JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 1 Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan
e-ISSN: 2716-3695 p-ISSN: 2775-1465
Vol. 2, No. 1, April 2021, Hal. 1-11
Gaya Kepemimpinan dan Pengaruhnya terhadap Turnover
Intention
Ermi Herawati1 ([email protected])
Anisa Romandhini2 ([email protected]) 1Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Syari’ah Bina Mandiri 2Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Syari’ah Bina Mandiri
Artikel masuk: 13 Maret 2021 | Artikel diterima: 28 April 2021
Abstract
The characteristic of a company's leadership is one of the reasons employees have the intention to move from work in the company. As a result, companies can lose their best employees at any time, which will impact hampered production activities. This study analyzes the relationship between leadership style variables and turnover intention variables in a company in the Gunung Putri area, Bogor Regency. The method used in this study is a quantitative method using a simple linear regression approach. The data in this study was obtained through surveys, which is also known as primary data. This study found that leadership style significantly affects turnover intention in a company.
Keywords: leadership style; turnover intention; company Abstrak
Karakteristik dari pimpinan sebuah perusahaan adalah salah satu alasan karyawan memiliki niat untuk pindah dari pekerjaan di perusahaan tersebut. Perusahaan dapat kehilangan karyawan terbaiknya kapan saja yang akan berdampak pada kegiatan produksi yang terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel gaya kepemimpinan terhadap variabel turnover intention di sebuah perusahaan di wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan pendekatan regresi linier sederhana. Data didapatkan melalui survei, atau disebut juga data primer. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan signifikan mempengaruhi turnover intention di sebuah perusahaan.
Herawati & Romandhini
2 JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021
PENDAHULUAN
Dalam mendayagunakan karyawan, kepemimpinan merupakan faktor yang sangat berperan penting. Kepemimpinan dapat mempengaruhi karyawan melalui pendekatan komunikasi dalam pencapaian tujuan perusahaan (As’ad, 2018). Salah satu cara mempengaruhi karyawan tersebut adalah dengan instruksi dan perintah. Tindakan yang membuat karyawan bertindak atau merespon dengan menunjukkan perubahan yang positif dan kekuatan yang dinamis juga sangat penting dalam meningkatkan motivasi dalam pengorganisasian demi menciptakan lingkungan kerja yang penuh rasa percaya diri dan dukungan dari karyawan dalam mencapai tujuan organisasi (Ainiyah et al., 2017; Enadarlita & Asvio, 2019; Juliawati, 2012; Suharyani & Hadian, 2014). Menurut Hasibuan (2016) kepemimpinan bisa diartikan sebagai upaya untuk mempengaruhi karyawan, agar dapat kompak dalam bekerja dan secara produktif agar tujuan organisasi dapat tercapai. Gaya kepemimpinan dibagi menjadi tiga gaya, yaitu kepemimpinan otoriter, partisipasif, dan delegatif.
Hubungan pemimimpin dengan anggota akan semakin kuat sesuai dengan kedekatan kedua pihak tersebut secara emosional. Hubungan tersebut mencakup keakraban, kesesuaian karyawan dengan pemimpinnya, keyakinan dan kepercayaan karyawan pada pemimpinnya, serta efektivitas pemimpin dalam mencapai tujuan bersama (Anggriawan, 2017; Ashfahani, 2019). Kualitas pemimpin sering kali menjadi faktor yang vital dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam menjalankan organisasi, baik organisasi yang berorientasi profit maupun berorientasi pelayanan publik (Haromaini, 2019; Rustianingtyas, 2016; Wibowo, 2013). Sudah menjadi sebuah konsekuensi bahwa setiap pemimimpin berkepentingan untuk memberikan perhatian yang sebesar-besarnya untuk membina, menggerakan, dan mengerahkan semua potensi karyawannya secara maksimal (Pramudyo, 2013).
