• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DENGAN PENERAPAN STRATEGI PREDICTION GUIDE DAN TANPA PENERAPAN STRATEGI PREDICTION GUIDE PADA SUB MATERI KOMPONEN ABIOTIK LINGKUNGAN DI KELAS X SMK SWASTA T. AMIR HAMZAH INDRAPURA TAHUN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DENGAN PENERAPAN STRATEGI PREDICTION GUIDE DAN TANPA PENERAPAN STRATEGI PREDICTION GUIDE PADA SUB MATERI KOMPONEN ABIOTIK LINGKUNGAN DI KELAS X SMK SWASTA T. AMIR HAMZAH INDRAPURA TAHUN."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang memberikan kesempatan dan keringanan kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Skripsi berjudul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Metode Diskusi Dengan Penerapan Strategi Prediction Guide (Tebak Pelajaran) dan Tanpa Penerapan Strategi Prediction Guide (Tebak Pelajaran) Pada Sub Materi Komponen Abiotik Lingkungan di Kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Tri Harsono, M.Si sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penulisan proposal sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Drs. Puji Prastowo, M.Si, Bapak Drs. Nusyirwan, M.Si, dan Ibu Dra. Mariaty Sipayung, M.Si sebagai dosen penguji, yang telah memberikan masukan dan saran hingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

(3)

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayahandaku Aswan, Ibundaku Nazal Hayati atas dorongan, semangat, nasihat dan doa dalam setiap langkah penulis, adinda-adindaku Tirta Wahyu Hidayat dan Riza Alkhadri, serta wawakku Fauziah dan Ibuku Muliana beserta seluruh keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan studi di Universitas Negeri Medan.

Terima kasih juga tak lupa penulis ucapkan kepada sahabat-sahabatku Ika Sri Astuti, Kayamiko Arka Arma, Asnilla Khairunnisa Lubis, Nila Zusmita, Fitri Amaros Siregar, Elita Asri, Fadillah Salha Daulay, Theresia Hartaulina Purba, Yohanna Febrianti, Hestifa Adelina, Winda Naulig, Kartika, Ifta, Horas Ando dan kepada teman satu PS-ku Joko Syahputra serta seluruh teman-teman seperjuangan di kelas Bio Dik A 2009 yang telah memberikan dukungan sehingga penulis tetap bersemangat dalam menjalani perkuliahan serta penyusunan skripsi ini. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Seluruh teman-teman PPLT SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura dan khususnya kepada Heri Efriandi, Fatimah Zahro, Rafika Dewi, Uci Murgianti dan Adek Nirmala yang telah memberikan semangat, dukungan dan banyak bantuan kepada penulis.

Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi ini, namum penulis menyadari masih banyak kelemahan dan kekurangan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya pengetahuan dalam ilmu pendidikan khusunya biologi.

Medan, Juni 2013 Penulis

(4)

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN METODE DISKUSI DENGAN PENERAPAN STRATEGI PREDICTION GUIDE (TEBAK PELAJARAN) DAN TANPA PENERAPAN STRATEGI

PREDICTION GUIDE(TEBAK PELAJARAN) PADA SUB MATERI KOMPONEN ABIOTIK LINGKUNGAN DI KELAS X

SMK SWASTA T. AMIR HAMZAH INDRAPURA TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013

Fitira Nazwani (409141025)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dan tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2013.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment) yang diberi perlakuan yang berbeda pada masing-masing kelas. Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah kelas X AP – 1 dan kelas X AP – 2. Sampel ditentukan secara purposive sampling (sampel bertujuan). Untuk kelas X AP – 1 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran), sedangkan kelas X AP – 2 sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan metode diskusi tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran menggunakan metode diskusi khususnya dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dapat meningkatkan hasil belajar, di mana strategi ini mempermudah proses belajar di dalam mengingat materi serta membangkitkan rasa ingin tahu dan motivasi belajar siswa. Sebelum diberi perlakuan, rata-rata nilai pre – tets pada kelas eksperimen adalah 40,26 dan setelah diberi perlakuan menjadi 74,12 sedangkan nilai pre – test siswa pada kelas kontrol adalah 39,60 dan setelah diberi perlakuan menjadi 56,76. Peningkatan nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen sebesar 33,86, dan kelas kontrol sebesar 16,16. Berdasarkan nilai tersebut dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Analisis statistika menunjukkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dan tanpa penerapan strategi prediction guide (tebak pelajaran) thitung > ttabel yakni : 12 >2,006.

