Persediaan pada perusahaan manufaktur adalah output fisik yang ditimbun setelah produksi untuk dijual kemudian hari. Pada perusahaan jasa persediaan adalah output yang akan datang yang tidak dipesan sebelumnya. Penggunaan kapasitas produktif adalah salah satu rahasia keberhasilan dalam bisnis. Sasaran bukanlah memanfaatkan staf, tenaga kerja, peralatan, dan fasilitas semaksimal mungkin, melainkan menggunakan nya seproduktif mungkin.
Kelebihan permintaan adalah permintaan untuk jasa pada suatu saat melampaui kemampuan perusahaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kelebihan kapasitas adalah kapasitas perusahaan untuk menciptakan output jasa yang tidak digunakan sepenuhnya. Kapasitas maksimum adalah batas maksimun kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan pada waktu tertentu. Kapasitas optimum adalah titik di mana segala upaya perusahaan untuk melayani tambahan pelanggan akan akibatkan persepsi tentang kemorosotan kualitas jasa. Kapasitas produktif adalah sejauh mana fasilitas, peralatan, tenaga kerja, infrastruktur, dan asset lainnya tersedia bagi perusahaan tertentu untuk menghasilkan output bagi pelanggan. Dalam konteks jasa, kapasitas produktif mempunyai 5 bentuk potensial:
1. Fasilitas fisik yang dirancang untuk menampung pelanggan dan digunakan untuk menyerahkan jasa pemrosesan orang atau pemrosesan rangsangan mental. Fasilitas ini meliputi klinik, hotel, pesawat penumpang, dan lain-lain
2. Fasilitas fisik yang dirancang untuk menyimpan atau memproses barang yang dimiliki pelanggan atau ditawarkan kepada mereka untuk dijual. Contoh: pasar swalayan
3. Fasilitas fisik yang dirancang untuk memproses orang, barang milik, atau informasi mungkin terdiri atas berbagai macam barang dan sangat bergantung pada situasi. Contoh: mesin, telepon
4. Tenaga kerja, yangmerupakan elemem utama kapasitas produktif dalam semua jasa kontak tinggi dan banyak jasa kontak rendah, mungkin digunakan untuk pekerjaan fisik atau mental. Contoh jumlah staf unyuk petugas kontak pelanggan.
5. Banyak organisasi bergantung pada askes ke kapasitas yang mencukupi dalam infrastruktur pemerintah atau swasta untuk dapat menyerahkan jasa yang berkualitas bagi
pelanggannya sendiri.
Adalah suatu tingkat keluaran suatu kuantitas keluaran dalam periode tertentu dan merupakan kuanttas keluaran tertinggi yang mungkin selama periode waktu tersebut. Beberapa definisi kapasitas secara umum adalah sebagai berikut :
1. Desaign capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu pabrik yang di rancang.
2. Rated capacity,tingkat keluaran per satuan waktu yang menunjukan bahwa fasilitas secara teoritik mempunyai kemampuan memproduksinya.
3. Standart capacity, yaitu tingkat keluaran per satuan waktu yang ditetapkan sebagai sasaran pengoperasian bagi manajemen, supervise dan para operator mesin.
4. Actual/operating capacity, yaitu tingkat keluaran rata-rata atau per satuan waktu selama periode-periode waktu yang sudah lewat.
5. Peack capacity, yaitu jumlah keluaran per satuan waktu yang dapat di capai melalui maksimasi pengeluaran.
Menggunakan strategi pemasaran untuk membentuk pola-pola permintaan manajemen permintaan efektif sering membutuhkan perubahan dalam dua elemen atau lebih secara bersamaan.
• Harga dan biaya –biya lain.
Salah satu cara yang paling langsung untuk mengurangi kelebihan permintaan pada masa puncak adalah mengenakan kepada pelanggan harga yang lebih tinggi untuk menggunakan jasa selama periode-periode tersebut. Contoh: jika pelanggan belajar bahwa mereka mungkin akan menghadapi kenaikan biaya dalam hal waktu dan tenaga selama masa-masa puncak, orang-orang yang tidak suka menghabiskan waktu dalam kondisi yang padat dan tidak menyenangkan mungkin akan memutuskan untuk mencobanya kemudian hari. Sama halnya daya tarik harga yang lebih murah dan harapan tanpa antrian mungkin akan mendorong setidaknya beberapa orang untuk mengubah waktu perilakunya, apakah hal itu memerlukan berbelanja, perjalanan, atau mengunjungi museum.
• Elemen-elemen produk
Walaupun umumnya didukung sebagai metode untuk menyeimbangkan permintaan dan penawaran, penetapan harga tidak benar-benar mudah diterapkan umumnya untuk jasa sama seperti barang. Contoh: perusahaan-perusahaan pajak menawarkan jasa pembukuan dan konsultasi bagi perusahaan –perusahaan kecil pada bulan-bulan sepi.
• Modifikasi tempat dan waktu penyerahan jasa
Mengubah permintaan suatu jasa yang terus ditawarkan pada waktu yang sama, ditempat yang sama, beberapa perusahaan menjawab kebutuhan-kebutuhan pasar dengan memodifikasi waktu dan tempat penyerahan jasa. Strategi pertama adalah tanpa perubahan: berapapun tingkat permintaannya, jasa tersebut tetap ditawarkan di tempat yang sama pada waktu yang sama. Strategi kedua adalah membedakan jadwal jasa. Strategi ketiga adalah menawarkan jasa tersebut kepada pelanggan di tempat baru.
Contoh: perpustakaan keliling, jasa cuci panggilan • Promosi dan edukasi
Sekalipun variabel-variabel bauran pemasaran lainnya tetap tidak berubah, upaya komunikasi sendiri mungkin dapat membantu memuluskan permintaan. Papan petunjuk, iklan, pemberitaan, dan pesan-pesan penjualan dapat digunakan untuk membidik pelanggan tentang waktu masa-masa puncak dan mendorong mereka menggunakan jasa tersebut pada masa sepi.
Contoh: orang yang berbelanja menghindari keadaan bejejal-jejal selama jam-jam sibuk.
Setiap perusahaan jasa yang ingin menerapkan peramalan dalam pengambilan keputusannya memiliki berbagai alternatif metode peramalan. Menurut Makridakis dan Wheelwright (1989), pelilihan terhadap metode yang sesuai perlu didasarkan pada pertimbangan situasional, yaitu penyesuaian kebutuhan-kebutuhan spesifik dengan pendekatan-pendekatan spesifik. Kedua penulis ini mengidentifikasi dua kelompok ciri atau kriteria yang dapat dipergunakan sebagai dasar kerangka kerja untuk melakukan
penyesuaian situasional tersebut.
1. Ciri-ciri Situasi Peramalan
Ada enam karakteristik atau dimensi situasi perencanaan dan pengambilan keputusan yang memainkan peranan penting dalam menentukan kebutuhan yang harus dapat dipenuhi dan ditanggapi oleh peramalan agar peramalan tersebut dapat efektif.
a. Horison waktu
Horison watu dapat dibagi menjadi jangka waktu segera (kurang dari 1 bulan), jangka pendek (1 hingga 3 bulan), jangka menengah (3 bulan sampai 2 tahun), dan jangka panjang (2 tahun atau lebih).
b. Tingkat perincian agregat
Pada umumnya, semakin tinggi tingkat rincian yang diperlukan, kebutuhan akan prosedur peramalan yang terotomatisasi semakin besar, dan demikian pula sebaliknya.
c. Jumlah item
Semakin sedikit jumlah item yang harus diramalkan, maka semakin terperinci dan kompleks prosedur yang dipergunakan dalam mempersiapkan ramalan tersebut, dan demikian pula sebaliknya.
d. Pengendalian versus perencanaan
Dalam pengendalian harus mampu mengenali perubahan dalam pola dan hubungan dasar dalam tahap dini. Sedangkan di sisi perencanaan diasumsikan bahwa pola yang ada akan berlanjut di masa yang akan datang.
e. Kestabilan
Dalam situasi yang sering berubah dan bergejolak, sangat dibutuhkan metode yang dapat beradaptasi secara terus menerus guna mencerminkan hasil terakhir dan informasi terbaru.
f. Prosedur perencanaan yang ada
Melakukan perubahan secara bertahap terhadap prosedur yang ada saat ini, di mana sambil jalan akan diperbaharui, diperbaiki, dan disesuaikan dengan metode baru.
2. Ciri-ciri Metode Peramalan
Kemampuan dan kesesuaian metode peramalan dapat dicerminkan dari enam karakteristik berikut :
a. Horison waktu
Umumnya metode peramalan kualitatif lebih banyak dipergunakan untuk peramalan jangka panjang, sementara metode peramalan kuantitatif untuk peramlan jangka menengah atau pendek.
b. Pola data
Misalnya pola musiman, trend, rerata dengan fluktuasi random, pola siklus, dan lain-lain.
c. Biaya
Unsur biaya yang terlibat yaitu pengembangan, persiapan data, dan operasi aktual. Dan ada pula biaya kesempatan.
d. Akurasi
Akurasi berkaitan dengan tingkat rincian yang diperlukan dalam suatu ramalan. e. Daya tarik intuitif, kesederhanaan, dan kemudahan aplikasi
Teknik peramalan perlu memenuhi atau sesuai dengan “selera” manajer yang akan menggunakan ramalan tersebut.
f. Ketersediaan perangkat lunak komputer
Penerapan metode kuantitatif harus didampingi dengan ketersediaan program komputer yang sesuai.
Model Kualitatif o Teknik Delphi
o Analisis Dampak Silang o Analogi Historis
Model Kuantitatif Model Kausal
o Ekonometrik Model Runtut Waktu
o Rata-rata Bergerak
o Penghalusan Eksponensial
Metode Regresi merupakan metode yang paling populer dan banyak digunakan dalam praktik peramalan. Analisis regresi merupakan metode statistik yang dipergunakan untuk menentukan hubungan antara dua atau lebih variabel, satu variabel terikat (dependen), dan dua atau lebih variabel bebas (independen). Tujuannya adalah untuk meramalkan atau memperkirakan nilai variable terikat dalam hubungannya dengan nilai variabel bebas tertentu. Dengan demikian tugas peramal menjadi lebih ringan, yaitu mengumpulkan data yang sesuai dan kemudian memasukkannya ke dalam program komputer. Lalu diperoleh hasil yang dapat dianalisis dan diinterpretasikan sesuai dengan kebutuhan.
Bentuk umum persamaan regresi adalah : Y= a0 + a1 X1 + a2 X2 + … + an Xn di mana : Y = Variabel terikat a0 = Konstanta a1, a2, an = Koefisien regresi X1, X2, Xn = Variabel bebas Regresi Sederhana bX a Y = +
(
)
2 2 . X X n Y X XY n b Σ − Σ Σ Σ − Σ = n X b Y a= Σ − Σ o Koefisien Korelasi(
)
(
)(
)
(
2)
(
)
2(
2)
(
)
2 Y Y n X X n Y X XY n r Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ =r = 0 atau mendekati 0 maka hubungan antar kedua variabel lemah r = (-1) maka hubungannya sangat kuat dan bersifat tidak searah r = (+1) maka hubungannya sangat kuat dan bersifat searah
o Koefisien Determinasi
=
>
r
2
,
untuk mengetahui seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen.o Kesalahan Standar Estimasi
(
)
2 2 − − − =∑
∑
∑
n XY b Y a Y SESebuah Perusahaan Alat tulis ‘RUNDEVILRUN’ memperkirakan bahwa iklan di surat kabar akan meningkatkan produk-produk alat tulis. Berikut ini adalah biaya iklan yang dianggarkan dan digunakan selama 10 tahun terakhir tercantum dalam tabel berikut. Lakukan analisis dari data tersebut.
