• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Koordinasi Ditjen Perhubungan Udara Agustus 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rapat Koordinasi Ditjen Perhubungan Udara Agustus 2017"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

FASILITASI UDARA

Rapat Koordinasi Ditjen Perhubungan Udara

28-29 Agustus 2017

(2)

Suatu rangkaian kegiatan di bidang

penerbangan sipil Internasional yang

menyangkut urusan kelancaran penyelesaian

bagi perjalanan pesawat, crew, penumpang

beserta barang bawaannya, bagasi, kargo dan

pos serta dokumen

di bandar udara

internasional

(3)

Pedoman dalam mengatur pergerakan orang dan

barang di wilayah perbatasan melalui prosedur

pengawasan tertentu yang dilakukan oleh otoritas yang

berwenang (CIQ)

(4)

4

1. Undang Undang No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

2.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 61 Tahun 2015

tentang Fasilitasi (FAL) Udara

3. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 541

Tahun 2014 tentang Fasilitas Kegiatan

Facilitation

(FAL) Di

Bandar Udara Internasional

4. ICAO Annex 9 – Facilitation

(5)

Pasal 226

(1) Kegiatan pemerintahan di bandar udara meliputi:

a. pembinaan kegiatan penerbangan;

b. kepabeanan;

c. keimigrasian; dan

d. kekarantinaan.

(2) Pembinaan kegiatan penerbangan di bandar udara, sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dilaksanakan oleh otoritas bandar udara.

(3) Fungsi kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kegiatan pemerintahan di bandar udara diatur dengan

Peraturan Menteri.

(6)

Kepabeanan

(Customs)

Keimigrasian

(Immigration)

Kekarantinaan

(Quarantine)

Kesehatan

Hewan &

Tumbuhan

Ikan

Harmonisasi

peraturan

perundangan

CIQ dengan

kewajiban dan

rekomendasi

dalam Annex 9

ICAO

(7)

KOMNASFAL

UDARA

Komfalbandara

28 Bandara

Internasional

Tim Teknis

Komnasfal

Sekretariat

Komnasfal

Nasional

Bandara Internasional

(8)

Keanggotaan Komnasfal

Udara (3 tahun

)

Ketua

Direktur Jenderal Perhubungan Udara

Anggota

CIQ, konsuler, keamanan dan pengawasan narkotika;

Pariwisata

Pengelola bandar udara;

Airlines rute internasional

(9)

TUGAS KOMNASFAL UDARA

Mengkoordinasikan Komite Fasilitasi (FAL) Bandar Udara

memecahkan persoalan Fasilitasi (FAL) di bandar udara internasional

yang timbul pada Komite Fasilitasi Bandar Udara Udara

Mengajukan usulan mengenai kebijakan (policy) di bidang Fasilitasi (FAL)

Udara dalam Program Fasilitasi (FAL) Nasional sesuai Annex 9 dan

amandemennya

Mengusulkan perubahan dan/atau pencabutan peraturan atau ketentuan

nasional untuk disesuaikan Annex 9 dan amandemennya guna kelancaran

arus penumpang dan kargo di bandara internasional

Menyampaikan pendapat, tanggapan dan usulan dalam Sidang FAL ICAO

dan menyampaikan notifikasi atas perbedaan aturan ICAO dengan aturan

nasional

Mengumpulkan dan mempelajari bahan – bahan yang diperlukan dalam

usaha mengembangkan peraturan perundang – undangan nasional yang

terkait Fasilitasi (FAL) Udara

(10)

Keanggotaan

Komfalbandara (3 tahun)

Ketua Komfalbandara adalah Kepala Kantor Otoritas Bandara pada

bandara yang di wilayahnya terdapat Kantor Otoritas Bandara

atau

Kepala Bandar Udara pada bandar udara yang dikelola pemerintah

yang di wilayahnya tidak terdapat Kantor Otoritas Bandara

atau

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi pada bandar udara yang dikelola

oleh Badan Usaha Bandar Udara yang di wilayahnya tidak terdapat

(11)

Anggota ialah wakil dari instansi-instansi sebagai berikut :

Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota;

Bea dan Cukai Bandara;

Imigrasi Bandara;

Karantina Kesehatan/Kantor Kesehatan Pelabuhan bandara;

Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara;

Karantina Ikan bandara;

Pengawasan Narkotika daerah;

Pengelola Bandar Udara;

Perusahaan penerbangan yang melayani penerbangan internasional;

Perusahaan penunjang bandar udara / groundhandling pada bandar

udara yang bersangkutan.