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di dalam PT. Yupi Indo Jelly Gum yang beralamatkan di Jl. Pancasila IV Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Bogor kedekatan hubungan antara pemimpin dengan karyawannya masih belum betul-betul terjalin karena kurangnya komunikasi pemimpin dengan karyawan dan juga jarangnya pemimpin memberikan kata-kata motivasi kepada karyawan. Hal ini dapat dilihat dari jadwal briefing yang dilakukan selama tahun 2019:
Herawati & Romandhini
JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 3
Tabel 1. Jadwal Briefing PT. Yupi Indo Jelly Gum
No. Bulan Briefing
1 Jan TIDAK ADA
2 Feb ADA
3 Mar TIDAK ADA
4 Apr ADA
5 Mei TIDAK ADA
6 Jun ADA
7 Jul TIDAK ADA
8 Agu ADA
9 Sep TIDAK ADA
10 Okt ADA
11 Nov TIDAK ADA
12 Des ADA
Catatan: hasil survei.
Tabel 1 menunjukan bahwa jadwal briefing dilakukan dalam dua bulan sekali sehingga karyawan tidak bisa lebih dekat dengan pemimpin untuk mengungkapkan ide-ide dan keluhan-keluhan karyawan. Karyawan juga jarang mendapatkan motivasi dan arahan agar dapat bekerja lebih giat dan sesuai dengan job description.
Pimpinan pada PT. Yupi Indo Jelly Gum cenderung memimpin dengan gaya kepemimpinan yang bersifat tegas. Kebijakan yang diputuskan oleh pimpinan pun cenderung diambil secara sepihak, bertindak sewenang-wenang dalam mendelegasikan tugas, dan pimpinan melakukan pilih kasih pada karyawan yang berhubungan keluarga dengan dirinya. Karyawan yang secara emosional dekat dengan pemimpin bisa mendapatkan jabatan tinggi, ataupun jika dalam bekerja terjadi kesalahan hanya diberi peringatan lisan. Berbeda dengan karyawan yang tidak memiliki kedekatan dengan pemimpin, jika karyawan tersebut melakukan kesalahan akan mendapatkan surat peringatan atau bahkan tidak memperpanjang kontrak kerja.
Kondisi yang berlarut-larut tersebut mengakibatkan ketidakpuasan dan ketidaknyamanan bagi karyawan dan pada akhirnya menyebabkan niat dan keinginan karyawan untuk keluar (turnover intention) cukup tinggi.
Menurut Kartono (2017) turnover intention adalah niat keinginan seorang pekerja untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dengan sukarela serta melakukan pencarian pekerjaan yang baru. Selanjutnya, menurut Kartono (2017) indikator turnover terdiri dari tiga hal, yaitu niat untuk keluar, pencarian pekerjaan, dan memikirkan keluar.
Turnover menjadi salah satu masalah besar yang dialami oleh PT. Yupi Indo Jelly Gum, perusahaan yang bergerak pada sektor pembuatan Gummy Candy. Permasalahan awal yang peneliti temukan terkait dengan turnover intention adalah turnover yang terus meningkat di kalangan karyawan pada departemen produksi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum. Tingginya tingkat turnover pada suatu perusahaan menunjukan perusahaan tersebut perlu memperbaiki kondisi atau cara mereka dalam melakukan pembinaan (Irvianti & Verina, 2015). Demikian pula pada PT. Yupi Indo Jelly Gum selama tahun 2018 sering terjadi turnover.
Herawati & Romandhini
4 JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021
Tabel 2. Turnover Karyawan Departemen Produksi
Bulan Karyawan Keluar Persentase
Januari 102 4 3.9% Februari 100 1 1% Maret 99 6 6% April 105 1 0.9% Mei 104 3 2.8% Juni 102 8 7.8% Juli 100 4 4% Agustus 98 5 5% September 100 4 4% Oktober 101 2 1.9% November 103 6 5.8% Desember 98 11 11.2%
Catatan: hasil survei.
Tabel 2 menunjukan bahwa angka turnover tertinggi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum terjadi pada bulan Desember yang mencapai 11.2%. Hal ini menandakan terjadinya peningkatan turnover yang cukup tinggi dari bulan sebelumnya pada karyawan departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum. Meningkatnya turnover menimbulkan kerugian bagi perusahaan, seperti biaya organisasi meliputi promosi, biaya pengrekrutan, dan biaya untuk membina karyawan.
