• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISSN X PROSEDING KONFERENSI NASIONAL ENGINEERING PERHOTELAN IX. Proseding KKonferensi Nasionnal Engineering PePerhoelan IX

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISSN X PROSEDING KONFERENSI NASIONAL ENGINEERING PERHOTELAN IX. Proseding KKonferensi Nasionnal Engineering PePerhoelan IX"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Pros

e

ding

KKonferensi

Nasionnal

Engineering

PePerhoelan

IX

- 201

8

ISSN 2338 – 414X

Nomor 1/Volume 5/Juli 2018

KONFERENSI NASIONAL

ENGINEERING PERHOTELAN IX

Teknologi Hijau Pendukung Industri Pariwisata

Berkelanjutan"

Program Studi Teknik Mesin

Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362

Telp./Fax. : +62 361 703321

https://mesin.unud.ac.id

ISSN 2338 - 414X

Progrm Studi Teknik Mesin

Fakultas Teknik Universitas

Udayana

PROSEDING

(2)

i

ISSN : 2338-414X

Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX

– 2018

07 Juli 2018

Ketua Editor : Dr. Ir. I Wayan Bandem Adnyana, M.Erg

Editor Pelaksana : I Ketut Adi Atmika, S.T., M.T. Dr. Wayan Nata Septiadi, ST, MT Ir. Made Suarda,M. Eng

Penyunting Ahli : Prof. Ir. NPG Suardana,MT.PhD (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Wayan Surata M.Erg. (Universitas Udayana) Prof. Dr. Tjok Gde Tirta Nindhia,ST,MT (Universitas Udayana)

Prof. I Nyoman Suprapta Winaya,ST,MASc.Ph.D (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara,M.Eng (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma (Universitas Udayana)

Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng (Universitas Indonesia) Prof. Dr. –Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra (Universitas Indonesia)

Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng., Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November) Prof. Ir. I. Nyoman Sutantra, MSc., PhD (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Prof. Dr.-Ing. Ir. Mulyadi Bur (Universitas Andalas)

Prof. M. Noer Ilman,S.T., M.Sc, Ph.D (Universitas Gajah Mada) Dr. Jamari,S.T, M.T. (Universitas Diponogoro)

Dr. Ir. I Wayan Suweca DEA (Institut Teknologi Bandung) Dr. Mulya Juarsa, S.Si., M.Esc (PTRKN-BATAN)

Hak Cipta @ 2018 oleh KNEP IX

– 2018 Program Studi

Teknik Mesin

– Universitas Udayana. Dilarang

mereproduksi dan mendistribusi bagian dari publikasi ini

dalam bentuk maupun media apapun tanpa seijin

Program Studi Teknik Mesin

– Universitas Udayana.

Dipublikasikan dan didistribusikan oleh Program Studi Teknik Mesin

Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362, Indonesia.

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya

acara Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX (KNEP-IX) bisa terselenggara pada

tanggal 07-08 Juli 2018, di Gedung Pasca Sarjana, Kampus Sudirman Denpasar.

KNEP-IX diselenggarakan sebagai suatu forum untuk membicarakan, mendiskusikan serta

mempresentasikan inovasi-inovasi, hasil riset yang dilakukan oleh berbagai kalangan baik

peneliti, mahasiswa maupun praktisi guna menunjang perkembangan industri pariwisata. Adapun

seminar atau konferensi ini juga terkait dengan perayaan kegiatan BKFT ke 53 dan Dies Natalis

Universitas Udayana ke-56. KNEP-IX mengambil suatu tema: “Teknologi Hijau Pendukung

Industri Pariwisata Berkelanjutan” yang dikelompokkan dalam Tiga topik yakni:

1. Teknik Industri dan Lain-Lain

2. Material dan Manufaktur

3. Konversi Energi

Adapun makalah yang dipresentasikan dalam konferensi ini merupakan makalah yang lolos

pada seleksi abstrak dan diterima sebagai makalah yang dipresentasikan secara oral. Adapun

jumlah makalah berjumlah 77 makalah dengan 14 makalah dari bidang Teknik Industri dan

Lain-Lain (TI), 35 makalah dari bidang Material dan Manufaktur (M) dan 28 makalah dari bidang

Konversi Energi (KE)

Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber (Keynote speaker), para pemakalah,

peneliti, sciencetific committee serta praktisi yang telah berpartisipasi pada Konferensi Nasional

Engineering Perhotelan IX ini sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Tidak lupa

juga kami ucapkan terima kasih kepada staf pimpinan di lingkungan Universitas Udayana baik

Rektor, Dekan serta Ketua Jurusan yang juga telah membantu terselenggaranya kegiatan ini

dengan sukses.

Bukit Jimbaran, Bali 07 Juli 2018

Ketua Panitia KNEP IX

(4)

vii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

NARASUMBER

iii

Implementasi Sistem Kontrol Fuzzy pada Robot Lengan Exoskeleton

1

- Wayan Reza Yuda Ade Prasetya, I Wayan Widhiada

Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Ari Kelapa

6

- D N K Putra Negara, AAIA Sri Komaladewi, I P Hari Wangsa, A Sentana, R Akbar

Kajian Karakteristik Traksi Dan Kinerja Transmisi Standar Pada Kendaraan Roda

Tiga

11

- I Made Dwinda Suhartawan, I Ketut Adi Atmika, I Made Widiyarta

Analisis Kinerja Traksi Kendaraan Roda Tiga Dengan Modifikasi Progresi Geometri

Bebas

18

- Dewa Gede Eka Putra, I Ketut Adi Atmika, I Made Widiyarta

Analisis Karakteristik Traksi Dan Kinerja Transmisi Modifikasi Terbatas Pada

Kendaraan Roda Tiga

26

(5)

xviii

Analisis Temperatur Pada Sistem Penerangan Jalan Tol dengan Pemanfaatan

284

Panas Aspal Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik

- Wayan Nata Septiadi , Arliyandi, I G. A. Pristha Arvikadewi dan Achmad Amirudin

Pengaruh Putaran Spindle dan Gerak Makan Terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST

42 dengan Proses Boring

289

- I Gede Gunawan, I Gusti Komang Dwijana, I Made Astika

Rancang Bangun Mesin Sangrai Multi Fungsi untuk industri kecil

293

(6)

Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX - 2018 (284-288) ISSN 2338-414X

Analisis Temperatur dan Daya Keluaran pada Sistem Penerangan Jalan Tol

Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik

Wayan Nata Septiadi

1)

, Arliyandi

1)

, I G. A. Pristha Arvikadewi

2)

, Achmad Amirudin

2) 1)

Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

2)

Teknik Elektro Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

Abstrak

Aspal merupakan material pengkerasan jalan yang memiliki nilai absorptivitas dan emisivitas tinggi, sehingga memiliki kemampuan menyerap panas yang tinggi namun belum termanfaatkan. Rupanya potensi tersebut dapat dimanfaatkan contohnya sebagai penghasil listrik untuk penerangan jalan tol berbasis teknologi heat pipe sebagai penghantar kalor dari jalan menuju luar area lalu lintas kendaraan, kemudian dikonversi langsung menjadi energi listrik menggunakan modul termoelektrik. Penelitian ini berkaitan dengan pengaruh temperatur panas jalan pengkerasan aspal terhadap unjuk kerja sistem penerangan jalan tol berbasis heat pipe dan termoelektrik. Metode pengujian dilakukan dengan pengujian lapangan berbasis eksperimental menggunakan spesimen jalan pengkerasan aspal berukuran 40 cm x 40 cm dan tebal 2 cm. Variasi waktu pengambilan data adalah pukul 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00; 16.00. Dari hasil pengujian, dapat ditarik kesimpulan bahwa temperatur panas pengkerasan aspal berbanding lurus dengan fluktuasi temperatur sisi panas modul termoelektrik.

Kata kunci : Jalan pengkerasan aspal, heat pipe, termoelektrik

Abstract

Asphalt paving material has high absorptivity and emissivity value. This potential can be utilized as electricity producer for toll road lighting with heat pipe technology as heat transfer from road to outside of vehicle traffic area, then converted directly into electrical energy using thermoelectric technology. In the performance of this system, asphalt hot temperatures is very important . In addition to activating the heat pipe performance, the voltage generated by the thermoelectric is also affected by the temperature of the asphalt heat. The exerimental is done by laboratorium test. The evaporator section of heat pipe is designed with a length of 400 mm and thick is 20mm. Variation of data retrieval time is at 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00;16.00. From the test result, hot temperature of asphalt pavement is directy proportional to the fluctuation of modul thermoelectric’s heat side temperatur.

Key words : Asphalt pavement, heat pipe, thermoelectric

1. Pendahuluan

Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 bahwa pembangunan infrastruktur menjadi isu strategis dan sasaran utama. Salah satu target umum infrastruktur tersebut adalah pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 Km [1]. Namun yang menjadi masalah adalah seiring dengan penambahan panjang jalan tol maka bertambah pula kebutuhan akan energi listrik untuk penerangan jalan, sehingga tambahan pasokan energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ditinjau dari letak geografisnya, Indonesia termasuk negara beriklim tropis yang memiliki intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4,8 kWh/m2 per hari di seluruh wilayah Indonesia. Disisi lain, jalan pengkerasan aspal memiliki kemampuan menyerap panas yang tinggi dari radiasi matahari. Aspal tergolong dalam benda hitam ideal, dengan nilai absoptivitas dan emisivitas (ɛ) yaitu 0,93 dan 0,9 [2]. Jalan pengkerasan aspal dapat tetap menyimpan energi meskipun matahari telah terbenam dalam jangka waktu tertentu. Berbeda halnya dengan sel surya photovoltatic konvensioanal yang hanya menyerap foton secara langsung (Mallick dkk, 2008). Sehingga panas yang diserap jalan pengkerasan aspal sudah seharusnya dimanfaatkan.

Penelitian terkait pemanfaatan panas dari jalan pengkerasan aspal sebelumnya telah pernah

dilakukan. Panas dari jalan dihantarkan menuju penampungan panas dengan fluida kerja yang dialirkan pada instalasi pipa dibawah permukaan jalan, pompa bertenaga surya digunakan sebagai tenaga penggerak fluida kerja, dan panas yang terkumpul di penampungan kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin pembangkit listrik [3], akan tetapi hal ini masih membutuhkan sistem yang sangat kompleks.

Heat pipe atau pipa kalor merupakan alat penukar kalor yang sangat simple dan bersifat pasif dimana hanya berupa pipa yang didalamnya terdapat cairan dan material berpori sebagai pompa kapiler [4]. Heat pipe tidak memerlukan daya tambahan berupa energi listrik untuk mensirkulasikan fluida kerja pada proses pengangkutan kalor. Heat pipe juga memiliki kemampuan yang sangat besar dalam menyerap atau menghantarkan kalor karena prinsip kerjanya yang menggunakan sistem dua phase[5]. Hal ini memebrikan potensi yang cukup besar dalam menyerap kalor dari panas aspal yang terdapat pada aspal jalan tol.

Pemanfaatan energi panas menjadi energi listrik mulai banyak dilakukan dengan menggunakan termoelektrik. Termo elektrik merupakan suatu perangkat ekektronik yang merupakan rangkaian dari material semikonduktor dengan menfaatkan prinsip efek Seebeck [6]. Termoelektrik memanfaatkan beda temperatur antara bagian sisi dingin dengan bagian sisi panas. Semakin besar beda temperatur yang

*Korespondensi: Tel./Fax.: 081916356509

E-mail:[email protected], [email protected]

(7)

Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X

terbentuk maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan dari rangkaian termoelektrik [7]. Beberapa pemanfaatan heat pipe an termoelektrik telah dilakukan oleh Septiadi,.dkk [8-13] seperti pemanfaatan panas buang kendaraan bermotor menjadi energi listrik, pemanfaatan heat pipe dan termoelektrik sebagai pendingin padabox vaksin dan pemanfaatan heat pipe sebagai alat penukar kalor atau sistem pendingin pada CPU.

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan dan adanya potensi heat pipe dan termoelektrik yang dapat dimanfaatkan dalam menyerap kalor aspal dan dirubah ke dalam bentuk energi listrik maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana potensi pemanfaatan panas jalan tol dapat dirubah ke dalam bentuk energi listrik untuk sistem penerangan yang berbasis pada pemanfaatan heat pipe dan termoelektrik sebagai sistem pengkonversi.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian dilakukan dengan pengujian lapangan dan proses analisa dilakukan dengan kuantitatif eksperimental. Data-data yang diambil dalam penelitian ini yaitu temperatur panas aspal, temperatur evaporator heat pipe, temperatur kondensor heat pipe, perbedaan temperatur sisi panas dan dingin termoelektrik.

Penelitian dilakukan dengan membuat sistem penerangan jalan tol yang berbasis pada heat pipe dan termoelektrik, dimana sistem dibuat dari empat buat heat pipe straight berbahan tembaga dan sintered powder wick dengan panjang 70 cm dan diameter 8mm. Bagian penyerap kalor dan bagian pelepas kalor masing masing dilengkapi dengan plat aluminium. Plat penyerap kalor berukuran 40cm x 40 cm dilapisi dengan aspal serta bagian pelepas kalor diisi dengan enam buah termoelektrik yang dirangkai secara seri dengan pendinginan menggunakan heap pipe sink.

Proses pengambilan data dilakukan pada bulan Jun 2018 bertempat di Kampus Teknik Mesin Jimbaran, Badung dengan menggunakan sumber panas dari radiasi matahari langsung. Variasi waktu pengambilan data adalah pukul 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00; 16.00. Beberapa

termokopel tipe-K diletakkan pada bagian aspal, evaporator dan kondensor heat pipe, pada bagian sisi panas dan sisi dingin termoelektrik, serta satu buah dipasang untuk mengukur temperatur lingkungan. Temperatur yang terbaca oleh sensor akan didistribusikan ke sistem komputer dengan menggunakan data aquisisi 9174 dan NI 9123. Data dibaca dengan menggunakan software LabView.

Gambar 2.1 Metode pengujian

3. Hasil dan Pembahasan

Variasi waktu pengambilan data menyebabkan data temperatur panas jalan pengkerasan aspal, temperatur heat pipe bagian evaporator maupun kondensor, dan beda temperatur sisi panas dan sisi dingin termoelektrik mengalami fluktuasi. Pengukuran temperatur panas pengkerasan aspal, temperatur evaporator, temperatur kondensor, serta perbedaan temperatur sisi panas dan dingin termoelektik dengan menggunakan termokopel yang dibaca oleh data aquisisi ini mendapatkan hasil sebagai berikut; Tabel 1. Tabel hasil pengujian

Temperatur permukaan aspal berpengaruh terhadap temperatur heat pipe bagian evaporator maupun

kondensor. Dari table diatas terlihat bahwa temperatur pengkerasan aspal, temperatur heat pipe

(8)

Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X

bagian evaporator maupun kondesor memiliki selisih yang kecil. Hal ini menandakan bahwa tingkat penyerapan kalor oleh heat pipe memiliki

performance yang baik. Peningkatan maupun

penurunan temperatur panas aspal juga

berpengaruh terhadap beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik. Berikut adalah grafik beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik

.

(9)

Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X

Gambar 2. Distribusi temperatur pada sisi panas dan dingin termoelektrik (a) Pukul 09:00, (b) Pukul 10:00, (c)

Pukul 11:00, (d) Pukul 12:00, (e) Pukul 13:00, (f) Pukul 14:00

Gambar 3. Distribusi temperatur pada sisi panas dan dingin termoelektrik (g) Pukul 15:00, (h) Pukul 16:00

Dari table 1 juga terlihat bahwa tegangan dan kuat arus tertinggi dihasilkan pada pukul 13:00 Wita dimana tegangan mencapai 13.4 volt dan kuat arus mencapai 5.34 Ampere. Selisih tegangan yang dihasilkan atau dibangkitkan antara pukul 12:00 sampai dengan pukul 15:00 tidaklah terlalu besar, hal ini dikarenakan aspal memiliki kemampuan menyimpan kalor lebih lama sehingga perubahan suru pada saat menjelang sore tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan tegangan yang dihasilkan.

Besar tengangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian termoelektrik sangat tergantung dari beda temperatur yang dihasilkan oleh sisi dingin dan sisi panas tiap termoelektrik. Gambar 2 merupakan beda temperatur yang terbentuk pada pemanasan pukul 09;00, pukul 10:00, pukul 11:00, pukul 12:00, pukul 13:00 dan pukul 14:00. Beda temperatur paling maksimal terbentuk pada pemanasan termolektrik pukul 13:00 yakni mencapai 50.2OC. Beda temperatur yang terbentuk pada pukul 15:00 dan pikul 16:00 tidak mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengen pukul 12:00 dan pukul 13:00 seperti yang terlihat pada gambar 3.

Dalam sistem secara keseluruhan limbah panas aspal di hantarkan menuju termoelektrik generator untuk menghasilkan 23.7 watt sampai dengan 71.6 watt dengan luasan area penyerapan panas aspal 40cm x 40cm. Hal ini cukup memberikan untuk pencapaian daya yang dibutuhkan untuk sistem penerangan jalan tol dengan pemakaian lampu LED. Sistem termoelektrik generator dengan sistem penghantar panas berupa heat pipe ini akan mengenerate panas pada bagian sisi panas termoelektrik sehingga dengan sistem pendinginan yang terdapat pada bagian sisi dingin akan

membentuk beda temperatur yang melalui efek Seebeck akan dikonversi menjadi tegangan. Tegangan yang dihubungkan pada rangkaian MPPT akan mengkondisikan tegangan dan kuat arus pada posisi yang optimum sehingga pengisian ke sistem penyimpanan akan menjadi lebih optimal.

Tegangan yang dihasilkan (V) adalah proporsional terhadap perbedaan suhu (∆T) melalui Koefisien Seebeck, α, (V=α∆T). Interaksi antara satu elektron (tipe-n) dan ground (tipe-p) pada material termoelektrik dapat memicu terbentuknya aliran tegangan yang melewati sebuah pembebanan, yang nantinya mampu memproduksi daya (watt) secapa proporsional. Termoelektrik dengan koefisien 300 µV / K; yang dipasang secara seri mampu menghasilkan aliran tegangan dan pembebanan, dimana rangkaian seri dengan jumlah termoelektrik yang semakin banyak tentunya akan memeberikan luaran tegangan yang lebih besar.

4. Simpulan

Dari hasil pengujian, dapat desimpulan bahwa temperatur aspal sangat mampu untuk memanaskan sisi panas termoelektrik sehingga beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik dapat terbentuk. Beda temperatur paling besar untuk area serapan panas aspal 40cm x 40cm, terjadi pada pukul 13:00 dengan beda temperatur 50.2oC. Daya maksimal yang mampu dihasilkan sebesar 71.6 watt.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih diucapkan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dukungan dana serta

(10)

Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X

Laboratorium perpindahan panas dan HTRG Teknik Mesin Universitas Udayana atas dukungan peralatan.

Daftar Pustaka

[1]. Bapenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), 2015, Agenda Pembangunan Nasional, Cetakan 1, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan nasional, Jakarta.

[2]. Burger, M, 2005, ‘Prediction of the Temperature Distibution of Asphalt Pavement Samples’, Master of Mechanical Engineering thesis, University of Stellenbosch, South Africa.

[3]. Mallick, R, Chen, BL, dan Bhowmick, S, 2009, ‘Harvesting Energy from Asphalt Pvaement and Reducing The Heat Island Effect’.

International Journal of Sustainable Engineering, vol 2, no 3, pp 214-228

[4]. Wayan Nata Septiadi, I Gusti Ketut Sukadana,Ketut Astawa2, Cahyo Sudarmo, I Nyoman Swar Raditya M. Hambatan Termal Pipa Kalor Bertingkat dengan Fluida Kerja Hybrid Nanofluid Al2O3-CuO-Air. SNTTM XV, 2016.490-497.

[5]. Putra, N., Septiadi, W. N., Rahman, H., Irwansyah, R. (2012). Thermal performance of screen mesh wick heat pipes with nanofluids. Experimental Thermal and Fluid Science, vol.40, pp.10-17.

[6]. Putra, Nandy, Iskandar, Ferdiansyah N. Performance Of Thermoelectric Module and Heat Pipe On A Vaccine Carrier Box, 7th International Conference on Heat Transfer, Fluid Mechanics and Thermodynamics, 19-21 July 2010, Antalya, Turkey.

[7]. Nandy Putra, Yanuar, Ferdiansyah N. Iskandar, Application of nanofluids to a heat pipe liquid-block and the thermoelectric cooling of electronic equipment, Experimental Thermal and Fluid Science 35 (2011) 1274–1281.

[8]. Espinosa N, Lazard M, Aixala L and Scherrer H 2010 Modeling a thermoelectric generator applied to diesel automotive heat recovery J. Electron. Mater. 39 1446–55

[9]. Orr B, Akbarzadeh A and Lappas P 2014 Predicting the performance of a car exhaust heat recovery system that utilises thermoelectric generators and heat pipes

Paper presented to SOLAR 2014, Melbourne, Australia

[10]. Putra, Nandy, Aziz O, Idam Bariyanto, Fery Yusivar. Penggunaan Heatsink-Fan Sebagai Pendingin Sisi Panas Elemen Peltier Pada Pengembangan Vaccine Carrier. JURNAL TEKNOLOGI, Edisi No. 1. Tahun XXI, Maret 2007, 24-31 ISSN 0215-1685.

[11]. Wayan Nata Septiadi, Gemilang Ayu Iswari, Muhammad Ainur Rofiq, Boby Gitawan, Jeplind Morico Gugundo and Chris Ave Duga Purba. Output voltage characteristic of heat pipe sink thermoelectric generator with exhaust heat utilization of motorcycles. Article IOP Conference Series Earth and Environmental Science 105(1):012129

[12]. Wayan Nata Septiadi, I K G Wirawan, I G K Sukadana, Nandy Putra, Gemilang Ayu Iswari. Peningkatan Kinerja Termal Heat Pipe dengan Hybrid Nanofluid. SIGER 2017,1-5

[13]. Wayan Nata Septiadi, I Gede Putu Agus Suryawan, I Ketut Gede Wirawan,I Komang Jana Mujaya, Mochamad Rizal Sugiono, Putu Wardana. Karakterisasi Kinerja Pipa Kalor Bertingkat dengan Wick Screen Mesh untuk Pendingin CPU. Prosiding KNEP VI ISSN 2338-414X (2015) 193-199.

(11)

Analisis Temperatur dan Daya

Keluaran pada Sistem

Penerangan Jalan Tol Berbasis

Heat Pipe Dan Termoelektrik

by Wayan Nata Septiadi

Submission date: 31-Jul-2018 01:06AM (UTC+0700)

Submission ID: 986358167

File name: KE-009834aa.pdf (357.02K)

Word count: 2175

(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)

11

%

SIMILARIT Y INDEX

8

%

INT ERNET SOURCES

6

%

PUBLICAT IONS

5

%

ST UDENT PAPERS

1

1

%

2

1

%

3

1

%

4

1

%

5

1

%

6

1

%

7

1

%

Analisis Temperatur dan Daya Keluaran pada Sistem

Penerangan Jalan Tol Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik

ORIGINALITY REPORT

PRIMARY SOURCES

researchbank.rmit.edu.au

Int ernet Source

dokumen.tips

Int ernet Source

Lazard, M., C. Goupil, G. Fraisse, and H.

Scherrer. "Thermoelectric quadrupole of a leg

to model transient state", Proceedings of the

Institution of Mechanical Engineers Part A

Journal of Power and Energy, 2012.

Publicat ion

Submitted to 7996

St udent Paper

jipp.uhamka.ac.id

Int ernet Source

Submitted to IIT Delhi

St udent Paper

Submitted to Kirikkale University

(18)

8

1

%

9

1

%

10

1

%

11

<

1

%

12

<

1

%

13

<

1

%

14

<

1

%

15

<

1

%

16

cahyageo.blogspot.com

Int ernet Source

Putra, Nandy, Wayan Nata Septiadi, Rosari

Saleh, Rardi Artono Koestoer, and Suhendro

Purbo Prakoso. "The Effect of CuO-Water

Nanofluid and Biomaterial Wick on Loop Heat

Pipe Performance", Advanced Materials

Research, 2014.

Publicat ion

repository.unikom.ac.id

Int ernet Source

lib.ui.ac.id

Int ernet Source

badiklat.kemhan.go.id

Int ernet Source

www.wisatasingapura.web.id

Int ernet Source

docslide.us

Int ernet Source

Bradley Orr, Aliakbar Akbarzadeh. "Prospects

of Waste Heat Recovery and Power Generation

Using Thermoelectric Generators", Energy

Procedia, 2017

Publicat ion

(19)

<

1

%

Exclude quotes

Of f

Exclude bibliography

Of f

Exclude matches

Of f

BEBAN TERHADAP EFISIENSI SOLAR CELL

DENGAN KAPASITAS 50 WP", Turbo : Jurnal

Program Studi Teknik Mesin, 2017

Gambar

Gambar 2.1 Metode pengujian
Gambar 2. Distribusi temperatur pada sisi panas dan dingin termoelektrik (a) Pukul 09:00, (b) Pukul 10:00, (c)  Pukul 11:00, (d) Pukul 12:00, (e) Pukul 13:00, (f) Pukul 14:00

Referensi

Dokumen terkait

di bawah menunjukkan hasil pengukuran koefisien serapan (koefisien absorpsi) bahan untuk tiga buah jenis bahan uji yaitu komposit limbah kertas dengan tebal (1) 3 mm (2) 5 mm,

Tujuan pengabdian di Linggasana Desa Buana Giri dan Desa Denbantas adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun potensi daerah

Dari grafik kinerja transmisi menunjukkan semakin banyak tingkat transmisi, semakin kecil traksi yang terbuang.Karakteristik traksi mendekati karakteristik idealnya

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui performansi sistem pirolisis fixed bed dengan menggunakan limbah ban bekas dan plastik terhadap kualitas bahan bakar cair yang

Pada proses pirolisis dengan menggunakan teknologi fixed bed, reaktor dipanaskan secara eksternal sampai dengan variasi suhu 300ºC, 400ºC, 500ºC, gas nitrogen digunakan

Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya penambahan gas inert argon dan adanya variasi waktu holding time dapat meningkatkan nilai kalor bahan bakar dari batok

Dari hasil pengujian yang dilakukan maka didapatkan grafik hubungan antara temperatur lingkungan dan error (akurasi) pompa ukur untuk jenis bahan bakar minyak

Hal ini diperkuat oleh foto SEM dimana semakin meningkat persentase Vulcan semakin banyak matrik yang terlepas dari seratnya (Gambar 4b-4d) khususnya Gambar 4d