Keanggotaan

(12)

Terkait Dinas Perhubungan Provinsi sebagai Ketua

Komfalbandara, berdasarkan kajian hukum Direktorat

Jenderal Perhubungan Udara atas adanya UU Nomor 23

tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Kadishub

Provinsi dapat tetap menjadi Ketua Komfalbandara

(13)

TUGAS KOMFALBANDARA

Komfalbandara, mempunyai tugas :

Mengkoordinasikan serta mengambil langkah-langkah yang perlu dalam

batas-batas kewenangan yang ada untuk melaksanakan Program Fasilitasi (FAL)

Nasional

Melaporkan kepada Komite Nasional Fasilitasi (FAL) Udara mengenai hambatan -

hambatan yang dialami di Bandar Udara yang tidak dapat diselesaikan oleh

Komite Fasilitasi (FAL) Bandar Udara.

Mengumpulkan Keterangan, usulan, saran, dan pendapat yang berguna sebagai

bahan penyusunan kebijaksanaan Fasilitasi (FAL) Udara yang bersifat nasional.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Komite Nasional Fasilitasi (FAL)

(14)

Instansi Yang Bertanggung Jawab Terhadap Bidang Keimigrasian di Bandar Udara

1. Menerbitkan dokumen perjalanan serta memastikan bahwa mesin dokumen perjalanan terbaca sesuai dengan ketentuan doc 9303.

2. Menemukenali dan tidak menerbitkan dokumen perjalanan kepada orang yang identitas atau dokumennya tidak sesuai.

3. Melakukan koordinasi dengan pihak keamanan bandara, untuk memstikan bahwa penggunaan

teknologi dalam dokumen perjalanan akan meningkatkan Fasilitasi (FAL) dan keamanan penumpang. 4. Mengecek validitas dan masa berlaku dokumen perjalanan pada titik kontrol perbatasan.

5. Melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang datang dan berangkat.

6. Memastikan bahwa kartu embarkasi dan debarkasi sesuai dengan standar format Annex 9 ICAO. 7. menemukenali dan mencegah perjalanan orang yang dokumen perjalanannya tidak sesuai karena

dapat menimbulkan ancaman bagi penerbangan.

8. saling berbagi informasi dengan para pemangku kepentingan untuk melindungan perbatasan negara dari akibat negatif imigrasi ilegal.

(15)

8. Menginformasikan kepada Penyelenggara Angkutan Udara terkait persyaratan kedatangan, transit dan keberangkatan penumpang.

9. Pada kasus kecelakaan penerbangan, segera menerima secara sementara, para ahli yang diperlukan untuk melakukan pencarian, penyelamatan, investigasi kecelakaan dan perbaikan atau penyelamatan pesawat udara sesuai Annex 12 dan 13 ICAO, tanpa hares melampirkan dokumen lainnya selain paspor.

12. Jika visa dipersyaratkan bagi ahli yang akan menginvestigasi kecelakaan pesawat udara, memberikan Visa on Arrival atau memfasilitasi ahli tersebut saat kedatangan.

13. Memastikan bahwa ketentuan yang ada dalam dokumen Annex 9 diterapkan terkait dengan orang yang tidak diijinkan masuk dan orang yang dikembalikan.

14. Menyediakan layanan selama jam kerja tanpa dikenakan biaya kepada Penyelenggara Angkutan Udara.

15. Berpartisipasi dalam Komnasfal dan pertemuan FAL terkait. 16. Melaksanakan Program Fasilitasi (FAL) Udara Nasional.

(16)

Instansi Yang Bertanggung Jawab Terhadap Bidang Kepabeanan di Bandar

Udara

1. Mengawasi lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean (ekspor dan impor) serta

pemungutan bea masuk, bea keluar dan Penerimaan Negara lainnya. 2.Memastikan optimalisasi pencegahan dan penindakan penyelundupan.

3.Mengawasi kedatangan dan keberangkatan penumpang, barang, kargo dan pos berdasarkan peraturan perundang-undangan nasional.

4.Menyediakan informasi secara elektronik untuk kedatangan dan keberangkatan kargo berdasarkan dokumen Annex 9.

5.Menerapkan prosedur sederhana untuk pengeluaran barang yang masuk atau keluar Negara.

6.Menyita semua barang yang dilarang dan penahanan barang-barang yang dibatasi (hingga pemberian sertifikat yang berlaku).

7.Menyediakan layanan selama jam kerja tanpa dikenakan biaya kepada perusahaan Angkutan Udara Asing.

8.Berpartisipasi dalam Komite Nasional Fasilitasi (Komnasfal) dan pertemuan FAL terkait. 9.Melaksanakan Program Fasilitasi (FAL) Udara Nasional sesuai dengan bidangnya.

(17)

Instansi Yang Bertanggung Jawab Terhadap Bidang Karantina Kesehatan, Karantina Hewan dan Tumbuhan serta Karantina Ikan di Bandar Udara

Karantina Kesehatan :

a. Bekerjasama aktif dengan WHO dan negara lain untuk menjamin bahwa

Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) telah dilaksanakan secara efektif.

b.Mendeteksi peristiwa yang melibatkan tingkat penyebaran penyakit atau tingkat

kematian yang tinggi pada waktu tertentu di seluruh wilayah negara.

c.Menetapkan dan mencabut penetapan suatu bandar udara terjangkit suatu penyakit

wabah.

d.Segera melaksanakan langkah-langkah pengendalian awal (guna mencegah penyebaran

penyakit).

e.Melaporkan semua informasi yang tersedia dan penting secara cepat kepada tingkat

yang tepat untuk menangani respon kesehatan.

f.Menanggapi dengan segera dan efektif resiko kesehatan masyarakat dan kedaruratan

kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

g.Menjamin bahwa hapus serangga, disinfeksi dan dekontaminasi dalam pesawat telah

dilaksanakan mengikuti rekomendasi WHO dan sesuai dengan IHR.

h.Menyediakan fasilitas yang cukup untuk vaksinasi dan tindakan karantina (apabila

(18)

i. Dalam bekerjasama dengan bandar udara dan Penyelenggara Angkutan Udara, wajib

menjamin kehigienisan pada persiapan makanan, penyimpanan, pelayanan makanan, dan persediaan air dan hal lain yang dimaksudkan untuk dikonsumsi di bandara atau pada saat di atas pesawat, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO dan Organisasi Pangan internasional (FAO).

j. Segera memberitahukan kepada WHO semua informasi penting yang berkaitan dengan resiko kesehatan yang bersifat internasional sesuai dengan persyaratan IHR.

k. Memastikan akses untuk pelayanan kesehatan yang layak, termasuk fasilitas diagnosa sehingga memungkinkan penilaian atau diagnosa secara cepat bagi wisatawan dan pekerja bandara yang sakit.

l. Membuat dan melaksanakan rencana penanganan kedaruratan kesehatan masyarakat untuk memastikan adanya respon awal terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat sebagai perhatian internasional.

m. Memastikan penyediaan ruang yang sesuai, terpisah dari penumpang lain, untuk

mewawancara orang yang dicurigai terkena penyakit.

n. Menilai kondisi kesehatan, dan jika perlu, melakukan tindakan karantina terhadap penumpang yang dicurigai terkena penyakit.

o. Berpartisipasi dalam pertemuan Komite FAL Nasional.

(19)

• Karantina Hewan dan Tumbuhan serta Karantina Ikan :

a. Melaksanakan Program Fasilitasi (FAL) Udara Nasional sesuai dengan bidangnya.

b. Menjamin pelaksanaan pencegahan masuknya hama dan penyakit hewan karantina,

hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.

c. Menjamin pencegahan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan

penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Indonesia.

d. Menjamin pencegahan keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah

Indonesia.

e. Menjamin pencegahan keluarnya Kama dan penyakit ikan dan organisme pengganggu

tumbuhan tertentu dari wilayah Indonesia, apabila negara tujuan menghendakinya.

f. Menjamin pengawasan lalu lintas masuknya hewan, tumbuhan dan ikan dari/ke luar negeri melalui pemeriksaan sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan dan tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain, serta melakukan pengawasan melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan.