Dengan munculnya fenomena tersebut merupakan masalah besar yang di hadapi oleh perusahaan PT. Yupi Indo Jelly Gum. Perusahaan beranggapan bahwa karyawan merupakan aset bagi perusahaan, namun selalu ada karyawan yang memutuskan untuk keluar setiap bulan, atau ada karyawan yang sedang aktif bekerja namun memikirkan untuk meninggalkan perusahaan. Maka perusahaan perlu mencari cara untuk dapat mempertahankan karyawan yang memiliki kualitas tinggi agar alur kerja pada perusahaan dapat berjalan dengan baik dan karyawannya tidak memiliki keinginan untuk meninggalkan perusahaan (Halimah et al., 2016; Riani & Putra, 2017).
Beberapa penelitian terdahulu menyatakan adanya hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dengan variabel turnover intention. Penelitian yang dilakukan oleh Ramdani & Rusyandi (2018) menunjukan bahwa gaya dalam memimpin secara signifikan mempengaruhi niat karyawan untuk keluar, sedangkan variabel kepuasan kerja tidak signifikan mempengaruhi turnover intention karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji-t gaya kepemimpinan terhadap turnover intention, t-hitung lebih besar dari t-tabel, yaitu t-t-hitung sebesar 2.898, sedangkan t-tabel 1.678 dan nilai koefisen signifikan 0.006 lebih kecil dari 0.05. Sedangkan di sisi lain, kepuasan kerja terhadap turnover intention menunjukan hitung lebih kecil dari t-tabel, yaitu sebesar 0.134, sedangkan t-tabel sebesar 1.678 dan nilai koefisien signifikan 0.089 lebih besar dari 0.05.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Iskandar (2015) menunjukan bahwa kepemimpinan di departemen kantor bagian depan di Hotel Ibis Bandung memiliki dampak positif dan signifikan terhadap turnover karyawan departemen front office di Hotel Ibis Bandung. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil analisis regresi linier sederhana, yaitu 𝑌′ = 1.025 + 0.629𝑋.
Herawati & Romandhini
JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 5
Yang terakhir adalah penelitian yang dilakukan oleh Saklit (2017) menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan maupun pengembangan karir memberikan hasil yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini dapat dibuktikan dari analisis structural form equation yang menunjukan bahwa turnover intention memiliki R-squared sebesar 0.38. Angka ini menunjukan bahwa gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja menjelaskan 38% dari turnover intention, sedangkan sisanya dari faktor lain yang tidak diteliti.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Desain PenelitianBerdasarkan jenis dan sumber datanya maka penelitian ini tergolong kedalam metode kuantitatif. Penelitian asosiatif kuantitatif, yaitu penelitian yang mempelajari sebab akibat dari beberapa variabel dalam satu penelitian. Penelitian ini mengkaji hubungan suatu variabel dengan variabel lain, bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan-hubungan antar variabel yang diteliti.
Dalam memahami hubungan variabel terdapat pula angka yang menjadi patokan range nilai korelasi. Nilai korelasi di tentukan antara -1 sampai +1. Untuk menentukan perhitungan statistik terdapat koefisien korelasi yang diperoleh dari pengukuran setiap variabel. Jika nilai koefisien korelasi bernilai positif maka berarti hubungan antar variabel berbanding lurus atau setara, sedangkan jika korelasi negatif maka hubungan antar variabel bersifat berbanding terbalik. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jika nilai koefisien korelasi (positif ataupun negatif) semakin tinggi maka semakin besar pula kekuatan hubungan antar-variabel. Dalam variabel penelitian korelasi terdapat tiga makna, yaitu kekuatan hubungan antar variabel, signifikansi statistik hubungan kedua variabel tersebut, dan arah korelasinya.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dan sampel menjadi dua hal yang penting dalam penelitian kuantitatif sehingga keberadaannya harus diketahui dengan pasti oleh peneliti. Maka dalam penelitian ini populasi akan di ambil dari karyawan PT. Yupi Indo Jelly Gum yang selanjutnya akan ditentukan jumlah dan teknik pengambilan sampelnya. Berikut ini penjelasan populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum di Cicadas, Gunung Putri, Bogor yang berjumlah 98 orang. Dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan sebagian karyawan dari departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum sebagai sampel yang dapat mewakili seluruh objek penelitian, yaitu sebanyak lima puluh responden.
Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana, yaitu suatu metode kuantitatif untuk melakukan pendekatan pemodelan hubungan antar kedua variabel. Dalam
Herawati & Romandhini
6 JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021
menggunakan model regresi linier sederhana variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Model regresi linier sederhana dapat digunakan untuk forecast atau memprediksi nilai 𝑌. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara gaya kepemimpinan dan turnover intention. Berikut rumus persamaan regresi linier sederhana menurut (Sugiyono, 2017):
𝑌 = 𝛼 + 𝛽𝑋 + 𝜇 ... (1) Dimana 𝑌 adalah variabel dependen, yaitu turnover intention karyawan, 𝛼 adalah konstanta, 𝛽 adalah simbol untuk menunjukkan koefisien regresi, dan 𝑋 adalah menunjukkan variabel independen, yaitu gaya kepemimpinan di perusahaan, sedangkan 𝜇 adalah faktor pengganggu atau eror.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jenis dan Desain PenelitianBerdasarkan jenis dan sumber datanya maka penelitian ini tergolong kedalam metode kuantitatif. Penelitian asosiatif kuantitatif, yaitu penelitian yang mempelajari sebab akibat dari beberapa variabel dalam satu penelitian. Penelitian ini mengkaji hubungan suatu variabel dengan variabel lain, bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan-hubungan antar variabel yang diteliti.
Dalam memahami hubungan variabel terdapat pula angka yang menjadi patokan range nilai korelasi. Nilai korelasi di tentukan antara -1 sampai +1. Untuk menentukan perhitungan statistik terdapat koefisien korelasi yang diperoleh dari pengukuran setiap variabel. Jika nilai koefisien korelasi bernilai positif maka berarti hubungan antar variabel berbanding lurus atau setara, sedangkan jika korelasi negatif maka hubungan antar variabel bersifat berbanding terbalik. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa jika nilai koefisien korelasi (positif ataupun negatif) semakin tinggi maka semakin besar pula kekuatan hubungan antar-variabel. Dalam variabel penelitian korelasi terdapat tiga makna, yaitu kekuatan hubungan antar variabel, signifikansi statistik hubungan kedua variabel tersebut, dan arah korelasinya.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dan sampel menjadi dua hal yang penting dalam penelitian kuantitatif sehingga keberadaannya harus diketahui dengan pasti oleh peneliti. Maka dalam penelitian ini populasi akan di ambil dari karyawan PT. Yupi Indo Jelly Gum yang selanjutnya akan ditentukan jumlah dan teknik pengambilan sampelnya. Berikut ini penjelasan populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum di Cicadas, Gunung Putri, Bogor yang berjumlah 98 orang. Dalam penelitian ini penulis hanya menggunakan sebagian karyawan dari
Herawati & Romandhini
JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 7
departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum sebagai sampel yang dapat mewakili seluruh objek penelitian, yaitu sebanyak lima puluh responden.
Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana, yaitu suatu metode kuantitatif untuk melakukan pendekatan pemodelan hubungan antar kedua variabel. Dalam menggunakan model regresi linier sederhana variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Model regresi linier sederhana dapat digunakan untuk forecast atau memprediksi nilai 𝑌. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh antara gaya kepemimpinan dan turnover intention. Berikut rumus persamaan regresi linier sederhana menurut (Sugiyono, 2017):
𝑌 = 𝛼 + 𝛽𝑋 + 𝜇 ... (2) Dimana 𝑌 adalah variabel dependen, yaitu turnover intention karyawan, 𝛼 adalah konstanta, 𝛽 adalah simbol untuk menunjukkan koefisien regresi, dan 𝑋 adalah menunjukkan variabel independen, yaitu gaya kepemimpinan di perusahaan, sedangkan 𝜇 adalah faktor pengganggu atau eror.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data gaya kepemimpinan dan turnover intention karyawan diperoleh dari pengisian kuesioner sebanyak 54 pernyataan yang disebarkan kepada 50 responden yang merupakan karyawan departemen produksi PT. Yupi Indo Jelly Gum. Dari sebaran kuesioner yang dibagikan oleh penulis diperoleh data survei mengenai jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jabatan responden, dan masa kerja responden.
Tabel 3. Hasil Regresi
Variabel Coef. Std. Err. Sig.
