Pedoman Akademik UNESCO-IHE
Divisi Pendidkan & Kajian Ilmiah Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
Adrian Promediaz Hayyu Alynda Albert Santoso
Achmadnoer Sukma Wicaksana Ryan Adilardi Prakoso Muhammad Ridho Said
Ayu Dwi Ningrum
Oktober 2017
Daftar Isi
1 Pembukaan 3
2 Sistem Perkuliahan & Ujian 3
3 Fasilitas Kampus & Penunjang Perkuliahan 3
4 Tips Kuliah di UNESCO-IHE 5
4.1 Master Student . . . 5 4.2 PhD Fellow . . . 6
5 Modern Migration Policy Act 6
6 Penutup 6
A Kalender Akademik UNESCO IHE 2017/2019 7
Daftar Gambar
1 Pembukaan
Selamat ya, kamu sudah berhasil masuk ke kampus UNESCO-IHE! Jangan kaget saat Introduction Week, kamu bakal dikasih segabreg kegiatan, perkenalan tentang Delft dan Dutch culture, plus game simulasi water governance seru. Di Introduction week ini, kamu distimulasi untuk mulai terbiasa dengan diskusi, teamwork, dan critical thinking karena inilah dasar dari pelajaranmu 18 bulan ke depannya. Oh iya, di akhir minggu selalu ada jalan-jalan asyik bareng yang berkesan banget.
2 Sistem Perkuliahan & Ujian
Sistem akademik di UNESCO-IHE menggunakan modul yang jumlahnya ada 14 modul dan 6 bulan masa tesis sehingga total lama studi 18 bulan. Lamanya satu modul itu tiga minggu, kecuali summer course (1 ECTS) yang cuma seminggu dan modul persiapan tesis selama lima minggu (9 ECTS). Setiap dua modul selesai diikuti dengan exam week, yang umumnya ujian pada hari selasa untuk modul pertama dan kamis untuk modul kedua. Kalau di Indonesia ada kredit nilai sistem SKS, disini disebut ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System). Satu modul umumnya bernilai 5 ECTS dan untuk lulus dibutuhkan 106 ECTS.
3 Fasilitas Kampus & Penunjang Perkuliahan
Apa saja basic kit buat memulai hidupmu sebagai mahasiswa baru di UNESCO-IHE?
1. Kartu ID UNESCO-IHE
Tanpa kartu ini Kamu ngga bisa masuk kampus lho, jaga baik-baik. Kartu ID dipakai juga buat meng- gunakan mesin fotokopi. Ada juga kartu registrasi yang dikasihnya nanti setelah foto di kampus. Kartu registrasi dipakai buat tanda pengenal pas ujian.
2. Laptop spesial UNESCO-IHE
Dengan berat mencapai 2.45 kg (yang rasanya kayak 5 kg), ini adalah laptop wajib yang dipinjamkan selama kita kuliah disini. Deposit EUR300 dicicil 3 bulan yang bisa dikembalikan saat lulus atau bisa juga dibawa pulang ke Indonesia dengan harga EUR300. Jika laptopmu rusak, jangan khawatir, divisi IT di kampus siap membantu. Laptop ini dilengkapi fasilitas UNESCO-IHE VPN yang berfungsi untuk koneksi CLab beberapa software modelling, juga untuk fasilitas lainnya. Software built-in sudah dis- esuaikan dengan kebutuhan perkuliahan, seperti Ms Office, QGIS, R, dan dilengkapi antivirus. Untuk ngeprint juga harus pakai laptop ini, tinggal pilih print ke printer ”Participants on vp-mfc-1” langsung menyambung ke semua mesin fotokopi di UNESCO-IHE, atau kalau lagi di luar kampus mau ngeprint harus konek dulu ke UNESCO-IHE VPN. Kalau Kamu mau membawa laptop sendiri yang lebih ringan atau MacBook misalnya, boleh saja tapi nantinya tetap saja harus pakai laptop spesial ini untuk kuliah yang terkait dengan software tertentu.
