• Tidak ada hasil yang ditemukan

E-Jurnal Sariputra, Oktober 2015 Vol. 2(3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "E-Jurnal Sariputra, Oktober 2015 Vol. 2(3)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PIL DI DESA MUNDUNG KECAMATAN TOMBATU TIMUR

KORRELATION KNOWLEDGE WITH SELECTION TOOL ACCEPTORS CONTRACEPTIVE PILLS IN VILLAGE EAST MUNDUNG DISTRICT TOMBATU

Elga Panekenan, Oktava Girsang, Veibe Undap

Mahasiswa Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon

ABSTRAK

Keluarga berencana (KB) merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. KB adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kehamilan dalam hubungan dengan umur suami istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 responden yang termasuk dalam kriteria inklusi. Variabel independen yaitu pengetahuan akseptor KB, variabel dependen yaitu pemilihan alat kontrasepsi pil. Dengan menggunakan uji statistikSpearman Rho menunjukkan signifikan dari hubungan kedua variabel tersebut adalah (p) = 0,000 dengan (α = 0,01) Koefisien Korelasi (r) = 0,817. Pengetahuan akseptor KB secara signifikan berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pil dengan tingkat hubungan yang sangat kuat berdasarkan nilaiKoefisien Korelasi (r = 0,817). Dengan demikian H1 diterima, atau ada hubungan pengetahuan akseptor KBdengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur. Hal ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur. diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan akseptor KB dalam memilih alat kontrasepsi yang tepat dan cocok untuk diri sendiri. Kata Kunci: Pengetahuan, akseptor KB, Kontrasepsi

ABSTRACT

Family planning (KB) is a program from government which is design to balance the requirements and population. KB is the action that help people or couples to get the certain objectives, avoid unwanted birth, organize the time of birth, controle the time of pregnant in the relationship with the age of couples and decide how many children in the family. This research intend to know the relationship knowledge with selection tool acceptors contraceptive pills in village east mundung district tombatu. The study design used is cross sectional study. The sample in this study were 45 respondents who are included in the inclusion criteria. The independent variable is the knowledge acceptors KB, the dependent variable is selection contraceptive pill. By using Spearman Rho statistical test showed significant of these is the relationship between the two variables (p) = 0,000 (α = 0.01) correlation coefficient (r) = 0.817. Knowledge kb acceptoris significantly associated with the selection of contraceptive pills with a very strong degree of relationship based on the value of the Correlation Coefficient (r = 0.817). Thus H1 is accepted, or there is a relationship knowledge with selection tool acceptors contraceptive pills in village east mundung district tombatu. It can be concluded that the relationship knowledge with selection tool acceptors contraceptive e pills in village east mundung district tombatu. expected to increase the knowledge of family planning acceptorsin choosing the proper contraception and suitable for yourself.

(2)

PENDAHULUAN Pengertian Keluarga Berencana menurut UU

No. 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera adalah upaya peningkatan kepedulian peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum dan Sujiatini, 2010). Kontrasepsi (mencegah kehamilan) dilakukan karena berbagai alasan seperti, perencanaan kehamilan, pembatasan jumlah anak, penghindaran resiko medis kehamilan (terutama pada ibu-ibu dengan penyakit jantung, akibat melitus atau tuberculosis) dan pengendalian jumlah penduduk dunia, pengguna kontrasepsi meningkat di Negara-negara maju tetapi sebagian bentuk kontrasepsi masih diluar jangkauan ekonomi, penduduk di Negara yang sedang berkembang (Benson R, dkk, 2010).

Menurut data nasional peserta KB pada bulan februari 2013 sebanyak 663.254 peserta. Apabila dilihat per mix kontrasepsi maka presentasenya adalah sebagai berikut : 53.321 peserta IUD (7,89%), 9.870 peserta MOW (1,49%), 49.577 peserta implant (7,47%), 334.217 peserta suntikan (50,39%), 176.516 peserta pil (26,61%), 1.691 peserta MOP (0,25%) dan 39,062 peserta kondom (5,89%). (BKKBN, Jakarta 2013). Pil KB menduduki tempat kedua pilihan akseptor KB, Pil KB bila dipakai dengan benar dan teratur, kegagalannya sangat kecil yakni 0,1 kehamilan pada wanita pemakai/tahun pertama pemakaian (1 : 1000). Dalam pemakaian sehari-hari karena faktor kesalahan manusia (lupa) maka kegagalannya dapat menjadi 6 – 8 kehamilan / 100 wanita pemakai / tahun pemakaian (Septalia, 2009).

Pelayanan bermaksud untuk mengetahui secara khusus: “Hubungan Pengetahuan Akseptor KB Dengan Pemilihan Alat dan informasi keluarga berencana merupakan suatu intervensi kunci dalam upaya meningkatkan kesehatan perempuan dan anak, serta merupakan hak asasi manusia. Di lain pihak

masih banyak pasangan usia subur diseluruh dunia yang belum mendapat akses terhadap pelayanan Keluarga Berencana karena faktor seperti masalah logistik, sosial, perilaku, organisasi dan prosedur dalam sistem pelayanan kesehatan yang perlu diperbaiki. Klien harus memilih informasi yang cukup sehingga dapat memilih sendiri metode kontrasepsi yang sesuai untuk mereka. Informasi tersebut meliputi pemahaman tentang efektivitas, metode kontrasepsi, cara kerja, efek samping, manfaat dan kerugian metode tersebut (Saifudin, 2008).

Di Desa Mundung kontrasepsi pil banyak diminati oleh ibu-ibu dengan jumlah akseptor pil 71 orang dibawah dari akseptor suntik yang berjumlah 82 orang, data PUS ada 162 pasangan dan WUS 228 orang. (Data Desa Mundung 2014).

Ketersediaan dan akses informasi dan pelayanan KB, dapat mencegah kehamilan yang tidak di inginkan. Jika semua perempuan mempunyai akses terhadap kontrasepsi yang aman dan efektif, diperkirakan kematian ibu menurun hingga 50% termasuk menurunnya resiko kesehatan reproduksi yang terkait dengan kehamilan, persalinan dan aborsi tidak aman (Widyastuti, Y. 2009)

Pil KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling sering digunakan diseluruh dunia. Tiga perempat pengguna pil KB adalah wanita dibawah usia 30 tahun. Pil KB semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harga yang relative murah dan aman. Kontrasepsi pil memiliki keuntungan antara lain angka kegagalan kurang dari 0,1% pertahun, tidak mengganggu kelancaran ASI, melindungi ibu dari anemia dan lain-lain, sedangkan kerugiannya adalah terganggu pola haid seperti amenorhoe, munculnya bercak (spotting), pertambahan berat badan pada kunjungan pertama dan lain-lain (Wordpress, 2009).

Berdasarkan uraian diatas peneliti bermaksud untuk mengetahui secara khusus: “Hubungan Pengetahuan Akseptor KB Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pil di Desa Mundung”.

METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di desa mundung

kecamatan tombatu timur yang dilaksanakan pada tanggal 9 maret 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan rancangan penelitian cross-sectional dimana peneliti melakukan pengukuran data

variabel independen (pengetahuan akseptor KB), dan variabel dependen (pemilihan alat kontrasepsi pil) dalam waktu yang bersamaan.

Populasi yang digunakan adalah seluruh responden yang hadir pada saat penelitian dilaksanakan yaitu 51 orang. Sampel yang

(3)

digunakan adalah yang termasuk dalam kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan metode Nonprobability Sampling yaitupurposive sampling.

Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner. Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden, peneliti terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian. Kemudian dilakukan intervensi, setelah itu kuesioner kembali dikumpulkan. Analisa data menggunakan analisa univariat untuk melihat tampilan distribusi frekuensi dan prosentase dari tiap-tiap variabel.

Data univariat dalam penelitian ini yaitu data demografi berupa umur, pendidikan dan data khusus yaitu pengetahuan akseptor KBdengan pemilihan alat kontrasepsi pil. Analisa bivariat untuk melihat pengetahuan dari variabel independen (pengetahuan akseptor KB) terhadap variabel dependen (pemilihan alat kontrasepsi pil) dengan menggunakan skala ordinal, maka digunakan uji statistik Spearman-rho dengan menggunakan bantuan SPSS (Statistical Product Service Solution).

HASIL PENELITIAN Analisa Univariat

Tabel 1.

Kerakteristik Responden Berdasarkan Umur, Pendidikan, Pengetahuan Akseptor KB, dan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pil Di Desa Mundung Kecamatan Tombatu Timur

No KarakteristikResponden RespondenJumlah Prosentase

1 Umur 1. 25-30 Tahun 23 51 2. 31-35 Tahun 22 49 2 Pendidikan 1.SD 6 13 2. SMP 17 38 3. SMA 22 49 3 Pengetahuan 1. Baik 33 73 2. Cukup 6 14 3. Kurang 6 13 4 Pemilihan 1. Baik 32 71 2. Cukup 12 27 3. Kurang 1 2 Total 45 100

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa umur responden dalam penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden berumur 25-30 tahun yaitu 23 responden (51%). Pendidikan responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan responden adalah SMA yaitu 22 responden (49%). Pengetahuan akseptor

KBdalam penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu 33 responden (73%). Kemudian pemilihan responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden tertarik memilih alat kontrasepsi pil yaitu 32 responden (71%).

(4)

Analisa Bivariat Tabel 5.1

Tabulasi Silang Hubungan Pengetahuan Akseptor KB Dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Pil Pengetahuan

Akseptor KB Pemilihan Alat Kontrasepsi Pil

Baik Cukup Kurang

N % N % N % Jumlah % Baik 31 68 2 4 0 0 33 72 Cukup 0 0 6 13,2 0 0 6 13,2 Kurang 1 3 4 8,8 1 3 6 14,8 Total 32 71 12 26 1 3 45 100 Signifikan (p) = 0,000

Koefisien Korelasi Spearman Rho = 0,817 Berdasarkan tebel tabulasi silang (table 5.1)

hubungan pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur menunjukkan yang paling besar prosentasinya pada pengetahuan akseptor KB adalah pada kriteria baik yaitu 33 orang (72%) dengan pemilihan alat kontrasepsi pil pada kriteria baik yaitu 32 orang (71%). Dari hasil analisa hubungan kedua fariabel diatas

dengan menggunakan uji statistik Sperman Rho menunjukkan signifikan dari hubungan kedua variabel tersebut adalah (p) = 0,000 dengan (α = ≤ 0,01) Koefisien Korelasi (r) = 0,817. Pengetahuan akseptor KB secara signifikan berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pil dengan tingkat hubungan yang sangat kuat berdasarkan nilai Koefisien Korelasi (r = 0,817).

PEMBAHASAN Setelah dilakukan analisis statistik Spearman

Rho dan melihat hasilnya ternyata menunjukkan bahwa pengetahuan akseptor KB memiliki hubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pil. Data hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Desa Mundung menunjukkan paling banyak yaitu 33 responden (72%) dari 45 responden yang memiliki pengetahuan baik dengan pemilihan alat kontrasepsi pil yaitu 32 responden (71%) dari 45 responden yang tertarik dengan alat kontrasepsi pil. Dari hasil analisa hubungan kedua variabel diatas dengan menggunakan uji statistik Spearman Rho menunjukkan signifikan dari hubungan kedua variabel tersebut adalah (p) = 0,000 dengan (α = ≤ 0,01) Koefisien Korelasi (r) = 0,817. Pengetahuan akseptor KB secara signifikan berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pil dengan tingkat hubungan yang sangat kuat berdasarkan nilai Koefisien Korelasi (r = 0,817). Dengan demikian H1 diterima atau ada hubungan pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur. Menurut asumsi peneliti:setiap akseptor KB yang memiliki pengetahuan baik tentang alat

kontrasepsi pil akan cenderung tertarik memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi pil. Hal ini disebabkan setiap ibu-ibu peserta KB baru sebelum mendapatkan pelayanan KB diberikan penyuluhan kesehatan khususnya informasi-informasi tentang alat KB tersebut atau jenis alat KB yang akan mereka gunakan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.1 yang menunjukkan tingkat pengetahuan akseptor KB pil yang sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 33 orang (72%) dari 45 responden disebabkan karena pemilihan/ketertarikan akseptor KB pil yang sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 32 orang (71%). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan akseptor KB sangat mempengaruhi pemilihan/ketertarikan alat kontrasepsI pil. Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti “melawan” atau “mencegah”, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma (Suratun, 2008).

(5)

KESIMLPULAN 1. Pengetahuan akseptor KB di desa

mundung kecamatan tombatu timur adalah baik.

2. Pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur adalah baik (71%).

3. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil di desa mundung kecamatan tombatu timur.

SARAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bahan informasi baru bagi para mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dibidang Keluarga Berencana

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu sumber informasi bagi pemerintah, masyarakat, terutama keluarga dalam mewujudkan kesehatan yang optimal khususnya menganai masalah pengetahuan akseptor KB dengan pemilihan alat kontrasepsi pil.

DAFTAR PUSTAKA Arum dan Sujiatini. 2010.Panduan Lengkap KB

Terkini. Mitra Cendikia Press, Yogyakarta. Arum S.N.D. 2008. Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini. Mitra Cendikia press. Yogyakarta.

BKKBN. 2013. Laporan Hasil Pelayanan Kontrasepsi

Benson, R. 2010.Komunitas Penduduk dengan Kontrasepsi. Online (http://www.ceria-bkkbn.go.id/referensi/detail/7) diakses tanggal 10 november 2014

Evitaphani J, Anthonius A..P.P.2009. Kontrasepsi Oral Tipe Minipil. Online (http://yosefw.wordpress.com/2009/03/20/kontr asepsi-oral-tipe-minipil) diakses 11 november 2014

Hartanto, H. 2010. Keluarga Berencana dan Konrasepsi. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. Hal 22-27

Hartono. 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Pustaka dan Sinar Harapan. Jakarta.

Manuaba, IBG. 2010.Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. EGC, Jakarta.

Mochtar. 1998.Sinopsis Obsetri. EGC

Natoadmojo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineke cipta, Jakarta.

Saifuddin, AB 2008. Buku panduan pelayanan kontrasepsi. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.

Septalia E.R. 2009.Proposal KTI Pengetahuan Akseptor Pil KB. Online (http://lorenatazo.blogspot.com/2009/12/propos al-kti-pengetahuanakseptorpil.html) diakses 10 november 2014

Saifuddin, 2008. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. YBPSP, JHIPIEGO, Jakarta.

Suratun, dkk. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi. Trans Info Media. Jakarta.

Widyastuti, Y. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta

Wijayanti D. 2009. Fakta Penting Seputar Kesehatan Reproduksi Wanita. Book Marks. Yogakarta.

Anonim, E. 2009. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Akseptor Terhadap Kontrasepsi. Online (http://www.pdfexplore.com) diakses tanggal 11 november 2014.

Anonim.Kontrasepsi Pil KB. Online

(http://doktersehat.com) diakses 13 november 2014.

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Pemeliharaan secara rutin pada perlengkapan keselamatan di kapal merupakan hal yang mutlak untuk dilakukan karena telah diatur dalam International Safety Management

Aktif* Jika Anda memilih Aktif, mesin akan secara otomatis memperkecil tiap-tiap halaman faks yang masuk agar pas dalam satu halaman kertas ukuran A4, Letter, Legal, atau

dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anakdara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius

Asam butirat yang ada dalam ransum akan mengalami betaoksidasi yang tidak normal sehingga didapatkan konsentrasi badan keton yang tinggi, Silase dengan kadar air yang mempunyai

Nilai aset total kawasan pertanian sawah dan pertanian lahan kering diperoleh dari hasil penjumlahan nilai fisik lahan (harga jual rata-rata lahan), nilai produktivitas dan nilai

Salah satu alasan yang dapat digunakan adalah bahwa psikologi Islam menempatkan kembali kedudukan agama dalam kehidupan manusia yang dalam sejarah perkembangan ilmu

the languages used by the teachers when they are conveying the lessons in the classes to the students .of English Department of Widya Mandala Catholic

Rahmawati, Lusiasana dan Murtiny, Henny (2015) dalam penelitiannya yang berjudul” Kualitas Informasi Akuntansi Pra dan Pasca Adopsi IFRS” menemukan hasil jika