• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alifilia khadafiani. Universitas Bangka Belitung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Alifilia khadafiani. Universitas Bangka Belitung"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL DAN ANGGARAN PENDAPATAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN RETURN

ON ASSET (ROA) PADA PT. RAKYAT POS PANGKALPINANG

Alifilia khadafiani

Universitas Bangka Belitung

ABSTRACT

Alifilia Khadafiani. 302 09 21 013. The Effects of Operational Cost and Budget Revenue on Financial Performance Based on Return On Asset (ROA) in PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

PT. Rakyat Pos Pangkalpinang is company moving in the field of newspaper publication in the Islands Province of Bangka Belitung. The purpose of this study is to analyze and determine the level of influence that operational cost and budget revenue have on financial perfomance based on Retrun on Asset (ROA) in PT. Rakyat Pos Pangkalpinang and to determine which of the independent variables has the most influence on the finances based on the Return on Asset (ROA) in PT. Rakyat Pos Pangkalpinang. This is a quantitative research with survey approach and a sampel of 5 years using purposive sampling technique. The independent variables in this study consist of operational cost and budget revcenute, while the dependent variables is financial performance based on Return on Asset (ROA). The analysis method is multiple linear regressions with t test and F test. The result shows that the independent variables namely operational cost and budget revenue have significant effect on financial performance based on Return on Asset (ROA). This is shown in the result of F test which is F count (35,717) > F table (19,0) while the significance is (0,000) < alpha at the rate of 5% or 0,05. Ha is accepted and Ho is accepted and Ho is rejected. The coefficient of determinant (R Square) is of 0,946 or 94,6%, thus the simultaneous effects of variable X on Variable Y is of 94,6%. Form the t test it is known that X1 t count 8,436 > t table 2,571, and X2 t count -3,653 < t table 2,571, thus it can be said that the three variables have significant effects on variable Y, both partially and simultaneously.

Keywords: Operational Cost, Budget Revenue, Financial Performance, and Return On Asset (ROA).

(2)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui bahwa perusahaan didirikan untuk mencapai tujuan tertentu, baik yang bersifat sosial maupun ekonomis. Pada umumnya perusahaan yang bersifat ekonomis bertujuan untuk mendapatkan laba yang diperoleh dari selisih antara total revenue dengan total biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Perusahaan dituntut untuk dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerjanya agar mampu tetap bersaing.

Perencanaan yang tepat adalah kunci keberhasilan para meneger. Perencanaan yang baik harus bisa dihubungkan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu sendiri. Rasio keuangan merupakan salah satu bentuk informasi akutansi yang penting dalam proses penilaian kinerja perusahaan, sehingga dengan rasio keuangan tersebut dapat mengungkapkan kondisi keuangan suatu perusahaan maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk suatu periode tertentu.

Biaya operasional merupakan unsur terpenting dalam menjalankan segala kegiatan operasional perusahaan. Biaya (expense) adalah kas sumber daya yang telah atau akan dikorbankan untuk mewujudkan tujuan tertentu. Pengertian biaya dijelaskan oleh Mulyadi (2003:4) uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan,dan sebagainya) sesuatu ; ongkos; belanja; pengeluaran. Sedangkan operasional berarti secara (bersifat) operasi; berhubungan dengan operasi, menurut Jopie Yusup (2006:33) biaya dan operasional berarti biaya-biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produk perusahaan tetapi berkaitan dengan aktivitas operasi perusahaan sehari-hari.

Informasi yang berhubungan dengan kondisi perusahaan yang umumnya ditunjukkan dalam laporan keuangan yang merupakan salah satu gambaran kinerja perusahaan. Dari laporan dapat diketahui beberapa informasi antara lain : rasio-rasio keuangan , arus kas, serta ukuran kinerja-kinerja lainnya. Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008:297) adalah “angka yang diperoleh dari hasil perbandingan daari suatu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan. PT. Rakyat Pos Pangkalpinang yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang infotainment berita yang juga memiliki target dalam proses operasionalnya, baik di pusat maupun cabang perusahaan. PT. Rakyat Pos Pangkalpinang harus dapat mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan semaksimal mungkin, misalnya sumber daya manusia, bahan baku modal, fasilitas dan waktu secara optimal. Berikut ini adalah data anggaran pendapatan dan anggaran biaya operasional serta realisasinya pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang:

Tabel I.1

Data Anggaran Pendapatan dan Realisasi Tahun 2008 – 2012 Uraian

Anggaran Pendapatan (dalam juta rupiah)

Realisasi Pendapatan (dalam juta rupiah)

Selisih (dalam juta rupiah) Presentase Pencapaian Anggaran (dalam juta rupiah)

2008 165.500 159.65 (5.35) 96.76

2009 210.000 164.72 (45.28) 78.43

2010 200.000 169.88 (30.12) 84.94

2011 250.957 170.79 (80.167) 68.06

2012 432.960 163.61 (269.35) 37.79

(3)

Berdasarkan fenomena yang diperoleh dari tabel 1.1 , terlihat bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara target pendapatan yang ditetapkan dan realisasi pada tahun 2011 dan 2012 jadi dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya terlihat jauh untuk mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan, yaitu ditahun 2011 target anggaran pendapatan sebesar Rp.250.957 juta sedangkan realisasi pendapatannya sebesar Rp.170.79 juta dan target anggaran pendapatan ditahun 2012 adalah Rp.432.96 juta sedangkan realisasi pendapatanya hanya Rp.263.61 juta. Kondisi disebabkan oleh banyaknya kegiatan promosi

group perusahaan pada akhir tahun 2011 sampai dengan awal tahun 2012, sehingga

pendapatan tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan dikarenakan banyak yang digunakan untuk kepentingan group perusahaan owner.

Berikut adalah target dan realisasi anggaran biaya operasional.

Tabel I.2

Data Anggaran Biaya Operasional dan Realisasi Tahun 2008 – 2012 Uraian Anggaran Biaya (dalam juta rupiah) Realisasi Biaya Operasional (dalam juta rupiah)

Selisih (dalam juta rupiah)

Presentase Pencapaian Anggaraan (dalam juta rupiah) 2008 110.300 104.785 (5.515) 95.00 2009 133.250 132.360 (0.89) 99.33 2010 147.250 109.900 (52.35) 74.63 2011 215.365 104.700 (39.335) 48.62 2012 337.650 258.440 (79.21) 76.54

Sumber :PT. Rakyat Pos, tahun 2013.

Dari tabel 1.2 tersebut, berkaitan dengan banyaknya kegiatan promosi group perusahaan sejak akhir tahun 2011 sampai dengan awal tahun 2012, berdampak pula terhadap biaya operasional di akhir tahun 2011. Sehingga pada akhir tahun 2011 realisasi biaya operasional lebih besar mencapai Rp. 104.700 juta, jauh melampaui anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.215.365 juta.

Data perhitungan profit antara anggaran pendapatan dan anggaran biaya operasional serta realisasinya pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang sebagai berikut:

Tabel I.3

Data Perhitungan Profit Tahun 2008 – 2012

Tahun Anggaran

Pendapatan (dalam juta rupiah)

Anggaran Biaya Operasional (dalam juta rupiah)

Profit Anggaran (dalam juta rupiah)

2008 165.500 110.300 54.700

2009 210.000 133.250 76.750

2010 200.000 147.250 52.749

2011 250.957 215.365 38.591

2012 432.960 337.650 95.309

Sumber :PT. Rakyat Pos, tahun 2013

Dari tabel 1.3 diatas, perhitungan profit antara anggaran pendapatan dan anggaran biaya operasional pada tahun 2008-2012 terlihat ditahun 2010 hasil dari profit tersebut mengalami penurunan sebesar Rp.38.591 juta dikarnakan perusahaan tersebut sudah mulai

(4)

banyaknya kegiatan promosi group perusahaan owner sendiri sehingga biaya operasional lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut adalah profit realisasi anggaran pendapatan dan anggaran biaya operasional.

Table 1.4

Data Perhitungan Profit Realisasi Tahun 2008 – 2012 Tahun

Realisasi Anggaran Pendapatan (dalam juta rupiah)

Realisasi Anggaran Biaya Operasional (dalam juta rupiah)

Profit Realisasi (dalam juta rupiah)

2008 159.65 104.785 54.865

2009 164.72 132.360 32.36

2010 169.88 109.900 9.98

2011 170.79 104.700 (83.91)

2012 163.61 258.440 (94.83)

Sumber :PT. Rakyat Pos, tahun 2013

Seperti yang kita lihat berdasarkan tabel 1.4 yang diperoleh hasil realisasi dari tahun 2011 dan 2012 mengalami kerugian yang sangat mencolok di kedua tahun terakhir dibandingkan tiga tahun sebelumnya dengan pencapaian hasil kerugian ditahun 2011 Rp.83.91 juta dan kerugian hasil ditahun 2012 sebesar Rp.94.83 juta. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya kegiatan promosi group perusahaan pada akhir tahun 2011 sampai dengan awal tahun 2012, sehingga banyak pendapatan operasional yang digunakan untuk kepentingan group perusahaan owner.

Sesuai dengan apa yang diuraikan diatas maka peneliti tertarik untuk mengkaji perihal perusahaan dengan mengangkat judul ini, sehingga pada penelitian tersebut peneliti ingin menganalisis “Pengaruh Anggaran Biaya Operasional Dan Anggaran Pendapatan

Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan, maka disusun rumusan masalah penelitian sebagai berikut :

1. Apakah anggaran biaya operasional berpengaruh terhadap kinerja keuangan berdasarkan

Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang?

2. Apakah anggaran pendapatan berpengaruh terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return

On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang?

3. Apakah anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan berpengaruh terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang?

Batasan Masalah

Peneliti membatasi masalah dalam penelitian ini bertujuan untuk mencegah pembahasan yang terlalu luas agar mendapatkan pencapaian manfaat yang lebih baik sehingga penelitian hanya membahas mengenai pengaruh anggaran biaya oprasional dan anggaran pendapatan terhadap kinerja keuangan berdasarkan metode Return On Asset (ROA) pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang dengan data keuangan yang diambil dari tahun 2008-2012.

(5)

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi diatas maka penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh anggaran biaya operasional terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh anggaran pendapatan terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang. 3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh anggaran biaya operasional dan anggaran

pendapatan terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

Manfaat Penelitian

Manfaat atau kegunaan dari hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan penelitian. Untuk itu kegunaan penelitian ini mencakup beberapa hal:

1. Manfaat Teoritis.

Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai penyusunan anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan terhadap pengendalian perusahaan. Juga menjadi sarana untuk menerapkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama masa studi di Universitas Bangka Belitung.

2. Manfaat Praktis.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam penyusunan anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan untuk menghasilkan profit perusahaan yang tinggi.

3. Manfaat Kebijakan.

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengambil judul yang sama sebagai bahan penelitian.

LANDASAN TEORI Pengertian Anggaran

Tujuan kebanyakan perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan (laba) yakni dengan memaksimalkan laba kotor dan meminimalkan biaya yang dikeluarkan. Agar dapat mencapai tujuan ini secara maksimal, dibutuhkan perencanaan yang matang. Salah satunya adalah dengan membuat anggaran. Anggaran merupakan suatu alat bagi manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap perusahaan. Anggaran menurut Simamora (2002:202) adalah sebagai berikut: “Anggaran (budget) adalah sebuah rencana kuantitatif aktivitas usaha sebuah organisasi; anggaran mengidentifikasi sumber daya dan komitmen yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan organisasi selama periode dianggarkan.”

Anggaran menurut Munandar (2007:1) adalah “Busniess Budget (anggaran perusahaan) atau budget (anggaran) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam satuan (unit moneter), dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.”

(6)

Biaya muncul karena adanya suatu kegiatan yang terjadi dalam kegiatan operasional perusahaan. banyak kegiatan yang terjadi dalam perusahaan sehingga banyak klasifikasi biaya. Penggolongan adalah proses pengelompokan secara sistematis atau keseluruhan elemen yang ada kedalam golongan tertentu yang lebih ringkas untuk mendapatkan informasi yang lebih berarti. Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat yang dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Prosedur Pengendalian Biaya

Pengendalian adalah suatu proses untuk menjamin tercapainya rencana yang telah ditetapkan. Suatu system pengendalian berusaha untuk memonitor pelaksanaan dalam mencapai tujuan spesifik yang telah ditentukan sebelumnya serta membuat koreksi–koreksi atau penyesuaian secara optimal.

Jenis Anggaran

Menurut (Nafarin 2009, h. 31), anggaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, sebagai berikut:

1. Segi dasar penyusunan 2. Segi cara penyusunan 3. Segi jangka waktu 4. Segi bidang

5. Kemampuan menyusun 6. Segi fungsi

7. Segi metode penentuan harga pokok produk

Anggaran Biaya Operasional

Operasional sering digunakan dalam suatu organisasi yang menghasilkan keluaran atau outlet baik yang berupa barang atau jasa. Operasi adalah kesatuan kegiatan dari keseluruhan fungsi yang ada diperusahan untuk melaksanakan rencana strategis untuk dapat terus bertahan dan beroperasi. Kegiatan produksi dan manufaktur adalah bagian dari fungsi operasi, Pada umumnya terdiri atas berbagai fungsi seperti pembelian, pengeloloaan material produksi, kontrol persediaan, kontol kualitas output dan pemeliharaan suatu usaha, kegiatan atau proses menstraformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Biaya operasional adalah biaya–biaya yang digunakan untuk memperoleh barang, menghasilkan barang atau melakukan pemasaran dan melakukan penjualan serta biaya–biaya untuk operasional perusahaan lain jika perusahaan tersebut adalah manufaktur.

Pengertian Anggaran Biaya Operasional

Anggaran biaya operasional adalah anggaran atau taksiran semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama kegiatan operasi perusahaan dalam jangka waktu satu tahun periode akuntansi. Penyusunan anggaran biaya operasional yang lazim terjadi pada suatu perusahaan adalah mencakup anggaran berikut:

Tujuan Biaya Operasional

Adapun maksud dari semua biaya-biaya ini dijalankan oleh pihak perusahaan karena biaya ini mempunyai hubungan langsung dari kegiatan utama perusahaan, tujuan dari biaya operasional adalah sebagai berikut :

(7)

1) Menkoordinasikan dan mengendalikan arus masuk (inputs) dan keluaran

(output), serta mengelola penggunakan sumber-sumber daya yang dimiliki agar kegiatan dan

fungsi operasional dapat lebih efektif.

2) Untuk mengambil keputusan, akutansi biaya menyediakan informasi biaya masa yang akan datang (future cost) karena pengambilan keputusan berhubungan dengan masa depan. Informasi biaya masa yang akan datang tersebut jelas tidak dapat diperoleh dari catatan karena, memang tidak dicatat melainkan diperoleh dari hasil peramalan. Proses pengambilan keputusan khusus ini sebagian besar merupakan tugas manajement perusahaan dengan manfaat informasi biaya tersebut.

3) Digunakan sebagai pegangan atau pedoman bagi seorang manajer didalam melakukan kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah direncanakan perusahaan.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan biaya operasional adalah untuk mengelola sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan aktivitas perusahaan dalam upaya mempertahankan dan menghasilkan pendapatan, karena pendapatan pada umumnya merupakan sumber pembiayaan utama kegiatan perusahaan.

Anggaran Pendapatan

Anggaran pendapatan (Operating Revenues Budgeting) menurut Munandar (2007:30) ialah “Anggaran yang merencanakan secara sistematis dan terperinci tentang penghasilan yang diperoleh perusahaan dari waktu ke waktu selama periode tertentu.”

Menurut Kasmir (2010:46), komponen pendapatan yang diperoleh perusahaan adalah sebagai berikut:

1) Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan

2) Pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari luar usaha pokok perusahaan.

Kinerja Keuangan

Pengertian kinerja menurut Indra Bastian (2006:274) adalah gambaran pencapaian pelaksanaan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi suatu organisasi. Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengatasi efisien dan efektifitas dari aktifitas. Perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu menurut Sucipto (2013) pengertian kinerja keuangan adalah penetuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba..

Tujuan Kinerja Keuangan

Tujuan Kinerja Keuangan pengukuran kinerja dapat digunakan untuk merangsang serta menegakkan perilaku yang semestinya diinginkan, melalui umpan balik hasil kinerja pada waktunya serta pemberian penghargaan, baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik. Melalui pengukuran kinerja, manajemen puncak dapat memperoleh dasar yang obyektif untuk memberikan kompensasi sesuai dengan prestasi yang disumbangkan masing-masing pusat pertanggung jawaban kepada perusahaan secara keseluruhan.

Bentuk-bentuk Rasio Keuangan

Untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan. Setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu.

(8)

Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah

aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Return on asset (ROA) adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan setelah biaya-biaya modal (biaya yang digunakan mendanai aktiva) dikeluarkan dari analisis.

Rumus untuk mencari pengembalian atas aset (ROA) dapat digunakan sebagai berikut:

atau dapat pula dihitung dengan menggunakan pendekatan Du Pont sebagai berikut:

Kerangka Pemikir

Kerangka Pemikir merupakan arah penelitian yang dilakukan oleh penulis dan digambarkan dalam skema berikut ini:

Gambar II.3 Kerangka

H1

H2

H3

Sumber : Modifikasi penelitian, 2013

Dari kerangka pemikir, dapat dijelaskan bahwa perusahaan menetapkan anggaran induk sebagai bahan perencanaan kerja perusahaan. Anggaran induk yang memiliki pengaruh besar terhadap kinerja perusahaan adalah anggaran laba rugi. Anggaran laba rugi ini dibedakan menjadi beberapa jenis, dua diantaranya adalah anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan.

Kedua anggaran tersebut disusun dalam bentuk perencanaan anggaran dan membandingkan dengan realisasi anggaran sesuai dengan kegiatan operasional perusahaan, apakah sesuai dengan perencanaan serta bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan. Kemudian memberikan feedback kepada perusahaan mengenai hasil penelitian tersebut.

Hipotesis

Berdasarkan latar belakang dan teori-teori yang berkaitan, penulis mengemukakan kesimpulan sementara sebagai berikut:

ROA =Laba setelah Bunga dan Pajak Total Aktiva

ROA = Margin laba bersih × Perputaran total aktiva

Anggaran Pendapatan Anggaran Biaya Operasional Kinerja Keuangan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

(9)

H1 : Anggaran biaya operasional berpengaruh terhadap kinerja keuangan berdasarkan

Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

H2 : Anggaran biaya pendapatan berpengaruh terhadap anggaran biaya operasional berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

H3 : Anggaran pendapatan dan anggaran biaya operasional berpengaruh terhadap kinerja keuangan berdasarkan Return On Asset (ROA) Pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian

Penelitian kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan variabel yang diteliti.

Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan di PT. Rakyat Pos Pangkalpinang yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman No. 14 Pangkalpinang pada bulan Maret 2013 sampai dengan selesai.

Populasi Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi

Populasi menurut Sugiyono (2010:80) didefinisikan sebagai “Wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya”. Populasi yang akan digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah laporan keuangan konsolidasi PT. Rakyat Pos Pangkalpinang periode Tahun 2008-2012 dan anggaran operasional perusahaan pada periode yang sama.

Sampel Dan Teknik pengambilan Sampel

Sampel menurut Bailey yang dikutip oleh Prasetyo (2010:119) adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti. Menurut Sugiono (2010:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah Return on Asset (ROA) perusahaan serta anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan pada priode 2008-2012.

Teknik penentuan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah teknik Purposive

Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan.

Dimana sampel penelitian adalah laporan keuangan dari tahun 2008-2012 pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

Jenis Dan Sumber Data

(10)

sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2012: 137). Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari laporan keuangan tahun 2008-2012 pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2012: 137). Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dengan cara mengambil dan mengolah data yang sudah ada, hasil penelitian terdahulu, yang berkaitan dengan judul penelitian ini.

Metode Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam pembahasan penelitian ini dikumpulkan melalui dua tahapan, yaitu:

a) Penelitian Kepustakaan (Library Research). Penulis juga mengumpulkan data yang diperlukan dengan cara membaca literatur-literatur, bahan referensi, bahan kuliah, dan hasil penelitian yang relevan dengan kasus yang akan dibahas.

b) Dokumentasi Perusahaan. Data ini diperoleh melalui situs resmi PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, sebab data yang dibutuhkan adalah laporan konsolidasi perusahaan.

Definisi Operasional Tabel III.1

Definisi Operasional dan Variabel Penelitian

Variabel Definisi Pengukuran Skala

ROA (Y)

Hasil pengembalian atas

sejumlah aktiva

berdasarkan laba setelah pajak dan bunga yang diperoleh perusahaan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

Laba setalah bunga dan pajak Total Aktiva X 100% Rasio Anggaran Biaya Operasional (X1)

Rencana rinci mengenai

besarnya biaya operasional yang dianggarkan dalam kegiatan operasional perusahaan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang Realisasi Angaran DianggarkanX 100% Rasio Anggaran Pendapatan (X2)tetap

Rencana yang dibuat oleh perusahaan mengenai besarnya pendapatan yang

dapat diperoleh perusahaan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang Realisasi AnGgaran DianggarkanX 100% Rasio

(11)

Analisis Data Regresi Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda didasarkan pada dua variabel independen dengan satu variabel dependen.

Y= a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan :

Y : Kinerja Keuangan A : Konstanta

b1-b2 : Koefisien regresi

X1 : Anggaran Biaya Operasional

X2 : Anggaran Pendapatan

e : Error

Uji t-test

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.

Uji F

Uji F digunakan untuk menentukan apakah secara serentak variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen dengan baik atau apakah variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen secara bersama-sama.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi R2 digunakan untuk mengetahui berapa persen variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen. Nilai R² ini terletak antara 0 dan 1. Bila nilai R² mendekati 0, berarti sedikit sekali variasi variabel dependen yang diterangkan oleh variabel independen. Jika nilai R² bergerak mendekati 1 berarti semakin besar variasi variabel dependen yang dapat diterangkan oleh variabel independen. Jika ternyata dalam perhitungan nilai R² sama dengan 0 maka ini menunjukan bahwa variabel dependen tidak bisa dijelaskan oleh variabel independen.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Hasil penelitian dan pembahasan merupakan penggambaran tentang hasil yang diperoleh dalam penelitian yang terdiri atas variabel-variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini juga termasuk data atau keterangan yang terkait dengan laporan keuangan serta hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis.

Data yang diperoleh merupakan data kondisi PT. Rakyat Pos Pangkalpinang yang dipublikasikan dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2012. Data ini diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang dalam bentuk, laporan laba rugi, posisi keuangan dan data-data lainnya yang mendukung dalam penelitian ini.

Sesuai dengan permasalahan dan perumusan model yang telah dikemukakan, serta kepentingan pengujian hipotesis, maka teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis statistik. Analisis statistik merupakan analisis yang mengacu pada perhitungan data penelitian yang berupa angka-angka yang dianalisis dengan bantuan komputer melalui program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 20,0.

(12)

Hasil Analisis Deskriptif Variabel

Analisis Deskriptif Variabel Anggaran Biaya Operasional

Rasio Return Asset (ROA) perusahaan salah satunya dapat diukur dengan melihat

anggaran biaya operasional. Anggaran biaya operasional adalah anggran atau taksiran semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan selama kegiatan operasional perusahaan dalam jangka waktu setahun periode akuntansi.Berikut dipaparkan hasil analisis anggaran biaya operasional pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012.

a. Anggaran Biaya Operasional yang Dianggarkan

Tabel IV.1

Anggaran Biaya yang Dianggarkan (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Dianggarkan 1 2008 110.300 2 2009 133.250 3 2010 147.250 4 2011 215.365 5 2012 337.650

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.1 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan terhadap angaran biaya operasional yang dianggarkan. Dimana pada tahun 2008 anggaran biaya operasional yang dianggarkan mencapai angka 110.300, pada tahun 2009 anggaran biaya operasional yang dianggarkan mencapai angka 133.250, pada tahun 2010 anggaran biaya operasional yang dianggarkan mencapai angka 147.250, pada tahun 2011 anggaran biaya operasional yang dianggarkan mencapai angka 215.365 dan pada tahun 2012 anggaran biaya operasional yang dianggarkan tercatat sebesar 337.650.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa anggaran biaya operasional yang dianggarkan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012 mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan perusahaan banyak melakukan kegiatan promosi group.

b. Realisasi Biaya Operasional

Tabel IV.2

BiayaOperasional Terealisasi (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Terealisasi 1 2008 104.785 2 2009 132.360 3 2010 109.900 4 2011 104.700 5 2012 258.440

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.2 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan terhadap realisasi angaran biaya operasional. Dimana pada tahun 2008 anggaran biaya operasional

(13)

yang terealisasi sebesar 104.785, pada tahun 2009 anggaran biaya operasional yang terealisasi sebesar 132.360, pada tahun 2010 anggaran biaya operasional yang terealisasi sebesar 109.900, pada tahun 2011 anggaran biaya operasional yang terealisasi sebesar 104.700dan pada tahun 2012 anggaran biaya operasional yang terealisasi sebesar 258.400.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa anggaran operasional PT. Rakyat Pos Pangkalpinang yang terealisasi sebesar paling tinggi pada tahun 2012 dan sedangkan pada tahun 2011 anggaran biaya operasional yang terealisasi paling rendah yaitu sebesar 104.700. c. Hasil Analisis Anggaran Biaya Operasional

Setelah menganalisis hasil yang anggaran biaya dan realisasi anggaran biaya, maka peneliti dapat menghitung anggaran biaya operasional PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012. Perhitungan ini menggunakan data PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 sampai dengan 2012 dengan tiap tahunnya. Dengan rumus anggaran biaya operasional sebagai berikut:

Anggaran Biaya Operasional = Realisasi Anggaran

Yang Dianggarkan x 100%

Tabel IV.3

Angaran Biaya Operasional (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

Tahun Terealisasi Dianggarkan Persentase

Pencapaian 2008 104.785 110.300 95.00 2009 132.360 133.250 99.33 2010 109.900 147.250 74.63 2011 104.700 215.365 48.62 2012 258.440 337.650 76.54

Sumber: Data Diolah, 2014

Pada Tabel IV.3 setelah melakukan perhitungan terhadap anggaran biaya operasional bahwa persentase pencapaian anggaran biaya operasional setiap tahunnya terjadi kenaikan dan penurunan. Dimana pada tahun 2008 pencapaian anggaran biaya operasional sebesar 95,00%, pada tahun 2009 pencapaian anggaran biaya operasional sebesar 99,33%, pada tahun 2010 pencapaian anggaran biaya operasional sebesar 74,63%, pada tahun 2011 pencapaian anggaran biaya operasional sebesar 48,62% dan pada tahun 2012 pencapaian anggaran biaya operasional sebesar 76,54%.

Berdasarkan pertahun yang didapatkan hasil bahwa tiap tahunnya anggaran biaya operasional menunjukkan hasil kenaikan dan penurunan.Artinya anggaran biaya operasional yang didapatkan pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang menunjukkan hasil yang kurang baik selama 3 tahun terakhir. Faktor yang mendorong terjadinya anggaran biaya operasional di karena tingginya pembiayaan operasional yang dilakukan perusahaan, sehingga proses pembiayaan dan distribusi terus berlangsung, produk pembiayaan terkadang kurang terjual dipasaran.

Analisis Deskriptif Variabel Anggaran Pendapatan

Rasio Return Asset (ROA) perusahaan salah satunya dapat diukur dengan melihat

anggaran pendapatan. Anggaran pendapatan adalah anggaran yang merencanakan secara sistematis dan terperinci tentang penghasilan yang diperoleh perusahaan dari waktu ke waktu

(14)

selama periode ttertentu.Berikut dipaparkan hasil analisis anggaran pendapatan pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012.

a. Anggaran Pendapatan yang Dianggarkan.

Tabel IV.4

Anggaran Pendapatan yang Dianggarkan (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Dianggarkan 1 2008 165.500 2 2009 210.000 3 2010 200.000 4 2011 250.957 5 2012 432.960

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.4 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan terhadap angaran pendapatan yang dianggarakan. Dimana pada tahun 2008 anggaran pendapatan yang dianggarkan mencapai angka 165.000, pada tahun 2009 anggaran pendapatan yang dianggarkan mencapai angka 210.000, pada tahun 2010 anggaran pendapatan yang dianggarkan mencapai angka 200.000, pada tahun 2011 anggaran 210.000 mencapai angka 250.957 dan pada tahun 2012 anggaran biaya operasional tercatat sebesar 432.960.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa anggaran pendapatan yang dianggarkan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012 mengalami kenaikan dan pada tahun 200 mengalami penurunan. Hal ini berarti pendapatan atau penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan. Anggaran pendapatan yang dianggarkan bertujuan memprediksi transaski dan kejadian finasial serta nonfinansial dimasa yang akan mendatang.

b. Anggaran Pendapatan Terealisasi

Tabel IV.5

Anggaran Pendapatan Terealisasi (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Terealisasi 1 2008 159.650 2 2009 164.720 3 2010 169.880 4 2011 170.790 5 2012 163.610

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.5 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan terhadap realisasi angaran pendapatan . Dimana pada tahun 2008 anggaran pendapatan yang terealisasi sebesar 159.650, pada tahun 2009 anggaran pendapatan yang terealisasi sebesar 164.720, pada tahun 2010 anggaran pendapatan yang terealisasi sebesar 168.880, pada tahun 2011 anggaran biaya operasional yang terealisasi sebesar 170.790 dan pada tahun 2012 anggaran pendapatan yang terealisasi sebesar 163.610.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa anggaran pendapatan yang terealisasi pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang pada tahun 2011 sebesar 170.790 dan sedangkan pada tahun 2012 anggaran pendapatan yang terealisasi paling rendah yaitu sebesar 163.610.kondisi

(15)

disebabkan oleh banyak kegiatan promosi perusahaan pada akhir tahun 2011. Sehingga pendapatan operasional yang digunakan untuk kepetingan perusahaan.

c. Hasil Analisis Anggaran Pendapatan

Setelah menganalisis hasil yang anggaran pendapatan di anggarkan dan realisasi anggaran biaya, maka peneliti dapat menghitung anggaran pendapatan PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012. Perhitungan ini menggunakan data PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 sampai dengan 2012 dengan tiap tahunnya. Dengan rumus anggaran pendapatan sebagai berikut:

Anggaran Pendapatan = Realisasi Anggaran

Yang Dianggarkan x 100%

Tabel IV.6

Angaran Pendapatan (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

Tahun Terealisasi Dianggarkan Persentase

Pencapaian 2008 165.500 159.650 96.76 2009 210.000 164.720 78.43 2010 200.000 169.880 84.94 2011 250.957 170.790 68.06 2012 432.960 163.610 37.79

Sumber: Data Diolah, 2014

Pada Tabel IV.6setelah melakukan perhitungan terhadap anggaran pendapatan bahwa persentase pencapaian setiap tahunnya terjadi kenaikan dan penurunan. Dimana pada tahun 2008 pencapaian anggaran pendapatansebesar 96,76%, pada tahun 2009 pencapaian anggaran pendapatan sebesar 78,43%, pada tahun 2010 pencapaian anggaran pendapatan sebesar 84,94%, pada tahun 2011 pencapaian anggaran pendapatan sebesar 68,06% dan pada tahun 2012 pencapaian anggaran pendapatan sebesar 37,79%.

Berdasarkan data pertahun yang didapatkan hasil bahwa tiap tahunnya anggaran pendapatan menunjukkan hasil kenaikan dan penurunan.Artinya anggaran pendapatan pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang menunjukkan hasil yang kurang baik selama 2tahun terakhir.

Analisis Deskriptif Variabel ROA (Return On Asset)

ROA merupakan salah satu tolak ukur tingkat keberhasilan suatu perusahaan, karena menunjukkan kinerja dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (laba bersih). Pada pembahasan kali ini profitabilitas akan diukur dengan menghitung ROA (Return On Asset) yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dari seluruh kekayaan yang dimiliki PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 hingga 2012.

(16)

a. Laba Bersih

Tabel IV.7

Labah Bersih (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Laba Bersih

1 2008 54.700

2 2009 76.750

3 2010 52.749

4 2011 35.591

5 2012 95.309

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.7 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan dan penurunan pada labah bersih. Dimana pada tahun 2008 laba bersih mencapai angka 54.700, pada tahun 2009 laba bersih mencapai angka 76.750, pada tahun 2010 laba bersih mencapai angka 52.749, pada tahun 2011 laba bersih mencapai angka 35.591 dan pada tahun 2012 laba bersih tercatat sebesar 95.309.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa PT. Rakyat Pos Pangkalpinang mengalami penurun laba bersih pada tahun 2010 dan 2011.Hal ini disebabkan banyak kegiatan promosi dilakukan perusahaan yang tidak optimal dengan kondisi perusahaan saat itu.

b. Total Aktiva

Tabel IV.8

Total Aktiva (dalam jutaan rupiah) PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

No Tahun Total Aktiva

1 2008 479.360

2 2009 621.108

3 2010 737.500

4 2011 773.175

5 2012 818.100

Sumber: PT. Rakyat Pos Pangkalpinang, 2014

Pada Tabel IV.8 dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terjadi kenaikan pada aktiva total. Dimana pada tahun 2008 total aktiva mencapai angka 479.360, pada tahun 2009 total aktiva mencapai angka 621.108, pada tahun 2010 total aktiva mencapai angka 737.500, pada tahun 2011 total aktiva mencapai angka 773.175 dan pada tahun 2012 total aktiva tercatat sebesar 818.100.

Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa PT. Rakyat Pos Pangkalpinang menagalami kenaikan pada total aktiva setiap tahunnya. Total aktiva paling tinggi pada tahun 2012 sebesar 818.100 sedangkan total aktiva terendah pada tahun 2008 sebesar 479.360.

c. Hasil ROA (Return On Asset)

Setelah menganalisis total aktiva dan laba bersih maka peneliti dapat menghitung perputaran modal kerja PT. Rakyat Pos Pangkalpinang tahun 2008 sampai dengan 2012 dengan menggunakan pengukuran Return On Asset(ROA).Return On Asset (ROA) yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dari seluruh kekayaan yang

(17)

dimiliki PT. Rakyat Pos Pangkalpinangtahun 2008 sampai dengan 2012. Rumus menghitung

Return On Asset yaitu:

ROA = Laba Bersih

Total Aktiva x 100%

Tabel IV.9

Return On Asset(ROA) (dalam jutaan rupiah)

PT. Rakyat Pos Pangkalpinang

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROA

2008 54.700 479.360 11.411

2009 76.750 621.108 12.357

2010 52.749 737.500 7.152

2011 35.591 773.175 4.603

2012 95.309 818.100 11.650

Sumber: Data Diolah, 2014

Pada Tabel IV.8 dapat dilihat bahwa hasil perhitungan Return On Asset(ROA) pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinang selama 5 tahun terakhir menunjukkan peningkatan dan penurunan selama tahun 2008 sampai dengan 2012. Tahun 2008 perusahaan mampu menghasilkan profit sebesar 11,411 % dari labah bersih dan total aktiva, tahun 2009 meningkat menjadi 12,357%, pada tahun 2010 mengalami penurun sebesar 7.152%, pada tahun 2011 mengalami penurun sebesar 4.603% dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 11.650%.

Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset

(ROA) pada PT. Rakyat Pos Pangkalpinangtahun 2008 sampai dengan 2012 pada umumnya

telah menunjukkan kurangnya optimal pada kinerja keuangan. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya kegiata-kegiatan promosi yang kurang optimal untuk kemajuan perusahan.Sehingga biaya pengeluaran lebih besar dari pada penghasil perusahaan.

Hasil Analisis Data

Hasil Regresi Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk pembuktian hipotesis penelitian. Analisis ini akan menggunakan input berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan. Hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 20.0 selengkapnya ada pada lampiran dan selanjutnya diringkas sebagai berikut:

Tabel IV.10

Hasil Analisis Regresi Berganda

Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (constant) .429 1.765

Anggaran Baiaya Operasional .179 .021 1.062

Angaran Pendapatan -.070 .019 -.460

Sumber: Data Primer Diolah, 2014

(18)

regresi sebagai berikut:

Y=0,429 +0,179X1 - 0,070X2

Hasil analisis regresi berganda yang masih berbentuk angka dapat dijelaskan dalam bahasa yang akan mudah di pahami sebagai mana berikut ini:

a. Konstanta 0,429

Berarti bahwa Return On Asset (ROA) yang terdiri dari variabel anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan mempunyai hubungan positif dengan peningkatan Return On Asset (ROA). Nilai konstanta Return On Asset (ROA) sebesar 0,429 menunjukkan bahwa semakin meningkatnya kinerja keuangan baik itu dari anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan yang diberikan akan berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA) yang dirasakan.

b. b1 = 0,179

Berarti variabel anggaran biaya operasional memiliki hubungan dengan Return On

Asset (ROA) sebesar0,179atau berpengaruh secara positif yang artinya jika anggaran biaya

operasional meningkat sebesar 1%, maka Return On Asset (ROA) akan meningkat. Sebaliknya jika anggaran biaya operasional menurun sebesar 1%, maka Return On Asset (ROA) akan menurun.

c. b1 = -0,070

Berarti variabel anggaran pendapatan tidak memiliki hubungan dengan Return On

Asset (ROA) sebesar -0,070 atau berpengaruh secara negatif yang artinya jika anggaran

pendapatan meningkat sebesar 1%, maka Return On Asset (ROA) akan meningkat. Sebaliknya jika anggaran pendapatan menurun sebesar 1%, maka Return On Asset (ROA) akan menurun.

Hasil Uji t

Pada dasarnya uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial dalam menerangkan variasi variabel dependen.Dasar pengambilan prestasi kerja adalah dengan menggunakan angka profabilitas signifikansi. Hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS selengkapnya ada pada lampiran dan selanjutnya diringkas sebagai berikut:

Tabel IV.11

Hasil Analisis Uji t

Model t Sig.

1 (constant) .243 .831

Anggaran Baiaya Operasional 8.436 .014

Angaran Pendapatan -3.653 .067

Sumber: Data Primer Diolah, 2014

Hasil Coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan t table yaitu n = jumlah sempel 5 dengan α = 0,05 m a k a didapat table sebesar 2,571. Jadi hasil dari tiap-tiap variabel dapat diketahui variabel manakah yang berpengaruh terhadap prestasi kerja sebagaiberikut:

H1 : Uji hipotesis anggaran biaya operasional terhadap Return On Asset (ROA)

Dari hasil perhitungan yang diperoleh t hitung untuk X1 sebesar 8,436 lebih besar dari

t tabel sebesar 2,571 dan dengan signifikansi sebesar 0,014 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Berarti H1 diterima dan Ho ditolak, maka ini menunjukkan variabel

(19)

anggaran biaya operasional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return

On Asset (ROA).

