Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 1 BAB I
PENDAHULUAN A. Latar belakang
Pendidikan pada abad ke-21 merupakan hal yang sangat penting karena dengan pendidikan kita akan semakin cepat untuk mengembangkan dan mengetahui potensi diri. Pemerintah Indonesia sekarang sudah banyak membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu upaya manajemen SMK untuk menarik minat masyarakat adalah dengan adanya Quality Assurance (QA) atau sering disebut Penjaminan Mutu/Kualitas Pendidikan. Meningkatnya jaminan kualitas (QA) pendidikan membantu manajemen sekolah untuk mencapai predikat ‘sekolah unggulan’ sehingga sekolah mendapat kepercayaan dari calon siswa, baik yang akan langsung bekerja maupun meneruskan ke jenjang studi yang lebih tinggi.
Jaminan kualitas / Quality Assurance (QA) adalah salah satu sarana untuk meningkatkan efektivitas pendidikan. Prinsipnya ada pada pelaku utama pendidikan yang berada di garis depan, seperti kepala sekolah, guru, staf dan karyawan, siswa dan orang tua siswa untuk meningkatkan kualitas
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 2 pendidikan khususnya pendidikan SMK dalam membentuk SDM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat/industri. Oleh karena itu, manajemen sekolah harus mengevaluasi diri untuk terus memperbaiki dan meningkatkan proses perencanaan serta pelaksanaan pembangunan pendidikan di sekolah.
Jaminan kepastian kualitas pendidikan meliputi jaminan fasilitas, jaminan kompetensi guru, sampai pada jaminan kelulusan. Para orang tua yang melek kemajuan pendidikan kini semakin selektif dan kritis dalam menentukan lembaga pendidikan bagi anaknya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu konsep dasar jaminan kepastian kualitas/Quality Assurance (QA) di SMK? 2. Aspek apa saja yang mendukung jaminan
kepastian kualitas/Quality Assurance (QA) di SMK?
3. Bagaimana sistem manajemen yang baik dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas /Quality Assurance (QA) di SMK? C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep dasar jaminan kepastian kualitas (QA) di SMK.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 3 2. Untuk mengetahui aspek aspek yang mendukung jaminan kepastian kualitas (QA) di SMK.
3. Untuk mengetahui sistem manajemen yang baik dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) di SMK.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 4 BAB II
DASAR TEORI A. Teori POAC
Dunia manajemen menggunakan prinsip POAC ( Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Prinsip manajemen ini banyak sekali digunakan oleh organisasi besar untuk memajukan serta mengelola organisasi mereka. Berikut akan penjelasaan POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) tersebut.
Gambar POAC
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 5 1. Planning
Gambar Rencana A,B,C Sumber : www.stepchange.ie
Planning adalah proses mendefinisikan
tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan mengembangkan rencana aktivitas kerja dalam sebuah organisasi. Perencanaan merupakan proses yang penting dari segala bentuk fungsi
manajemen, karena tanpa adanya
perencanaan semua fungsi-fungsi lainnya tidakakan dapat berjalan.
Dalam perencanaan, terdapat beberapa faktor dalam planning yang patut untuk dipertimbangkan, yaitu :
a. Specific, yaitu berarti sebuah perencanaan harus jelas apa maksut dan tujuannya beserta ruang lingkupnya. b. Measurable, yaitu suatu tingkat
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 6
dari program kerja dan rencana yang dibuat.
c. Achievable, yaitu sesuatu tersebut bisa tercapai dan diwujudkan, bukan hanya sekedar fiktif dan khayalan belaka.
d. Realistic, yaitu sesuatu yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada, harus seimbang tetapi tetap ada tantangan didalamnya.
e. Time, yaitu ada batas waktu yang jelas, sehingga bisa dinilai dan dievaluasi.
2. Organizing
Pengorganisasian ( Organizing ) adalah fungsi kedua dalam manajemen. Organizing adalah proses kegiatan dalam menyusun struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Hasil dari pengorganisasian itu berupa struktur organisasi.
Setiap tujuan di sebuah organisasi pasti ingin dicapai, dan untuk meraih hal tersebut, pengorganisasian sangat berperan penting. Sebuah perusahaan, pengorganisasian biasanya disusun dalam bentuk badan organisasi atau struktur organisasi, setelah itu baru dipecah menjadi beberapa jabatan. Disinilah letak salah satu prinsip Manajemen yang membagi setiap tugas dan tanggung
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 7
jawab dalam sebuah perusahaan yang dibebankan pada semua anggota organisasi menurut skil dan kemampuan masing-masing individu.
Gambar Bagan setruktur organisasi Sumber: 20337604.siap-sekolah.com
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 8 3. Actuating
gambar Actuating
Sumber www.stepchange.ie
Actuating ( Pelaksanaan ) adalah suatu
tindakan yang mengusahakan agar semua perencanaan dan tujuan perusahaan bisa terwujud dengan baik dan seperti yang diharapkan. Pelaksanaan merupakan suatu upaya yang menggerakkan orang-orang untuk mau bekerja dengan sendirinya dan dengan kesadaran yang besar demi mengabulkan seluruh cita-cita perusahaan secara efektif dan tepat.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 9
Perencanaan dan pengorganisasian akan berjalan kurang baik jika tidak disertai dengan pelaksanaan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sekali bentuk nyata dari kerja keras, kerjasama dan kerja nyata didalamnya. Pengoptimalan seluruh sumber daya manusia yang ada juga sangat penting, terutama ditujukan untuk mencapai visi, misi dan planning yang telah diterapkan.
Poin ini, semua sumber daya manusia yang ada harus bekerja sesuai dengan tugas yang dibebankan, fungsi serta peran dan kompetensi dari masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan tersebut.
4. Controlling
Gambar Kontrol
Sumber : www.yourarticlelibrary.com
Pengawasan ( Controlling ) adalah proses pengamatan, penentuan standar yang akan diwujudkan, menilai kinerja
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 10
pelaksanaan, dan jika diperlukan mengambil tindakan korektif, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan semaksimal mngkin dalam mencapai tujuan perusahaan.
Pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka akan dibutuhkan pengontrolan yang optimal, baik itu dalam bentuk supervisi, pengawasan,
inspeksi dan audit.
Tujuan utama dari kegiatan pengawasan adalah menciptakan kegiatan-kegiatan manajemen yang dinamis dan terwujud secara efektif dan efisien. Sesuai mencegah terjadinya penyimpangan. Memperbaiki kelemahan dan kesalahan, serta menindak
penyalahgunaan dan penyelewengan
Mendinamisasikan organisasi serta kegiatan dalam manajemen. Memperkuat rasa akan tanggung jawab tiap individu. Mengambil tindakan korektif jika pelaksanaan menyimpang dari perencanaan atau standar yang telah ditetapkan. Dengan perannya dalam sebuah organisasi, controlling memiliki beberapa fungsi utama.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 11 B. Teori SWOT
Gambar SWOT
Sumber : www.easy-marketing-strategies.com
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 12 dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland dalamhttp://subliyanto.wordpress.com/2012/ 12/13/analisis-swot/ , analisis SWOT adalah instrumen perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman. Instrumen ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.
Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune500. Jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di Harvard Business School. Pada saat pertama kali digunakan terdapat beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat deskriptif serta belum bahkan tidak menghubungkan dengan strategi-strategi yang mungkin bisa
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 13 dikembangkan dari analisis kekuatan-kelemahan yang telah dilakukan.
