1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan bertempat di Jl. Raya Luragung-Kuningan No 2 Desa Cirahayu Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan. Kode pos 45581 Telp (0232)879937 E-Mail [email protected].
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, sesuai dengan surat keputusan dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Nomor :2222/In.08/F.1.1/PP.009/04/2017 terhitung sejak tanggal 03 April s.d 30 Juni 2017. Adapun penelitian pada lapangan selama 2 bulan mulai dari tanggal 03 April s.d 31 Mei 2017. Dan untuk memudahkan peneliti membuat jadwal rencana penelitian sebagai berikut :
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian No. Kegiatan
Penelitian
Maret April Mei Juni
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. Persiapan √ √ 2. Penyusunan
instrument
√ √ √
3. Proses KBM √ √ √
4. Uji coba instrument
√
5. Pemberian tes dan angket
√
6. Pengumpulan data
√ √
7. Analisis data √ √ 8. Penyusunan
laporan
√ √
B. Sumber dan Jenis Data 1. Sumber Data
Sumber data teoritik ialah sumber data yang didapat berdasarkan teori tentang permasalahan yang diteliti dengan menggunakan buku-buku perpustakaan. Dalam hal ini peneliti menggunakan buku-buku yang berkenaan dengan metode sosiodrama dan minat belajar. Sumber data empirik yaitu data yang bersumber dari lokasi penelitian langsung untuk memperoleh data yang lebih konkrit yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Sumber data premier dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan angket, karena penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sehingga melibatkan rumus-rumus dan analisis statistik. Sumber data sekunder yang digunakan ialah dengan menggunakan observasi dan dokumentasi.
2. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angka- angka yang dianalisis menggunakan statistik, dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menurut Nana Syaodih (2011:53) ialah suatu jenis penelitian yang didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikai secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol.
C. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan bagaimana penelitian tersebut dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian berupa Pretest- Posttes Control Group Design (Sugiyono, 2012 : 76) sebagai berikut :
R O1 X O2 R O3 O4
Keterangan :
R : Kelompok eksperimen dan kontrol diambil secara random
O1 & O3 : Kedua kelompok tersebut diobservasi dengan Pretest dan Posttest O2 : Minat belajar siswa kelas eksperimen
O4 : Minat belajar siswa kelas control
X : Kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan penerapan metode sosiodrama
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2002:108), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Menurut Sugiyono dalam Riduwan (2012:54) mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulan. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan yang berjumlah 337 siswa.
Tabel 3.2
Jumlah Siswa Kelas VIII MTsN 1 Kuningan
Kelas Jenis Kelamin
Jumlah
L P
VIII A 15 27 42
VIII B 16 26 42
VIII C 18 24 42
VIII D 17 26 43
VIII E 17 25 42
VIII F 16 28 44
VIII G 19 24 43
VIII H 18 21 39
Jumlah Siswa
Kelas VIII 136 201 337
2. Sampel
Menurut Ridwuan (2012 : 56) mengemukakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Karena tidak semua data dan informasi akan diproses dan tidak semua orang atau benda akan diteliti melainkan cukup dengan menggunakan sampel yang mewakilinya.
Untuk menentukan jumlah sampelnya penulis berpedoman pada kaidah yang dikemukakan oleh Arikunto (2006: 120) “Apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.Selanjutnya jika subyeknya lebih besar dapat di ambil 10-15 % atau 20-25 %.
Berdasarkan hal itu, maka penulis mengambil sampel sebanyak 10%
dari jumlah populasi yang akan menjadi responden dalam penelitian ini.
Maka peneliti mengambil dua kelas dari delapan kelas yang ada, sehingga nantinya ada kelas eksperiman dan kelas kontrol maka yang harus diteliti 10% dari populasi jumlahnya 34 siswa.
Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu pengambilan sampel sebanyak dua kelas secara acak dari delapan kelas yang ada. Dua kelas tersebut dipilih secara acak untuk menetukan kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga peneliti memilih Kelas VIII-F dengan jumlah 44 siswa terpilih sebagai kelas eskperimen dan kelas VIII-G dengan jumlah 43 siswa terpilih sebagai kelas kontrol, adapun rincian sampel penelitian sebagai berikut :
Tabel 3.3 Sampel Penelitian
No. Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
1. VIII-F 16 28 44
2. VIII-G 19 24 43
Jumlah 87
E. Variabel Penelitian
Variabel penelitian menurut Sugiono (2013:60) adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Variabel independen, atau sering disebut variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, maka yang menjadi variabel bebasnya ialah metode sosiodrama atau dalam penelitiannya sering digunakan istilah variabel “X”.
2. Variabel dependen atau sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Penelitian ini yang merupakan variabel terikat ialah minat belajar atau dalam penelitiannya sering digunakan istilah variabel “Y”.
F. Instrumen Penelitian 1. Definisi Konseptual
a. Metode Sosiodrama
Sosiodrama adalah drama atau sandiwara, akan tetapi tidak disiapkan naskahnya lebih dahulu, tidak pula diadakan pemberian tugas yang harus mengalami latihan lebih dahulu (Zakiah Daradjat dkk, 2014:301).
b. Minat Belajar
Minat belajar adalah kecenderungan hati untuk belajar untuk mendapatkan informasi, pengetahuan, kecakapan melalui usaha, pengajaran atau pengalaman (Hadrjana, dalam Makmun Khairani (2014:142).
2. Definisi Operasional a. Metode Sosiodrama
Metode sosiodrama adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu seperti yang terdapat dalam kehidupan masyarakat (kehidupan sosial). Dalam metode sosiodrama, siswa dibina agar terampil menggambarkan atau mengekspresikan sesuatu yang dihayati.
b. Minat Belajar
Minat belajar adalah orongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya sehingga dapat menyebabkan perubahan pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku.
3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian (Telah Terlampir di Lampiran 1) 4. Uji Coba Instrumen
Uji coba instrumen bertujuan untuk mendapatkan alat ukur yang benar-benar tepat sebelum instrumen tersebut digunakan untuk pengambilan data pada penelitian yang sebenarnya. Penggunaan instrumen yang tepat dimaksudkan untuk mendapatkan data-data dari variabel yang diukur dengan hasil yang akurat. Sehingga kesimpulan yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan sesuai dengan kenyataan.
Uji coba instrumen yang digunakan meliputi dua hal diantaranya sebagai berikut :
a. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keadaan atau kesahihan suatu instrument. Instrument yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan, dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrument menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat validitas instrumen ditentukan berdasarkan kriterian menurut Guilford (Zarkasyi et al., 2015:193) sebagai berikut :
Tabel 3.4
Kriteria Koefisien Korelasi Validitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi Interpretasi Validitas 0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 Sangat tinggi Sangat tepat/sangat baik 0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 Tinggi Tepat/baik 0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 Sedang Cukup tepat/cukup baik 0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 Rendah Tidak tepat/buruk
𝑟𝑥𝑦 < 0,20 Sangat rendah Sangat tidak tepat/sangat buruk
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,05.
Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :
1) Jika r hitung > r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
2) Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).
Menurut Nugroho (2005: 73-74) untuk pengujian validitas dengan SPSS V.20 caranya sebagai berikut:
1) Masukan jawaban masing – masing butir pertanyaan pada kolom worksheets SPSS.
2) Klik Analyze 3) Klik Corolate
4) Klik Reability Analysis
5) Klik atau blok butir pertanyaan
6) Klik tanda panah sehingga semua butir masuk ke dalam kotak Items.
