PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pengendalian internal atau pengawasan internal merupakan suatu proses yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai tujuan tertentu. Undang-undang di bidang keuangan negara membawa implikasi perlunya sistem pengelolaan keuangan negara yang lebih akuntabel dan transparan. Hal ini baru dapat dicapai jika seluruh tingkat pimpinan menyelenggarakan kegiatan pengendalian atas keseluruhan kegiatan di instansi masing-masing. Dengan demikian maka penyelenggaraan kegiatan pada suatu Instansi Pemerintah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai dengan pertanggungjawaban, harus dilaksanakan secara tertib, terkendali, serta efisien dan efektif. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberi keyakinan memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan pada suatu Instansi Pemerintah dapat mencapai tujuannya secara efisien dan efektif, melaporkan pengelolaan keuangan Negara secara handal, mengamankan aset negara, dan mendorong ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari berusaha melakukan sistem pengendalian internal (SPI), untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur kemampuan sumber daya dalam mencegah dan mendeteksi terjadinya penyimpangan sekaligus melindungi sumber daya tersebut. Kegiatan Pengendalian Internal ini dilakukan secara integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh jajaran mulai dari level pimpinan hingga seluruh pegawai, sehingga memberikan keyakinan memadai untuk tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negaradan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
1.2. TUJUAN
1. Terwujudnya SPI di BBIB Singosari
2. Pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien untuk pencapaian kinerja 3. Terwujudnya sistem pengelolaan keuangan yang tertib
4. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
1.3. SASARAN
1. Menghindari terjadinya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara 2. Meningkatkan manajemen dan pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan
kegiatan di BBIB Singosari 3. Pilar SPI
BAB II PELAKSANAAN
2.1. KEGIATAN SPI
Pada bulan Maret2017, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Tim Satlak PI antara lain :
1. Seleksi pejantan sapi bali di BPTU-HPT Sapi Bali pada tanggal 1-3 Maret 2016 oleh drh. Anny Amalia; Taufik Ridwan Musaffak, A.Md dan Kushariyanto, A. Md dengan hasil (sementara data sampai dengan tanggal 3 Maret 2017 jam 12.00). Dari 43 pejantan yang di seleksi 28 pejantan lolos uji performance dan dilakukan penampungan. Dari 28 yang lolos yang bisa ditampung sebanyak 23 pejantan. Sebanyak 2 pejantan motilitasnya di bawah 60. Sebanyak 4 pejantan motilitasnya 60 %. Sebanyak 17 pejantan motilitasnya 70 - 75 %. Sebanyak 23 pejantan abnormalitasnya < 20 % dan akan dilakukan lagi penampungan 6 (enam) pejantan.
2. Monitoring dan evaluasi semen beku ke Dinas Peternakan Kabupaten Lamongan dan Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 2-3 Maret 2017 oleh Dr. drh. Andi Widodo W, M. Si; Rini Hermawati dan Ahmad Nuryadin dengan hasil melakukan PTM, identifikasi permasalahan di lapangan, pemeriksaan gangrep dan kebuntingan, diskusi dengan dinas dan petugas inseminator dan melakukan promosi 9 layanan.
3. Bimbingan Teknis BIOS Tahun 2017 dan Sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan nomor PER-53/PB/2016 di Gedung Syarifudin Prawiranegara lantai I Jakarta Pusat pada tanggal 2 Maret 2016 oleh SUkarmi, SE dan M. Tegar KK, S.Pt dengan hasil modernisasi pada system pelaporan keuangan dan kinerja BLU. 4. Pengambilan Sapi Pejantan SO di Sumba Barat Daya NTT pada tanggal 06-11
Maret 2017 oleh Mashudi dengan hasil : 2 ekor sapi Sumba Ongole Sumba Barat Daya dengan nama GEMPUR SBD 1 dan GEMPUR SBD 2
5. Pengiriman bibit rumput ke Sumenep dan Pamekasan dan Pengambilan sample darah sapi ke Pamekasan pada tanggal 7-8 Maret 2017 oleh Andi Hasan, S.Pt ,
Yusuf Mahdi, A.Md dan Moch.Yusuf dengan hasilbibit rumput sudah terdistribusi di UPTD 4 Kecamatan/kota dan di UPTD 2 kecamatan Pakong, Sudah dilakukan koordinasi UPSUS Siwab dan seleksi sapi pejantan Madura. Perlu ditingkatkan pengetahuannya tentang UPSUS Siwab dan DKPP Sumenep merencanakan berkunjung ke BBIB Singosari untuk menambah wawasan tentang UPSUS Siwab dan handling semen.
