• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh : Satria Feridewa Sansakila A.Md

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh : Satria Feridewa Sansakila A.Md"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAJU EROSI TERHADAP PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN

KAWASAN HUTAN LINDUNG PADA AREA PERTANIAN

DESA SUMBER BRANTAS, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU

SKRIPSI

Diajukan sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Kehutanan

Oleh :

Satria Feridewa Sansakila A.Md

20122020312052

JURUSAN KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN - PETERNAKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

LAJU EROSI TERHADAP PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN

KAWASAN HUTAN LINDUNG PADA AREA PERTANIAN

DESA SUMBER BRANTAS, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Malang

untuk memenuhi salah satu persyaratan

dalam menyelesaikan program Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Kehutanan

Fakultas Pertanian – Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang

Oleh :

SATRIA FERIDEWA SANSAKILA A.Md

NIM. 201220320312052

JURUSAN KEHUTANAN

FAKULTAS PERTANIAN - PETERNAKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Laju Erosi terhadap Perubahan Tata Guna Lahan Kawasan Hutan Lindung pada Area Pertanian, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Nama : Satria Feridewa Sansakila A.Md

NIM : 201220320312052

Jurusan : Kehutanan

Skripsi ini telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 8 Mei 2015 Dewan Penguji,

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah memberikan rahmat dan hidayah – Nya. Sholawat serta salam tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi dengan judul “Laju Erosi terhadap Perubahan Tata Guna Lahan Kawasan Hutan Lindung pada Area Pertanian, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu” sebagai salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian - Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini dapat terselesaikan atas bantuan, motivasi, dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Dr. Ir. Damat, MP selaku Dekan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang yang telah membuat Fakultas Pertanian – Peternakan semakin terdepan dibidangnya.

2. Bapak Tatag Muttaqin, S.Hut, M.Sc selaku Ketua Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, dan selaku dosen pembimbing utama yang telah meluangkan waktunya dan membimbing dengan sabar sampai terselesaikannya penelitian ini.

3. Bapak Ir. Nandang Rahayu, MP selaku dosen pembimbing pendamping yang telah membimbing dan memberikan saran serta motivasinya kepada penulis sehingga dapat terselesaikan penelitian ini.

4. Bapak Ir. Joko Triwanto, MP sebagai penguji I dan Bapak Dr. Ir. Nugroho Triwaskitho, MP sebagai penguji II yang bersedia untuk menguji skripsi penulis dan memberikan saran serta masukan yang baik, sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan menjadi skripsi yang bermanfaat.

5. Ibu Sri Hartutik dan Bapak Asep Setiawan S.Hut tercinta yang tak kenal lelah untuk melimpahkan kasih sayangnya, memberikan dorongan dan do’anya, yang selalu memotivasi agar selalu jadi yang terbaik dan menjadi

(5)

anak yang baik, serta adik-adikku tercinta, Sastia Veradewi Saraswati dan Septia Aditya Pandusiwi yang sudah memberikan banyak semangat. 6. Semua teman – teman Kehutanan UMM, yang memotivasi dalam

menyelesaikan penelitian ini, dan semua pihak yang telah membantu mulai dari persiapan hingga terselesaikannya penulisan skripsi ini.

Skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun untuk lebih baik. Penulis juga berharap semoga hasil dari skripsi ini bermanfaat bagi seluruh pembaca khususnya mahasiswa Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang.

Demikian kata pengantar ini, mudah-mudahan semua ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis untuk jalan meretas kehidupan dan masa depan yang lebih baik dan penuh harapan atas ridho Allah SWT. Amin.

Malang, Mei 2015 Penyusun

(6)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...vii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

LAMPIRAN ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Permasalahan ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ...3

1.4 Manfaat Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Erosi Tanah ... 5

2.1.1 Faktor-faktor Terjadinya Erosi ... 6

2.1.2 Dampak Erosi Tanah ... 13

2.1.3 Erosi yang Diperbolehkan ... 14

2.2 Tata Guna Lahan ... 15

2.3 Hutan Lindung ... 16

2.4 Water Erosion Prediction Project (WEPP) ... 18

2.4.1 Komponen WEPP ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 21

3.1 Waktu dan Tempat ... 21

3.2 Alat dan Bahan ... 21

3.3 Metode Pengambilan Data ... 21

(7)