7) Klik Ok
Perhitungan koefisien korelasi product momentpeneliti menggunakan program SPSS versi 20 berikut adalah hasil perhitungannya :
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Angket
Metode Sosiodrama Pada Mata Pelajaran SKI
No Item Korelasi Pearson Keterangan Valid (≥ 0,05)
Keterangan Koefisien Validitas
1 0,488 Valid Sedang
2 0,236 Valid Rendah
3 0,227 Valid Rendah
4 0,158 Valid Rendah
5 0,209 Valid Rendah
6 0,480 Valid Sedang
7 0,487 Valid Sedang
8 0,391 Valid Rendah
9 0,310 Valid Rendah
10 0,263 Valid Rendah
11 0,620 Valid Sedang
12 0,254 Valid Rendah
13 0,526 Valid Sedang
14 0,503 Valid Sedang
15 0,484 Valid Sedang
16 0,383 Valid Rendah
17 0,393 Valid Rendah
18 0,241 Valid Rendah
19 0,307 Valid Rendah
20 0,381 Valid Rendah
Tabel 3.6
Hasil Uji Validitas Angket Minat Belajar Pada Mata Pelajaran SKI No Item Korelasi Pearson Keterangan
Valid (≥ 0,05)
Keterangan Koefisien Validitas
1 0,408 Valid Sedang
2 0,609 Valid Sedang
3 0,594 Valid Sedang
4 0,356 Valid Rendah
5 0,182 Valid Rendah
6 0,242 Valid Rendah
7 0,203 Valid Rendah
8 0,428 Valid Sedang
9 0,462 Valid Sedang
10 0,273 Valid Rendah
11 0,552 Valid Sedang
12 0,199 Valid Rendah
13 0,261 Valid Rendah
14 0,280 Valid Rendah
15 0,177 Valid Rendah
16 0,407 Valid Sedang
17 0,261 Valid Rendah
18 0,239 Valid Rendah
19 0,202 Valid Rendah
20 0,564 Valid Sedang
b. Uji Reliabilitas
Arikunto (2013:221) mengatakan bahwa Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrument tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu.
Intrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliable akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.Ada beberapa metode pengujian reliabilitas di antaranya metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronluich's Alpha, metode formula KR-20, KK-21, dan metode Anova Hoyt. Rumus reliabilitas dengan metode Alpha menurut Arikunto (2013:221) adalah sebagai berikut :
2 1
2
11 1
1
bk r k
Keterangan:
R : Reliabilitas instrumen K : Banyaknya butir pertanyaan 2crb2
: Jumlah varian butir cr 2 : Varian total
Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai Alpha lebih besar dari r kritis product moment. Atau kita bisa menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Karena
reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik. (Priyatno, Dwi :2008).
Adapun tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas instrumen ditentukan berdasarkan kriteria menurut Guilford dalam buku (Zarkasyi et al., 2015:206), yaitu sebagai berikut :
Tabel 3.7
Kriterian Koefisien Korelasi Reliabilitas Instrumen Koefisien Korelasi Korelasi Interpretasi Reliabilitas 0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 Sangat tinggi Sangat tetap/sangat baik 0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 Tinggi Tetap/baik 0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 Sedang Cukup tetap/cukup baik 0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 Rendah Tidak tetap/buruk
𝑟𝑥𝑦 < 0,20 Sangat rendah Sangat tidak tetap/sangat buruk
Peneliti menggnakan program SPSS V.20 untuk mengetahui reliabilitas instrumen adapun caranya hampir sama dengan validitas berikut ini adalah hasilnya :
Tabel 3.8 Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
,661 22
Tabel 3.8 menunjukkan uji reliabilitas, diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,661. Dengan demikian maka reliabilitasnya dikategorikan cukup karena berada pada rentang 0,40-0,70.
G. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Ridwuan, 2012:76). Teknik observasi ini dilakukan peneliti untuk melihat dan mengamati langsung aktifitas siswa selama proses pembelajaran yang menggunakan metode sosiodrama.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan observasi partisipatif yang berarti bahwa pengamat harus melibatkan diri atau ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh individu atau kelompok yang diamati.
2. Angket
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan (Ridwuan, 2012:71).
Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode soiodrama pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islamdalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan. Adapun bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah model skala likert yang mengharuskan responden untuk menjawab pernyataan dengan jawaban SL (Selalu), SR (Sering), KD (Kadang-Kadang), dan TP (Tidak Pernah).
