TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN LELE
TEKNOLOGI PEMBENIHAN IKAN LELE
((Clarias sp
Clarias sp))
Ikan lele (
Ikan lele (Clarias spClarias sp) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar unggulan) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar unggulan dalam usaha budidaya ikan, selain mudah untuk dibudidayakan juga banyak diminati konsumen dalam usaha budidaya ikan, selain mudah untuk dibudidayakan juga banyak diminati konsumen sebagai sumber pangan yang mengandung protein cukup
sebagai sumber pangan yang mengandung protein cukup tinggi. Mengingat tingginya permintaantinggi. Mengingat tingginya permintaan terhadap komoditas ini maka salah satu jalan pemenuhannya adalah melalui pengembangan terhadap komoditas ini maka salah satu jalan pemenuhannya adalah melalui pengembangan us
usahaha a bubudididadaya ya lelele le khkhusuususnsnya ya ususahaha a pepembmbenenihihan, an, dedengngan an sesemamakikin n mamararaknknya ya ususahahaa pembesaran ikan lele tentu dibutuhkan pula benih dalam jumlah cukup besar. Untuk mendukung pembesaran ikan lele tentu dibutuhkan pula benih dalam jumlah cukup besar. Untuk mendukung kebut
kebutuhan uhan benih tersebubenih tersebut t maka diperlukmaka diperlukan an usaha pembenihusaha pembenihan an ikan lele, ikan lele, usaha tersebut dapatusaha tersebut dapat pula dilakukan sendiri oleh masyarakat yang dikenal sebagai UPR (Usaha Pembenihan Rakyat). pula dilakukan sendiri oleh masyarakat yang dikenal sebagai UPR (Usaha Pembenihan Rakyat). Da
Dalalam m memenjnjalalanankakan n ususahahananya ya UPUPR R didihahararapkpkan an titidak dak hahanya nya mememamacu cu besbesararnynya a jujumlmlahah produksinya saja tetapi harus lebih mengutamakan mutu benih yang berkualitas.
produksinya saja tetapi harus lebih mengutamakan mutu benih yang berkualitas. BIOLOGI IKAN LELE
BIOLOGI IKAN LELE Lele
Lele mempmempunyai tubuh unyai tubuh agak agak pipipipih h memanmemanjang, tidak jang, tidak bersibersisik sik namun berlendinamun berlendir/lir/licin,cin, berkepala pipih dengan lempeng tulang batok kepala yang keras, sirip dada dilengkapi dengan berkepala pipih dengan lempeng tulang batok kepala yang keras, sirip dada dilengkapi dengan patil, mempunyai empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di patil, mempunyai empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap serta sebagai alat penciuman atau peraba pada saat bergerak dan mencari air yang gelap serta sebagai alat penciuman atau peraba pada saat bergerak dan mencari makan, mempuny
makan, mempunyai ai alat pernapasaalat pernapasan n tambatambahan han ((arborescent organarborescent organ) yang tumbuh pada insang) yang tumbuh pada insang kedua dan keempat untuk mengambil oksigen langsung dari udara bebas.
kedua dan keempat untuk mengambil oksigen langsung dari udara bebas. Klasifikasi ikan lele dalam SNI induk ikan lele dumbo adalah sebagai berikut : Klasifikasi ikan lele dalam SNI induk ikan lele dumbo adalah sebagai berikut : Filum : Chordata Filum : Chordata Kelas : Pisces Kelas : Pisces Subkelas : Teleostei Subkelas : Teleostei Ordo : Ostariophysi Ordo : Ostariophysi Subordo : Siluroidae Subordo : Siluroidae Famili : Clariidae Famili : Clariidae Genus : Clarias Genus : Clarias
Spesies : Clarias gareipinus Spesies : Clarias gareipinus
Habitat lele adalah disungai dengan arus air perlahan, rawa, telaga, waduk, dan air tergenang. Habitat lele adalah disungai dengan arus air perlahan, rawa, telaga, waduk, dan air tergenang. Lele dapat hidup di dataran tinggi (
Lele dapat hidup di dataran tinggi (±± 700 m dpl) maupun dataran rendah dan relatif tahan700 m dpl) maupun dataran rendah dan relatif tahan terhadap pencemaran bahan organik. Lele merupakan hewan nokturnal yang aktif bergerak dan terhadap pencemaran bahan organik. Lele merupakan hewan nokturnal yang aktif bergerak dan mencari makan pada malam hari, sehingga lele lebih menyukai tempat yang teduh atau gelap. mencari makan pada malam hari, sehingga lele lebih menyukai tempat yang teduh atau gelap.
Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.
memijah pada musim penghujan.