(5)

THE DIFFERENTIATION OF STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT LEARNING BY DISCUSSION METHODE THROUGH IMPLEMENTING GUIDE PREDICTION

STRATEGY AND WITHOUT GUIDE PREDICTION STRATEGY ON

ENVIRONMENTABIOTIC COMPONENT IN GRADE X SMK

SWASTA T. AMIR HAMZAH INDRAPURA

ACADEMIC YEAR2012/2013

Fitira Nazwani (NIM 409141025)

ABSTRACT

The research aims to determine the differentiation of student’s learning achievement learning by discussion methode through implementing guide prediction strategy and without guide prediction strategy on environment abiotic component in grade X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura academic year 2012/2013. The research was implemented in March – April 2012/2013.

This research was quasy experimental through implemented different strategy. Sample was taking by using purposive sampling.it was obtained class X AP – 1for discussion methode through guide prediction strategy and X – AP 2for discussion methode without guide prediction strategy.

Before given the treatment the mean of pre test in experiment class was 40,26 and after implemented the discussion methode through guide prediction strategy it increased become 74,12. while the mean of control class was 32,60 and after implemented the discussion methode without guide prediction strategy the mean increased become 55,76. The increasing of mean in both of class was 33,86 for experiment class and 23,60 for control class. Based on these values it can be conclude that student’s learning achievement in the experimental class is higer than control class. Statistically, the data analysis showed that the difference of student’s learning achievement learning by discussion methode through implementing prediction strategy and without guide prediction strategy (tcount 12 >

ttable 2,006).

Key Words : Learning Achievement, Quasi Experimental, Discussion Methode,

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Abstract iv Kata Pengantar v

DaftarIsi vii

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Identifikasi Masalah 3

1.3 Batasan Masalah 3

1.4 Rumusan Masalah 4

1.5 Tujuan Penelitian 4

1.6 Manfaat Penelitian 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6

2.1 Kerangka Teoritis 6

2.1.1 Hakikat Belajar 6

2.1.2 Mengajar 6

2.1.3 Pembelajaran 8

2.1.4 Hasil Belajar 8

2.1.5 Strategi Pembelajaran 9

2.1.6 Strategi pembelajaran Prediction Guide 10

(7)

2.1.8 Metode Diskusi 14

2.2 Materi Pelajaran 16

2.3 Kerangka Berfikir 16

2.4 Hipotesis 21

2.4.1 Hipotesis Penelitian 22

2.4.2 Hipotesis Statistik 22

BAB III METODE PENELITIAN 23

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 23

3.1.1 Lokasi Penelitian 23

3.1.2 Waktu Penelitian 23

3.2 Populasi dan Sampel 23

3.2.1 Populasi 23

3.2.2 Sampel 23

3.3 Variabel Penelitian 23

3.4 Jenis dan Desain Penelitian 24

3.5. Prosedur Penelitian 24

3.6 Instrumen Penelitian 27

3.7 Uji Coba Instrumen Penelitian 27

3.8 Teknik Analisis Data 30

3.8.1. Uji Kelayakan data 30

3.8.2. Uji Analisis Data Penelitian 32

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 34

4.1.1. Deskripsi Hasil Penelitian Kelas Yang Diajar Menggunakan Metode Diskusi Dengan Penerapan Strategi Prediction

Guide (Tebak Pelajaran) 34

4.1.2. Deskripsi Hasil Penelitian Kelas Yang Diajar Menggunakan Metode Diskusi Tanpa Penerapan Strategi Prediction Guide

(8)

4.2. Analisis Data 38

4.2.1. Uji Normalitas 38

4.2.2. Uji Homogenitas 39

4.3. Uji Hipotesis 39

4.4. Pembahasan 41

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 43

5.2. Saran 43

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Desain penelitian 24

Tabel 3.2. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar 29

Tabel 4.1. Nilai Pretest dan Postest Kelas Eksperimen 34 Tabel 4.2. Nilai Pretest dan Postest Kelas Kontrol 36 Tabel 4.3. Ringkasan Hasil Analisis Uji Normalitas 39

Tabel 4.4. Ringkasan Pengujian Hipotesis 40

(10)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Siklus Oksigen Dan Karbon Dioksida 17

Gambar 2.2. Siklus Air 19

Gambar 2.3. Lapisan-lapisan Tanah 20

Gambar 3.1. Skema Prosedur Pelaksanaan Penelitian 26 Gambar 4.1. Diagram Nilai Pretest Kelas Eksperimen 35 Gambar 4.2. Diagram Nilai Postest Kelas Eksperimen 35

Gambar 4.3. Diagram Nilai Pretest Kelas Kontrol 37

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus 46 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen 48

Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol 56

Lampiran 4. Instrumen Penelitian 64

Lampiran 5. Kunci Jawaban 69 Lampiran 6. Tabel Uji Validitas Instrumen Penelitian 70

Lampiran 7. Tabel Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian 71 Lampiran 8. Tabel Perhitungan Taraf Kesukaran Soal 72