6. Exit Meeting dengan BPK-RI dan penyerahan kembali dokumen/data ke BPK-RI di Ruang Pertemuan Pusat Veteriner Farma Surabaya pada tanggal 7 Maret 2017 oleh Ir.Nurkhayati, MM, Arif Mawardi, Angga Indreswari, SE dan Novan Aditya dengan hasil: BBIB Singosari tidak ada temuan, tetapi pada laporan BLU masih ada beberapa hal yang perlu di pelajari terutama dalam MAK persediaan semen beku sekarang masuk MAK bahan baku yang seharusnya masuk MAK barang persediaan yang dijual/dihibahkan kepada masyarakat.
7. Koordinasi dan monitoring Uji Zuriat sapi perah Nasional di Propinsi Jawa Timur pada tanggal 7-9 Maret 2017 oleh Wiwied Sawitri, S.Pt, Bernad Winarto L, S.Pt dan Wahyu Ahmad S hasil yang diverifikasi adalah daugter cow (DC) periode II C yaitu sg Gabe, Sg Bolton dan Aris. Monev uji zuriat di Jatim dilakukan pendampingan, pemberian vitamin dan hormon untuk DC yang membutuhkan dan pengukuran tubuh dengan linier clasification. Kendala di lapangan adalah identifikasi DC kurang jelas dan sebagian ternak sengaja dijual
8. Koordinasi UPSUS SIWAB Tahun 2017 di Hotel Kenari Tower Makasar pada tanggal 8-9 Maret 2017 oleh drh. Enniek Herwijanti, MP dan drh.Anny Amaliya hasil
a. Realisasi SIWAB masih rendah dibutuhkan evaluasi terutama kinerja inseminator, Kondisi Sulawesi Selatan pada bulan Maret-April banyak induk bunting, pelaksanaan IB bisa dilaksanakan kembali setelah bulan September 2017,
b. UPSUS SIWAB dilaksanakan seperti program GBIB dengan cara petugas teknis serentak turun ke lapangan,
c. Kebutuhan semen beku sangat mendesak diharapkan di setiap daerah segera melakukan pengadaan dengan membentuk unit pengadaan.
9. Pelaksanaan sosialisasi Menteri Keuangan Nomor : 10/PMK.02/2017 tentang tata cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2017 di KPPN Malang pada tanggal 9 Maret 2017 oleh Sukarmi, SE dengan hasil: siklus penyusunan anggaran, penetapan DIPA dan pelaksanaan anggaran, batasan revisi, alur revisi anggaran, format surat usulan revisi, daftar revisi anggaran yang menjadi kewenangan DJA dan DJPB.
10. Konsultasi ke LKPP di Jakarta pada tanggal 13 Maret 2017 oleh Suharyanta, S.Pt, Aris Bachtiar, S.Pt dan I Putu Eka Sentana, S.Pt tentang pengadaan barang dan jasa
11. Seleksi pejantan sapi Madura di Pamekasan pada tanggal 15-16 Maret 2017 oleh Yusuf Mahdi, A.Md, Moch.Nurcholis dan Muhammad Zainuri, A.Md dengan hasil dari 93 ekor yang diajukan, terseleksi 8 ekor dan yang masuk kriteria 6 ekor dan akan dilakukan pengambilan darah, selain itu juga dilakukan pengiriman bibit rumput ke Pamekasan dan Sumenep serta koordinasi UPSUS SIWAB.
