• Tidak ada hasil yang ditemukan

Computer Graphics PENGANTAR GRAFIKA 3D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Computer Graphics PENGANTAR GRAFIKA 3D"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR GRAFIKA 3D

F A K U L T A S I L M U K O M P U T E R 2 0 1 4

(2)

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

2

1. Mahasiswa memahami Grafika 3-Dimensi

dan dapat membedakan dengan Grafika

2-Dimensi

2. Mahasiswa mengerti dan memahami sistem

kordinat yang digunakan dalam Grafika

3-Dimensi serta mengetahui teknik representasi

objek 3-Dimensi

3. Mahasiswa mengenal dan mengetahui

jenis-jenis dan faktor yang mempengaruhi proses

rendering

(3)

POKOK BAHASAN

3

Sistem Koordinat 3-Dimensi

Representasi dan Rendering

(4)

Pendahuluan

4

 Grafika Komputer dalam aplikasinya terbagi menjadi 2 :

Grafika 2D

Grafika 3D

 Aplikasi 2D banyak dipakai dalam pembuatan grafik, peta, kreasi

2D yang banyak membantu pemakai dalam membuat visualisasi.

 Grafika 2D memiliki kekurangan, yaitu : ketidakmampuannya untuk

merepresentasikan objek 3D. Kekurangan ini sangat dirasakan terutama dalam bidang desain, dimana kebanyakan desainer

membuat barang yang ada dalam dunia nyata yang berdimensi 3.

 Grafika 3D memiliki kemampuan untuk membuat visualisasi dari

sebuah benda yang nyata yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Hal inilah yang membuat grafika 3D banyak dipakai terutama dalam bidang desain dari sebuah produk.

(5)

Sistem Koordinat 3D

5 +x +z +y +x +y +z Right-handed Left-handed

(6)

Primitif 3D

6

Dalam dunia 3D terdapat beberapa primitif seperti :

Titik (

point

)

Garis (

line

)

Bidang/Permukaan (

plane

/

surface

)

Bola (

sphere

)

Kubus(

cube

)

Silinder (

cylinder

)

Kerucut (

cone

)

Cincin (

torus

)

dll

(7)

Primitif 3D

7  Titik

 Posisi sebuah titik dalam grafika 3D diekspresikan dengan (x,y,z)

 Garis

 Sebuah garis dibentuk dengan mendeskripsikan dua buah titik, yaitu

(x1,y1,z1) dan (x2,y2,z2) yang sebagai ujung dari sebuah garis.

 Sebuah garis dalam grafika 3D dapat diekspresikan dengan sepasang

persamaan, yaitu : 1 2 1 2 1 1 1 2 1 2 1 1

x

x

z

z

x

x

z

z

x

x

y

y

x

x

y

y

(8)

Primitif 3D

8

Bidang

Pada grafika 3D, terdapat sebuah geometri yang sangat

penting, yaitu bidang datar (

plane

). Sebuah bidang datar

pada grafika 3D dispesifikasikan dengan sebuah

persamaan, yaitu :

(9)

Representasi Object 3D

9

Untuk merepresentasikan object 3D

:

Persamaan Geometri

Constructive Solid Geometry (CSG)

Kurva & Permukaan Bezier

Lathe Object

Fractal

(10)

Representasi Object 3D

10

Dengan Persamaan Geometri

Suatu object 3D dapat direpresentasikan langsung dengan

menggunakan persamaan geometri dari object tersebut.

Misalkan : untuk membangun sebuah bola, maka bisa

dengan menggunakan rumus :

2 2 2 2

R

Z

Y

X

(11)

Representasi Object 3D

11

x = r.sin

.sin

;0

2

y = r.sin

.cos

;-

z = r.cos

  x y z

(12)

Representasi Object 3D

12

Dengan Constructive Solid Geometry (CSG)

CSG adalah suatu cara membentuk object dengan jalan

menggabungkan atau memotong (mengurangi) dari

beberapa object primitif 3D.

CSG dalam POV-Ray melibatkan :

difference

union

(13)

Representasi Object 3D

13

Dengan CSG – cont.

(14)

Representasi Object 3D

14

Dengan CSG – cont.

Contoh 2:

Object 3

Object 5 = Object 1 – Object 2 Object 6 = Object 5 + Object 3

(15)

Representasi Object 3D

(16)

Representasi Object 3D

(17)

Representasi Object 3D

17

Lathe Object

(18)

Representasi Object 3D

18

Lathe Object

- cont

(19)

Rendering

 Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun

animasi komputer.

 Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses

modeling, animasi, texturing, pencahayaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output (tampilan akhir pada model dan animasi).

 Rendering tidak hanya digunakan pada game programming, tetapi juga

digunakan pada banyak bidang, misalnya arsitektur, simulator, movie, spesial effect pada tayangan televisi, dan design visualization.

 Rendering pada bidang-bidang tersebut memiliki perbedaan, terutama pada

fitur dan teknik renderingnya. Terkadang rendering juga diintegrasikan dengan model yang lebih besar seperti paket animasi, tetapi terkadang berdiri sendiri dan juga bisa free open-source product.

(20)

Rendering

20

Rendering

 Proses untuk menghasilkan sebuah citra 2D

dari data 3D.

Prose ini bertujuan untuk untuk memberikan visualisasi

pada user mengenai data 3D tersebut melalui monitor

atau pencetak yang hanya dapat menampilkan data 2D

Metode rendering yang paling sederhana dalam grafika

3D :

Wireframe rendering

Hidden Line Rendering

Shaded Rendering

(21)

Rendering

21

Wireframe rendering

Yaitu Objek 3D dideskripsikan sebagai objek tanpa

permukaan.

Pada wireframe rendering, sebuah objek dibentuk

hanya terlihat garis-garis yang menggambarkan

sisi-sisi edges dari sebuah objek.

Metode ini dapat dilakukan oleh sebuah komputer

dengan sangat cepat, hanya kelemahannya adalah

tidak adanya permukaan, sehingga sebuah objek

terlihat tranparent. Sehingga sering terjadi

kesalahpahaman antara sisi depan dan sisi belakang

dari sebuah objek.

(22)

Rendering

22

Hidden Line Rendering

Metode ini menggunakan fakta bahwa dalam sebuah

objek, terdapat permukaan yang tidak terlihat atau

permukaan yang tertutup oleh permukaan lainnya.

Dengan metode ini, sebuah objek masih direpresentasikan

dengan garis-garis yang mewakili sisi dari objek, tapi

beberapa garis tidak terlihat karena adanya permukaan

yang menghalanginya. Metode ini lebih lambat dari dari

wireframe rendering, tapi masih dikatakan relatif cepat.

Kelemahan metode ini adalah tidak terlihatnya

karakteristik permukaan dari objek tersebut, seperti

warna, kilauan (shininess), tekstur, pencahayaan, dll.

(23)

Rendering

23

Shaded Rendering

Pada metode ini, komputer diharuskan untuk

melakukan berbagai perhitungan baik

pencahayaan, karakteristik permukaan,

shadow casting, dll.

Metode ini menghasilkan citra yang sangat

realistik, tetapi kelemahannya adalah lama

waktu rendering yang dibutuhkan.

(24)
(25)

Rendering

25

Secara umum, proses untuk menghasilkan

rendering

dua

dimensi dari objek-objek 3D melibatkan 5 komponen utama

:

Geometri

Kamera

Cahaya

Karakteristik Permukaan

Algoritma Rendering

Geometri

+

Kamera

+

Cahaya

+

+

Citra Rendering

Karakteristik Permukaan

Algoritma Rendering

(26)

Kamera

26

Dalam grafika 3D, sudut pandang

(point of view)

adlah bagian dari kamera. Kamera dalam grafika 3D

biasanya tidak didefinisikan secara fisik, namun

hanya untuk menentukan sudut pandang kita pada

sebuah

world

, sehingga sering disebut

virtual

camera

.

Sebuah kamera dipengaruhi oleh dua buah faktor

penting.

Faktor pertama

adalah lokasi (

camera location)

. Lokasi

sebuah kamera ditentukan dengan sebuah titik (x,y,z).

Faktor kedua

adalah arah pandang kamera. Arah pandang

kamera ditunjukkan dengan sebuah sistem yang disebut

sistem koordinat acuan pandang atau sistem (U,N,V). Arah

pandang kamera sangat penting dalam membuat sebuah citra,

karena letak dan arah pandang kamera menentukan apa yang

terlihat oleh sebuah kamera. Penentuan apa yang dilihat oleh

kamera biasanya ditentukan dengan sebuah titik (x,y,z) yang

disebut

camera interest

.

(27)

Kamera

27

 Pada kamera, dikenal field of view yaitu daerah yang terlihat oleh sebuah

kamera.Field of view pada grafika 3D berbentuk piramid, karena layar monitor sebuah komputer berbentuk segiempat. Objek-objek yang berada dalam field of view ini akan terlihat dari layar monitor, sedang objek-objek yang berada di luar field of view ini tidak terlihat pada layar monitor. Field of view ini sangat penting dalam pemilihan objek yang akan diproses dalam rendering. Objek-objek diluar field of view biasanya tidak akan diperhitungkan, sehingga perhitungan dalam proses rendering, tidak perlu dilakukan pada seluruh objek.

(28)

Cahaya

28

 Sumber cahaya pada grafika 3D merupakan sebuah objek yang

penting, karena dengan cahaya ini sebuah world dapat terlihat dan dapat dilakukan proses rendering. Sumber cahaya ini juga membuat sebuah world menjadi lebih realistis dengan adanya bayangan dari objek-objek 3D yang ada.

 Sebuah sumber cahaya memiliki jenis. Pada grafika 3D dikenal

beberapa macam sumber cahaya, yaitu :

 Point light  Spotlight  Ambient light  Area light  Directional light  Parallel point

(29)

Cahaya

29

 point light

 memancar ke segala arah, namun intensitas cahaya yang diterima objek

bergantung dari posisi sumber cahaya. Tipe ini mirip seperti lampu pijar dalam dunia nyata.

 spotlight

 memancarkan cahaya ke daerah tertentu dalam bentuk kerucut. Sumber cahaya

terletak pada puncak kerucut. Hanya objek-objek yang terletak pada daerah kerucut tersebut yang akan nampak.

 ambient light

 cahaya latar/alam. Cahaya ini diterima dengan intensitas yang sama oleh setiap

permukaan pada benda. Cahaya latar tersebut dimodelkan mengikuti apa yang terjadi di alam, dalam keadaan tanpa sumber cahaya sekalipun, benda masih dapat dilihat.

 area light

 directional light

 memancarkan cahaya dengan intensitas sama ke suatu arah tertentu. Letak tidak

mempengaruhi intensitas cahayanya. Tipe ini dapat menimbulkan efek seolah-olah sumber cahaya berada sangat jauh dari objek

 parallel point

(30)

Cahaya

30

 Model dari pencahayaan, dipakai untuk menghitung intensitas dari

cahaya yang terlihat dari setiap posisi pada setiap permukaan benda yang terlihat oleh kamera. Ketika melihat sebuah benda, terlihat

cahaya yang dipantulkan dari permukaan benda, dimana cahaya ini merupakan intregrasi dari sumber-sumber cahaya serta cahaya yang berasal dari pantulan cahaya permukaan-permukaan yang lain.

Karena itu benda-benda yang tidak langsung menerima cahaya dari sumber cahaya, masih mungkin terlihat bila menerima cahaya

pantulan yang cukup dari benda didekatnya.

 Model sederhana dari sumber cahaya adalah sebuah titik sumber,

dimana dari titik ini cahaya dipancarkan. Perhitungan pencahayaan bergantung pada sifat dari permukaan yang terkena cahaya, kondisi dari cahaya latar serta spesifikasi sumber cahaya.

(31)

Cahaya

31

Semua sumber cahaya dimodelkan sebagai sumber titik yang

dispesifikasikan dengan :

Lokasi

Lokasi (x,y,z) dari sebuah sumber cahaya akan

menentukan pengaruhnya terhadap sebuah objek.

Intensitas

Intensitas cahaya menyatakan kekuatan cahaya

yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya. Parameter ini

merupakan angka, yang biasanya makin besar nilainya, makin

terang sumber cahaya tersebut.

Warna

Warna cahaya dari sumber ini akan mempengaruhi

warna dari sebuah objek, jadi selain warna objek tersebut

warna cahaya yang jatuh pada objek tersebut akan

mempengaruhi warna pada

rendering

. Warna cahaya ini

biasanya terdiri dari 3 warna dasar grafika komputer, yaitu:

merah, hijau, biru atau lebih dikenal dengan RGB.

(32)

Karakteristik Permukaan

32

Karakteristik permukaan dari sebuah objek adalah sifat dari

permukaan sebuah objek.

Karakteristik permukaan ini meliputi

 Warna  Tekstur

 Sifat permukaan, seperti kekasaran (roughness), refleksifitas,

diffuseness (jumlah cahaya yang dipantulkan oleh objek), transparansi, dan lain-lain.

Parameter Warna

dalam karakteristik permukaan

direpresentasikan dengan tiga warna dasar, yaitu RGB. Saat

rendering

, warna pada sebuah objek tergantung dari warna dalam

karakteristik permukaan dan warna cahaya yang mengenainya.

Jadi citra hasil

rendering

mungkin akan memiliki warna yang

sedikit berbeda dengan warna objek tersebut.

(33)

Karakteristik Permukaan

33

Parameter tekstur

direpresentasikan dengan sebuah nama file.

File ini akan menjadi tekstur pada permukaan objek tersebut.

Selain itu juga ada beberapa parameter dalam tekstur yang

berguna untuk menentukan letak tekstur pada sebuah objek,

sifat tekstur, perulangan tekstur, dan lain-lain.

Sifat Permukaan

, seperti

diffuseness,

refleksisifitas, dan

lain-lain direpresentasikan dengan sebuah nilai. Nilai ini

menentukan sifat dari parameter-parameter tersebut.

Misalnya pada

roughness,

makin besar nilai parameternya,

makin kasar objek tersebut.

(34)

Algoritma Rendering

34

Algoritma Rendering

adalah prosedur yang digunakan oleh

suatu program untuk mengerjakan perhitungan untuk

menghasilkan citra 2D dari data 3D.

Kebanyakan algoritma rendering yang ada saat ini

menggunakan pendekatan yang disebut

scan-line rendering

 berarti program melihat dari setiap pixel, satu per satu,

secara horizontal dan menghitung warna di pixel tersebut.

Saat ini dikenal 3 algoritma :

Ray-Casting

Ray-Tracing

Radiosity

(35)

Algoritma Rendering

Ray-Casting Ray-Tracing Radiosity

• Menembakkan sinar untuk mengetahui warna dari cell

• Menelusuri sinar secara terbalik untuk mengetahui warna dari sebuah pixel

• Membagi bidang menjadi bidang yang lebih kecil untuk menentukan warna

• Menggunakan metode sampling untuk menampilkan hasil

• Tidak menggunakan sampling • Tidak menggunakan sampling

• Biasanya dimodifikasi sesuai kebutuhan

• Tidak dapat dimodifikasi • Tidak dapat dimodifikasi • Memiliki konstrain geometrik

tertentu

• Tidak Memiliki konstrain geometrik tertentu

• Tidak Memiliki konstrain geometrik tertentu

• Waktu rendering cepat • Waktu rendering lambat • Waktu rendering sangat lambat

• Digunakan untuk visuali-sasi secara cepat

• Digunakan untuk visualiasi hasil akhir

• Digunakan untuk visualiasi hasil akhir

• Dapat digunakan untuk out-door dan in-out-door scene

• Dapat digunakan untuk out-door dan in-out-door scene

• Biasanya digunakan untuk in-door scene

• Hasil rendering kadang terlihat kotak-kotak

• Hasil rendering sangat realistik

• Hasil rendering sangat realistik

(36)
(37)

POKOK BAHASAN

37

(38)

Dari 2D ke 3D

38

Pemodelan objek maupun metode transformasi

pada 3D merupakan perluasan dari hal serupa

pada 2D

Koordinat 2D: (x,y) – koordinat 3D: (x,y,z)

Representasi transformasi pada 3D juga dalam

bentuk matrik

Transformasi berurut juga dapat dicari matrik

(39)

Translasi

39

P’ = T . P

(t

x

, t

y

, t

z

) =

transformation distance

Koordinat ‘tangan kanan’

y

x

z

(x,y,z)

(x’,y’,z’)

T=(t

x

,t

y

,t

z

)

y

x

z

T=(t

x

,t

y

,t

z

)

(40)

Translasi: operasi matriks pada koordinat homogen

x’ = x + t

x

; y’ = y + t

y

; z’ = z + t

z

1

1

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

1

1

'

'

'

z

y

x

t

t

t

z

y

x

z y x 40

(41)

Penskalaan

41

P’ = S . P

(s

x

, s

y

, s

z

) =

scaling factor

Mengubah lokasi dan ukuran objek

y

x

z

(42)

Penskalaan: operasi matriks pada koordinat homogen

x’ = x . s

x

; y’ = y . s

y

; z’ = z . S

z

Relatif terhadap pusat koordinat (0,0,0)

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

'

'

'

z

y

x

s

s

s

z

y

x

z y x 42

(43)

Penskalaan: titik acuan sembarang (x

f

,y

f

,z

f

)

Translasi hingga (x

f

,y

f

,z

f

) berhimpit dengan (0,0,0)