Gaya Kepemimpinan 0.954 0.044 0.000
Catatan: hasil regresi menggunakan perangkat lunak
SPSS. Hasil regresi signifikan pada tingkat kepercayaan 99%.
Dengan menggunakan metode model regresi linier didapatkan hasil bahwa variabel gaya kepemimpinan mempengaruhi turnover intention karyawan secara signifikan. Nilai signifikansi sebesar 0.000. Artinya, variabel gaya kepemimpinan mempengaruhi turnover intention secara signifikan dengan nilai kepercayaan sebesar 99%. Nilai koefisien regresi bernilai sebesar 0.954. Artinya, semakin buruk gaya kepemimpinan maka meningkatkan turnover intention sebesar 95%.
Hasil pengujian koefisien korelasi, gaya kepemimpinan, dan turnover intention adalah sebesar 0.954 dan termasuk dalam kategori yang sangat kuat yang berarti gaya kepemimpinan (𝑋) memiliki tingkat pengaruh yang sangat kuat terhadap turnover intention (𝑌). Dalam uji koefisisen determinasi hasil analisis R-squared
Herawati & Romandhini
8 JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021
sebesar 0.910 atau 91%. Artinya, bahwa 91% turnover intention dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan sisanya 10% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimodelkan.
Nilai t-hitung 21.990 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2.011. Maka kesimpulannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada pengaruh yang
signifikan antara variabel gaya kepemimpinan terhadap turnover intention karyawan departemen produksi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum di Cicadas, Gunung Putri, Bogor.
SIMPULAN
Hasil pengujian koefisien korelasi, gaya kepemimpinan, dan turnover intention adalah sebesar 0.954 dan termasuk dalam kategori yang sangat kuat yang berarti gaya kepemimpinan (𝑋) memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap turnover intention (𝑌) karyawan departemen produksi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum di Cicadas, Gunung Putri, Bogor. Dalam uji koefisisen determinasi hasil analisis R-squared sebesar 0.910 atau 91%. Artinya, bahwa 91% turnover intention dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan sisanya 10% dipengaruhi oleh variabel, seperti kompensasi, kepuasan kerja dan budaya organiasi. Nilai t-hitung 21.990 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2.011 maka kesimpulannya adalah Ho ditolak dan Ha
diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap turnover intention karyawan departemen produksi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum di Cicadas, Gunung Putri, Bogor.
Berdasarkan analisis distribusi frekuensi variabel gaya kepemimpinan berada pada level sangat baik. Namun, turnover intention juga berada pada level sangat baik dan dapat diasumsikan bahwa gaya kepemimpinan tersebut menyebabkan meningkatnya turnover intention. Melihat dari latar belakang masalah, meskipun gaya kepimpinan sangat baik namun karyawan merasa bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan tidak sesuai dengan harapan dan menyebabkan karyawan merasa tidak nyaman sehingga jika gaya ini dipertahankan maka turnover intention karyawan departemen produksi pada PT. Yupi Indo Jelly Gum akan meningkat. Sebaiknya, pemimpin pada perusahaan tersebut memperbaiki gaya kepemimpinan atau mengganti gaya kepemimpinan yang sesuai dengan harapan karyawan agar karyawan merasa nyaman dan tidak memiliki niat untuk meninggalkan perusahaan (turnover intention). Karyawan pada PT. Yupi Indo Jelly Gum menginginkan pimpinan yang memberikan arahan kepada mereka dengan memperbanyak intensitas briefing, rapat, dan pertemuan-pertemuan lainnya yang mampu mempererat hubungan antara pimpinan dan karyawan.
Diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat memperluas wilayah objek penelitian tidak hanya departemen produksi saja namun bisa di departemen lain serta menambah jumlah pernyataan kuesioner baik dari variabel gaya kepemimpinan maupun variabel turnover intention agar dapat lebih menggambarkan keadaan sebenarnya. Diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat menambah jumlah faktor yang diteliti selain gaya kepemimpinan dalam mempengaruhi turnover intention seperti kepuasan kerja, gaji, tunjangan, tingkat
Herawati & Romandhini
JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 9
stres kerja, lingkungan kerja, dan variabel lainnya yang berhubungan dengan turnover intention.