Syarat atau parameter kualitas air yang optimal untuk budidaya ikan lele : Syarat atau parameter kualitas air yang optimal untuk budidaya ikan lele :
--Suhu : 24 - 30Suhu : 24 - 30 °°CC
--Oksigen : Maks 5 mg/lOksigen : Maks 5 mg/l
--Karbon dioksida : Maks 12 mg/lKarbon dioksida : Maks 12 mg/l
--Amoniak : Maks 1 mg/l dan Min 0,1 mg/lAmoniak : Maks 1 mg/l dan Min 0,1 mg/l
--Nitrit : Maks 0,1 mg/lNitrit : Maks 0,1 mg/l
PENYIAPAN SARANA PRASARANA PENYIAPAN SARANA PRASARANA 1.
1. Kolam IndukKolam Induk 2.
2. Kolam PemijahanKolam Pemijahan 3.
3. Kolam PendederanKolam Pendederan 4.
4. Ruangan/gudang penyimpan pakan dan peralatanRuangan/gudang penyimpan pakan dan peralatan PEMELIHARAAN INDUK
PEMELIHARAAN INDUK
Pemeliharaan induk dilakukan di kolam Induk yang digunakan sebagai tempat
Pemeliharaan induk dilakukan di kolam Induk yang digunakan sebagai tempat กก menampungmenampung induk maupun calon induk. Pada kolam induk sebaiknya dipisahkan antara induk yang sudah induk maupun calon induk. Pada kolam induk sebaiknya dipisahkan antara induk yang sudah pernah
pernah/bar/baru u dipijdipijahkan dengan ahkan dengan induk yang induk yang belum pernah/belum pernah/baru dipijahkbaru dipijahkan. an. Induk jantan danInduk jantan dan betina juga dipelihara secara terpisah dengan padat penebaran 3-5 ekor/m
betina juga dipelihara secara terpisah dengan padat penebaran 3-5 ekor/m22. Induk yang telah. Induk yang telah
matang gonad siap untuk dipijahkan, untuk mempercepat proses kematangan gonad, selama matang gonad siap untuk dipijahkan, untuk mempercepat proses kematangan gonad, selama pemeliharaan induk lele diberi pakan buatan berupa pellet dengan kadar protein 35-38% dan pemeliharaan induk lele diberi pakan buatan berupa pellet dengan kadar protein 35-38% dan lemak 7-8%. Pakan buatan diberikan dua kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2% dari bobot lemak 7-8%. Pakan buatan diberikan dua kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 2% dari bobot induk yang dipelihara, dapat juga diberikan pakan alternatif berupa cacing, ikan rucah, keong, induk yang dipelihara, dapat juga diberikan pakan alternatif berupa cacing, ikan rucah, keong, bekecot.
bekecot.
PEMILIHAN INDUK LELE YANG BAIK
PEMILIHAN INDUK LELE YANG BAIK
J
Jaannttaann BBeettiinnaa
--Bentuk tubuh kekar, mulut membulat,Bentuk tubuh kekar, mulut membulat,
berwarna cerah dan tidak cacat, kepala berwarna cerah dan tidak cacat, kepala lebih kecil dari betina
lebih kecil dari betina
--Umur minimal 18 bulan dengan beratUmur minimal 18 bulan dengan berat
rata-rata 500 – 1000 gr/ekor, rata-rata 500 – 1000 gr/ekor,
--Bukan dari satu keturunan dengan betinaBukan dari satu keturunan dengan betina
--Respon terhadap pakan, tahan penyakit,Respon terhadap pakan, tahan penyakit,
gerakan lincah dan cepat tumbuh gerakan lincah dan cepat tumbuh
--Kulit lebih halus dibanding induk ikan Kulit lebih halus dibanding induk ikan lelelele
--Bentuk tubuh kekar, dengan kepala lebihBentuk tubuh kekar, dengan kepala lebih
besar, mulut membulat, perut lebar besar, mulut membulat, perut lebar
--Umur minimal 18 bulan dengan berat rata-Umur minimal 18 bulan dengan berat
rata-rata 250 – 1000 gr/ekor, rata 250 – 1000 gr/ekor,
--Respon terhadap pakan, tahan penyakit,Respon terhadap pakan, tahan penyakit,
gerakan lamban dan cepat tumbuh gerakan lamban dan cepat tumbuh
--Warna kulit dada agak terangWarna kulit dada agak terang
--Bila bagian perut di striping secara manualBila bagian perut di striping secara manual
dari bagian perut ke arah ekor akan dari bagian perut ke arah ekor akan
betina betina
--Urogenital papilla (kelamin) agakUrogenital papilla (kelamin) agak
menonjol, memanjang ke arah belakang, menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna terletak di belakang anus, dan warna kemerahan
kemerahan
--Perut lebih ramping/langsing dan kenyal,Perut lebih ramping/langsing dan kenyal,
bila dipijat mengeluarkan cairan putih bila dipijat mengeluarkan cairan putih kental (sperma) yang artinya sudah kental (sperma) yang artinya sudah matang gonad dan siap memijah matang gonad dan siap memijah