Hasil analisis biasanya adalah arahan atau rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Digunakan dengan benar, analisis SWOT akan membantu kita untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisis ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif, karena bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan memandang berbeda keempat bagian tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa arahan dan tidak memberikan solusi “ajaib” dalam sebuah permasalahan.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, di mana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 14 (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. sehingga tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut, baik faktor internal maupun eksternal.
Melakukan analisis terhadap fungsi-fungsi dan faktor-faktornya, maka berlaku ketentuan berikut: untuk tingkat kesiapan yang memadai, artinya, minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran, dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai, artinya,
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 15 tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal, dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal.
Untuk menentukan kriteria kesiapan, diperlukan kecermatan, kehati-hatian, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai, disebut persoalan. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan, maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan tercapai. Oleh karena itu, agar sasaran dapat tercapai, perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan, yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang.
Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT, langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan, yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 16 mengoptimalkan fungsi yang telah dinyatakan siap.
Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya, maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda, disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. Dengan kata lain, sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama.
1. Strengths (kekuatan)
Gambar kekuatan Sumber : pestleanalysis.com
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 17 keunggulan lain yang berakibat pada nilai plus atau keunggulan komparatif lembaga pendidikan tersebut. Hal ini bisa dilihat jika sebuah lembaga pendidikan harus memiliki skill atau keterampilan yang bisa disalurkan bagi perserta didik, lulusan terbaik atau hasil andalan, maupun kelebihan-kelebihan lain yang dapat membuat sekolah tersebut unggul dari pesaing-pesaingnya serta dapat memuaskan steakholders maupun pelanggan (peserta didik, orang tua, masyarakat dan bangsa).
Sebagai contoh dari bidang keunggulan, antara lain kekuatan pada sumber keuangan, citra yang positif, keunggulan kedudukan di masyrakat, loyalitas pengguna dan kepercayaan berbagai pihak yang berkepentingan. Sedangkan keunggulan lembaga pendidikan di era otonomi pendidikan atara lain yaitu sumber daya manusia yang secara kuantitatif besar, hanya saja perlu pembenahan dari kualitas. Selain itu antusiasme pelaksanaan pendidikan yang sangat tinggi, didukung dengan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. Hal lain dari faktor keunggulan lembaga pendidikan adalah kebutuhan masyarakat terhadap yang bersifat transendental sangat tinggi, dan itu sangat mungkin diharapkan dari
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 18 proses pendidikan lembaga pendidikan yang agamis.
Bagi sebuah lembaga pendidikan untuk mengenali kekuatan dasar lembaga tersebut sebagai langkah awal atau tonggak menuju pendidikan yang berbasis kualitas tinggi merupakan hal yang sangat penting. Mengenali kekuatan dan terus melakukan refleksi adalah sebuah langkah besar untuk menuju kemajuan bagi lembaga pendidikan.
2. Weakness (kelemahan)
Gambar kelemahan Sumbre : pestleanalysis.com
Kelemahan adalah hal yang wajar dalam segala sesuatu tetapi yang terpenting adalah bagaimana sebagai penentu kebijakan dalam lembaga pendidikan bisa meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut atau bahkan kelemahan tersebut menjadi satu sisi kelebihan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 19 yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain. Kelemahan ini dapat berupa kelemahan dalam sarana dan prasarana, kualitas atau kemampuan tenaga pendidik, lemahnya kepercayaan masyarakat, tidak sesuainya antara hasil lulusan dengan kebutuhan masyarakat atau dunia usaha dan industri dan lain-lain.
Oleh karena itu, ada beberapa faktor kelemahan yang harus segera dibenahi oleh para pengelola pendidikan, antara lain yaitu:
a. Lemahnya SDM dalam lembaga pendidikan b. Sarana dan prasarana yang masih sebatas
pada sarana wajib saja
c. Lembaga pendidikan swasta yang pada umumnya kurang bisa menangkap peluang, sehingga mereka hanya puas dengan keadaan yang dihadapi sekarang ini.
d. Output pada lembaga pendidikan yang belum sepenuhnya bersaing dengan output lembaga pendidikan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 20 3. Opportunities (peluang)
Gambar peluang Sumber : pestleanalysis.com
Peluang adalah suatu kondisi lingkungan eksternal yang menguntungkan bahkan menjadi formulasi dalam lembaga pendidikan. Situasi lingkungan tersebut misalnya:
a. Kecenderungan penting yang terjadi dikalangan peserta didik.
b. Identifikasi suatu layanan pendidikan yang belum mendapat perhatian.
c. Perubahan dalam keadaan persaingan. d. Hubungan dengan pengguna atau
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 21 Peluang pengembangan dalam lembaga pendidikan dapat dilakukan antara lain yaitu:
a. Di era yang sedang krisis moral dan krisis kejujuran seperti ini diperlukan peran serta pendidikan agama yang lebih dominan. b. Pada kehidupan masyarakat kota dan
modern yang cenderung konsumtif dan hedonis, membutuhkan petunjuk jiwa, sehingga kajian-kajian agama berdimensi sufistik kian menjamur. Ini menjadi salah satu peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan ke depan.
c. Secara historis dan realitas, mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, bahkan merupakan komunitas muslim terbesar di seluruh dunia. Ini adalah peluang yang sangat strategi bagi pentingnya manajemen pengembangan lembaga pendidikan.
4. Threats (ancaman)
Gambar Ancaman Sumber : pestleanalysis.com
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 22 Ancaman merupakan kebalikan dari sebuah peluang, ancaman meliputi faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan bagi sebuah lembaga pendidikan. Jika sebuah ancaman tidak ditanggulangi maka akan menjadi sebuah penghalang atau penghambat bagi maju dan peranannya sebuah lembaga pendidikan itu sendiri. Contoh ancaman tersebut adalah minat peserta didik baru yang menurun, motivasi belajar peserta didik yang rendah, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut dan lain-lain.
Secara umum, analisis SWOT dipakai untuk: 1. Menganalisis kondisi diri dan lingkungan
pribadi
2. Menganalisis kondisi internal lembaga dan lingkungan eksternal lembaga
3. Menganalisis kondisi internal perusahaan dan lingkungan eksternal Perusahaan
4. Mengetahui sejauh mana diri kita di dalam lingkungan kita
5. Mengetahui posisi sebuah lembaga diantara lembaga-lembaga lain
6. Mengetahui kemampuan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dihadapkan dengan para pesaingnya.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 23 C. Materi M10P
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
1. Man
Gambar manusia Sumber : www.telegraph.co.uk
Man antau manusia merupan unsur penting yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan. Pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang menjadi keahlian orang tersebut.
2. Money
Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola pendanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga tidak terjadi
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 24 pemborosan dalam suatu lembaga pendidikan.
Ganbar uang Sumber : www.kaganga.com 3. Materials
Materials atau bahan materi merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, melalui pengelelolan material maka bisa terbentuk kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer ilmu dari guru ke siswa.
4. Method
Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan baik, metode yang digunakan untuk mengajar di sekolah satu dengan guru lain tidak sama karena akan mengacu pada siswanya.
5. Machines
Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola mesin yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar agar dapat digunakan sebaik mungkin dan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 25 tidak mengalami kerusakan. Orang yang mengelola mesin biasanya harus orang yang benar benar mengetahui cara merawat mesin tersebut dengan baik.
