• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Aflatoksin B1 (AFB1) pada Embrio Ayam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Efek Aflatoksin B1 (AFB1) pada Embrio Ayam"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.  Pengaruh senyawa pelarut AFB1 terhadap daya tetas  embrio ayam
Tabel 2. Pengaruh perlakuan AFB1 terhadap kematian embrio dan daya tetas telur
Gambar 2.  Keadaan embrio yang menetas dengan bantuan pada umur 21 hari (dengan pewarnaan Alizarin merah yang tidak  sempurna), terlihat tulang dan jari kaki yang agak bengkok pada yang mendapat perlakuan 31,2 ng AFB1 (kiri),  sedangkan pada yang kontrol t
Gambar 4. Keadaan anak ayam yang menetas dengan bantuan dari kelompok perlakuan 31,2 ng AFB1, terlihat lemah dan kelainan  pada kaki yang agak bengkok

Referensi

Dokumen terkait

Secara statistik, uji beda rata-rata kandungan protein antara putih telur ayam ras, ayam buras, itik, puyuh dan penyu dengan menggunakan distribusi t, bahwa kandungan protein

Disimpulkan bahwa salinitas sangat nyata berpengaruh terhadap laju pertumbuhan embrio, laju penurunan diameter kuning telur, waktu tetas, tingkat penetasan,

Disimpulkan bahwa salinitas sangat nyata berpengaruh terhadap laju pertumbuhan embrio, laju penurunan diameter kuning telur, waktu tetas, tingkat penetasan,

Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah telur yang dihasilkan, fertilitas dan daya tetas telur serta perkembangan embrio ikan pelangi asal Sungai Gelap, Papua.. Bahan

Hubungan Kadar Kalsium Cangkang Telur dengan Kadar Kalsium Tulang pada Tahapan Perkembangan Embrio Ayam Kampung (Gallus

Induk ayam Arab yang berumur 36 minggu diduga merupakan umur optimal pembibitan ayam Arab karena induk mampu menghasilkan telur tetas dengan kualitas telur yang baik,

Pengaruh Perlakuan Terhadap Daya Tetas Secara rinci daya tetas telur itik dengan fumigasi asap cair tempurung kelapa tertinggi 66,67 persen dihasilkan dari telur

Kadar aflatoksin yang tinggi pada pakan juga dapat menyebabkan adanya residu toksin pada produk ternak, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi