• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. Peraturan Menteri Keungan Nomor 54/PMK.03/2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I. Peraturan Menteri Keungan Nomor 54/PMK.03/2021"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

I. Peraturan Menteri Keungan Nomor 54/PMK.03/2021

Pada tanggal 2 Juni 2021 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.03/2021 Tentang Tata Cara Melakukan Pencatatan dan Kriteria Tertentu serta Tata Cara Menyelenggarakan Pembukuan untuk Tujuan Perpajakan, yang mengatur antara lain:

 Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak badan di Indonesia wajib menyelenggarakan Pembukuan, dikecualikan menyelanggarakan pembukuan tetapi wajib melakukan pencatatan, meliputi:

a. Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto

b. Wajib Pajak orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas

c. Wajib Pajak orang pribadi yang memenuhi kriteria tertentu  Pencatatan

- Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan peredaran bruto dari kegiatan kurang dari Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun

- Peredaran bruto meliputi seluruh penghasilan:

1) peredaran bruto yang berasal dari kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas yang dikenai PPh yang tidak bersifat final;

2) penghasilan bruto yang berasal dari luar kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas yang dikenai PPh yang tidak bersifat final, serta biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan tersebut

3) peredaran bruto dan/atau penghasilan bruto yang bukan objek pajak dan/atau dikenai PPh yang bersifat final, baik yang berasal dari kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas maupun dari luar kegiatan usaha

- Diperbolehkan menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dengan syarat memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak paling lambat dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari Tahun Pajak yang bersangkutan atau pada akhir Tahun Pajak. Dalam hal Wajib Pajak tidak memberitahukan kepada Direktur Jenderal

(2)

Pajak maka Wajib Pajak tersebut dianggap memilih menyelenggarakan Pembukuan.

 Pembukuan

- Pembukuan harus diselenggarakan:

a. dengan memperhatikan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya;

b. di Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan disusun dalam bahasa Indonesia, kecuali telah mendapat izin Menteri Keuangan, maka Pembukuan dapat diselenggarakan dengan menggunakan:

- bahasa asing; atau

- bahasa asing dan mata uang selain Rupiah,

c. secara konsisten dengan prinsip taat asas dan dengan stelsel akrual atau stelsel kas.

Prinsip taat asas merupakan prinsip yang sama yang digunakan dalam metode Pembukuan dengan Tahun Pajak – Tahun Pajak sebelumnya untuk mencegah penggeseran laba atau rugi, yang berupa:

- stelsel pengakuan penghasilan; - tahun buku;

- metode penilaian persediaan; atau - metode penyusutan dan amortisasi.

Perubahan metode Pembukuan harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak.

- Pembukuan dengan stelsel kas dapat diselenggarakan oleh Wajib Pajak tertentu yang memenuhi persyaratan:

a. secara komersial berhak menyelenggarakan Pembukuan berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku bagi usaha mikro dan kecil; dan b. merupakan Wajib Pajak:

- orang pribadi diperkenankan melakukan pencatatan, tetapi memilih atau diwajibkan menyelenggarakan Pembukuan; atau

- badan yang memiliki peredaran bruto dari usaha tidak melebihi Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun Pajak.

Wajib Pajak tertentu tersebut harus menyampaikan pemberitahuan setiap Tahun Pajak untuk dapat menyelenggarakan Pembukuan dengan stelsel kas. - Bagi Wajib Pajak tertentu yang tidak dapat memisahkan antara biaya untuk

mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan dan biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan pribadi dalam rangka penghitungan besarnya Penghasilan Kena Pajak, pembebanan biaya dilakukan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah:

a. penyusutan dan amortisasi

b. biaya yang dibayarkan secara tunai pada Tahun Pajak yang bersangkutan untuk pengeluaran yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 (satu) tahun, termasuk biaya yang merupakan pembayaran di muka.

- Wajib Pajak orang pribadi yang pada suatu Tahun Pajak sejak Tahun Pajak 2022, telah menyelenggarakan Pembukuan, tidak dapat:

(3)

b. menghitung penghasilan netonya menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto,

c. pada Tahun Pajak-Tahun Pajak berikutnya.

 Buku, catatan, dan dokumen baik secara elektronik maupun non-elektronik yang menjadi dasar Pembukuan dan Pencatatan dan dokumen lain termasuk hasil pengolahan data wajib disimpan selama 10 ( sepuluh) tahun di Indonesia, pada tempat tinggal dan/atau tempat kegiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas bagi Wajib Pajak orang pribadi atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha bagi Wajib Pajak badan.