12. Focus Group Discussion Pengembangan Investasi Bidang Wisata Agro di Agrowisata Tlogo Resort Km 2 Desa Delik Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang pada tanggal 15-16 Maret 2017 oleh Natalia Heni K, S.Pt, M.Hum 13. Seminar Sosialisasi Studi Strategi Komunikasi dan Promosi KSST Indonesia di
Ruang Nusantara Gedung Tower Lt 2 Kementerian Luar Negeri Jln. Taman Pejambon Jakarta Pusat pada tanggal 15 Maret 2017 oleh drh. Sarastina, MP dan Arsdiana Devi P, S.Pt dengann hasil KSST merupakan program prioritas pemerintah RI sejalan dengan morningstar status Indonesia sebagai midle income country sehingga Indonesia di tuntut peran aktif sebagai negara pemberi bantuan sejak tahun 2009 telah menyelenggarakan berbagai program KSST dengan total anggaran 24 juta U$
14. Koordinasi pelaksanaan kegiatan UPSUS SIWAB di ruang Rapat Utama I gedung C lantai 6 Kementerian Pertanian Jakarta Selatan pada tanggal 16 Maret 2017 oleh drh. Enniek Herwijanti, MP, I Putu Eka Sentana, S.Pt dan Aris Bachtiar, S.Pt dengan hasil :
b. Pembahasan alokasi semen dan kontainer (perbaikan). c. Penyempurnaan Pedum SIWAB
15. Rapat Koordinasi Program Reverse Linkage KSST di Ruang Rapat Biro Organisasi dan Kepegawaian Lantai 6 Gedung A Kementerian Pertanian pada tanggal 17 Maret 2017 oleh drh. Sarastina, MP dan Arsdiana Devi P, S.Pt dengan hasil persiapan rencama kerjasama reverse linkage dengan Suriname. Pemerintah Indonesia menyetujui untuk kerjasama dengan Suriname dan akan segera dilakukan diagnostic mission ke Suriname pada bulan April 2017 dan diharapkan BBIB Singosari segera membuat rancangan program untuk Suriname.
16. Pendampingan UPSUS SIWAB di Sulawesi Tenggara pada tanggal 20-25 Maret 2017 oleh Bernad Winarto L, S.Pt dan Taufiq Ridwan M, A.Md dengan hasil : a. Koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra
tentang pameran memperingati HUT Sultra.
b. Penyerahan bantuan vitamin, hormon, spuit, needle dan glove.
c. Kegiatan dilakukan di 3 kecamatan dengan jumlah betina yang diperiksa 249 ekor, jumlah bunting 107 ekor, jumlah sinkronisasi 20 ekor, gangrep 57 ekor dan IB 6 ekor.
17. Diklat teknis Manajemen Hijauan Pakan Ternak bagi petugas di BBPKH Cinagara Bogor pada tanggal 19-25 Maret 2017 oleh Ike Ernawati, S.Pt dan Yudhi Mahendra, A.Md dengan hasil materi pelatihan antara lain penyusunan formula pakan, pengelolaan HPT dan padang penggembalaan serta produksi dan sertifikasi benih.
18. Bimtek Analis Kepegawaian lingkup Kementerian Pertanian di Hotel Permata Bogor pada tanggal 20-22 Maret 2017 oleh Siwi Setyowati, A.Md dengan hasil untuk sistematika penyusunan DUPAK agar rapi, ada daftar isi/penunjuk (boleh ditulis tangan untuk memudahkan tim penilai dan dijilid jangan disampaikan menggunakan ordner.
19. Instruktur Lapangan Bimbingan Teknis pada Pelatihan ATR Tingkat Nasional di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto pada tanggal 20-23 Maret 2017 oleh drh.
Jumaryoto dengan hasil kegiatan pendampingan ATR dengan rata-rata palpasi 2-4 ekor/peserta/hari dengan kasus yang ditemukan adalah repeat breeding. 20. Memperingati Hari Jadi Bone ke 687 tahun 2017 di Terminal Petta Ponggawae
Watampone pada tanggal 22-24 Maret 2017 oleh Suharyanta, S.Pt , Iwan Kurniawan, A.Md dan Mulyadi dengan hasil :
a. Kontes ternak dan karnaval ternak dibuka oleh Dirjen PKH.
b. Karnaval ternak sejumlah 342 ekor memecahkan rekor MURI Indonesia c. Kontes ternak hasil IB sebagai ajang memotivasi peternak dan sebagai
sosialisasi program upsus Siwab
d. Menyerahkan bahan Upsus Siwab berupa hormon, vitamin, spuit, nedle, anti ektoparasit dan obat cacing.