3. Email UNESCO-IHE
Saat Kamu menerima berkas practical guide, jaket, dan lain-lainnya dari Socio-Cultural Officer pas per- tama kali datang ke UNESCO-IHE, Kamu juga diberikan login name dan password. Alamat emailmu berdasarkan login name ini yang terdiri dari lima huruf pertama nama belakangmu dan satu angka, misal [email protected], yang dipakai untuk segala urusan terkait perkuliahan. Untuk membuka emailmu, buka https://webmail.ihe.nl/ lalu isikan username/login name dan password. Sejak Introduc- tion week, segala informasi dari UNESCO-IHE dikirimkan lewat email ini, maka harus selalu rajin cek email. Login name dan password ini dipakai juga buat koneksi internet di seluruh dunia yang nama WiFi hotspot access-nya ”eduroam”. Untuk konek ke UNESCO-IHE VPN, pakai juga login dan password ini.
4. eCampusXL/Moodle
Sistem perkuliahan di UNESCO-IHE sangat mengandalkan virtual learning environment yang diakses melalui alamat https://ecampusxl.unesco-ihe.org// yang lebih dikenal dengan nama Moodle. Disini Kamu bisa mengakses modul perkuliahanmu, jadwal kuliah, segala aturan terkait exam dan lainnya, nama-nama pengajar dan partisipan, untuk upload tugas, juga agenda kegiatan. Kamu bisa edit profilmu di menu My profile settings. Jadwal kuliah didownload dari menu My Home, masuk ke Calendar, schedules, handbooks, programme overviews. Dari link itu juga bisa didownload aturan-aturan kuliah dan overview programmes. Setiap modul diberikan keterangan lengkap di eCampusXL, dan ini penting untuk dipelajari sebelum memulai kuliah. Apa saja keterangan yang diberikan?
• Learning objectives
• Cara penilaian dan bobot nilai tiap subjek, misal written exam, oral exam, assignment, presenta- tion, dan lab report.
• News forum
• Assignment atau Quiz
• Participants, yaitu nama pengajar dan peserta.
• Lain-lain, misalnya glossaries, resources, dan wikis.
5. Mesin fotokopi/printer
Mesin ini bisa dipakai buat fotokopi, print, dan scan. Lokasinya ada di setiap lantai dan Kamu perlu akses pakai kartu IDmu, cuma perlu daftar sekali pakai login dan passwordmu. Untuk scan, pilih send to myself, nantinya file yang discan akan dikirim ke emailmu. Untuk print warna, sebaiknya pilih dari printer properties, tab quality, color mode, color. Semua mesin bisa mencetak warna.
6. Loker/mailbo
Saat pertama datang, Kamu akan diberikan kunci loker yang lokasinya ada di lobi depan. Semua info tertulis dan handout dikirimkan lewat loker ini, selalu cek tiap pagi khususnya pas awal modul.
Ada daily loker di beberapa tempat di kampus yang fungsinya untuk menyimpan barang- barang.
Sayangnya hanya boleh dipakai sampai jam 5 sore, setelah jam itu maka loker akan dibersihkan.
7. Perpustakaan
Lokasinya di sebelah kiri gedung yang aksesnya lewat belakang kampus, ikuti petunjuk arah yang ada, buka jam 09.30-17.30. Untuk meminjam, pilih saja buku yang ingin dipinjam lalu bawa ke librarian yang jaga. Waktu pinjam buku maksimal 21 hari dan bisa diperpanjang sampai 42 hari.
Beberapa referensi tertentu tidak boleh dipinjamkan tapi boleh diakses. Sebelum ke perpustakaan, sebaiknya buka dulu https://www.unesco- ihe.org/library/ untuk mencari referensi yang diinginkan se- cara online. Banyak banget jurnal dan buku yang bisa diakses gratis dengan login UNESCO-IHE.