6. Market
Market maupun pasar adalah salah satu kunci yang menentukan sekolah atau lembaga pendidikan yang besar maupun yang kecil, pasar yang dimaksud dengan masyarakat luas, sasaran yang dituju adalah masyarakat yang berniat menyekolahkan anaknya.
7. Minutes
Gambar waktu
Sumber : formulabisnisindonesia.com
Minute atau waktu pelu dikelola dengan baik karena waktu belajar perserta didik di sekolah sangat terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya waktu belajar lebih efisien.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 26 D. Jaminan Kualitas (Quality Assurance) Menurut
Para ahli
Jaminan kualitas sering diartikan sebagai memastikan mutu, seperti tersebut dalam kata to assuran (to convince, to make sure or certain, to ansure, to secure ) artinya meyakinkan orang, mengusahakan sebaik- baiknya, mengamankan atau menjaga. Beberapa definisi Quality Assurance dikemukakan sebagai berikut :
Gambar Dr. Donabedian Sumber : erinemerson.blogspot.com
Dr. Donabedian, A, seorang ahli dalam Quality Assurance memberikan definisi QA dari aspek kesehatan sebagai “menjaga kualitas termasuk kegiatan- kegiatan yang secara periodik atau kontinu menggambarkan keadaan dimana pelayanan disediakan. Pelayanan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 27 sendiri dimonitor dan hasil pelayanannya diikuti jejaknya. Kekurangan-kekurangan dapat dicatat, sebab- sebab dari kekurangan itu dikemukakan, dan dimuatkan koreksi yang diperlukan, menghasilkan perbaikankesehatan dan kesejahteraan. QA dalam hal ini adalah proses siklus.
“QA adalah suatu penataan-penataan dan kegiatan-kehiatan yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan, memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan “.
Quality Assurance adalah suatu proses pengukuran mutu, menganalisis kekurangan yang ditemukan dan membuat kegiatan untuk meningkatkan penampilan yang diikuti dengan pengukuran mutu kembali untuk menentukan apakah peningkatan telah dicapai. Ia adalah satu- satunya kegiatan yang sistematis, suatu siklus kegiatan yang mempergunakan standar pengukuran ( palmer, H, 1983 )
Dalam Joint Commision on Acreditation of Hospital ( JCAH ), badan yang menyelenggarakan akreditasi di Amerika, Quality Assurance adalah suatu program berlanjut yang disusun secara objektif dan sistematik, memantau dan menilai mutu dan kewajaran pelayanan terhadap pasien,
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 28 menggunakan kesempatan untuk meningkatkan pelayanan pasien dan memecahkan masalah yang belum terungkap.
Azrul Azwar (1996 ) dalam bukunya “Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan“ mengidentifikasi beberapa syarat yang harus dipenuhi agar pelayanan kesehatan dapat mencapai tujuan. Syarat yang dimaksud paling tidak harus mencakup delapan hal pokok, yaitu:
1. Tersedia ( available ) 2. Wajar ( appropiate)
3. Berkesinambungan ( continue ) 4. Dapat diterima ( acceptable) 5. Dapat dicapai ( accesible ) 6. Dapat dijangkau ( afforadable ) 7. Efisien (efficient)
8. Bermutu (quality)
Kedelapan syarat pelayanan kesehatan tersebut sama pentingnya, namun pada akhir- akhir ini dengan majunya ilmu dan tekhnologi kedokteran, serta makin baiknya tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat, tampak syarat mutu makin bertambah penting. Mudah dipahami karena apabila pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilaksanakan, bukan saja akan memperkecil kemungkinan timbulnya berbagai resiko akibat penggunaan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 29 kemajuan ilmu dan teknologi, tetapi sekaligus juga akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat ( health and need demand ) yang makin hari makin meningkat.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 30 BAB III
PEMBAHASAN
A. Penjelasan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) di SMK
1. Konsep Dasar
Konsep dasar jaminan kepastian kelulusan adalah suatu lembaga pendidikan SMK untuk meningkatkan potensi siswa SMK sehingga Tamatan dari SMK diharapkan mampu dan siap bekerja sebagi tenaga ahli dibidangnya, dan dapat membuka lapangan pekerjaan karena sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri di masyarakat sangat dibutuhkan. Pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan di sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan harapan pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik dari sisi pengetahuan maupun penyelesaian masalah kontektual yang dihadapi sehari-hari.
Gambaran tentang kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang disarikan dari Finch dan Crunkilton (1984), bahwa : “Kualitas pendidikan kejuruan menerapkan ukuran ganda, yaitu kualitas menurut ukuran sekolah atau in-school success standards
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 31 dan kualitas menurut ukuran masyarakat atau out-of school success standards”. Kriteria pertama meliputi aspek keberhasilan peserta didik dalam memenuhi tuntutan kurikulum yang telah diorientasikan pada tuntutan dunia kerja. Kriteria kedua, kemampuan lulusan untuk berhasil di luar sekolah berkaitan dengan pekerjaan atau kemampuan kerja yang biasanya dilakukan oleh dunia usaha atau dunia industri.
2. Aspek aspek dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas
untuk meningkatkan jaminan kepastian kelulusan (QA) di butuhkan aspek-aspek yang mendukung dalam meningkatkan jaminan kepastian kelulusan diantaranya: a. Perluasan akses SMK
Pembangunan Sekolah baru dengan jurusan yang baru atau menyesuaikan
dengan kondisi masyarakat.
Pembangunan unit gedung yang baru pula. Sehingga SMK menjadi besar dan berkembang.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 32
gambar sumber strategi perluasan akses sumber :www.slideshare.net b. Pemerataan akses SMK
Pembangunan SMK di daerah tertinggal dan terpencil serta adanya asrama di SMK tersebut. Sehingga anak-anak di daerah terpencil bisa merasakan sekolah. Adanya asrama diperuntukkan bagi siswa yang rumahnya jauh.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 33 c. Peningkatan mutu SMK
Gambar TOEFL Sumber : acehgemilang.com
Pengadaan sarana dan
prasana,serta buku pelajaran, rehabilitasi gedung SMK. Agar siswa bisa lebih nyaman dalam belajar. Adanya kompetisi-kompetisi yang bisa membuat siswa lebih menonjol dalam kemampuannya. Sertifikasi bahasa Inggris TOEFL dan TOEIC, agar siswa lebih bisa dalam menguasai bahasa Inggris. Pengembangan SMK bertaraf internasional sehingga mutu nya bisa lebih meningkat. Adanya besiswa prestasi bagi siswa siswa berprestasi yang kurang mampu.
d. Peningkatan Relevansi SMK
Pengembangan unit usaha yang ada di SMK tersebut, bakat dan minat siswa berkembang. Bantuan modal kerja
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 34 terhadap SMK, serta perlunya kerjasama dengan industry agar lulusan SMK tersebut tidak kesulitan dalam mencari pekerjaan.
e. Pencitraan SMK
Pencitraan SMK bisa melalui media-media yang elektronik maupun cetak. SMK mempunyai website berisi informasi tentang SMK tersebut, dan iformasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Adanya pencitraan di media masa, suatu SMK bisa dikenal di masyarakat.
f. Pengembangan kualitas layanan SMK g. Inovasi pendidikan
h. Pengembangan kurikulum 3. System Manajeman
Gambar Sytem manajemen Sumber: wahidinandri.blogspot.com
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 35 system manajmen pendidikan yang baik untuk meningkatkan jaminan kepastian kelulusan SMK sebagai berikut:
a. Manajemen Kepala Sekolah
Maju mundurnya sebuah sekolah ditentukan sekali oleh bagaimana kiprah Kepala Sekolah dalam mengelola sekolah tersebut, karena Kepala sekolah berkedudukan sebagai top manager atau pimpinan (leader) dalam lembaga tersebut. Dalam deskripsi wawasan wiyata mandala bahwa Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan dilingkungan sekolahnya. Berdasar pasal 8 Kep Mendikbud No. 0490/U/92, ayat 1, seorang Kepala Sekolah bertanggung jawab atas :
1) Penyelenggaraan kegiatan pendidikan yang meliputi :
a) penyusunan program kerja sekolah. b) pengaturan kegiatan proses belajar
mengajar dan hasil berlajar serta bimbingan penyuluhan.
c) menyusun RAPBS. 2) Pembinaan kepada siswa.
3) Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainya.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 36 4) Menyelenggarakan administrasi sekolah yang meliputi administrasi ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum.
5) Perencanaan pengembangan, pendayagunaan dan pemeliharaan saran dan prasarana.
6) Pelaksanaan hubungan sekolah dengan lingkungan dan atau masyarakat.
b. Kegiatan Proses Belajar Mengajar
Gambar Kegiatan belajar mengajar Sunber : makalahinyong.blogspot.com
Proses kegiatan belajar mengajar yaitu proses berintraksinya antara peserta didik dengan guru baik dalam ruang kelas, ruang praktek, bengkel, maupun lainya tempat berlangsungnya proses pentransferan ilmu
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 37 pengetahunan dan tekonlologi dari guru kepada peserta didik.
Kegiatan belajar mengajar yaitu bertemunya antara guru dan peserta didik, pada sekolah menengah kejuruan kegiatan belajar mengajarnya lebih menekankan pada praktik agar penguasaan ketrampilan dapat terwujud, untuk itu ada beberapa faktor-faktor yang harus dipersiapakan yaitu :
1) Guru harus menyusun program dan menentukan strategi pembelajaran yaitu dengan mengidentifikasi keterampilan atau kompetensi yang akan dicapai, serta mempersiapakan bahan dan alat yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut.
2) Guru harus betul-betul memahami tuntutan yang ada pada kurikulum baik
materi pembelajaran maupun
keterampilannya, jika perlu guru harus magang pada dunia usaha/industri
3) Peserta didik/siswa dikondisikan dalam suasana menyenangkan sehingga secara psikologis siap untuk menerima materi pembelajaran.
4) Sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran harus betul-betul dipersiapkan agar peserta didik dapat praktik keterampilan dengan peralatan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 38 atau mesin-mesin yang tesedia sesuai dengan kondisi yang ada pada dunia usaha/industri.
5) Proses Belajar Mengajar (PMB) harus disusun dalam suasana yang kondusif dan menggairahkan baik bagi gurunya maupun peserta didiknya, sehingga proses pembelajaran 70 % praktik dan maksimal 30 % teori tercapai, dan pelaksanaanya disekolah dan didunia usaha/industri.
6) Setiap akhir penyelesaian dari kompetensi/sub kompetensi harus diukur dengan baik sihinngga akan dapat terlihat tingkat ketuntasan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran pada pendidikan latihan, ini sebagai dasar untuk menentukan apakah peserta didik dapat melajutkan ke kompetensi berikutnya atau harus mengulang pada kompetensi sebelumnya.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 39 c. Sarana dan Prasarana
Gambar Fasilitas sekolah Sumber: bdkjakarta.kemenag.go.id
Sarana dan prasarana pada sekolah kejuruan sangat menentukan sekali terhadap keberhasilan dalam memproses, karena peralatan praktik yang jumlahnya memadai dengan spesifikasi sesuai dengan pekembangan ada pada dunia industri.
Sarana yang harus tersedia bahan-bahan praktek agar kegiatan praktek dapat berjalan sesuai dengan kompetensi yang harus diukasai.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 40 d. Unit Produksi
Gambar Unit produk Sumber smk2pangkalpinang.com
Pada sekolah menengah kejuruan, unit produksi salah satu bagian yang tidak boleh terabaikan karena unit produksi mempunyati tujuan :
1) Memberikan kesempatan kepada siswa dan guru mengerjakan pekerjaan prakrtik yang beorientasi pada pasar.
2) Mendorong siswa dan guru dalam hal pengembangan wawasan ekonomi dan kewiraswataan.
3) Memperoleh tambahan dana bagi penyelenggaraan pendidikan.
4) Meningkatkan kreativitas siswa dan guru. Kegiatan unit produksi meliputi kegiatan sbb:
1) Mengorientasikan kegiatan belajar Siswa pada jenis pekerjaan yang dapat
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 41 menghasilkan barang atau jasa yang layak untuk dijual.
2) Mengorientasikan kegiatan peningakatan kemampuan guru di SMK pada jenis pekerjaan yang dapat menghasilkan barang atau jasa yang layak dijual.
3) Mengusahakan kegiatan praktek siswa di dunia kerja.
4) Mengusahakan kegitan magang bagi guru dan siswa di dunia kerja.
5) Melaksanakan kegiatan perawatan dan perbaikan saran dan prasarana pendidikan di SMK dengan prinsip sekolah.
6) Menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang dapat memberikan imbalan jasa bagi SMK.
7) Melaksanakan kegiatan kerjasama produksi, pemasaran dan promosi.
8) Melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat umum dengan mendayagunakan sumber daya di sekolah yang sekaligus dapat memberikan pemasukann dana bagi sekolah.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 42 Aplikasi kegiatan unit produksi dapat berupa kegaitan:
1) Praktik door to door, yaitu praktik pemasaran suatu produk pada masyarakat, ini kerja sama dengan dunia industri seperti Avon, Happy Mie, kemudian apabila siswa dapat mencapai omzet tertentu akan mendapatkan sertifikat keterampialan pemasaran. 2) Praktik kewirausahaan dengan membuat
proposal untuk memproduksi suatu barang mulai dari perencanaan, pembuatan, pembungkusan sampai pemarasan barang, dan analisa hasil penjualan, yang sudah dipraktikkan yaitu membuat fried chiken, bakso, dawet dll. 3) Secara berkelompok siswa praktik
membuat barang yang nantinya pemasarannya ditipkan koperasi sekolah.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 43 e. Praktik Kerja Industri
Gambar Praktik kerja industri Sumber : tkj-link.blogspot.com
Dasar dalam penyelenggaraan praktek kerja industri diatur dengan Keputusan Mendikbud No. 323/U/1997, tetang Penyelengaraan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan. Pengertian PSG yaitu penyelengaraan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah dan di DU/DI.
Dalam penyelengaraan pendidikan pada SMK, lain dengan SMU karena tamatan SMK nantinya diharapkan dapat memasuki dunia kerja, oleh karena itu perlu mempersiapkan tamatannya sesuai dengan tuntutan pada DU/DI. Dunia industri sebagai institusi pasangan sangat penting peranannya, bahwa
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 44 dunia industri diberi kesempatan dengan sekolah untuk menyusun kurikulum proses pembelajaran bersama-sama agar nantinya kompetensi yang dikuasai oleh peserta didik dapat sesuai dengan harapan pada DU/DI (linkk and Match).Program PSG ini meliputi keseluruhan program sekolah mulai dari tingkat satu sampai terakhir dengan tujuan sbb:
1) Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional.
