i
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KAYU
SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP Staphylococcus
epidermidis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, DAN
Klebsiella pneumonia ATCC 10031
SKRIPSI
Oleh:
GERTRUDIS BULU BALAWALA
K 100 080 138
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG
(Caesalpinia sappan L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis,
Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, DAN Klebsiella pneumonia
ATCC 10031
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mancapai derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi
Universitas Muhammadiyah Surakarta di Surakarta
Oleh:
GERTRUDIS BULU BALAWALA
K 100 080 138
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SURAKARTA
2012
3
iv
DEKLARASI
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Surakarta, 30 Juni 2012 Peneliti
v
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur, penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, dan Klebsiella pneumonia ATCC 10031”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat mencapai Derajat sarjana Farmasi (S. Farm) Program Studi Ilmu Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulis menyadari bahwa penulis tak mampu menyelesaikan skripsi ini tanpa bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Muhammad Da'i, M.Si., Apt. selaku dekan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2. Ibu Dra. Nurul Mutmainnah, M.Si., Apt. selaku pembimbing akademik.
3. Bapak Peni Indrayudha, M.Biotech. Apt. selaku pembimbing utama dan Ibu Rima Munawaroh, M.Sc., Apt. selaku pembimbing pendamping.
4. Bapak Dr. Haryoto, M.Sc selaku penguji I dan Ibu Ika Trisharyanti DK, M.Farm., Apt. selaku penguji II.
5. Orang tua dan keluarga tercinta.
Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan khususnya di bidang kefarmasian. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan selanjutnya.
Surakarta, 30 Juni 2012
vi
2. Staphylococcus epidermidis ... 5
3. Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 ... 6
4. Klebsiella pneumonia ATCC 10031 ... 7
5. Antibakteri ... 8
6. Uji Aktivitas Antibakteri Metode Kirby Buaer ... 9
E. Landasan Teori ... 9
F. Hipotesis ... 10
BAB II. METODE PENELITIAN ... 11
vii
B. Variabel Penelitian ... 11
1. Varabel Bebas ... 11
2. Variabel Tergantung... 11
3. Variabel Kendali ... 11
6. Penyiapan Stok Ekstrak Etanol Kayu Secang ... 13
7. Pembuatan Seri Konsentrasi ... ... 13
8. Penyiapan Paper Disc ... 13
9. Uji Aktivitas Antibakteri Metode Kirby Bauer ... 14
E. Teknik Analisis ... 14
B. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kayu Secang ... 19
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ... 24
A. Kesimpulan ... 24
B. Saran ... 24
DAFTAR PUSTAKA ... 25
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hasil pengecatan Gram pada bakteri Staphylococcus
epidermidis ... 16
Gambar 2. Hasil identifikasi uji biokimiawi terhadap bakteri
Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145 ... 17
Gambar 3. Hasil identifikasi uji biokimiawi terhadap bakteri
Klebsiella pneumonia ATCC 10031 ... 17
Gambar 4. Hasil identifikasi uji biokimiawi terhadap bakteri
Staphylococcus epidermidis ... 18
Gambar 5. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa
ix
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu secang
(Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, dan
x
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Surat keterangan bakteri Staphylococcus epidermidis ... 29 Lampiran 2. Surat keterangan bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC
10145 ... 30 Lampiran 3. Surat keterangan bakteri Klebsiella pneumonia ATCC
10031 ... 32 Lampiran 4. Perhitungan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang ... 35 Lampiran 5. Hasil replikasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu
secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Staphylococcus epidermidis (1), Pseudomonas
aeruginosa ATCC 10145 (2), dan Klebsiella
pneumonia ATCC (3) ... 37
xi
DAFTAR SINGKATAN
BHI : Brain Heart Infusion CFU : Colony Forming Unit DMSO : Dimethyl sulfoxide K. pneumonia : Klebsiella pneumonia
MH : Mueller Hinton
KIA : Kligler Iron Agar LIA : Lysine Iron Agar
KLT : Kromatografi Lapis Tipis MIO : Motility Indol Ornithine
MIC : Minimum Inhibitory Concentration MBC : Minimum Bactericidal Concentration MSA : Manitol Salt Agar
LAF : Laminar Air Flow
P. aeruginosa : Pseudomonas aeruginosa
S. aureus : Staphylococcus aureus
S. epidermidis : Staphylococcus epidermidis
S. dysentriae : Shigella dysentriae
xii
INTISARI
Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat yang memiliki aktivitas antibakteri adalah secang (Caesalpinia sappan L.). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) yang telah disimpan selama kurang lebih satu tahun terhadap Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 10145, dan Klebsiella pneumonia ATCC 10031.
Ekstrak etanol kayu secang dilarutkan dalam DMSO 100% untuk dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode Kirby Bauer yang didifusikan ke dalam paper disc 6 mm di atas media MH yang telah diinokulasi dengan 200 µL suspensi bakteri, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Konsentrasi yang digunakan untuk S. epidermidis dan K. pneumonia ATCC 10031 adalah 0,1; 0,2 dan 0,4 mg/disc, sedangkan untuk P. aeruginosa ATCC 10145 adalah 0,25; 0,5 dan 1 mg/disc. Sebagai kontrol positif digunakan ampisilin dan siprofloksasin, sedangkan kontrol negatif digunakan DMSO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas antibakteri dengan menghasilkan diameter zona hambat. S. epidermidis dengan konsentrasi 0,1 mg/disc menghasilkan zona hambat 10,33 mm, P. aeruginosa ATCC 10145 dengan konsentrasi 0,25 mg/disc menghasilkan zona hambat 9 mm, dan K. pneumonia ATCC 10031 dengan konsentrasi 0,1 mg/disc menghasilkan zona hambat 6,5 mm.
Kata kunci : Caesalpinia sappan L. S. epidermidis, P. aeruginosa ATCC 10145, K. pneumonia ATCC 10031, antibakteri, ekstrak etanol