• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Karya Inovasi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II Karya Inovasi Pembelajaran"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

diingat oleh siswa. Guru ingin menciptakan suasana pembelajaran yang aktif sehingga diharapkan akan meningkatkan minat siswa terhadap materi tersebut. Dengan adanya minat yang tinggi diharapkan akan mendongkrak hasil belajar siswa.

Dengan adanya kondisi yang demikian sulit kiranya jika diharapkan siswa memperoleh hasil belajar yang optimal. Untuk menciptakan suasana belajar aktif guru mempunyai ide untuk membuat alat peraga yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Adanya alat atau media yang membangkitkan minat diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa.

B. Rancangan

Pada pembelajaran kali ini bagan dirancang dalam bentuk papan sederhana yang berbahan triplek. Alat peraga akan dimanfaatkan pada pembelajaran Standar Kompetensi. 2. Memahami sistem pemerintahan Republik Indonesia. Kompetensi Dasar 2.2 Mendeskripsikan lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 hasil amandemen. Adapun diagram alur yang merupakan langkah pembuatan alat peraga tersebut adalah sebagai berikut:

(2)

Gambar 1. Skema Alur Pembuatan Alat Peraga

C. Alat dan Bahan

Alat dan bahan pembuatan media tersebut sangat sederhana antara lain: 1. Kayu lapis/tripleks.

2. Poster berbahan vinil bergambar bagan lembaga negara. 3. Pipa paralon 34 inchi.

4. Lem kayu. 5. paku. 6. Paku pines. 7. Double tape 8. Gergaji. 9. Palu.

10. Meteran/pengukur. 11. gunting.

D. Proses Pembuatan

Cara pembuatan media ini sangat sederhana. Selengkapnya pembuatannya dapat kita lihat pada urutan gambar di bawah ini.

1. Pertama, penyiapan bahan berupa kayu lapis/tripleks.

Rancangan Alat Peraga Ide Dasar Latar Belakang Pengumpulan alat dan bahan Persiapan Pembelajaran (RPP) Pembuatan alat peraga Pelaksanaan Pembelajaran (Penggunaan Alat Peraga

(3)

Gambar 2.

Penyiapan bahan utama berupa tripleks

2. Tripleks diukur sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan yaitu panjang 120 cm dan lebar 100 cm.

Gambar 3.

Mengukur tripleks sesuai dengan kebutuhan

3. Memotong tripleks sesuai dengan ukuran.

Gambar 4.

(4)

4. Membuat bagan rumpang lembaga-lembaga negara sebelum amandemen UUD 1945 dan sesuadah amandemen.

Gambar 5.

Membuat bagan lembaga negara

5. Bagan yang sudah dibuat ditebalkan menggunakan spidol marker.

Gambar 6.

Menebalkan bagan menggunakan spidol marker

(5)

Gambar 7.

Membuat bingkai di tepi bagan

7. Guru menyiapkan juga bagan rumpang setelah amandemen

Gambar 8.

Menyiapkan bagan setelah amandemen

(6)

Gambar 9.

Membuat gantungan alat peraga dari paralon

9. Alat peraga bagan lembaga negara sebelum dan sesudah amandemen siap digunakan.

Gambar 10.

Alat peraga siap digunakan

(7)

Membuat kotak kecil tulisan lembaga negara

11. Guru mencoba menempelkan pada papan peraga

Gambar 12.

Kotak kecil tulisan dicoba ditempelkan pada bagan lembaga negara

(8)

Gambar 13.

Bagan lembaga negara dan tugasnya siap digunakan

E. Penggunaan dalam Pembelajaran

Alat peraga pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran PKn materi lembaga-lembaga negara. Adapun RPP dari penggunaan peraga tersebut terlampir pada bagian akhir laporan ini.

Gambar 14.

Gambar pemanfaataan alat peraga

(9)

Gambar 15.

Gambar pemanfaataan alat peraga

Anak-anak secara bergantian menyebutkan lembaga negara dengan menempelkan pada kotak yang tersedia. Di sini dituntut kecermatan siswa untuk memilih lembaga negara yang sesuai beserta tugasnya. Masing-masing siswa mencoba dengan lembaga negara yang berbeda.

Gambar 16.

Gambar pemanfaataan alat peraga

(10)

Gambar 17.

Gambar pemanfaataan alat peraga

Ada siswa yang menguji kemampuannya dengan menempelkan jenis lembaga negara dan tugasnya pada kotak yang berbeda-beda.

Gambar 18.

Gambar pemanfaataan alat peraga

(11)

Gambar 19.

Gambar pemanfaataan alat peraga

Gambar 20.

Gambar pemanfaataan alat peraga

Gambar

Gambar 1. Skema Alur Pembuatan Alat Peraga
Gambar 2.Penyiapan bahan utama berupa tripleks
Gambar 5.Membuat bagan lembaga negara
Gambar 7.Membuat bingkai di tepi bagan
+7

Referensi

Dokumen terkait

(1) Pajak yang terutang berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah, Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan, Surat

Analisis Bivariat, analisis bivariat digunakan untuk melihat kemungkinan adanya hubungan yang bermakna antara variabel dependen, yaitu hipertensi dengan variabel

Penyusunan skripsi ini adalah bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai rangkaian kegiatan akademis yang lain, untuk mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas

Kemudian yang kedua informasi yag ditampilkan GMF News itu terkait dengan kerjasama yang sudah dilakukan oleh PT.GMF AeroAsia dalam kerjasama itu berarti untuk semua

anak juga sering dikaitkan dengan proses pikir dari anak tersebut yang masih dalam tahap pertumbuhan, sebab pertumbuhan seorang anak biasanya menyangkut tentang

Seperti yang tertuang dalam Perda No.4 tahun 2011 “ Pedagang Kaki Lima yang selanjutnya disingkat PKL adalah pedagang yang melakukan usaha perdagangan di sektor

Logika Fuzzy merupakan peningkatan dari logika Boolean yang berhadapan dengan suatu konsep kebenaran tidak penuh (sebagian), dimana peran logika klasik menyatakan bahwa segala

Kelarutan tertinggi didapat baik pada dispersi padat maupun campuran fisik dengan perbandingan 1:9 (Taslim, 2007), tetapi pada uji disolusi yang dilakukan pada