• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKjIP TAHUN Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LKjIP TAHUN Laporan Kinerja Instansi Pemerintah"

Copied!
266
0
0

Teks penuh

(1)

LKjIP TAHUN 2015

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

PEMERINTAH

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

DAFTAR TABEL... iv

IKHTISAR EKSEKUTIF... vi

BAB I PENDAHULUAN... I-1 A. Latar Belakang... I-1 B. Aspek Strategis Kabupaten Musi Banyuasin... I-4 1. Aspek Geografis ... I-6 2. Aspek Demografis... I-7 3. Pertumbuhan Ekonomi / Produk Domestik Regional Bruto

(PDRB)... I-11 4. Isu Strategis Pembangunan di Kabupaten Musi

Banyuasin... I-15 C. Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi... I-17 D. Maksud dan Tujuan... I-21 E. Penghargaan Yang Diterima Oleh Pemerintah Kabupaten

Musi Banyuasin Tahun 2015... I-22 F. Sistematika Penulisan... I-22

BAB II PERENCANAAN KINERJA... II-1 A. Rencana Strategis... II-1

A.1 Visi dan Misi Kabupaten Musi Banyuasin... II-1

A.1.1 Visi Kabupaten Musi Banyuasin... II-1 A.1.2 Misi Kabupaten Musi Banyuasin... II-4 A.1.3 Tujuan dan Sasaran Strategis... II-4 A.1.4 Kebijakan Daerah... II-9 A.1.5 Prioritas Pembangunan Tahun 2015... II-12 B. Perjanjian Kinerja... II-20

(3)

B1 Perjanjian Kinerja Tahun 2014... II-22

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA... III-1 A. Capaian Kinerja... III-2 a. Analisis Atas Pencapaian Sasaran Strategis... III-3 1. Hubungan Indikator Kinerja Utama Dengan Pencapaian

Kinerja Sasaran...III-3 2. Capaian Indikator Makro...III-4 3. Evaluasi Pencapaian Sasaran dan Pengukuran Kinerja...III-12 Analisis Pencapaian Tujuan dan Sasaran Pemerintah

Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2015... III-13 Analisis Atas Efesiensi Penggunaan Sumber Daya... III-201 Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Keberhasilan Ataupun Kegagalan

Pencapaian Pernyataan Penetapan Kinerja... III-204

B. Realisasi Anggaran... III-211

BAB IV Penutup...IV-1

LAMPIRAN – LAMPIRAN

A. Penetapan Kinerja Tahun 2015 B. Pengukuran Kinerja

C. IKU 2012-2017

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Indeks Pembangunan Manusia………... I-5 Tabel 1.2 Kualifikasi Pendidikan PNS Pemkab Muba……….. I-5

Tabel 1.3 Jumlah Kecamatan, Desa/Kelurahan……….... I-3

Tabel 1.4 Jumlah Penduduk di Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2012-2015………..

I-8

Tabel 1.5 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2015...………

I-8

Tabel 1.6 Jumlah Tenaga Kesehatan 2012-2015..……….. I-11 Tabel 1.7 Produksi hasil tanaman perkebunan dari tahun 2012

sampai dengan prediksi tahun 2015…...………..

1-11

Tabel 1.8 PDRB Kabupaten Musi Banyuasin atas dasar harga berlaku dan konstan 2010 (Dengan Migas)…...

1-13

Tabel 1.9 PDRB Kabupaten Musi Banyuasin atas dasar harga berlaku dan konstan 2010 (Tanpa Migas)...……...…...

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggungjawab kepada Pemerintah Daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas desentralisasi dan asas tugas pembantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta keragaman daerah dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Konsekuensi dari penerapan Otonomi Daerah telah membawa implikasi yang luas dan serius. Oleh karenanya tidak sedikit masalah tantangan dan kendala yang sedang dihadapi oleh daerah. Disamping itu sejalan dengan reformasi dan semakin kritisnya masyarakat dalam menilai penyelenggaraan pemerintahan perlu dipenuhi prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, antara lain: adanya partisipasi masyarakat, penegakan hukum, transparansi, kesetaraan, daya tanggap, wawasan kedepan, pengawasan, efisiensi dan efektifitas, profesionalisme serta akuntabilitas. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014

tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka setiap

penyelenggara pemerintahan wajib melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasinya.

Akuntabilitas kinerja pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin merupakan

perwujudan kewajiban pemerintah untuk mempertanggung jawabkan

keberhasilan/kegagalan pencapaian visi dan misi pemerintah kabupaten yang

diwujudkan melalui pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Akuntabilitas kinerja dilaksanakan melalui pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian atas keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan misi dan visi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Pengukuran kinerja tersebut

(6)

disamping sebagai upaya pengembangan strategi organisasi ke depan, secara teknis dapat dilihat sebagai suatu sistem evaluasi masing-masing unit organisasi di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan langkah awal untuk pengendalian fungsi-fungsi manajerial secara menyeluruh.

Esensi penilaian kinerja sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tersebut adalah penilaian kinerja berdasarkan tolok ukur Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah yang berisikan ikhtisar pencapaian sasaran sekurang-kurangnya menyajikan informasi tentang:

1. Pencapaian tujuan dan sasaran organisasi;

2. Realisasi pencapaian indikator kinerja utama organisasi; 3. Penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja; dan

4. Pembandingan capaian indikator kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan target kinerja 5 (lima) tahunan yang direncanakan, sebagaimana yang ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja dan dokumen perencanaan.

Penilaian atas keberhasilan/kegagalan lebih difokuskan pada pencapaian sasaran, hal ini berkaitan dengan kinerja yang sebenarnya, dimana sasaran merupakan hasil yang ingin dicapai/diwujudkan dalam kurun waktu 1 atau kurang dari 1 tahun.

Pelaksanaan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2015 ini dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dan Kotapraja di sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang

(7)

Republik Indonesia tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 7. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 80);

8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama; 9. Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah; (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1824);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin

(8)

Tahun 2012 – 2017 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2012 Nomor 94);

12. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Tentang APBD Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2015 Nomor 1);

13. Peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 40 Tahun 2012 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

B. ASPEK STRATEGIS KABUPATEN MUSI BANYUASIN

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menetapkan visi dan misi pembangunan yang menjadi arah dan pendorong kebijakan pembangunan

berkelanjutan agar terwujud Musi Banyuasin menuju “PERMATA MUBA 2017”

(PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN, RELIGIUS, MANDIRI, ADIL, TERDEPAN, MAJU BERSAMA 2017).

Keberhasilan pencapaian visi tersebut salah satunya dilihat dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Musi Banyuasin dari 63,27 pada

tahun 2012 menjadi 64,18 pada tahun 2013 dan terakhir 64,93 untuk tahun 2014.

Selanjutnya pencapaian target juga diketahui dengan peningkatan kualitas pendidikan; peningkatan kualitas kesehatan; semakin kondusifnya keamanan; dan peningkatan pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat seperti jalan desa,

listrik, telekomunikasi dan air bersih; berkurangnya angka kemiskinan dari 18,29%

pada tahun 2012 menjadi 18,02% pada tahun 2013 dan terakhir tahun 2014 menjadi 17,38%, artinya terjadi penurunan yang cukup signifikan selama 3 tahun terakhir serta jumlah pengangguran yang terus menurun dari 12.784 pada tahun 2011 menjadi 9.279 pada tahun 2012 dan 7.883 meskipun tahun 2014 meningkat menjadi 10.434 dari usia kerja produktif (sumber data: Musi Banyuasin Dalam Angka 2015, BPS).

Tabel 1.1

Indeks Pembangunan Manusia Kab. Muba 2012-2014

(9)

No. Tahun Indeks Pembangunan Manusia

1 2012 63,27

2 2013 64,18

3 2014 64,93

Sumber data : Musi Banyuasin Dalam Angka 2015.

Pada tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin didukung dengan

anggaran APBD sebesar Rp 2.601.478.000.000,00 yang merupakan unsur input

untuk pencapaian outcome pada masing-masing program yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, dan telah dituangkan dalam kesepakatan kinerja antara eksekutif dan legislatif dalam penetapan anggaran tahun 2015.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan, disamping didukung oleh dana tersebut diatas juga didukung oleh sumber daya aparatur sebanyak 8.707 orang

berstatus PNS. Berdasarkan kualifikasi Pendidikan, PNS Kabupaten Musi Banyuasin

dapat dikelompokkan seperti terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 1.2

Kualifikasi Pendidikan

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Musi Banyuasin Tahun 2015

KUALIFISI PENDIDIKAN JUMLAH PERSONIL(ORANG)

2012 2013 2014 2015 Sekolah Dasar SLTP SLTA Diploma I Diploma II

Diploma III/Sarjana Muda Diploma IV S-1 /Sarjana S-2/Pasca Sarjana 22 99 2.629 - - 1.056 - 4.298 284 21 53 3.170 9 662 621 - 2.879 403 34 93 3.714 9 722 745 - 2.999 425 53 131 3492 5 718 728 - 3099 481

(10)

S-3/Doktor - - - -

Jumlah 8.388 7.818 8.741 8.707

Sumber data : Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kab. Muba

1. Aspek Geografis

Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah 14. 265,96 km2 atau sekitar

15% dari luas Provinsi Sumatera Selatan terletak di antara 1,3o sampai dengan

4o Lintang Selatan dan 103o sampai dengan 105o40’ Bujur Timur. Batas wilayah

Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut: o Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Jambi.

o Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim. o Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas. o Sebelah Timur berbatas an dengan Kabupaten Banyuasin.

Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari 14 kecamatan dan 240 desa/kelurahan dengan luas wilayah masing-masing sebagai berikut:

Tabel 1.3

Jumlah Kecamatan, Desa/Kelurahan

No Kecamatan Desa Kelurahan Luas Wilayah (Km2)

1 Sekayu 10 4 701,60

2 Babat Toman 11 2 1.291,00

3 Plakat Tinggi 15 - 247,00

4 Lais 15 - 755,53

5 Batang Hari Leko 16 - 2.107,79

6 Sungai Lilin 13 2 374,26 7 Sanga Desa 17 2 317,00 8 Sungai Keruh 22 - 629,00 9 Keluang 13 1 400,57 10 Bayung Lencir 21 2 4.847,00 11 Lalan 27 - 1.031,00 12 Lawang Wetan 15 - 232,00 13 Babat Supat 16 - 511,02

(11)

No Kecamatan Desa Kelurahan Luas Wilayah (Km2)

14 Tungkal Jaya 16 - 821,19

Jumlah 227 13 14.265,96

Sumber: Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin, 2015

Dari segi topografi Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari bermacam-macam jenis topografi. Di sebelah Timur Kecamatan Sungai Lilin, sebelah Barat Kecamatan Bayung Lencir dan di daerah pinggiran Sungai Musi sampai ke Kecamatan Babat Toman tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan dipengaruhi oleh pasang surut. Sedangkan di daerah lainnya, tanahnya terdiri dari tanah dataran tinggi dan berbukit dengan ketinggian antara 20 sampai dengan 140 m di atas permukaan laut.

Dilihat dari segi hidrologi, Kabupaten Musi Banyuasin merupakan daerah rawa dengan sungai besar dan kecil yang cukup banyak. Kondisi ini berguna bagi kegiatan irigasi/pengairan pertanian sehingga pencetakan sawah baru dapat mempertimbangkan keberadaan sungai-sungai tersebut. Sedangkan guna memenuhi keperluan penduduk dalam hal pemenuhan air bersih, keberadaan sungai tersebut dapat pula dimanfaatkan untuk pengambilan air baku PDAM.

Kawasan hutan Kabupaten Musi Banyuasin adalah 669.454 Ha atau 46,93% dari luas total Kabupaten Musi Banyuasin. Daerah kawasan hutan ini meliputi taman nasional laut, taman nasional, suaka margasatwa, hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan produksi tetap dan hutan produksi konversi. Jenis penggunaan lahan lainnya yang penyebarannya cukup luas yaitu berupa perkebunan seluas 481.851 Ha atau 33,78% dari luas kabupaten.

2. Aspek Demografis

Penduduk Kabupaten Musi Banyuasin padaakhir tahun 2015 berjumlah 808.343 jiwa. Bertambahnya penduduk dari tahun ketahun ternyata belum diikuti dengan penyebaran penduduk. Dari 14 (empat belas) kecamatan, yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Bayung Lencir merupakan

(12)

kecamatan yang jumlah penduduknya relatif banyak kemudian diikuti oleh Kecamatan Sekayu dan Kecamatan Lais.

Tabel 1.4

Jumlah Penduduk di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2012-2015 No Kecamatan 2012 2013 2014 2015 1. Babat Toman 36.692 40.071 41.692 43.418 2 Plakat Tinggi 28.082 30.579 30.584 31.371 3 Batanghari Leko 26.038 29.066 31.826 32.850 4 Sanga Desa 38.978 43.303 43.933 44.402 5 Sungai Keruh 47.759 52.409 53.026 53.883 6 Sekayu 102.013 109.843 107.888 110.587 7 Lais 69.692 74.794 73.594 74.587 8 Sungai Lilin 60.625 66.331 65.867 67.505 9 Keluang 34.814 37.227 37.278 38.140 10 Bayung Lencir 104.264 101.637 108.019 118.367 11 Lalan 44.959 47.401 47.866 49.611 12 Lawang Wetan 30.718 33.379 33.281 34.098 13 Babat Supat 38.771 42.516 42.231 43.257 14 Tungkal Jaya 53.463 62.635 63.513 66.267 J u m l a h 716.868 771.191 780.598 808.343

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Data Desember 2015)

Sedangkan bila dikelompokkan per jenis kelamin dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 1.5

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Musi Banyuasin, Tahun 2015

(13)

1. Sekayu 56.023 54.564

2 Lais 37.807 36.780

3 Sungai Keruh 27.465 26.418

4 Batang Hari Leko 17.132 15.718

5 Sanga Desa 22.700 21.702 6 Babat Toman 22.260 21.158 7 Sungai Lilin 34.882 32.623 8 Keluang 19.534 18.606 9 Bayung Lencir 62.257 56.110 10 Plakat Tinggi 16.091 15.280 11 Lalan 25.939 23.672 12 Tungkal Jaya 34.655 31.612 13 Lawang Wetan 17.243 16.855 14 Babat Supat 21.973 21.284 J u m l a h 415.961 392.382

Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil

Pertumbuhan penduduk Kabupaten Musi Banyuasin ini ditentukan oleh perkembangan dan atau pertambahan jumlah penduduknya. Pada tahun 2012

jumlah penduduk Kabupaten Musi Banyuasin 716.868 jiwa, tahun 2013 sebanyak

771.191 jiwa atau dengan jumlah pertumbuhan sebesar 1,08%, dan tahun 2014

berjumlah 780.598 jiwa atau dengan jumlah pertumbuhan penduduk sebesar

1,01%.

Pertumbuhan penduduk Kabupaten Musi Banyuasin mengalami kenaikan

1,07% pada tahun 2015 yakni menjadi sebesar 808.343. Jumlah tersebut harus

dipertahankan dan dijaga agar tidak meningkat tajam. Kondisi ini berhubungan erat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin rendah pertumbuhan penduduk, dan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu daerah, maka masyarakat daerah tersebut akan semakin sejahtera. Dengan kata lain, persentase pertumbuhan penduduk harus lebih kecil dari persentase pertumbuhan ekonomi, agar kesejahteraan masyarakatnya meningkat.

(14)

Penduduk yang masuk dalam kelompok angkatan kerja di Kabupaten Musi Banyuasin terus bertambah, sesuai dengan perkembangan jumlah penduduk, terutama penduduk yang masuk dalam angkatan kerja itu sendiri. Jumlah pencari kerja di Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2015 tercatat sebanyak 1334 orang pencari kerja, yang terdiri dari 574 pencari kerja dari kelompok penduduk laki-laki dan 760 orang pencari kerja dari kelompok penduduk perempuan. Jumlah perusahaan hingga Desember 2015 sebanyak 264 yang menyerap tenaga kerja sebanyak 47.330 orang (sumber Dinas Tenaga Kerja Kab. Muba). Sebagian penduduk di Kabupaten Musi Banyuasin sudah ada yang bekerja, baik sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sebagai pegawai swasta, dan pekerjaan bidang lainnya. Penyerapan tenaga kerja ini sangat ditentukan oleh penyediaan lapangan kerja atau jumlah unit usaha yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin sendiri.

Ketersediaan tenaga kerja yang handal dan produktif akan sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat. Dewasa ini pembangunan pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin relatif terus membaik. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya persentase penduduk yang melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Terjadinya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat akan tercapai dan optimal apabila diiringi dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dapat terjadi apabila mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan serta masyarakat terfasilitasi untuk merubah pola dan prilaku hidup bersih dan sehat. Dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, maka produktifitas SDM diharapkan akan meningkat.

Dalam rangka mendukung kesehatan masyarakat pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana kesehatan. Di Kabupaten Musi Banyuasin telah tersedia rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, poskesdes, dan tenaga medis. Pada tahun 2012 Kabupaten Musi Banyuasin memiliki 1740 tenaga kesehatan, selanjutnya naik pada tahun 2013 menjadi 1796 dan pada tahun 2014 naik kembali menjadi

(15)

2.158 dan pada tahun 2015 tenaga kesehatan mengalami penurunan menjadi 1.128 Orang.

Tabel 1.6

Jumlah Tenaga Kesehatan Kab Muba Tahun 2012-2015

No. Tahun Dokter Umum& Spesialist

Dokter Gigi

Bidan Perawat Sanitarian

1 2012 101 4 325 488 56

2 2013 84 7 563 512 47

3 2014 84 11 631 673 51

4 2015 78 7 472 530 42

Sumber : Dinkes & RSUD Muba 2015

3. Pertumbuhan Ekonomi / Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Musi Banyuasin merupakan sebuah potensi untuk mensejahterakan masyarakatnya. Potensi tersebut antara lain pada sektor perkebunan, pertambangan dan pertanian. Potensi ini menjadi dasar yang sangat memungkinkan untuk mendatangkan investasi ke Musi Banyuasin. Sektor migas dan pertambangan masih merupakan potensi andalan. Selain itu, potensi perkebunan juga merupakan potensi andalan daerah. Produksi hasil tanaman perkebunan dari tahu 2012 sampai dengan prediksi 2015 terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1.7

Produksi hasil tanaman perkebunan dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2015

No

Jenis Tanaman Perkebunan

Tahun Produksi (Ton)

2012 2013 2014 2015

1. Karet 111.190 114.862 135.126 131.030

2. Kelapa Sawit 1.893.166 1.949,856 2.231.458 2.523.782

3. Kelapa 2.251 1.417 2.927 5.823

(16)

5. Kopi 121 86 27 33

6. Kakao 30 13 2 2

7. Lada 8 8 0,0 0

8. Cengkeh 0,8 0,0 0,0 0

Sumber Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2015

Perkembangan kondisi umum ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan gambaran kinerja makro dari penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pada beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang positif, meskipun pada kenyataannya perkembangan kondisi ekonomi internasional mengalami krisis finansial yang berimbas terhadap perekonomian nasional dan tetap memberikan warna dalam menyertai dinamika perkembangan kondisi ekonomi daerah.

Struktur ekonomi dapat dilhat dari berbagai tinjauan. Dalam perekonomian Indonesia, struktur ekonomi dapat dibagi dalam empat tinjauan, yaitu secara makro sektoral (agraris, industri, atau perdagangan), secara keruangan

(pedesaan/tradisional dan perkotaan/modern), berdasarkan pengambil

keputusan (sentralistik dan desentralisasi) dan secara politik ekonomis (estetis, kapitalis, egaliter). Umumnya, untuk melihat struktur ekonomi digunakan pendekatan secara makro sektoral.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (kabupaten) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan output (nilai tambah) pada suatu waktu tertentu. Produk Domestik Regional Bruto maupun agregat turunannya disajikan dalam 2 (dua) versi penilaian, yaitu atas dasar “harga berlaku” dan atas dasar “harga konstan”. Disebut sebagai harga berlaku karena seluruh agregat dinilai dengan menggunakan harga pada tahun berjalan, sedangkan harga konstan penilaiannya didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu. Dalam hal ini digunakan tahun dasar 2010 sebagai dasar penilaian menggantikan tahun dasar 2000.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik suatu negara yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode

(17)

tertentu tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen. Penyusunan PDRB dapat dilakukan melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan produksi, pengeluaran, dan pendapatan yang disajikan atas dasar harga berlaku dan harga konstan (riil). PDRB atas dasar harga berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun berdasarkan harga yang berlaku pada periode penghitungan, dan bertujuan untuk melihat struktur perekonomian. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (riil) disusun berdasarkan harga pada tahun dasar dan bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.

Dibawah ini adalah tabel PDRB Kabupaten Musi Banyuasin atas dasar harga berlaku dan konstan 2010 dengan Migas dan tanpa Migas;

Tabel 1.8

Pendapatan Regional dan Pendapatan Per Kapita Kabupaten Musi Banyuasin Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 (Dengan Migas)

2012-2014

Lapangan Usaha / Industrial Origin 2012 2013 *) 2014 **)

I. ATAS DASAR HARGA BERLAKU

1. Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rupiah) 44 524 355 47 635 948 52 382 255

Gross Regional Domestic Bruto (Million Rupiah)

2. Penyusutan (Juta Rupiah) 4 051 716 4 334 871 4 766 785

Depreciation (Million Rupiah)

3. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (Juta Rupiah) 40 472 638 43 301 077 47 615 470

Gross Regional Domestic Bruto at Market Prices (Million Rupiah)

4. Pajak Tidak Langsung Neto (Juta Rupiah) 3 740 046 4 001 420 4 400 109

Net Indirect Taxes (Million Rupiah)

5. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Biaya Faktor 36 732 592 39 299 657 43 215 361

(Juta Rupiah) / Gross Regional Domestic Bruto at Factor Cost

( Million Rupiah)

6. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 582 718 592 422 602 027

Number of Mid Year Population

7. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita (Rupiah) 76 408 064 80 408 810 87 009 811

Gross Regional Domestic Bruto per Capita (Rupiah)

8. Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah)

Regional Income per Kapita (Rupiah) 63 036 653 66 337 268 71 783 094

II. ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2010

1. Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rupiah) 35 290 936 36 663 309 38 459 916

Gross Regional Domestic Bruto (Million Rupiah)

2. Penyusutan (Juta Rupiah) 3 211 475 3 336 361 3 499 852

Depreciation (Million Rupiah)

(18)

3. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (Juta Rupiah) 32 079 460 33 326 947 34 960 063

Gross Regional Domestic Bruto at Market Prices (Million Rupiah)

4. Pajak Tidak Langsung Neto (Juta Rupiah) 2 964 439 3 079 718 3 230 633

Net Indirect Taxes (Million Rupiah)

5. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Biaya Faktor 29 115 022 30 247 230 31 729 431

(Juta Rupiah) / Gross Regional Domestic Bruto at Factor Cost

( Million Rupiah)

6. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 582 718 592 422 602 027

Number of Mid Year Population

7. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita (Rupiah) 60 562 632 61 887 149 63 884 038

Gross Regional Domestic Bruto per Capita (Rupiah)

8. Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah) 49 964 171 51 056 898 52 704 331

Regional Income per Kapita (Rupiah)

Tabel 1.9

Pendapatan Regional dan Pendapatan Per Kapita Kabupaten Musi Banyuasin Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2010 (Tanpa Migas)

2012-2014

Lapangan Usaha / Industrial Origin 2012 2013 *) 2014 **)

I. ATAS DASAR HARGA BERLAKU

1. Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rupiah) 20 905 630 24 015 594 27 472 956

Gross Regional Domestic Bruto (Million Rupiah)

2. Penyusutan (Juta Rupiah) 1 902 412 2 185 419 2 500 039

Depreciation (Million Rupiah)

3. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (Juta Rupiah) 19 003 218 21 830 175 24 972 917

Gross Regional Domestic Bruto at Market Prices (Million Rupiah)

4. Pajak Tidak Langsung Neto (Juta Rupiah)

Net Indirect Taxes (Million Rupiah) 1 756 073 2 017 310 2 307 728

5. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Biaya Faktor 17 247 145 19 812 865 22 665 188

(Juta Rupiah) / Gross Regional Domestic Bruto at Factor Cost

( Million Rupiah)

6. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 582 718 592 422 602 027

Number of Mid Year Population

7. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita (Rupiah) 35 876 067 40 537 985 45 634 092

Gross Regional Domestic Bruto per Capita (Rupiah)

8. Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah) 29 597 755 33 443 838 37 648 126

Regional Income per Kapita (Rupiah)

II. ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2010

1. Produk Domestik Regional Bruto (Juta Rupiah) 18 199 144 19 427 605 20 761 380

Gross Regional Domestic Bruto (Million Rupiah)

(19)

2. Penyusutan (Juta Rupiah) 1 710 719 1 826 195 1 951 570

Depreciation (Million Rupiah)

3. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (Juta Rupiah) 16 488 424 17 601 410 18 809 810

Gross Regional Domestic Bruto at Market Prices (Million Rupiah)

4. Pajak Tidak Langsung Neto (Juta Rupiah) 1 528 728 1 631 919 1 743 956

Net Indirect Taxes (Million Rupiah)

5. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Biaya Faktor 14 959 696 15 969 491 17 065 855

(Juta Rupiah) / Gross Regional Domestic Bruto at Factor Cost

( Million Rupiah)

6. Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) 582 718 592 422 602 027

Number of Mid Year Population

7. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita (Rupiah) 31 231 477 32 793 524 34 485 796

Gross Regional Domestic Bruto per Capita (Rupiah)

8. Pendapatan Regional Per Kapita (Rupiah) 25 672 274 26 956 276 28 347 324

Regional Income per Kapita (Rupiah)

Pendapatan perkapita adalah Produk Domestik Regional Neto (PDRN) atas dasar biaya faktor dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun. Pendapatan perkapita penduduk Musi Banyuasin tahun 2014 atas dasar harga berlaku sebesar 71.783.094 rupiah dengan migas dan pendapatan perkapita tanpa migas sebesar 37.648.126 rupiah.

Angka prediksi PDRB tahun 2015 belum dapat disajikan karena data tersebut belum dapat diperoleh dari BPS.

4. Isu Strategis Pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin

Isu strategis adalah suatu kondisi yang bersifat penting, mendasar, mendesak, berkepanjangan dan terkait dengan pencapaian tujuan di masa mendatang, khususnya selama periode 5 (lima) tahun ke depan. Pemilihan isu strategis di Kabupaten Musi Banyuasin, mempertimbangkan beberapa hal, yaitu:

i. merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin;

ii. besarnya dampak yang ditimbulkan terhadap publik; iii. tingkat kemungkinan/ kemudahan penanganan;

iv. memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan;

(20)

v. memiliki daya ungkit terhadap pencapaian untuk pembangunan daerah; vi. janji politik yang harus diwujudkan.

Dengan berdasar pada pertimbangan di atas, isu-isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan bagi pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk periode 5 (lima) tahun mendatang, adalah sebagai berikut:

Isu 01 : Menciptakan Basis Perekonomian Wilayah Kabupaten yang Kuat, yang didukung oleh Sektor-sektor tangguh, produktif dan berdaya saing dengan bertumpu pada sumber daya alam setempat dan kelestarian daya dukung wilayah.

Sebagai wilayah kabupaten berkembang, Kabupaten Musi Banyuasin

mesti memiliki basis kegiatan ekonomi yang kuat dengan

mengandalkan potensi sumberdaya lokal dan sumberdaya yang ada di sekitarnya. Kabupaten Musi Banyuasin kedepan mesti menjadi wilayah yang terbuka dan mudah diakses dari wilayah Propinsi Sumatera dalam rangka mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Isu 02: Pengembangan Sistem Perkotaan yang terpadu dengan jaringan prasarana dan sarana wilayah untuk mendukung Kegiatan Sosial-Ekonomi Masyarakat dan Pemerataan Pembangunan.

Ketidakseimbangan perkembangan pembangunan sistem perkotaan dan perdesaan nampak dipengaruhi oleh keterbatasan pelayanan jaringan prasarana dan sarana wilayah. Sistem pusat-pusat perkotaan mengalami perkembangan pembangunan yang tidak merata. Oleh

karena itu, untuk mewujudkan percepatan dan pemerataan

pembangunan ekonomi wilayah, maka langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan antara lain ; mengintegrasikan pembangunan prasarana transportasi dalam rangka melakukan percepatan dan pemerataan pembangunan fisik, social dan ekonomi, melakukan optimalisasi pemanfataan potensi sumberdaya local secara berkelanjutan, untuk kepentingan pembangunan ekonomi wilayah dan mempersiapkan fasilitas pelayanan social yang cukup dan ditempatkan sesuai

(21)

kebutuhan dan merata pada setiap pusat-pusat permukiman perkotaan dan perdesaan.

Isu 03: Adanya kecenderungan Perencanaan Wilayah yang Berbasis Mitigasi Bencana.

Dalam perencanaan tata ruang wilayah perlu mencermati karakteristik wilayah yang direncanakan. Karakteristik wilayah yang dimaksud tidak hanya menemukan potensi dan permasalahan perkembangan pembangunan wilayah, tetapi perlu juga mencermati bila ada potensi bencana alam, seperti abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan, banjir, longsor dan bencana lainnya. Adanya potensi bencana yang relative beragam ini perlu mendapat perhatian secara khusus, agar apa yang sudah direncanakan dan dibangun sudah mempertimbangkan faktor resiko yang menimbulkan kerugian bagi wilayah yang bersangkutan. Dalam RT/RW Kabupaten Musi Banyuasin ini, tentunya harus sudah mempertimbangkan adanya potensi bencana alam, seperti : kebakaran hutan dan permukiman perkotaan serta bencana abrasi pantai. Untuk meminimalisasi munculnya kerugian akibat bancana alam, maka produk RT/RW Kabupaten Musi Banyuasin mesti sudah mengantisipasi dengan mencermati dan mengakomodasikan prinsip-prinsip mitigasi bencana dalam produk perencanaan tata ruang tersebut.

C. STRUKTUR ORGANISASI,TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah melaksanakan restrukturisasi lembaga perangkat daerah dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah.

Kabupaten Musi Banyuasin menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin. Sekretariat

(22)

Daerah mempunyai tugas dan fungsi menyusun kebijakan pemerintah daerah, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis lainnya, pemantauan dan evaluasi dari pengawasan kebijakan pemerintah, pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah. Untuk Sekretariat DPRD Kabupaten Musi Banyuasin mempunyai fungsi penyelenggaraan administrasi kesekretariatan dan keuangan DPRD, penyelenggaraan rapat-rapat DPRD, penyediaan dan pengkoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD (Peraturan tersebut terdiri dari: 1 Sekretaris Daerah, 1 Sekretaris DPRD, 3 staf ahli, 3 Asisten dan 11 Bagian Setda dan 4 Bagian di Sekretariat DPRD), yaitu:

I. Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin : a. Sekretaris Daerah;

b. Staf Ahli, terdiri dari :

1. Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan; 2. Staf Ahli Bidang Pembangunan;

3. Staf Ahli Bidang Keuangan;

c. Asisten I Bidang Pemerintahan, Protokol dan Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari:

1. Bagian Tata Pemerintahan;

2. Bagian Protokol;

3. Bagian Kesejahteraan Rakyat;

4. Bagian Penyelesaian Perbatasan;

d. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, terdiri dari :

1. Bagian Administrasi Pembangunan dan Perekonomian;

2. Bagian Umum dan Pengadaan;

3. Bagian Telek dan Sandi;

e. Asisten III Bidang Administrasi Umum

1. Bagian Hukum;

2. Bagian Organisasi;

3. Bagian Keuangan;

4. Bagian Hubungan Masyarakat;

(23)

1. Sekretaris Dewan; 2. Bagian Umum;

3. Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan; 4. Bagian Keuangan dan Anggaran;

5. Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Musi Banyuasin mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, terdiri dari:

1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2. Dinas Kesehatan;

3. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Pengelolaan Pasar; 4. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata;

5. Dinas Kehutanan; 6. Dinas Perkebunan;

7. Dinas Pertanian dan Peternakan; 8. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi; 9. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil; 10. Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan; 11. Dinas PU Bina Marga;

12. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah; 13. Dinas Pertambangan dan Energi;

14. Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemeliharaan Lampu Jalan; 15. Dinas Perindustrian dan Perdagangan;

16. Dinas Perikanan.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 4 Tahun 2013 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten

(24)

Musi Banyuasin, mempunyai tugas melaksanakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, terdiri dari:

1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah; 2. Inspektorat;

3. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah;

4. Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan; 5. Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan; 6. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik;

7. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa; 8. Badan Ketahanan Pangan;

9. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi;

10. Kantor Perwakilan Kabupaten Musi Banyuasin di Palembang; 11. Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu.

Untuk Lembaga Teknis yang berbentuk Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu berdasarkan Peraturan daerah nomor 7 tahun 2008 dicabut dan diubah menjadi Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Penganggulangan Bencana Daerah mempunyai tugas untuk menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman resiko dan dampak bencana.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 11 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Musi Banyuasin, mempunyai tugas pokok pemerintah daerah pada bidang penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan sesuai dengan kewenangan dan tugas lain yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 6 Tahun 2005 yang diubah menjadi Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pembentukan Organisasi Satuan

(25)

Polisi Pamong Praja, mempunyai tugas memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah, peraturan bupati dan keputusan bupati.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Musi Banyuasin, mempunyai tugas sebagai koordinator penyelenggara pemerintahan di wilayah kerjanya berada dan bertanggungjawab kepada bupati, melalui sekretaris daerah (untuk kecamatan), sedangkan untuk kelurahan bertanggung jawab kepada bupati melalui camat.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pembentukan 3 (tiga) Kecamatan di Wilayah Kab. Musi Banyuasin (terdiri dari Kec. Tungkal Jaya, Kec. Lawang Wetan dan Kec. Babat Supat), mempunyai tugas sebagai pembina teritorial dan pemerintahan di wilayah kerjanya dan bertanggungjawab kepada bupati melalui sekretaris daerah.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Layanan Pengadaan Kabupaten Musi Banyuasin, mempunyai tugas pokok di bidang Layanan Pengadaan sesuai dengan kewenangan dan lain yang dilimpahkan oleh Bupati.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 7 tahun 2013 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin, mempunyai tugas pokok dibidang sosial sesuai dengan kewenangan dan tugas lain yang dilimpahkan oleh Bupati.

Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin, mempunyai tugas pokok dibidang Perhubungan, Komunikasi dan Informatika sesuai dengan kewenangan dan tugas lain yang dilimpahkan oleh Bupati.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Kinerja adalah laporan kinerja tahunan yang berisi

(26)

strategis instansi. Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pencapaian tujuan dan sasaran strategis Pemerintah

Kabupaten Musi Banyuasin pada Tahun 2015.

2. Sebagai bahan acuan dalam penyempurnaan dokumen

perencanaan pembangunan pada periode yang akan datang di Kabupaten Musi Banyuasin.

3. Sebagai bahan penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan periode yang akan datang.

E. PENGHARGAAN YANG DITERIMA OLEH PEMERINTAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2015.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2015 telah mendapatkan beberapa penghargaan antara lain adalah :

1. Indonesia’s Attractiveness Award 2015 kategori Kabupaten Potensial dalam

bidang investasi, infrastruktur, layanan publik dan pariwisata.

2. Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian pada penilaian laporan keuangan daerah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2014.

3. Penghargaan Wahana Tata Nugraha tahun 2015.

4. Penghargaan Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

5. Penghargaan Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Kategori Kinerja Terbaik tahun 2015 dari menteri kesehatan RI.

6. Penghargaan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2015 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

7. Penghargaan Juara II Lomba Bercerita Tingkat Nasional tahun 2015 oleh Badan Perpustakaan Nasional RI

F. SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2015 ini adalah sebagai berikut:

(27)

DAFTAR ISI

IKHTISAR EKSEKUTIF

Bab I : Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas Latar Belakang, Gambaran Umum Daerah, Struktur Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi, Maksud dan Tujuan serta Sistematika Penulisan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Bab II : Perencanaan Kinerja, menjelaskan secara ringkas tentang Rencana

Strategis, Visi dan Misi Kabupaten Muis Banyuasin, Tujuan dan Sasaran Strategis, Kebijakan Daerah, Prioritas Pembangunan dan Perjanjian Kinerja.

Bab III: Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan Metodologi Pengukuran Pencapaian

Kinerja dan Analisis atas Pencapaian Sasaran Strategis perbandingan dengan tahun sebelumnya, perbandingan realisasi sampai tahun 2015 dengan rencana tahun terakhir periode RPJMD, Akuntabilitas keuangan dan tindak lanjut hasil evaluasi tahun sebelumnya.

Bab IV: Penutup. LAMPIRAN-LAMPIRAN

- Lampiran Penetapan Kinerja Tahun 2015

- Lampiran Pengukuran Kinerja Tahun 2015

- Lampiran Indikator Kinerja Utama Tahun 2012-2017

(28)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIS

RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 4 Tahun 2012 yang disusun dengan berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 2012 – 2017, dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul selama kurun waktu tersebut.

RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin disusun untuk menjadi pedoman penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin agar lebih terarah dan komprehensif, sehingga sasaran strategis pembangunan mendatang akan lebih mudah dicapai.

RPJMD ini mencakup visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan dan program serta cara pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Setelah penetapan tujuan yang akan dicapai, ditentukan sasaran yang ingin dicapai disertai dengan kebijakan dan program prioritas. Program-program prioritas tersebut diuraikan dalam beberapa kegiatan dengan penetapan jadwal kegiatan dan alokasi sumber daya dan dana.

A.1. Visi dan Misi Kabupaten Musi Banyuasin A.1.1 Visi Kabupaten Musi Banyuasin

Visi adalah gambaran masa depan yang hendak diwujudkan oleh Kabupaten Musi Banyuasin, tentu saja masa depan yang lebih baik dan realistis. Perumusan visi daerah selain memberikan arah dan fokus strategi yang jelas, juga mampu menjadi perekat seluruh komponen pembangunan sehingga memiliki orientasi masa depan, mampu menumbuhkan komitmen dan mampu menjamin kesinambungan pembangunan daerah.

Perumusan visi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sejalan dengan tuntutan penyelenggaraan pemerintahan yang sesuai dengan tatanan global, diantaranya pembaharuan pemerintahan (reinventing government), terbuka

(29)

(transparancy), bertanggung jawab (accountable) dan ahli pada bidangnya (professional).

Berdasarkan analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan ke depan serta isu-isu pokok pembangunan yang dihadapi Kabupaten Musi Banyuasin, maka Visi Kabupaten Musi Banyuasin adalah terwujudnya

PERMATA MUBA 2017. PERMATA MUBA adalah singkatan dari Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Religius, Mandiri, Adil, Terdepan, Maju Bersama,

untuk menjadi yang terdepan di Sumatera Selatan. Penjelasan atas visi tersebut adalah:

1. Penguatan Ekonomi Kerakyatan, merupakan keadaan

dimana kesejahteraan masyarakat Musi Banyuasin didukung oleh penguatan ekonomi dengan mengembangkan dan menggali potensi dari sumber daya yang ada dalam daerah. Peningkatan kesejahteraan ditandai dengan meningkatnya target IPM dari 73,77 pada tahun 2013/2014 menjadi 64,93 pada tahun 2013/2014 (berdasarkan dari buku muba dalam angka) dan pada tahun 2017 target IPM harus mencapai target 75,27; menurunnya angka kemiskinan dari 18,29% menjadi 18,02%; meningkatnya pertumbuhan ekonomi (dengan migas) dari 4,21% tahun 2014 menjadi 6,87% pada tahun 2015 dan meningkatnya PDRB atas harga berlaku dari 62.390 juta menjadi 63.884 juta (berdasarkan dari buku PDRB).

(30)

2. Religius, merupakan pola kehidupan masyarakat yang

harmonis dilandasi ketaatan dan keimanan dalam

menjalankan aturan keagamaan masing-masing dengan adanya sikap toleransi antar penganut agama. Religius menjadi landasan utama yang mendasari kehidupan semua lapisan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya. Pada tahun 2017 rasio rumah ibadah dengan penganutnya telah meningkat menjadi 1.352 unit dari target 1.352 unit pada tahun 2015.

3. Mandiri, artinya kemampuan untuk menggali dan

memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah serta peluang dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Kemandirian didukung oleh sifat gigih dan berdaya saing tinggi pemerintah dan masyarakat untuk mencapai kemajuan perekonomian. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 209.791 milyar menjadi 181.795 milyar; menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja pada tahun 2015 sebesar 83% menjadi pada tahun 2015 sebesar 82,62%; serta produktivitas tanaman pangan (padi) dengan target pada tahun 2015 sebesar 4,42 ton/ha dengan realisasi 4,73 ton/ha.

4. Adil, artinya tercapainya peningkatan kualitas kehidupan

masyarakat Musi Banyuasin yang merata pada semua aspek. Hal ini ditandai dengan jumlah persentase rumah tangga pengguna air bersih dengan target pada tahun 2015 sebesar 88% dengan realisasi 85,81%. Meningkatnya desa teraliri listrik sebanyak 236 desa dari jumlah desa sebanyak 240 desa di Kabupaten Musi Banyuasin; serta realisasi yang dicapai dalam pembangunan jalan desa dengan kondisi baik target awal pada tahun 2015 sepanjang 300 km dengan realisasi pembangunan jalan sepanjang 15,25 km pada akhir

(31)

A.1.2 Misi Kabupaten Musi Banyuasin

Misi merupakan penjabaran dari visi yang harus dilaksanakan oleh instansi Pemerintah agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sehingga mampu mewujudkan visi yang telah ditetapkan. Untuk mendukung visi PERMATA MUBA 2017 Kabupaten Musi Banyuasin maka dirumuskan misi Kabupaten Musi Banyuasin 2017 yaitu:

1. Memperkuat Ekonomi rakyat Berbasis Sumber Daya dan

Kearifan Lokal Yang Mandiri, Berdaya Saing dan Religius

2. Mengembangkan Pusat – Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan

Industri Kreatif yang Didukung Teknologi Informasi dan Komunikasi

3. Meningkatkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan

yang Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan

4. Mengembangkan Sumberdaya Insani Berkualitas dan

Lingkungan Sosial Budaya yang Religius

5. Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Amanah, Bersih, Jujur,

tahun 2015 karena banyak kegiatan yang tidak dilelang.

5. Terdepan, artinya pelayanan publik menjadi yang terdepan

didukung oleh ketersediaan pendanaan yang kuat dengan anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari pada tahun 2015 Rp. 2,64 Triliyun serta peningkatan pelayanan publik dalam hal peningkatan pelayanan gratis sesuai target di RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin.

6. Maju Bersama, artinya pembangunan Musi Banyuasin

merupakan paling maju dan terdepan di kawasan Sumatera Selatan, serta didukung oleh penyelenggaraan pemerintahan yang adil, jujur dan bersih serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal ini ditandai dengan berkurangnya tingkat kesenjangan antar daerah (disparitas) pada tahun 2015 dengan target sebesar 92% dengan realisasi 92%.

(32)

Profesional dan Demokratis.

A.2. Tujuan dan Sasaran Strategis

Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang telah disusun dengan memperhatikan faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factors) bagi suatu organisasi, agar tujuan dan sasaran tersebut lebih terarah sesuai dengan potensi, hambatan dan kendala yang ada.

Oleh karena itu, berdasarkan analisis terhadap lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal, dengan memperhitungkan kekuatan

(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan

tantangan/kendala (threats) yang ada, maka perlu ditetapkan juga pencapaian tujuan dan sasaran strategis, yaitu:

1. Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis sumber daya dan

kearifan lokal yang mandiri, berdaya saing dan religius

2. Mengembangkan pusat – pusat pertumbuhan dan pelayanan

industri kreatif yang didukung teknologi informasi dan Komunikasi

3. Meningkatkan Pemerataan pembangunan berkelanjutan yang

berkeadilan dan berwawasan lingkungan

4. Mengembangkan Sumberdaya insani berkualitas dan

lingkungan sosial budaya yang religius

5. Mewujudkan tata pemerintahan yang amanah, bersih, jujur,

profesional dan demokratis

Tujuan dan sasaran strategis yang ditetapkan dapat diuraikan sebagai berikut:

MISI 1:

Memperkuat Ekonomi Rakyat Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal Yang Mandiri, Berdaya Saing dan Religius

(33)

1.1 Mewujudkan swasembada pangan yang merata dan berkelanjutan

1.1.1 Meningkatnya hasil produksi

pertanian, peternakan dan perikanan yang mendukung ketahanan pangan

1.2 Mewujudkan

pemerataan ekonomi yang berbasis sumber daya lokal dengan optimalisasi peran koperasi, UKM, dan masyarakat desa

1.2.1 Berkembangnya koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah 1.2.2 Meningkatnya pemberdayaan

masyarakat desa

MISI 2:

Mengembangkan Pusat – Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan Industri Kreatif yang Didukung Teknologi Informasi dan Komunikasi

NO TUJUAN SASARAN 2.1 Mewujudkan daerah industri maju yang berbasis sumber daya local

2.1.1 Berkembangnya industri kecil dan menengah yang mendukung peningkatan nilai investasi daerah 2.1.2 Meningkatnya perlindungan konsumen

dan pengamanan perdagangan 2.1.3 Meningkatnya kapasitas

ketenagakerjaan dan perlindungan tenaga kerja NO TUJUAN SASARAN 2.2 Mewujudkan pelestarian budaya yang mendukung

2.2.1 Meningkatnya perlindungan budaya lokal

2.2.2 Meningkatnya kualitas pariwisata daerah

(34)

pariwisata daerah

MISI 3:

Meningkatkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan yang Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan

NO TUJUAN SASARAN 3.1 Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang berkualitas dan merata.

3.1.1 Meningkatnya kualitas sarana dan

prasarana jalan

3.1.2 Meningkatnya kualitas lingkungan

permukiman masyarakat

3.1.3 Meningkatnya kualitas sarana dan

prasarana perhubungan

3.1.4 Meningkatnya kualitas sarana dan

prasarana komunikasi dan informatika 3.1.5 Meningkatnya pengembangan wilayah transmigrasi 3.2 Mewujudkan pemanfaatan sumberdaya alam yang berwawasan lingkungan 3.2.1 Meningkatnya pengelolaan

sumberdaya energi dan mineral daerah 3.2.2 Meningkatnya pelestarian lingkungan 3.2.3 Meningkatnya perlindungan kawasan hutan MISI 4:

(35)

Mengembangkan Sumberdaya Insani Berkualitas dan Lingkungan Sosial Budaya yang Religus

NO TUJUAN SASARAN

4.1 Mewujudkan sumberdaya

manusia yang sehat dan berdaya saing tinggi

4.1.1 Meningkatnya mutu pendidikan 4.1.2 Meningkatnya mutu kesehatan

masyarakat

4.1.3 Meningkatnya kualitas keluarga kecil sejahtera

4.1.4 Meningkatnya peran serta pemuda

dan prestasi olahraga 4.2 Mewujudkan

perlindungan sosial kemasyarakatan

4.2.1 Meningkatnya perlindungan sosial kepada masyarakat

4.2.2 Meningkatnya perlindungan pada perempuan dan anak

4.3 Mewujudkan

kehidupan beragama dan bermasyarakat yang aman dan nyaman

4.3.1 Terwujudnya masyarakat maju yang berakhlak mulia

MISI 5:

Mewujudkan Tata Pemerintahan yang Amanah, Bersih, Jujur, Profesional dan Demokratis

NO TUJUAN SASARAN 5.1 Meningkatkan pelayanan prima sebagai pendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

5.1.1 Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah

5.1.2 Meningkatnya kualitas pengawasan

5.1.3 Meningkatnya kualitas pelayanan

administrasi kependudukan

5.1.4 Meningkatnya kualitas

(36)

daerah NO TUJUAN SASARAN 5.2 Mewujudkan iklim pembangunan yang kondusif. 5.2.1 Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah 5.2.2 Meningkatnya wawasan

kebangsaan dan politik masyarakat

A.3. Kebijakan Daerah

Dalam rangka mewujudkan Visi PERMATA MUBA TAHUN 2017, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menetapkan kebijakan. Kebijakan daerah tersebut ditetapkan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk

dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna

tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta misi dan visi.

Untuk pecapaian tujuan dan sasaran sebagaimana telah disebutkan di atas, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menetapkan kebijakan pembangunan daerah sesuai misi yang ingin dicapai dengan uraian sebagai berikut:

MISI 1 : Memperkuat Ekonomi rakyat berbasis sumber daya dan kearifan

lokal yang mandiri, berdaya saing dan religius.

1. Meningkatkan pemanfaatan dan sumber daya alam (pertanian, peternakan dan perikanan) secara berkelanjutan.

2. Meningkatkan jaringan irigasi dan memperluas akses

pembiayaan petani.

3. Mengembangkan potensi andalan desa dan diversifikasi wirausaha pedesaan.

4. Mengembangkan akses pasar hasil pertanian dan produk-produk UMKM.

5. Peningkatan kolaborasi dengan lembaga penelitian dan pemgembangan.

(37)

6. Memfasilitasi dana CSR untuk pengembangan infrastruktur dan pemberdayaan.

MISI 2 : Mengembangkan pusat-pusat petumbuhan dan pelayanan industri

kreatif yang didukung teknologi informasi dan komunikasi. 1. Mengembangkan ekonomi kerakyatan ekonomi kreatif.

2. Menumbuhkan klaster-klaster usaha pedesaan berbasis sumber daya lokal.

3. Mendorong investasi dalam industri pengolahan berbasis agro. 4. Meningkatkan kapasitas ketenagakerjaan dan perlindungan

tenaga kerja.

5. Melestarikan budaya lokal. 6. Mengembangkan budaya lokal. 7. Mengembangkan pariwisata.

MISI 3 : Meningkatkan pemerataan pembangunan berkelanjutan yang

berkeadilan dan berwawasan lingkungan.

1. Membangun infrastruktur dasar dan strategis.

2. Meningkatkan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

3. Meningkatkan kualitas infrastruktur dan pembukaan jalur transportasi.

4. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi.

5. Meningkatkan pelayanan komunikasi, informasi dan edukasi. 6. Pencepatan infrastruktur kecamatan dan pedesaaan.

7. Mengembangkan sumber energi alternatif.

8. Meningkatkan pengendalian pencemaran dan perusakan

lingkungan hidup.

9. Memelihara hutan desa dan kota.

MISI 4 : Mengembangkan sumber daya insani berkualitas dan lingkungan

(38)

1. Meningkatkan sarana pendidikan non-formal dan sekolah terpadu.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya insani.

3. Meningkatkan fungsi posyandu sebagai pusat pengembangan nutrisi dan gizi masyarakat.

4. Meningkatkan jaminan kesehatan kepada keluarga. 5. Meningkatkan keterampilan berwirausaha kaum muda.

6. Meningkatkan toleransi kehidupan beragama untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan.

7. Peningkatan kewirausahaan perempuan pedesaan.

8. Meningkatkan toleransi kehidupan beragama untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan.

9. Meningkatkan pemahaman kehidupan keagamaan masyarakat melalui penerangan dan pengajaran.

MISI 5 : Mewujudkan tata pemerintah yang amanah, bersih, jujur profesional

dan demokratis.

1. Meningkatkan pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya lokal.

2. Meningkatkan sistem pengelolaan keuangan daerah. 3. Pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan.

4. Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH.

5. Meningkatkan manajemen pelayanan pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan dan prasarana daerah.

6. Meningkatkan kapasitas sumberdaya aparatur dan kelembagaan. 7. Meningkatkan keselarasan perencanaan pembangunan daerah. 8. Meningkatkan pemelihara keamanan, ketertiban masyarakat,

kenyamanan lingkungan dan pencegahan tindak kriminal.

(39)

Pada Tahun 2015 tema pembangunan adalah “Peningkatan Sumber

Daya Manusia dalam upaya Kemandirian Ekonomi Masyarakat”. Program

prioritas yang direncanakan adalah sebagai berikut:

1. Pelayanan Pendidikan Gratis yang Berkualitas dan Merata

2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan dan Berobat Gratis yang Berkualitas dan Merata

3. Pengembangan Gizi Masyarakat

4. Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa

B. PERJANJIAN KINERJA

Sebagaimana telah diatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah, maka Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin selaku Instansi Pemerintah Daerah perlu menetapkan peraturan tentang Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2012 – 2017. Hal ini sejalan dengan penyempurnaan Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah.

Adapun Indikator Kinerja Utama telah dilegalformalkan melalui peraturan Bupati Musi Banyuasin Nomor 40 tahun 2012 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Peraturan tersebut sekaligus diarahkan guna memberikan pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam merumuskan acuan ukuran kinerja yang digunakan dalam rangka untuk menetapkan rencana kinerja tahunan, menyampaikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Anggaran, menyusun dokumen penetapan kinerja, menyusun laporan akuntabilitas kinerja, dan melakukan evaluasi pencapaian kinerja sesuai dengan dokumen rencana strategis tahun 2012 – 2017.

Dari program prioritas pembangunan pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2015 ini diharapkan dapat melanjutkan arah pembangunan kedepan dalam pencapaian visi dan misi pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin. Selanjutnya

program prioritas pembangunan tersebut diterjemahkan kedalam kegiatan –

(40)

Dokumen Perjanjian Kinerja merupakan lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yan tersedia.. Dokumen Perjanjian Kinerja adalah dokumen yang berisikan perjanjian kinerja untuk tahun yang direncanakan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah dengan rahmat tuhan yang maha esa yang dimanfaatkan oleh setiap pimpinan instansi pemerintah untuk:

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanahuntuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur;

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi; 4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan

supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah; 5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Dokumen Perjanjian Kinerja pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ditetapkan pada bulan Januari 2015. Perjanjian Kinerja tahun 2015 tingkat daerah berisikan sasaran, indikator kinerja sasaran, dan target capaian mendukung tercapainya target yang telah ditetapkan untuk setiap indikator kinerja. Perjanjian Kinerja tahun 2015 secara rinci dapat dilihat halaman lampiran

C. INDIKATOR KINERJA DAERAH

Indikator kinerja makro daerah merupakan indikator kinerja yang terkait dengan ekonomi dan sosial budaya dimana pencapaiannya didukung oleh seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Indikator tersebut dapat dicapai melalui pelaksanaan program dan kegiatan selama 5 (lima)

(41)

tahun dalam periode 2012-2017. Indikator makro Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan targetnya dapat dilihat pada table dibawah ini.

.

NO Indikator Kinerja Satuan Target

Perekonomian

1 Pertumbuhan Ekonomi ( Non Migas) % 9,44

2 Pertumbuhan Ekonomi (Migas) % 3,97

3 Pendapatan per kapita (migas) Juta Rp 50,002

4 Pendapatan per kapita ( non migas) Juta Rp 26,268

5 PDRB per kapita (Migas) Juta Rp 62.390

6 PDRB per kapita (Non Migas) Juta Rp 31.240

7 Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga per kapita Juta Rp 1.846.440

8 Nilai Tukar Petani Jt/KK/thn 41

Pendidikan

9 Angka Melek Huruf % 100

10 Angka rata-rata lama sekolah % 9,15

11 Angka Partisipasi Kasar % 105,73

12 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A % 100

13 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B % 99,83

14 Angka Partisipasi Murni (APM)

SMA/SMK/MA/Paket C

% 77,42

15 Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI % 0,04

16 Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs % 0,14

(42)

Kesehatan

18 Rasio jumlah puskesmas per 100000 penduduk per

100.000 penduduk

5,2

19 Rasio jumlah poskesdes per Desa - 1.18

20 Rasio tenaga dokter per 100.000 penduduk per

100.000 penduduk

25

21 Rasio bidan per 100.000 penduduk per

100.000 penduduk

70

22 Persentase Posyandu Mandiri/aktif % 55

23 Angka Usia Harapan Hidup Tahun 70,93

24 Persentase balita gizi buruk % 0,135

Kontribusi PDRB

25 Kontribusi Sektor Pertanian (palawija) terhadap

PDRB

Juta Rp 543.714

26 Kontribusi sektor Perkebunan (tanaman keras)

terhadap PDRB

Juta Rp 2.530.378

27 Kontribusi sektor industri terhadap PDRB Juta Rp 2.771.704

28 Kontribusi industri rumah tangga terhadap PDRB

sektor industri

Juta Rp 608.390

29 Kontribusi Sektor Kehutanan terhadap PDRB Juta Rp 1.944.008

30 Kontribusi Sektor Pertambangan terhadap PDRB Juta Rp 22.357.086

31 Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap PDRB Juta Rp 3.014.803

Keuangan Daerah

32 Jumlah APBD Trilyun Rp 3,22

33 Jumlah PAD Milyar Rp 110,43

(43)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2015

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dibuat sesuai ketentuan yang diamanatkan dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Keputusan Kepala LAN

34 Persentase Penduduk Miskin % 11,50

35 Berkurangnya Tingkat Kesenjangan Indeks 1.40

36 Tingkat Pengangguran Terbuka Orang 14.885

37 Rasio Ketergantungan % 49

38 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Konstanta 74,27

39 Peningkatan pelayanan gratis Jmlh 57

40 Desa telayani air bersih Desa 220

Perbankan Asuransi dan Penginapan

41 Jenis dan Jumlah Bank dan Cabang 6

42 Jenis dan Jumlah perusahaan asuransi dan

cabang

1

43 Jenis, Kelas, dan Jumlah Restoran 7

Gambar

Tabel 1.1  Indeks Pembangunan Manusia……………………….........  I-5  Tabel 1.2  Kualifikasi Pendidikan PNS Pemkab Muba……………….
Tabel 1.2  Kualifikasi Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

Risk collision yang menunjukkan peluang kapal tersebut akan menubruk kapal lain dihitung dengan parameter Closest Point of Approach (DCPA) dan Time to Closest Point of Approach

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan laporan yang memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja sesuai Perjanjian Kinerja Tahun 2020, sekaligus

pembelajaran jarak jauh.Pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dengan belajar dari rumah/belajar jarak jauh dengan menggunakan media interaksi yang disiapkan oleh

23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, yaitu: 1) Unsur barangsiapa; 2) Unsur dengan sengaja; 3) Unsur melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak; 4)

Sumber: https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2379-penimbun-obat-penjahat-kemanusiaan Bagian struktur teks editorial yang tersaji dalam kutipan teks

Hal ter- sebut didukung pula oleh Pujaningrum dan Sabeni (2012) yang menemukan bahwa lokus kendali eksternal memiliki pengaruh positif terhadap penerimaan

Mekanisme kerja sistem cukup sederhana, yakni ketika jari pengguna ditekankan pada layar akrilik, akan timbul distorsi pada titik sentuh sehingga webcam dapat

Menekan pada tingkat yang rendah korupsi uang Negara Meningkatkan pemerataan kesejahteraan bagi warga Membangun tol laut Membuat agar sekolah dan perguruan tinggi terjangkau