Pros
e
ding
KKonferensi
Nasionnal
Engineering
PePerhoelan
IX
- 201
8
ISSN 2338 – 414X
Nomor 1/Volume 5/Juli 2018
KONFERENSI NASIONAL
ENGINEERING PERHOTELAN IX
“
Teknologi Hijau Pendukung Industri Pariwisata
Berkelanjutan"
Program Studi Teknik Mesin
Fakultas Teknik, Universitas Udayana
Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362
Telp./Fax. : +62 361 703321
https://mesin.unud.ac.id
ISSN 2338 - 414X
Progrm Studi Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas
Udayana
PROSEDING
i
ISSN : 2338-414X
Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX
– 2018
07 Juli 2018
Ketua Editor : Dr. Ir. I Wayan Bandem Adnyana, M.Erg
Editor Pelaksana : I Ketut Adi Atmika, S.T., M.T. Dr. Wayan Nata Septiadi, ST, MT Ir. Made Suarda,M. Eng
Penyunting Ahli : Prof. Ir. NPG Suardana,MT.PhD (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Wayan Surata M.Erg. (Universitas Udayana) Prof. Dr. Tjok Gde Tirta Nindhia,ST,MT (Universitas Udayana)
Prof. I Nyoman Suprapta Winaya,ST,MASc.Ph.D (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara,M.Eng (Universitas Udayana) Prof. Dr. Ir. I Gusti Bagus Wijaya Kusuma (Universitas Udayana)
Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng (Universitas Indonesia) Prof. Dr. –Ing. Nandy Setiadi Djaya Putra (Universitas Indonesia)
Prof. Ir. I Nyoman Pujawan, M.Eng., Ph.D (Institut Teknologi Sepuluh November) Prof. Ir. I. Nyoman Sutantra, MSc., PhD (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Prof. Dr.-Ing. Ir. Mulyadi Bur (Universitas Andalas)
Prof. M. Noer Ilman,S.T., M.Sc, Ph.D (Universitas Gajah Mada) Dr. Jamari,S.T, M.T. (Universitas Diponogoro)
Dr. Ir. I Wayan Suweca DEA (Institut Teknologi Bandung) Dr. Mulya Juarsa, S.Si., M.Esc (PTRKN-BATAN)
Hak Cipta @ 2018 oleh KNEP IX
– 2018 Program Studi
Teknik Mesin
– Universitas Udayana. Dilarang
mereproduksi dan mendistribusi bagian dari publikasi ini
dalam bentuk maupun media apapun tanpa seijin
Program Studi Teknik Mesin
– Universitas Udayana.
Dipublikasikan dan didistribusikan oleh Program Studi Teknik Mesin
–
Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran, Bali 80362, Indonesia.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatNya
acara Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX (KNEP-IX) bisa terselenggara pada
tanggal 07-08 Juli 2018, di Gedung Pasca Sarjana, Kampus Sudirman Denpasar.
KNEP-IX diselenggarakan sebagai suatu forum untuk membicarakan, mendiskusikan serta
mempresentasikan inovasi-inovasi, hasil riset yang dilakukan oleh berbagai kalangan baik
peneliti, mahasiswa maupun praktisi guna menunjang perkembangan industri pariwisata. Adapun
seminar atau konferensi ini juga terkait dengan perayaan kegiatan BKFT ke 53 dan Dies Natalis
Universitas Udayana ke-56. KNEP-IX mengambil suatu tema: “Teknologi Hijau Pendukung
Industri Pariwisata Berkelanjutan” yang dikelompokkan dalam Tiga topik yakni:
1. Teknik Industri dan Lain-Lain
2. Material dan Manufaktur
3. Konversi Energi
Adapun makalah yang dipresentasikan dalam konferensi ini merupakan makalah yang lolos
pada seleksi abstrak dan diterima sebagai makalah yang dipresentasikan secara oral. Adapun
jumlah makalah berjumlah 77 makalah dengan 14 makalah dari bidang Teknik Industri dan
Lain-Lain (TI), 35 makalah dari bidang Material dan Manufaktur (M) dan 28 makalah dari bidang
Konversi Energi (KE)
Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber (Keynote speaker), para pemakalah,
peneliti, sciencetific committee serta praktisi yang telah berpartisipasi pada Konferensi Nasional
Engineering Perhotelan IX ini sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Tidak lupa
juga kami ucapkan terima kasih kepada staf pimpinan di lingkungan Universitas Udayana baik
Rektor, Dekan serta Ketua Jurusan yang juga telah membantu terselenggaranya kegiatan ini
dengan sukses.