H2 : Uji hipotesis anggaran pendapatan terhadap Return On Asset (ROA)

Dari hasil perhitungan yang diperoleh t hitung untuk X2 sebesar -3,653 lebih kecil dari

t tabel sebesar 2,571 dan dengan signifikansi sebesar 0,067 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Berarti H2 ditolak dan Ho diterima, maka ini menunjukkan variable anggaran pendapatan tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Return

On Asset (ROA).

Hasil Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui semua variabel-variabel learning organization dan budaya organisasi berpengaruh secara bersama terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel IV. 12 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 44.659 2 22.329 35.717 .027a Residual 1.250 2 .625 Total 45.909 4

Sumber: Data Primer Diolah, 2014

Berdasarkan data dari Tabel IV.12 hasil perhitungan uji F, dapat dilihat bahwa F hitung35,717 dan F tabel dengan df1 = derajat pembilangan 2 dan df2 = derajat penyebut 2 dengan taraf 5% maka didapat F tabel 19,0, berarti F hitung> F tabel. Dan nilai p = 0,000 < 0,027, maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti variabel independen secara bersamaan atau simultan mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa variabel anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

Hasil Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi(R2) ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase hubungan variable independen terhadap variabel dependen.Besarnya persentase pengaruh semua variabel independen terhadap nilai variabel dependent dapat diketahui daribesarnya koefisien determinasi (R2) persamaan regresi. Angka koefisien determinasi dilihat dari hasil perhitungan SPSS 17.0 dapat dilihat pada Tabel IV.38 sebagai berikut:

Tabel IV.38

Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

(20)

R R Square Adjusted R Square Std. Error of the estimate 1 .986 a .973 .946 .790678

Sumber: Data Primer Diolah, 2014

Dilihat dari Tabel IV.38 koefisien determinasi (R2) menunjukkan angka AdjustedR

Squaresebesar 0,946 atau 94,6% yang berarti variasi variabel Return On Asset (ROA) dapat

dijelaskan oleh variabel anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan. Dan sisanya 0,054 atau 5,4% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang diluar penelitian seperti: perputaran modal kerja, pertumbuhan asset dan struktur modal.

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan data yang telah ditemukan dalam penelitian di lapangan dan setelah diolah tentang pengaruh anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan terhadap

Return On Asset (ROA) adalah sebagai berikut:

1. Variabel anggaran biaya operasional mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset (ROA)dimana t hitung 8.436 > t tabel 2,571.

2. Variabel anggaran pendapatan tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset (ROA) dimana t hitung -3,653 < t tabel 2,571.

3. Variabel anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset (ROA) dimana F hitung 35,717 >F tabel 19,0.

Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dari bab sebelumnya, peneliti memberikan sumbangan saran dalam hasil penelitian ini yaitu:

1. Bagi penelitian mendatang hendaknya instrumen penelitian lebih diperdalam dan dikembangkan lagi sehingga kemampuan mengukurnya lebih baik. Hal ini dikarena hasil peneliti hanya berpengaruh sebesar 0,946 atau 94,6% yang berarti variasi kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset (ROA) dapat dijelaskan oleh variabel anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan.Sisanya 0,054 atau 5,4% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang diluar penelitian. Pada dasarnya masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja keuangan berdasarkan dalam Return On Asset (ROA)seperti: perputaran modal kerja, pertumbuhan asset dan struktur modal.

2. Pada perusahaan hendaknya dalam menerapkan anggaran biaya operasional dan anggaran pendapatan di optimalkan lagi sebaik-baik mungkin.Hal ini akan berakibat pada penurun profit perusahaan di masa akan datang jika anggaran biaya operasional terlalu besar dari pada pendapatan, sebaik perusahaan meningkat pendapatan dengan berani untuk menginvestasikan modalnya sehingga mampu meningkatkan keuangan perusahaan.

(21)

Gambar

Gambar II.3  Kerangka

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penelitian ini, dapat dilihat dengan indikator sebagai berikut. 1) Meningkatnya hasil belajar IPA pada siswa kelas 5 SD Negeri

Media transmisi yang digunakan dalam Wireless Local Area Network (WLAN) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Selatan. 1) Frekuensi Radio

Tapteng terdakwa melihat 1 (satu) unit sepeda motor jupiter warna merah sedang terparkir di depan rumah tersebut, sehingga timbul niat terdakwa untuk mengambil

Hukum di Indonesia selalu mengacu pada Hukum dasar UUD 1945, maka UUD 1945 dilihat dari tujuannya sebagai ..... Jelaskan jawaban dari pertanyaan di bawah ini

komunikasi Pedagang Kaki Lima perantau etnik Minangkabau dan penduduk asli dengan pemahaman, daya tarik dan dorongan membeli di pasar tradisional Jatibarang.. Bagaimana

Simpanan anggota pada KSP di Kecamatan Tembilahan akan disalurkan kembali kepada anggotanya dalam bentuk kredit, dengan tujuan membantu permodalan anggota baik modal untuk

masalah, menyeleksi teknik, memonitor proses solusi, insight, dan pembentukan konsep (Nindiasari, Kusumah, Sumarmo &amp; Sabandar, 2014:81). Memperhatikan karakteritik

Sedangkan pada perlakuan mikroba penambat nitrogen memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tanaman kakao pada parameter pertambahan jumlah daun, asumsi