mengeluarkan cairan kekuning-kuningan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur)
(ovum/telur)
--Urogenital papilla (kelamin) berbentuk ovalUrogenital papilla (kelamin) berbentuk oval
(bulat daun), berwarna kemerahan, (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus
belakang anus
--Perut membesar ke arah anus, bila dirabaPerut membesar ke arah anus, bila diraba
terasa empuk, warna genetalia merah terasa empuk, warna genetalia merah cerah
cerah
••(Anonymous, 2009c)(Anonymous, 2009c)
TEKNIK PEMIJAHAN TEKNIK PEMIJAHAN
Kolam untuk pemijahan dapat berupa kolam tembok, kolam tanah, kolam terpal maupun dengan Kolam untuk pemijahan dapat berupa kolam tembok, kolam tanah, kolam terpal maupun dengan bak fiberglass. Kolam pemijahan sebaiknya dilengkapi dengan pipa air masuk dan pembuangan bak fiberglass. Kolam pemijahan sebaiknya dilengkapi dengan pipa air masuk dan pembuangan (saluran masuk dan pengeluaran), kolam berukuran kecil yaitu 2 x 1 x 0,5 m, dibuatkan kakaban (saluran masuk dan pengeluaran), kolam berukuran kecil yaitu 2 x 1 x 0,5 m, dibuatkan kakaban atau sarang untuk bertelur yang terbuat dari ijuk / waring sebagai tempat menempel telur. Kolam atau sarang untuk bertelur yang terbuat dari ijuk / waring sebagai tempat menempel telur. Kolam uku
ukuran ran keckecil il ini ini untuntuk uk kapkapasiasitas tas satsatu u paspasang ang ininduk duk memmemijaijah. h. SedSedangangkan kan untuntuk uk pempemijaijahanhan massal, kolam dapat dibuat lebih besar dengan beberapa sarang di da
massal, kolam dapat dibuat lebih besar dengan beberapa sarang di da lamnya.lamnya. A.
A. Teknik Pemijahan secara Teknik Pemijahan secara TradisionTradisionalal 1.
1. Sistem berpasanganSistem berpasangan
Induk jantan dan betina dipilih yang telah matang gonad sebanyak 1 pasang dilepaskan ke Induk jantan dan betina dipilih yang telah matang gonad sebanyak 1 pasang dilepaskan ke kolam sekitar pukul 10.00 pagi. Untuk mengetahui induk telah memijah atau belum, perlu kolam sekitar pukul 10.00 pagi. Untuk mengetahui induk telah memijah atau belum, perlu dilakukan pengontrolan setiap hari. Induk memijah dalam sarang yang tersedia dan telur dilakukan pengontrolan setiap hari. Induk memijah dalam sarang yang tersedia dan telur akan menempel pada ijuk atau kakaban. Telur akan menetas setelah 36 –
akan menempel pada ijuk atau kakaban. Telur akan menetas setelah 36 – 48 jam.48 jam. 2. Sistem Massal
2. Sistem Massal Ind
Induk uk jajantantan n dan dan betbetina ina dipdipililih ih yanyang g teltelah ah matmatang ang gongona, a, IndInduk uk yanyang g akaakan n dipdipijaijahkahkann sebanyak 3 - 5 ekor/m
sebanyak 3 - 5 ekor/m22
dengan perbandingan jantan dan betina 1:2. Induk memijah dalam dengan perbandingan jantan dan betina 1:2. Induk memijah dalam sarang yang tersedia dan telur akan menempel pada ijuk atau kakaban. Telur akan menetas sarang yang tersedia dan telur akan menempel pada ijuk atau kakaban. Telur akan menetas setelah 36 – 48 jam.
setelah 36 – 48 jam.
B. Teknik Pemijahan Lele Semi
B. Teknik Pemijahan Lele Semi Intensif.Intensif. Pem
Pemijaijahan han ikaikan n lellele e semsemi i intintensensif if yaiyaitu tu pempemijijahaahan n ikaikan n yanyang g terterjadjadi i dendengan gan memmemberberikaikann rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi rangsangan hormon untuk mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Perkembangan dalam budidaya ikan lele khususnya dalam usaha secara alamiah di kolam. Perkembangan dalam budidaya ikan lele khususnya dalam usaha pem
pembenibenihan han ikaikan n lellele e teltelah ah menmengalgalami ami kemkemajuajuan an yanyang g sansangan gan pespesat. at. UntUntuk uk mermerangsangsangang pem
dipro
diproduksi di duksi di luar negeri. Beberapa luar negeri. Beberapa jenijenis s hormhormon on sintesintesis sis terstersebut misalnya Ovaprimebut misalnya Ovaprim, , HCGHCG,, LHRH. Hormon Ovaprim dapat di peroleh di toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan LHRH. Hormon Ovaprim dapat di peroleh di toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan budidaya perikanan atau toko-toko suplai obat perikanan.
budidaya perikanan atau toko-toko suplai obat perikanan.