21. Launching Program SHERA dan Workshop Project Manajement pada tanggal 21 Maret 2017 di Auditorium BPPT Gedung D Lantai 2 oleh drh. Enniek Herwijanti dan Arsdiana Devi P, S.Pt dengan hasil Indonesia akan mengembangkan program kerjasama dengan suriname dalam mekanisme reverse linkage. Program ini memerlukan keterlibatan dari berbagai stakeholder sehingga dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi Indonesia. BBIB Singosari akan menyiapkan desain program sebelum dilakukan diagnostic mission.
22. Sosialisasi hasil monev kegiatan Reverse Linkage untuk Kyryzstan pada tanggal 22 Maret 2017 oleh drh. Enniek Herwijanti, MP dan Arsdiana Devi Primasari, S.Ptdengan hasil program reverse linkage Kyrgyzsatn merupakan salah satu succeess story KSST Indonesia, sehingga perlu untuk terus didukung dan dikembangkan sehingga dapat memberikan dampak signifikan kepada Indonesia terutama dari segi ekonomi. Dalam kerjasama ini terdapat kendala belum adanya realisasi komitmen dari Kyrgyzsatn. IDB untuk mendorong pemerintah Kyrgyzstan agar segera merealisasikan komitmen membeli semen beku Indonesia sebanyak 10.000 dosis.
23. Narasumber sosialisasi Strategi Komunikasi dan Promosi Program KSST Indonesia Bidang Pertanian di Hotel Aston Cipaganti, Bandung pada tanggal 24 Maret 2017 oleh drh. Enniek Herwijanti, MP dan Arsdiana Devi Primasari,
S.Pthasil sosialisasi strategy komunikasi dan publikasi KSST Kementerian Pertanian. KSST merupakan soft diplomacy pemerintah Indonesia dalam rangka mempertahankan eksistensi Indonesia di dunia internasional sehingga perlu adanya strategi komunikasi yang cepat sehingga program ini mendapatkan dukungan dari pemangku kepentingan, masyarakat dan sektor swasta. Dalam melakukan komunikasi perlu memperhatikan target audience sehingga pesan dari komunikasi dapat tersampaikan.
24. Workshop Pengelolaan Media dan Promosi KSS Indonesia di The Akmani Hotel Menteng Jakarta Pusat pada tanggal 21-22 Maret 2017 oleh M.Tegar Kusmahidayat K, S.Pt dengan hasil memilih media untuk publikasi kegiatan KSST harus dengan tahapan media layering media selecting dan media engineering agar publikasi kegiataan KSST dimedia tepat sasaran
25. Sosialisasi Peraturan Akuntansi dan Update Aplikasi Pelaporan tahun 2017 pada tanggal 21 Maret 2017 di KPPN Malang oleh Angga Indreswari, SE dengan hasil::
a. Evaluasi atas penyajian LKKL 2016 terdapat selisih antara transfer masuk dan transfer yang tidak dijelaskan secara memadai di LKPP 2016 un-audited sebesar Rp.1.8 T
b. Masih terdapat akun persediaan/asset belum diregister dan terdapat kesalahan penggunaan menu transaksi pada aplikasi SIMAK BMN maupun persediaan
c. Terdapat hibah yang belum disahkan
d. Terdapat akun penyesuaian nilai asset karena satker belum melakukan update aplikasi
e. Terdapat perbedaan saldo akun kas dibendahara pengeluaran dengan uang muka dari KPPN
f. Masih terdapat hardcopy LKKL yang berbeda dengan e-rekon
g. Untuk update aplikasi masih dalam tahap penyempurnaan, diharapkan segera diluncurkan
26. Koordinasi IB dan Pemantapan Program UPSUS SIWAB di Kabupaten Sumenep pada tanggal 22 Maret 2017 oleh drh. Anny Amaliya, Yusuf Mahdi, A.Md dan Jamil dengan hasil :
a. Belum ada pemetaan wilayah kerja petugas IB, PKB dan ATR. Sesuai pedum untuk daerah introduksi setiap 300 ekor akseptor/tahun minimal 3 inseminator 1 PKB dan 1 ATR oleh karena itu akan segera dibentuk SPIB. Untuk kecamatan yang akseptornya rendah akan digabung 2-3 kecamatan menjadi 1 SPIB.
b. Wilayah Sumenep kecuali pulau Sapudi, IB menggunakan straw Limousin dan akan dilaporkan ke isikhnas. Sesuai pedum yang wajib IB dengan semen beku madura hanya wilayah bibit (pulau Sapudi).
c. Untuk kebuntingan dengan kawin alam akan dimasukkan ke isikhnas untuk menambah realisasi.
d. Terdapat perubahan target akseptor IB menjadi 50.000 ekor dan kebuntingan 42.000 ekor..
e. Permasalahan isikhnas adalah sinyal terutama daerah kepulauan serta server yang sering lambat.
f. Menginginkan tambahan bibit HMT dari BBIB Singosari.
