di Banyuasin III, yang berkaitan dengan jenis informasi yang penulis butuhkan.
3. Mempersiapkan Hardware.
Hardware yang digunakan harus menunjang pembangunan perangkat lunak monitoring siswa berbasis mobile pada sistem SMK N 1 Suak Tapeh di Banyuasin, adapun hadware yang digunakan sebagai berikut :
a. Laptop Acer Aspire 4732Z, dengan RAM 1 GB, processor intel pentium inside T4300(2.1 GHz, 800 MHz FSB), intel GMA 4500M, 1GB memory, 160 GB HDD, multi in-1 card reader.
b. Handpone Android Oppo Smartphone R827, OS Jellybean, processor MTK
6582 Quad Core 1,3 Ghz, RAM 1GB, Internal 8GB.
c. Data-data tentang informasi pelanggaran siswa di dapat dari buku pembinaan kedisiplinan siswa terkhusus pada SMK NEGERI 1 BANYUASIN.
Tahapan selanjutnya penulis akan melakukan tahapan pada initialize yaitu : 1. Project set-up
Dalam tahapan ini, Penulis mempersiapkan PHP, HTML5, CSS, dan javascript yang akan di instal pada laptop yaitu sebagai berikut.
Gambar 3.2: proses instalasi Dreamweaver 2. Planning day.
Adapun tahapan yang dilakukan pada planning day yaitu :
a. Penulis mengelompokkan data-data yang didapat sesuai dengan isi perangkat lunak yang akan dibangun.
b. Penulis mempersiapkan coding yang dibuat dalam bentuk pseudocode.
Pseudocode bukanlah kode program yang sebenarnya, melainkan dengan menggunakan simbol-simbol yang mirip atau kode program yang ditulis dengan menggunakan suatu bahasa pemograman tertentu (Rahmat, 2010).
c. Penulis membuat jadwal pembangunan sistem monitoring pelanggran siswa , yaitu :
1. Oktober penulis membuat surat izin untuk melakukan penelitian dan setelah surat keluar penulis memasukan surat izin ke SMK Negeri 1 Suak Tapeh.
2. November penulis mengumpulkan data-data dan mengelompokkan data tersebut untuk mempermudah saat pembangunan perangkat lunak ini 3. Desember penulis melakukan perancangan user interface pada sistem
informasi pelanggaran siswa SMK Negeri 1 Suak Tapeh.
4. Januari penulis melakukan pengcodingan yang sudah dirancangan sampai selesai, kemudian melakukan system test and fix terhadap perangkat lunak yang telah dibangun.
3. Hari Percobaan (Working Day dan Release Day).
Penulis membuat perancangan sistem pelanggaran siswa berbasis mobile pada SMK Negeri 1 Suak Tapeh. Adapun tahapan dalam perancangan model sistem untuk perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile pada SMK Negeri 1 Suak Tapeh menggunakan UML yang terdiri dari use case diagram, diagram activity, rancangan database, rancangan antar muka.
a. Use case diagram.
Berikut use case diagram yang menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh sistem dengan pengguna :
Gambar 3.3 : use case diagrams b. Diagram Activity
Gambar 3.4 : Diagram activity a. Rancangan Basis Data
Rancangan basis data untuk perangkat lunak yang akan dibangun ini terdiri dari jenis-pelanggaran, pelanggaran, pengguna, siswa, surat, dan wali.
user login
keluar lihat pelanggaran
lihat profil
ubah password masukkan password baru
jadwal pengisian data pelanggaran
propil siswa identitas siwa
wali siswa
jenis
halaman dashboard
pelanggaran
surat keluar
admin login
1. Rancangan tabel Jenis.
Pada tabel jenis terdiri dari :
a. Id_jenis, yang merupakan atribut.
b. Nama, merupakan nama dari sekolah
c. Point, merupakan berapa banyak pelanggaran.
Tabel 3.3 : jenis pelanggaran
No Nama Type Size Keterangan
1 Id_jenis Int 4 Primary Key
2 Nama Text
3 Point Int 3
2. Rancangan Tabel Pelanggaran Pada tabel Pelanggaran terdiri dari :
a. Id_Pelanggarn, yang merupakan atribut.
b. Nis, merupakan nomor induk siswa.
c. Id_jenis, yaitu nomr dari jenis pelanggaran.
d. Tanggal, merupakan waktu pelanggaran terjadi.
e. Keterangan, berdasarkan kesalahan yang dilakukan.