Persyaratan agar penyuntikan dengan hormon dapat efektif maka induk ikan lele harus sudah Persyaratan agar penyuntikan dengan hormon dapat efektif maka induk ikan lele harus sudah mengandung telur yang siap untuk memijah (matang telur). Apabila kondisi induk tidak matang mengandung telur yang siap untuk memijah (matang telur). Apabila kondisi induk tidak matang gonad, tentu injeksi hormon yang
gonad, tentu injeksi hormon yang dilakukan tidak akan efektif (tidak berhasil).dilakukan tidak akan efektif (tidak berhasil). Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Ovaprim
Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Ovaprim Uruta
Urutan n pekerpekerjaan pemijahajaan pemijahan n induk lele induk lele secarsecara a semi intensisemi intensif f dengan hormon buatan adalahdengan hormon buatan adalah sebagai berikut :
sebagai berikut : a.
a. Siapkan alat suntik dan hormon Ovaprim untuk disuntikkan. Gunakan injeksi spuit yang sudahSiapkan alat suntik dan hormon Ovaprim untuk disuntikkan. Gunakan injeksi spuit yang sudah dibersihkan dengan air panas atau gunakan alat injeksi yang baru.
dibersihkan dengan air panas atau gunakan alat injeksi yang baru. b.
b. Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis Ovaprim.Timbang induk ikan lele (jantan dan betina) dan tentukan dosis Ovaprim.
••Induk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon Ovaprim 0,3-0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg makaInduk yang beratnya ± 1 kg, dosis hormon Ovaprim 0,3-0,5 ml. Bila beratnya 0,5 kg maka dosis yang diperlukan setengah nya, yakni 0,15 - 0,25 ml (sesuai petunjuk pada wadah dosis yang diperlukan setengah nya, yakni 0,15 - 0,25 ml (sesuai petunjuk pada wadah hormon tersebut).
hormon tersebut).
•• Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang Sedot dengan alat injeksi spuit sebanyak hormon yang diperdiperlukan, misallukan, misalnya 0,5 nya 0,5 ml.ml. Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, Usahakan posisi botol dan injeksi spuit tegak lurus, botol berada di atas. Setelah itu, sed
sedot ot laglagi i dendengan gan injinjekseksi i spuspuit it yanyang g samsama a akuakuadeades s sebsebanyanyak ak 0,5 ml 0,5 ml jujuga ga untuntukuk mengencerkannya.
mengencerkannya.
••Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukkan ke dalam bak pemijahan.Setelah disuntik, ikan jantan dan betina dimasukkan ke dalam bak pemijahan. c.
c. Cara menyuntikCara menyuntik
•• Tangkap Tangkap induk lele induk lele dengadengan n menggumenggunakan seser nakan seser induk. Kemudiinduk. Kemudian an seoranseorang g membamembantuntu mem
memegaegang ng indinduk uk lellele e yanyang g henhendak dak disdisuntuntik ik (i(ikan kan betbetinina a terterleblebih ih dahdahuluulu) ) dendengangan menggunakan kain untuk menutup dan memegang kepala ikan dan memegang pangkal menggunakan kain untuk menutup dan memegang kepala ikan dan memegang pangkal ekornya.
ekornya.
••Kemudian suntikkan hormon yang sudah disiapkan tadi ke dalam daging lele di bagianKemudian suntikkan hormon yang sudah disiapkan tadi ke dalam daging lele di bagian punggung, setengah dosis di sebelah kiri dan setengah dosis disebelah kanan dengan punggung, setengah dosis di sebelah kiri dan setengah dosis disebelah kanan dengan kemiringan jarum sunik 30
kemiringan jarum sunik 30°° - 45º. Kedalaman jarum suntik ± 1 cm dan disesuaikan- 45º. Kedalaman jarum suntik ± 1 cm dan disesuaikan dengan besar kecilnya tubuh ikan.
•• Lakukan Lakukan penyunpenyuntikan secara tikan secara hatihati-hati-hati. . SeteSetelah lah larutlarutan an hormhormon on didordidorong ong masukmasuk, , jarumjarum dicabut lalu bekas suntikkan ditekan/ditutup dangan jari telunjuk beberapa saat agar obat dicabut lalu bekas suntikkan ditekan/ditutup dangan jari telunjuk beberapa saat agar obat tidak keluar.
tidak keluar.
Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Alamiah (Hipofisa) Menyuntik Induk Lele Dengan Hormon Alamiah (Hipofisa) Horm
Hormon on ini diambil dari kelenjar hipofiini diambil dari kelenjar hipofisa sa yang terletyang terletak ak di di bagibagian an bawah otak kecil bawah otak kecil ikan. Setiapikan. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa yang terletak di bawah otak kecil. Kelenjar hipofisa ini hanya sebesar butir kacang hijau, bahkan lebih kecil. bawah otak kecil. Kelenjar hipofisa ini hanya sebesar butir kacang hijau, bahkan lebih kecil. Unt
Untuk uk menmenyunyuntik tik indinduk uk ikaikan n lellele e dipdiperlerlukaukan n kelkelenjenjar ar hiphipofiofisa sa yanyang g diadiambimbil l dardari i ikaikan n dondonor,or, sedangkan penerimanya disebut resipien. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan lele dumbo, ikan sedangkan penerimanya disebut resipien. Ikan donor dapat dipilihkan dari ikan lele dumbo, ikan mas
mas atau ikan atau ikan lele local. Karena hormon lele local. Karena hormon untuk keperluuntuk keperluan an penyupenyuntikntikan an diamdiambil dari bil dari kelenkelenjar jar hipofisa maka penyuntikan untuk merangsang
hipofisa maka penyuntikan untuk merangsang pemijahan disebut juga hipofisasi.pemijahan disebut juga hipofisasi. a. Dosis hipofisa
a. Dosis hipofisa
Untuk menyuntik induk ikan lele dibutuhkan kelenjar hipofisa adalah 3 dosis. Artinya, seekor Untuk menyuntik induk ikan lele dibutuhkan kelenjar hipofisa adalah 3 dosis. Artinya, seekor induk lele yang beratnya 1 kg, akan memerlukan kelenjar hipofisa yang berasal dari ikan donor induk lele yang beratnya 1 kg, akan memerlukan kelenjar hipofisa yang berasal dari ikan donor yang berat badannya 3 x 1 kg. Ikan donor seberat 3 kg itu dapat terdiri atas 3 – 6 ekor yang yang berat badannya 3 x 1 kg. Ikan donor seberat 3 kg itu dapat terdiri atas 3 – 6 ekor yang masing-masing beratnya antara 0,5 – 1kg.
masing-masing beratnya antara 0,5 – 1kg. Sebag
Sebagai ai ikan donor ikan donor sebaisebaiknya dipilihkknya dipilihkan an ikan yang ikan yang sudah dewasa. sudah dewasa. EfektEfektifitifitas as jantajantan n maupunmaupun betina sama saja. Jika dipilihkan ikan donor yang belum dewasa atau tidak matang gonad maka betina sama saja. Jika dipilihkan ikan donor yang belum dewasa atau tidak matang gonad maka kadar hormon di da
kadar hormon di da lam kelenjar hipofisanya sedikit.lam kelenjar hipofisanya sedikit. b. Pengambilan kelenjar hipofisa dan
b. Pengambilan kelenjar hipofisa dan pembuatan ekstrakpembuatan ekstrak
Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut : Cara mengambil kelenjar hipofisa dari ikan donor adalah sebagai berikut :
1. Ikan donor dipegang pada bagian kepalanya. Bila licin, gunakan kain lap. Sementara bagian 1. Ikan donor dipegang pada bagian kepalanya. Bila licin, gunakan kain lap. Sementara bagian
kepala dipegang, bagian badan diletakkan di atas talenan. Kepala ikan donor dipotong di kepala dipegang, bagian badan diletakkan di atas talenan. Kepala ikan donor dipotong di bagian belakang tutup insangnya hingga kepala putus.
bagian belakang tutup insangnya hingga kepala putus.
2. Setelah terpotong, bagian atas kepala ikan dipotong di atas mata hingga tulang 2. Setelah terpotong, bagian atas kepala ikan dipotong di atas mata hingga tulang
tengkoraknya terbuka dan otak
tengkoraknya terbuka dan otak kelihatan.kelihatan.
3. Otak ini disingkapkan dengan menggunakan pinset maka di bawah otak akan
3. Otak ini disingkapkan dengan menggunakan pinset maka di bawah otak akan terlihatterlihat kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butir kacang
kelenjar hipofisa berwarna putih sebesar butir kacang hijau.hijau.
4. Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat kemudian diletakkan di dalam 4. Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat kemudian diletakkan di dalam
cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquadest hingga darah yang
cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquadest hingga darah yang menempel hilang.menempel hilang. Cara membersihkannya dengan di semprot-semprot aquadest menggunakan
Cara membersihkannya dengan di semprot-semprot aquadest menggunakan sebuahsebuah pipet.
5. Setelah butir kelenjar hipofisa itu bersih lalu dimasukkan ke dalam tabung penggerus. Lalu 5. Setelah butir kelenjar hipofisa itu bersih lalu dimasukkan ke dalam tabung penggerus. Lalu
kelenjar hipofisa tersebut digerus hingga hancur. kelenjar hipofisa tersebut digerus hingga hancur. 6. Selanjutnya, kelenjar tersebut diencerkan dengan 1
6. Selanjutnya, kelenjar tersebut diencerkan dengan 1 ml aquadest. Dengan demikian hormonml aquadest. Dengan demikian hormon GSH yang terkandung di dalam
GSH yang terkandung di dalam kelenjar hipofisa itu akan terlarut dalam cairan.kelenjar hipofisa itu akan terlarut dalam cairan.
7. Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap di dasar. 7. Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap di dasar. Cairan bagian atas diambil dengan alat injeksi spuit untuk disuntikkan kepada induk ikan Cairan bagian atas diambil dengan alat injeksi spuit untuk disuntikkan kepada induk ikan lele.
lele.
c. Penyuntikan ekstrak
c. Penyuntikan ekstrak hipofisahipofisa
Hormon di dalam spuit injeksi disuntikkan pada punggung induk ikan lele. Proses penyuntikan Hormon di dalam spuit injeksi disuntikkan pada punggung induk ikan lele. Proses penyuntikan sama seperti pada penggunaan hormon buatan. Setelah disuntik induk ikan lele dimasukkan ke sama seperti pada penggunaan hormon buatan. Setelah disuntik induk ikan lele dimasukkan ke dalam bak pemijahan.
dalam bak pemijahan.
C. Teknik Pemijahan Buatan / Intensif. C. Teknik Pemijahan Buatan / Intensif.
Ho
Hormrmon on ovovapraprim im adadalalah ah hohormrmonone e sisintntetetis is yayang ng didigugunaknakan an ununtutuk k memempmperercecepapatt kem
kemataatangangan n gongonad ad indinduk uk ikaikan. n. IndInduk uk dipdipililih ih yanyang g sudsudah ah hamhampir pir matmatang ang gongonad ad kemkemudiudianan dilakukan pemberokan 1-2 hari, dipelihara dalam air mengalir dan tidak diberi makan. Induk dilakukan pemberokan 1-2 hari, dipelihara dalam air mengalir dan tidak diberi makan. Induk dilakukan penyuntikan hormon perangsang (ovaprim) dengan dosis 0,5 ml/kg ikan. Penyuntikan dilakukan penyuntikan hormon perangsang (ovaprim) dengan dosis 0,5 ml/kg ikan. Penyuntikan dilakukan dua kali secara intramuskular, penyuntikan pertama dengan dosis 20% dan diencerkan dilakukan dua kali secara intramuskular, penyuntikan pertama dengan dosis 20% dan diencerkan dengan NaCl Fis sampai 0,8 – 1,0 ml. Penyuntikan kedua dilakukan setelah selang 6 jam dari dengan NaCl Fis sampai 0,8 – 1,0 ml. Penyuntikan kedua dilakukan setelah selang 6 jam dari peny
penyuntuntikaikan n perpertamtama. a. PenPenyunyuntiktikan an kedkedua ua dendengan gan dosdosis is 80% 80% diediencencerkarkan n dendengan gan NaCNaCl l FiFiss sampai 0,8 – 1,0 ml. Penyuntikan dilakukan dibagian kiri dan kanan belakang sirip punggung sampai 0,8 – 1,0 ml. Penyuntikan dilakukan dibagian kiri dan kanan belakang sirip punggung dengan posisi jarum suntik membentuk sudut 30
dengan posisi jarum suntik membentuk sudut 30°°- 45- 45°°sejajar panjang tubuh.sejajar panjang tubuh.
Sperma untuk fertilisasi diperoleh dari induk jantan donor. Cara pengambilan sperma adalah Sperma untuk fertilisasi diperoleh dari induk jantan donor. Cara pengambilan sperma adalah sebagai berikut:
sebagai berikut:
•• Potong induk donor tepat diantara kepala dan badan.Potong induk donor tepat diantara kepala dan badan.
•• Buka rongga perut dari depan ke arah anus.Buka rongga perut dari depan ke arah anus.
•• Angkat kantong sperma yang berwarna putih susu, berbentuk panjang, pipih danAngkat kantong sperma yang berwarna putih susu, berbentuk panjang, pipih dan bergerigi dari rongga perut kemudian be
bergerigi dari rongga perut kemudian be rsihkan.rsihkan.
•• Setelah sperma dibersihkan, sperma disimpan di dalam Setelah sperma dibersihkan, sperma disimpan di dalam kantong plastic dan dimasukankantong plastic dan dimasukan ke dalam lemari es pada suhu 2
Proses Pemijahan Buatan Proses Pemijahan Buatan
Pengambilan (stripping) telur betina dilakukan 10 – 12 jam setelah penyuntikan kedua (masa Pengambilan (stripping) telur betina dilakukan 10 – 12 jam setelah penyuntikan kedua (masa ovulasi telur telah selesai), hal ini ditandai dengan keluarnya beberapa butir telur di dasar bak. ovulasi telur telah selesai), hal ini ditandai dengan keluarnya beberapa butir telur di dasar bak. Apabila ovulasi telah terjadi maka sperma
Apabila ovulasi telah terjadi maka sperma harus disiapkan untuk membuahi telur.harus disiapkan untuk membuahi telur.
Sebelum digunakan sperma yang telah disimpan direndam dalam larutan Na fisiologis untuk Sebelum digunakan sperma yang telah disimpan direndam dalam larutan Na fisiologis untuk men
mengemgembalbalikaikan n ke ke suhsuhu u nornormal mal dan dan untuntuk uk memmemudaudahkan saat hkan saat di di potpotongong. . SetSetelaelah h 1 1 menmenitit per
perendendamaaman, n, kankantontong g spesperma rma dipdipotootong ng dendengan gan gunguntinting g agaagar r spespermrma a di di daldalamnamnya ya dapdapatat dikeluarkan, kemudian dicampur dengan Na
dikeluarkan, kemudian dicampur dengan Na fisiologis di dalam mangkok.fisiologis di dalam mangkok.
