• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN. Pukesmas Induk yang ada di kota semarang salah satunya yaitu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN. Pukesmas Induk yang ada di kota semarang salah satunya yaitu"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

43 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Pukesmas Induk yang ada di kota semarang salah satunya yaitu Pukesmas Tlogosari Kulon yang mempunyai fasiltas rawat inap. Pukesmas Tlogosari Kulon terletak di Jl. Satriomanah No. 2, Kelurahan Tlogosari Kulon dan berada di kecamatan Pedurungan dengan memiliki luas tanah 1256m2 dengan luas bangunan yaitu 865m2.

Bulan April tahun 1991 Pukesmas Tlogosari Kulon telah berdiri sebagai pukesmas non perawatan. Seiring perkembangan zaman Pukesmas Tlogosari Kulon ditingkatkan menjadi pukesmas perwatan dan juga sebagai kebutuhan masyarakat sekitar.

Pukesmas Tlogosari Kulon sebagai pukesmas induk yang menjalankan peran dan fungsinya serta mempunyai 2 pukesmas pembantu seperti Pukesmas Pembantu yang terletak di Kelurahan Tlogosari Kulon dan Pustu Pembantu Mubtiharjo Kidul yang terletak di Kelurahan Mubtiharjo Kidul

Kecamatan Pedurungan memiliki luas wilayah yaitu 20,72K m2 dengan 12 kelurahan. Tahun 2001 adanya surat keputusan dari Walikota Semarang bahwa Pukesmas Tlogosari Kulon dengan wilayah kerja di Kecamatan Pedurungan dengan 4 kelurahan yaitu Kelurahan Tlogosari Kulon, Kelurahan Mubtiharjo Kidul, Kelurahan Gemah dan Kelurahan Kalicari. Pukesmas Tlogosari Kulon adalah yang paling terluas dari 4 kelurahan wilayah kerja dan Kelurahan Kalicari yang palling terkecil dari 4 kelurahan.

(2)

Batas wilayah adminustratif Pukesmas Tlogosari Kulon yaitu 1. Sebelah Utara : Kelurahan Bangetayu

2. Sebelah Selatan : Kelurahan Sendang Guwo 3. Sebelah Timur : Kelurahan Tlogosari Wetan 4. Sebelah Barat : Kelurahan Gayamsari

Wilayah geografis Pukesmas Tlogosari Kulon adalah wilayah yang dataran rendah dan datar, ketinggian 50 – 90 meter dari permukaan laut. Wilayah Tlogosari Kulon dan Mubtuharjo yaitu daerah yang sering terkena banjir karena dilalui oleh sungai-sungai yang cukup besar.

Visi :

“Menjadikan Puskesmas Tlogosari Kulon sebai Pusat Pelayanan Primer yang Berkualitas dan Menjadi Pilihan Masyarakat”

Misi :

1. Meningkatkan kesehatan yang bermutu, terjangkau, efektif dan optimal. 2. Memelihara kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta

lingkungannya. B. Karakteristik Responden

1. Usia kehamilan Responden

Hasil penelitian didapatkan bahwa presentase usia kehamilan 7-9 bulan (47,7%) tidak jauh berbeda dengan usia 4-6 bulan (37,5%). Dan yang paling sedikit pada usia 0-3 bulan (14,8%). Hasil tabel sebagai berikut.

(3)

Tabel 4.1

Usia Kehamilan Anda Saat Ini Usia Kehamilan Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) 0-3 bulan 13 14,8 4-6 bulan 33 37,5 7-9 bulan 42 47,7 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

2. Tempat pemeriksaan kehamilan responden

Hasil Penelitian yang didapat ibu hamil pertama kali memeriksakan kehamilan ke petugas kesehatan (100%) yaitu prakek bidan, posyandu, puskesmas, rumah sakit dan dokter spesialis kandungan. dan paling banyak di praktek bidan, kedua puskesmas dan ketiga dokter spesialis kandungan. Sedangkan yang non petugas kesehatan (dukun) tidak ada yang melakukan pemeriksaan disana.