Berikut adalah cara pemberian skor terhadap setiap pilihan jawaban angket adalah sebagai berikut :
Tabel 3.9
Pedoman Pemberian Skor Skala Likert Jawaban Alternatif Skor (+) Skor (-)
Selalu 4 1
Sering 3 2
Kadang-Kadang 2 3
Tidak Pernah 1 4
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter dan data yang relevan. Metode ini digunakan untuk mendokumentasi tentang adminstrasi kegiatan sekolah, serta memperoleh data tentang sejarah berdirinya sekolah, struktur organisasi, sarana prasarana, jumlah guru dan siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan.
H. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Hasil Penelitian
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialahdilakukan dengan pendekatan perumusan kuantitatif dengan menggunakan skala prosentase dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
P : angka persentase
F : frekuensi yang sedang dicari persentasenya
N : number of cases (jumlah frekuensi/banyaknya individu) 100% : Bilangan tetap (Sudijono, 2010 : 43 )
Hasil dari perhitungan di atas diinterpretasikan/diklasifikasikan dengan skala prosentase sebagai berikut :
% 100 N X
PF
Tabel 3.10
Kriterian Penafsiran Jawaban Angket
Kriteria Penafsiran
0% Tak seorang pun
1% - 19% Sedikit sekali 20% - 39% Sebagian kecil 40% - 49% Hampir setengahnya
50% Setengahnya
51% - 59% Lebih dari setengahnya 60% - 89% Sebagian besar 90% - 99% Hampir seluruhnya
100% Seluruhnya
Penafsiran dalam prosentase sebagaimana dinyatakan oleh Suharsimi Arikunto (2006: 246) sebagai berikut :
Tabel 3.11
Interpretasi Instrumen Angket Skala Nilai (%) Kategori
75% - 100% Baik 56% - 75% Cukup 40% - 55% Kurang Baik
< 40% Tidak Baik
2. Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang dipilih berdistribusi normal atau tidak. Setelah soal tes diketahui validitas dan reliabilitas, soal tersebut kemudian disebarkan kepada sampel penelitian. Kemudian dari data masing-masing variabel yang diperoleh di
uji normalitasnya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah penyebaran data kedua variabel tersebut normal atau tidak (Sudijono, 2006: 298).
Adapun rumus normalitas yaitu :
𝑓𝑜 − 𝑓 2 𝑓
fo : frekuensi observasi
fh : frekuensi harapan (Sugiyono, 2012: 241).
Penulis menggunakan SPSS V.20 menurut Nugroho, 2005 : 73-74 untuk mengetahui normal atau tidaknya, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Masukan data pada worksheet SPSS 2) Klik Analyze
3) Klik Nonparametric 4) Klik Legency Dialogs 5) Klik 1-Sample K-S
6) Variabel X dan Y copy ke test variabel list 7) Ceklis Normal
8) Ok
b. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel satu dengan sampel lainnya memiliki persamaan atau tidak. Untuk menguji tingkat homogenitas digunakan program SPSS V. 20dengan langkah yang sama pada uji normalitas (Sugiyono, 2011:162). Dan penulis menggunakan SPSS V.20Adapun rumus homogenitas adalah sebagai berikut :
F = 𝑉𝑏 𝑉𝑘
Keterangan :
F : harga varian yang diuji Vb : varians terbesar
Vk : Varians kecil (Sugiyono, 2011 : 163)
Berdasarkan hasil dari uji F tersebut kemudian mencari Ftabel
dengan taraf signifikansi 0,05 dan dk = n-1. Selanjutnya diklasifikasikan dengan kriteria sebagai berikut :
JikaFhitung Ftabel berarti tidak homogen dan jika Fhitung Ftabel berarti homogen.
