• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIFAT KHUSUS PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SIFAT KHUSUS PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam prosesnya, penyelesaian perselisihan hubungan industrial melalui konsiliasi yang terjadi pada kasus di atas telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Undang-undang No.2

Pokok bahasan di dalam tesis ini tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial secara Non Litigasi menurut Undang-Undang No.2 Tahun 2004 yang dilakukan dengan

2.2.2 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dalam Kasus Pemutusan Hubungan Kerja Terhadap Pekerja Tata cara penyelesaian perselisihan terhadap pelanggaran

Lihat, Republik Indonesia Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 1 angka 22, yakni yang dimaksud dengan Perselisihan Hubungan Industrial adalah

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya perselisihan hubungan industrial antara pekerja/buruh dengan pengusaha adalah dengan membentuk forum komunikasi, konsultasi dan

Pengertian arbitrase adalah penyelesaian suatu perselisihan kepentingan dan perselisihan antara serikat pekerja dengan serikat pekerja lain hanya dalam satu perusahan,

6 Dalam Undang-undang No.2 pasal I ayat 1 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial disebutkan pula bahwa : "Perselisihan Hubungan Industrial ialah perbedaan

Penyelesaian perselisihan hubungan industrial terkait kasus perselisihan hak pasca pemutusan hubungan