1
TESIS
JENIS – JENIS ULAR (SERPENTES)YANG
DITEMUKAN DI DESA SINGAPADU KABUPATEN
GIANYAR - BALI
I GEDE AGUS PRADANA PUTRA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015
2
TESIS
JENIS – JENIS ULAR (SERPENTES)YANG
DITEMUKAN DI DESA SINGAPADU KABUPATEN
GIANYAR - BALI
I GEDE AGUS PRADANA PUTRA NIM 1292261016
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI BIOLOGI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015
3
JENIS – JENIS ULAR (SERPENTES)YANG
DITEMUKAN DI DESA SINGAPADU KABUPATEN
GIANYAR - BALI
Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister
pada Program Magister, Program Studi Biologi,
Program Pascasarjana Universitas Udayana
I GEDE AGUS PRADANA PUTRA NIM 1292261016
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI BIOLOGI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015
4
Lembar Pengesahan
TESIS INI TELAH DISETUJUI
TANGGAL 22APRIL 2015
Mengetahui,
iii Pembimbing I,
Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. NIP. 19660609 199103 2 002
Pembimbing II,
Prof. Dr. Drs. I Ketut Junitha, MS. NIP. 195706281984031003
Ketua Program Studi Magister Biologi Program Pascasarjana
UniversitasUdayana,
Ir. Ida AyuAstarini, M.Sc., Ph.D. NIP.19680327 199302 2 001
Direktur Program Pascasarjana
UniversitasUdayana
Prof. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S(K). NIP.19590215 198510 2 001
5
SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : I Gede Agus Pradana Putra, S.Si NIM : 1292261016
Program Studi : Biologi
Judul Tesis : Jenis-jenis ular (Serpentes) yang ditemukan di Desa Singapadu Kabupaten Gianyar Bali.
Dengan ini menyatakan bahwa tesis ini bebas plagiat.
Apabila dikemudian hari terbukti plagiat dalam tulisan ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan Mendiknas RI No. 17 Tahun 2010 dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Denpasar, 1 Januari 2015 Yang membuat pernyataan,
I Gede Agus Pradana Putra, S.Si.
6
Tesis Ini Telah Diujipada Tanggal 25 Pebruari 2015.
Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor
Univeritas Udayana, No.: 628/UN14.4/HK/2015Tanggal: 25 Pebruari 2015
Ketua : Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. Anggota :
1. Prof. Dr. Drs. I Ketut Junitha, MS. 2. Prof. Ir. I Wayan Kasa, M.Rur.Sc., Ph.D. 3. Drs. Deny Suhernawan Yusup, M.Sc., St. 4. Drs. Joko Wiryatno, M.Si.
7
UCAPAN TERIMAKASIH
Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha esa, karena hanya atas asung wara nugraha-Nya/kurnia-Nya, tesis ini dapat diselesaikan.
Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., pembimbing I yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan, semangat, bimbingan, dan saran selama penulisan mengikuti program Magister llmu Biologi, khususnya dalam penyelesaian tesis ini. Terima kasih sebesar-besarnya pula penulis sampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Drs. I Ketut Junitha, MS., Pembimbing II yang dengan penuh perhatian dan kesabaran telah memberikan bimbingan dan saran kepada penulis.
Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana Bapak Prof. Dr. dr. Ketut Suastika., SpPD KEMD., atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada penulis untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan Program Pascasarjana di Universitas Udayana. Ucapan terima kasih ini juga ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana yang dijabat oleh IbuProf. Dr. dr. A. A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menjadi mahasiswa Program Magister Ilmu Biologi pada Program Pascasarjana Universitas Udayana. Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Ibu Ir. Ida AyuAstarini, M.Sc., Ph.D., ketua Program Magister Ilmu Biologi Universitas Udayana atas ijin yang diberikan penulis untuk mengikuti Program Magister Ilmu Biologi Universitas Udayana. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis, yaitu Prof. Ir. I Wayan Kasa, M.Rur.Sc., Ph.D., Drs. Deny Suhernawan Yusup, M.Sc., St., dan Drs. Joko Wiryatno, M.Si., yang telah memberikan saran, masukan, sanggahan, dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Ayah dan Ibu atas dukungan dan semangat yang diberikan. Ucapan terima kasih pula penulis sampaikan kepada kekasih tercinta Adrian Slade yang dengan penuh
8
pengorbanan memberikan waktunya dan membantu dalam penelitian tesis ini, serta Bali Reptile Rescue yang memberikan informasi dan masukan mengenai ular di Bali. Penulis ucapkan terima kasih kepada Peter Nicholsonuntuk informasi dan pengetahuan tentang penanganan ular. Penulis ucapkan terimakasih kepada Wayan Halden Boyd dan Barry Goldsmith atas semua peralatan dan obat-obatan untuk ular yang diberikan selama penelitian ini.
SemogaIda Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha esa selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini.
Denpasar, 25 Pebruari 2015
Penulis
9
SUMMARY
THE SPECIES OF SNAKES (SERPENTES) FOUND IN SINGAPADU VILLAGE, DISTRICT OF GIANYAR, BALI.
Singapadu village is located in the District of Gianyar, Bali that has an area of 345.93 ha, which 115.7 ha is rice field. Rice field and river are favorable habitats of many kinds of organisms, one of them is snake (Serpentes). Most community of that village work as farmers, and some of them used river for their daily life, such as for bathing, washing, praying and field irrigation. As a result the community sees snake quite frequently, and most of the time they kill the snake on the spot, because they are too scared and think that all snakes are poisonous and can kill human. Therefore, this study was aimed to identify and inventories the species of snake found in Singapadu village, which was categorized into four different habitats: rice field, river, conservation area, and settlement.
Primarily observation has been conducted on December 2013 to February 2014. Samples collection was continued on March to April 2015. Samples were collected at 09.00-16.00 WITA during the day and 19.00 – 23.00 WITA during the night time. Snakes were explored along the rice fields, rivers, conservation areas and settlements. A total of 122 individual snakes were collected and identified. Those were belonged to 19 species, from 15 genus and 5 families.Painted bronzeback (Dendrelaphis pictus) or ular tali (Bali) was the most common species found from all habitats (35.2%), while Copperhead racer snake (Coelognathus radiata), keeled slug-eater (Pareas carinatus) and brahminy blind
snake (Ramphotyphlops braminus) were the rarer snakes observed (each of 1%).
The highest diversity of snakes were found on river (13 species), but lowest in settlement (9 species). The highest percentage of individual snakes was collected from rice field (42%), and lowest from settlement (8,2%).
Fourteen species of snakes,from the Family of Colubridae, found in Singapadu village were Ahaetulla prasina, Boiga cynodon, Boiga dendrophila,
Coelognathus flavolineatus,Coelognathus radiata, Dendrelaphis pictus ,Gonyosoma oxycephalum, Lycodon aulicus-capucinus, Lycodon subcinctus, Pareas carinatus, Ptyas korros, Ptyas mucosa, Rhabdophis chrysargos and Xenochrophis piscator. The family of Elapidae consisted of two species namely Bungarus candidus and Naja sputatrix. One species was collected from the
Family of Pythonidae (Python reticulatus), Typhlopidae (Ramphotyphlops
braminus) and Viperidae (Trimeresurus insularis).
Keywords: Singapadu village, rice field, river, conservation, settlement, snake species.
10
RINGKASAN
JENIS – JENIS ULAR (SERPENTES) YANG DITEMUKAN DI DESA SINGAPADU KABUPATEN GIANYAR – BALI
Desa Singapadu terletak di Kabupaten Gianyar Bali dengan luas wilayah 345,93 ha dan 115,7 ha merupakan area persawahan. Habitat sawah yang luas dan habitat sungai merupakan tempat hidup berbagai macam organisme, salah satunya adalah ular (Serpentes). Masyarakat sekitar sebagian besar bekerja sebagai petani dan beberapa masih memanfaatkan sungai untuk tempat mandi, mencuci, sembahyang dan mengairi sawah, hal ini membuat masyarakat bertemu langsung dengan ular. Identifikasi dan inventarisasi jenis-jenis ular yang ada di Desa Singapadu pada habitat sawah, sungai, lembaga konservasi dan pemukiman perlu dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis ular di habitat tersebut.
Observasi pendahuluan dilakukan dari Bulan Desember 2013 sampai Pebruari 2014. Pengambilan sampel penelitian dilanjutkan dari Bulan Maret sampai April 2014. Waktu pengambilan sampel yaitu pukul 09.00 - 16.00 WITA dan pukul 19.00 - 23.00 WITA. Pencarian ular dilakukan dengan metode jelajah dengan cara menelusuri habitat yang telah ditentukan, informasi dari staff lembaga konservasi, dan rescue(penyelamatan) yang dilakukan di area pemukiman. Total individu ular yang tertangkap di Desa Singapadu adalah 122, yang terdiri dari 19 spesies, 15 genus dan 5 famili. Ular tali/painted bronzeback (Dendrelaphis pictus)merupakan spesies yangpaling sering ditemukan di semua habitat, persentase ular tali mencapai(35,2%), sedangkan spesies ular yang jarang ditemukan adalah ular racer kepala tembaga/Copperhead racer (Coelognathus
radiata), ular siput/keeled slug-eater(Pareas carinatus) dan ular buta brahminy/brahminy blind snake (Ramphotyphlops braminus) yang
masing-masingsebanyak1%. Habitat sungai memiliki keanekaragaman spesies ular tertinggi yaitu 13 spesies, sedangkan keanekaragaman spesies ular terendah ditemukan di area pemukiman yaitu sembilan spesies. Persentase individu ular tertinggi ditemukan di habitat sawah (42 %) dan terendah di pemukiman (8,2 %).