Herawati & Romandhini
10 JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021
DAFTAR PUSTAKA
Ainiyah, F., Yulianeu, & Fathoni, A. (2017). PENGARUH KOORDINASI, PEMBAGIAN KERJA, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA DENGAN MASA KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi kasus Pada Sekolah Islam Holistik Yayasan Tabina Hanifa Semarang). Journal of Management, 3(3).
Anggriawan, F. (2017). Gaya Komunikasi Pimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Area Pelayanan di Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(4), 260–274.
As’ad, A. (2018). Pengaruh Perencanaan Kerja Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan. PARADOKS: Jurnal Ilmu Ekonomi, 1(1), 165–182.
Ashfahani, S. (2019). Implementasi Keterbukaan dan Dukungan dalam Komunikasi Antarpribadi (Studi Komunikasi Pimpinan dan Karyawan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju). Jurnal Ilmiah Komunikasi (JIKOM) STIKOM IMA, 11(1), 187–195.
Enadarlita, & Asvio, N. (2019). Pengaruh Koordinasi dan Komunikasi Terhadap Efektivitas Organisasi Di Provinsi Jambi. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 4(1), 34–42.
Halimah, T. N., Fathoni, A., & Magdalena, M. (2016). Pengaruh Job Insecurity, Kepuasan Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention Pramuniaga Di Gelael Supermarket (Studi Kasus Pada Gelael Superindo Kota Semarang). Journal of Management, 2(2).
Haromaini, A. (2019). PEMIMPIN BERKUALITAS TERBENTUK DARI UJI KUALITAS (Analisa Tafsir QS. Al-Baqarah [2]: 124). Al Qisthas: Jurnal Hukum Dan Politik Ketatanegaraan, 7(2), 179–194.
Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Aksara. Irvianti, L. S. D., & Verina, R. E. (2015). Analisis pengaruh stres kerja, beban kerja
dan lingkungan kerja terhadap turnover intention karyawan pada PT XL Axiata Tbk Jakarta. Binus Business Review, 6(1), 117–126.
Iskandar, S. (2015). Pengaruh kepemimpinan terhadap turn over intention karyawan departemen front office di Hotel Ibis Bandung Trans Studio. Jurnal Manajemen Resort Dan Leisure, 12(2).
Juliawati, N. (2012). Koordinasi dan Usaha Koordinasi dalam Organisasi: Sebuah Kerangka Studi. Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2).
Kartono. (2017). Personality, Employee Engagement, Emotional Intellegence, Job Burnout. Pendekatan Dalam Melihat Turnover Intention. CV Budi Utama.
Pramudyo, A. (2013). Implementasi manajemen kepemimpinan dalam pencapaian tujuan organisasi. Jurnal Bisnis, Manajemen, Dan Akuntansi, 1(2).
Herawati & Romandhini
JMBK, Vol. 2, No. 1, April 2021 11
Ramdani, E. S. N. F., & Rusyandi, D. (2018). Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Turnover Intention Karyawan pada Bank BJB Cabang Subang dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi. Journal of Banking & Management, 2(2), 17–29.
Riani, N. L. T., & Putra, M. S. (2017). Pengaruh stres kerja, beban kerja dan lingkungan kerja non fisik terhadap turnover intention karyawan. E-Jurnal Manajemen, 6(11).
Rustianingtyas, P. (2016). Kualitas Pemimpin dan Implikasinya Terhadap Pencapaian Kinerja Organisasi. Jurnal Paradigma Madani, 3(2), 45–50.
Saklit, I. W. (2017). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Pengembangan Karir Terhadap Intensi Turnover: Kepuasan Kerja Sebagai Mediator. Jurnal Manajemen2, 21(3), 472–496.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharyani, Y., & Hadian, D. (2014). Pengaruh Motivasi, Komunikasi, Dan Kompetensi Dari Efektivitas Kinerja Aparatur Serta Dampaknya Terhadap Efektivitas Organisasi Badan Koordinasi Promosi Dan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship, 8(1), 41338.
Wibowo, N. (2013). Pengaruh kualitas leader member exchange (LMX) terhadap produktivitas kerja melalui kepuasan kerja dan komitmen organisasional pada PT. Nutrifood Surabaya. Agora, 1(1), 58–67.