2) Memperoleh keterkaitan dan kesepadanan (Linkk and Match) antara sekolah dan dunia kerja.
3) Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan penelitian tenaga kerja yang berkualitas profesional.
4) Memberikan pengakuan dan
penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
f. Kesiswaan
Kegiatan kesiswaan meliputi kegiatan: 1) Penerimaan siswa baru.
Sebagai langkah awal dari semua kegiatan yaitu proses penerimaan siswa baru. Pada sekolah kejuruan ini sangat
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 45
mempersiapkan siswa dengan
menyeleksi calon siswa yang mempunyai bakat dan minat untuk mengikuti pendidikan di sekolah menengah kejuruan.
2) Kegiatan kesiswaan.
a) Menyusun program pembinaan kesiswaan yang jelas dengan target yang rasional.
b) Menginventari kegiatan kesiswaan antara lain kegiatan kepramukaan, musik, seni tari, teater, palang merah remaja(PMR), bola voli, basket, sepak bola, LKIR, majalah dinding, kerohanian, dll.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 46 g. Administrasi Sekolah
Gambar kalender pendidikan Sumber: gurutikjateng.wordpress.com
Adminstrasi sekolah ditata sebaik mungkin karena karena kegaitan adminstrai sebagai kegiatan proses pendokumentasian dari segala kegaitan sekolah, oleh karena itu saran prasarana pendukung kegaitan adminstrasi harus memadai, seperti adanya almari arsip yang dokumennya tertata rapih sehingga memudahkan dapam pencarian dokumen, fasilitas komputer untuk menyimpan dokumen-dokumen dalam bentuk file sehingga sewaktu-waktu dapat diedit dengan data yang up to
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 47 date, dalam kegiatan adminstrai harus didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas artiya mempunyai tenaga administrasi yang mempuni. Adapu kegaitan adminstrai sekolah meliputi :
1) Adminstrasi persuratan. 2) Adminstrasi kesiswaan 3) Adminstrasi keuangan 4) Adminstrasi perlengkapan 5) Adminstrasi penggajian 6) Adminstrasi pengajaran
4. Analisa POAC dalam meningkatkan jaminan kepastian di SMK
Gambar POAC
Sumber: fakhrudinblctelkom.blogspot.com
Analisa POAC Dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas merupakan salah satu hal yang berpengaruh. Berikut ini analisa POAC dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 48 a. Planning (Rencana)
Dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) harus memiliki rencana. Tanpa ada rencana dalam melaksanakan tidak dapat berjalan dengan tepat. Dikarenakan planning merupakan strategi untuk mengerakan fungsi fungsi lain. Rencana dalam meningkatkan jaminan kepatian kualitas (QA) adalah dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai skill yang berkompeten dan biasa diserap oleh du/di. Sehingga siswa dan guru harus saling membantu untuk mewujudkannya.
b. Organizing (Organisasi)
Pengorganisasian sangat berperan penting bagi suatu organisasi. Sebuah organisasi, pengorganisasian biasanya disusun dalam bentuk badan organisasi atau struktur organisasi. Jadi dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas
(QA) SMK dibutuhkan setruktur
organisasi. Seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, komite, dan sebagainya. Dengan dibuatnya
kesetrukturan tersebut dapat
memudahkan untuk memberi tugas, mengelola tugas, serta mengaudit tugas.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 49
Jadi pengorganisasian itu sangat penting karena tanpa ada organisasi plenning yang sudah dibuat akan berantakan. c. Actuating (Pelaksanaan)
Setelah perencanaan dan
pengorganisasian yang selanjutnya yaitu pelaksanaan. Kita sudah merencanakan dan mengorganisasikan apabila tidak dilaksanakan maka tidak akan tercapi tujuan tersebut. Dalam meningkatkan jaminan kepastian (QA) harus dijalankan. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sekali bentuk nyata dari sekolah tersebuat untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas seperti guru harus berkompetensi dalam mengajar tidak hanya menyuruh siswanya saja. Siswa juga harus mempunyai kesadaran untuk belajar agar saat selesai dalam menempuh ilmu mereka dapat diterima di perusahaan serta masyarakat. d. Controlling (pengendali)
Setelah melaksanakan upaya dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) harus dikendalikan. Biasanya didalam sekolah yang menjadi pengendali adalah kepala sekolah. Peran kepala sekolah selain mengontrol anak didiknya, beliau harus juga bisa mengontrol komponen yang berperan dalam
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 50 peningkatan jaminan kepastian kualitas (QA). Apabila kepala sekolah tidak bisa mengontrol kemungkinan yang terjadi dalam peningkatan jaminan kepastian kualitas tidak akan tercapai dengan apa yang diinginkan.
5. Analisa SWOT
Gambar swot
Sumber: www.preplounge.com
SWOT merupakan analisis yang penting bagi suatu organisasi untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan dari suatu organisasi dalam mewujudkan cita-cita organisasi. Sekolah Menengah kejuruan juga harus menganalisa SWOT untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas agar mudah untuk menjalankanya.
a. Strengths (Kekuatan)
Kekuatan dalam jaminan kualiatas (QA) di SMK adalah kurikulUm dan guru
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 51 yang berkompeten. Kurikulum akan mempermudah dalam mengajarkan materi pembelajaran. Sehingga guru sudah mempunyai pandangan untuk memberikan materi. Guru yang berkompeten merupakan kekuatan yang menjadi tumpuan untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas. Guru yang berkompeten dapat menjadikan peserta didik sebagi siswa yang berkompeten. b. Weaknesses (Kelemahan)
Kelemahan untuk jaminan kepastian kualitas (QA) SMK lebih banyak daripada kekuatanya. Kelemahan dari SMK biasanya kurangnya pendanaan sehingga berdampak pada semua bidang. Keuangan merupakan hal terpenting dalam pembelajaran tanpa adanya dana maka akan berdampak kepada fasilitas. Karena dana yang dimiliki sedikit maka fasilitas yang disediakan oleh SMK tidak dapat terpenuhi semua seperti alat-alat praktik yang kurang, fasilitas internet yang tidak ada. kurangnya fasilitas laboratorium membuat siswa kurang dalam mengembangkan skil yang ada pada dirinya. Membuat siswa tidak lolos untuk masuk dunia industri. Hal ini
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 52 membuat penghambat peningkatan jaminan kepastian kualitas (QA). Fasilitas internet tersendiri ini untuk mengembangakan diri diluar pembelajaran. Sehingga siswa dapat mengetahui lebih dalam dari yang disampaikan oleh guru. Tidak ada internet maka siswa hanya mendapat materi dari guru saja, padahal jam pembelajaran itu terbatas. Hal ini membuat siswa tidak dapat berkembang. Serta diahir-ahir ini banyak siswa SMK yang ingin kuliah sehingga target SMK tersebut tidak tercapai untuk menyalurkan siswanya dalam berkerja. c. Oportunities (Peluang)
Peluang dalam kepastian kualiatas di SMK yaitu apabila semakin banyak siswa yang berkompetensi maka banyak siswa yang akan diterima di industri. Kualitas SMK tersebut akan meningkat karena dapat menghasilkan siswa yang berkompetensi.
d. Threats (Ancaman)
Ancaman dalam peningkatan jaminan kepastian kualitas yaitu kemajuan teknologi yang semakin cepat. Hal ini dikatakan sebagai ancaman karena tidak semua SMK mempunyai
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 53 biaya dan fasilitas yang memadai. Dalam meningkatkan jaminan kepastian terkendala. Peningkatan teknologi yang samakin pesat membuat SMK mengharauskan mengikuti zaman, apabila tidak mengikuti zaman dampaknya siswa sulit diterima di dunia usaha dan industri.