Spesies yang ditemukan di Desa Singapadu darifamili Colubridae adalah 14 spesies yaitu: Ahaetulla prasina, Boiga cynodon, Boiga dendrophila,
Coelognathus flavolineatus, Coelognathus radiata, Dendrelaphis pictus, Gonyosoma oxycephalum, Lycodon aulicus-capucinus, Lycodon subcinctus, Pareas carinatus, Ptyas korros, Ptyas mucosa, Rhabdophis chrysargos dan Xenochrophis piscator. Famili Elapidae dua spesies yaitu: Bungarus candidus dan Naja sputatrix; Famili Pythonidae satu spesies yaitu Python reticulatus; Famili
Typhlopidae satu spesies yaitu Ramphotyphlops braminus dan Famili Viperidae satu spesies yaitu Trimeresurus insularis.
Kata Kunci: Desa Singapadu, sawah, sungai, lembaga konservasi,pemukiman dan jenis-jenis ular.
11
DAFTAR ISI
SAMPUL DALAM ... i
PRASYARAT GELAR ... ii
LEMBAR PERSETUJUAN... iii
SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT... iv
PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... v
UCAPAN TERIMAKASIH ... vi
ABSTRACT ...viii
RINGKASAN ... ix
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ...xiv
DAFTAR GAMBAR ...xv BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 2 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.4.1 Manfaat Teoritis ... 3 1.4.2 Manfaat Praktis ... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 4
2.1 Desa Singapadu ... 4 2.2 Habitat Ular ... 5 2.3 Klasifikasi Ular ... 7 2.4 Famili Typhlopidae ... 11 2.5 Famili Pythonidae ... 12 2.6 Famili Colubridae ... 12 2.7 Famili Elapidae ... 14 2.8 Famili Viperidae ... 15
2.9Kandungan Bisa Ular ... 15
12
BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS
PENELITIAN ... 18
3.1 Kerangka Berpikir ... 18
3.2 Konsep Penelitian ... 20
3.3 Hipotesis ... 21
BAB IV METODE PENELITIAN ... 22
4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 22
4.2 Penentuan Sumber Data ... 22
4.3 Variabel Penelitian... 23 4.4 Instrumen Penelitian ... 24 4.5 Prosedur Penelitian ... 25 4.5.1 Penangkapan Ular ... 25 4.5.2 Identifikasi ... 25 4.6 Analisis Data ... 26
BAB V HASIL PENELITIAN ... 27
5.1 Klasifikasi Dan Deskripsi ular Yang Tertangkap Di Desa Singapadu .. 27
5.2 Famili Colubridae ... 27
5.2.1 Ahaetulla prasina Shaw (1802) (Ular Pucuk/Green Vine Snake) . 27 5.2.2 Boiga dendrophila Boie (1827) (Ular Cincin Emas/Perak/ Mangrove Cat Snake) ... 29
5.2.3 Boiga cynodon Boie (1827) (Ular Kucing Bergigi Panjang/ Dog-toothed Cat Snake) ... 30
5.2.4 Coelognathus flavolineatus Schlegel (1837) (Ular Babi/ Yellow-striped Racer) ... 31
5.2.5 Coelognathus radiata Boie (1827) (Ular RacerBerkepala Tembaga/Copperhead Racer) ... 32
5.2.6 Dendrelaphis pictus Gmelin (Ular Tali/Painted Bronzeback)... 33 5.2.7 Gonyosoma oxycephalum Boie (1827) (Ular Racer Berekor
13
Merah/Red-tailed Racer) ... 34 5.2.8 Lycodon aulicus-capucinus Boie (1827) (Ular Cecak/Common
Wolf Snake) ... 35
5.2.9 Lycodon subcinctus Boie (1827) (Ular Cecak Belang/
White-banded Wolf Snake) ... 36
5.2.10 Pareas carinatus Wagler (1830) (Ular Siput/ Keeled Slug-eater)37 5.2.11 Ptyas korros Schlegel (1837) (Ular Koros/Ular Sawa/
Indo-chinese Rat Snake) ... 38
5.2.12 Ptyas mucosa Linnaeus (1758) (Ular Jali Belang/Banded
Rat Snake) ... 39
5.2.13 Rhabdophis chrysargos Schlegel (1837) (Ular Sampi/Spotted
Keelback)... 40
5.2.14 Xenochrophis piscator Schneider (1799) (Ular Bandotan Tutul/
Checkered Keelback) ... 41
5.3 Famili Elapidae ... 42 5.3.1 Bungarus candidus Linnaeus (1758) (Ular Weling/Malayan
Krait) ... 42
5.3.2 Naja sputatrix Boie (1827) (Ular Sendok/Indonesian Spitting
Cobra)... 43
5.4 Famili Pythonidae ... 44 5.4.1 Python reticulatus Schneider (1801) (Ular Sanca Batik/Reticulated
Python) ... 44
5.5 Famili Typhlopidae ... 45 5.5.1 Ramphotyphlops braminus Daudin (1803) (Ular Buta Brahminy/
Brahminy Blind Snake) ... 46
5.6 Famili Viperidae ... 47 5.6.1 Trimersurus insularis Kramer (1977) (Ular Mati Ekor/Lesser Sunda
White-lipped Viper) ... 47
5.7 Populasi Ular Yang Ditemukan Di Desa Singapadu ... 51 5.8 Sebaran Temporal dan Sebaran Spatial Ular Yang Ditemukan Di Desa
Singapadu ... 54
14
BAB VI PEMBAHASAN ... 55
6.1 Populasi Ular Yang Ditemukan Di Desa Singapadu ... 55
6.2 Keanekaragaman Ular Pada Empat Habitat Yang Berbeda ... 59
6.3 Sebaran Temporal dan Spatial Ular Di Desa Singapadu ... 67
BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 71
7.1 Simpulan ... 71
7.2 Saran ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 72
15
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1 Spesies ular berbisa di Bali, kandungan bisa dan kekuatan bisa
(McKay,2006) ... 17 Tabel 5.1 Jumlahdan persentase (%)spesies ular yang ditemukan di Desa
Singapadu ... 52 Tabel 5.2 Keanekaragaman spesies ular di empat habitat ... 53 Tabel 5.3 Sebaran temporal dan spatial ular yang ditemukan di Desa Singapadu 54
16
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 1.Ausunan sisik kepala bagian atas (a), susunan sisik supralabial dan infralabial (b), cara menghitung sisik dorsal tengah tubuh (c),sisik anal
dan subkaudal (d) (McKay, 2006; Lang and Vogel, 2005). ... 10
Gambar 2. Lokasi/tempat pengambilan sampel ular di habitat sawah, sungai, lembaga konservasi dan pemukiman, Desa Singapadu Kabupaten Gianyar Bali ... 23
Gambar 3. Peralatan yang digunakan untuk mencari sampel ular selama penelitian ... 24
Gambar 4. Ular pucuk berwarna hijau (a) dan ular pucuk coklat (b) ... 28
Gambar 5. Ular cincin emas belang putih (a) dan ular cincin emas (b) ... 29
Gambar 6. Ular awan mature dan b. ular awan juvenile ... 30
Gambar 7. Ular babi mature saat agresif (a) dan ular babi juvenile (b) ... 31
Gambar 8. Ular sapi lanang saat agresif... 32
Gambar 9. Ular tali istirahat dimalam hari (a) dan ular tali saat agresif (b) ... 33
Gambar 10. Ular gadung luwuk saat agresif ... 34
Gambar 11. Ular cecak ... 35
Gambar 12. Ular cecak belang mature dengan belang putih memudar ke bagian ekor(a) dan ular cecak juvenile (b) ... 36
Gambar 13. Ular siput ... 37
Gambar 14. Ular koros mature (a) danular koros juvenile (b) ... 38
Gambar 15. Ular jali belang ... 39
Gambar 16. Ular sapi ... 40
Gambar 17. Ular bandotan tutul ... 41
Gambar 18. Ular weling hitam putih dan hitam (a) dan ular weling coklat (b) ... 42
Gambar 19. Ular sendok saat agresif ... 43
Gambar 20. Ular sanca batik ... 45
Gambar 21. Ular kawat ... 46
17
Gambar 22. Ular mati ekor saat agresif (a) dan tanda panah adalah sensor panas (facial pit) (b) ... 47