Bukit Jimbaran, Bali 07 Juli 2018
Ketua Panitia KNEP IX
vii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i
DAFTAR ISI
ii
NARASUMBER
iii
Implementasi Sistem Kontrol Fuzzy pada Robot Lengan Exoskeleton
1
- Wayan Reza Yuda Ade Prasetya, I Wayan Widhiada
Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Ari Kelapa
6
- D N K Putra Negara, AAIA Sri Komaladewi, I P Hari Wangsa, A Sentana, R Akbar
Kajian Karakteristik Traksi Dan Kinerja Transmisi Standar Pada Kendaraan Roda
Tiga
11
- I Made Dwinda Suhartawan, I Ketut Adi Atmika, I Made Widiyarta
Analisis Kinerja Traksi Kendaraan Roda Tiga Dengan Modifikasi Progresi Geometri
Bebas
18
- Dewa Gede Eka Putra, I Ketut Adi Atmika, I Made Widiyarta
Analisis Karakteristik Traksi Dan Kinerja Transmisi Modifikasi Terbatas Pada
Kendaraan Roda Tiga
26
xviii
Analisis Temperatur Pada Sistem Penerangan Jalan Tol dengan Pemanfaatan
284
Panas Aspal Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik
- Wayan Nata Septiadi , Arliyandi, I G. A. Pristha Arvikadewi dan Achmad Amirudin
Pengaruh Putaran Spindle dan Gerak Makan Terhadap Kekasaran Permukaan Baja ST
42 dengan Proses Boring
289
- I Gede Gunawan, I Gusti Komang Dwijana, I Made Astika
Rancang Bangun Mesin Sangrai Multi Fungsi untuk industri kecil
293
Prosiding Konferensi Nasional Engineering Perhotelan IX - 2018 (284-288) ISSN 2338-414X
Analisis Temperatur dan Daya Keluaran pada Sistem Penerangan Jalan Tol
Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik
Wayan Nata Septiadi
1), Arliyandi
1), I G. A. Pristha Arvikadewi
2), Achmad Amirudin
2) 1)Teknik Mesin Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali
2)
Teknik Elektro Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali
Abstrak
Aspal merupakan material pengkerasan jalan yang memiliki nilai absorptivitas dan emisivitas tinggi, sehingga memiliki kemampuan menyerap panas yang tinggi namun belum termanfaatkan. Rupanya potensi tersebut dapat dimanfaatkan contohnya sebagai penghasil listrik untuk penerangan jalan tol berbasis teknologi heat pipe sebagai penghantar kalor dari jalan menuju luar area lalu lintas kendaraan, kemudian dikonversi langsung menjadi energi listrik menggunakan modul termoelektrik. Penelitian ini berkaitan dengan pengaruh temperatur panas jalan pengkerasan aspal terhadap unjuk kerja sistem penerangan jalan tol berbasis heat pipe dan termoelektrik. Metode pengujian dilakukan dengan pengujian lapangan berbasis eksperimental menggunakan spesimen jalan pengkerasan aspal berukuran 40 cm x 40 cm dan tebal 2 cm. Variasi waktu pengambilan data adalah pukul 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00; 16.00. Dari hasil pengujian, dapat ditarik kesimpulan bahwa temperatur panas pengkerasan aspal berbanding lurus dengan fluktuasi temperatur sisi panas modul termoelektrik.
Kata kunci : Jalan pengkerasan aspal, heat pipe, termoelektrik
Abstract
Asphalt paving material has high absorptivity and emissivity value. This potential can be utilized as electricity producer for toll road lighting with heat pipe technology as heat transfer from road to outside of vehicle traffic area, then converted directly into electrical energy using thermoelectric technology. In the performance of this system, asphalt hot temperatures is very important . In addition to activating the heat pipe performance, the voltage generated by the thermoelectric is also affected by the temperature of the asphalt heat. The exerimental is done by laboratorium test. The evaporator section of heat pipe is designed with a length of 400 mm and thick is 20mm. Variation of data retrieval time is at 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00;16.00. From the test result, hot temperature of asphalt pavement is directy proportional to the fluctuation of modul thermoelectric’s heat side temperatur.
Key words : Asphalt pavement, heat pipe, thermoelectric
1. Pendahuluan
Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 bahwa pembangunan infrastruktur menjadi isu strategis dan sasaran utama. Salah satu target umum infrastruktur tersebut adalah pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 Km [1]. Namun yang menjadi masalah adalah seiring dengan penambahan panjang jalan tol maka bertambah pula kebutuhan akan energi listrik untuk penerangan jalan, sehingga tambahan pasokan energi listrik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Ditinjau dari letak geografisnya, Indonesia termasuk negara beriklim tropis yang memiliki intensitas radiasi matahari rata-rata sekitar 4,8 kWh/m2 per hari di seluruh wilayah Indonesia. Disisi lain, jalan pengkerasan aspal memiliki kemampuan menyerap panas yang tinggi dari radiasi matahari. Aspal tergolong dalam benda hitam ideal, dengan nilai absoptivitas dan emisivitas (ɛ) yaitu 0,93 dan 0,9 [2]. Jalan pengkerasan aspal dapat tetap menyimpan energi meskipun matahari telah terbenam dalam jangka waktu tertentu. Berbeda halnya dengan sel surya photovoltatic konvensioanal yang hanya menyerap foton secara langsung (Mallick dkk, 2008). Sehingga panas yang diserap jalan pengkerasan aspal sudah seharusnya dimanfaatkan.
Penelitian terkait pemanfaatan panas dari jalan pengkerasan aspal sebelumnya telah pernah
dilakukan. Panas dari jalan dihantarkan menuju penampungan panas dengan fluida kerja yang dialirkan pada instalasi pipa dibawah permukaan jalan, pompa bertenaga surya digunakan sebagai tenaga penggerak fluida kerja, dan panas yang terkumpul di penampungan kemudian dimanfaatkan untuk memutar turbin pembangkit listrik [3], akan tetapi hal ini masih membutuhkan sistem yang sangat kompleks.
Heat pipe atau pipa kalor merupakan alat penukar kalor yang sangat simple dan bersifat pasif dimana hanya berupa pipa yang didalamnya terdapat cairan dan material berpori sebagai pompa kapiler [4]. Heat pipe tidak memerlukan daya tambahan berupa energi listrik untuk mensirkulasikan fluida kerja pada proses pengangkutan kalor. Heat pipe juga memiliki kemampuan yang sangat besar dalam menyerap atau menghantarkan kalor karena prinsip kerjanya yang menggunakan sistem dua phase[5]. Hal ini memebrikan potensi yang cukup besar dalam menyerap kalor dari panas aspal yang terdapat pada aspal jalan tol.
Pemanfaatan energi panas menjadi energi listrik mulai banyak dilakukan dengan menggunakan termoelektrik. Termo elektrik merupakan suatu perangkat ekektronik yang merupakan rangkaian dari material semikonduktor dengan menfaatkan prinsip efek Seebeck [6]. Termoelektrik memanfaatkan beda temperatur antara bagian sisi dingin dengan bagian sisi panas. Semakin besar beda temperatur yang
*Korespondensi: Tel./Fax.: 081916356509
E-mail:[email protected], [email protected]
Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X
terbentuk maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan dari rangkaian termoelektrik [7]. Beberapa pemanfaatan heat pipe an termoelektrik telah dilakukan oleh Septiadi,.dkk [8-13] seperti pemanfaatan panas buang kendaraan bermotor menjadi energi listrik, pemanfaatan heat pipe dan termoelektrik sebagai pendingin padabox vaksin dan pemanfaatan heat pipe sebagai alat penukar kalor atau sistem pendingin pada CPU.
Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan dan adanya potensi heat pipe dan termoelektrik yang dapat dimanfaatkan dalam menyerap kalor aspal dan dirubah ke dalam bentuk energi listrik maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana potensi pemanfaatan panas jalan tol dapat dirubah ke dalam bentuk energi listrik untuk sistem penerangan yang berbasis pada pemanfaatan heat pipe dan termoelektrik sebagai sistem pengkonversi.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian dilakukan dengan pengujian lapangan dan proses analisa dilakukan dengan kuantitatif eksperimental. Data-data yang diambil dalam penelitian ini yaitu temperatur panas aspal, temperatur evaporator heat pipe, temperatur kondensor heat pipe, perbedaan temperatur sisi panas dan dingin termoelektrik.
Penelitian dilakukan dengan membuat sistem penerangan jalan tol yang berbasis pada heat pipe dan termoelektrik, dimana sistem dibuat dari empat buat heat pipe straight berbahan tembaga dan sintered powder wick dengan panjang 70 cm dan diameter 8mm. Bagian penyerap kalor dan bagian pelepas kalor masing masing dilengkapi dengan plat aluminium. Plat penyerap kalor berukuran 40cm x 40 cm dilapisi dengan aspal serta bagian pelepas kalor diisi dengan enam buah termoelektrik yang dirangkai secara seri dengan pendinginan menggunakan heap pipe sink.
Proses pengambilan data dilakukan pada bulan Jun 2018 bertempat di Kampus Teknik Mesin Jimbaran, Badung dengan menggunakan sumber panas dari radiasi matahari langsung. Variasi waktu pengambilan data adalah pukul 09.00; 10.00; 11.00; 12.00; 13.00; 14.00; 15.00; 16.00. Beberapa
termokopel tipe-K diletakkan pada bagian aspal, evaporator dan kondensor heat pipe, pada bagian sisi panas dan sisi dingin termoelektrik, serta satu buah dipasang untuk mengukur temperatur lingkungan. Temperatur yang terbaca oleh sensor akan didistribusikan ke sistem komputer dengan menggunakan data aquisisi 9174 dan NI 9123. Data dibaca dengan menggunakan software LabView.
Gambar 2.1 Metode pengujian
3. Hasil dan Pembahasan
Variasi waktu pengambilan data menyebabkan data temperatur panas jalan pengkerasan aspal, temperatur heat pipe bagian evaporator maupun kondensor, dan beda temperatur sisi panas dan sisi dingin termoelektrik mengalami fluktuasi. Pengukuran temperatur panas pengkerasan aspal, temperatur evaporator, temperatur kondensor, serta perbedaan temperatur sisi panas dan dingin termoelektik dengan menggunakan termokopel yang dibaca oleh data aquisisi ini mendapatkan hasil sebagai berikut; Tabel 1. Tabel hasil pengujian
Temperatur permukaan aspal berpengaruh terhadap temperatur heat pipe bagian evaporator maupun
kondensor. Dari table diatas terlihat bahwa temperatur pengkerasan aspal, temperatur heat pipe
Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X
bagian evaporator maupun kondesor memiliki selisih yang kecil. Hal ini menandakan bahwa tingkat penyerapan kalor oleh heat pipe memiliki
performance yang baik. Peningkatan maupun
penurunan temperatur panas aspal juga
berpengaruh terhadap beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik. Berikut adalah grafik beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik
.
Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X
Gambar 2. Distribusi temperatur pada sisi panas dan dingin termoelektrik (a) Pukul 09:00, (b) Pukul 10:00, (c)
Pukul 11:00, (d) Pukul 12:00, (e) Pukul 13:00, (f) Pukul 14:00
Gambar 3. Distribusi temperatur pada sisi panas dan dingin termoelektrik (g) Pukul 15:00, (h) Pukul 16:00
Dari table 1 juga terlihat bahwa tegangan dan kuat arus tertinggi dihasilkan pada pukul 13:00 Wita dimana tegangan mencapai 13.4 volt dan kuat arus mencapai 5.34 Ampere. Selisih tegangan yang dihasilkan atau dibangkitkan antara pukul 12:00 sampai dengan pukul 15:00 tidaklah terlalu besar, hal ini dikarenakan aspal memiliki kemampuan menyimpan kalor lebih lama sehingga perubahan suru pada saat menjelang sore tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan tegangan yang dihasilkan.
Besar tengangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian termoelektrik sangat tergantung dari beda temperatur yang dihasilkan oleh sisi dingin dan sisi panas tiap termoelektrik. Gambar 2 merupakan beda temperatur yang terbentuk pada pemanasan pukul 09;00, pukul 10:00, pukul 11:00, pukul 12:00, pukul 13:00 dan pukul 14:00. Beda temperatur paling maksimal terbentuk pada pemanasan termolektrik pukul 13:00 yakni mencapai 50.2OC. Beda temperatur yang terbentuk pada pukul 15:00 dan pikul 16:00 tidak mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengen pukul 12:00 dan pukul 13:00 seperti yang terlihat pada gambar 3.
Dalam sistem secara keseluruhan limbah panas aspal di hantarkan menuju termoelektrik generator untuk menghasilkan 23.7 watt sampai dengan 71.6 watt dengan luasan area penyerapan panas aspal 40cm x 40cm. Hal ini cukup memberikan untuk pencapaian daya yang dibutuhkan untuk sistem penerangan jalan tol dengan pemakaian lampu LED. Sistem termoelektrik generator dengan sistem penghantar panas berupa heat pipe ini akan mengenerate panas pada bagian sisi panas termoelektrik sehingga dengan sistem pendinginan yang terdapat pada bagian sisi dingin akan
membentuk beda temperatur yang melalui efek Seebeck akan dikonversi menjadi tegangan. Tegangan yang dihubungkan pada rangkaian MPPT akan mengkondisikan tegangan dan kuat arus pada posisi yang optimum sehingga pengisian ke sistem penyimpanan akan menjadi lebih optimal.
Tegangan yang dihasilkan (V) adalah proporsional terhadap perbedaan suhu (∆T) melalui Koefisien Seebeck, α, (V=α∆T). Interaksi antara satu elektron (tipe-n) dan ground (tipe-p) pada material termoelektrik dapat memicu terbentuknya aliran tegangan yang melewati sebuah pembebanan, yang nantinya mampu memproduksi daya (watt) secapa proporsional. Termoelektrik dengan koefisien 300 µV / K; yang dipasang secara seri mampu menghasilkan aliran tegangan dan pembebanan, dimana rangkaian seri dengan jumlah termoelektrik yang semakin banyak tentunya akan memeberikan luaran tegangan yang lebih besar.
4. Simpulan
Dari hasil pengujian, dapat desimpulan bahwa temperatur aspal sangat mampu untuk memanaskan sisi panas termoelektrik sehingga beda temperatur antara sisi panas dan sisi dingin termoelektrik dapat terbentuk. Beda temperatur paling besar untuk area serapan panas aspal 40cm x 40cm, terjadi pada pukul 13:00 dengan beda temperatur 50.2oC. Daya maksimal yang mampu dihasilkan sebesar 71.6 watt.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih diucapkan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dukungan dana serta
Wayan Nata Septiadi et al. • Prosiding KNEP IX – 2018 • ISSN 2338-414X
Laboratorium perpindahan panas dan HTRG Teknik Mesin Universitas Udayana atas dukungan peralatan.
Daftar Pustaka
[1]. Bapenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), 2015, Agenda Pembangunan Nasional, Cetakan 1, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan nasional, Jakarta.
[2]. Burger, M, 2005, ‘Prediction of the Temperature Distibution of Asphalt Pavement Samples’, Master of Mechanical Engineering thesis, University of Stellenbosch, South Africa.
[3]. Mallick, R, Chen, BL, dan Bhowmick, S, 2009, ‘Harvesting Energy from Asphalt Pvaement and Reducing The Heat Island Effect’.
International Journal of Sustainable Engineering, vol 2, no 3, pp 214-228
[4]. Wayan Nata Septiadi, I Gusti Ketut Sukadana,Ketut Astawa2, Cahyo Sudarmo, I Nyoman Swar Raditya M. Hambatan Termal Pipa Kalor Bertingkat dengan Fluida Kerja Hybrid Nanofluid Al2O3-CuO-Air. SNTTM XV, 2016.490-497.
[5]. Putra, N., Septiadi, W. N., Rahman, H., Irwansyah, R. (2012). Thermal performance of screen mesh wick heat pipes with nanofluids. Experimental Thermal and Fluid Science, vol.40, pp.10-17.
[6]. Putra, Nandy, Iskandar, Ferdiansyah N. Performance Of Thermoelectric Module and Heat Pipe On A Vaccine Carrier Box, 7th International Conference on Heat Transfer, Fluid Mechanics and Thermodynamics, 19-21 July 2010, Antalya, Turkey.
[7]. Nandy Putra, Yanuar, Ferdiansyah N. Iskandar, Application of nanofluids to a heat pipe liquid-block and the thermoelectric cooling of electronic equipment, Experimental Thermal and Fluid Science 35 (2011) 1274–1281.
[8]. Espinosa N, Lazard M, Aixala L and Scherrer H 2010 Modeling a thermoelectric generator applied to diesel automotive heat recovery J. Electron. Mater. 39 1446–55
[9]. Orr B, Akbarzadeh A and Lappas P 2014 Predicting the performance of a car exhaust heat recovery system that utilises thermoelectric generators and heat pipes
Paper presented to SOLAR 2014, Melbourne, Australia
[10]. Putra, Nandy, Aziz O, Idam Bariyanto, Fery Yusivar. Penggunaan Heatsink-Fan Sebagai Pendingin Sisi Panas Elemen Peltier Pada Pengembangan Vaccine Carrier. JURNAL TEKNOLOGI, Edisi No. 1. Tahun XXI, Maret 2007, 24-31 ISSN 0215-1685.
[11]. Wayan Nata Septiadi, Gemilang Ayu Iswari, Muhammad Ainur Rofiq, Boby Gitawan, Jeplind Morico Gugundo and Chris Ave Duga Purba. Output voltage characteristic of heat pipe sink thermoelectric generator with exhaust heat utilization of motorcycles. Article IOP Conference Series Earth and Environmental Science 105(1):012129
[12]. Wayan Nata Septiadi, I K G Wirawan, I G K Sukadana, Nandy Putra, Gemilang Ayu Iswari. Peningkatan Kinerja Termal Heat Pipe dengan Hybrid Nanofluid. SIGER 2017,1-5
[13]. Wayan Nata Septiadi, I Gede Putu Agus Suryawan, I Ketut Gede Wirawan,I Komang Jana Mujaya, Mochamad Rizal Sugiono, Putu Wardana. Karakterisasi Kinerja Pipa Kalor Bertingkat dengan Wick Screen Mesh untuk Pendingin CPU. Prosiding KNEP VI ISSN 2338-414X (2015) 193-199.
Analisis Temperatur dan Daya
Keluaran pada Sistem
Penerangan Jalan Tol Berbasis
Heat Pipe Dan Termoelektrik
by Wayan Nata Septiadi
Submission date: 31-Jul-2018 01:06AM (UTC+0700)
Submission ID: 986358167
File name: KE-009834aa.pdf (357.02K)
Word count: 2175
11
%
SIMILARIT Y INDEX
8
%
INT ERNET SOURCES
6
%
PUBLICAT IONS
5
%
ST UDENT PAPERS
1
1
%
2
1
%
3
1
%
4
1
%
5
1
%
6
1
%
7
1
%
Analisis Temperatur dan Daya Keluaran pada Sistem
Penerangan Jalan Tol Berbasis Heat Pipe Dan Termoelektrik
ORIGINALITY REPORT
PRIMARY SOURCES