• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cita rasa Tionghoa di lidah kita.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Cita rasa Tionghoa di lidah kita."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

F

SABTU

LEGI,5

FEBRUARI

2016

sof,oPos ,TAHuf{

xtx/1{0.

t36

ffiffiffiffiffiffiffi

\

Hendra Kurniawan he n d ray a n q7 @ qm a i l.c om

Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Menekurli sejarah Tionghoa Indonesia

ekarang

tiap menjelang

Tahun

Baru Imlek hampir semua

tempat

umum mempercantik

diri dengan

sirnbol-simbol

khas

Dominasi warna merah, lampion,

angpao

yang bergantungan

di

hokf menjadi tanda hadirnya

Pusat-pusat perbelanjaan menawarkan keranjang, kembang api, berbagai

n, hingga baju strunghoi

yang

balut manekin-manekin.

Beberapa pusat keramaian bahkan pertunjukan barongsai Sungguh menarik dan

siapa saja untuk larut kemeriahan Imlek.

Ini sebuah indikator gamblang perayaan Thhun Baru Imlek diterima dan menjadi bagian

. Tak ada lagi rasa canggung, awatir, atau harus sembunyi-sembunyi. Situasi ini seolah-olah meniadi sesuatu

baru sebagai

berkah dari proses

politik yang

bernama

reformasi,

senyatanya

sudah

sejak

ratusan

lalu budaya Tionghoa hadir

menjadi bagian dari bangsa ini. Tanpa disadari sebenarnya ada

elemen budaya yang begitu dalam kehidupan kita sehari-yang mendapat pengaruh roa, Budaya Tionghoa dan wa telah bercampur secara alami

generasi

nenek moyang

orang-Jawa, bahkan bukti-bukti adanya Tionghoa dalam penyebaran .lam kehidupan masyarakat. Sejak semula kedatangan orang-orang rnghoa di Nusantara disambut hangat

Untuk itu mereka rnenibuat bahan makanan seperti di tempat asal mereka untuk diolah menjadi berbagai macam masakan. Thk nengherankan jika ada bgnyak bahan makanan yang begitu familier di masyarakat yang ternyata berasal dari orang-orang Tionghoa, misalnya mi, mihun, soun, tahu, kembang tahu, kecap, tauge, tauco, dan sebagainya.

Menariknya berbagai makanan yang a'ryalnya kental pengaruh Tionghoa ini di kemudian hari justru berkembang menjadi makanan khas suatu daerah di Indonesia.

Sebut saja yang begitu terkenal bakpia asal Pathuk yang merupaka;r makanan khas Jogja, lumpia Semarang, tahu Sumedang, mi kocok, dan siomai khas Bandung, termasuk juga ketoprak Jakarta yang berbahan tauge, tahu, dan disirarn kecap.

Masih banyak makanan lain yang menjadi kekhasan daerah yang terqyata banyak mendapat anasir Tionghoa. Cita rasa Tionghoa pada akhirnya bukan lagi menjadi sesuatu yang asing.

Bandingkan dengan makanan atau bumbu-bumbu ala Barat. Tidak semua lidah orang lndonesia bisa menerima

kelezatan keju, mayonaise, burnbu spekuk maupun makanan-makanan sePert ptzza, bwger, spageti, dan lainnya.

Makanan khas daerah yang mendapa pengaruh Barat jumlahnya tidal seberapa bila dibandingkan dengal yang mendapat pengaruh Tionghoa Sebaliknya, orang-orang Tionghoa iug begitu akrab dengan menu-menu loka seperti rujak' gudeg, soto, rawon dan sebagainya.

Kesadaran akan lekatnya akulturas budaya satu sama lain perlu ditumbuhkar Apalagi kini kebebasan mengekspresika budaya dan tradisi Tionghga sepert halnya perayaan Thhun'Baru lmlel tiada lagi penghalangnya.

Adagium bahwa Tionghoa menjad "orang asing yang tidak asing'' sebagaimana bahasa Pramoedy, Ananta Toet tak lagi berlaku. Tiongho bukan orang asing dan merupakat bagian dari keindonesiaan yang tal terpisahkan.

Sungguh menyatu larut dalan kebangsaan Indonesia. Tak ubahnlt cita rasa dalam makanan yang bias, kita nikmati dan mengalir dalam rag dan jiwa kita. Selamat Tahun Ban Imlek. Gong Xi Fa Coi!

Thmpm

dfrsmdmni

$#fuemerffiye

ede hanyak m*kenem

khms

Y$*mqh*m

yffiffiq

kEmE

nw*mlsdl

maenu

mtken*n

$#f;r$ffitr

srer$#"

Se**mp

€€dah

pest8 mknab

d*r*qan

$yt#fuffirtffitr?

fuenqmmn*

T8mmqfu*m

s€p*rti hmkrmB,

rmE

&V&ffirs

kwet$*nu,

ffiffipffie$,

bm*qse,

p*ffiqsgt,

lwrnp*m,

s**rmmEu

$rmkp$m,

b*kwmmu

bakpas, dmm

{m$r"s-9eimffiye.

lion

Cita Rasa

Tionghoa

di Lidah

Kita

Islam di Jawa sulit dipatahkan. Ini tampak dalam kolaborasitudaya yang oleh Sumanto Al Qurtuby (2003) diistilahkan sebagai "Sino-Javanese muslim culture". Contoh kecil dari perpaduan dua budaya ini, misalnya, baju koko atau.baju takwa yang dikenakan laki-laki muslim.

Baju ini ternyata memiliki kesamaan model kerah dengan cheongsamya\g biasa dikenakan laki-laki Tionghoa. Kalangan perempuan Tionghoa peranafran juga mengenalkan pakaian yang disebut keb aya encimberlengan panjang dengan aksen kerah Tionghoa. Selain soal mode, ada satu hal yang begitu kentara, yakni soal makanan yang biasa kita jumpai sehari-hari.

Tidak Asing

Tanpa disadari sebenarnya ada banyak makanan khas Tionghoa yang kini menjadi menu makanan semua orang. Setiap Iidah pasti akrab dengan makanan bergenre Tionghoa seperti bakmi; mi ayam, kwetiau, capcai, bakso, pangsit, lumpia, siomai, bakpia, bakwan, bakpao, dan lain-lainnya.

Makanan-makanan ini banyak penggerirarnya dan dapat dijumpai dengan banyak ragam di seluruh pelosok Indonesia. Pendatang baru di suatu daerah yang tak ingin lidahnya kaget akan cenderung memilih menyantap makairan-makanan universal ini.

Referensi

Dokumen terkait

LPDB-KUMKM ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan

Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terdiri dari dua bentuk saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran yang melalui tengkulak

(1) Dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) huruf a, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang ditetapkan dengan

Akan tetapi untuk nilai koefisien redaman rotasi ( B ) ternyata perhitungan teoritis memiliki perbedaan yang cukup besar, hal ini kemungkinan disebabkan bahwa

Dalam hal ini pemerintah daerah telah menempatkan strategi peningkatan sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan formal maupun informal yang merupakan suatu kebijaksanaan

Setelah itu dilakukan kompresi dengan penambahan jam kerja (lembur). Kompresi dimulai dari cost slope yang terendah yang berada dalam lintasan kritis. Cara ini

berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa sebagaian besar responden mempunyai status pekerjaan sebagai wiraswasta. 2) Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa

Pada tugas akhir ini telah dibangun suatu robot planar direct drive dua derajat kebebasan dengan semaksimal mungkin mendekati model ideal dari suatu robot eksperimen. Robot