• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA OPERASIONAL PENGKAJIAN PERTANIAN (ROPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA OPERASIONAL PENGKAJIAN PERTANIAN (ROPP)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA OPERASIONAL PENGKAJIAN PERTANIAN

(ROPP)

PENGKAJIAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH BUAH MANGGA

DAN PISANG SPESIFIK BENGKULU MELALUI TEKNOLOGI

PENGGORENGAN VAKUM DI PROPINSI BENGKULU

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BENGKULU

BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

2012

(2)

RENCANA OPERASIONAL PENGKAJIAN PERTANIAN

(ROPP)

PENGKAJIAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH BUAH MANGGA

DAN PISANG SPESIFIK BENGKULU MELALUI TEKNOLOGI

PENGGORENGAN VAKUM DI PROPINSI BENGKULU

Oleh:

Wilda Mikasari

BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BENGKULU

BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

2012

(3)

RENCANA OPERASIONAL PENELITIAN PERTANIAN

NOMOR : 26/1801.013/011/A/ROPP/2012

1. JUDUL

:

Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Mangga dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum Di Propinsi Bengkulu

2. SUMBER DANA

:

DIPA BPTP Bengkulu TA.2012

3. PROGRAM

:

Pengkajian Teknologi Inovatif Spesifik Lokasi dan Agribisnis Unggulan Daerah

a. Komoditas : Mangga dan pisang

b. Bidang Riset : Terapan

c. Jenis Penelitian : Laboratorium dan lapangan

d. Status ROPP : Baru

4. JUDUL KEGIATAN

:

Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Mangga dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum di Propinsi Bengkulu 5. LOKASI PENELITIAN : Propinsi Bengkulu

KATA KUNCI : Mangga Bengkulu, Pisang Jantan, Vacum friying 6. PENELITI YANG TERLIBAT

Peneliti 5 orang Teknisi 1 orang 7. TUJUAN

Tujuan pengkajian ini adalah:

1. Menghasilkan paket Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying) buah mangga dan pisang spesifik Bengkulu.

2. Mengetahui tingkat penerimaan petani terhadap aplikasi Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying).

(4)

8. LATAR BELAKANG

Mangga dan pisang merupakan buah unggulan Propinsi Bengkulu. Produktivitas kedua komoditas tersebut pada tahun 2009 sudah melebihi produktivitas rata-rata Nasional. Produktivitas yang paling tinggi ditunjukkan pada tanaman Mangga yang mencapai 176.51 ton/ha sementara produktivitas pisang mencapai 64.80 ton/ha sedangkan produktivitas rata-rata Nasional buah mangga dan psang adalah 105.13 ton/ha dan 52.88 ha/ton. Varietas buah mangga dan pisang spesifik di Propinsi Bengkulu adalah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan (Dinas Pertanian Propinsi Bengkulu, 2010).

Berbeda dengan varietas lain, baik varietas Mangga Bengkulu maupun Pisang Jantan memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan buah Mangga Bengkulu selain dapat berbuah sepanjang musim (4-5 kali/tahun) juga memiliki ukuran buah yang besar (0.6-2.4 kg) dengan daging yang tebal, lebih tahan terhadap hama lalat buah dan penggerek buah dibandingkan dengan mangga pada umumnya serta tahan terhadap tingkat curah hujan yang tinggi (Rambe, 2004). Ditinjau dari aspek sensori, Mangga Bengkulu memiliki tekstur daging buah yang lunak, berserat halus dan rasa daging buah manis sedikit asam serta beraroma sedang. Sementara itu, varietas Pisang Jantan merupakan jenis pisang yang tahan terhadap penyakit layu Fusarium sehingga dapat diunggulkan.