 Ketentuan mengenai Pembukuan dengan stelsel kas untuk tujuan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada Tahun Pajak 2022.

 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 2 Juni 2021. II. Peraturan Menteri Keungan Nomor 56/PMK.010/2021

Pada tanggal 3 Juni 2021 telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56/PMK.010/2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.010/2017 Tentang Penggunaan Nilai Buku atas Pengalihan dan Perolehan Harta dalam Rangka Penggabungan, Peleburan, Pemekaran, atau Pengambilalihan Usaha, yang mengatur antara lain :

 Wajib Pajak menggunakan nilai pasar atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambilalihan usaha.

 Untuk kepentingan penerapan ketentuan di bidang Pajak Penghasilan, Wajib Pajak dapat menggunakan nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambilalihan usaha, setelah mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Pajak.

 Penggabungan usaha yang dapat menggunakan nilai buku yaitu:

a. penggabungan dari 2 atau lebih Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham dengan mengalihkan seluruh harta dan kewajiban kepada salah satu Wajib Pajak badan yang tidak mempunyai sisa kerugian fiskal atau mempunyai sisa kerugian fiskal yang lebih kecil dan membubarkan Wajib Pajak badan yang mengalihkan harta dan kewajiban.. b. penggabungan dari badan hukum yang didirikan atau bertempat kedudukan

di luar negeri dengan Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham, dengan cara mengalihkan seluruh harta dan kewajiban badan hukum yang didirikan atau bertempat kedudukan di luar negeri kepada Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham dan membubarkan badan hukum yang didirikan atau bertempat kedudukan di luar negeri yang mengalihkan harta dan kewajiban

 Peleburan usaha yang dapat menggunakan nilai buku yaitu:

a. peleburan dari 2 (dua) atau lebih Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham dengan cara mendirikan badan usaha baru di Indonesia dan mengalihkan seluruh harta dan kewajiban kepada Wajib Pajak badan baru serta membubarkan Wajib Pajak badan yang melebur tersebut b. peleburan dari badan hukum yang didirikan atau bertempat kedudukan di luar

(4)

saham, dengan cara mendirikan badan usaha baru di Indonesia dan mengalihkan seluruh harta dan kewajiban kepada badan usaha baru serta membubarkan badan hukum yang didirikan atau bertempat kedudukan di luar negeri dan Wajib Pajak badan dalam negeri yang melebur tersebut

 Pemekaran usaha yang dapat menggunakan nilai buku yaitu:

a. pemisahan usaha 1 (satu) Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham menjadi 2 (dua) Wajib Pajak badan dalam negeri atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian harta dan kewajiban kepada badan usaha baru tersebut, yang dilakukan tanpa melakukan likuidasi badan usaha yang lama;

b. pemisahan usaha 1 (satu) Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham dengan cara mengalihkan sebagian harta dan kewajiban kepada 1 (satu) atau lebih Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham, yang dilakukan tanpa membentuk badan usaha baru dan tanpa melakukan likuidasi badan usaha yang lama, dan merupakan pemecahan usaha sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang PPN;

c. suatu rangkaian tindakan untuk melakukan pemisahan usaha 2 (dua) atau lebih Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham dengan cara mengalihkan sebagian harta dan kewajiban dari usaha yang dipisahkan dan menggabungkan usaha yang dipisahkan tersebut kepada 1 (satu) badan usaha tanpa melakukan likuidasi badan usaha yang lama.

Wajib Pajak yang dapat menggunakan nilai buku dalam rangka pemekaran usaha sebagaimana dimaksud pada huruf b dan huruf c diatas yaitu:

a. Wajib Pajak BUMN yang menerima tambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia, sepanjang pemekaran usaha dilakukan terkait pembentukan perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara

b. Wajib Pajak badan yang melakukan pemisahan usaha sehubungan dengan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara dengan syarat:

- restrukturisasi dilakukan paling lama terhitung sejak awal Tahun Pajak 2021

- pengalihan harta tidak dilakukan dengan cara jual beli atau pertukaran harta

- restrukturisasi serta pengalihan harta telah memperoleh persetujuan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembinaan Badan Usaha Milik Negara