Lampiran 9. Tabel Perhitungan Daya Beda Soal 73

Lampiran 10. Perhitungan Uji Validitas Instrumen 74

Lampiran 11. Perhitungan Uji Reliabilitas Instrumen 77 Lampiran 12. Perhitungan Tingkat Kesukaran Instrumen 79

Lampiran 13. Perhitungan Daya Beda Soal 81 Lampiran 14. Data Hasil Belajar Siswa 83 Lampiran 15. Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Hasil

Belajar Data Hasil Belajar 85

Lampiran 16. Uji Normalitas Data 88

Lampiran 17. Uji Homogenitas Data 93

Lampiran 18. Pengujian Pengujian Hipotesis 95 Lampiran 19. Rekapitulasi Jawaban Siswa Kelas Eksperimen pada soal

Pre test 98

Lampiran 20. Rekapitulasi Jawaban Siswa Kelas Eksperimen pada soal

Postest 100

Lampiran 21. Rekapitulasi Jawaban Siswa Kelas Kontrol pada soal

Pretest Silabus 102

Lampiran 22. Rekapitulasi Jawaban Siswa Kelas Eksperimen pada soal

Postest 103

(12)

Lampiran 25. Tabel Nilai – Nilai Dalam Distribusi-t (Tabel t) 106

Lampiran 26. Nilai Kritis L untuk Uji Liliefors 107

Lampiran 27. Tabel Normal Kurva Standar 108

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi dalam belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antar guru dengan siswa tetapi berupa interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam proses belajar mengajar antara lain tujuan instruksional yang hendak dicapai, materi pelajaran, metode pembelajaran,dan evaluasi belajar (Usman, 2010).

Tujuan dari kegiatan belajar mengajar tidak akan pernah tercapai jika pemilihan dan penentuan komponen atau unsur yang terdapat dalam proses belajar mengajar tidak dilakukan dengan baik terutama dalam penggunaan metode mengajar. Jadi, guru sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran. Sering siswa kurang berminat terhadap pelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa dalam menerima pelajaran. Beberapa diantaranya adalah kebiasaan siswa yang berbicara dengan teman sebelahnya pada saat guru sedang menyampaikan pelajaran. Hal ini disebabkan oleh metode yang digunakan guru masih kurang tepat. Hal seperti ini masih terlihat di sekolah tempat peneliti akan mengadakan penelitian, karena metode yang digunakan kurang bervariasi.

(14)

pada saat pembelajaran berlangsung; (2) Sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar IPA masih terbatas; (3) Hasil belajar siswa juga masih rendah, dapat dilihat dari nilai harian dan nilai ulangan siswa dimana masih sedikit siswa yang berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan guru IPA yaitu 7,5. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi sehingga kurang menarik perhatian siswa; (4) Kurangnya minat dan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA sehingga siswa merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung; (5) Keaktifan siswa masih kurang ketika berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar.

Kelemahan-kelemahan di atas merupakan masalah yang perlu dipecahkan untuk dapat memotivasi siswa dalam proses belajar. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk menerapkan suatu strategi pembelajaran aktif dan metode yang mampu membuat siswa termotivasi untuk belajar, tidak malu bertanya, dan ingin mengembangkan keingintahuannya mengenai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru.

(15)

akan menjadi dinamis jika diadakan kompetisi antar kelompok dengan prediksi yang paling banyak benarnya (Sabri, 2007).

Berdasarkan pemikiran-pemikiran tersebut penulis merasa tertarik melakukan penelitian dengan judul “Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Metode Diskusi Dengan Penerapan Strategi Prediction

Guide (Tebak Pelajaran) dan Tanpa Penerapan Strategi Prediction Guide

(Tebak Pelajaran) Pada Sub Materi Komponen Abiotik Lingkungan di Kelas

X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/1013”.

1.2. Identifikasi Masalah

Sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Metode pembelajaran yang digunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran kurang bervariasi sehingga kurang menarik perhatian siswa; 2. Siswa masih mengalami kesulitan dalam mengingat atau menghafal dan

memahami konsep materi IPA;

3. Sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar IPA masih terbatas; 4. Minat dan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA masih kurang

sehingga siswa merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung; 5. Keaktifan siswa masih kurang ketika berlangsungnya kegiatan belajar

mengajar;

6. Hasil belajar siswa pada pelajaran IPA masih rendah dapat dilihat dari nilai harian dan ulangannya.

1.3. Batasan Masalah

Untuk memberi ruang lingkup yang jelas pada pembahasan, maka batasan masalah dalam penelitian ini hanya dibatasi pada:

(16)

2. Penelitian ini diterapkan pada sub materi komponen abiotik lingkungan; 3. Parameter yang di ukur adalah hasil belajar siswa;

4. Subjek penelitian dibatasi pada siswa kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013.

1.4. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013?

2. Bagaimana hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013?

3. Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dan tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013?