Misalnya, https://www.scopus.com/ http://www.sciencedirect.com/ http://link.springer.com.unesco- ihe.idm.oclc.org/ http://onlinelibrary.wiley.com.unesco-ihe.idm.oclc.org/ dan online resources lainnya yang ada di link https://www.unesco-ihe.org/node/393 Kalau Kamu menemukan artikel yang Kamu bu- tuhkan tapi tidak tersedia di perpustakaan atau harus membayar, Kamu bisa hubungi library@unesco- ihe.org untuk meminta artikel tersebut.
8. Mesin Kopi
Teman terbaik saat break kuliah atau sedang ngantuk adalah mesin kopi gratis di sebelah pintu ke taman dalam kampus. Ngga cuma kopi, tapi juga teh dan cokelat hangat. Mesin es batu dan air dingin ada di sebelah mesin kopi. Ada juga mesin kopi berbayar di sebelah restoran Sodexo kalau ingin rasa yang berbeda.
9. Toilet with bidet spray
Kemewahan saat kuliah di UNESCO-IHE yang susah dicari di Eropa adalah toilet dengan bidet spray ini. Bidet spray toilet ini hanya di lantai dasar yang biasanya berfungsi. Perhatikan lambang di pin- tunya. Toilet lainnya adalah toilet tisu alias toilet kering. Percayalah hal ini sangat penting buat orang Indonesia di Belanda.
10. Meditation room
Bagi mahasiswa muslim, tersedia meditation room di lantai 3 yang boleh dipakai untuk sholat. Ada tempat wudhu dan disediakan pula mukena, sajadah, dan Al-Qur’an. Tapi ruangan ini tidak eksklusif untuk sholat, ruangan ini juga dipakai untuk yoga dan keperluan keagamaan bagi penganut agama lainnya. Waktu shalat Jumat seringkali bertabrakan dengan waktu kuliah sementara masjid terdekat sekitar 10 menit perjalanan. Untuk menghindari jadwal yang overlap, sebaiknya berkoordinasi dengan module coordinator jauh-jauh hari sebelumnya.
4 Tips Kuliah di UNESCO-IHE
Jadi, sekarang Kamu sudah siap menghadapi hari-hari bersama UNESCO-IHE hingga 18 bulan ke depan.
Ada beberapa tips untuk memulai perkuliahanmu.
4.1 Master Student
1. Pelajarilah dasar-dasar materi kuliahmu sebelum memulai perkuliahan karena ini akan sangat mam- bantumu memahami materi kuliah. Jangan berharap dosen akan memberikan kemewahan dengan awal materi yang sederhana dan pengenalan istilah-istilah baru walaupun mereka tahu bahwa Kamu belum pernah mempelajari itu sebelumnya. Dosen akan memberikan materi advanced atau topik yang sedang seru diberitakan. Tujuannya supaya memancing rasa ingin tahu, berpikir kritis, berbagi ilmu, dan diskusi antar kita. Mereka sangat terbuka untuk berdiskusi dan mudah untuk diajak konsultasi, baik di kampus maupun lewat email, jadi jangan segan untuk bertanya.
2. Jangan tunda mengerjakan tugas kuliah karena berikutnya akan ada tugas-tugas lain yang menunggu untuk diselesaikan. IHE mendapat predikat Institute of Homework and Exam bukan cuma sekadar guyonan.
3. Di awal kuliah akan ada English Placement Tests untuk menguji sejauh mana kemampuan berbahasa Inggrismu. Jangan khawatir, jika levelmu dianggap belum mencukupi, akan ditawarkan program En- glish support course, semacam kursus berbahasa Inggris, dan juga program Academic writing.
4. Perhatikan cara penilaian dan bobot nilai tiap subjek dalam tiap modul yang tertera di eCampusXL.
Kalau Kamu memahami cara penilaiannya, Kamu bisa lebih menyiapkan diri sebelumnya. Dari bobot nilai tiap subjek, Kamu juga bisa mengira-ngira berapa banyak energi dan waktu yang harus dihabiskan untuk menyelesaikan pelajaran atau mengerjakan tugas itu.