27. Pertemuan Koordinasi Persiapan Pelaksanaan UPSUS SIWAB Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Ruang Bekisar Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 29 Maret 2017 oleh drh. Sarastina, MP, Drh. Ahmad Budi P dan Agustina H, A.Md dengan hasil distribusi semen beku disepakati mulai tanggal 1 April 2017.
28. Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2017 di Royal Surakarta Heritage pada tanggal 29-30 Maret 2017 oleh Sailendra, SE
29. Forum Komunikasi Tahun 2017 BLU di Wilayah Provinsi Jawa Timur di Green SA Inn & Training Center UIN Sunan Ampel Surabaya pada tanggal 29 Maret 2017 oleh Drh. Enniek H, MP, Ir. Nurkhayati, MM. DR..Andi W.W, M.Si dan Jamil dengan hasil :
b. Satker BLU memiliki fleksibilitas penggunaan ambang batas didalam belanja sesuai dengan DIPA.
c. Remunerasi bukan merupakan tujuan utama BLU dan terdapat 2 kegiatan yang tetap harus mengikuti aturan yaitu SPPD dan penghasilan pegawai d. Belanja modal untuk sarana dan prasarana BLU agar dicoba diajukan untuk
peningkatan layanan BLU, kecuali bangunan pada tahun 2017.
30. Sosialisasi Impassing Jabatan Fungsional Bidang Pertanian di Hotel Grand Whiz Square Simatupang Jakarta pada tanggal 30 Maret 2017 oleh Diah Irfaningrum, S.Sos dengan hasil kebijakan penyesuaian/inpassing dalam jabatan fungsional tertentu berdasarkan Permenpan dan RB nomor 26 tahun 2016 berlaku mulai tanggal 7 Desember 2016 sampai dengan 31 Desember 2018. Inpasing diperuntukkan bagi PNS dengan kriteria :
a. Sudah melaksanakan tugas keseharian sesuai dengan jabatan yang akan didudukinya minimal 2 tahun secara kumulatif atau berturut-turut.
b. PNS yang telaih naik pangkat satu kali melalui jalur reguler/biasa sebagai fungsional umum namun dahulu diangkat sebagai CPNS dengan formasi jabatan fungsional tertentu.
c. Pejabat struktural yang memiliki kesesuaian pekerjaan dengan jabatan yang akan diduduki.
d. Pejabat fungsional yang dalam masa Bebas Sementara karena angka kredit yang belum mencukupi untuk kenaikan pangkat/jabatan namun belum diberhentikan dari jabatan fungsional.
Syarat mengikuti inpassing adalah memenuhi kualifikasi pendidikan dan syarat usia, sesuai dengan formasi kebutuhan serta lulus uji kompetensi. Kementerian Pertanian sebagai institusi pembina 11 (sebelas) jabatan fungsional rumpun ilmu hayat bidang pertanian telah menyusun tata cara penyesuaian/inpasing bagi 11 fungsional tersebut. Sementara tata cara inpasing jabatan fungsional lainnya diatur oleh Kementerian/badan pembina masing masing. Misalnya jabatan fungsional analis kepegawaian,auditor kepegawaian dan asesor kepegawaian oleh Badan Kepegawaian Negara.
Namun sampai saat ini,baru kementerian pertanian saja yang telah menyusun tata cara inpasing bagi jabatan fungsional di bidangnya.