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013;

(17)

3. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dan tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada sub materi komponen abiotik lingkungan di kelas X SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura Tahun Pembelajaran 2012/2013.

1.6. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat diharapkan :

1. Bahan informasi bagi guru IPA untuk memilih metode mengajar yang lebih baik dan tepat dalam proses belajar mengajar;

2. Untuk mengetahui kecenderungan kesulitan siswa dan mencari jalan keluar dengan merancang kegiatan belajar mengajar yang tepat agar mencapai tujuan belajar;

(18)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada materi komponen abiotik lingkungan memiliki nilai rata-rata sebesar 74,12.

2. Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada materi komponen abiotik lingkungan memiliki nilai rata-rata sebesar 55,76.

3. Berdasarkan hasil uji dipreoleh nilai thit = 12 sedangkan ttab = 2, 006 maka thit >

ttab (12 > 2,006) berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga ada perbedaan

antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dan tanpa penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) pada materi komponen abiotik lingkungan.

5.2. Saran

1. Bagi guru bidang studi IPA di SMK Swasta T. Amir Hamzah Indrapura agar berkenan mencoba menggunakan metode diskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran) dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai referensi dan sumber informasi bagi

pembaca yang ingin mempersiapkan diri menjadi guru yang profesional.

3. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi siswa tentang cara berdiskusi dengan penerapan strategi Prediction Guide (tebak pelajaran).

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S., (2010), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik , Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Dimyati Dan Mudjiono, (2006), Belajar dan Pembelajaran, Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.

Djamarah, S. B. dan Aswan Z, (2006), Strategi Belajar Mengajar ( Edisi Revisi), PT Rineka Cipta, Jakarta.

Fatmawati, (2012), Kajian Teori Strategi Pembelajaran Prediction Guide, (http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/175/jiptiain--fatmawatid-8727-5-babii.pdf) (diakses 28 Januari 2013).

Hamalik, O., (2010), Kurikulum dan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta.

Istarani, (2011), 58 Model Pembelajaran Inovatif, Penerbit Media Persada, Medan.

Krisna,W., (2013), http://www.google.com/imgres?imgurl=http://files.sman1-mgl.sch.id/files/Animasi/kelas10/geo/1/MP_75, Di akses tanggal 11 Maret 2013.

Mutiara, T., (2008), Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMK dan MA Kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Pramana,S.,(2013),http://www.google.com/imgres?Imgurl=Http://soredistribution .Orgfree.com/tiens/lapisantanah.jpg&imgr, Di Akses tanggal 11 Maret 2013.

Purnomo,A.,(2013),http://www.google.com/imgres?imgurl=http://4.bp.blogspot.c om/, Di Akses tanggal 11 Maret 2013.

Sabri, A., (2007), Strategi Belajar Mengajar Microteaching, Penerbit Quantum Teaching, Padang.

Setyadi, T., (2011), Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMK Kelas X, Penerbit Grafindo, Bandung.

(20)

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Penerbit PT Rineka Cipta Jakarta.

Sudjana, (2005), Metoda statistika, Penerbit Tarsito, Bandung.

Usman, U,. (2010), Menjadi Guru Profesional, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sutrisno dan Dedi,S., (2006), IPA Ilmu Pengetahuan Alam Modul I Untuk SMK Kelas X, Penerbit Yudhistira, Bogor.

Gambar

Tabel 3.1. Desain penelitian
Gambar 2.1. Siklus Oksigen Dan Karbon Dioksida

Referensi

Dokumen terkait

Penulis menarik hipotesis bahwa Efektivitas Modal Kerja (WCTO) , Perputaran Total Aktiva (TATO), dan Rasio Utang (DAR) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap Rentabilitas (ROI)

Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar 8 Konsumsi Pakan Sapi Bali yang diberikan Pakan Daun Kelor (Moringa oleifera).. JUMRIAH SYAM 1 , MUHAMMAD NUR 1

Adapun pengertian kehandalan perangkat lunak adalah peluang dari keberhasilan atau peluang bahwa sistem akan memberikan performa yang sesuai fungsinya berdasarkan batasan

Menurut Rustiadi (2003), secara alamiah kawasan pesisir pada dasarnya bukan semata-mata merupakan kawasan peralihan ekosistem daratan dan laut, namun sekaligus

Salal1 satu faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya premarital sexual intercourse adalah pengetalman tentang seksualitas yang kurang benar dan akurat, sepetti yang

Hasil penelitian dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yaitu sitem denotasi, apa yang digambarkan oleh objek, konotasi, bagaimana objek itu digambarkan dan

 Memperoleh paling kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir baik dilingkungan pemerintah maupun swasta,

32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, yaitu daerah yang memiliki otonomi nyata dan bertanggung diharapkan akan semakin berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional