• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan Bibit Ayam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemilihan Bibit Ayam"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN LAPORAN

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI SUPLIER PEMILIHANSUPLIER PEMILIHAN BBIT AYAM BOILER

BBIT AYAM BOILER

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SPK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah SPK

Disusun oleh : Disusun oleh : Asep

Asep Saepudin Saepudin E11140011E11140011 Iqbal

Iqbal Supriatna Supriatna E11140028E11140028  Novan Nugraha

 Novan Nugraha E11140038E11140038

FAKULTAS INFORMATIKA DANKOMPUTER FAKULTAS INFORMATIKA DANKOMPUTER

PROGRAM STUDI SISTEM

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASINFORMASII UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR  UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR 

TAHUN 2017 TAHUN 2017

(2)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi sudah sedemikian pesat. Dewasa ini perkembangan teknologi informasi sudah sedemikian pesat. Perkembangan yang pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat Perkembangan yang pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode komputasi yang cukup berkembang saat ini adalah metode sistem pendukung komputasi yang cukup berkembang saat ini adalah metode sistem pendukung keputusan (

keputusan ( Decisions  Decisions Support Support SystemSystem). Dalam teknologi informasi, sistem). Dalam teknologi informasi, sistem  pendukung

 pendukung keputusan keputusan merupakan merupakan cabang cabang ilmu ilmu yang yang letaknya letaknya diantara diantara sistemsistem informasi dan sistem cerdas. Sistem pendukung keputusan juga membutuhkan informasi dan sistem cerdas. Sistem pendukung keputusan juga membutuhkan teknologi informasi, hal ini dikarenakan adanya era globalisasi, yang menuntut teknologi informasi, hal ini dikarenakan adanya era globalisasi, yang menuntut sebuah instansi atau perusahaan untuk bergerak cepat dalam mengambil suatu sebuah instansi atau perusahaan untuk bergerak cepat dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.

keputusan dan tindakan.

Pemilihan supplier merupakan masalah pengambilan keputusan yang cukup Pemilihan supplier merupakan masalah pengambilan keputusan yang cukup  penting

 penting karena karena pemilihan pemilihan supplier supplier yang yang tepat tepat dapat dapat menurunkan menurunkan biaya biaya pembelianpembelian dan meningkatkan daya saing perusahaan. CV. MAKMUR CIKEDAL adalah dan meningkatkan daya saing perusahaan. CV. MAKMUR CIKEDAL adalah  perusahaan

 perusahaan yang yang bergerak bergerak di di bidang bidang supplier supplier penjual penjual daging daging ayam ayam potong potong broilerbroiler segar, berkualitas, dan halal. Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya CV. segar, berkualitas, dan halal. Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya CV. MAKMUR CIKEDAL mendapatkan pasokan ayam potong broiler dari para MAKMUR CIKEDAL mendapatkan pasokan ayam potong broiler dari para supplier. Pemilihan supplier oleh CV. MAKMUR CIKEDAL adalah salah satu supplier. Pemilihan supplier oleh CV. MAKMUR CIKEDAL adalah salah satu aspek penting yang menjamin kelancaran operasional perusahaaan. Sementara aspek penting yang menjamin kelancaran operasional perusahaaan. Sementara  proses

 proses pemilihan pemilihan supplier supplier dalam dalam pemenuhan pemenuhan ayam ayam potong potong broiler broiler saat saat ini ini dirasadirasa  perusahaan

 perusahaan kurang kurang efisien, efisien, padahal padahal proses proses tersebut tersebut tergolong tergolong cukup cukup sering sering terjadi.terjadi. Pihak perusahaan memiliki sistem evaluasi dan seleksi supplier sebelumnya yang Pihak perusahaan memiliki sistem evaluasi dan seleksi supplier sebelumnya yang hanya menekankan pada aspek/kriteria biaya (

(3)

sifatnya subjektif. Sistem ini tentunya tidak menguntungkan perusahaan, karena kriteria yang digunakan dalam evalausi dan seleksi supplier hanya biaya (cost ) saja dan tidak bersifat objektif, sedangkan kriteria yang non cost (non finansial) sangat mempengaruhi penilaian dan dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu supplier. Perusahaan juga seringkali merasa kebingungan ketika harus melakukan penilaian untuk mendapatkan satu supplier yang memberikan penawaran serta pelayanan terbaik. Permasalahan lain dan sering terjadi hingga saat ini bahwa perusahaan mengalami masalah berhubungan dengan suppliernya, yaitu kualitas atau mutu  produk yang tidak sesuai standar perusahaan / terdapat produk reject dan jumlah  pesanan yang tidak sesuai dengan pesanan perusahaan. Pemilihan supplier perlu dilakukan untuk mendapatkan supplier yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara konsisten. Proses pemilihan supplier dilakukan dengan cara melakukan evaluasi terhadap supplier dan membandingkannya dengan menggunakan ukuran dan kriteria yang sesuai. pemilihan supplier berdasarkan pada kriteria yaitu bibit ayam atau doc broiler yang berkualitas, cepat dalam pengiriman  bibit ayam atau doc broiler, harga bibit ayam atau doc broiler yang dapat di nego, memiliki surat izin usaha bibit ayam atau doc broiler dari Dinkes, dan memiliki Kondisi Teknis yang Ideal. Oleh karena itu, pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk merancang suatu sistem evaluasi dan seleksi supplier dengan multi kriteria dengan mengacu kepada solusi yang diberikan oleh metode AHP ( Analytical  Hierarcy Process) dalam membantu membuat keputusan, seorang decision maker dapat mengambil keputusan tentang pemilihan supplier secara objektif berdasarkan multi kriteria yang ditetapkan seperti proses pemilihan supplier.

(4)

B. Batasan Masalah

1. Data yang akan diproses pada sistem ini adalah data perusahaan tentang pasokan ayam potong  broiler, kriteria untuk ayam potong broiler.

2. Tidak membahas mengenai perbedaan metode AHP dan TOPSIS dengan metode SPK lainnya.

3. Cepat dalam pengiriman bibit ayam atau doc broiler.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada, masalah yang dapat dirumuskan dalam tugas akhir ini adalah:

1. Bagaimana merancang dan membangun suatu SPK dalam Seleksi Suplier?

2. Bagaimana penerapan dua metode yaitu metode AHP dan TOPSIS pada seleksi  pemilihan?

D. Tujuan Penelitian

1. Merancang SPK yang berguna untuk menyeleksi Suplier agar mendapatkan bibit ayam yang unggul.

2. Penerapan kombinasi dua metode yaitu metode AHP dan metode TOPSIS agar diperoleh solusi yang mendekati seperti harapan.

E. Manfaat Penelitian

1. Sebagai salah satu alat dan alternatif untuk membantu pemilihan bibit ayam.

2. Menambah pengetahuan penulis dalam hal merancang SPK dengan metode AHP dan TOPSIS.

(5)

BAB III PEMBAHASAN

A. Perancangan Input Proses Output (IPO) Analisis Input

Analisis Input merupakan data yang akan diinput kedalam sistem. Data-data tersebut adalah sebagai berikut :

NO NAMA FILE ATRIBUT

1. supplier  id_suplier  nama  alamat   perusahaan  no_telp 2. Pemesanan_suplier  id_pesan  nofak  id_suplier  tgl_pesan  harga   jual 3. cek_kualitas_ayam  id_cek  id_suplier  id_jenis  kulit   perut   badan   paru  kaki   pubis  mata   jengger  kloaka

(6)

 lemak   bulu  kadar 4. jenis_ayam  id_jenis   jenis_ayam  kategori Analisis Proses

Analisis Proses didalam sistem proses tersebut diantaranya sebagai berikut :

NO NAMA FILE ATRIBUT

1. seleksi  id_seleksi  id_jenis  id_cek  kriteria  nilai Analisis Output

Analisis Output yang dihasilkan dari sistem Informasi yang dihasilkan diantaranya adalah sebagai berikut :

NO NAMA FILE ATRIBUT

1. laporan_hasil

 id_laporan  id_jenis  id_seleksi

(7)

B. Analisis Perhitungan SPK dan Exel

Sebelum memulai ke penghitungan SPK dalam bentuk exel terlebih dahulu pembuatan gambaran hirarki dari sistem pendukung keputusan bibt ayam, adapun hirarki tersebut adalah sebagai berikut :

SPK Suplier Bibit Ayam

Harga Kwalitas Pelayanan

SuplierA SuplierB SuplierC

Dari hasil survey yang penyusun lakukan maka didapat penilaian dari masing-masing responden, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut:

(8)

Dari hasil survey yang penyusun lakukan maka didapat penilaian dari masing-masing responden, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut:

(9)
(10)
(11)

C. Perancangan Sistem

Rancangan sistem digunakan untuk mempermudah menentukan input dan output dalam perancangan sistem. Penggunaan alat dalam perancangan sitem diharapkan mampu menyederhanakan sistem yang rumit menjadi beberapa bagian yang sederhana. Penyederhanaan sistem dibuat supaya sistem menjadi lebih mudah dipahami dan dikembangkan.

Perancangan Proses

Desain proses digambarkan dalam bentuk Data Flow Diagram (DFD)

yang dimulai dari level tertinggi yaitu level 0 (Diagram Konteks) yang menggambarkan sistem secara keseluruhan yang selanjutnya diturunkan  pada level-level yang lebih rendah. Berikut ini merupakan DFD yang menggambarkan aliran data dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Suplier Bibit Ayam.

SPK Pemilihan Bibit Ayam Agen Admin Input Suplier Hasil seleksi

Input Jenis bibit Ayam

   H    a    s    i     l   S   e     l   e     k   s   i    R    e     k   o    m    o    n     d   a    s    i    S    u    p     l   i   e   r

(12)

Diagram konteks pada Gambar 9, memberikan gambaran bahwa Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibt ayam

 berinteraksi dengan 4 entitas luar yaitu: a. Admin

Terdapat aliran data masuk ke SPK Pemilihan Suplier bibit ayam yaitu input suplier dan aliran data keluar dari SPK ke Admin berupa informasi data hasil seleksi suplier.

 b. Agen

Terdapat aliran data masuk ke SPK Pemilihan bibit ayam yaitu input rekomendasi suplier dari penilaian masing-masing suplier yang ada dan aliran data keluar dari SPK ke agen berupa informasi data hasil seleksi yang akan dinilai.

Diagram konteks pada Gambar 9 dijabarkan dengan Data Flow Diagram (DFD) Level 1 yang disajikan pada Gambar 10 merupakan detail dari Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Suplier bibt ayam.

Pada Gambar 10, DFD Level 1 Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibt ayam terdapat 2 entitas luar/pengguna (Admin dan Agen ) dan 4 proses (input data suplier, penilaian, input data jenis ayam dan proses seleksi). Proses input data suplier dilakukan oleh admin.

Proses penilaian dan input data jenis ayam dilakukan oleh admin, sedangkan  proses seleksi dilakukan oleh agen.

(13)

Gambar 10. DFD level 1 SPK Pemilihan Bibit ayam a. Proses Input Data suplier

Selanjutnya, proses input data suplier dijabarkan ke DFD level 1 input data mahasiswa seperti pada Gambar 11.

1.1 Proses input data suplier

Admin DataSuplier

Data suplier Info suplier Data suplier 1.2 Proses simpan data suplier Data suplier Info suplier

Gambar 11. DFD Level 1 Input Data suplier 

Proses Isi data suplier adalah pemilihan suplier melakukan input data diri sesuai dengan masing-masing identitas dan data suplier akan disimpan didatabase suplier.

1 Proses input

data suplier

Admin DataSuplier

Data suplier Info suplier Data suplier Agen 4 Proses Seleksi 2 Proses Penilaian Data nilai Data suplier Data suplier Data nilai 3 Proses input data jenis ayam Data jenis

Data jenis ayam Data jenis

Data jenis Hasil seleksi

(14)

 b. Proses Penilaian

Proses Penilaian yang dilakukan juri akan dijabarkan ke DFD level 2 Penilaian seperti Gambar 12.

Admin DataSuplier

2.1 Proses Penilaian

Data nilai

Datasuplier Datasuplier

Data nilai 2.2 Proses Penilaian bibit ayam Data nilai

Gambar 12. DFD Level 2 Penilaian

Proses Penilaian dibagi menjadi 2 proses yaitu proses Input Nilai dan Perhitungan Nilai. Proses Input Nilai merupakan proses di mana admin memasukkan nilai berdasarkan data proses bibit ayam yang akan dinilai. Kemudian penilaian sementara akan disimpan di database  Penilaian. Kemudian Penilaian akan menuju proses perhitungan penilaian yaitu  proses perhitungan nilai setiap bibit ayam yang dinilai. Nilai dari admin

akan dirata-rata dan kemudian disimpan di database suplier. c. Proses Input jenis bibit ayam

Proses Input jenis bibit ayam akan dijabarkan pada DFD level 3 Input  jenis bibit ayam seperti Gambar 13.

Admin

3 Proses input

data jenis ayam

Data jenis Data jenis Data jenis ayam

(15)

Proses Input jenis bibit ayam seleksi pemilihan bibit ayam dibagi melalui 2 proses yaitu proses Isi Kriteria lalu dilanjutkan dengan proses

Simpan jenis menuju database jenis. d. Proses Hasil Seleksi

Proses Hasil Seleksi akan dijabarkan pada DFD level 4 Hasil Seleksi  pada Gambar 14. Data Suplier Agen 4 Proses Seleksi

Data jenis ayam

Data jenis

Hasil seleksi

Data suplier

Gambar 14. DFD Level 4 Hasil Seleksi

Proses seleksi pemilihan bibt ayam melalui 4 proses, yaitu proses Perhitungan AHP dan proses Perhitungan TOPSIS. Proses Perhitungan AHP dilakukan dengan pengambilan data dari database jenis, kemudian didapat bobot nilai yang akan digunakan untuk proses Perhitungan TOPSIS.

Proses Hasil Kriteria adalah proses pengolahan input kriteria sesuai dengan algoritma perhitungan AHP. Sedangkan proses Normalisasi Kriteria adalah normalisasi dari proses kriteria kemudian disimpan ke

database Kriteria.

Selanjutnya, Proses Perhitungan TOPSIS secara rinci dijabarkan pada DFD level 3 Proses Perhitungan TOPSIS pada Gambar 16. Pada DFD level 3 ini merupakan proses seleksi dengan perhitungan menggunakan metode TOPSIS. Terdapat 7 proses tahapan yaitu proses data awal,

(16)

konversi, normalisasi bobot, solusi ideal positif negatif,  separation measure dan proses hasil akhir (perangkingan).

5.1.1 Proses lihat  bibit ayam 5.1.2 Proses konversi data 5.1.3 Proses normalisasi data 5.1.4 Proses  pembobotan normalisasi 5.1.5 Proses Separate measure 5.1.6 Proses nilai Admin Data jenis Hasil konversi Haasil normalisasi

Hasil normalisasi bobot

Hasil separate measure

Hasil akhir 

Data_suplier  Hasil normalisasi bobot

Hasil separate measure

Hasil akhir  Haasil normalisasi

Hasil konversi Data jenis

Gambar 16. DFD Level 5 Perhitungan TOPSIS

Pada Gambar 16, Proses data awal merupakan proses awal dari metode TOPSIS, proses ini akan menampilkan semua peserta pemilihan bibit ayam yang dilengkapi dengan nilai pada masing-masing kriteria yang telah ditentukan.

Proses Konversi adalah proses konversi dari data para pendaftar ke konversi nilai yang telah ditentukan. Kemudian Proses Pembobotan

(17)

 Normalisasi merupakan proses perkalian hasil kali dengan data hasil konversi dikalikan data bobot kriteria yang telah didapat dari perhitungan AHP. Proses Solusi Ideal positif dan negatif adalah proses mencari nilai tertinggi dan terendah dari seluruh bibit ayam. Dilanjutkan proses Separation Measure  untuk mencari dmax  dan dmin  tiap masing-masing  peserta.

Proses Hasil Akhir (penilaian) merupakan perhitungan nilai kedekatan dmax dan dmin dengan solusi ideal positif maupun negatif.

4.Perancangan Basis Data a.Struktur Tabel

Rancangan basis data Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit ayam terdapat lima tabel. Kelima tabel didapat setelah hasil normalisasi sampai bentuk ke-2 dan diperoleh tabel pengguna, suplier, kriteria,  penilaian, dan prestasi. Data-data yang diperlukan dalam sistem  pendukung keputusan pemilihan bibt ayam disajikan pada tabel dalam  bentuk sebagai berikut:

1) Tabel Pengguna

Tabel pengguna digunakan untuk menyimpan data pengguna dalam sistem, data akun untuk login, dan hak akses. Struktur tabel pengguna disajikan pada Tabel 5.

(18)

Tabel 5. Tabel Admin

F ield Tipe Lebar Keterangan

id* int 11 Id admin ( Primary Key) username varchar 16 Username admin

 password varchar 255 Password admin roles varchar 10 Hak akses admin 2) Tabel suplier 

Tabel suplier digunakan untuk menyimpan data supplier pengolahan data dan penilaian admin. Struktur tabel suplier disajikan pada Tabel 6.

Tabel 6. Tabel Suplier

F ield Tipe Lebar Keterangan

id_suplier* int 11 Id suplier ( Primary Key) nama varchar 16 Nama suplier

alamat varchar 255 Alamat suplier

 jenis_kelamin varchar 10 Jenis kelamin suplier  telp varchar 16 Telepon suplier  email varchar 255 Email suplier 3) Tabel jenis

Tabel jenis digunakan untuk menyimpan data pembobotan jenis bibit ayam dengan AHP. Struktur tabel suplier disajikan pada Tabel 7.

Tabel 7. Tabel jenis

F ield Tipe Lebar Keterangan

id_jenis* Int 2 Id jenis ( Primary Key) Jenis_ayam varchar 16 Jenis ayam

gol varchar  5 Golongan ayam

(19)

4) Tabel Penilaian

Tabel penilaian digunakan untuk menyimpan data rekapan penjurian tiap mahasiswa. Struktur tabel suplier disajikan pada Tabel 8.

Tabel 8. Tabel Penilaian

F ield Tipe Lebar Keterangan

id_penilai* int 11 Id penilaian ( Primary Key) id_admin int 11 Id admin ( Foreign Key) id_suplier int 11 Id suplier ( Foreign Key) id_jenis int 11 Id jenis ( Foreign Key) Jenis_ayam varchar 255 Jenis ayam

 Nilai double 6,2 Total nilai

b.Relasi Antar Tabel

Relasi antar tabel dapat disajikan pada Gambar 18, terdapat relasi antara tabel penilaian dengan tabel suplier melalui field id suplier   yang merupakan kunci primer dari tabel suplier. Hal ini karena tabel penilaian membutuhkan id suplier   untuk diberikan nilai jika nanti ada juri yang menilai harus sesuai dengan peserta yang dinilai.

Demikian juga pada tabel penilaian juga berelasi dengan tabel  pengguna ini melalui field id   yang merupakan kunci primer dari tabel  pengguna. Karena saat menilai suatu nilai dibutuhkan siapa yang

memberikan nilai tersebut maka dibutuhkan id  dari tabel admin.

Tabel prestasi berelasi dengan tabel suplier melalui field id suplier  yang merupakan kunci primer dari tabel suplier. Karena setiap jenis bibit ayam yang masuk ke tabel harus disertai id suplier   memasukkan agar bibit ayam yang masuk bisa diketahui itu prestasi siapa.

(20)

Admin Id_admin ** Username Password roles Admin Id_suplier ** Nama Alamat Jenis_kelamin Telp email Admin Id_penilaian * Id_admin Id_suplier Id_jenis Jenis_ayam nilai  jenis Id_jenis ** Jenis_ayam Gol bobot

(21)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibt ayam, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

SPK yang dirancang memiliki 3 fungsi utama yaitu pendaftaran, penjurian, dan  pengolahan data calon bibt ayam sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu

alternatif solusi pengambil keputusan pemenang bibt ayam.

1. Metode AHP digunakan untuk proses pembobotan kriteria sesuai dengan  permintaan (input) dan metode TOPSIS dapat digunakan untuk pengolahan

data mahasiswa sehingga diperoleh solusi pemenang bibt ayam.

2. Berdasarkan pengujian Betha  diperoleh hasil bahwa Correctness  termasuk

dalam kriteria sangat baik,  Reliability  termasuk dalam kriteria sangat baik,

 Intergrity  termasuk dalam kriteria sangat baik, Usability  termasuk dalam kriteria baik, artinya SPK dapat memenuhi kebutuhan user, seperti membantu proses pendaftaran, penjurian dan pengolahan data peserta  pemilihan bibt ayam. SPK dapat menampilkan informasi sesuai dengan  penginputan pengguna dengan tepat. Petunjuk penggunaan sistem membantu pengguna. SPK aman dari pihak yang tidak berwenang. Tampilan SPK menarik dan mudah digunakan.

Gambar

Gambar 9. Diagram Konteks
Gambar 10. DFD level 1 SPK Pemilihan Bibit ayam a. Proses Input Data suplier
Gambar 12. DFD Level 2 Penilaian
Gambar 14. DFD Level 4 Hasil Seleksi
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil implementasi aplikasi pemesanan bibit ayam kampung pada peternakan Mulia Panjatan Kulonprogo, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian ini telah

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman pepaya pada semua parameter, perlakuan M1

Hasil percobaan menunjukkan bahwa takaran pupuk kandang ayam yang memberikan pengaruh terbaik untuk pertumbuhan bibit kakao adalah pemberian dengan perbandingan tanah

Sehingga mutu yang didapat dari rancangan ini lebih praktis dan efisien, karena memudahkan peternak ayam dalam pemberian konsumsi pakan ayam yang dapat

Berdasarkan hasil dan pembahasan, diambil kesimpulan bahwa model pemilihan bibit unggul sapi bali menggunakan metode Weighted Product dilakukan berdasarkan pada 10

Berdasarkan penjelasan gambar diatas adalah merupakan gambar use case diagram sistem pendukung keputusan pemilihan bibit kelinci terbaik dimana seorang admin dapat

Hasil penelitian penggunaan Tepung Ampas Bir (TAB) dalam ransum terhadap bobot badan akhir, bobot dan persentase karkas ayam broiler dapat dilihat

PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil implementasi aplikasi pemesanan bibit ayam kampung pada peternakan Mulia Panjatan Kulonprogo, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian ini