(20)

Penyedia Jasa Pelayanan Teknis Penanganan Pesawat Udara di Darat

(Ground Handling Agent)

1. Bekerjasama secara erat dengan instansi pemerintah untuk

memastikan kelancaran arus penumpang, kargo, bagasi dan

pas melalui fasilitas bandar udara.

(21)

21

28 BANDAR UDARA

INTERNASIONAL TAHUN 2017

1. Banda Aceh 2. Medan 3. Pekanbaru 4. Batam 5. Tanjung Pinang 6. Padang PADANG TARAKAN BALIKPAPAN MANADO MAKASSAR LOMBOK AMBON KUPANG BIAK JAYAPURA MERAUKE B.ACEH MEDAN PALEMBANG PONTIANAK SEMARANG SABANG TANJUNG PINANG PEKANBARU HALIM/JKT SOETTA/CGK SOLO YOGYAKARTA SURABAYA BALI BANDUNG BATAM 7. Palembang 8. Jakarta 9. Bandung 10. Solo 11. Surabaya 12. Denpasar 13. Pontianak 14. Balikpapan 15. Tarakan 16. Makassar 17. Manado 18. Mataram 19. Kupang 20. Ambon 21. Biak 22. Jayapura 23. Merauke 24. Sabang 25. Yogyakarta 26. Halim PK 27. Semarang 28. Tj Pandan

(22)

SK FAL Bandara Internasional

NO BANDARA SK TAHUN (BERLAKU 3 TAHUN) KETUA

1 LOMBOK PRAYA - LOMBOK 22 Feb 2017 - 22 Feb 2020 KETUA DISHUB

2 ADI SUMARMO - SOLO 19 Juli 2016 - 19 Juli 2019 KETUA DISHUB

3 AHMAD YANI - SEMARANG 19 Juli 2016 - 19 Juli 2019 KETUA DISHUB

4 SAM RATULANGI - MANADO 30 Des 2016 - 30 Des 2019 KETUA OTBAN

22 Peb 2017

5 EL TARI - KUPANG 30 Des 2016 - 30 Des 2019 KETUA DISHUB

6 MOPAH - MERAUKE Jan 2017 - Jan 2020 KETUA OTBAN

7 HASANUDDIN - MAKASSAR 6 Juni 2016 - 6 Juni 2019 KETUA OTBAN

8 JUANDA - SURABAYA 11 Apr 2013 - 11 Apr 2019 KETUA OTBAN

9 NGURAH RAI - DENPASAR 12 Agst 2016 - 12 Agst 2019 KETUA OTBAN

10 FRANS KAISIEPO - BIAK 26 Jan 2017 - 26 Jan 2020 KETUA DISHUB

11 JUWATA - TARAKAN 17 Nop 2016 - 17 Nop 2019 KETUA KABANDARA

12 SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN - BALIKPAPAN 16 Mar 2016 - 16 Mar 2020 KETUA OTBAN

13 SENTANI - JAYAPURA 26 Jan 2016 - 26 Jan 2019 KETUA KABANDARA

14 SULTAN SYARIF KASIM - PEKANBARU 28 Maret 2016 - 28 Maret 2019 KETUA DISHUB

15 ADI SUTJIPTO - YOGYAKARTA 6 Juni 2016 - 6 Juni 2019 KETUA DISHUB

16 SUPADIO - PONTIANAK 9 Sept 2016 - 9 Sept 2019 KETUA DISHUB

17 HUSEIN SASTRANEGARA - BANDUNG Apr 2013 - Apr 2016 KETUA DISHUB

18 SABANG - ACEH 1 Agst 2016 - 1 Agst 2019 KETUA KASATKER BDR

19 SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II - PALEMBANG 6 Juni 2016 - 6 Juni 2019 KETUA DISHUB

20 HALIM PK - JAKARTA 27 Juni 2016 - 27 Juni 2019 KETUA DISHUB

21 PATTIMURA - AMBON 1 Agst 2016 - 1 Agst 2019 KETUA DISHUB

22 HANG NADIM - BATAM 1 Agst 2016 - 1 Agst 2019 KETUA KABANDARA

24 KUALANAMU - MEDAN Okt 2014 - Okt 2017 KETUA OTBAN

25 RH. FISABILILAH - TANJUNG PINANG Juni 2017 - Juni 2020 KETUA DISHUB

28 Maret 2016 - 28 Maret 2019

27 MINANGKABAU - PADANG 1 Jan 2015 - 31 Desember 2017 KETUA OTBAN

28 H. AS HANANDJOEDIN - TANJUNG PANDAN Mei 2017 - Mei 2020 KETUA KABANDARA

Keterangan :

Komite Fasilitas (FAL) Bandara 28

SK Komfal Bandara yg sdh habis masa berlakunya dan bdr baru 26

SK Komfal bandara yg masih berlaku sd th 2017 & 2018 2

Yang sudah mengajukan pembaharuan dan Dlm Proses DI Bagkum 1

Yang belum mengajukan pembaharuan 0

SK Komfal bandara yg sdh diperbaharui th 2016 25

Pengajuan Revisi Sk Komfal bandara 2

26

Revisi SK Tim Teknis dan Sekretariat Komnasfal 2017 sdh di bagkum 6 Juni 2017 no:669/DAU/ND/VI/2017

Revisi SK Komfalnas sdh dibagkum 20 Januari 2017 no:83/DAU/ND/I/2017

23 SOETTA - BANTEN 8 Juni 2016 - 8 Juni 2019 KETUA OTBAN

(23)

Rapat Koordinasi FAL

Dilaksanakan pada tanggal 20-21 April 2016 di Jogjakarta,

dengan hasil:

1. Melakukan Harmonisasi dan Koordinasi berbagai

instansi di Bandar Udara;

2. Menyediakan fasilitas, sarana prasarana untuk

kegiatan fasilitasi;

3. Penambahan SDM di masing-masing instansi untuk

peningkatan pelayanan bidang CIQ;

4. Agar Komite Fasilitasi (FAL) Bandar Udara secara rutin

melaksanakan pertemuan minimal 2 bulan sekali.

(24)

Pengawasan kegiatan Fasilitasi (FAL) di bandar udara

Pengawasan dilakukan Inspektur Angkutan Udara Ditjen

Perhubungan Udara melalui kegiatan Evaluasi dan Pengawasan

Tujuan Pengawasan

Untuk mengevaluasi keadaan di lapangan secara langsung agar

dapat

memberikan

masukan

kepada

Pimpinan

untuk

ditindaklanjuti

Kegiatan Pengawasan

Telah dilaksanakan pengawasan kegiatan FAL di beberapa Bandara

Internasional

(25)

1.

Menyusun Amandemen ke-26 Annex 9 Konvensi Chicago;

2.

Adanya wacana pembentukan sistem

facilitation audit

(FAL

Audit) dengan merujuk

best practices

pelaksanaan audit

USOAP-CMA dan USAP-USOAP-CMA;

3.

Pelaksanaan penyediaan

Advance Passenger Information

(API)

khususnya terhadap individu-individu terduga teroris sesuai

dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2178 (2014);

4.

Memasukkan kolom keterangan kewarganegaraan pada

manifest

(26)

5.

Adanya penyempurnaan definisi, pengaturan, dan perlakuan terkait anak di

bawah umur (

minors

) baik yang terbang dengan pendamping maupun tanpa

pendamping guna menjamin keselamatan penumpang anak di bawah umur;

6.

Memuat pengaturan mengenai

Enhanced PNR, Automated Border Control,

Standardized Electronic Travel Systems,

dan pengembangan

Passenger Data

Information System;

7.

Usulan pembentukan sistem “

job-cards

” untuk memperjelas tugas pokok

kelompok kerja FALP berikut dengan perkembangan dan hasil capaiannya

(

deliverables

);

8.

Usulan pengembangan

Global Aviation Facilitation Plan

(GAFP) dengan tujuan

dan target terukur yang mencerminkan kebutuhan negara anggota dan

(27)

Dalam rangka mengikuti perkembangan peraturan Internasional

FAL, Ditjen Perhubungan Udara aktif dalam:

Melakukan amendment Annex 9 (meliputi amendment

23, 24, 25 dan 26)

Menghadiri ICAO FAL Panel

Menghadiri Regional Seminar ICAO Facilitation

(28)

KEGIATAN FASILITASI UDARA (FAL) MEMERLUKAN KOORDINASI

ANTAR INSTANSI PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH DI BANDAR

UDARA INTERNASIONAL MAUPUN DI PUSAT SEKALIGUS

HARMONISASI SEMUA PERATURAN TERKAIT FASILITASI

(29)

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,