3.5 Kerangka Alur Penelitian ... 31

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 31

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 32

4.2 Penggunaan Lahan ... 33

4.2.1 Lahan Hutan ... 33

4.2.2 Lahan Pertanian ... 34

4.3 Penerapan Komponen Water Erosion Prediction Project (WEPP) ... 36

4.3.1 Iklim ... 36

4.3.2 Manajemen Tanaman ... 38

4.3.3 Kelerengan ... 39

4.3.4 Tanah ... 42

4.4 Hasil Laju Erosi Model WEPP Lahan Pertanian dan Lahan Hutan... 43

4.5 Strategi Penanggulangan Laju Erosi ... 48

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

5.1 Kesimpulan ... 53

5.2 Saran ... 54

DAFTAR PUSTAKA ... 55 LAMPIRAN

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1 Lokasi Penelitian ... 22

2 Tampilan Awal WEPP ... 24

3 Contoh Data Curah Hujan ... 24

4 Pemberian Nama Lokasi Baru ... 25

5 Penentuan Stasiun Hujan ... 25

6 Pembuatan Data Aktual ... 26

7 Pengelolaan Data Cuaca ... 26

8 Penentuan Parameter Iklim ... 27

9 Penentuan Manajemen Tanaman ... 27

10 Penentuan Kelerengan Lapangan ... 28

11 Penentuan Data Tanah ... 28

12 Alur Pemikiran ... 29

13 Diagram Penggunaan Lahan di Kecamatan Bumiaji ... 33

14 Grafik Curah Hujan Harian Tahun 2014 ... 35

15 Sistem Pengolahan Lahan Pertanian ... 37

16 Lahan Hutan Lindung desa Sumber Brantas ... 37

17 Grafik Kelerengan pada Contoh Lahan Pertanian ... 38

18 Grafik Kelerengan pada Contoh Lahan Hutan ... 39

19 Titik – titik Koordinat Lokasi Pengamatan pada Peta Nyata ... 39

20 Guludan Bersaluran ... 48

21 Pertanaman Lorong (alley cropping) ... 49

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1 Klasifikasi Kelas Bahaya Erosi ... 15

2 Klasifikasi Intensitas hujan menurut Arsyad (2012) ... 36

3 Hasil Laju Erosi Lahan Pertanian ... 41

4 Hasil Laju Erosi Lahan Hutan... 44

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007

Tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budi Daya. Jakarta.

Anonim. 1992. Undang – Undang Nomor 5 tahun 1990 RI Tentang Konservasi

Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sekertariat Negara. Jakarta.

Anonim. 1999. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 RI Tentang Kehutanan. Sekertariat Negara. Jakarta.

Anonim. 2012. WEPP Soils Tutorial. West Lavayette.

Arsyad, S. 2012. Konservasi Tanah dan Air. IPB press. Bogor.

Fournier, F. 1972. Soil Conservation. Nature and Environtment Series. Council of Europe.

Kartasapoetra, A. 2002. Klimatologi Pengaruh Iklim terhadap Tanah dan

Tanaman. Bumi Aksara, Jakarta.

Kartasapoetra, G., Kartasapoetra, A.G., Sutedjo, M.M. 2005. Teknologi

Konservasi Tanah dan Air. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Kironoto, B.A. 2003. Diktat Kuliah Hidraulika Transpor Sedimen. PPS-Teknik Sipil. Yogyakarta.

Kusumandari, A. 2011. Buku Ajar Konservasi Tanah dan Air. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Lawrence, S Hamilton., King, Peter N. 2002. Daerah Aliran Sungai Hutan

Tropika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Purwowidodo. 1999. Konservasi Tanah di Kawasan Hutan. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Rahim, S.E. 2012. Pengendalian Erosi Tanah. Bumi Aksara. Jakarta. Sanchez, P.A. 2005. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. ITB. Bandung.

(11)

Santosa W. 1985. Aliran Permukaan dan Erosi pada Tanah yang Tertutup oleh

Tanaman Teh dan Hutan Alam di Gambung, Bandung. Tesis Magister

Sains (Tidak Dipublikasikan). Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.

Senawi. 1999. Evaluasi Kesesuaian Lahan. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Simon, H. 1988. Pengantar Ilmu Kehutanan. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sjafi’i C.S. 1984. Penelitian Erosi dan Limpasan Permukaan di Sub DAS

Ngasinan wilayah DAS Brantas di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Soemarwoto, O. 1985. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Djambatan. Jakarta

Sukirno. 1995. Teknik Konsevasi Tanah. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Suripin, M. Eng. 2004. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi. Yogyakarta.

Utomo, W.H. 1994. Konservasi Tanah di Indonesia. Universitas Brawijaya. Malang.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai laju erosi lahan berdasarkan peta tata guna lahan tahun 2001, mengetahui bagaimana perbandingan hasil

bisa memperbesar bahaya erosi, alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan. pertanian bisa memperbsar run off sekaligus memperkecil

Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar laju erosi, bagaimana kondisi sebaran tingkat bahaya erosi (TBE) dan perubahan tata guna lahan yang

Kondisi lahan Dieng sudah jauh dari idealyaitu sebagai kawasan fungsi lindung dengan lapisan olah yang sangat tipis dan besarnya laju erosi = 463,86 ton/ha/th,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata guna lahan, kemirigan lereng, dan jenis tanah, besar laju erosi aktual dan sedimentasi, serta tingkat bahaya erosi di lahan Sub

Sejumlah hasil penelitian telah mengungkapkan berbagai dampak alih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian terhadap kualitas tanah (Juo et al., 1995). Erosi

Peta Kelas Penutupan Lahan Tahun 2000 pada Kawasan Lindung di luar Hutan Lindung Kabupaten Sumedang.. Peta Kelas Penutupan Lahan Tahun 2005 pada Kawasan Lindung di luar Hutan

Pendekatan modifikasi dari Perdirjen BPDASPS Nomor P.4/V-Set/2013 untuk kawasan hutan lindung meliputi penutupan lahan, lereng, manajemen, erosivitas hujan, erosi