Tabel 3.4 : Tabel pelanggaran
No Nama Type Size Keterangan
1 Id_pelanggaran Int 4 Primary Key
2 Nis Varchar 30
3 Id_jenis Int 4
4 Tanggal Date
5 Keterangan Text
3. Rancangan tabel Pengguna Pada tabel akreditasi terdiri dari : a. User_id, yang merupakan atribut.
b. Pass_id, password yang digunakan untuk masuk perangkat lunak.
c. Level, yaitu berdasarkan siswa atau adminbk.
Tabel 3.5 : Tabel Pengguna
No Nama Type Size Keterangan
1 User_id Varchar 20
2 Pass_id Varchar 200
3 Level Varchar 20
4. Rancangan Tabel Siswa
Pada tabel akreditasi terdiri dari : a. Nis, merupakan nomr induk siswa.
b. Nama, nama siswa yang melakukan pelanggaran.
c. Jenis_kelamin, merupakan jenis kelamin dari siswa.
d. Alamat, merupakan tempat tinggal atau alamat siswa.
e. Id-wali, id dari wali siswa.
Tabel 3.6 : Tabel Siswa
No Nama Type Size Keterangan
1 Nis Vachar 50
2 Nama Varchar 200
3 Jenis_kelamin Varchar 20
4 Alamat Text
5 Id_wali Int 4
5. Rancangan Tabel Surat
Pada tabel akreditasi terdiri dari : a. Id_surat, yang merupakan atribut.
b. No_surat merupakan nomor dari surat pelanggaran.
d. Nis, Merupakan nomor induk siswa.
Tabel 3.7 : Tabel Surat
No Nama Type Size Keterangan
1 Id_surat Int 4 Primary Key
2 No_surat Varchar 100
3 Nis Varchar 30
4 Tanggal Date
5 Alasan Text
6. Rancangan Tabel Wali Pada tabel wali terdiri dari :
a. Id_wali, yang merupakan atribut.
b. Nama, nama walim dari anak.
c. Jenis_kelamin yaitu jenis kelamin wali siswa.
d. Alamat, tempat tinggal wali siswa.
e. Telepon, nomor telepon wali.
f. Pekerjaan, merupakan mata pencarian dari wali.
Tabel 3.8 : Tabel Wali
No Nama Type Size Keterangan
1 Id_wali Int 4 Primary Key
2 Nama Varchar 100
3 Jenis-Kelamin Varchar 20
4 Alamat Text
5 Telepon Varchar 15
6 Pekerjaan Varchar 100
d. Rancangan Antar Muka.
Rancangan Antar Muka memperlihatkan tampilan dari perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasi mobile sebagai berikut :
A. Rancangan Antar Muka Admin 1. Pada gambar 3.5 adalah tampilan awal.
Gambar 3.5 : Tampilan Menu Awal
2. Rancangan Menu Dasboard. gambar 3.6 dalam menu ini hanya menampilkan halaman utama.
Gambar 3.6 : Tampilan Menu Dasboard
Dasboard Wali Siswa jenis Pelanggaran Surat Keluar
SMK Negeri 1 Suak Tapeh Please
Login
**********
**********
Login
SMK Negeri 1 Suak Tapeh
Dasboard Wali Siswa jenis
Pelanggaran Surat Keluar
SMK BISA
3. Rancangan Menu Wali. gambar 3.7 dalam menu ini menampilkan cara Form Biodata wali.
Form Wali Siswa || Lihat Data Wali
Gambar 3.7 : Tampilan Menu Wali
4. Rancangan Menu Siswa Gambar. 3.8 dalam menu ini yaitu dimana admin akan menginputkan data siswa yang melakukan pelanggaran.
Gambar 3.8 : Tampilan Menu Siswa
5. Rancangan Menu Jenis Gambar. 3.9 Dalam menu ini admin akan menginputkan pelanggaran apa saja yang dilanggar oleh siswa dan berapa jumlah point pelanggaran yang dilak
Form Jenis Pelanggaran || Lihat Data Jenis Pelanggaran
Gambar 3.9: Tampilan Menu Jenis
Nama Jenis_kelamin
Alamat Telepon
Pekerjaan Submit
NIS Nama Jenis_kelamin Alamat Nama_wali
Submit
Submit SMK Negeri 1 Suak
Tapeh
SMK Negeri 1 Suak Tapeh
SMK Negeri 1 Suak Tapeh
Nama Pelanggaran Point Pelanggaran
6. Rancangan Menu Pelanggaran Gambar. 3.10 Dalam form ini admin akan melihat siapa saja yang sudah melakukan pelanggaran dan sudah berapa banyak pelanggaran dilakukan .
Form Pelanggaran Siswa || Lihat Data Pelanggaran Siswa
Gambar 3.10: Tampilan Menu Pelanggaran
7. Rancangan Menu Surat Gambar. 3.11 Dalam form ini yaitu surat panggilan kepada wali siswa.
Form Surat || Lihat Data Surat
Gambar 3.11 : Tampilan Menu surat Submit
Tanggal Nomor Surat
Nama- Siswa Alasan Mengirim Surat
Submit
SMK Negeri 1 Suak Tapeh
Siswa
Jenis Pelanggaran Tanggal
Keterangan
SMK Negeri 1 Suak Tapeh
B. Rancangan Antar Muka Siwa
a. Form login pada tampilan awal pada perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
Gambar 3.12: Tampilan Form login
b. Rancangan menu yang ada dalam perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
Gambar 3.13: Tampilan Form Menu
2016 SMKN1 Suak Tapeh Form Login
Masukan Username Masukan Password
Lihat Pelanggaran >
Jenis Pelanggaran >
Lihat Profil >
Ubah Password >
Keluar
Monitoring Pelanggaran Login Sekarang
2016 SMKN1 Suak Tapeh
a. Menu Pelanggaran adalah menu yang untuk melihat pelanggaran yang telah dilakukan oleh pengguna selama pertahun.
Gambar 3.14: Tampilan Form Pelanggaran
b. Tampilan Pada Menu Jenis Pelanggaran yaitu apa bila pengguna ingin melihat jenis pelanggaran dan poin yang ada pada peraturan sekolah maka dia akan melihat semua peraturan yang telah dibuat disekolah.
Gambar 3.15: Tampilan Form Jenis Pelanggaran
Pelanggaran
Masukan Tahun
Tampilkan Data
2016 SMKN1 Suak Tapeh
# Jenis Pelanggaran poin 1. Terlambat datang
kesekolah
2
2. Meninggalkan jam belajar tanpa izin
3
3. Tidak melakukan tugas piket
1
Jenis Pelanggaran
2016 SMKN1 Suak Tapeh
a. Menu lihat Profil yaitu berdasarkan pengguna yang login menggunakan perangkat lunak ini maka akan muncul identititas dari pengguna.
Gambar 3.16: Tampilan Form Profil
b. Menu Rubah password yaitu dimana pengguna akan merubah password sesuai yang diinginkan agar orang lain tidak bisa menggunakan perangkat ini tanpa mengetahui penngguna sebenarnya.
Gambar 3.17: Tampilan Rubah Password
NIS 101010 NAMA Mira Santika Jenis Kelamin Perempuan Alamat
Jalan irigasi no.86 pakjo palembang Nama Wali
Nasrullah
Profil Anda
2016 SMKN1 Suak Tapeh
Ubah Password
Masukan Password Baru
Simpan Data
2016 SMKN1 Suak Tapeh
C. Rancangan Antar Muka Wali
a. Form login pada tampilan awal pada perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
Gambar 3.18 : Tampilan Menu login
b. Rancangan menu yang ada dalam perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
Gambar 3.19 : Tampilan Menu Navigasi
Form Login Masukan username Masukan password Login sekarang
2016 SMKN1 Suak Tapeh
Lihat pelanggaran Jenis pelanggaran
Lihat profil Rubah password
keluar Monitoring pelanggaran
2016 SMKN1 Suak
a. Menu Pelanggaran adalah menu yang untuk melihat pelanggaran yang telah dilakukan oleh pengguna selama pertahun.
Gambar 3.20: Tampilan Menu Pelanggaran
b. Tampilan Pada Menu Jenis Pelanggaran yaitu apa bila pengguna ingin melihat jenis pelanggaran dan poin yang ada pada peraturan sekolah maka dia akan melihat semua peraturan yang telah dibuat disekolah.
Gambar 3.21 : Tampilan Menu Jenis
Pelanggaran Pilih siswa
Tahun Tampilkan data
2016 SMKN1 Suak Tapeh
# Jenis Pelanggaran poin 1. Terlambat datang
kesekolah
2
2. Meninggalkan jam belajar tanpa izin
3
3. Tidak melakukan tugas piket
1
Jenis pelanggaran
a. Menu lihat Profil yaitu berdasarkan pengguna yang login menggunakan perangkat lunak ini maka akan muncul identititas dari pengguna.
Gambar 3.21 : Tampilan Profil Gambar 3.22: Tampilan Menu Profil
b. Menu Rubah password yaitu dimana pengguna akan merubah password sesuai yang diinginkan agar orang lain tidak bisa menggunakan perangkat ini tanpa mengetahui penngguna sebenarnya.
Gambar 3.23 : Tampilan Ubah Password
NAMA Nasrullah Jenis Kelamin Laki-laki Alamat
Jalan irigasi no.86 pakjo palembang Pekerjaan
Wiraswasta
Profil Wali
Ubah Password
Masukan Password Baru
Simpan Data
40
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4
.1. Productionize
Terdapat tiga tahapan dalam productionize yaitu terdiri dari : 1. Planning Day
Penulis memilihkan dan menginputkan data-data yang sudah didapatkan ke dalam perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
2. Working Day
Penulis mencari coding program sesuai dengan rencana pembuatan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa.
Gambar 4.1 : Coding login menu 3. Release Day
Penulis mengumpulkan coding program yang kemungkinan tidak terjadi error dan menangani setiap kesalahan dalam pembuatan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa.
4.2. Stabilize
Pada tahapan stabilize terdapat empat tahapan yaitu : 1. Planning Day
Penulis melengkapi data-data isi perangkat lunak, penulis melakukan tes penggunaan, yaitu apakah ada terjadinya error dan didokumentasikan, tes di lakukan ripple emulator.
2. Working Day
Tahapan yang dilakukan pada working day adalah :
a. Memecahkan masalah dalam pembuatan monitoring pelanggaran siswa yakni setiap kesalahan coding yang terjadi maka akan dilakukan perbaikan.
b. Sebelum coding dilakukan, penulis menulis coding di tempat lain (ditulis sebelum kode program dijalankan pada ripprle emulator).
c. Kegiatan memulai pembuatan monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
Gambar 4.2 : Coding pemrograman indek
d. Hasil tampilan login monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
e. masuk ke perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile dan mulai meng-inputkan data siswa .
4.5. Tampilan Menu Dasboard
Gambar 4.5 : Tampilan Menu Dasboard
Tampilan Menu Dasboard yaitu menampilkan menu navigasi yaitu wali, siswa, jenis, pelanggaran, surat dan keluar. Menu navigasi tersebut digunakan untuk meng-inputkan data sesuai dengan fungsi pearangkat lunak monitoring pelanggaran siswa.
4.6. Tampilan Menu wali
Gambar 4.6 : Tampilan Menu Wali
Tampilan menu wali ini digunakan untuk meng-inputkan data wali siswa yang melakukan pelanggaran disekolah yang berisikan nama wali, jenis kelamin, alamat, telepon dan pekerjaan.
4.7. Tampilan Menu Siswa
Gambar 4.7 : Tampilan Menu Siswa
Pada menu siswa ini digunakan untuk menginputkan data siswa yang melanggar peraturan sekolah yang berisiskan Nis , Nama ,Jenis_ Kelamin , Alamat dan Nama_Wali.
4.8. Tampilan menu jenis
Gambar 4.8 : Tampilan Menu Jenis
Menu jenis digunakan untuk menginputkan pelanggaran dan poin pelanggaran berdasarkan pelanggaran yang siswa langgar disekolah yang terdiri dari nama pelanggaran , poin pelanggaran dan lihat data jenis pelanggaran.
4.9. Tampilan Menu Pelanggaran
Gambar 4.9 : Tampilan Menu Pelanggaran
Pada menu pelanggaran ini digunakan untuk menginputkan data jenis pelanggaran setelah admin meng-inputkan data wali, siswa , dan jenis. Menu ini terdiri dari siswa , jenis_ pelanggaran , tanggal dan lihat data pelanggaran siswa.
4.10. Tampilan Menu Surat
Gambar 4.10 : Tampilan Menu Surat
Pada menu surat ini digunakan untuk meng-input surat bagi siswa yang melanggar peraturan mencapai batas poin yang telah ditentukan maka siswa akan mendapatkan suarat panggilan wali siswa. Menu ini terdiri dari No_ Surat , Tanggal , Nama_Siswa dan Alasan Pengiriman Surat.