Sejauh ini pemanfaatan Buah Mangga Bengkulu masih terbatas dikonsumsi dalam bentuk segar, sedangkan buah mangga Bengkulu yang memiliki ukuran buah yang besar (0.6-2.4 kg) dengan daging yang tebal dan tersedia sepanjang tahun sangat potensial untuk diolah sebagai bahan baku keripik, namun belum ada upaya untuk meningkatkan nilai tambah buah Mangga Bengkulu dalam bentuk pengolahan kering seperti keripik. Permasalahan lain, komoditas pisang dan mangga ini cepat rusak sehingga perlu penanganan untuk memperpanjang masa simpan produk dengan mengolahnya dalam bentuk chip seperti keripik. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik buah-buahan yang pada umumnya memiliki kadar air yang tinggi, salah satunya yaitu dengan Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying). Melalui cara ini, buah mangga dan pisang diolah dalam bentuk chip menjadi keripik dengan cita rasa buah segar. Penggorengan dengan vacuum fryng dilakukan untuk komoditas buah yang

(5)

memiliki kadar air yang tinggi sehingga harus digoreng pada kondisi vakum (tekanan di bawah 1 atm).

Proses penggorengan buah-buahan menjadi keripik menggunakan Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying) tidak merubah aroma dan rasa buah asli. Selain itu, melalui proses penggorengan vacum ini nilai gizi produk terutama vitamin dapat dijaga karena produk di goreng dengan menggunakan tekanan rendah (hampa).

Produk keripik buah-buahan di Propinsi Bengkulu masih jarang dijumpai, sehingga keripik buah Mangga Bengkulu berpotensi dikembangkan dalam industri rumah tangga dan bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif makanan khas Propinsi Bengkulu sekaligus souvenir bagi para wisatawan yang berkunjung ke Propinsi ini.

Sejauh mana efektivitas penerapan Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying) dalam pembuatan keripik buah spesifik Bengkulu di tingkat petani, perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut.

9. DASAR PERTIMBANGAN

Buah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan termasuk bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan sehingga daya simpannya rendah. Selain itu, karakteristik buah Mangga Bengkulu yang memiliki aroma yang kurang tajam, kurang cocok diolah menjadi produk sari buah dan selai. Sementara itu, Pisang Jantan yang termasuk dalam pisang plantain (dimakan setelah diolah) apabila diolah menjadi keripik pada tingkat kematangan 85%, produk yang dihasilkan tidak renyah (Yani et al, 2010).

Oleh karena itu, perlu dicari terobosan untuk meningkatkan nilai tambah produk tersebut melalui teknologi pengolahan, salah satunya melalui teknologi penggorengan vakum. Pengolahan buah-buahan menjadi keripik menggunakan teknologi ini menghasilkan produk yang awet tanpa menggunakan bahan tambahan berupa pengawet dan kita tetap dapat menikmati aroma dan rasa buah asli dalam bentuk produk yang kering (keripik buah).

(6)

10. PERKIRAAN KELUARAN

1. Dihasilkan paket Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying) buah mangga dan pisang spesifik Bengkulu

2. Diketahui tingkat penerimaan petani terhadap aplikasi Teknologi Penggorengan Hampa (Vacuum Frying).

3. Tercapainya peningkatan nilai tambah buah mangga dan pisang spesifik Bengkulu

11. METODOLOGI

Lokasi dan Waktu

Kegiatan Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Mangga dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum di Propinsi Bengkulu dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen BPTP Bengkulu dan di sentra produksi Buah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan di Propinsi Bengkulu.

Ruang Lingkup Pengkajian

Ruang lingkup kegiatan Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Buah Mangga dan Pisang Spesifik Bengkulu Melalui Teknologi Penggorengan Vakum di Propinsi Bengkulu meliputi : 1) Persiapan, 2) Penelitian Pendahuluan (ujicoba pendahuluan), 3) Penelitian Utama (ujicoba lanjutan, analisis karakter kimia produk, uji organoleptik, analisis kelayakan ekonomi produk, dan analisis nilai tambah, serta 4) diseminasi teknologi penggorengan hampa (vacuum frying) dan survei penerimaan teknologi kepada petani.

Metode Pengkajian

Tahapan kegiatan pengkajian meliputi : 1. Persiapan

a. Identifikasi sentra produksi Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan di Propinsi Bengkulu, identifikasi pengolah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan, koordinasi antar institusi, koordinasi dan sosialisasi dengan kelompok tani budidaya/penghasil buah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan.

b. Identifikasi dan seleksi bahan baku pengkajian 2. Penelitian Pendahuluan

(7)

a. Analisis karakter kimia bahan baku keripik

Mangga Bengkulu dan pisang jantan : Kadar Air, kadar karbohidrat kadar lemak kadar serat, total gula, total asam tertitrasi dan Kadar Vitamin C. b. Penentuan Suhu Penggorengan Vakum Terbaik

Pembuatan keripik Mangga Bengkulu mengacu pada teknologi pembuatan keripik mangga yang sudah dikembangkan oleh BPTP Jawa Barat pada tahun 2009 sementara pembuatan keripik Pisang Jantan mengacu pada teknologi pembuatan keripik pisang jantan yang dikembangkan oleh BPTP Bengkulu pada tahun 2006.