3. Pengujian Hipotesis
Pengolahan dan analisis data statistik untuk hipotesis asosiatif dilakukan untuk mencari hubungan antardua variabel atau lebih. Hubungan antar variabel dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu hubungan yang simetris dan hubungan yang tidak simetris (Zarkasyi et al., 2015:318). Penelitian ini untuk mengetahui hubungan yang tidak simetris karena peneliti dapat mengetahui variabel mana yang menjadi sebab (variabel bebas) dan variabel mana yang menjadi akibat (variabel terikat).
Adapun analisis yang digunakan untuk menganalisa data penerapan metode sosiodrama dan pengaruhnya terhadap minat belajar pada mata pelajaran SKI dapat menggunakan rumus korelasi product moment. Adapun rumusnya sebagai berikut :
2 2 2 2
y y
N x x
N
y x xy
rxy N
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara X dan Y N : Jumlah sampel
𝑋𝑌 : Jumlah hasil perkalian antara skor X dan skor Y 𝑋 : Jumlah seluruh skor item
𝑌 : Jumlah skor total.
x 2 : Jumlah kuadrat skor item.: Jumlah kuadrat skor total. (Sudijono, 2006: 206).
Kemudian hasil perhitungan korelasi tersebut dapat ditafsirkan dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut :
Tabel 3.12 Kriteria Korelasi Besarnya
Product Moment (rxy)
Keterangan
0,00-0,20
Antara variabel X dan Y memang terdapat korelasi akan tetapi, korelasi itu diabaikan (dianggap tidak
ada korelasi antara variabel X dan variabel Y) 0,20-0,40 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang
lemah atau rendah
0,40-0,70 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup tinggi
0,70-0,90 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang tinggi 0,90-1,00 Antara variabel X dan Y terdapat korelasi yang
sangat tinggi atau sangat kuat
(Sudjana, dkk. 2005 : 100-101) Selanjutnya nilai korelasi dari hasil perhitungan di atas, selanjutnya dihitung nilai koefisien determinasinya, untuk mengetahui besaran pengaruh penerapan metode diskusi (variabel x) terhadap minat belajar pada mata pelajran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) siswa kelas VIII MTs Negeri 1 Kuningan (variabel y), rumusnya sebagai berikut :
KD = r2 x 100 % Keterangan:
KD : Koefisien Determinasi r 2 : Hasil Product Moment
y2100% : Bilangan tetap
Adapun untuk menguji kebenaran atau kepalsuan dari hipotsis yang telah penulis ajukan sebelumnya, maka penulis membandingkan besarnya
“r” product moment, dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degrees of freedom nya (df) yang rumusnya sebagai berikut:
Df = N – nr Keterangan :
Df : degrees of freedom N : number of causes
nr : Banyaknya variabel yang dikorelasikan
Dengan diperolehnya df maka dapat dicari besarnya “r” yang tercantum dalam tabel nilai “r” product moment taraf signifikansi 5%. jika ro
lebih besar daripada rt maka Ha disetujui atau terbukti kebenarannya, jika sebaliknya maka Ho tidak disetujui atau tidak terbukti kebenarannya.
Langkah selanjutnya adalah uji signifikansi koefisien korelasi.
Jika 𝐻0 ∶ 𝜌 = 0, tidak terdapat hubungan yang signifikan Jika 𝐻1 ∶ 𝜌 ≠ 0, terdapat hubungan yang signifikan
Uji signifikansi dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑡𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑟 𝑛 − 2 1 − 𝑟² Keterangan :
r : koefisien korelasi product moment n : number of cases (banyaknya sampel) Dengan ketentuan :
Jika 𝑡𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka 𝐻0 ditolak Jika 𝑡𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka 𝐻0 diterima
I. Hipotesis Statistik
Hipotesis statistiknya adalah : H0 : µ1 = µ2
Ha : µ1 µ2
Ha Terdapat pengaruh penerapan metode sosiodrama terhadap minat belajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan
Ho Tidak ada pengaruh penerapan metode sosiodrama terhadap minat belajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kuningan Kecamatan Luragung Kabupaten Kuningan