4.3. System test and fix
Dalam langkah ini penulis melihat bagaimana perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile menghasilkan fungsi yang benar, dan telah memperbaiki kekurangan yang ditemukan. Pada tahapan yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut :
1. System test
Melaksanakan pengujian apakah terdapat kesalahan yang terjadi pada perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa, penulis melakukan test pada emulator.
2. Planning day
Meningkatkan kualitas pada perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa agar sesuai dengan kebutuhan penulis yang rencanakan dan memperbaiki terjadinya error saat test perangkat lunak.
3. Working day
Penulis melakukan perbaikan pada perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa agar sesuai dengan rencana yang disusun oleh penulis.
4. Release day
Adapun tahapan yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut :
a. Mempersiapkan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa yang telah selesai.
Gambar 4.11 : file monitoring_pelanggaran.apk
b. Masukkan monitoring_pelanggaran.apk pada smartphone
Gambar 4.12 : masukkan monitoring_pelanggaran.apk
c. Perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa telah terinstal dan siap digunakan.
4.13 Tampilan Awal login siswa
Gambar 4.13 : Tampilan Menu Awal
Pada tampilan menu awal terdapat menu login siswa dengan memasukan username dan password untuk mulai memonitoring pelanggaran yang telah dilakukan disekolah.
4.14. Tampilan Menu Navigasi
Gambar 4.14 : Tampilan Menu Navigasi
Pada halaman menu navigasi terdapat banyak menu pilihan untuk memulai memonitoring pelanggaran siswa yaitu terdiri dari lihat pelanggaran , jenis pelanggaran , lihat profil , ubah password dan keluar.
4.15. Tampilan Menu Pelanggaran
Gambar 4.15 : Tampilan Menu Pelanggaran
Tampilan menu pelanggaran ini untuk melihat pelanggaran dimulai dari jadwal pengisian tahun ke- berapa, maka akan tampil beberapa pelanggaran siswa yang telah dilakukan disekolah.
4.16. Tampilan Data Pelanggaran
Gambar 4.16 : Tampilan Menu Data Pelanggaran
Pada tampilan menu data pelanggaran terdapat informasi pelanggaran beserta poin pelanggaran dan jumlah poin.
4.17. Tampilan Menu Jenis Pelanggaran
Gambar 4.17 : Tampilan Menu Jenis Pelanggaran
Pada tampilan menu jenis pelanggaran ini hanya menampilkan jenis pelanggaran dan poin pelanggaran yang bisa dilihat oleh pengguna untuk mengetahui pelanggaran apa saja yang diterapkan pada sekolah.
4.18. Tampilan Menu Profil
Gambar 4.18 : Tampilan Menu Profil
Pada tampilan menu profil yaitu hanya menampilkan data siswa seperti Nis , Nama , Jenis_Kelamin , Alamat dan Nama-Wali.
4.19. Tampilan Rubah Password
Gambar 4.19 : Tampilan Menu Rubah Password
Pada tampilan rubah password ini hanya untuk merubah password sesuai dengan keinginan pengguna untuk menghindari penyalagunaan pada perangkat lunak ini.
4.20 . Tampilan Awal login wali
Gambar 4.20 : Tampilan Awal
Pada tampilan menu awal terdapat menu login wali dengan memasukan nomor handpone sebagai username dan password untuk mulai memonitoring pelanggaran yang telah yang telah dilakukan siswa.
4.21. Tampilan Menu Navigasi
Gambar 4.21 : Tampilan Menu Navigasi
Pada halaman menu navigasi terdapat banyak menu pilihan untuk memulai memonitoring pelanggaran siswa yaitu terdiri dari lihat pelanggaran , jenis pelanggaran , lihat profil , ubah password dan keluar.
4.22. Tampilan Menu Pelanggaran
Gambar 4.22 : Tampilan Menu Pelanggaran
Tampilan menu pelanggaran ini untuk melihat pelanggaran siwa dari wali siswa setelah memilih nama siswa maka akan tampil beberapa pelanggaran siswa yang telah dilakukan disekolah.
4.23. Tampilan Data Pelanggaran
Gambar 4.23 : Tampilan Menu Data Pelanggaran
Pada tampilan menu data pelanggaran terdapat informasi pelanggaran beserta poin pelanggaran dan jumlah poin.
4.24. Tampilan Menu Jenis Pelanggaran
Gambar 4.24 : Tampilan Menu Jenis Pelanggaran
Pada tampilan menu jenis pelanggaran ini hanya menampilkan jenis pelanggaran, poin dan sanksi pelanggaran yang bisa dilihat oleh pengguna untuk mengetahui pelanggaran apa saja yang diterapkan pada sekolah.