Penskalaan objek relatif terhadap (0,0,0)

Translasi balik hingga (x

f

,y

f

,z

f

) kembali ke posisi semula

1

0

0

0

)

1

(

0

0

)

1

(

0

0

)

1

(

0

0

)

,

,

(

)

,

,

(

)

,

,

(

f z z f y y f x x f f f z y x f f f

z

s

s

y

s

s

x

s

s

z

y

x

T

s

s

s

S

z

y

x

T

43

(44)

Rotasi

44

Perlu dispesifikasikan:

Besar sudut rotasi (

)

Sumbu rotasi

2D: titik (x

r

,y

r

)

 analog dgn 3D: selalu

terhadap garis sejajar sumbu z

3D: garis (yang manapun dalam ruang 3D)

Rotasi yang paling mudah

 sumbu rotasi

(45)

Konvensi tentang

45

(+)

berlawanan

arah jarum jam; (-)

searah

jarum jam

Dilihat dari ujung positif sumbu rotasi ke

(0,0,0)

y

x

z

(46)

Rotasi dgn sumbu rotasi = sumbu koordinat

Rotasi terhadap sumbu z:

x’ = x cos

- y sin

y’ = x sin

+ y cos

z’ = z

1

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

cos

sin

0

0

sin

cos

1

'

'

'

z

y

x

z

y

x

46

Rotasi terhadap sumbu x dan y mudah

didapat dengan mengganti secara siklik: x

 y  z  x

(47)

Rotasi

                                       1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 cos sin 0 0 sin cos 1 ' ' ' z y x z y x

                                       1 1 0 0 0 0 cos 0 sin 0 0 1 0 0 sin 0 cos 1 ' ' ' z y x z y x

                                       1 1 0 0 0 0 cos sin 0 0 sin cos 0 0 0 0 1 1 ' ' ' z y x z y x

Terhadap sumbu z (Rz)

Terhadap sumbu y (Ry)

(48)

Rotasi terhadap garis yg sejajar dgn sumbu koordinat

48

Urutan transformasi:

Translasi

, sampai garis sumbu rotasi berhimpit dengan

salah satu sumbu koordinat

Rotasi

terhadap sumbu koordinat tersebut

Translasi balik

, hingga sumbu rotasi kembali ke posisi

semula

(49)

Rotasi terhadap garis sembarang

49

Urutan transformasi:

Translasi

, sampai sumbu rotasi memotong salah satu

sumbu koordinat

Rotasi

, sampai sumbu rotasi berhimpit dengan salah

satu sumbu koordinat

Rotasi

terhadap sumbu koordinat tersebut

Rotasi balik

, hingga sumbu rotasi kembali ke

kemiringan semula

Translasi balik

, hingga sumbu rotasi kembali ke posisi

(50)

Refleksi

50

Terhadap garis sumbu refleksi

Rotasi 180

0

terhadap garis tersebut

Terhadap bidang refleksi

Bidang koordinat (xy, yz, atau xz) ≈ konversi dari sistem

koordinat tangan kanan ke tangan kiri atau sebaliknya

Bidang sebarang ≈ rotasi 180

0

terhadap bidang tersebut

(51)

Refleksi terhadap bidang koordinat

51

y

x

z

y

x

z

Refleksi relatif terhadap bidang xy

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

1

z

RF

(52)

Shear

Bisa dilakukan relatif terhadap sumbu x, y atau z

Contoh shear terhadap sumbu z:

y x z y x z

1

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

1

b

a

SH

z 52

(53)

Transformasi komposit

53

Transformasi komposit pada 3D analog dengan

transformasi komposit pada 2D

Dilakukan dengan cara mengalikan sejumlah

matriks transformasi [4x4] sesuai urutan

kemunculannya

(54)

Transformasi komposit

54

(55)

Transformasi komposit

55

Diketahui koordinat 3 dimensi A(20,10,10),

B(80,10,10), C(50,10,0), dan D(50,60,5). Tentukan

koordinat baru bila mengalami transformasi 3

dimensi berikut secara berurutan :

Translasi dengan (t

x

,t

y

,t

z

) = (50, 60, 20)

Skala dengan (s

x

,s

y

,s

z

) = (3,2,2)

Rotasi dengan θ = 90

o

terhadap sumbu x

Rotasi dengan θ = 90

o

terhadap sumbu y

Rotasi dengan θ = 90

o

terhadap sumbu z

(56)

56

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,