Alasan memilih pada praktek bidan karena dekat rumah, ikut pada persalinan anak pertama, rekomendasi dari suami, biaya persalinan terjangkau, terpercaya. Puskesmas karena deket rumah, terjangkau, fasilitas lengkap, hasil laboratorium lengkap dan dokter spesialis karena lebih akurat, sudah terbiasa periksa, lebih terpercaya, nyaman, dan deket dengan rumah.

(4)

C. Hasil Analisis Univariat 1. Umur

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Umur Umur (th) Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Berisiko 6 6,8 Tidak Berisiko 82 93,2 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian didapatkan frekuensi umur responden lebih banyak pada umur yang Tidak Berisiko sekitar umur 20-35 tahun. Semakin bertambahnya umur maka tingkat pemahaman seseorang akan lebih baik cara bekerja dan berfikir. Sedangkan pada umur yang Berisiko sekitar umur ≤ 20 dan ≥ 35 tahun, pada usia ≤ 20 tahun akan rentan terhadap terjadinya pre-eklamsia dan eklamsia dan usia ≥ 35 tahun akan lebih rentan terhadap diabetes atau fibroid dan tekanan darah tinggi didalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan.1

2. Pendidikan

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Pendidikan Pendidikan Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Dasar-Menengah (SD-SMP) 11 12,5 Tinggi (SMA-PT) 77 87,5 Jumlah 88 100

(5)

Hasil penelitian yang didapat pada frekuensi pendidikan responden lebih banyak pada pendidikan tinggi (SMA-PT) yaitu 87,5%. Tingginya tingkat pendidikan berkaitan dengan pemahaman mengenai masalah kesehatan dan kehamilan, sehingga menyebabkan ibu hamil lebih sering melakukan pemeriksaan kehamilan di pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.

3. Jumlah Anak

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Jumlah Anak Jumlah Anak Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) ≤ 2 anak 78 88,6 > 2 anak 10 11,4 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian yang didapat jumlah anak responden mempunyai anak ≤ 2 anak (88,6%) sedangkan yang mempunyai anak > 2 anak (11,4%). 4. Peristiwa pada Kehamilan yang Lalu

Tabel 4.5

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Kehamilan Sebelumnya pernah mengalami keguguran Keguguran Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Tidak 79 89,8 Ya 9 10,2 Jumlah 88 100

(6)

Hasil penelitin yang didapat banyak ibu hamil yang sebelumnya tidak pernah mengalami keguguran (89,8%) dibandingkan dengan yang mengalami keguguran yaitu 10,2%. Sedangkan penyebab keguguran adalah sebagai berikut.

Tabel 4.6

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Penyebab Keguguran yang dialami Penyebab Keguguran Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Perdarahan 1 1,1 Flek 1 1,1 Rahim Lemah 6 6,8 Jatuh 1 1,1 Jumlah 9 10

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian yang didapat bahwa ibu hamil mengalami keguguran dengan penyebab yaitu karena perdarahan (1,1%), flek (1,1%), rahim lemah (6,8%), dan jatuh (1,1%). Rahim lemah memiliki penyebab tertinggi dari keguguran karena adanya gangguan pada leher rahim dan adanya ketidaknormalan atau kelemahan.

5. Keadaan Kesehatan

Tabel 4.7

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Riwayat Penyakit yang Diderita ibu Saat Kehamilan

Riwayat Penyakit Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%)

Tidak Ada 68 77,3

Ada 20 22,7

Jumlah 88 100

(7)

Hasil penelitian yang didapat ibu hamil dengan kategori Ada riwayat penyakit (22,7%), ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit seperti tipes, anemia, asma, alergi, tensi rendah, hipertensi, dan infeksi. dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat penyakit (77,3%).