Permintaan B. iklan 94 473000 95 929000 96 753000 95 939000 95 983000 94 832000 104 1178000 106 1292000 108 1403000 110 1499000 Jawab : Permintaan ( y ) B. iklan ( x ) 2 X Y2 XY CONTOH SOAL
94 473000 223729000000 8836 44462000 95 929000 86304100000 9025 88255000 96 753000 56700900000 9216 72288000 95 939000 88172100000 9025 89205000 95 983000 96628900000 9025 93385000 94 832000 69222400000 8836 78208000 104 1178000 13876840000 10816 122512000 106 1292000 16692640000 11236 136952000 108 1403000 19684090000 11664 151524000 110 1499000 22470010000 12100 164890000 997 10281000 11466371000 99779 1041681000 a) b =
(
)
∑
∑
∑
∑ ∑
− − 2 2 . X X n Y X XY n b =(
) (
)(
)
(
) (
)
2 10281000 0 1146637100 10 997 10281000 1041681000 10 − − b = 6 10 57 . 1 − − x a = n X b Y∑
−∑
a =(
)
(
)
10 10281000 10 157 . 997− − x −6 a = 80.59 Persamaan Regresinya : Y = a + bx Y = 80.59 + 0.0 x b)(
)
(
)(
)
(
)
(
)
[
2 2]
[
(
2)
(
)
2]
Y Y n X X n Y X XY n r Σ − Σ Σ − Σ Σ Σ − Σ = r = 0.905c. Kd = ( 0.9052
) x 100% = 81.9%
Artinya besarnya kontribusi harga terhadap penjualan sebesar 81.9% d)
(
)
2 2 − − − =∑
∑
∑
n XY b Y a Y SE SE = 2.92Langkah-langkah Penggunaan Software:
1. Jalankan program R commander 2. Kemudian Klik data → new data set
3. Ketik nama data kemudian OK 4. Masukkan data
6. Lalu klik yang menjadi variabel dependen dan variabel independen
E. Latihan SOAL PRAKTIKUM!
1. Toko Buku “RIRIN” menpunyai data penjualan selama 5 bulan, sebagai berikut (dalam ribuan) :
Penjualan ( x ) 800, 700, 600, 500, 400 Harga ( y ) 750, 850, 950, 1050, 1150 Hitunglah :
♣ Koefisien korelasinya. ♣ Koefisien Determinasinya. ♣ Standard Error.
2. Yayuk Daryanti Boutique mempunyai data penjualan sebagai berikut: (Rp 000) Penjualan Pendapatan 9 20000 8 18000 7 14000 5 10000 6 12000
Berdasarkan informasi diatas carilah :
♣ Persamaan Regresinya. ♣ Koefisien korelasinya. ♣ Koefisien Determinasinya. ♣ Standard Error.
3. Berikut adalah data permintaan tas ditoko “PADYAN BAG`S” (Rp 000) Permintaan Harga 100 35 95 45 80 49 60 54 50 60
Berapakah nilai dari : Persamaan regresinya, koefisien korelasinya, koefisien determinasinya, dan standart errornya.
4. Feronica Cell adalah sebuah agen telepon genggam terbesar, berikut adalah data permintaan selama 5 bulan terakhir ( dalam ribuan ):
Permintaan Harga
60 2550
80 2150
90 2050 100 2000 Hitunglah : ♣ Persamaan Regresinya. ♣ Koefisien korelasinya. ♣ Koefisien Determinasinya. ♣ Standard Error.
5. PT.Nariya Kayoe memproduksi minyak “kayoe manis” yang telah tersebar keberbagai daerah. Berikut ini adalah data kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan tersebut :
Promosi Permintaan 10 215 14 225 17 265 20 315 24 335 Hitunglah : ♣ Persamaan Regresinya. ♣ Koefisien korelasinya. ♣ Koefisien Determinasinya. ♣ Standard Error.
6. Dennis Collection memproduksi sepatu pria yang sudah banyak memiliki cabang. Dari catatan perusahaan diperoleh rincian mengenai kegiatan iklan mereka sebagai berikut :
Biaya iklan Permintaan
1100 83
1400 94
1200 86
1300 90
Berapakah nilai dari : Persamaan regresinya, koefisien korelasinya, koefisien determinasinya, dan standart errornya.
7. Toko Sembako “Yohana” mempunyai data pendapatan sebagai berikut :
Penjualan Pendapatan 25 8500 20 8750 16 8850 14 9100 12 9250
Berapakah nilai dari : Persamaan regresinya, koefisien korelasinya, koefisien determinasinya, dan standart errornya.
8. Irene Elektronik memiliki data penjualan sebagai berikut :
Penjualan Pendapatan 30 4000 40 3500 50 3000 60 2500 70 2000
Berapakah nilai dari : Persamaan regresinya, koefisien korelasinya, koefisien determinasinya, dan standart errornya.