6. M10P dalam meningkatkan jaminan kepastian
Gambar uang
Sumber : www.canstockphoto.com
Meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) di SMK biasanya memiliki komponen-komponen in-put, Seperti halnya M10P. Maksud dengan M10P dari peningkatan jaminan kepastian kualitas (QA) yaitu man, money, machine, material, management, media, memory, minute, market, methods, dan yang terahir adalah place.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 54 a. Man (manusia) merupakan komponen
yang menjalankan. Meningkatkan jaminan kepastian kualitas di SMK yang dimaksud dengan komponen manusia yaitu guru, komite sekolah, siswa, wali murid, karyawan, serta warga sekolah lainya. Tanpa ada unsur manusia tidak akan berjalan karena tidak ada yang akan menjalankan.
b. Selain unsur manusia unsur money (uang) dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) juga dibutuhkan. Jika uang tidak ada maka, manusia tidak bisa membeli fasilitas yang akan disediakan. Hal ini akan menghambat dalam menentukan tujuan apabila tidak ada uang.
c. Machine (mesin) ini adalah unsur dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas. maksut dari mesin disini adalah kurikulum dan cara mengajar guru terhadap siswa. Adanya kurikulum pembelajaran menjadi tersetruktur dan terpantau. d. Selanjutnya yaitu material (materi),
yang dimaksud dengan materi disini adalah bahan yang digunakan untuk meningkatkan jaminan kepastian
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 55 kualitas. Materi yang digunakan yaitu inputan siwa. Inputan siswa yang sudah bagus diusahakan outpunya bisa lebih bagus.
e. Magement (manajemen) merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas. Manajemen digunakan biasanya manajemen kepala. Manajemen kepala sekolah itu baik, semakin mudah untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas.
f. Setelah komponen manajemen, komponen yang selajutnya adalah media. Komponen media ini adalah alat pendorong terwujudnya jaminan kepastian kualitas. Media yang digunakan diantaranya ruang kelas yang memadai, jumlah laboratorium praktikum yang komplit, fasilitas yang memadai dan sebaginya.
g. Komponen selanjudnya yaitu memory (ingatan). Komponen ingatan yang digunakan untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA) yaitu ingata siswa dan guru. Apabila fasilitas, alat, dan manajemennya sudah bagus akan tetapi ingatan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 56 manusianya kurang, maka sama saja tidak akan jalan. Jadi disini harus mengunakan metode agar cara mengingatnya mudah.
h. Minutes (waktu) adalah komponen yang selajudnya dalam meningkatkan jaminan kepastian kualiatas (QA). Waktu yang digunakan dalam hal ini harus dikelola dengan baik, seperti pembagian jam pembelajaran yang baik dan benar akan mempermudah dan efektif dalam belajar.
i. Komponen yang selajutnya adalah komponen yang bisa menilai bahwa jaminan kepastian kulitas di SMK itu tercapai atau tidak. Komponen yang satu ini adalah market. Yang disebut dengan market yaitu pemasaran siswa dalam dunia industri. Semakin banyak siswa yang diterima di industri sekolah tersebut semakin bagus. j. Method (metode) juga salah satu
komponen yang penting dalam meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA). Metode yang dilakukan disini biasanya berbeda-beda tergantung dengan guru dan sekolahnya. Jadi untuk metode ini
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 57 ditentukan oleh guru matapelajaran sendiri-sendiri.
k. Komponen yang terahir yaitu place (tempat). Tanpa tempat maka dalam peningkatan penjaminan kualitas akan terkendala. Tempat adalah komponen yang membuat kita nyaman. Tempat yang digunakan disini salah satunya adalah ruang kelas yang nyaman dan memadai serta sesuai dengan jumlah siswanya.
B. Hasil Wawancara dan Observasi di SMK Negeri 2 Wonosari.
Gambar Visi misi SMK N 2 Wonosari Sumber SMK N 2 Wonosari
Hasil wawancara tentang jaminan kepastian jaminan kualitas (QA) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Wonosari, bahwa jaminan kepastian itu penting. Karena
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 58 suatu SMK dapat dikatakan berhasil dalam mengantarkan anak-anak didiknya dalam belajar apabila mereka mendapatkan pekerjaan setelah lulus sesuai dengan target yang ditentukan.
Mendorong jaminan kepastian kualitas di SMK N 2 Wonosari ini mempunyai standar untuk menetapkan target yaitu ISO:9001. Meningkatkan jaminan kepastian lulusan SMK N 2 Wonosari ini mempunyai sasaran mutu yaitu bkk mampu memasarkan 55% dari 100% lulusan
Gambar sasaran mutu Sumber : SMK N 2 Wonosari
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 59 Cara untuk mencapai target yang sudah ditentukan yaitu dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan siswa ke dunia industri. Sekolah berkerjasama dengan industri yang ada di daerah lokal, dejabotabek, bahkan sampai ke luar negeri. Penerimaan karyawan dari sekolah tidak bisa menjamin 100% karena yang menentukan diterima atau tidaknya siswa adalah industri. Sekolah hanya bisa membantu dengan kerja sama dan membekali anak-anak sebelum masuk ke industri. Selain itu kita menjalin hubungan dengan industri yang digunakan siswa untuk praktik kerja lapangan. Siwa yang praktik kerja industi, di perusahaan tersebut kadang ditarik untuk menjadi karyawan.
Kendala dalam mencapai target banyak yang ingin melajutkan ke perguruan tinggi. Hal tersebut tidak sesuai dengan visi dan misi dari SMK, serta perusahaan akan sedikit kesulitan untuk mencari karyawan dari lulusan SMK. Faktor fisik yang tidak memenuhi syarat dari perusahaan juga menjadi kendala dalam perekrutan karyawan. Kedua hal itu yang menjadi kendala besar bagi SMK N 2 Wonosari untuk mencapai targetnya.
Sekolah Menengah kejuruan (SMK) itu mempersiapkan siswanya untuk berkerja akan tetapi akir-akir ini banyak anak-anak yang ingin
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 60 melajutkan ke peguruan tinggi. Apabila siswa sudah mempunyai keinginan untuk melanjutkan maka sekolah tidak bisa melarang mereka untuk kuliah. Apabila melarang maka instansi pendidikan tersebut telah melanggar hukum. Jadi untuk siwa yang akan kuliah tetap didukung dan diberi kebebasan.
Perusahaan dalam menyeleksi siswa tidak hanya dilihat dalam keterampilan saja akan tetapi dari termasuk kecerdasan. Dalam hal meningkatan jaminan kepastian kualitas (QA) ini semua unit kerja saling mendukung dan berkerja sama. Bagian yang paling mempengaruhi adalah bagian untuk meningkatkan jaminan kepastian kualitas (QA). Apabila kurikulumnya itu bagus maka outpunya akan menjadi bagus. maksud dari kurikulum adalah proses cara belajarnya, baik produktif, normatife, dan adaptif. Tanggung jawab dalam peningkatan jaminan kualitas ini semua unit kerja. Tidak hanya bagian kurikulum saja akan tetapi guru, BK, kesiswaan, kurikulum saling berkerjasama.