Proses Pembuatan Keripik Mangga Bengkulu Proses pembuatan keripik Mangga Bengkulu meliputi : - Sortasi buah.

Sortasi bertujuan untuk memilih buah mangga berdasarkan cacat fisik dan tingkat kematangan. Buah mangga yang dipilih sebagai bahan baku adalah yang memiliki tingkat kematangan 78-85% dan tidak busuk.

Buah mangga hasil sortasi ditimbang. - Pencucian

Buah mangga dicuci dengan air bersih atau dalam larutan klorin 1% dengan cara menggosok-gosok kulit hingga terlepas dari kotoran yang melekat.

- Pengupasan

Buah mangga dikupas hingga kulitnya bersih dan tidak ada lagi warna hijau pada daging buah.

- Pengirisan dan Perendaman dalam Larutan Gula

Mangga yang telah dikupas diiris tipis-tipis dengan ketebalan ± 2-3 mm, direndam dalam natrium bisulfit selama 10 menit kemudian dalam larutan gula pasir selama 30 menit (5 g natrium metabisulfit dan 1,5 kg gula pasir dalam 1 liter air).

- Penggorengan

Sebelum digoreng, perlakuan irisan mangga ada yang dimasukkan dalam alat pendingin (freezer) selama ± 12 jam untuk meningkatkan kerenyahan keripik mangga. Lalu digoreng secara

(8)

vakum. Pada kondisi penggorengan yang demikian irisan mangga tidak mengalami perubahan aroma dan warna serta kehilangan kandungan vitaminnya karena suhu penggorengan yang rendah. Proses penggorengan hanya menguapkan kadar airnya saja.

-Penirisan

Hasil keripik mangga yang telah digoreng selanjutnya ditiriskan menggunakan alat peniris (sentrifugasi).

-Pengemasan

Keripik mangga yang telah ditiriskan, dikemas menggunakan kemasan plastik atau aluminium foil dengan berat per kemasan disesuaikan. Diagram alir proses pembuatan keripik Mangga Bengkulu secara lengkap dapat dilihat pada gambar

Pengupasan Pencucian Penirisan Pengirisan Perendaman Sulfit (NaHSO3 1000ppm,) Penirisan

Penggorengan pada tekanan vakum

Penirisan Minyak

Gambar 1. Diagram alir pembuatan keripik Mangga Bengkulu Keripik

Mangga Mangga Bengkulu

(9)

Proses Pembuatan Keripik Pisang Jantan Proses pembuatan keripik Pisang Jantan meliputi : - Sortasi buah.

Buah pisang yang untuk membuat keripik pisang adalah buah pisang segar dengan derajat kematangan 80-85%.

- Pengupasan dan Pengirisan

Buah dikupas kemudian diiris dengan ketebalan ± 3-4 mm. - Penggorengan

Bahan dimasukkan ke dalam minyak goreng yang telah dipanaskan hingga suhunya mencapai 90-100oC dengan tekanan hampa 70

cmHg. -Penirisan

Hasil keripik mangga yang telah digoreng selanjutnya ditiriskan menggunakan alat peniris (sentrifugasi).

-Pengemasan

keripik pisang yang telah ditiriskan, dikemas menggunakan kemasan plastik atau aluminium foil. Diagram alir proses pembuatan keripik Mangga Bengkulu secara lengkap dapat dilihat pada gambar 2.