4.25. Tampilan Menu Profil
Gambar 4.25 : Tampilan Menu Profil
Pada tampilan menu profil yaitu hanya menampilkan data wali seperti nama, jenis_kelamin, alamat dan pekerjaan.
4.26. Tampilan Menu Profil
Gambar 4.26 : Tampilan Menu Rubah Password
Pada tampilan rubah password ini hanya untuk merubah password sesuai dengan keinginan pengguna untuk menghindari penyalagunaan pada perangkat lunak ini.
Pada tampilan menu jenis pelanggaran ini hanya menampilkan jenis pelanggaran, poin dan sanksi pelanggaran yang bisa dilihat oleh pengguna untuk mengetahui pelanggaran apa saja yang diterapkan pada sekolah.
4.27. Tampilan Menu Profil
Gambar 4.25 : Tampilan Menu Profil
Pada tampilan menu profil yaitu hanya menampilkan data wali seperti nama, jenis_kelamin, alamat dan pekerjaan.
4.28. Tampilan Menu Profil
Gambar 4.26 : Tampilan Menu Rubah Password
Pada tampilan rubah password ini hanya untuk merubah password sesuai dengan keinginan pengguna untuk menghindari penyalagunaan pada perangkat lunak ini.
55
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari penelitian yang telah dilaksanakan dan sudah diuraikan dalam perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile menggunakan metode pengembangan Mobile-D, dapat disimpulkan bahwa :
1. Penelitian ini menghasilkan perangkat lunak monitoring pelanggaran siswa berbasis mobile.
2. Perangkat lunak ini dapat membantu pihak sekolah dan orang tua dalam memonitoring siswa yang melanggar peraturan siswa dengan cepat dibandingkan dengan sistem yang lama
3. Dengan mengimplementasikan metode Mobile-D dapat membantu penulis dalam membangun perangkat lunak dengan lebih terstuktur.
5.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka saran yang dapat penulis sampaikan antara lain:
1. Diharapkan untuk pengembangan perangkat lunak ini dapat dikembangkan dengan fitur-fitur baru agar lebih menarik dan mudah untuk dioperasikan.
2. Diharapkan perangkat lunak ini dapat dikembangkan lagi dengan baik pada smartphone dengan sistem operasi lainnya.
56
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir. 2010. Pengenalan Sistem Informasi. Andi. Yogyakarta Anhar. 2010. PHP & MySql Secara Otodidak. Jakarta: PT TransMedia
Arif fadhilah cahyadi.(2011). “Perancangan sistem informasi monitoring akademik SMP N 72 jakata pusat berbasis web”.
A.S, Rosa, dan M. Shalahuddin. 2014. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan berorientasi Objek. Bandung: Informatika Bandung.
Dafit Nurhidayanto.(2013) . Vol 2 No 1 – Maret 2013 ISSN: 2302-1136 - seruniid.unsa.ac.idPerancangan sistem informasi tata tertib siswa pada smp negeri 1 jepara dengan menggunakan sms gateway.
Dewi, Hendry & Ramos.(2013) jdc,vol.2,no 1,maret 2013. “student monitoring sistem pada j2me,menggunakan web service(smk telekomunikasi tunas harapan tengaran”.
Fandi Setyo Prambudi.(2012). Sistem Informasi Monitoring Siswa Bermasalah Berbasis Web dan SMS Gateway (Studi Kasus : SMA Negeri 2 Trenggalek).
Presman, Roger S. (2001). Sofware Engineering A Practiioner’s Approach. New York: MsGraw – Hill.
Robert Tampubolon. 2005. Risk And System Based Internal Audit. Jakarta : PT Elexmedia Komputindo.
Rusyani, R. Tabrani. 1997. Manajemen Pendidikan, Media Pustaka. Bandung Tan, Anton. 2010. Becoming The Best Salespeople. PT. Elex Media Komputindo.
Jakarta
Wandy Damarullah.(2013).Jurnal SCRIPT Vol. 1 No. 1 Desember 2013 ISSN:2338-6304 Aplikasi penegenalan dan pembelajaran Bahasa korea (hangeul) berbasis android.
Yonarisa, F. 2012. Mobile Apps. http://blog.akakom.ac.id/faridayonarisa/2012/09/
07 /mobile-apps