31. Koordinasi Distribusi Kontainer di Ruang Rapat Dit.PPH Nak Ditjen PKH Gedung C Lantai 9 Kanpus Kementan pada tanggal 31 Maret 2017 oleh Drh. Enniek H, MP, Drh. Sarastina, MP dan Arif Mawardi
32. Produksi semen beku sampai dengan tanggal 27Maret 2017 sebanyak 494.841dosis dari target 2.725.000 dosis atau 18,2% dengan rincian:
No Uraian Target (dosis) Realisasi sekarang (27Maret
2017) dosis % Keterangan
1 APBN 350,000 351,079 100.3
2 BLU 2,375,000 143,762 6.1
Total 2,725,000 494,841 18.2
33. Realisasi 9 layanan BLU dengan rincian :
No Uraian Target
Realisasi sekarang (31 Maret 2017)
%
1 Distribusi semen beku (dosis)
BLU 2,100,000 535,001 25.5
Total 2,100,000 535,001 25.5
2 Bimbingan Teknis (Orang)
BLU 415 135
59.03
Non BLU 110
Prakerin/PKL/Magang 200 157 78.50
Total APBN DAN BLU 615 402 65.36
3 Layanan Masyarakat (orang)
BLU 6,500 1,392 21.4
Non BLU 1,500 463 30.9
Total APBN DAN BLU 8,000 1,855 23.2
4 Layanan penggunaan sarana dan prasarana
(orang)
BLU 425 207 48.7
Non BLU 10 0 0.0
Total APBN DAN BLU 435 207 47.6
BLU 750 330 44.0
Non BLU 35,000 8,429 24.1
Total APBN DAN BLU 35,750 8,759 24.5
6 Layanan Penelitian
S2/S3 (paket) 4 1 25.0
S1 (Non BLU) 20 9 45.0
Total APBN DAN BLU 24 10 41.6
7 Layanan Jasa Konsultasi (kegiatan)
BLU 15 19 126.7
Non BLU 25 3 12.0
Total APBN DAN BLU 40 22 55.0
8 Jasa Instruktur/narasumber/juri kontes (kegiatan)
BLU 40 23 57.5
Non BLU 15 5 33.3
Total APBN DAN BLU 55 28 58.9
REKOMENDASI
1. Perlu adanya upaya untuk peningkatan realisasi anggaran dari masing-masing bagian/bidang. Realisasi anggaran APBN sampai dengan bulan Maret 2017 sebesar Rp 7.116.907.963,- dari target sebesar Rp 27.679.686.000,- atau 25,71% dan anggaran Realisasi anggaran BLU sampai dengan bulan Maret 2017 sebesar Rp 450.075.810,- atau 3,33%. Total anggaran APBN dan BLU sebesar Rp 41.179.686.000,- sampai bulan Pebruari, realisasi sebesar Rp 7.566.983.763,- atau 18,38%
2. Perlu dilakukan percepatan realisasi produksi semen beku, dimana target sebesar 2.725.000 dosis dan baru terealisasi sebesar 518.180 dosis atau 19.00%
PENUTUP
1. Target PNBP sebesar Rp 13.500.000.000,- dan realisasi sampai dengan Maret 2017 sebesar Rp 3.395.164.274,- atau 25,15%.
2. Produksi semen beku APBN, target 350.000 dosis terealisasi sebesar 351.079 dosis atau 100,3%.
3. Distribusi semen beku BLU target 2.100.000 dosis, realisasi sebesar 534.101 dosis atau 25,40%.
4. Layanan Bimbingan Teknis Managemen IB target 315 orang terealisasi 240 orang atau 57,80%.
5. Layanan Masyarakat target 6.500 orang terealisasi 1.688 orang atau 26,00%.
6. Layanan Penggunaan Sarana dan Prasarana target 425 orang terealisasi 244 orang atau 57,40%.
7. Layanan Uji Mutu Semen target 750 sampel terealisasi 330 sampel atau 44,00%. 8. Layanan Penelitian S2/S3/Program Kampus target 4 paket terealisasi 1 paket atau
25,00%.
9. Layanan Jasa Konsultasi target 15 kegiatan terealisasi 19 kegiatan atau 126,70%. 10. Layanan Jasa Instruktur/Narasumber/Juri Kontes Ternak target 40 kegiatan
terealisasi 23 kegiatan atau 27,50%.
11. Pada bulan Januari 2017 tidak terjadi indikasi penyimpangan korupsi 12. Pada bulan Januari 2017 tidak terjadi indikasi kegiatan korupsi 13. Pada bulan Januati 2017 telah dilaporkan penerimaan gratifikasi
Demikian laporan kegiatan SPI selama bulan Maret 2017 semoga pelaksanan SPI kedepan bisa jauh lebih baik untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.