Cara mempertahankan jaminan kepastian kualiatas (QA) yaitu prestasi. Dengan prestasi maka banyak perusahaan yang akan mencari. Kedisiplinan termasuk faktor yang mempengaruhi jaminan kepastian kualitas, karena kedisplinan menjadi
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 61 keunggulan dari SMK N 2 Wonosari sehingga perusahaan banyak yang merekrut anak didik dari sekolah tersebut. Dua hal ini yang sangat mempengaruhi jaminan kepastian kualitas.
Gambar sasaran mutu Sumber SMK N 2 Wonosari
C. Artikel Terkait 1. Pengertian SMK
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal setingkat SMA. SMK ini menyelengarakan pendidikan kejuruan pada jenjang menengah sebagai
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 62
lanjutan dari sekolah menengah pertama atau sederajat. Berbeda dengan SMA, SMK mempelajari materi dan banyak di praktiknya. SMK merupakan jenis pendidikan menengah yang secara khusus mempersiapkan tamatannya untuk menjadi tenaga terampil dan siap terjun ke dalam masyarakat luas.
Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja pada bidang pekerjaan tertentu, seperti bidang teknik, jasa boga dan busana, perhotelan, kerajinan, administrasi perkantoran, dan lain-lain.
Rupert Evans (1978) mendefinisikan pendidikan kejuruan adalah bagian dari sistem pendidikan yang mempersiapkan seseorang agar lebih mampu bekerja pada suatu kelompok pekerjaan atau satu bidang pekerjaan daripada bidang-bidang pekerjaan lainnya.
Rupert Evans (1978) merumuskan pendidikan kejuruan bertujuan untuk:
a. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja.
b. Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu.
c. Mendorong motivasi untuk belajar terus.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 63
Dalam Undang Undang No. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), Pendidikan Menengah Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan
menengah yang mengutamakan
pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu.
SMK adalah suatu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan. Diharapkan dari lulusan SMK sesuai dengan sasaran pola penyelenggaran kecakapan hidup ditinjau dari keberhasilan lulusan yaitu:
a. Lulusan bekerja sesuai dengan bidang keahlinya.
b. Tenggang waktu lulusan mendapatkan kerja setelah lulus maksimal satu tahun.
c. Keterserapan lulusan dalam periode dua tahun setelah lulus minimal 75%. d. Jumlah lulusan yang mampu
menciptakan lapangan kerja 5%. (Depdiknas, 2003: 3)
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 64
SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan tidak hanya terdapat 1 jurusan, tetapi banyak, diantaranya :
a. Administrasi Perkantoran b. Akomodasi Perhotelan c. Akuntansi
d. Animasi
e. Electronika Pesawat Udara f. Kecantikan
g. Konstruksi Badan Pesawat Udara h. Mekanik Otomotif i. Multimedia j. Ototronik k. Pembibitan l. Penjualan m. Permesinan n. Pertanian
o. Rangka Pesawat Udara p. Rekayasa Perangkat Lunak q. Restoran
r. Seni Murni s. Tata Boga t. Tata Busana
u. Tata Kecantikan Kulit v. Tata Kecantikan Rambut w. Teknik Audio Video x. Teknik Bodi Otomotif y. Teknik Elektronika Industri z. Teknik Instalasi Tenaga Listrik
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 65
aa. Teknik Kendaraan Ringan bb. Teknik Komputer dan Jaringan cc. Teknik Las
dd. Teknik Mekanik Otomotif
ee. Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik ff. Teknik Pembangkit Tenaga Listrik gg. Teknik Pemesinan
hh. Teknik Rekayasa Perangkat Lunak ii. Teknik Sepeda Motor
jj. Teknik Survei Pemetaan kk. Usaha Jasa Pariwisata ll. dll.
Dari yang disebutkan di atas ada lagi jurusan SMK yang berhubungan dengan kimia. SMK yang dimaksud ialah SMAK atau Sekolah Menengah Analisis Kimia. SMAK merupakan salah satu lembaga pendidikan kejuruan negeri di bawah departemen pendidikan perindustrian yang mencetak siswa menjadi tenaga analisis kimia atau laboratorium tingkat menengah. Berbeda dengan sekolah lain yang biasanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk lulus, pendidikan SMAK membutuhkan waktu 4 tahun.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 66
3. Dampak Lulusan SMK di Masyarakat
Sinergi antara dunia pendidikan dengan dunia industri serta stake holders di masyarakat sangat dibutuhkan. Pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan di sekolah perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Harapan pendidikan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik dari sisi pengetahuan maupun penyelesaian masalah kontektual yang dihadapi sehari-hari.
Selama ini pembelajaran belum bisa memenuhi semua tuntutan masyarakat, terutama bidang keterampilan hidup sesuai kondisi lokal hidup siswa. Materi pembelajaran sering tidak sejalan dengan perkembangan
dan kebutuhan masyarakat.
Konsekuwensinya, setelah lulus sekolah siswa tidak bisa langsung menerapkan teori yang didapatkan dari sekolah.
Diketahui bersama, pendidikan sangat erat kaitannya dengan transformasi sosial. Sebab pendidikan juga bagian dari sistem sosial. Relevansi antara dunia pendidikan dengan dunia riil menjadi kebutuhan mendesak untuk direalisasikan.
Fenomena yang terjadi, antara dunia pendidikan dan perkembangan masyarakat tidak match dan terjadi kesenjangan cukup signifikan. Kebutuhan masyarakat belum bisa
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 67
diwujudkan sepenuhnya oleh lembaga pendidikan. Di antara indikator masalah ini adalah, lulusan lembaga pendidikan belum siap pakai karena hanya menguasai teori, miskin keterampilan. Dunia industri pun akhirnya meninggalkan sekolah karena tidak ada linkage.
Selain itu juga disebabkan materi pembelajaran tidak sesuai potensi daerah dimana siswa bertempat tinggal. Materi pelajaran dan konteks kehidupan siswa tidak padu. Tidak terjadi transfer belajar dalam kehidupan siswa tidak terjadi. Mengacu pada indikasi tersebut, maka peluang kerja bagi lulusan SMK pada dasarnya belum begitu menggembirakan.
Jumlah ini memang belum ideal, sehingga perlu diupayakan peningkatan daya serap lulusan untuk memasuki lapangan kerja maupun menciptakan peluang kerja. Secara nasional, idealnya 80%-85% lulusan SMK dapat memasuki lapangan kerja, sementara 15%-20% dimungkinkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melihat data ini, maka penambahan jumlah SMK, yang salah satu pertimbangannya karena 52% lulusan SMA yang tidak studi lanjut, apakah benar sebuah solusi? Bukankah yang lebih utama dan pertama
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 68
adalah meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan SMK sehingga kualitas lulusannya meningkat, baru kemudian meningkatkan jumlah sehingga mencapai proporsi tertentu sekitar 65 persen penganggur terdidik adalah lulusan pendidikan menengah (Sakernas, BPS 2004).