 Pengambilalihan usaha yang dapat menggunakan nilai buku yaitu:

1. pengambilalihan usaha Bentuk Usaha Tetap yang menjalankan kegiatan di bidang usaha bank yang dilakukan dengan cara mengalihkan seluruh atau sebagian harta dan kewajiban Bentuk Usaha Tetap kepada Wajib Pajak badan dalam negeri yang modalnya terbagi atas saham, dan membubarkan Bentuk Usaha Tetap tersebut;

2. pengambilalihan usaha dari suatu Wajib Pajak badan dalam negeri dengan cara mengalihkan kepemilikan atas saham Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimilikinya tersebut kepada Wajib Pajak badan dalam negeri lainnya, yang dilakukan sehubungan dengan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , dengan syarat:

(5)

1. kepemilikan atas saham Wajib Pajak badan dalam negeri yang dialihkan:

a. lebih dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh saham dengan hak suara yang telah disetor penuh; atau

b. mempunyai kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara apapun pengelolaan dan/atau kebijakan atas Wajib Pajak badan dalam negeri yang dialihkan; 2. dalam hal Wajib Pajak badan dalam negeri yang diambil alih berbentuk

perseroan terbuka, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal;

3. restrukturisasi dilakukan paling lama terhitung sejak awal Tahun Pajak 2021;

4. pengalihan harta tidak dilakukan dengan cara jual beli atau pertukaran harta; dan

5. restrukturisasi serta pengalihan harta telah memperoleh persetujuan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembinaan Badan Usaha Milik Negara.

 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 4 Juni 2021

Adapun daftar peraturan perpajakan yang diterbitkan sampai dengan tanggal 30 Juni 2021 adalah sebagai berikut:

Peraturan Pajak Perihal

Keputusan Menteri Keuangan

31/KM.10/2021, 1 Juni 2021 Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, Dan Pajak Penghasilan Yang Berlaku Untuk Tanggal 02 Juni 2021 Sampai Dengan 08 Juni 2021 Peraturan Menteri Keuangan

59/PMK.03/2021, 3 Juni 2021

Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Asisten Penyuluh Pajak

Peraturan Menteri Keuangan

58/PMK.03/2021, 3 Juni 2021 Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pajak Peraturan Menteri Keuangan

61/PMK.03/2021, 7 Juni 2021 Hak Dan Kewajiban Perpajakan Bagi Pemegang Izin Usaha Pertambangan, Izin Usaha Pertambangan Khusus, Izin Pertambangan Rakyat, Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi Sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak, Atau Kontrak Karya Dalam Rangka Kerja Sama Di Bidang Usaha Pertambangan Mineral Peraturan Menteri Keuangan

62/PMK.03/2021, 7 Juni 2021

Tata Cara Pelibatan Pemerintah Pusat Dan/Atau Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pembebanan Sumbangan Dan/Atau Biaya Pembangunan Infrastruktur Sosial Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto Wajib Pajak Di Bidang Usaha Pertambangan Mineral

Peraturan Menteri Keuangan

63/PMK.03/2021, 7 Juni 2021 Tata Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Serta Cara Pelaksanaan Hak Dan Penerbitan, Penandatanganan, Dan Pengiriman Keputusan Atau Ketetapan Pajak Secara Elektronik

(6)

65/PMK.04/2021, 8 Juni 2021 Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 Tentang Kawasan Berikat

Keputusan Menteri Keuangan

32/KM.10/2021, 8 Juni 2021 Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, Dan Pajak Penghasilan Yang Berlaku Untuk Tanggal 09 Juni 2021 Sampai Dengan 15 Juni 2021 Keputusan Menteri Keuangan

33/KM.10/2021, 15 Juni 2021 Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, Dan Pajak Penghasilan Yang Berlaku Untuk Tanggal 16 Juni 2021 Sampai Dengan 22 Juni 2021 Keputusan Bersama Menteri

712 Tahun 2021, 18 Juni 2021 Perubahan Bersama Menteri Kedua Agama, Atas Keputusan Menteri Ketenagakerjaan, Dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2021

Peraturan Lainnya

SE - 06/PP/2021, 18 Juni 2021 Penundaan Pelaksanaan Persidangan Dan Penghentian Sementara Layanan Administrasi Secara Tatap Muka (Melalui Helpdesk/Disampaikan Secara Langsung) Di Pengadilan Pajak Mulai Tanggal 21 Juni 2021 S.D. 25 Juni 2021

Peraturan Lainnya

SE-07/PP/2021, 18 Juni 2021 Pedoman Persidangan Dan Layanan Administrasi Penyesuaian Pelaksanaan Lainnya Sebagai Tindak Lanjut Surat Edaran Ketua Pengadilan Pajak Nomor SE-06/PP/2021

Keputusan Menteri Keuangan

34/KM.10/2021, 22 Juni 2021 Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, Dan Pajak Penghasilan Yang Berlaku Untuk Tanggal 23 Juni 2021 Sampai Dengan 29 Juni 2021 Peraturan Menteri Keuangan

68/PMK010/2021, 22 Juni 2021 Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas Impor Barang dan Bahan untuk Memproduksi Barang dan atau Jasa oleh Industri Sektor Tertentu Yang Terdampak Pandemi COVID-19 Tahun 2021

Peraturan Lainnya

SE-08/PP/2021, 25 Juni 2021 Penundaan Pelaksanaan Persidangan Dan Penghentian Sementara Layanan Administrasi Secara Tatap Muka (Melalui Helpdesk/Disampaikan Secara Langsung) Di Pengadilan Pajak Mulai Tanggal 28 Juni 2021 S.D. 2 Juli 2021

Peraturan Lainnya

SE-09/PP/2021, 25 Juni 2021 Pedoman Persidangan Dan Layanan Administrasi Penyesuaian Pelaksanaan Lainnya Sebagai Tindak Lanjut Surat Edaran Ketua Pengadilan Pajak Nomor SE-08/PP/2021

Keputusan Menteri Keuangan

37/KM.10/2021,29 Juni 2021 Nilai Kurs Sebagai Dasar Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Bea Keluar, Dan Pajak

(7)

Penghasilan Yang Berlaku Untuk Tanggal 30 Juni 2021 Sampai Dengan 06 Juli 2021 Peraturan Menteri Keuangan

77/PMK.010/2021, 28 Juni 2021 Perubahan Keuangan Nomor Atas Peraturan 31/PMK.010/2021 Menteri Tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu Yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021

Keputusan Menteri Keuangan

38/KM.10/2021,30 Juni 2021 Tarif Bunga Sebagai Dasar Penghitungan Sanksi Administrasi Berupa Bunga Dan Pemberian Imbalan Bunga Periode 1 Juli 2021 Sampai Dengan 31 Juli 2021

Surat Edaran

SE-10/PP/2021, 2 Juli 2021 Penundaan Pelaksanaan Persidangan dan Penghentian Sementara Layanan Administrasi Secara Tatap Muka di Pengadilan Pajak mulai tanggal 5 Juli 2021 s.d 20 Juli 2021

Apabila Bapak / Ibu membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami di 021-2938 0077.

Prime Consult

Multivision Tower, 3rd Floor Jl. Kuningan Mulia Lot 9B Jakarta 12980

Phone : + 62 21 2938 0077 Fax : + 62 21 2938 0078

Referensi

Dokumen terkait

Dalam upaya untuk melaksanakan atau menerapkan ajaran filosofi kepemimpinan Hindu dalam masyarakat ataupun di lingkungan kerja masing-masing, maka ada beberapa hal

Lampiran Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Berita Negara Republik Indonesia

• Pihak yang mengetahui kunci publik CA dapat memverifikasi tanda tangan digital di dalam sertifikat.. • Sertifikat digital tidak rahasia, tersedia secara publik, dan disimpan

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82/PMK.03/2009 tentang Peraturan Menteri Keuangan tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas Penghasilan dari Penjualan atau Pengalihan Harta

Bali Gendis dalam mempromosikan produk teh bunga rosela adalah dengan menggunakan metode personal selling (penjualan perorangan) dan informasi dari mulut ke mulut

Jadi ketika seorang siswa mengalami stres akademik, maka biasanya siswa tersebut mempunyai self-efficacy yang rendah, sedangkan ketika siswa tersebut memiliki self-efficacy

Orang yang telah memiliki sifat “ridha” tidak akan mudah bimbang atau kecewa atas pengorbanan yang menimpanya, tidak merasa menyesal dalam hidup kekurangan, tidak iri hati

Dari Rp.100 Triliun yang ditetapkan pada awal tahun, realisasi penyaluran KUR sampai akhir tahun diestimasikan sebesar Rp.95,- Triliun (95%), hal ini