Setelah sperma siap, induk betina di striping untuk mengeluarkan telur. Adapun cara striping Setelah sperma siap, induk betina di striping untuk mengeluarkan telur. Adapun cara striping adalah sebagai berikut:
adalah sebagai berikut:
••Kepala induk dipegang menggunakan kain lap agar induk lebih tenang pada Kepala induk dipegang menggunakan kain lap agar induk lebih tenang pada saat di stripping.saat di stripping.
••Perut induk diurut dari depan ke arah lubang urogenital secara perlahan dan hati-hati.Perut induk diurut dari depan ke arah lubang urogenital secara perlahan dan hati-hati.
••Telur yang keluar ditampung di dalam mangkok yang terbuat dari plastikTelur yang keluar ditampung di dalam mangkok yang terbuat dari plastik
Induk distriping sampai tidak ada lagi telur yang keluar, kemudian telur dicampur dengan Induk distriping sampai tidak ada lagi telur yang keluar, kemudian telur dicampur dengan sperma menggunakan bulu ayam dan diaduk perlahan-lahan selama 1 -3 menit searah jarum sperma menggunakan bulu ayam dan diaduk perlahan-lahan selama 1 -3 menit searah jarum jam. Sebelum ditebar telur dan sperma yang telah diaduk dibilas dengan air untuk membersihkan jam. Sebelum ditebar telur dan sperma yang telah diaduk dibilas dengan air untuk membersihkan
sisa sperma yang mati dan tidak membuahi telur serta lendir yang melekat pada
sisa sperma yang mati dan tidak membuahi telur serta lendir yang melekat pada telur. Setelah itutelur. Setelah itu telur dapat ditebar pada kolam, fiber atau aquarium, tetapi agar lebih mudah diamati lebih baik telur dapat ditebar pada kolam, fiber atau aquarium, tetapi agar lebih mudah diamati lebih baik menggunakan aquarium.
menggunakan aquarium.
Penebaran dilakukan menggunakan bulu ayam (karena daya lekat telur pada bulu ayam lebih Penebaran dilakukan menggunakan bulu ayam (karena daya lekat telur pada bulu ayam lebih kecil dibandingkan pada benda lain), agar telur dapat merata ke seluruh dasar bak/aquarium kecil dibandingkan pada benda lain), agar telur dapat merata ke seluruh dasar bak/aquarium diisarankan agar telur jangan langsung dituang ke dalam wadah, karena telur akan bergerombol. diisarankan agar telur jangan langsung dituang ke dalam wadah, karena telur akan bergerombol. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan telur terserang jamur dan tidak menetas.
Hal ini akan meningkatkan kemungkinan telur terserang jamur dan tidak menetas. Kem
Kemudiudian an teltelur ur siasiap p di di tebtebar ar di di kolkolam am dan dan diadiaeraerasi si setsetelaelah h itu itu bibiarkarkan an menmenetaetas. s. DalDalamam pelaksanaan penetasan telur parameter kualitas air harus di jaga terutama suhu, kecerahan, dan pelaksanaan penetasan telur parameter kualitas air harus di jaga terutama suhu, kecerahan, dan kandun
kandungan oksigen terlarutgan oksigen terlarut. . TeluTelur r ikan biasanya akan menetas dalam ikan biasanya akan menetas dalam jangkjangka a waktu 20-36 jamwaktu 20-36 jam pada suhu 28 pada suhu 28oo C C PENDEDERAN PENDEDERAN
Setelah berhasil dipijahkan Induk Jantan dan betina dipindah ke kolam pemeliharaan Setelah berhasil dipijahkan Induk Jantan dan betina dipindah ke kolam pemeliharaan induk. Seandainya telur yang dihasilkan dirasa terlalu banyak (untuk mengurangi kepadatan) induk. Seandainya telur yang dihasilkan dirasa terlalu banyak (untuk mengurangi kepadatan) sebaiknya dibagi dalam beberapa bak penetasan telur/ kolam pendederan dengan
sebaiknya dibagi dalam beberapa bak penetasan telur/ kolam pendederan dengan memindahkanmemindahkan iju
pemeliharaan benih di tempat pemijahan
pemeliharaan benih di tempat pemijahan ±± 2-3 minggu. Setelah telur menetas pada hari kedua2-3 minggu. Setelah telur menetas pada hari kedua benih lele diberi pakan tambahan berupa pakan alami seperti : artemia, kutu air dan ca
benih lele diberi pakan tambahan berupa pakan alami seperti : artemia, kutu air dan ca cing sutra.cing sutra. Pemindahan benih dilakukan dengan cara membuka saluran pengeluaran dan benih Pemindahan benih dilakukan dengan cara membuka saluran pengeluaran dan benih ditampung dengan wadah baru kemudian didederkan, sebaiknya pemindahan dilakukan saat ditampung dengan wadah baru kemudian didederkan, sebaiknya pemindahan dilakukan saat suhu masih rendah, terutama pagi hari.