Gambaran tentang kualitas lulusan pendidikan kejuruan yang disarikan dari Finch dan Crunkilton (1984), bahwa : “Kualitas pendidikan kejuruan menerapkan ukuran ganda, yaitu kualitas menurut ukuran sekolah atau in-school success standards dan kualitas menurut ukuran masyarakat atau out-of school success standards”. Kriteria pertama meliputi aspek keberhasilan peserta didik dalam memenuhi tuntutan kurikulum yang telah diorientasikan pada tuntutan dunia kerja. Kriteria kedua, kemampuan lulusan untuk berhasil di luar sekolah berkaitan dengan pekerjaan atau kemampuan kerja yang biasanya dilakukan oleh dunia usaha atau dunia industri.
Tamatan dari SMK diharapkan mampu dan siap bekerja sebagi tenaga ahli dibidangnya, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, namun pada kenyataanya angka keterserapan lulusan di dunia kerja dan industri masih jauh dari angka yang
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 69
diharapkan, selain faktor ketersediaan lapangan pekerjaan yang masih belum sesuai dengan jumlah lulusan yang dihasilkan, faktor kualitas lulusan masih menjadi penyebab banyaknya lulusan yang belum bekerja.
Diharapkan melalui pengembangan SMK, tingkat pengangguran dapat ditekan. Karena berbeda dengan pendidikan SMA, pendidikan SMK didasarkan pada kurikulum yang membekali lulusannya dengan keterampilan tertentu untuk mengisi lapangan kerja atau membuka lapangan usaha. Selain itu, SMK juga dapat diarahkan untuk mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing
bangsa. Kurikulum SMK sangat
memungkinkan untuk dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah dan lapangan pekerjaan/usaha yang timbul akibat aktivitas perekonomian wilayah.
Gambaran kelulusan yang besar dapat memberikan masukan, bahwa dalam setiap tahunnya dunia kerja perlunya melakukan penyerapan tenaga kerja yang besar, apabila ini belum mampu diatasi oleh pemerintah maka akan timbulnya pengangguran atau makin banyak orang yang mencari pekerjaan. Sebagai penyelenggara pendidikan pihak sekolah di tuntut untuk lebih aktif meningkatkan proses belajar mengajar (PBM)
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 70
yang lebih mengarahkan peserta didik pada pendidikan yang berbasiskan kecakapan hidup (life skill). Melalui mata diklat yang diberikan mampu membentuk siswa mengembangkan potensi diri, sehingga berani menghadapi, mau mencari pemecahan, dan mampu mengatasi masalah hidup dan kehidupan.
4. Upaya Peningkatan Lulusan SMK di Bidang industri
Pendidikan SMA yang selama ini mendapat prioritas perhatian, tidak menerapkan kurikulum yang mengarahkan lulusannya untuk bekerja, tetapi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kenyataannya sebagian besar lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, justru mencari pekerjaan. sehingga terjadi pertambahan angka pengangguran terdidik, karena lulusan SMA yang mencari pekerjaan tidak dibekali oleh keterampilan khusus yang diperlukan dunia kerja. Lulusan pendidikan yang seharusnya menjadi modal dan motor penggerak pembangunan, ternyata sebaliknya menjadi beban pembangunan.
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 71
Salah satu cara yang sering digunakan melihat potensi wilayah adalah melalui struktur PDRB dan lapangan kerja. Struktur PDRB menggambarkan kontribusi setiap sektor/lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB keseluruhan. Perubahan struktur ekonomi mengakibatkan terjadinya perubahan struktur penyerapan tenaga kerja (elastisitas penyerapan tenaga kerja) (Sumarsono, 2006). Hal ini seharusnya menjadi dasar acuan pengembangan program keahlian di SMK. Sesuai dengan tujuan pendidikan SMK, yaitu membekali peserta didik dengan keterampilan tertentu untuk memasuki dunia kerja/dunia usaha, maka pengembangan SMK harus selalu mengacu pada kebutuhan pasar kerja. Pengembangan SMK bukan sekedar pada memperbesar jumlah unit SMK dan jumlah siswa, tetapi bagaimana keberadaan SMK jika dikaitkan dengan potensi wilayah daerah. Sudah menjadi masalah klasik bagi dunia pendidikan SMK di Indonesia pada umumnya, bahwa link and match antara output pendidikan SMK dengan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) sebagai pengguna output pendidikan SMK belum tercapai. Diantara kebutuhan tersebut, kebutuhan atau tuntutan dunia kerja/usaha/industri, dirasakan amat mendesak, maka prioritas “link and match”
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 72
diberikan pada pemenuhan kebutuhan dunia kerja (Wardiman J., 1994:15-16). Salah satu masalahnya terletak pada kualitas lulusan SMK yang belum sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan pasar tenaga kerja.
Penerapan PSG (Pendidikan Sistem Ganda) di SMK sejak tahun ajaran 1993/1994 merupakan bagian dan implementasi konsep link and match. Dengan PSG yang perancangan kurikulum, proses pembelajaran, dan penyelenggaraan evaluasinya didesain dan dilaksanakan bersama-sama antara pihak sekolah dan industri, diharapkan dapat dihasilkan lulusan SMK yang mumpuni. Siswa-siswa tidak hanya dibekali pengetahuan-pengetahuan dasar tentang dunia industry, tetapi langsung bersentuhan dengan pengalaman kemampuan praktik di dunia kerja nyata.
PSG ini diilhami model 2 sistem yang diberlakukan di Jerman, yang merupakan bench dan mark bagi negara yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan.
Sistem ini merupakan bentuk
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang menetukan secara sistematik dan sinkron antiprogram pendidikan di sekolah dan program penguasaan
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 73
keahliaan yang diperoleh melalui praktek langsung dan dunia kerja.
Melalui PSG, siswa belajar di 2 tempat, sekolah dan industry. Jadi, pemberlakuan PSG menuntut tanggung jawab bersama antara pihak sekolah dan industrinya.
Empat tujuan PSG, ialah :
a. Mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional b. Meningkatkan dan memperkukuh
keterkaitan dan kesepadanan lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan dunia kerja
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja berkualitas professional
d. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan
Bidang pendidikan kejuruan, untuk mengimplementasikan gagasan Dr. Wardiman Djojonegoro, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), pada awal tahun 1995 dibentuklah satuan Tugas Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Indonesia. Tim ini beranggotakan tokoh-tokoh penting dari kalangan pejabat di Depdiknas, akademisi, sejumlah pengusahan top, maupun pejabat dan lembaga pemerintah
Meningkatkan Jaminan Kepastian Kualitas (QA) Hal 74
yang lain. Tim yang beranggotakan puluhan orang ini memang bersifat lintas sektoral dan multidisiplin.
Hasil kerja tim itu kemudian didokumentasikan dalam bentuk buku berjudul Ketrampilan Menjelang 2020, yang diterbitkan tahun 1997. Buku ini berisi rekomendasi sekaligus menguraikan sejumlah konsep dasar dan strategis dalam rangka pembaruan pendidikan kejuruan di Indonesia untuk mengahadapi era perdagangan bebas APECpath tahun 2020. “Merupakan pemikiran besar untuk pembangunan pendidikan kejuruan,” kata Dr. Gatot Priowirjanto, Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Beberapa butir pikiran Ketrampilan Menjelang 2020, antara lain:
a. Industri akan berperan aktif dalam pengembangan standar keahlian sebagai dasar bahan belajar mengajar, pengujian, dan sertifikasi ketrampilan. b. Pendekatan baru tersebut, selain
dilaksanakan di SMK, dapat juga digunakan oleh pusat-pusat pelatihan industri atau lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berada di bawah departemen lain.