5. Banyak lunch seminar atau presentasi yang diselenggarakan gratis oleh UNESCO-IHE. Infonya diberikan lewat email dan dipajang di lobi kampus. Sayang sekali jika kesempatan mendapatkan ilmu seperti ini Kamu lewatkan.
Ayo semangat menghadapi perkuliahan dan jangan lupa travelling! Selalu sisakan waktu dan dana untuk berjalan-jalan merasakan indahnya dunia. Beban kuliah dan tugas yang super artinya Kamu harus lebih pintar lagi membagi waktu dan energi.
4.2 PhD Fellow
Tips sebagai PhD sandwich program dengan NFP (yang rata-rata selesai dalam periode 5 sd 7 tahun):
1. Jangan mudah putus asa dan menyerah. Tetap berjuang dan mencari solusi.
2. Selesaikan yang sudah dimulai apapun yang terjadi.
3. ”No rules even though they have strict rules, and we planned well”. The solutions are: we should reschedule, be patient and praying. Dalam hal proses akademik tiap PhD fellow bisa berbeda satu sama lain. Komunikasi dengan Professor harus dijaga dengan baik sampai studi bisa diselesaikan 4. Jika sudah berkeluarga, siapkan mental keluarga, suami/istri dan anak-anak. Jadi harus pintar-pintar
mengatur emosi dan waktu untuk anak-anak dan suami/istri, jangan mereka diminta selalu memahami kita yang sedang studi, tetapi kita juga harus tahu ’kapan’ memahami kebutuhan mereka. Buat daftar skala prioritas bersama pasangan.
5. Jika mengalami sesuatu yang ’unpredictable’ baik dalam proses akademik dan keluarga, siapkan mental diri dan keluarga. Luangkan waktu sejenak untuk refreshing.
6. Dekatkan selalu hati kita dengan Sang Pencipta. Jika curhat dengan teman, pasangan dan professor untuk mencari solusi dari masalah yang tiba-tiba timbul menemui jalan buntu. Paling mujarab curhat dengan Beliau Tuhan Yang Maha Esa. Sebuah keajaiban solusi akan tiba-tiba muncul :)
5 Modern Migration Policy Act
Divisi Pendidikan dan Kajian Ilmiah PPI Delft membuat pedoman akademik atas dasar diterapkannya Modern Migration Policy Act (Wet Modern Migratiebeleid Momi). Apakah itu? Momi adalah undang- undang yang dibuat terkait keberadaan para warga negara asing di Belanda. Dengan kata lain, peraturan ini berada pada level negara (Belanda). Oleh karena itu, semua perguruan tinggi di Belanda mengacu pada peraturan ini.
Lalu, apa hubungannya dengan akademik? Pada intinya, residence permit seorang mahasiswa dapat di- cabut jika setelah satu tahun kuliah, mahasiswa tersebut tidak dapat lulus dengan jumlah minimal ECTS sama dengan 50% dari jumlah ECTS yang diwajibkan untuk lulus dalam periode satu tahun tersebut. Evaluasi ini dilakukan setiap tahun akademik.
Sebagai contoh, untuk program master, seorang mahasiswa harus menyelesaikan 120 ECTS selama 2 tahun. Maka, dalam 1 tahun, seorang mahasiswa harus menyelesaikan sebanyak 60 ECTS. Dengan kondisi ini, cut off terkait residence permit adalah 50% dari 60 ECTS, yaitu sebanyak 30 ECTS. Dengan kata lain, untuk dapat melanjutkan residence permit, mahasiswa tersebut harus mendapatkan jumlah minimal ECTS se- banyak 30 ECTS pada akhir tahun pertama. Selanjutnya, karena evaluasi ini dilakukan setiap tahun akademik.
Info lebih lengkap mengenai peraturan ini bisa dilihat pada situs berikut & situs berikut.
6 Penutup
Kami berharap bahwa semoga dengan adanya petunjuk akademik ini, kita semua mampu menyelesaikan studi kita dengan baik. Semangat!