suhu masih rendah, terutama pagi hari. Kol
Kolam am penpendeddederaeran n sebsebaikaiknya nya dibdiberi eri ataatap p agaagar r tidtidak ak terterkenkena a sinsinar ar matmatahaahari ri secsecaraara langsung (maupun air hujan) untuk menghindari fluktuasi suhu mendadak. Penebaran benih langsung (maupun air hujan) untuk menghindari fluktuasi suhu mendadak. Penebaran benih sebaik
sebaiknya dilakukanya dilakukan n pagi atau sore pagi atau sore hari pada saat suhu hari pada saat suhu rendahrendah. . Untuk benih ukuran 1-2 cmUntuk benih ukuran 1-2 cm padat tebar ideal 3000-5000 ekor/ m
padat tebar ideal 3000-5000 ekor/ m22
, benih ukuran 2-3 cm padat tebar ideal 2000-3000 ekor/m , benih ukuran 2-3 cm padat tebar ideal 2000-3000 ekor/m22
.. Sel
Selama ama pempemelieliharharaan aan benbenih ih dibdiberi eri pakpakan an pelpelet et berberkadkadar ar proproteitein n 40%40%. . PePembemberiarian n pakpakanan dilakukan 3 kali sehari dengan dosis 10-25% dari total bobot benih. Masa pendederan benih dilakukan 3 kali sehari dengan dosis 10-25% dari total bobot benih. Masa pendederan benih dipelihara selama 1-2 bulan atau tergantung kebutuhan.
dipelihara selama 1-2 bulan atau tergantung kebutuhan. PEMANENAN DAN PENGEPAKAN BENIH
PEMANENAN DAN PENGEPAKAN BENIH
Benih Lele dipanen melalui pintu pengeluaran atau ditangkap dengan seser/serok atau alat yang Benih Lele dipanen melalui pintu pengeluaran atau ditangkap dengan seser/serok atau alat yang lain kemudian ditampung dalam bak, happa atau tong plastik untuk membuang kotoran yang lain kemudian ditampung dalam bak, happa atau tong plastik untuk membuang kotoran yang menempel pada tubuh lele.
menempel pada tubuh lele. Pen
Pengepgepakaakan n dan dan penpengangangkugkutan tan dapdapat at dildilakuakukan kan dendengan gan sissistem tem terterbuka buka maumaupun pun tertertuttutup.up. Penga
Pengangkutngkutan an sistsistem em terttertutup adalah utup adalah untuk benih untuk benih yang berukuran kecil yang berukuran kecil dengan menggunadengan menggunakankan oksigen pada kantong plastik. Sedangkan pengangkutan sistem terbuka dilakukan untuk benih oksigen pada kantong plastik. Sedangkan pengangkutan sistem terbuka dilakukan untuk benih lele yang
lele yang berukberukuran besar uran besar (20-5(20-50 0 gram/gram/ekor) dapat ekor) dapat diangkdiangkut ut dengan menggunakdengan menggunakan an wadahwadah jerigen plastik maupun blung.
jerigen plastik maupun blung.
Air yang digunakan untuk pengangk
Air yang digunakan untuk pengangkutan sebaiknyutan sebaiknya a dienddiendapkan 1 apkan 1 – – 3 hari 3 hari dengadengan n diberdiberi i aerasaerasii (untuk untuk menghindari gas beracun). Sebelum diangkut benih dipuasakan beberapa jam agar (untuk untuk menghindari gas beracun). Sebelum diangkut benih dipuasakan beberapa jam agar selama pengangkutan tidak mengeluarkan kotoran.
selama pengangkutan tidak mengeluarkan kotoran. S
Siisstteemm WWaakkttu u ((jjaamm)) KepadatanKepadatan (ekor/liter air)
(ekor/liter air) KeteranganKeterangan Terbuka Terbuka Terbuka Terbuka Tertutup Tertutup Tertutup Tertutup Tertutup Tertutup tertutup tertutup <7 <7 4 – 8 4 – 8 <7 <7 4 – 8 4 – 8 8 – 24 8 – 24 >24 >24 250 250 250 250 200 200 150 150 150 150 75 75 Jerigen plastik Jerigen plastik Jerigen plastik Jerigen plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Kantong plastik Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Departemen Pertanian 1992
Kapasi
Kapasitas kantong plastik antara 2 tas kantong plastik antara 2 – – 20 20 litliter, tergantuner, tergantung g jumljumlah ah benih yang benih yang diangkdiangkut. Setelahut. Setelah benih berada dalam kantong plastik, diberi oksigen kemudian ujung plastik diikat. Benih siap benih berada dalam kantong plastik, diberi oksigen kemudian ujung plastik diikat. Benih siap diangkut.