Tabel 4.8

Distribusi Frekuensi Responden Menurut Penyakit yang Menghambat ibu untuk Melakukan Aktifitas Sehari hari

Hambatan Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Tidak 83 94,3 Ya 5 5,7 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Tabel 4.9 dengan adanya riwayat penyakit pada ibu hamil akan melakukan pemeriksaan kehamilan secara lengkap. Walaupun ibu hamil memiliki riwayat penyakit dengan jumlah 20 responden, hanya 5 responden yang menghambat ibu melakukan aktifitas sehari hari dengan presentase 5,7%.

6. Saran Petugas Kesehatan

Distribusi frekuensi responden menurut saran petugas kesehatan diperoleh nilai median 8,00. Hasil uji normalitas Kolmogorof-Smirnof didapat nilai signifikan sebesar 0,000 dan dinyatakan distribusi tidak normal karena ≤ 0,05, nilai minimum 5 maxsimum 8. Oleh karena itu kategori Saran Petugas Kesehatan didasarkan pada nilai median yaitu :

a) Baik jika total skor = 8

(8)

Tabel 4.9

Distribusi frekuensi Responden menurut saran petugas kesehatan Saran Petugas Kesehatan Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Baik 72 81,8 Kurang Baik 16 18,2 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian bahwa responden mendapatkan saran petugas kesehatan dengan baik (81,8%) dibandingkan dengan yang kurang baik (18,2%).

Tabel 4.10

Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Menurut Saran Petugas Kesehatan No. Saran Petugas Kesehatan

Persen (%) Ya Tidak

1

Apakah ibu mendapatkan saran dari petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan / ANC

96,6 3,4

2

Apakah petugas kesehatan mengingatkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan seperti mengecek tekanan darah, timbang badan, imunisasi, dll

95,5 4,5

3

Apakah petugas kesehatan memberikan materi tetang pemeriksaan kehamilan / ANC

84,1 15,9

4 apakah petugas kesehatan memberikan

buku KIA untuk Pemeriksaan 100 0

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian yang didapat bahwa responden kurang mendapatkan saran petugas kesehatan tentang pemberian materi tentang pemeriksaan kehamilan / ANC (Ante Natal Care) yaitu 15,9%. Dengan memberikan materi tentang pemeriksaan kehamilan ibu hamil dapat

(9)

melakukan pengawasan dan berencana dalam melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

7. Persepsi

Kategori Persepsi didasarkan pada nilai median karena distribusinya tidak normal. Nilai median yang diperoleh yaitu 14,0 dengan keterangan : a) Baik jika total skor Persepsi > 14

b) Kurang baik jika total skor ≤ 14

Tabel 4.11

Distribusi Frekuensi Responden menurut Persepsi Persepsi Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Baik 46 52,3 Kurang Baik 42 47,7 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian yang diketahui bahwa terbesar adalah persepsi responden Baik (52,3%) sedangkan Kurang Baik (47,7%).

Tabel 4.12

Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Menurut Persepsi

No. Pernyataan

Persen (%)

SS S TS STS

1

Penyakit saat kehamilan (Tekanan darah tinggi, jantung, hipertensi, anemia, DM, TB paru, ginjal, asma dan infeksi) merupakan penyakit yang berbahaya

39,8 50 8 2,3

2 Ibu hamil rentan terhadap kehamilan

(10)

No. Pernyataan

Persen (%)

SS S TS STS

3

Saya merasa punya risiko tinggi pada kehamilan yang menyebabkan persalinan tidak normal

10,2 31,8 53,4 4,5

4

Saya merasa mengalami risiko tinggi pada kehamilan seperti mempunyai tekanan darah tinggi, jantung, hipertensi, anemia, DM, TB paru, ginjal, asma dan infeksi

12,5 22,7 55,7 9,1

5

Saya merasa memiliki risiko yang memungkinkan terjadi perdarahan yang menyebabkan risiko tinggi pada kehamilan

13,6 28,4 50 8

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil presentase jawaban responden lebih besar pada pernyataan Penyakit saat kehamilan (jantung, hipertensi, anemia, DM, TB paru, ginjal, asma dan infeksi) merupakan penyakit yang berbahaya yaitu 50% (Setuju), Ibu hamil rentan terhadap kehamilan resiko tinggi 51,1% (Setuju), Saya merasa punya risiko tinggi pada kehamilan yang menyebabkan persalinan tidak normal 53,4% (Tidak Setuju), Saya merasa mengalami risiko tinggi pada kehamilan seperti mempunyai tekanan darah tinggi, jantung, hipertensi, anemia, DM, TB paru, ginjal, asma dan infeksi 55,7% (Tidak Setuju) dan Saya merasa memiliki risiko yang memungkinkan terjadi perdarahan yang menyebabkan risiko tinggi pada kehamilan 50% (Tidak Setuju).

Sedangkan yang terendah pada penyakit saat kehamilan dengan tidak setuju (8%), ibu hamil rentan terhadap kehamilan resiko tinggi (18,2%), saya merasa punya risiko tinggi pada kehamilan yang menyebabkan persalinan tidak normal (4,5%), saya merasa mengalami resiko tinggi pada

(11)

kehamilan (9,1%) dan saya merasa memiliki risiko yang memungkinkan terjadinya perdarahan yang menyebabkan risiko tinggi pada kehamilan (8%).

8. Kunjungan dan Perilaku Ante Natal Care (ANC)

Kategori Kunjungan dan Perilaku Ante Natal Care (ANC) didasarkan pada nilai median (1,00) karena distribusinya tidak normal, dilihat dari nilai Min (0) dan Max (1) dengan keterangan :

a) Sesuai = 1 b) Tidak Sesuai = 0

Tabel 4.13

Distribusi Frekuensi Kunjungan dan Perilaku Ante Natal Care (ANC) Kunjungan & Perilaku ANC Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%) Sesuai 81 92 Tidak Sesuai 7 8 Jumlah 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil yang didapat pada frekuensi kunjungan dan perilaku Ante Natal Care (ANC) yang sesuai dengan presentase 81,8% dibandingkan dengan tidak sesuai yaitu 18,2%.

(12)

Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Menurut Kunjungan dan Perilaku Ante Natal Care (ANC)

Tabel 4.14

Perilaku Ante Natal Care (ANC) Usia Kehamilan Perilaku

Distribusi Frekuensi Jumlah Persen (%)

0-3 bulan ≥ 1 kali 13 14,8

4-6 bulan Tidak Melakukan 3 3,4

≥ 1 kali 30 34,1

7-9 bulan 1 kali 25 28,4

≥ 2 kali 17 19,3

Total 88 100

Sumber : Data Primer Terolah, 2017

Hasil penelitian yang didapat ibu hamil pada usia 0-3 bulan melakukan pemeriksaan ≥ 1 kali (14,8%), usia 4-6 bulan yang tidak melakukan ada 3,4% dan ≥ 1 kali ada 34,1%, usia 7-9 bulan yang melakukan pemeriksaan 1 kali (27,3%) dan ≥ 2 kali (20,5%).

Usia kehamilan 7-9 bulan jika menjawab 1 kali pemeriksaan, ibu hamil mempunyai rencana untuk melakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan berikutnya untuk memeriksakan kehamilan.

Kebanyakan ibu hamil sudah sesuai dalam pemeriksaan kehamilan setiap trimester 1 sampai dengan trimester 4 adapun ibu hamil melakukan pemeriksaan setiap bulan agar menjaga kehamilan dan dapat medeteksi resiko dini terhadap kehamilan.

(13)

D. Uji Bivariat

Penelitian ini menggunakan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square yaitu untuk mengetahui ada dan tidaknya hubungan antara variabel bebas variabel terikat.

1. Hubungan antara Umur dengan Perilaku Ante Natal Care

Tabel 4.15

Hubungan antara Umur dengan Perilaku Ante Natal Care

Umur

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Berisiko 6 100 0 0 6 100

Tidak Berisiko 75 91,5 7 8,5 82 100

p value = 1,000

Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) yang tidak sesuai lebih banyak pada kelompok umur tidak berisiko (8,5%) dibandingan yang berisiko (0%).

Hasil uji statistik Fisher Exact Test di peroleh nilai p value = 1,000 lebih besar dari p > α 0,05 yang berarti (H0) diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara umur dengan perilaku Ante Natal Care.

(14)

2. Hubungan antara Pendidikan dengan Perilaku Ante Natal Care Tabel 4.16

Hubungan antara pendidikan dengan Perilaku Ante Natal Care

Pendidikan

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Dasar-Menengah

(SD-SMP) 11 100 0 0 11 100

Tinggi (SMA-PT) 70 90,9 7 9,1 77 100

p value = 0,589

Hasil uji hubungan yang dilihat dari tabel 4.16 menunjukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) yang tidak sesuai lebih banyak terdapat pada pendidkan Tinggi (SMA-PT) yaitu 9,1% dibandingkan pendidikan Dasar-Menengah (SD-SMP) yaitu 0%.

Hasil uji statistik Fisher Exact Test di peroleh nilai p value = 0,589 lebih besar dari nilai p > α 0,05 yang berarti (H0) diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara pendidikan dengan perilaku Ante Natal Care.

3. Hubungan antara Jumlah Anak dengan Perilaku Ante Natal Care Tabel 4.17

Hubungan antara Jumlah Anak dengan Perilaku Ante Natal Care

Jumlah Anak

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

≤ 2 anak 73 93,6 5 6,4 78 100

> 2 anak 8 80 2 20 10 100

(15)

Hasil uji hubungan dilihat dari tabel 4.17 menunjukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) yang tidak sesuai lebih banyak pada kelompok dengan > 2 anak (10%) dibandingkan ≤ 2 anak (20%)

Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh nilai p value = 0,179 lebih besar dari p > α 0,05 berarti (H0) diterima sehinga tidak terdapat hubungan antara jumlah anak dengan perilaku Ante Natal Care.

4. Hubungan antara Peristiwa pada Kehamilan yang Lalu dengan Perilaku Ante Natal Care

Tabel 4.18

Hubungan antara Peristiwa pada Kehamilan yang Lalu dengan Perilaku Ante Natal Care

Keguguran

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Tidak 72 91,1 7 8,9 79 100

Iya 9 100 0 0 9 100

p value = 1,000

Hasil uji hubungan dilihat dari tabel 4.18 menunjukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) yang tidak sesuai lebih banyak terdapat pada kelompok yang tidak mengalami keguguran (8,9%) dibandingkan yang mengalami keguguran (0%).

Hasil uji statistik Chi Square diperoleh p value = 1,000 lebih besar dari p > α berarti (H0) diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara peristiwa pada kehamilan yang lalu dengan perilaku Ante Natal Care.

(16)

5. Hubungan antara Keadaan Kesehatan dengan Perilaku Ante Natal Care Tabel 4.19

Hubungan antara Keadaan Kesehatan dengan Perilaku Ante Natal Care

Riwayat Penyakit

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Tidak Ada 65 95,6 3 4,4 68 100

Ada 16 80 4 20 20 100

p value = 0,044

Hasil uji hubungan dilihat dari tabel 4.19 menujukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) yang tidak sesuai lebih banyak pada yang memiliki riwayat penyakit (20%) dibandingkan dengan yang tidak ada riwayat penyakit (4,4%).

Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh nila p value = 0,044 lebih kecil dari p ≤ α 0,05 berarti (H0) tidak diterima sehingga terdapat hubungan antara keadaan kesehatan (riwayat penyakit) dengan perilaku Ante Natal Care.

(17)

6. Hubungan antara Saran Petugas Kesehatan dengan Perilaku Ante Natal Care

Tabel 4.20

Hubungan Antara Saran Petugas Kesehatan dengan Perilaku Ante Natal Care Saran Petugas Kesehatan Distribusi Frekuensi Perilaku ANC Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Baik 65 90,3 7 9,7 72 100

Kurang Baik 16 100 0 0 16 100

p value = 0,342

Hasil uji hubungan dilihat daari tabel 4.20 menunjukkan bahwa presentase perilaku Ante Natal Care (ANC) tidak sesuai lebih banyak pada kelompok saran petugas kesehatan yang baik (9,7%) dibandingkan dengan yang kurang baik (0%).

Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh nilai p value = 0,342 lebih besar dari p > α 0,05 berarti (H0) diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara saran petugas kesehatan dengan perilaku Ante Natal Care.

(18)

7. Hubungan antara Persepsi dengan Perilaku Ante Natal Care Tabel 4.21

Hubungan antara Persepsi dengan Perilaku Ante Natal Care

Persepsi

Distribusi Frekuensi Perilaku ANC

Total Sesuai Tidak Sesuai

F (%) F (%) F (%)

Baik 44 95,7 2 4,3 46 100

Kurang Baik 37 88,1 5 11,9 42 100

p value = 0,251

Hasil uji hubungan dilihat dari tabel 4.21 menunjukkan bahwa perilaku Ante Natal Care (ANC) tidak sesuai lebih banyak pada kelompok persepsi kurang baik (11,9%) dibandingkan dengan yang baik (4,3%).

Hasil uji statistik Fisher Exact Test diperoleh nilai p value = 0,251 lebih besar dari p > α 0,05 berarti (H0) diterima sehingga tidak terdapat hubungan antara persepsi dengan perilaku Ante Natal Care.

E. Hasil Uji

Tabel 4.22

Ringkasan Hasil Uji antara Variabel Bebas dan Variabel Terikat Variabel Penelitin Hasil Uji

Variabel

Bebas Variabel Terikat p value Kesimpulan Umur Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 1,000

Tidak Ada Hubungan Pendidikan Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 0,589

Tidak Ada Hubungan Jumlah Anak Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 0,179

Tidak Ada Hubungan

(19)

Variabel

Penelitin Hasil Uji

Variabel

Penelitin Hasil Uji Peristiwa

pada Kehamilan yang Lalu

Perilaku Ante Natal Care (ANC) 1,000 Tidak Ada Hubungan Keadaan Kesehatan

Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 0,044 Ada Hubungan Saran Petugas Kesehatan

Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 0,342

Tidak Ada Hubungan

Persepsi Perilaku Ante Natal Care

(ANC) 0,251

Tidak Ada Hubungan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian sidik lintas antara komponen hasil dengan hasil biji kedelai yang dilakukan oleh Pandey dan Torrie (1973) menunjukkan bahwa jumlah polong per unit area panen dan

Hasil analisis hubungan antara lama pemakaian jilbab dengan kejadian dermatitis seboroik pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UNIMUS diperoleh bahwa ada sebanyak 43

Alhamdulillah dengan Ridha Allah SWT, penulis bisa menyelesaikan Skripsi dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dengan

banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing- masing

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut bahwa terdapat tindakan manajemen laba yang dilakukan perusahaan

Berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 40 tahun 2008 tentang tugas pokok Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, maka kedudukan, tugas pokok

Petani juga berhubungan dengan sistem perusahaan atau industri pengolahan kopi dimana perusahaan membutuhkan bahan baku dari yang di hasilkan, petani juga membutuhkan

Sedangkan Zakiah Daradjat menyatakan bahwa media pendidikan atau pembelajaran merupakan suatu benda yang dapat diindrai, khususnya penglihatan dan pendengaran, baik yang