Pengupasan Pengirisan

Penggorengan pada tekanan vakum 70 Cm Hg

Penirisan Minyak Pengemasan

Gambar 2. Diagram alir pembuatan keripik Pisang Jantan Keripik Pisang

Jantan Pisang Jantan

(10)

Penentuan suhu penggorengan vakum dengan tingkatan suhu penggorengan yaitu 80oC, 90oC, dan 100 oC,dari tingkatan suhu terbaik

akan digunakan untuk ujicoba lanjutan pada penelitian utama. 3. Penelitian Utama

a. Hasil percobaan pada penelitian pendahuluan, dilanjutkan pada penelitian utama yaitu dengan perlakuan tingkatan suhu penggorengan vakum dengan ketebalan irisan buah pisang.

b. Produk yang dihasilkan pada tahap lanjutan ini kemudian dianalisis. Analisis meliputi :

- analisis karakter fisik produk : warna

kerenyahan

- analisis kimia produk : kadar air

kadar lemak kadar vitamin C total gula

- uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kerenyahan):

Panelis diminta untuk menguji tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan produk. Pengujian bisa dilakukan satu persatu atau secara bersamaan dengan tanpa melakukan pembandingan antar sampel akan tetapi merupakan respon spontan terhadap kesukaan dari produk yang diuji. Skor kesukaan panelis meliputi 5 kisaran skala yakni skala 1 (sangat tidak suka), skala 2 (tidak suka), skala 3 (agak tidak suka), skala 4 (suka), skala 5 (sangat suka). Contoh uji hedonik disajikan secara acak dan dalam memberikan penilaian, panelis tidak boleh mengulang-ulang penilaian atau membanding-bandingkan contoh yang disajikan. Untuk produk keripik pisang dilakukan juga uji orlep untuk membandingkan produk yang digoreng dengan penggoreng vacum dan penggorengan biasa.

- analisis kelayakan ekonomi produk, dilakukan dengan asumsi-asumsi dan komponen :

Produksi Investasi

(11)

Biaya Operasional

Harga Pokok dan Harga Jual Titik Impas/Break Even Point

Perhitungan Keuntungan

Waktu Pengembalian Modal (Payback Period)

Net Present Value Internal Rate of Return B/C Ratio

- analisis nilai tambah

Dilakukan studi kelayakan pada produk keripik mangga dan kripik pisang yang digoreng dengan penggoreng vacum, dan dilakukan juga studi kelayakan pada produk kripik pisang yang digoreng biasa (non vacuum). 4. Penerapan teknologi penggorengan hampa (vacuum frying) di tingkat petani

Penerapan teknologi penggorengan vakum buah Mangga Bengkulu dan Pisang Jantan dilakukan pada kelompok tani yang mengolah buah-buahan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan petani memperoleh keterampilan dalam mengaplikasikan teknologi pengolahan buah Mangga Bengkulu dan pisang jantan, sehingga nilai tambah produk dapat ditingkatkan baik dari sisi teknis maupun ekonomi (Tabel I).

Tabel 1. Penerapan teknologi di tingkat petani

No. Uraian Teknologi

vacuum Frying Teknologi Petani/ penggorengan biasa

1. Mangga Bengkulu v -

2. Pisang Jantan v v

Selain itu, pada kegiatan ini, dilakukan penilaian terhadap tingkat penerapan teknologi oleh petani. Tingkat penerapan teknologi oleh petani diukur berdasarkan keterampilan dalam melakukan proses produksi yang meliputi sortasi buah, pencucian buah, pengupasan buah, pengirisan buah, perendaman, penirisan, penggorengan, penirisan minyak, dan pengemasan (Tabel 2).

(12)

Tabel 2. Penilaian tingkat penerapan teknologi di tingkat petani

Kriteria Skor :

1 = kurang baik, 2 = sedang , 3 = baik Kriteria Penilaian :

100-125 = keterampilan baik 75-99 = keterampilan sedang 50-74 = keterampilan kurang

Parameter yang Diukur

Parameter yang diukur dan dianalisis meliputi : a. Analisis karakter kimia bahan baku keripik

- Mangga Bengkulu (kadar air, kadar karbohidrat, kadar lemak, kadar serat, total gula, dan kadar vitamin C).

- Pisang Jantan (kadar air, kadar lemak, kadar abu, dan total gula). b. Analisis karakter kimia produk

- Mangga Bengkulu (kadar lemak, kadar air, kadar vitamin C) - Pisang Jantan (kadar air, kadar lemak, kadar abu, total gula) c. Data penilaian uji organoleptik

d. Skor penilaian penerapan teknologi di tingkat petani No. Tahapan Proses

Pengolahan 1 2 3 Skor Bobot (%) (Bobot xSkor) Nilai

1. Sortasi buah 5 2. Pencucian 5 3. Pengupasan 5 4. Pengirisan 5 5. Perendaman 5 6. Penirisan setelah perendaman 2 7. Penggorengan 10 8. Penirisan menggunakan sentrifuse 3 9. Pengemasan 5 Total Nilai

(13)

12. ANGGARAN YANG DIALOKASIKAN

No. Jenis Pengeluaran Volume Harga

Satuan Biaya

1. Belanja Bahan

Sarana Produksi dan Bahan Pendukung

42.500.000

Mangga Bengkulu 250 kg 18.000 4.500.000

Pisang Jantan 50 tandan 25.000 1.250.000

Minyak Goreng 200 liter 13.000 2.600.000

Bahan Analisis Kimia 1 paket 15.000.000 15.000.000

Gula Pasir 25 kg 13.000 325.000

Kemasan Alufo 2 roll 200.000 400.000

Natrium Metabisulfit 10 kg 100.000 1.000.000

Label Kemasan 100 1.000 100.000

Bahan Bakar (LPG) 10 kali 85.000 850.000

ATK dan Computer Supplies 1 keg 2.000.000 2.000.000

Materi Informasi Teknologi 1 paket 4.500.000 4.500.000

2 Honor yang Terkait dengan

Output Kegiatan

Honor Petugas Lapang 100 OH 50.000 5.000.000

3. Belanja Barang Non Operasional

Lainnya 31.000.000

Temu Lapang, Ekspose 2 kali 12.500.000 25.000.000

Pertemuan survey tingkat petani, pelatihan

3 kali 1.500.000 4.500.000

Pelaporan 2 kali 750.000 1.500.000

4. Belanja Sewa

Sewa Alat 1 tahun 3.500.000 3.500.000

5 Belanja Perjalanan Lainnya 68.000.000

Perjalanan Daerah 160 OH 300.000 48.000.000

Perjalanan Luar Propinsi 4 OP 5.000.000 20.000.000

(14)

13.

RENCANA OPERASIONAL

No Uraian Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1. Perbaikan RPTP/ROPTP

X

2. Persiapan :

a. Identifikasi Lokasi

X X

b. Seleksi Bahan Baku

X

3. Penelitian Pendahuluan

a. Analisis kimia bahan

X X

b. Penentuan Suhu

X X

4. Penelitian Utama a. Perlakuan Suhu

X

b. Analisis Fisik

X

c. Analisis Kimia

X

d. Analisis Organoleptik

X X

e. Analisis Kelayakan

X X

5. Temu Lapang, Ekspose

X X

6. Pertemuan survei

tingkat petani

X X

7. Laporan Tengah Tahun

X

8. Tabulasi Data

X X

9. Analisis Data

X X

10. Laporan Akhir

X X X

11. Seminar Hasil

X

15. TAHAPAN PEMBIAYAAN

No Uraian pengeluaran Triwulan (Rp.000) Jumlah Rp. I II III IV 1. Belanja Bahan 10.000.000 15.000.000 15.000.000 2.500.000 42.500.000 2. Honor yang terkait dengan output kegiatan 1.500.000 1.500.000 1.000.000 1.000.000 5.000.000 3. Belanja Barang Non Operasional Lainnya 1.500.000 14.750.000 12.500.000 2.250.000 31.000.000 4. Belanja Sewa  Sewa Alat - 1.500.000 2.000.000 - 3.500.000 5. Belanja Perjalanan Lainnya 15.000.000 25.000.000 18.000.000 15.000.000 68.000.000 Jumlah 150.000.000

(15)

17.

DAFTAR PUSTAKA

Yani, A. dan Nasriati. 2010.Kajian Mutu Preferensi Konsumen Terhadap Keripik Pisang Jantan Aneka Rasa di Lampung. Prosiding Seminar Nasional Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. 1837-1846.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu. 2006. Teknologi Pengolahan Pangan dan Produk Peternakan. BPTP Bengkulu, Bengkulu.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat. 2009. Petunjuk Teknis Pengolahan Buah Mangga. BPTP Jawa Barat, Jawa Barat

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu. 2010. Laporan Tahunan, Bengkulu.

Rambe, S.S. 2004. Tanaman Mangga Lokal Varietas Bengkulu. Makalah. BPTP Bengkulu, Bengkulu.

(16)

15. LEMBAR PENGESAHAN

Penanggung Jawab ROPP,

Wilda Mikasari, STP, M.Si NIP. 19690812 199803 2 001

MENYETUJUI:

Penanggung Jawab RPTP,

Wilda Mikasari, STP, M.Si NIP. 19690812 199803 2 001

Ketua Kelji Budidaya

Ir. Eddy Makruf_ NIP. 19561005 198803 1 001 MENGETAHUI:

Kepala BPTP Bengkulu,

Dr. Ir. Dedi Sugandi, MP NIP. 19590206 198603 1 002

(17)

Lampiran 1 : Uraian tugas organisasi pelaksana. No. Nama/NIP Jabatan Fungsional/ Bidang Keahlian Jabatan dalam Kegiatan

Uraian Tugas Alokasi Waktu (jam) 1. Wilda Mikasari, S. TP, MSi/ 19690812 199803 2 001 Peneliti Muda/ Teknologi Pascapanen Penanggung

Jawab Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengkajian Menyusun dan merencanakan operasional kegiatan dan mempresentasikan Mengkoordinir anggota tim Menyusun laporan Melaksanakan koordinasi dan konsultasi kebijakan di luar propinsi 25 2. Lina Ivanti, S. TP/ 19841004 200901 2 004 PNK/ Teknologi Pangan Anggota Membantu pelaksanaan pengkajian Membantu menyusun laporan 20 3. Taufik Hidayat, S. TP/ 19820511 200912 1 004 PNK/ Teknologi Hasil Pertanian Anggota Membantu pelaksanaan pengkajian Membantu menyusun laporan 20 4. Irma Calista, ST/

19810716 20501 2 002 PNK/ - Anggota Membantu pelaksanaan pengkajian Membantu menyusun laporan 20 5. Alfayanti, SP/ 19830305 200912 2 001 PNK/ Sosek Anggota Membantu pelaksanaan pengkajian Membantu menyusun laporan 20 4. Johardi/ 19720110 200701 1 001

Teknisi Anggota Membantu pelaksanaan pengkajian Membantu teknis operasional alat

(18)

Gambar

Gambar 1.  Diagram alir pembuatan keripik Mangga Bengkulu Keripik
Gambar 2.  Diagram alir pembuatan keripik Pisang Jantan Keripik Pisang
Tabel 1. Penerapan teknologi di tingkat petani

Referensi

Dokumen terkait

Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan mememperlihatkan bahwa rendah dan beragamnya mutu biji kakao fermentasi yang dihasilkan petani/Poktan atau unit pengolahan hasil

penulis lakukan di Puskesmas Selayo Kabupaten Solok ditemukan data bahwa pada tahun 2014 pasien yang mendatangi puskesmas tersebut yang mengalami hipertensi

a. Ukuran butiran sampah dan komposisi fraksi organik dalam sampah akan berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas lindi. 1) Butiran sampah dengan ukuran lebih dari 4 cm

Oleh sebab itu, untuk menghindari kesalahan hasil evaluasi dosis karena terjadinya pemudaran pada TLD, maka pembacaan intensitas TL pada TLD untuk kalibrasi perlu penundaan

I, II clan III, maka clapat dihitung nilai (Tabel 7). Dari hasil tersebut diketahui waktu paro pada masing-masing metode nilai penyimpangan waktu para metode integral

Penerapan model group investigation, perubahan positif pada siswa kelas IPS 4 berupa peningkatan terhadap keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar pada

Dengan adanya tampilan peta yang dibuat 3 dimensi atau 3D maka user akan lebih mudah utuk membaca peta tersebut dikarenkan gambar pada peta 3D kelihatan timbul dan dapat diputar

Adanya korelasi positif antara kedua variabel tersebut menunjukan bahwa anggota gerakan pemuda hijrah mampu mengatur tingkah lakunya sesuai dengan yang diperintahkan